JURIKOM (Jurnal Riset Komputer), Vol. 9 No. 1, Februari 2022 e-ISSN 2715-7393 (Media Online), p-ISSN 2407-389X (Media Cetak) DOI 10.30865/jurikom.v9i1.3886 Hal 131−137 http://ejurnal.stmik-budidarma.ac.id/index.php/jurikom
Sistem Pendukung Keputusan Penerimaan Bantuan Dana Desa BLT dengan Metode SAW Berbasis WEB
Ahmad Faisal, Depi Rusda*
Ilmu Komputer, Sistem Informasi, Universitas Darwan Ali,
Jalan Batu Berlian, Mentawa Baru Hulu, Ketapang, Kotawaringin Timur, Sampit, Kalimantan Tengah, Indonesia Email: 1[email protected], 2,*[email protected]
Email Penulis Korespondensi: [email protected] Submitted 17-02-2022; Accepted 25-02-2022; Published 25-02-2022
Abstrak
Objek penelitian yang akan di buat adalah untuk menentukan penerimaan bantuan dana desa di desa Kampung Melayu yaitu Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang sesuai aturan sistem. Adapun tujuan penelitian terdahulu mengenai penelitian menentukan penerima bantuan sosial beras pada masyarakat miskin di desa Kampung Melayu dengan Metode Simpel Additive Weighting (SAW) ini bertujuan untuk menentukan calon penerima beras miskin untuk meyelesaikan pengembilan keputusan secara praktis serta memiliki pilihan alternatif untuk pengambilan keputusan agar dapat menentukan masyarakat miskin yang berhak mendapatkan bantuan Sosial Beras Masyarakat Miskin (Raskin) pada desa. Berdasarkan kereteria-kreteria yang digunakan untuk menentukan keputusan penerima bantuan sosial beras pada masyarakat miskin adalah jumlah penghasilan, status perkawinan, jumlah tanggungan dan umur. Hasil dari penelitian ini ditunjukkan untuk pemerintahan desa agar dapat menentukan masyarakat yang berhak menerima bantuan social beras miskin (Raskin).
Kata Kunci: Sistem Pengambil Keputusan; Bantuan Dana Desa; BLT; Metode SAW; Berbasis WEB Abstract
The object of research that will be made is to determine the receipt of village funds in the village of Kampung Melayu, namely Direct Cash Assistance (BLT) according to system rules. The purpose of previous research regarding research on determining recipients of rice social assistance to the poor in Kampung Melayu village with the Simple Additive Weighting (SAW) method aims to determine prospective recipients of poor rice to complete practical decision making and have alternative choices for decision making in order to determine poor people who are entitled to receive rice social assistance for the poor (Raskin) in the village. Based on the criteria used to determine the decision to receive rice social assistance for the poor, namely the amount of income, marital status, number of dependents and age. The results of this study are shown for the village government to be able to determine the people who are entitled to receive social assistance for poor rice (Raskin).
Keywords: Decision Making System; Village Fund Assistance; BLT; SAW Method; WEB5-Based
1. PENDAHULUAN
Sistem informasi saat ini mengalimi perkembangan yang sangat cepat seperti yang sekarang kita hadapi saat ini, hampir semua kegiatan di berbagai bidang pekerjaan menggunakan Sistem informasi untuk membantu pekerjaannya[1]. Adapun kecepatan, keakuratan, dan keefisienan dalam pengelolaan data adalah salah satu kelebihan dari sebuah Sistem[2]. Sama hal nya dengan Sistem Pendukung Keputusan (SPK)[3]. Sistem ini sering digunakan untuk membantu peyelesaian masalah yang berhubungan dengan pemberian keputusan[4].
Konsep Sistem Pendukung Keputusan (SPK) atau Decision Support Sistem (DSS) pertama kali diungkapkan pada awal tahun 1970-an oleh MichaelS. Scott Morton dengan istilah Management Decision Sistem[5]. Sistem ini berbasis komputer yang digunakan untuk membantu mengambil keputusan dengan memanfaatkan data dan model tertentu untuk menyelesaikan berbagai permasalahan. Adapun metode atau model yang digunakan dalam Sistem Pendukung Keputusan (SPK) diantaranya adalah Metode Simpel Additive Weighting (SAW)[6].
