Sistem akuntansi PPKD meliputi teknik pencatatan, pengakuan dan pelaporan pendapatan LO, belanja, pendapatan LRA, belanja, transfer, pembiayaan, aset, kewajiban, ekuitas, penyesuaian dan koreksi, penyusunan laporan keuangan PPKD dan penyusunan laporan keuangan konsolidasi pemerintah daerah.
Akuntansi Pendapatan ‒ LO dan Pendapatan – LRA PPKD
- Pihak Terkait
- Prosedur Akuntansi
- Dokumen Sumber
- Pencatatan Transaksi
Pencatatan transaksi pendapatan – LO pada PPKD dilakukan sedemikian rupa sehingga diperhitungkan pada saat pendapatan tersebut menjadi hak pemerintah daerah sesuai dengan pedoman akuntansi yang telah ditetapkan. Pengakuan Pendapatan - LO pada PPKD didasarkan pada jurnal/Topnica yang dibuat oleh fungsi akuntansi PPKD sesuai dengan dokumen sumber yang diterima. Pendapatan - LO diakui dan dicatat sebelum penerimaan kas. Pencatatan ini dilakukan apabila dalam hal proses transaksi pendapatan daerah terdapat perbedaan waktu antara penetapan hak penghasilan dengan penerimaan kas, dimana penetapan hak penghasilan terlebih dahulu dilakukan. , maka pendapatan - LO diakui pada saat penerbitan atau penerimaan dokumen pemastian, meskipun uangnya belum diterima.
Pendapatan - LO diakui dan dibukukan pada saat penerimaan kas terjadi. Pencatatan ini dilakukan apabila dalam hal proses transaksi pendapatan daerah tidak terdapat perbedaan waktu yang signifikan antara penetapan hak pendapatan daerah dengan penerimaan kas daerah dan masih dalam periode pelaporan, maka pendapatan LO diakui pada saat penerimaan kas. . Selain pertimbangan-pertimbangan di atas, pengakuan pendapatan yang dilakukan bersamaan dengan penerimaan kas, dilakukan dengan pertimbangan praktis dan mempertimbangkan biaya dan manfaat. Apabila pengolahan akuntansi pengakuan pendapatan dilakukan bersamaan dengan penerimaan kas, maka pada akhir tahun harus dilakukan koreksi atau penyesuaian terhadap penerimaan kas yang telah diakui sebagai pendapatan pada periode sebelumnya, penerimaan kas yang belum diperoleh. dan penghasilan yang menjadi hak pemerintah daerah pada periode pelaporan.
Apabila pada akhir tahun terdapat pendapatan LO yang seharusnya tidak dibelanjakan pada periode pelaporan yang bersangkutan, namun diakui pada saat penerimaan kas, maka harus dilakukan koreksi. Pendaftaran ini dilakukan apabila dalam proses transaksi pendapatan daerah terdapat perbedaan waktu antara penetapan hak pendapatan daerah dan penerimaan kas daerah.
Akuntansi Beban dan Belanja PPKD
Akuntansi Transfer PPKD
Fungsi Akuntansi PPKD membuat nota/catatan peringatan berdasarkan salinan invoice dari pihak ketiga atau dokumen sumber lain dari BUD/Kuasa BUD. Fungsi Akuntansi PPKD membuat entri jurnal/catatan memorial berdasarkan salinan dokumen pembayaran SP2D dari Penerima Kuasa BUD/BUD. Berdasarkan memo tersebut, Fungsi Akuntansi PPKD mencatat pengakuan beban dengan jurnal “Beban Bunga…” di debit dan “Hutang Beban Bunga” di kredit.
Berdasarkan SP2D, fungsi akuntansi PPKD akan mencatat pengeluaran kas yang juga merupakan penghapusan bunga dalam jurnal. Berdasarkan SP2D, belanja perbendaharaan yang juga merupakan penghapusan utang subsidi akan dicatat pada jurnal “Utang Belanja Subsidi”. Oleh karena itu, catatlah pengakuan belanja hibah dan moneter pada jurnal “Beban hibah” pada debit dan.
Berdasarkan SP2D akan didaftarkan pembayaran tunai yang juga merupakan penghapusan utang subsidi, dengan jurnal “Utang Biaya Subsidi” sebagai debit dan “Kas Dana Daerah” sebagai kredit. Berdasarkan SP2D, pembayaran tunai yang juga merupakan penghapusan utang subsidi akan dicatatkan pada jurnal “Hutang Belanja Bansos” sebagai debit dan “Kas Kas Daerah” sebagai kredit. Berdasarkan memo tersebut, catatlah ayat jurnal pengeluaran dengan jurnal “Beban Transfer” secara debit dan “Hutang Biaya Transfer” secara kredit.
