i
SK R I P SI
OL E H K A M A R UD D I N
NIM: 151126059
J UR US A N I PS E K O NOM I
F A K UL T A S T A R B I Y A H D A N K E G UR UA N UNI V E R S I T A S I SL A M NE G E R I (UI N) M A T A R A M
T A H UN 2019
ii
SK R I P SI
D iaj uk an k epada Univer sitas I slam Neger i M atar am untuk melengk api per syar atan mencapai gelar sar j ana pendidik an
OL E H K A M A R UD D I N
NIM: 151126059
J UR US A N I PS E K O NOM I
F A K UL T A S T A R B I Y A H D A N K E G UR UA N UNI V E R S I T A S I SL A M NE G E R I (UI N) M A T A R A M
T A H UN 2019
iii
S kripsi oleh : K amaruddin, NIM 15.1.12.6.059 dengan judul ’’ S trategi Guru D alam Menerapkan K urikulum 2013 Pada Mata Pelajaran IPS T erpadu K elas V III di Madrasah T sanawiyah D arul Muttaqin NW Penujak T ahun Pelajaran 2018/2019’’ telah memenuhi syarat dan di setujui untuk di uji atau dimunaqasahkan
`
D i setujui pada tanggal 6 juli 2019
Pembimbing I Pembimbing II
H . I bnu H izam M .Pd R ahmat A k bar K ur niawan, M .S c NI P. 197312312005011005 NI P. 198012172009011013
iv Hal : M unaqasyah
Y ang T er hor mat R ek tor UI N M atar am D i M atar am
Assalamua’alaikum wr,wb.
D isampaikan dengan hormat, S etelah melakukan bimbingan, arahan, dan koreksi maka kami berpendapat bahwa skripsi saudara :
Nama mahasiswa : K A MA R UD D IN,
NIM : 151126059
J urusan /prodi : IPS E konomi
J udul : Strategi Guru D alam Menerapkan K urikulum 2013 Pada Mata Pelajaran IPS T erpadu K elas V III D i Madrasah T sanawiyah D arul Muttaqin NW Penujak T ahun P elajaran 2018/2019’’ T elah memenuhi syarat untuk diajukan dalam sidang munaqasyah skripsi F akultas T arbiyah dan K eguruan Universitas Islam Negeri Mataram. Oleh karena itu, kami berharap agar skripsi ini dapat segera di munaqasyahkan.
Wassalamu’alaikum wr,wb
Pembimbing I Pembimbing II
H. Ibnu Hizam M.Pd R ahmat A kbar K urniawan, M.S c NIP. 197312312005011005 NIP. 198012172009011013
v
NW P enujak T ahun Pelajaran 2018/2019’’ yang diajukan oleh: kamaruddin, Nim 15.1.12.6059, J urusan Pendidikan IPS E konomi, F akultas T arbi yah dan K eguruan UIN Mataram dimunaqasyahkan pada tanggal 12 juli 2019 dan dinyatakan telah memenuhi syarat untuk mencapai gelar sarjana pendidikan.
D ewan penguj i
1. K etua S idang / : H . I bnuH izamM .Pd ( … … … ..) Pembimbing I NIP. 197312312005011005
2. S ekretaris / pembimbing II: R ahmat A . K ur niawan, M .S c ( … … … ..) NIP. 198012172009011013
3. Penguji I : D r B ahr udin M .A g (...) NIP. 197112311998031010
4. Penguji II : M uhammad Nur man M .Pd (...)
Mengetahui
D ekan F akultas T arbiyah D an K eguruan Universitas Islam Negeri Mataram
D r . H j L ubna M .Pd NIP. 196812311993032008
vi
vii
MOT T O :
" Pelajarilah ilmu dan ajarkanlah kepada manusia dan rendahkan diri kepada guru-gurumu serta berlaku lemah lembutlah terhadap murid-muridmu”.
(H .R . T habrani)
viii
P E R SE MBA H A N
S k r ipsi ini k u per sembahk an k epada :
1. A yahanda tercinta usman dan ibunda sainah yang dengan sabar dan ikhlas berdoa dan membimbing sehingga ananda bisa menyelesaikan pendidikan S I ini
2. K eluargaku semuanya yang juga turut membantu dan memberikan motivasi kepada penulis dalam menjalankan aktifitas perkuliahan selama ini
3. T eman-temanku tercinta kelas B I PS ekonomi yang selalu dengan sabar memberikan bantuan dan motivasi sehingga penulisan skripsi ini dapat terselesaikan
4. T erakhir buat A lmamaterku tercinta Universitas I slam Negeri mataram
ix
skripsi ini. S olawat serta salam semoga dilimpahkan kepada Nabi B esar Muhammad S A W beserta keluarga dan sahabat Nya serta para pengikut Nya sampai akhir zaman.
Maksud dari penyusunanskripsidengan judul: “Strategi Guru D alam Menerapkan K urikulum 2013 Pada Mata Pelajaran IPS K elas V III D i Madrasah T sanawi yah D arul Muttaqin NW Penujak T ahun Pelajaran 2018/2019yang ditulis oleh saudara: K A MA R UD D IN, NIM: 151.12.6.059.adalah untuk memenuhi salah satu syarat untuk mencapai kebulatan studi pada jurusan pendidikan IPS E konomi F akultas T arbiyah dan keguruan Universitas Islam Negeri Mataram.
D alam penyusunan skripsi ini peneliti menyadari bahwa masih terdapat kekurangan dan jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun dari para pembaca. D engan selesainya penyusunan proposal ini, peneliti mengucapkan rasa terimakasih yang sebesar- besarnya kepada pihak-pihak yang telah membantu dalam memberikan bimbingan, saran-saran dan informasi yang sangat berharga kepada peneliti yaitu:
1. B apak H. Ibnu Hizam M.Pd selaku pembimping Idan B apak R ahmat A kbar K urniawan M.S cselaku pembimbing II yang telah banyak meluangkan waktunya dalam membimbing, mendidik dan mengarahkan serta memberikan motivasi dan semangat kepada peneliti dalam menyelesaikan tulisan ini sehingga dapat terselesaikan.
2. B apak fropD r. H. Mutawalli, M.A g. selaku R ektor Universitas Islam Negeri ( UIN) Mataram beserta jajarannya
3. B apak Ibu D osen yang tidak disebutkan satu persatu yang telah banyak memberikan bimbingan, mengajar dan mendidik selama kuliah dan menyelesaikan studi pada jurusan IPS E konomi F akultas T arbiyah dan K eguruan, Universitas Islam Negeri ( UIN) Mataram.
x
5. T eruntuk Ibuku (S ainah )B apakku (Usman) yang telah tulus ikhlas memberikan motivasi, membimbing dan membiayai sekolah saya semoga keduanya tetap sehat wal afiat.
6. S audara saudariku yang selalu memberikan nasehat dan motivasi agar dapat saya menyelesaikan study saya samapi memperoleh gelar sarjana nantinya.
7. K epada semua pihak yang telah membantu dalam penulisan skripsi ini, yang tidak dapat peneliti sebutkan satu-persatu semoga apa yang telah dilakukan tercatat sebagai amal ibadah disisi A llah S W T . A mien.
Mataram,… … … … 2019 Peneliti
xi
H A L A M A N J UD UL ... ii
PE R S E T UJ UA N PE M B I M B I NG ... iii
NO T A D I NA S PE M B I M B I NG ... iv
PE R NY A T A A N K E A S L I A N S K R I PS I ... v
PE NG E S A H A N D E W A N PE NG UJ I ... vi
H A L A M A N M O T T O ... vii
H A L A M A N PE R S E M B A H A N ... viii
K A T A PE NG A NT A R ... ix
D A F T A R I S I ... xi
D A F T A R T A B E L ... xiii
D A F T A R G A M B A R ... xiv
D A F T A R L A M PI R A N ... xv
A B S T R A K ... xvi
B A B I PE ND A H UL UA N ... 1
A . L atarbelakang ... 1
B . R umusanmasalah ... 4
C . T ujuanpenelitian ... 5
D . Manfaatpenelitian ... 5
E . R uanglingkupdan setting penelitian ... 5
F . T elaahpustaka ... 6
G. K erangkateoritik ... 8
H. Metodepenelitian ... 32
I. S istematikapembahasan ... 42
xii
2. K eadaantenagaedukatif MT s NW D M penujak ... 46
3. K eadaansiswa MT s D M NW Penujak ... 47
4. K eadaansarananprasarana ... 48
5. S trukturorganisasi... 51
B . Pener apan K .13 Pada M ata Pelaj ar anI PS T er padu ... 53
a. Perencanaanpembelajaran ... 55
b. Pelaksanaanpembelajaran... 67
c. S trategipembelajaran IPS T erpadu ... 75
d. Pendekatanpembelajaran ... 77
B A B I I I PE M B A H A S A N ... 90
A . S trategi Guru D alamMenerapkan K 13 Pada Mata Pelajaran IPS T erpadu ... 90
B A B I V PE NUT UP ... 95
A . K esimpulan... 97
B . S aran S aran ... 97
D A F T A R F UST A K A ... 99 L A MPIR A N ...
xiii
T able 2 D ata K eadaanS iswa ... 48 T able 3 D ata K eadaanS aranaPraS arana ... 50
xiv
Gambar1 S trukturOrganisasi Madrasah ... 52
xv
L ampiran 1.S uratpermohonanrekomendasipenelitian
L ampiran 2.R ekomendasipenelitiandaribadankesatuanbangsadanpolitik
L ampiran 3.S uratketeranganpenelitiandari madrasah T sanawiyahD arulmuttaqin NW Penujak
xvi
PE L A J A R A N 2018/2019 Oleh :K amar uddin 15.1.12.6.059
Masalah pendidikan maka tidak akan lepas dari sosok seorang guru.