Metode Simple Additive Weighting (SAW) di kenal dengan istilah metode penjumlahan terbobot[7]. Konsep dasar pada metode SAW adalah mencari penjumlahan terbobot dari rating kinerja pada setiap alternatif di semua atribut. Metode SAW membutuhkan proses normalisasi matriks keputusan (X) ke suatu sekala yang dapat diperbandingkan dengan semua rating alternatif yang ada. Kemudian sistem ini di Implementasikan kedalam pemerintahan Desa untuk menentukan sebuah keputusan[8].
Desa Kampung melayu di Kecamatan Mendawai merupakan desa yang terletak paling selatan dari Kabupaten Katingan. Desa Kampung melayu memiliki letak geografis yang terpisah dari kecamatan Mendawai yaitu berada di sebelah kanan sungai Katingan. Berbagai macam kegiatan pemerintahan Desa Kampung melayu yang di lakukan salah satunya adalah pelaksanaan pembagian bantuan dana desa, yaitu Bantuan langsung Tunai (BLT)[9].
Berdasarkan latar belakang yang telah di jelaskan dapat di simpulakan desa Kampung Melayu memerlukan sistem yang dapat memebantu perangkat desa dalam peyaluran BLT. Maka perancangan dan membuat sebuah sistem pendukung keputusan (SPK) sebagai solusi untuk membantu Desa Kampung melayu dalam penyaluran BLT. Adapun kreteria-kretria yang dipakai dalam penilayan penerimaan BLT ini berdasarkan Kreteria pengukuran kemiskinan menurut Badan Pusat Statistik (BPS), Sistem Pendukung keputusan ini akan di buat menggunakan Metode Simple Additive Weighting (SAW) dalam pembuatannya[10].
JURIKOM (Jurnal Riset Komputer), Vol. 9 No. 1, Februari 2022 e-ISSN 2715-7393 (Media Online), p-ISSN 2407-389X (Media Cetak) DOI 10.30865/jurikom.v9i1.3886 Hal 131−137 http://ejurnal.stmik-budidarma.ac.id/index.php/jurikom
2. METODOLOGI PENELITIAN
2.1 Metodologi Penelitian
Metodologi penelitian terhadap konsep dasar metode SAW adalah mencari penjumlahan terbobot dari rating kinerja pada setiap alternatif pada semua atribut[11]. Metode SAW membutuhkan proses normalisasi matriks keputusan (X) ke suatu skala yang dapat diperbandingkan dengan semua rating alternatif yang ada[12].
Gambar 1. Metode Alur Sistem 2.2 Sistem Pendukung Keputusan
Konsep Sistem Pendukung Keputusan (SPK) atau Decision Support Sistem (DSS) pertama kali dikemukakan oleh (Michael Scott Morton, 1970) yang dikenal denganistilah Management Decision System. Suatu sistem interaktif berbasis komputer yang di tujukan untuk membantu dalam pembuatan keputusan, dengan memanfaatkan data dan model tertentu untuk menyelesaikan masalah-masalah yang bersifat tidak terstruktur. Secara khusus, SPK didefinisikan sebagai sebuah sistem yang mendukung kerja seorang manajer maupun sekelompok manajer dalam memecahkanmasalah semi-terstruktur dengan cara memberikan informasi ataupun usulan menujupada keputusan tertentu[13].
2.3 Metode SAW
Konsep dasar metode SAW adalah mencari penjumlahan terbobot dari rating kinerja pada setiap alternatif pada semua atribut.
Metode SAW membutuhkan proses normalisasi matriks keputusan (X) ke suatu skala yang dapat diperbandingkan dengan semua rating alternatif yang ada.
(1)
Jika i adalah kriteria keuntungan (benefit) Jika j adalah kriteria biaya (cost)
Keterangan :
JURIKOM (Jurnal Riset Komputer), Vol. 9 No. 1, Februari 2022 e-ISSN 2715-7393 (Media Online), p-ISSN 2407-389X (Media Cetak) DOI 10.30865/jurikom.v9i1.3886 Hal 131−137 http://ejurnal.stmik-budidarma.ac.id/index.php/jurikom a. Dikatakan kriteria keuntungan apabila nilai memberikan keuntungan bagi pengambil keputusan, sebaliknya kriteria biaya
apabila menimbulkan biaya bagi pengambil keputusan.
b. Apabila berupa kriteria keuntungan maka nilai dibagi dengan nilai dari setiap kolom,sedangkan untuk kriteria biaya, nilai dari setiap kolom dibagi dengan nilai.