Berdasarkan SP2D akan dicatat pengeluaran kas yang sekaligus merupakan penghapusan utang biaya transfer, dengan jurnal “Hutang Biaya Transfer” sebagai debit dan “Kas Kas Daerah” sebagai kredit.
Akuntansi Dana Desa
Akuntansi Pembiayaan PPKD
Fungsi Akuntansi PPKD akan mencatat transaksi tersebut dalam catatan akuntansi berdasarkan salinan dokumen yang diterimanya. Akuntansi penerimaan pembiayaan melekat pada akuntansi transaksi-transaksi lain khususnya penerimaan kas dari transaksi aset tidak lancar dan utang jangka panjang. Akuntansi ini akan menjadi jurnal pelengkap yang melengkapi jurnal transaksi pembebasan investasi, transaksi penerimaan hutang dan transaksi lain yang sejenis.
Fungsi Akuntansi PPKD mencatat penerimaan pinjaman dari bank atau lembaga keuangan dengan jurnal “Kas Kas Daerah” secara debit dan “Utang Jangka Panjang” secara kredit. Berdasarkan transaksi di atas, fungsi akuntansi PPKD juga akan mencatat jurnal “Perubahan SAL” di debit dan “Penerimaan Pembiayaan” di kredit. Sama halnya dengan akuntansi penerimaan pembiayaan PPKD, akuntansi pengeluaran pembiayaan PPKD sebenarnya merupakan akuntansi yang tidak berdiri sendiri.
Akuntansi pengeluaran pembiayaan ini melekat pada pencatatan transaksi lainnya khususnya pengeluaran kas atas transaksi aset nonlancar dan Utang Jangka Panjang. Akuntansi ini akan menjadi sebuah jurnal komplementer yang melengkapi jurnal transaksi perolehan investasi, transaksi pembayaran utang dan transaksi lainnya yang sejenis. Fungsi Akuntansi PPKD mencatat pembayaran pokok pinjaman dari bank atau lembaga keuangan dengan jurnal “Utang Jangka Panjang”.
Berdasarkan SP2D, pembayaran tunai yang sekaligus merupakan penghapusan utang pembiayaan akan dicatat pada jurnal “Utang Pembiayaan”. Fungsi akuntansi PPKD mencatat terhadap peringatan resmi PPKD dengan jurnal “Penerimaan Dana” dalam debit dan “Perubahan SAL” dalam kredit.
Akuntansi Aset dan Investasi PPKD
Pada akhir periode akuntansi, Fungsi Akuntansi PPKD melakukan penyesuaian terhadap investasinya berdasarkan prinsip dan kebijakan akuntansi yang sesuai. e. Selanjutnya dilakukan proses administrasi pembayaran biaya transfer, mulai dari penyerahan SPP, pembuatan SPM hingga penerbitan SP2D. Berdasarkan SP2D akan dicatat pengeluaran kas yang sekaligus merupakan penghapusan utang pembiayaan, dengan jurnal “Utang Pembiayaan” sebagai debit dan “Kas Kas Daerah” sebagai kredit pada Utang Pembiayaan xxx. Pencatatan dilakukan berdasarkan SP2D LS yang menjadi dasar pencairan biaya pembiayaan investasi. jurnalkan "Investasi jangka panjang" sebagai debit dan "Utang pembiayaan" sebagai kredit.
Kemudian dilakukan proses administrasi pembayaran hak gadai pengalihan, mulai dari penyerahan SPP, pembuatan SPM hingga penerbitan SP2D. Berdasarkan SP2D, pengeluaran kas yang juga merupakan penghapusan utang pembiayaan akan dicatat pada majalah “Utang Pembiayaan”. secara debet dan “Kas Kas Daerah” secara kredit. Sebagai transaksi realisasi anggaran, catat juga pengeluaran pembiayaan dan lakukan penyesuaian perubahan SAL melalui jurnal “Beban Pembiayaan” di debit dan “Perubahan SAL” di kredit. Pendapatan bunga ini biasanya diterima bersamaan dengan pelepasan investasi jangka pendek, sehingga pembahasannya akan digabungkan pada bagian Pembuangan Investasi.
Pada metode biaya, keuntungan perusahaan tidak mempengaruhi investasi yang dimiliki pemerintah daerah. pemerintah daerah hanya menerima dividen yang dibagikan oleh perusahaan. Selanjutnya kita akan menjurnal pengakuan dividen yang akan diterima dengan mendebit “Piutang lain-lain” dan mengkredit “Pendapatan dari penatausahaan kekayaan yang dibagi daerah – LO”. Karena merupakan transaksi realisasi anggaran, maka LRA juga mencatat pendapatan dan melakukan penyesuaian terhadap perubahan SAL melalui jurnal “Perubahan SAL” pada debit dan.