K emampuan setiap guru tidak sama, hal ini dikarenakan adanya perbedaan tingkat pendidikan, intelektual dan kondisi social masyarakat, sehingga berdampak ketika guru mengajar di dalam kelas baik mengenai strategi yang digunakan, alat praga, penguasaan kelas dan sebagainya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif.S umber data dalam peneltian ini ada dua yaitu data primer yang diperoleh secara langsung dari informan baik dari hasil survey, dokumentasi maupun hasil wawancara yang dilakukan dengan kepala madrasah, guru, siswa yang ada di Madrasah. T eknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. A nalisis data dilakukan secara logis dan sistematis dengan tiga tahap yaitu persiapan, tabulasi dan penerapan data sesuai dengan pendekatan penelitian. A dapun keabsahan data dilakukan dengan empat cara yaitu perpanjangan keikutsertaan, ketekunan pengamatan, kecukupan referensi dan tringulasi
A dapun masalah dalam penelitian ini adalah B agaimana strategi guru dalam menerapkan kurikulum 2013 pada pembelajaran IPS kelas V III di Madrasah T sanawi yah D arul Muttaqin NW Penujak. A dapun tujuan dari penelitian ini adalah: Untuk mengetahui dan mendeskripsikan strategi guru dalam menerapkan kurikulum 2013 pada pembelajaran IPS kelas V III di MT s D arul Muttaqin NW Penujak.
Hasil penelitian yang dilakukan adalah penerapan kurikulum 2013 dilakukan dengan tiga tahap yaitu tahap perencanaan, pelaksanaan dan tahap evaluasi. D alam tahap perencanaan dibuat program jangka panjang dan jangka pendek, dan pada tahap pelaksanaan ini diawali dengana persepsi, motivasi, menjelaskan kompetensi dasar, penyampaian materi yang ditunjang dengan metode belajar active debate yang berpusat pada peserta didik atau dikenal dengan istilah student centered. D an tahap evaluasi dilakukan pada tiga ranah penilaian, yaitu: (a) R anah kognitif. Penilaian kognitif dilakukan adanya test tertulis. (b) R anah psikomotorik, dapat dinilai pada perhatian terhadap pelajaran, kemampuan mengemukakan pendapat dan kemampuan untuk tanya jawab serta bentuk performance dan hasil karya keseharian (c) R anaha fektif. K riteria yang dinilai diantaranya: kehadiran, kesopanan, kerajinan, kedisiplinan, keramahan, ketepatan pengumpulan tugas-tugas, partisipasi dalam belajar.
K ata kunci : Strategi , Guru, K urikulum
B A B I
PE ND A H UL UA N A . L atar B elak ang
J ika berbicara masalah pendididkan maka tidak akan lepas dari sosok seorang guru. K emampuan setiap guru tidak sama,hal ini dikarenakan adanya perbedaan tingkat pendidikan, intelektual dan kondisi sosial masyarakat, sehingga berdampak ketika gurumengajar di dalam kelas baik mengenai strategi yang digunakan, alat praga, penguasaan kelas dan sebagainya.
Meskipun demikian, ada prinsip yang harus tetap diperhatikan oleh seorang guru dalam mengajar yaitu menciptakan situasi proses pembelajaran yang benar - benar dapat meningkatkan minat anak didik dalam belajar. UUD No.
20 tahun 2003 tentang system pendidikan usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan sepiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan diri, akhlak mulia serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat bangsa dan Negara.
1
D i samping itu, perlu pula diketahui bahwa tujuan pendidikan itu adalah sebagai berikut: ( 1) T ujuan pendidikan nasional; (2) T ujuan lembaga pendidikan; (3) T ujuan kurikuler; (4) T ujuan mata pelajaran; (5) T ujuan mengajar dan belajar.
2
1
Wina sanjaya, “ Strategi P embelajaran Berorientasi Standar Proses P endeidikan”, (J akarta: K encana 2010) , hal. 2
2
Oemar Hamalik, Proses Belajar Mengajar ( J akarta: PT . B umi A ksara, 2012) , 81.
Melihat dari semua itu, manusia dituntut untuk lebih ekstra dalam menggali potensi diri manusia dalam pendidikan, tidak hanya menguasai materi tetapi juga harus selaras dengan skill (keterampilan) agar dapat memanfaatkan ilmu yang dimilikinya dalam kehidupan sehari-hari.
Pendidikan senantiasa menjadi sorotan bagi masyarakat khususnya di Indonesia yang ditandai dengan adanya pembaharuan maupun eksperimen guna terus mencari kurikulum, sistem pendidikan, dan metode pengajaran yang efektif dan efisien. Pendidikan juga dapat diartikan sebagai usaha sadar untuk menumbuhkan potensi S umber D aya Manusia (SD M) melalui kegiatan pengajaran. Pendidikan sangatlah penting bagi kita semua karena dengan pendidikan kita bisa menjadi tahu.
T ujuan pendidikan pada dasarnya mengantarkan para siswa menuju pada perubahan-perubahan tingkah laku baik intelektual, moral maupun sosial agar dapat hidup mandiri sebagai individu dan makhluk sosial. D i dalam mencapai hal tersebut siswa berinterakasi dengan lingkungan belajar yang diatur melalui proses pengajaran.
D ari penjelasan di atas terlihat jelas sekali betapa penting dan berpengaruhnya media pengajaran sebagai alat bantu mengajar untuk mempermudah pemahaman sekaligus menjadikanya sebagai siswa yang proaktif di samping itu juga sangat membantu guru dalam mengukur standar keberhasialanya.
K eberhasilan dalam pembelajaran ilmu pengetahuan sosial ( IPS ) tidak terlepas dengan adanya strategi pembelajaran, karena dalam mewujudkan suatu tujuan keberhasilan tidak dapat berdiri sendiri melainkan ada unsur-unsur lain. D engan demikian objek mendasar keberhasilan proses pembelajaran hakikatnya dapat dilihat bagaimana strategi pembelajaran yang diterapkan oleh seorang guru IPS . D alam hal ini strategi guru di terapkan dengan membaca buku, belajar di kelas atau di luar kelas.
3
Intinya kegiatan yang terencana secara sistematik yang ditujukan untuk menggerakkan peserta didik agar mau melakukan kegiatan belajar dengan kemauan dan kemampuan sendiri. S eorang guru harus menegaskan hal-hal yang berkaitan dengan tujuan.
4
B entuk mata pelajaran ilmu pengetahuan sosial disesuaikan dengan pengembangan diri peserta didik.
Untuk itu diperlukan adanya upaya-upaya peningkatan mutu pendidikan yang dilakukan secara terus-menerus.
Hingga sekarang proses pembelajaran yang terjadi di sekolah masih ada yang dilaksanakan berdasarkan kemauan dan selera guru. Padahal kenyataannya kemampuan guru dalam pengelolaan pembelajaran tidaklah sama dan sesuai dengan latar belakang pendidikan serta motivasi dan kecintaan mereka terhadap profesinya. D i dalam proses pembelajaran, ada guru yang dalam melaksanakan pengelolaan pembelajarannya dilakukan dengan sungguh-sungguh melalui perencanaan yang matang, dengan memanfaatkan seluruh sumber daya yang ada dan memperhatikan taraf
3
Oemar Hamalik. K urikulum dan P embelajaran ( B andung: B umi A ksara, 1994) , 54.