3. HASIL DAN PEMBAHASAN
Tahapan alisis data adalah tahapan analisa terhadap kebutuhan sistem yang akan di bangun, di mana mencari permasalahan yang akan di selesaikan dengan cara pengumpulan data. Pengumpulan data dalam tahap ini bisa dengan melakukan sebuah observasi, wawancara atau studi literatur. Permasalahan pada penelitian ini adalah menentukan penerimaan dana Bantuan Langsung Tunai BLT. Tahap desain sistemadalah tahapan di mana di lakukan perancangan sistem terhadap solusi dari permasalahan yang ada. Tahapan ini menyediakan cara untuk menyelesaikan permasalahan, baik itu perancangan data maupun perancangan sistem dengan menggunakan metode untuk menyelesaikan masalah[14].
3.1 Perhitungan Tabel Alternatif
Pada penelitian ini terdapat kasus, yang di mana masyarakat di daftarkan oleh petugas sebagai penerima BLT berdasarkan hasil survei, Petugas ingin mendapatkan hasil seleksi penerimaan BLT yang akurat dan tetap sasaran. Dengan perhitungan manual ini dapat mengevaluasi data tersebut menggunakan sistem pendukunga keputusan. Sampel data alternatif didapatkan dari hasil survei dengan kriteria-kriteria yang suah ditentukan untuk penentuan penerima BLT.
Tabel 1. Perhitungan Tabel Alternatif Kode Alternatif Nama Alternatif
A01 Arta
A02 Aluh
A03 Srianto
A04 Muksi
A05 Samsuri
A06 Risna
A07 Minah
A08 Sahrul Ardinata
A09 Satoso
A010 Idrus
3.2 Perhitungan SAW
Proses pembobotan dengan metode SAW memiliki beberapa tahapan yaitu menentukan nilai persentasi dari setiap kriteria- kriteria yang ada,selanjutnya menentukan nilai persentasi yang tinggi untuk kriteria yang di unggulkan atau sangat penting.
Tabel 2 Tabel Data Kriteria Persentase Kriteria
10% Pendidikan
15% pekerjan
35% penghasilan
10% Sts Kepemilikan rumah
10% pasilitas WC
10% pasilitas Listrik
5% bahan bakar
5% Kepemilikan tabungan
Dari kriteria-kriteria yang telah disebutkan pada tebel diatas, maka selanjutnya didapatkan sub kriteria seperti pada tabel dibawah.
Tabel 3. Data Sub Kriteria Pendidikan Dan Pekerjaan Nilai Pendidikan Nilai pekerjaan
1 tamat SLTA 1 swasta 2 tamat SLTP 2 petani
3 tamat SD 3 buruh
4 tidak tamat SD 4 IRT
Tabel 4. Data Sub Kriteria Penghasilan Dan Status Kepemilikan Rumah
JURIKOM (Jurnal Riset Komputer), Vol. 9 No. 1, Februari 2022 e-ISSN 2715-7393 (Media Online), p-ISSN 2407-389X (Media Cetak) DOI 10.30865/jurikom.v9i1.3886 Hal 131−137 http://ejurnal.stmik-budidarma.ac.id/index.php/jurikom
Nilai Penghasilan Nilai Status Kepemilikan Rumah
1 > Rp.1.000.000 1 milik sendiri
2 Rp.750.000 - Rp.900.000 2 milik orang tua/anak
3 Rp.600.000 - Rp.700.000 3 tidak memiliki rumah/gontrak 4 Rp.500.000 - Rp.550.000
Tabel 5. Data Sub Kriteria Fasilitas WC Dan Fasilitas Listrik
Nilai Fasilitas WC Nilai Fasilitas Listrik
1 WC pribadi/milik sendiri 1 listrik PLN 1.300 W