Berdasarkan metode ekuitas, keuntungan yang diperoleh perusahaan akan mempengaruhi besarnya investasi yang dimiliki pemerintah daerah. akan menjurnal keuntungan dengan mencatat “Investasi” di debit dan “Pendapatan dari pengelolaan aset daerah tersendiri – LO” di kredit. Apabila pendapatan bunga dari investasi jangka panjang (misalnya pendapatan bunga dari dana bergulir) diterima, maka pendapatan tersebut dijurnal dengan mencatat “Kas Kas Daerah” di debit dan “Pendapatan Bunga – LO” di kredit. Atas pelepasan investasi jangka pendek, berdasarkan dokumen transaksi yang dimiliki PPKD, catat pelepasan dan pengembalian investasi jangka pendek dengan menjurnal “Kas Kas Daerah” dalam debit dan “Pendapatan Bunga” dan “Investasi Jangka Pendek” . dalam kredit.
Karena merupakan transaksi realisasi anggaran maka juga mencatat pendapatan LRA dan melakukan penyesuaian perubahan SAL melalui jurnal “Perubahan SAL” dalam debit dan “Pendapatan bunga”. Dalam pengecualian investasi jangka panjang, misalnya saham, berdasarkan Dokumen Transaksi yang dimiliki PPKD dicatat pengecualian investasi tersebut. Apabila nilai kas yang diterima lebih besar dari nilai investasi, maka jurnalkan “Kas Kas Daerah” sebagai debit dan “Surplus Investasi Jangka Panjang” dan “Investasi Jangka Panjang” sebagai kredit.
Akuntansi Kewajiban PPKD
PPKD bertugas mengesahkan perjanjian utang dan pembayaran utang/kewajiban yang akan dilaksanakan oleh Kuasa BUD/BUD. BUD/Kuasa BUD menerima dokumen terkait perjanjian utang dan pembayaran utang, BUD mengelola atau mencairkan dana pembayaran utang setelah mendapat persetujuan dari PPKD, dan memberikan salinan dokumen tersebut kepada fungsi Akuntansi PPKD. Fungsi akuntansi PPKD mengeluarkan data akuntansi terjadinya utang dan pembayaran utang berdasarkan dokumen sumber yang diterima.
Fungsi akuntansi PPKD mengelola dan melakukan koreksi pada akhir periode akuntansi atas utang-utang yang dimiliki. Atas dasar nota kredit yang menunjukkan penerimaan pembiayaan telah masuk ke rekening kas daerah, fungsi akuntansi PPKD mengakui adanya utang jangka panjang dengan mencatat jurnal “Uang di kas daerah” sebagai debit dan "Hutang jangka panjang". (sesuai rincian perihal terkait)" dalam nota kredit. Realisasi kewajiban pembayaran dilakukan melalui proses administrasi mulai dari penyerahan SPP, penyusunan SPM hingga penerbitan SP2D.
Berdasarkan SP2D, fungsi akuntansi PPKD mencatat eliminasi kewajiban yang berkaitan dengan jurnal “Hutang Jangka Panjang (sesuai rincian objek yang bersangkutan)”. Berdasarkan Dokumen Perjanjian Utang, fungsi akuntansi PPKD telah menyiapkan bukti peringatan mengenai pengakuan porsi utang jangka panjang yang jatuh tempo pada tahun ini. Setelah disetujui oleh PPKD, peringatan tersebut menjadi dasar bagi fungsi akuntansi PPKD untuk mengakui reklasifikasi tersebut dengan jurnal debet “Utang Jangka Panjang” dan “Bagian Lancar Utang Jangka Panjang”.
Jurnal Koreksi dan Penyesuaian PPKD
Jurnal, Buku Besar, dan Neraca Saldo
- Jurnal
- Buku Besar
- Neraca Saldo
Sebagai entitas akuntansi, PPKD melakukan proses akuntansi mulai dari pencatatan transaksi hingga penyusunan dan penyajian laporan akuntansi. Transaksi-transaksi tersebut dicatat oleh fungsi akuntansi PPKD sesuai dengan dokumen transaksi dengan menggunakan Jurnal dalam jurnal. Pada tahap ini fungsi akuntansi PPKD memposting atau memindahkan setiap akun beserta jumlahnya dari jurnal ke buku besar masing-masing akun.
Pada setiap akhir periode akuntansi atau sesaat sebelum penyusunan laporan keuangan, fungsi akuntansi PPKD menyusun neraca saldo atau daftar saldo buku besar. Neraca saldo adalah daftar semua kode akun dan saldonya pada tanggal tertentu.
Penyusunan Laporan Keuangan PPKD
Pihak-Pihak Terkait
Pengguna anggaran akan mengesahkan dan melaporkan laporan keuangannya sebagai suatu entitas akuntansi sehingga dapat dikonsolidasikan menjadi suatu entitas pelaporan.
Prosedur penyusunan Laporan Keuangan
Penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasian Pemerintah Daerah
Ketentuan Umum
Pihak-Pihak Terkait
Prosedur Penyusunan Laporan Keuangan