4
A buddin Nata. Perspektif Islam Tentang Strategi P embelajaran ( J akarta: Prenada Media G roup, 2009) , 215.
perkembangan intelektual dan perkembangan psikologi belajar anak. Guru yang demikian diprediksikan akan dapat menghasilkan kualitas lulusan yang lebih baik dibandingkan dengan guru yang dalam pengelolaan pembelajarannya dilakukan seadanya tanpa mempertimbangkan berbagai faktor yang dapat mempengaruhi keberhasilan proses pembelajaran.
5
D ari uraian di atas dapat dipahami bahwa yang menjadi kelemahan dalam pelaksanaan pembelajaran IPS lebih kepada aspek strategi dan orientasinya yang lebih bersifat normatif, teoretis dan bermanfaat pada kemampuan kognitif, afektif, dan konatif-volitif. D alam hal ini guru IPS perlu mengaitkan materi ajar dengan konteks dan mengintegrasikannya dengan mata pelajaran lain. S elain itu juga muatan kurikulum atau materi IPS , tidak didukung dengan sarana dan prasarana yang memadai, termasuk di dalamnya buku-buku dan bahan-bahan ajar yang refresentatif.
6
S ingkatnya, terkait dengan hal-hal yang telah dikemukakan di atas, maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian tentang ”strategi guru dalam menerapkan kurikulum 2013 pada Mata Pelajaran IPS kelas V III di MT s D arul Muttaqin NW Penujak T ahun A jaran 2018/2019.
B . R umusan M asalah
B agaimana strategi guru dalam menerapkan kurikulum 2013 pada pembelajaran IPS kelas V III di Madrasah T sanawiyah D arul Muttaqin NW Penujak ?
5
W ina S anjaya. Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan ( J akarta: K encana Prenada Media G roup, 2008) , 5.
6
Ibid., 26.
C . T uj uanPenelitian
A dapun tujuan dari penelitian ini adalah:Untuk mengetahui dan mendeskripsikan strategi guru dalam menerapkan kurikulum 2013 pada pembelajaran IPS kelas V III di MT s D arul Muttaqin NW Penujak.
D . M anfaat Penelitian
Penelitian ini diharapkan bermanfaat baik dalam tataran teoretis maupun praktis.
1. S ecara teoretis
D apat membangun teori tentang strategi guru dalam menerapkan kurikulum 2013 pada pembelajaran IPS khususnya di MT s D arul muttaqin NW Penujak
2. S ecara praktis
a) S ebagai sumbangan untuk dapat dipedomani bagi para praktisi pendidikan, baik di lingkungan lembaga yang diteliti maupun pemerintah dalam upaya penerapan strategi pembelajaran guna peningkatan mutu pembelajaran, khususnya IPS .
b) S ebagai referensi dalam penerapan strategi guru dalam pembelajaran IPS terutama pada kurikulum 2013sehingga dapat mengoptimalkan segenap potensi dan instumen pendidikan yang ada tidak terkecuali bagi para orang tua peserta didik.
E . R uang L ingk up D an S etting Penelitian
A dapun ruang lingkup penelitian ini adalah guru dan mengenai strategi guru dalam menerapkan kurikulum 2013 pada mata pelajaran Ilmu
Pengetahuan S osial T erpadu di kelas V III T sanawiyah D arul Muttaqin NW yang berlokasi diD esa Penujak K ecamatan Praya B arat K abupaten L ombok T engah Provinsi Nusa T enggara B arat
F . T elaah Pustak a
Penelitian mengenai strategi guru dalam menerapkan kurikulum 2013 pada mata pelajaran ilmu pengetahuan sosial ( IPS T erpadu telah dilakukan oleh beberapa peneliti. B erdasarkan eksplorasi peneliti, terdapat beberapa hasil penelitian yang mempunyai relevansi dengan penelitian ini, diantaranya:
Pertama, tesis yang ditulis oleh Miftakhul Munir
7
, dengan judul:
Strategi Guru dalam Meningkatkan Mutu P embelajaran IPS di SMA Negeri 3 Malang T ahun 2012. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif analisis melalui rancangan studi kasus. Metode pengumpulan data yang penulis gunakan berupa metode wawancara, metode dokumentasi dan metode observasi. Penelitian ini menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif. D ata yang terkumpul kemudian dianalisis dengan menggunakan metode deskriptif dan induktif.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa strategi yang dilakukan guru IPS terkait dengan mutu pembelajaran IPS di S MA N 3 Malang sudah dilaksanakan secara optimal, hal ini dapat dilihat pada: 1) S trategi guru dalam meningkatkan mutu pembelajaran IPS di S MA N 3 Malang, dalam melaksanakan strategi pembelajaran ada beberapa langkah yang dilakukan, diantaranya adalah sebagai berikut: (a) Perencanaan pembelajaran, (b)
7
Miftakhul Munir. Strategi G uru IPS dalam Meningkatkan Mutu P embelajaran ilmu pengetahuan sosial di SMA Negeri 3 Malang ( Malang: UIN Malang, 2012) .
Pelaksanaan pembelajaran, (c) E valuasi pembelajaran, (d) Model strategi PA K E M, (e) Peningkatan profesionalisme guru. T idak ditemukan permasalahan yang signifikan, karena Out put yang dihasilkan menunjukkan adanya peningkatan yang baik di S MA N 3 Malang. 2) D ampak dari strategi guru bidang studi IPS dalam meningkatkan mutu pembelajaran IPS dapat dilihat dari (a) Prestasi akademik dan Prestasi non akademik, (b) Pembelajaran menjadi efektif, (c) Pembelajaran menjadi efisien. 3) F aktor pendukung dan penghambat dari strategi guru bidang study IPS dalam meningkatkan mutu pembelajaran IPS di S MA N 3 Malang. F aktor pendukung itu antara lain (1) F aktor guru, (2) L ingkungan, (3) S arana dan prasarana, (4) F aktor S iswa. S edangkan faktor penghambatnya adalah (1) S arana dan prasarana, ( 2) F aktor siswa. D an untuk mengatasi hambatan- hambatan tersebut telah diupayakan solusi alternatif yang memungkinkan terlaksananya strategi guru bidang study IPS dalam meningkatkan mutu pembelajaran IPS di S MA N 3 Malang.
K edua , jurnal yang ditulis oleh S iti L atifah A ini
8
dengan judul:
Proses Pembelajaran IPS T erpadu di S MP Plus A ssalaam B andung.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif metode deskriptif. S ubjek penelitian ini adalah guru dan siswa kelas V IIA , V IIIA , dan IX A semester I tahun ajaran 2011/2012. Untuk memperoleh data penelitian, peneliti menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. A nalisis
8
Siti A ini L atifah A . Proses P embelajaran IPS di SMP P lus As Salam Bandung ( J urnal - UPI B andung. vol. 1 no 1 april 2019. D iunduh di http://jurnal.upi.edu).
kualitatif deskriptif diterapkan dalam penelitian ini, sehingga hasil dari penelitian ini diwujudkan dalam bentuk kata-kata baik tulisan maupun lisan.
B erdasarkan hasil penelitian dan analisis data penelitian, dapat disimpulkan bahwa tahap pra instruksional, instruksional, dan evaluasi oleh guru pada proses pembelajaran sudah dilakukan dengan baik. Hampir seluruh aspek pada ketiga tahapan proses pembelajaran tersebut nampak pada setiap pertemuan, namun ada beberapa aspek yang tidak dilakukan sehingga terlaksananya kegiatan pembelajaran yang disusun dalam R PP belum semuanya terpenuhi. Meningkatkan kompetensi guru dalam melaksanakan proses pembelajaran IPS T erpadu di kelas dan mengoptimalkan pemanfaatan media pembelajaran menjadi rekomendasi kepada guru sehingga proses pembelajaran yang dilakukan oleh guru dapat terlaksana lebih baik dan dapat mencapai tujuan pembelajaran.
G . K er angk a teoritik
1. Str ategi gur u
a. Penger tian S tr ategi G ur u
S trategi guru berasal dari dua kata, yaitu strategi dan guru.Untuk memperoleh pengertian strategi guru, maka terlebih dahulu dijelaskan pengertian strategi dan guru. Oleh karena itu, berikut ini dipaparkan pengertian strategi terlebih dahulu dan dilanjutkan dengan pemaparan pengertian guru menurut beberapa ahli.
S trategi adalah seni dan ilmu penyusunan, penerapan, dan pengevaluasian keputusan-keputusan lintas fungsional yang dapat
memungkinkan suatu perusahaan mencapai sasarannya. S esuai definisinya, strategi berfokus pada proses penetapan tujuan organisasi, pengembangan kebijakan dan perencanaan untuk mencapai sasaran, serta mengalokasikan sumber daya untuk menerapkan kebijakan dan merencanakan pencapaian tujuan organisasi.