2 WC Umum 2 listrik PLN 900 W
3 listrik PLN 450 W
4 Tampa listrik/Lampu tembok Tabel 6. Data sub kriteria Bahan bakar dan Kepemilikan tabungan
Nilai Bahan Bakar Nilai Kepemilikan Tabungan 1 Gas LPG 1 memiliki tabungan > Rp.1.000.000 2 minyak tanah 2 memiliki tabungan < Rp.1.000.000
3 kayu bakar 3 tidak memiliki tabungan
Tabel 7. Nilai Pembobotan
No NAMA Pendidikan Pekerjaan Penghasilan
Sts Kepemilikan
Rumah
Pasilitas Wc
Pasilitas Listrik
Bahan Bakar
Kepemilikan Tabungan
1 Albi 2 4 1 2 1 3 1 3
2 Komar 2 3 1 1 2 1 1 1
3 Husin 1 1 1 1 1 1 1 2
4 Jaji 2 1 2 1 1 2 2 1
5 Jambrut 1 4 4 3 1 1 1 1
6 Samsul 4 3 1 1 1 1 1 1
7 Judin 3 3 1 1 2 1 2 1
8 Awung 1 4 1 2 2 2 1 1
9 Jeng 1 1 4 1 1 1 2 1
10 Gojek 2 1 4 1 2 3 1 1
Setelah menentukan nilai bobot pada tabel pembobotan langkah selanjutnya dalah, setiap baris dalam masing-masing kriteria akan dibagi dengan nilai maksimal dari kolom kriteria tersebut, langkah ini dilakukan pada masing-masing kriteria.
Tabel 8. Hasil Normalisasi Hasil Normalisasi
0.5 1 0.25 0.666667 0.5 1 0.5 1
0.5 0.75 0.25 0.333333 1 0.333333 0.5 0.333333
0.25 0.25 0.25 0.333333 0.5 0.333333 0.5 0.666667
0.5 0.25 0.5 0.333333 0.5 0.666667 1 0.333333
0.25 1 1 1 0.5 0.333333 0.5 0.333333
1 0.75 0.25 0.333333 0.5 0.333333 0.5 0.333333
0.75 0.75 0.25 0.333333 1 0.333333 1 0.333333
0.25 1 0.25 0.666667 1 0.666667 0.5 0.333333
0.25 0.25 1 0.333333 0.5 0.333333 1 0.333333
0.5 0.25 1 0.333333 1 1 0.5 0.333333
Setelah dilakukan normalisasi pada perhitungan rumus SAW maka langkah yang terakhir adalah menjumlahkan masing-masing total nilai pada setiap baris alternatif.
Tabel 9. Jumlah Total Normalisasi Jumlah total Normalisai
Kode Alternatif Total Rank
A01 0.579 4
A02 0.458 8
A03 0.325 10
A04 0.479 7
A05 0.750 1
A06 0.458 8
A07 0.508 6
JURIKOM (Jurnal Riset Komputer), Vol. 9 No. 1, Februari 2022 e-ISSN 2715-7393 (Media Online), p-ISSN 2407-389X (Media Cetak) DOI 10.30865/jurikom.v9i1.3886 Hal 131−137 http://ejurnal.stmik-budidarma.ac.id/index.php/jurikom Jumlah total Normalisai
Kode Alternatif Total Rank
A09 0.596 3
A10 0.713 2
Dari perhitungan metode SAW didapatkan hasil akhir sebagai berikut diketahui bahwa calon penerima BLT dengan kode alternatif A05 dengan hasil akhir nilainya 0,750 adalah penerima BLT pertama yang berhak menerima BLT, dan untuk selanjutnya akan diurutkan berdasarkan nilai yang tertinggi berikutnya.
3.3 Desain Sistem
Adapun diagram pada desain sistem yang dirancang dapat dilihat pada gambar dibawah ini:
Mayarakat Petugas Desa Sistem Pendukung Keputusan Kepala Desa
Data Penerima BLT
Data Petugas Desa
Data Kriteria
Data Alternatif
Proses Data Penerima BLT
Proses Data Petugas Desa
Proses Data Kriteria
Proses Data Alternatif
Proses Informasi Hasil
keputusan
Database SPK
Proses Data Kepala Desa
Proses Lap.