9
D ari pendapat diatas dapat kita menarik sebuah kesimpulan bahwa strategi merupakan sebuah seni dalam menyusun, menerapkan dan mengevaluasi keputusan keputusan untuk mencapai sebuah tujuan organisasi dalam menerapkan kebijakan kebij akan dalam sebuah organisasi.
S trategi adalah proses penetapan tujuan organisasi, pengembangan kebijakan dan perencanaan untuk mencapai sasaran tersebut, serta mengalokasikan sumber daya untuk menerapkan kebijakan dan merencanakan pencapaian tujuan organisasi.
10
S trategi merupakan tindakan yang bersifat incremental (senantiasa meningkat) dan terus menerus, serta dilakukan berdasarkan sudut pandang tentang apa yang diharapkan oleh pelanggan di masa depan.
S ementara pendapat lain di atas yang dikemukakan olehA nonim strategi adalah sebuah proses penetapan tujuan, kebijakan dan perencanaan serta evaluasi untuk mencapai sasaran, dan pencapaian suatu tujuan sebuah organisasi.
9
A nonim.Manajemen Strategi dalam http:://www.manajemenstrategi.com, diunduh tanggal 19 Maret, 2019.
10
A nonim.Strategi Bisnis ( www.manajemenstrategibisnis.com, diunduh tanggal 19 maret 2019) , 1.
B erdasarkan beberapa pendapat di atas, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa strategi adalah rangkaian cara-cara yang digunakan untuk merealisasikan tujuan yang telah ditetapkan.
D engan adanya kesimpulan pengertian strategi, maka selanjutnya dipaparkan pengertian guru.D alam UU sisdiknas No 20 T ahun 2003, bahwa yangdimaksud dengan pendidik (guru) adalah tenaga professional yang bertugasmerencanakan proses pembelajaran, menilai hasil pembelajaran,melakukan pembinaan dan pelatihan, serta melakukan penelitian danpengabdian kepada masyarakat, terutama bagi pendidik pada perguruantinggi.
11
Guru merupakan salah satu faktor yangmempengaruhi kualitas pendidikan. Para pakar menyatakan bahwa, betapapun bagusnya sebuah kurikulum, hasilnya sangat bergantung pada apayang dilakukan guru di dalam maupun di luar kelas. K ualitas pembelajaranyang sesuai dengan rambu-rambu dipengaruhi pula oleh sikap guruyang kreatif untuk memilih dan melaksanakan berbagai pendekatan dan model pembelajaran.Oleh karena itu, guru harus menumbuhkan danmengembangkan sikap kreatifnya dalam mengelola pembelajaran denganmemilih dan menetapkan berbagai pendekatan, metode, mediapembelajaran yang relevan dengan kondisi siswa dan pencapaiankompetensi.
12
11
A . F atah Y asin. D imensi-dimensi Pendidikan Islam ( Malang: UIN-Malang Press, 2008) , 71.
12
A bdul Majid dan D ian A ndayani, Perencanaan..., 166.
S edangkan menurut Noor J amaluddin (dikutip oleh Nurdin), guru adalah orang dewasa yang bertanggung jawab memberi bimbingan atau bantuan kepada anak didik dalam perkembangan jasmani dan rohaninya agar mencapai kedewasaannya, mampu berdiri sendiri dapat melaksanakan tugasnya sebagai makhluk A llah khalifah di muka bumi, sebagai makhluk sosial dan individu yang sanggup berdiri sendiri.
13
B erdasarkan beberapa pengertian guru tersebut di atas, dapat disimpulkan bahwa guru adalah tenaga professional yang bertugas untuk mengajar, mendidik, membimbing, dan mengevaluasi peserta didik pada satuan pendidikan tertentu.
D engan adanya pengertian strategi dan guru tersebut, dapat disimpulkan bahwa strategi guru adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan oleh tenaga professional untuk mencapai tujuan pembelajaran dalam satuan pendidikan.
b. K omponen-k omponen S tr ategi G ur u
S ecara umum strategi mempunyai pengertian suatu garis-garis besarhaluan untuk bertindak dalam usaha mencapai sasaran yang telahditentukan.D ihubungkan dengan belajar mengajar, strategi bisa diartikansebagai pola-pola umum kegiatan guru anak didik dalam perwujudankegiatan belajar mengajar untuk mencapai tujuan yang telah digariskan.
14
13
Muhammad Nurdin. K iat Menjadi Guru P rofesional ( Y ogyakarta: A r R uzz Media Group, 2010) , 17.
14
S yaiful B ahri D jamarah. Strategi Belajar-Mengajar (J akarta: R enika C ipta, 2006) , 5.
A da empat strategi dasar dalam belajar-mengajar yang meliputi hal-halberikut:
a) Mengidentifikasikan serta menetapkan spesifikasi dan kualifikasiperubahan tingkah laku dan kepribadian anak didik sebagaimana yangdiharapkan;
b) Memiliki sistem pendekatan belajar mengajar berdasarkan aspirasi danpandangan hidup masyarakat;
c) Memilih dan menetapkan prosedur, metode dan teknik belajar mengajaryang dianggap paling tepat dan efekti f sehingga dapat dijadikanpegangan oleh guru dalam menunaikan kegiatan mengajar;
d) Menetapkan norma-norma dan batas minimal keberhasilan atau kriteriaserta standar keberhasilan sehingga dapat dijadikan pedoman oleh gurudalam melakukan evaluasi hasil kegiatan belajar mengajar yangselanjutnya akan dijadikan umpan balik buat penyempurnaan sisteminstruksional yang bersangkutan secara keseluruhan.
15
Menurut A bu A hmadi dan J oko T ri Prasetyo empat komponentersebut jika di kategorikan dan diterapkan dalam konteks pendidikan akanmenjadi:
a) S pesifikasi dan kualifikasi perubahan tingkah laku yang bagaimana diinginkan sebagai hasil belajar mengajar yang dilakukan itu.
15
Ibid.,5-6.
R umusantujuan yang operasional dalam belajar mengajar mutlak dilakukan,harus jelas dan kongkrit agar mencapai sasaran;
b) Memilih cara pendekatan belajar mengajar yang dianggap paling tepatdan efektif untuk mencapai sasaran bagaimana cara guru memandangsuatu persoalan, konsep, pengertian, dan teori guru akan berpengaruhterhadap hasil;
c) Memilih dan menetapkan prosedur, metode dan teknik belajar mengajaryang dianggap paling tepat dan efektif. Metode dan teknik penyajian untuk memotivasikan anak didik agar mampu menerapkan pengetahuan dan pengalaman memecahkan masalah dan terdorong atau mampu berfikir bebas dan cukup keberanian untuk mengemukakan pendapatnya sendiri, guru dituntut untuk memiliki kemampuan tentang penggunaan berbagai metode atau mengkombinasikan beberapa metode yang relevan;
d) Menerapkan norma-norma atau kriteria keberhasilan, sehingga gurumempunyai pegangan yang dijadikan ukuran untuk menilai sampaisejauh mana keberhasilan tugas-tugas yang telah dilakukannya.
16
D ari uraian di atas maka dapat diketahui bahwa dalam kegiatan belajar mengajar ada beberapa konsep dasar strategi, diantaranya:
menetapkan spesifikasi dan kualifikasi perubahan tingkah laku;
menentukan pilihan berkenaan dengan pendekatan terhadap masalah
16
A bu A hmadi dan J oko T ry Prasetyo.Strategi Belajar-Mengajar ( B andung: Pustaka Setia, 1997) , 52.
belajar mengajar; memilih prosedur, metode dan teknik belajar mengajar; dan menetapkan norma dan kriteria keberhasilan kegiatan belajar mengajar.
17
D engan demikian maka dapat digambarkan bahwa empat komponentersebut sangat penting yang dapat dijadikan pedoman dalam keberhasilanpelaksanaan kegiatan belajar mengajar. D i samping itu juga tercapai tujuanpendidikan yang diharapkan sesuai dengan apa yang telah direncanakan.
2. S tr ategi Pembelaj ar an I PS T er padu
a. Penger tian S tr ategi Pembelaj ar an I PS T er padu
Pada awalnya istilah strategi digunakan dalam dunia militer yang diartikan sebagai cara penggunaan seluruh kekuatan militer untuk memenangkan suatu -peperangan. D emikian pula halnya seorang pelatih sepak bola, ia akan menentukan strategi yang dianggapnya tepat untuk memenangkan suatu pertandingan setelah ia memahami segala potensi yang dimiliki oleh timnya. D alam K amus B esar B ahasa Indonesia, strategi diartikan sebagai rencana yang cermat mengenai kegiatan untuk mencapai sasaran khusus
18
. S trategi mempunyai pengertian sebagai suatu garis-garis besar haluan untuk bertindak dalam usaha mencapai sasaran yang telah ditentukan.
19
S edangkan menurut
17
S yaiful B ahri D jamarah. Strategi… ., 5.
18
D epdiknas, K amus B esar B ahasa Indonesia ( J akarta: Gramedia Pustaka Utama, 2008) , 1340.
19
S yaiful B ahri D jamarah dan A swan Z ain, Strategi Belajar Mengajar ( J akarta:
R ineka C ipta, 2010), 5.
Hamdani, strategi adalah suatu upaya yang dilakukan seseorang atau organisasi untuk sampai pada tujuan.
D alam dunia pendidikan, strategi diartikan sebagai perencanaan yang berisi tentang rangkaian kegiatan yang didesain untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.
20
D ari pengertian di atas, ada dua hal yang perlu dicermati.Pertama, strategi pembelajaran merupakan rencana tindakan termasuk penggunaan metode dan pemanfaatan berbagai sumber daya dalam pembelajaran. Ini berarti penyusunan suatu strategi baru sampai pada proses penyusunan rencana kerja, belum sampai pada tindakan. K edua, strategi disusun untuk mencapai tujuan tertentu.A rtinya arah dari semua keputusan penyusunan strategi adalah pencapaian tujuan.
21
K onsep umum strategi pembelajaran dapat berarti suatu garis besar haluan pembelajaran untuk mencapai sasaran yang telah ditentukan.J ika dihubungkan dengan kegiatan belajar mengajar, strategi dapat diartikan sebagai pola umum kegiatan guru dalam membina peserta didik melalui kegiatan belajar mengajar untuk mencapai tujuan yang telah digariskan.
S toner dan S irait, sebagaimana yang dikutip oleh Hamdani dalam bukunya menyebutkan, ciri-ciri strategi sebagai berikut:
20
W ina Sanjaya, Strategi P embelajaran Berorientasi Standar Proses P endidikan ( J akarta: K encana Prenada Media G roup, 2006) , 126.
21
Hamdani, Strategi Belajar Mengajar (B andung: C V . Pustaka Setia, 2011) , 18.
1) W awasan waktu, meliputi cakrawala waktu yang jauh kedepan yaitu waktu yang diperlukan untuk melaksanakan kegiatan tersebut dan waktu yang diperlukan untuk mengamati dampaknya.
2) D ampak, walaupun hasil akhir dengan mengikuti strategi tertentu tidak langsung terlihat untuk jangka waktu lama, dampak akhir akan sangat berarti.
3) Pemusatan upaya, sebuah strategi yang efektif biasanya mengharuskan pemusatan kegiatan, upaya atau perhatian terhadap rentang sasaran yang sempit.
4) Pola keputusan, kebanyakan strategi mensyaratkan bahwa sederetan keputusan tertentu harus diambil sepanjang waktu.
K eputusan-keputusan tersebut harus saling menunjang, artinya mengikuti suatu pola yang konsisten.
5) Peresapan, sebuah strategi mencakup suatu spektrum kegiatan yang luas mulai dari proses alokasi sumber daya sampai dengan kegiatan operasi harian. S elain itu adanya konsistensi sepanjang waktu dalam kegiatan-kegiatan ini mengharuskan semua tingkatan organisasi bertindak secara naluri dengan cara-cara yang akan memperkuat strategi.
22
S edangkan kata “pembelajaran” berasal dari kata dasar “belajar”
dengan mendapat imbuhan pe- dan akhiran -an, yang artinya suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh perubahan
22
W ina S anjaya, Strategi Pembelajaran … ,18-19.
tingkah laku yang baru secara keseluruhan sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya. D engan demikian, dapat disimpulkan bahwa strategi pembelajaran adalah cara yang dipilih untuk menyampaikan materi pelajaran dalam lingkungan pengajaran tertentu, yang meliputi sifat, lingkup, dan urutan kegiatan yang dapat memberikan pengalaman belajar kepada peserta didik.
S etelah pengertian pembelajaran ditemukan kemudian dilanjutkan dengan mengartikan kata IPS T erpadu, IPS T erpadu merupakan integrasi dari berbagai cabang disiplin ilmu social seperti sejarah, geografi, ekonomi, hukum dan politik, sosiologi/antropologi dan sebagainya.
D isiplin ilmu tersebut mempunyai keterpaduan yang tinggi karena geografi memberikan wawasan yang berkenaan dengan wilayah- wilayah, sejarah memberikan wawasan tentang peristiwa-peristiwa yang terjadi pada masa lampau,ekonomi memberikan wawasan tentang berbagai macam kebutuhan manusia,hukum dan politik mengenai peraturan-peraturan yang ada dalam bermasyarakat serta bagaimana cara mendapatkan kekuasaan,dan sosiologi/antropologi memberikan wawasan yang berkenaan dengan nilai-nilai, kepercayaan, struktur social dan sebagainya.
B erdasarkan pengertian-pengertian tersebut, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran IPS terpadu adalah suatu proses atau perbuatan merubah perilaku seseorang atau makhluk hidup melalui pelajaran dan
pengajaran dan yang terintegrasi dari berbagai cabang disiplin ilmu social seperti sejarah, geografi ,ekonomi, hukum dan politik,sosiologi/antropologi dan sebagainya.
b. J enis-j enis S tr ategi Pembelaj ar an I PS T er padu
Pemilihan strategi pembelajaran pada dasarnya merupakan salah satu hal penting yang harus dipahami oleh setiap guru, mengingat proses pembelajaran merupakan proses komunikasi multiarah antarsiswa, guru, dan lingkungan belajar. K arena itu pembelajaran harus diatur sedemikikan rupa sehingga akan diperoleh dampak pembelajaran secara langsung (instructional effect) ke arah perubahan tingkah laku sebagaimana dirumuskan dalam tujuan pembelajaran.
Menentukan strategi pembelajaran pada hakikatnya adalah menyusun pengalaman belajar siswa.D engan demikian strategi pembelajaran yang dipilih oleh guru selayaknya didasari pada berbagai perkembangan sesuai dengan situasi, kondisi dan lingkungan yang dihadapinya. Pemilihan strategi pembelajaran umumnya bertolak
23
: 1) R umusan tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan
2) A nalisis kebutuhan dan karakteristik peserta didik yang dihasilkan 3) J enis materi pembelajaran yang akan dikomunikasikan
K etiga elemen yang dimaksud selanjutnya disesuaikan dengan media pembelajaran atau sumber belajar yang tersedia yang mungkin digunakan.Untuk mengajarkan kompetensi yang berjenis kognitif atau
23
Hamzah B . Uno & Madain Muhammad, Belajar dengan P edekatan PAIK E M ( J akarta: PT . B umi A ksara, 2011) , 5.
kompetensi yang berjenis afektif maupun kompetensi yang berjenis psikomotor pasti membutuhkan strategi pembelajaran yang berbeda.D emikian pula jika mengajarkan jenis materi yang berbeda pasti memerlukan strategi pembelajaran yang berbeda pula.
24
S ehubungan dengan penetapan strategi pembelajaran, ada empat masalah pokok yang dapat dijadikan pedoman untuk pelaksanaan kegiatan pembelajaran agar berhasil sesuai dengan yang diharapkan yaitu :
25
a) Mengidentifikasi dan menetapkan spesifikasi dan kualifikasi perubahan tingkahlaku dan kepribadian anak didik sebagaimana yang diharapkan.
b) Memilih sistem pendekatan pembelajaran berdasarkan aspirasi dan pandangan hidup masyarakat.
c) Memilih dan menetapkan prosedur, metode, dan teknik pembelajaran yang dianggap paling tepat dan efektif seghingga dapat dijadikan peganggan oleh para guru dalam menunaikan kegiatan mengajarnya.
d) Mempertimbangkan dan menetapkan tolok ukur atau kriteria dan patokan ukuran (standar) untuk mengukur dan menilai taraf keberhasilan (achievement) usaha.
24
Sugeng L istyo Prabowo & F aridah Nur Maliyah, Perencanaan Bidang Studi ( Malang: UIN Maliki press, 2010) , 91.
25
Y atim R iyanto, Paradigma Baru Pembelajaran (J akarta: K encana Prenada Media Group, 2009) , 135.