Hasil Prediksi Metode SAW
Laporan Hasil Prediksi Metode
SAW Data Kepala
Desa
Hasil Informasi Keputusan penerima BLT
Data Masyarakat
Proses Data Masyarakat
Gambar 3 Desain Sistem 3.2 Context Diagram
Adapun context diagram pada desain sistem yang dirancang dapat dilihat pada gambar 4 berikut ini:
0 Sistem Pendukung
Keputusan Masyarakat
Kepala Desa
Petugas Desa - Laporan Penereima BLT
- Hasil Prediksi Metode SAW - Laporan Penerimaan BLT
- Data masyarakat - Data Alternatif - Data Penerima BLT
- Laporan Penerima BLT - Data Kepala Desa
- Data kriteria - Data petugas desa - Data Masyarakat
JURIKOM (Jurnal Riset Komputer), Vol. 9 No. 1, Februari 2022 e-ISSN 2715-7393 (Media Online), p-ISSN 2407-389X (Media Cetak) DOI 10.30865/jurikom.v9i1.3886 Hal 131−137 http://ejurnal.stmik-budidarma.ac.id/index.php/jurikom 3.3 Implementasi Program
Implementasi dari analisis data menjelaskan tentang data yang akan di gunakan pada aplikasi sistem pendukung keputusan hingga data tersebut siap di gunakan dalam proses perhitungan[15]. Proses analisis data dimulai dengan mengamati seluruh data yang di dapat dari berbagai sumber, seperti wawancara, observasi, serta studi literatur. Adapun data yang digunakan dalam analisis ini berasal dari Desa Kampung Melayu yaitu data Masyarakat dan data Bantuan Langsung Tunai (BLT).
a. Implementasi Perhitungan SAW
Dalam perhitungan menggunakan metode SAW, tahap yang harus dilakukan oleh petugas adalah menambahkan data Masyarkat atau yang disebut dengan Alternatif. Pada form tambah masyarkat, petugas akan mengisikan data tentang masyarakat tersebut sehingga akan tersimpan didalam database.
Gambar 5. Halaman Tambah Masyarakat b. Halaman Data Alternatif
Setelah petugas menambahkan data masyarkat dan sudah tersimpan ke database, maka data masyarkat tersebut akan tampil di halaman data alternatif, lalu petugas memilih data alternatif kemudian diarahkan ke tabel dtail alternatif untuk memasukan nilai kriteria.
Gambar 6. Halaman Data Alternatif c. Halaman Detail Data Alternatif
Selanjutnya mengisi nilai pada setiap kriteria dengan nilai yang telah ditentukan berdasarkan hasil survei, jika sudah terisi semua nilai kriteria maka langsung didaftarkan akan ke penerima BLT.
Gambar 7. Halaman Detail Data Alternatif d. Halaman Data Penerima BLT
Di penerimaan BLT ini langsung mengetahui nilai tertinggi dan yang berhak mendapatkan BLT.
JURIKOM (Jurnal Riset Komputer), Vol. 9 No. 1, Februari 2022 e-ISSN 2715-7393 (Media Online), p-ISSN 2407-389X (Media Cetak) DOI 10.30865/jurikom.v9i1.3886 Hal 131−137 http://ejurnal.stmik-budidarma.ac.id/index.php/jurikom
Gambar 8 Data Penerima BLT
4. KESIMPULAN
Pada penelitian ini yaitu dengan cara melakukan pengumpulan data melalui jurnal-jurnal yang ada di internet dari Universitas yang ada di indonesia serta juga melalui file – file atau dokumen yang berhubungan dengan penelitian yang didapat melalui media online, baik itu yang berhubungan dengan metode yang digunakan maupun yang berhubungan dengan studi kasus yang diterapkan. Adapun hal yang diperlukan dalam penelitian ini diantaranya yaitu mengenai Program Bantuan Langsung Tunai (BLT), Sistem Pendukung Keputusan (SPK), metode – metode yang dapat digunakan untuk Sistem Pendukung Keputusan, serta penerapan metode Simple Additive Weighting (SAW) dalam Sistem Pendukung Keputusan[16]. Dalam hal keseluruhan yang telah dihitung dari awal sampai akhir untuk objek penelitian ini sedangkan penelitian yang akan dibuat adalah untuk penerimaan bantuan langsung tunai (BLT) di Desa kampung melayu Kecamatan Mendawai ini berjalan dengan sesuai harapan kedepannya bisa terlaksana dengan bijak dan tepat dalam mengambil keputusan yang dilakukan.