Pencapaian sasaran atau tujuan yang ditentukan, akan sangat tergantung pada pengamasan bahan dan strategi pembelajaran yang digunakan. B erikut beberapa strategi pembelajaran sebagai upaya memberikan pengalaman belajar kepada siswa
26
: 1) S trategi pembelajaran ekspositori
S trategi pembelajaran ekspositori adalah strategi pembelajaran yang menekankan kepada proses penyampaian materi secara verbal dari seorng guru kepada sekelompok siswa dengan maksud agar siswa dapat menguasai materi pelajaran secara optimal. R oy K illen menamakan S trategi pembelajaran ekspositori ini dengan istilah strategi pembelajaran langsung (direct instructional). Oleh karena itu strategi ekspositori lebih menekankan kepada proses bertutur maka, sering juga dinamakan strategi “ chalk n talk “. F okus utama strategi ini adalah kemampuan akademis (academic achievment) siswa. Metode pembelajaran yang sering digunakan untuk mengaplikasikan strategi ini adalah metode kuliah atau ceramah.
2) S trategi pembelajaran inkuiri
S trategi pembelajaran inkuiri adalah rangkaian kegiatan pembelajaran yang menekankan pada proses berpikir secara kritis dan analitis untuk mencari dan menemukan sendiri jawaban yang sudah pasti dari suatu masalah yang dipertanyakan. Proses berpikir
26
W ina Sanjaya, Strategi P embelajaran Berorientasi Standar Proses P endidikan ( J akarta: K encana prenada M edia Group, 2008) , 189.
itu sendiri biasanya dil akukan melalui tanya jawab antara guru dengan siswa. S trategi pembelajaran ini sering juga dinamakan strategi heuristic,yang berasal dari bahasa yunani, yaitu heuriskein yang berarti saya menemukan
27
. 3) S trategi pembelajaran kooperatif
S trategi pembelajaran kooperatif merupakan strategi pembelajaran dengan menggunakan sistem pengelompokan/tim kecil, yaitu antara empat sampai enam orang yang mempunyai latar belakang akademis, jenis kelamin, ras, atau suku yang berbeda (heterogen).S istem penilain dilakukan terhadap kelompok. S etiap kelompok akan mendapatkan penghargaan ( reward), jika kelompok mampu menunjukkan prestasi yang dipersyaratkan. D engan demikian, setiap anggota kelompok akan memiliki ketergantungan positif. K etergantungan semacam itulah yang selanjutnya akan memunculkan tanggungjawab individu terhadap kelompok dan keterampilan interpersonal dari setiap kelompok. S etiap individu akan saling membantu, mereka akan memiliki motivasi untuk keberhasilan kelompok, sehingga setiap individu aakan memiliki kesempatan yang sama untuk memberikan kontibusi demi keberhasilan kelompok
28
.
27
W ina S anjaya, Strategi Pembelajaran … , 191.
28
W ina S anjaya, Strategi Pembelajaran … , 194.
c. T uj uan pembelaj ar an I PS T er padu
T ujuan pembelajaran adalah suatu pernyataan yang spesifik yang dinyatakan dalam perilaku atau penampilan yang diwujudkan dalam bentuk tulisan untuk menggambarkan hasil belajar yang diharapkan. Martinis Y amin, memandang bahwa tujuan pembelajaaran merupakan sasaran yang hendak dicapai pada akhir pembelajaran, dan kemampuan yang harus dimiliki siswa
29
.
D alam Permendiknas R I No. 52 T ahun 2008 tentang S tandar Proses disebutkan bahwa tujuan pembelajaran memberikan petunjuk untuk memilih isi mata pelajaran, menata urutan topik-topik, mengalokasikan waktu, petunjuk dalam memilih alat-alat bantu pengajaran dan prosedur pengajaran, serta menyediakan ukuran (standar) untuk mengukur prestasi belajar siswa
30
.
B erangkat dari beberapa pengertian yang dikemukakan oleh para ahli di atas, peneliti menarik satu kesimpulan bahwa tujuan pembelajaran IPS T erpadu adalah sesuatu yang hendak dicapai setelah kegiatan pembelajaran IPS T erpadu , atau dengan kata lain tercapainya perubahan perilaku pada siswa yang sesuai dengan kompetensi dasar setelah mengikuti kegiatan pembelajaran. T ujuan tersebut dirumuskan dalam bentuk pernyataan atau deskripsi yang spesifik dan diwujudkan
29
Martinis Y amin, Profesionalisasi Guru dan Implementasi K T SP ( J akarta: Gaung Persada Press, 2007), 133.
30
B . Uno, Hamzah, Perencanaan Pembelajaran, C et. V (J akarta: B umi A ksara, 2009) , 35.
dalam bentuk prilaku atau penampilan sebagai gambaran hasil belajar yang terintergrasi dari bebagai disiplin ilmu pengetahuan.
T ujuan pembelajaran IPS T erpadu pada dasarnya merupakan rumusan bentuk-bentuk tingkah laku yang akan dimiliki siswa setelah melakukan proses pembelajaran. R umusan tujuan tersebut dirumuskan berdasarkan analisis terhadap berbagai tuntutan, kebutuhan, dan harapan.Oleh karena itu, tujuan dibuat berdasarkan pertimbangan faktor-faktor masyarakat, siswa itu sendiri, serta ilmu pengetahuan (budaya). D engan demikian, perumusan tujuan pembelajaran IPS T erpadu harus didasarkan pada harapan tentang sesuatu yang diharapkan dari hasil proses kegiatan pembelajaran.
Perumusan tujuan pembelajaran IPS T erpadu merupakan panduan dalam memilih materi pelajaran, menentukan strategi pembelajaran dan memilih alat-alat pembelajaran yang akan digunakan sebagai media pembelajaran, dan sebagai dasar bagi guru untuk mengantarkan siswa mencapai standar kompetensi yang telah ditetapkan. S elain itu, perumusan tujuan juga dapat dijadikan sebagai dasar dalam penyusunan alat-alat penilaian hasil belajar.
Untuk merumuskan tujuan pembelajaran IPS T erpadu dengan baik, maka tujuan tersebut harus:
1) B erorientasi pada kepentingan siswa, bukan pada guru. T itik tolaknya adalah perubahan tingkah laku setelah proses pembelajaran.
2) D inyatakan dengan kata kerja yang operasional, yaitu menunjuk pada hasil perbuatan yang dapat diamati dan diukur hasilnya dengan alat ukur tertentu
31
.
K egiatan pembelajaran IPS T erpadu sebagai salah satu bidang studi pada pendidikan Madrasah, mempunyai fungsi yang sama dengan bidang studi yang lain, yaitu sebagai suatu kegiatan pembelajaran yang mempunyai tujuan akhir yang sesuai dengan arah tujuan pendidikan nasional, dan tentunya merupakan bagian dari upaya untuk mencapai tujuan pendidikan nasional pada jenjang pendidikan tertentu.
D engan kata lain pembelajaran IPS T erpadu di Madrasah T sanawi yah bertujuan untuk memberikan kemampuan dasar kepada peserta didik dalam memahami berbagai disiplin ilmu yang terintegrasi seperti geografi, sejarah, ekonomi dan lain lain, serta menanamkan pengertian, pemahaman, penghayatan isi materi, membina dan perilaku peserta didik agar dapat mengimplementasikan dalam kehidupan sehari- hari.
3. T ugas dan tanggung j awab G ur u a. T ugas gur u
Guru adalah figur seorang pemimpin dan sosok Arsitektur yang dapat membentuk jiwa dan watak anak didik. Guru mempunyai kekuasaan untuk membentuk dan membangun kepribadian anak didik menjadi seorang yang berguna bagi agama, nusa, dan bangsa.
31
A snawir dan M. B asyiruddin Usman, Media P embelajaran ( J akarta: C iputra Press, 2002) , 138.
Gurubertugas mempersiapkan manusia susila yang cakap yang dapatdiharapkan membangun dirinya dan membangun bangsa dan Negara.
T ugas guru sebagai suatu profesi menuntut kepada guru untukmengembangkan profesionalitas diri sesuai perkembangan ilmupengetahuan dan teknologi.Mendidik, mengajar, dan melatih anak didikadalah tugas guru sebagai suatu profesi.T ugas guru sebagai pendidikberarti meneruskan dan mengembangkan nilai-nilai hidup kepada anakdidik.T ugas guru sebagai pengajar berarti meneruskan danmengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi kepada anak didik.
32
S edangkan guru dalam pengajaran dan sebagai pengabdi dalampendidikan maka Guru juga harus mengerti tugas-tugasnya sebagaiberikut:
1) T ugas guru sebagai profesi meliputi mendidik, mengajar dan melatih.Mendidik berarti meneruskan dan mengembangkan nilai- nilai hidup.Mengajar berarti meneruskan dan mengembangkan ilmu pengetahuandan teknologi. S edangkan melatih berarti mengembangkan ketrampilan-ketrampilanpada siswa.
2) T ugas guru dalam masyarakat, yaitu mencerdaskan bangsa menuju kepada pembentukan manusia Indonesia seutuhnya berdasarkan pancasila dan merupakan penentu maju mundurnya suatu bangsa.
32
S yaiful B ahri D jamarah. G uru dan Anak dalam Interaksi E dukatif ( J akarta: PT R ineka C ipta, 2000), 36-37.
3) T ugas guru dalam kemanusiaan meliputi bahwa guru di sekolah harusdapat menjadikan dirinya sebagai orang tua kedua. Ia harus mampumenarik simpati sehingga ia menjadi idola para siswanya.
Pelajaran apapun yang diberikan, hendaknya dapat menjadi motivasi bagi siswanyadalam belajar.
33
S eorang guru dituntut untuk komitmen terhadap profesionalismedalam mengembangkan tugasnya. S eorang dikatakan professional,bilamana pada dirinya melekat sikap dedikatif yang tinggi terhadaptugasnya, sikap komitmen terhadap mutu proses dan hasil kerja, serta sikapcontinous improvement, yakni selalu berusaha memperbaiki danmemperbarui model-model atau cara kerjanya sesuai dengan tuntutanzaman. B ahwa tugas mendidik adalah tugas menyiapkan generasi penerusyang akan hidup pada zamannya di masa depan.
34
b. T anggung J awab G ur u
Guru adalah orang yang bertanggung jawab mencerdaskan kehidupananak didik. Pribadi susila yang cakap adalah yang diharapkan ada padasetiap anak didik.T idak ada seorang pun guru yang mengharapkan anakdidiknya menjadi sampah masyarakat.Untuk itu, guru dengan penuhdedikasi dan loyalitas berusaha membimbing dan
33
M. Uzer U sman. Menjadi Guru Professional ( B andung: R emaja R osdakarya, 2010) , 7.
34
Muhaimin.Pengembangan K urikulum P endidikan...., 46.
membina anak didikagar di masa mendatang menjadi orang yang berguna bagi nusa danbangsa.
35
S etiap guru harus memenuhi persyaratan sebagai manusia yangbertanggung jawab dalam bidang pendidikan.guru sebagai pendidikbertanggung jawab untuk mewariskan nilai-nilai dan norma- norma kepadagenerasi berikutnya sehingga terjadi proses konservasi nilai karena melaluiproses pendidikan diusahakan terciptanya nilai-nilai baru.S etiap tanggung jawab memerlukan sejumlah kemampuan dan setiapkemampuan dapat dijabarkan lagi dalam kemampuan yang lebih khusus,antara lain:
1) T anggung jawab moral, yaitu setiap guru harus memiliki kemampuanmenghayati perilaku dan etika yang sesuai dengan moral pancasila danmengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari;
2) T angung jawab dalam bidang pendidikan di sekolah, yaitu setiap guru harus menguasai cara belajar-mengajar yang efektif, mampu membuat satuan pelajaran, mampu dan memahami kurikulum dengan baik, mampu mengajar di kelas, mampu menjadi model bagi siswa, mampu memberikan nasihat, menguasai teknik-teknik pemberian bimbingan dan layanan, mampu membuat dan melakukan evaluasi;
3) T anggung jawab guru dalam bidang kemasyarakatan, yaitu turut serta menyukseskan pembangunan dalam masyarakat, yakni guru
35
S yaiful B ahri D jamarah. Guru dan Anak ...., 34.
harus mampu membimbing, mengabdi kepada, dan melayani masyarakat;
4) T anggung jawab guru dalam bidang keilmuan, yaitu guru selaku ilmuwan bertanggung jawab turut serta memajukan ilmu, terutama ilmu yang telah menjadi spesialisasinya, dengan melaksanakan penelitian dan pengembangan.
36
Menjadi tanggung jawab guru untuk memberikan sejumlah norma itukepada anak didik agar tahu mana perbuatan yang susila dan asusila, manaperbuatan yang bermoral dan amoral. S emua norma itu tidak mesti harusguru berikan ketika di kelas, di luar kelas pun sebaiknya guru contohkanmelalui sikap, tingkah laku, dan perbuatan.
J adi, guru harus bertanggung jawab atas segala sikap, tingkah laku,dan perbuatannya dalam rangka membina jiwa dan watak anak didik.D engan demikian, tanggung jawab guru adalah untuk membentuk anakdidik agar menjadi orang bersusila yang cakap, berguna bagi agama, nusadan bangsa di masa yang akan datang.
4. Pener apan K ur ik ulum 2013
a) Penger tian Pener apan K ur ik ulum 2013
Penerapan kurikulum merupakan suatu proses yang komfleks,dan melibatkan berbagai komponen yang saling terkait. Oleh karna itu dalam proses penerapan kurikulum 2013, tidak hanya menuntut keterampilan teknis dari pihak pengembang terhadap
36
C ece W ijaya dan T abrani R usyan. K emampuan D asar G uru dalam P roses Belajar- Mengajar ( B andung: R emaja R osdakarya, 1994), 10.
pengembangan berbagai kurikulum, tetapi harus pula dipahami berbagai komponen yang mempengaruhi
37
Penerapan kurikulum 2013 merupakan bagian dari strategi meningkatkan capaian pendidikan. D isamping kurikulum, terdapat sejumlah factor diantaranya: lama siswa sekolah;lama siswa tinggal di sekolah; pembeljaran siswa aktif berbasis kompetensi; buku pegangan atau buku babon; dan peranan guru sebagai ujung tombak pelaksana pendidikan.
b) L andasan Pener apan K ur ik ulum 2013
Penerapan kurikulum 2013 di landasi secara filosofis, yuridis, dan konseptual.
1. L andasan filosofis
a) F ilosofis pancasila yang memberikan berbagai prinsip dasar dalam pembangunan pendidikan
b) F ilosofi pendidikan yang berbasis pada nilai-nilai luhur, nilai akademik, kebutuhan peserta didik, dan masyarakat
2. L andasan yuridis
a) R PJ M 2010-2014 S ektor pendidikan, tentang perubahan metodologi pembelajaran dan penatan kurikulum,PP No.
19 T ahun 2015 tentang setandar nasional pendidikan.
37
Mulyasa E . M.Pd.pengembangan dan implementasi kurikulum 2013 hal. 59
b) INPR E S Nomor 1 T ahun 2010, tentang percepatan pelaksanaan prioritas pembangunan Nasional,penyempurnaan kurikulum dan metode pembelajaran aktif berdasaarkan nilai- nilai budaya bangsa untuk membentuk daya saing dan karakter bangsa.
3. L andasan konseptual
S ecara konseptual kurikulum diterapkan dan dikembangkan memperhatikan prinsip relevansi. Prinsip ini merupakan prinsip dasar yang paling dasar dalm sebuh kurikulum.
Prinsip ini juga bisa dikatakan sebagai rohnya sebuah kurikulum, artinya apabila prinsip ini tidak terpenuhi dalam sebuah kurikulum, maka kurikulum tersebut tidak ada lagi artinya dan kurikulum menjadi tidak bermakna. Prinsip relevan mengandung arti bahwa sebuah kurikulum harus relevan dengan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi ( IPT E K ) sehingga para siswa memepelajari iptek yang benar-benar terbaru yang memungkinkan maka memiliki wawasan dan pemikiran yang sejalan dengan perkembangan zaman.
1) R elevansi pendidikan (link and match) 2) K urikulum berbasis kompetensi, dan karakter
3) Pembelajaran kontekstual (contextual teaching and learning) 4) Pembelajaran aktif(student active learning)
5) Penilaian yang valid, utuh, dan menyeluruh
c) T uj uan Pener apan K ur ik ulum 2013
S eperti yang dikemukakan diberbagai media masa , bahwa melalui penerapan dan pemngembangan kurikulum 2013 kita akan menghasilkan insane Indonesia yang: produktif, kreatif, inovatif, afektif: melalui penguatan sikap, keterampilan, dan pengetahuan yang terintegrasi.