REFERENCES
[1] M. Guna, M. Daya, S. Dalam, and M. E. Asean, “Economics Development Analysis Journal,” vol. 2, no. 2, pp. 135–139, 2015.
[2] U. Penelitian, S. Informasi, F. Teknik, and I. Komputer, “Program Studi Sistem Informasi Universitas Komputer Indonesia,” vol. 1, pp. 1–15, 2018.
[3] C. Journal, W. Supriyanti, T. Informatika, and U. Muhammadiyah, “Rancang Bangun Aplikasi Sistem Pendukung Keputusan Penerima Beasiswa dengan Metode SAW,” vol. 1, no. 1, 2014.
[4] M. Saw, B. Web, R. Fauzan, Y. Indrasary, and N. Muthia, “Sistem Pendukung Keputusan Penerimaan Beasiswa Bidik Misi di POLIBAN Dengan,” vol. 2, no. 2, pp. 79–83, 2017, doi: 10.15575/join.v2i2.101.
[5] S. Eniyati, “Perancangan Sistem Pendukung Pengambilan Keputusan untuk Penerimaan Beasiswa dengan Metode SAW ( Simple Additive Weighting ),” vol. 16, no. 2, pp. 171–177, 2011.
[6] M. Purwokerto et al., “Sistem Pendukung Keputusan Penilaian Kinerja Karyawan Menggunakan Metode SAW ( Simple Additive Weighting ) di Universitas Muhammadiyah Purwokerto ( Decision Support System of Human Resources Performance Assessment Using SAW ( Simple Additive Weighting ) Method in University of,” vol. III, no. November, pp. 193–200, 2015.
[7] A. S. Putra, D. R. Aryanti, and I. Hartati, “Metode SAW ( Simple Additive Weighting ) sebagai Sistem Pendukung Keputusan Guru Berprestasi ( Studi Kasus : SMK Global Surya ),” no. x, 2018.
[8] J. Speed and S. P. Engineering, “Journal Speed – Sentra Penelitian Engineering dan Edukasi – Volume 8 No 2 - 2016 speed.web.id,”
vol. 8, no. 2, pp. 23–32, 2016.
[9] I. Artikel, “Sistem Pendukung Keputusan Penerimaan Dana Bantuan Jaminan Kesehatan Masyarakat Untuk Keluarga Miskin Menggunakan Metode Fuzzy Topsis,” vol. 18, no. 1, pp. 34–40, 2019.
[10] S. Customer, R. Management, S. A. Weighting, and S. Bisnis, “Social Customer Relationship Management, Simple Additive Weighting, Strategi Bisnis,” vol. 7, no. 1, pp. 12–19, 2020.
[11] B. A. B. Ii, G. Umum, and O. Penelitian, “54 . 2.1.1,” pp. 36–65, 2008.
[12] B. A. B. Ii, G. Umum, B. P. S. Badan, and P. Statistik, “No Title,” pp. 12–25, 1950.
[13] S. Dwi, R. Fani, and L. Liliawati, “Analisis Prosedur Pembuatan Sertipikat Hak Milik ( Individual ) Melalui Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap ( PTSL ) Pada Kantor Badan Pertanahan Nasional ( BPN ) Kantah Kota Sukabumi,” vol. 1, no. September, pp. 1–4, 2018.
[14] A. K. Vadreas, R. Turaina, and S. Ardiansyah, “SISTEM PENUNJANG KEPUTUSAN PENENTUAN ( SPK ) BANTUAN DANA PEMBANGUNAN RUMAH TIDAK LAYAK HUNI ( RTLH ) DENGAN METODE MULTI FACTOR EVOLUATION PROCESS ( MFEP ),” vol. 6, no. 1, pp. 18–23, 2018, doi: 10.21063/JTIF.2018.V6.1.18-23.
[15] P. Metode, S. Additive, and W. Saw, “DALAM SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PROMOSI,” no. 1, pp. 37–45, 2016.
[16] T. J. Informasi and P. Iptek, “‘ TRANSFORMASI Jurnal Informasi & Pengembangan Iptek,’” vol. 10, no. 2, pp. 84–98, 2014.