K urikulum 2013 memungkinkan para guru menilai hasil belajar peserta didik dalam proses pencapaian sasaran belajar, yang mencerminkan penguasaan dan pemahaman terhadap apa yang di pelajari. Oleh karna itu, peserta didik perlu mengetahui kriterea penguasaan kompetensi dan karakter yang akan di jadikan sebagai setandar penilaian hasil belajar, sehingga para peserta didik dapat mempersiapkan dirinya melalui penguasaan terhadap sejumlah kompetensi dan karakter tertentu, sebagai prasyarat untuk melanjutkan ketingkat penguasaan penguasaan kompetensi dan karakter berikutnya.
d) Per lunya per ubahan dan pener apan k ur ik ulum 2013
D alam suatu system pendidikan, kurikulum itu sifatnya dinamis serta harus selalu dilakukan perubahan dan perkembangan, agar dapat mengikuti perkembangan dan tantangan zaman.Meskipun demikian, perubahan dan pengembangannya harus dilakukan secara sistematis dan terazrah, tidak asal berubah, perubahan dan pengembangan kurikulum tersebut harus memeiliki visi dan arah yang jelas, mau dibawa kemana system pendidikan nasional dan kurikulum
tersebut.K urikulum 2013 digulirkan, telah muncul berbagai tanggapan dari berbagai kalangan, baik yang pro maupun yang kontra.
H . M etode Penelitian
1. Pendek atan dan J enis Penelitian
Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. D alam penelitian kualitatif, data yang dikumpulkan bukan berupa angka-angka, melainkan berupa hasil wawancara, catatan lapangan, dokumentasi, cacatan memo, dan dokumen resmi lainya.
38
Penelitian kualitatif adalah prosedur penelitian yang menghasilkan data deskripsi berupa ucapan atau tulisan dan perilaku yang dapat diamati oleh orang-orang atau (subjek) itu sendiri.
39
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif karena mendeskripsikan bagaimana startegi guru dalam menerapkan kurikulum 2013 di madrasah tsanawiyah darul muttaqin NW penujak dalam pembelajaran IPS T erpadu, peneliti akan menggambarkan apa startegi guru IPS dalam mengajar.
2. L ok asi Penelitian
L okasi penelitian ini adalah di Madrasah T sanawiyah D arul Muttaqin NW Penujak. Penentuan lokasi ini didasarkan pada beberapa alasan. Pertama, kualifikasi guru IPS di sekolah tersebut adalah cukup tinggi, yakni merupakan guru tersertifikasi. Oleh karena itu, penelitian ini
38
L exy J . Moleong. Metodologi P enelitian K ualitatif ( B andung: R emaja R osdakarya, 1992) , 21.
39
A rif F urchan. Pengantar Metode Penelitian K ualitatif (S urabaya: Usaha Nasional, 2002) , 5.
menjadi suatu bentuk evaluasi dan refleksi terhadap peningkatan kinerja guru Mata Pelajaran IPS yang telah tersertifikasi tersebut. K edua, kualitas pembelajaran IPS di sekolah tersebut, sejauh yang dapat diamati, masih tergolong rendah. K etiga, belum dilakukan penelitian sejenis di lokasi tersebut. B erdasarkan tiga alasan tersebut, penelitian ini menjadi menarik untuk dilakukan.
3. K ehadir an Peneliti
K edudukan peneliti di dalam penelitian kualitatif sekaligus merupakan perencana, pelaksana pengumpulan data, analis, penafsiran data dan pada akhirnya ia menjadi pelapor hasil penelitian.
40
K ehadiran peneliti di lokasi penelitian mutlak diperlukan, sebab peneliti merupakan instrumen kunci dalam menangkap makna dan sekaligus alat pengumpulan data.
Untuk mendapatkan data yang dibutuhkan peneliti akan membtuhkan waktu selama satu bulan lebih untuk mendapatkan data yang dibutuhkan kepada informan, dalam hal ini pihak yang terkait sesuai konteks penelitian.
4. S umber D ata
D ata adalah informasi yang didapat dalam penelitian atau yang dicari oleh peneliti selama mengadakan penelitian.Nasution menjelaskan bahwa sumber data ialah situasi yang wajar atau natural setting yakni
40
L exy J . Moleong. Metodologi … , 174.
menjelaskan bahwa sumber data ialah situasi yang wajar sebagaimana adanya tanpa dipengaruhi dengan sengaja.
41
S edangkan menurut A rikuntosumber data adalah subyek dari mana data dapat diperoleh. A pabila peneliti menggunakan orang, maka sumber data disebut responden, yaitu orang yang akan merespon atau menjawab pertanyaan peneliti baik pertanyaan tertulis maupun lisan.
42
A dapun sumber data ada dua macam, yaitusumber data primer dan sumber data skunder, S umber data primer adalah sumber data yang langsung memberikan data kepada pengumpul data.
43
A dapun yang akan menjadi sumber penelitian ini adalah guru IPS T erpadu, siswa, pengelola madrasah, sedangkan data skunder akan diperoleh dari dokumen dokumen yang telah didapatkan di madrasah yakni di Madrasah T sanawi yah D arul Muttaqin NW Penujak
5. T ek nik Pengumpulan D ata
Untuk memperoleh data di lapangan dalam rangka menganalisis dan menjawab permasalahan yang terangkum dalam permasalahan penelitian, maka metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1) Observasi
Y ang dimaksud dengan metode observasi dalam pelaksanaan penelitian ini adalah suatu metode pengamatan dan pencatatan dengan
41
Nasution.Metode Penelitian Naturalistik K ualitatif ( B andung: T arsito, 1992) , 9.
42
S uharsimi, Prosudur Penelitian (Suata Pendekatan P raktek) ( J akarta: R ineka C ipta, 1996), 114.
43
Sugiyono. Metode Penelitian K uantitatif & K ualitatif ( B andung: A lfabeta, 2006), 253.
sistematika fenomena-fenomena yang diselidiki secara langsung.
44
D alam buku "Metode R esearch" dikatakan bahwa observasi adalah cara pengumpulan data dengan jalar, pengamatan dan pencatatan dengan sistematis terhadap fenomena-fenomena yang diselidiki.
45
D alam pengertian lain dikatakan bahwa "observasi disebut juga pengamatan meliputi kegiatan-kegiatan pemusatan perhatian terhadap suatu obyek dengan menggunakan seluruh alat indera".
46
B erdasarkan definisi di atas, maka yang dimaksud dengan metode observasi adalah suatu cara pengumpulan data melalui pengamatan panca indera yang kemudian diadakan pencatatan- pencatatan. Peneliti menggunakan metode ini untuk mengamati secara langsung di lapangan, terutama data tentang:
a) L etak geografis dan keadaan fisik Madrasah T sanawi yah D arul Muttaqin NW Penujak.
b) K egiatan Pembelajaran IPS di L etakMadrasah T sanawi yah D arul Muttaqin NW Penujak.
c) F asilitas/sarana prasarana Pendidikan yang ada di L etak geografis dan keadaan fisik Madrasah T sanawiyah D arul Muttaqin NW Penujak.
2) W awancara
44
S uharsimi A rikunto. P rosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktek ( J akarta:
R ineka C ipta, 1998), 36.
45
Hadi.Metode Research ( Y ogyakarta: Gajah Mada University Press, 1986), 136.
46
S uharsimi A rikunto.Prosedur Penelitian … , 128.
Menurut E sterberg dalam S ugiyono, interview adalah: a meeting of two persons to exchange information and idea thriugh question ang responses, resulting in communication and joint construction of meaning about a particular topic (W awancara adalah pertemuan dua orang untuk bertukar informasi dan ide melalui tanya jawab, sehingga dapat dikontruksikan makna dalam suatu topik tertentu).
47
S ecara garis besar, ada dua macam pedoman wawancara, yaitu:
a) Pedoman wawancara tidak terstruktur, yaitu pedoman wawancara yang hanya memuat garis besar yang akan ditanyakan. T entu saja kreativitas pewawancara sangat diperlukan, bahkan hasil wawancara dengan menggunakan jenis pedoman ini lebih banyak tergantung dari pewawancara. Pewawancaralah yang bertindak sebagai pengemudi jawaban responden. J enis interview ini cocok untuk penelitian kasus.
b) Pedoman wawancara terstruktur, yaitu pedoman wawancara yang disusun secara terperinci sehingga menyerupai check-list.
Pewawancara tinggal membubuhkan tanda (√) check-list pada nomor yang sesuai.
48
T eknik wawancara yang digunakan oleh peneliti adalah bentuk wawancara tidak terstruktur dengan tidak menggunakan pedoman wawancara sehingga dengan melakukan wawancara mendalam
47
S ugiyono, Memahami P enelitian K ualitatif ( B andung: C V . A lfabeta, 2010) , 72.
48
S uharsimi A rikunto, Prosedur, 270.