SKENARIO PEMBELAJARAN PJBL LAUNDRY
Tahap Kegiatan
Uraian Kegiatan Alokasi Waktu
PPP Saintifik Keterlak sanaan
Hambatan Tindak Lanjut T TT
Kegiatan Awal
Salam pembuka, presensi, menanyakan keadaan kondisi kesehatan siswa, dan berdoa
10 menit Beriman, bertaqwa kepada Tuhan YME dan
berakhlak mulia Menanya Apersepsi 1. Menanyakan kesiapan peralatan dan
cemical sebelum melakukan pelayanan laundry?
2. Menanyakan standar perencaan yang baik dalam pelayanan laundry?
3. Menyampaikan tujuan pembelajaran dengan menggunakan project based learning
4. Menyampaikan manfaat dari pembelajaran project based learning
15 menit Bernalar kritis
Motivasi Catatan penerapan pembelajaran yang memerdekakan:
Pembagian kelompok berdasarkan hasil dan analisis assessment diagnostig (cukup guru) :
1. Kelompok rata-rata melaksanakan pembelajaran sesuai ATP/TP yang direncanakan
15 menit
2. Kelompok bawah melaksanakan terlebih dahulu pendampingan/remidial pada kompetensi yang belum terpenuhi baru dilanjutkan sesuai ATP/TP yang
direncanakan
Kelompok atas melaksanakan pembelajaran sesuai ATP/TP yang direncanakan – pengayaan berupa pendalaman materi sesuai ATP/TP yang direncanakan dan atau ATP/TP berikutnya
Kegiatan Inti
Eksplorasi A. Menerima pesanan/ order laundry Kegiatan :
• Guru menerima order dari masyarakat/
konsumen (Bukti order).
• Siswa melakukan pengecekan produk yang akan di laundry (pakaian, linen, karpet, dll)
• Siswa melakukan konfirmasi pelayanan jasa laundry ( cuci kering/basah), (lipat/hanger), (diambil/diantar)
• Siswa mencatat pemesana di logbook (tanggal, nama, jenis pelayanan, jumlah, nominal/harga)
B. Memilah dan memilih Kegiatan:
• Siswa memilah pakaian sesuai dengan jenis kain, karakter kain dan tingkat kekotoran
• Siswa memilih cara penanganan yang tepat sesuai dengan standart yang sudah diajarkan
40 menit Mengamati
Elaborasi
Konfirmasi
C. Penanganan Kegiatan:
• Siswa melakukan proses checking
• Siswa melakukan proses marking
• Siswa melakukan proses pencucian sesuai dengan standart yang sudah diajarkan
• Siswa melakukan proses pengeringan sesuai dengan standart yang sudah diajarkan
• Siswa melakukan proses penyetrikaan (Ironing) sesuai dengan standart yang sudah diajarkan
• Siwa melakukan proses packing sesuai dengan standart yang sudah diajarkan
• Guru memantau dan menilai keseluruhan proses penanganan laundry
D. Konfirmasi dan pengiriman Kegiatan:
• Siswa melaporkan penangan laundry sudah diselesaikan dan sudah siap untuk diambil/dikirim
• Guru melakukan double cek terhadap pakaian/produk laundry
• Siswa membuat bill sesuai dengan standart yang sudah diajarkan dan dengan pantauan Guru
• Siswa malakukan konfirmasi ke
konsmen mengenai laundry yang sudah diselesaikan
• Siswa melakukan konfirmasi laundry untuk diambil atau diantar ke konsumen
E. Laporan
• Siswa membuat laporan mengenai kegiatan pelayanan laundry yang sudah dilakukan
• Guru memberi penilaian sesuai dengan kinerja dan hasil dari kesiatan siswa
F. Evaluasi kegiatan Project dan RTL Kegiatan:
• Tim Produksi melakukan evaluasi kegiatan project secara menyeluruh
• Pengiriman angket kepuasan pelanggan
G. Penilaian Hasil Belajar Melaksanakan penilaian berupa:
1. Penilaian berkelanjutan (Formatif berbentuk test kognitif dan refleksi diri siswa)
2. Penilaian Sumatif
H. Refleksi Guru
Kegiatan Akhir
Refleksi, Evaluasi, dan Umpan balik
1. Memberikan penguatan, penghargaan dan melakukan refleksi serta umpan balik pembelajaran yang telah terlaksana 2. Menyampaikan rencana pembelajaran
pertemuan berikutnya 3. Pembagian kelompok kerja
30 menit
Beriman, bertaqwa kepada Tuhan YME dan berakhlak mulia
4. Membersihkan tempat belajar (bengkel/lab)
5. Doa dan salam penutup
Materi LAUNDRY
PROSEDUR PENCUCIAN
Hasil pencucian pakain sangat ditentukan oleh petugas laundry saat melakukan prosedur mencuci pakaian dan linen. Pada saat mencuci banyak hal yang harus di perhatikan oleh petugas laundry jenis bahan pakaian, tingkat kotoran, noda dan memastikan apakah bahan pakain atau linen tersebut luntur atau tidak. Faktor yang mempengaruhi hasil cucian antara lain:
1. Jenis kotoran (sedang, menengah, tinggi).
2. Jenis bahan cucian (material) yang dicuci.
3. Jenis bahan pencuci (laundry chemicals).
4. Proses Pencucian (Temperatur, Mesin cuci, proses, waktu). Prosedur pembersihan dan pencucian linen terdiri dari dua cara yaitu:
a. Laundry atau cuci basah. Proses laundry adalah cara pencucian linen atau pakaian dengan menggunakan air karena itu sering di sebut dengan cuci basah.
b. Dry cleaning atau cuci kering.
Dry cleaning adalah cara pencucian linen atau pakaian dengan menggunakan bahan kimia utama yang di sebut solvent tanpa air oleh karena itu di sebut cuci kering. Ada pun kegiatan proses pencucian melalui beberapa tahap kegiatan yaitu di awali dengan menerima dan menghitung cucian dari pelanggan, pemberian tanda pada cucian, menyortir cucian, menghilangkan kotoran dan noda, mencuci, memeras, mengeringkan, menyeterika cucian hingga mengepak pakaian atau cucian dan menyerahkan kembali kepada pelanggan dalam keadaan bersih, bebas dari kuman dan harum.
1. Pengumpulan dan pengiriman pakaian tamu. Di sebuah hotel petugas laundry yang melakukan pekerjaan mengumpulkan dan mengirim laundry di sebut valet. Petugas valet bertanggung jawab atas penerimaan dan pengambilan cucian kotor ke laundry dan pengiriman cucian bersih kepada tamu di kamar (delivery valet) atau pelangan yang datang.
2. Penjemputan laundry dilakukan langsung dari floor station atau ke kamar tamu. Pada kegiatan laundry rumahan pengumpulan pakaian dan linen di dapat dari pelanggan yang langsung datang ke usaha laundry atau diambil ke rumah pelanggan.
3. Pemberian Tanda pada bahan cucian (marking guest laundry). Setelah laundry atau cucian di terima dan di kumpulkan maka tugas selanjutnya adalah melakukan pemberian tanda pada
4. pakaian (marking guest laundry). Pekerjaan ini dilakukan oleh seorang Marker.
Pemberian tanda harus memperhatikan beberapa ketentuan, yaitu:
a. Pemberian tanda pada pakaian karyawan, dapat menggunakan kode departemen serta singkatan dari nama karyawan yang memilikiki seragam tersebut.
b. Pemberian tanda secara manual maupun menggunakan mesin pemberi tanda (marking machine) pada pakaian tamu, dapat menggunakan nomor kamar tamu.
c. Pemberian tanda pada pakaian di laundry rumahan disesuaikan dengan kode yang telah diatur oleh petugas laundry.
d. Setiap pelanggan hendaknya mempunyai kode yang berbeda.
e. Kode yang diberikan dicatat pada daftar cucian milik tamu.
f. Cara memberikan tanda pada cucian dapat dilakukan dengan mesin atau secara manual.
g. Cara memberi penanda pada cucian secara manual menggunakan kertas label cucian. Memberikan tanda pada cucian dengan menggunakan kertas label dapat dilakukan sebagai berikut:
h. Pemeriksaan cucian (checking guest laundry). Setelah cucian di beri tanda maka kegiatan selanjutnya adalah melakukan pemeriksaan cucian. Pekerjaan ini dilakukan oleh petugas checker. Pada saat melakukan pemeriksaan ada beberapa hal yang harus di perhatikan, yaitu:
• Jenis pengotor.
• Klasifikasi asal bahan pakaian.
• Warna
• Periksa saku pada pakaian tamu apakah ada barang-barang berharga milik tamu di dalamnya.
• Periksa apakah masih ada bros yang terpasang di pakaian.
• Pisahkan sesuai jenis layanan pencucian.
• Kode pencucian pada pakaian.
i. Kode pada cucian
Kode cucian meliputi jenis temperatur, penggunaan mesin cuci, penggunaan pemutih, dan pemerasan
Proses Pencucian
Proses pencucian dapat dilakukan dengan 2 cara, yaitu proses mencuci dengan menggunakan air (laundry) dan pencucian dengan menggunakan solvent (tanpa air) yang di sebut dry cleaning.
a. Proses Laundry (pencucian dengan air) Proses laundry pakaian yang akan dicuci menggunakan air melalui tahapan pencucian sebagai berikut.
1) Pre-washing
Pre-washing bertujuan untuk melunakkan kotoran atau noda yang melekat. Proses ini dapat dilakukan secara manual atau dengan mesin. Pembersihan noda secara manual.
2) Washing atau proses mencuci adalah proses menghilangkan kotoran yang melekat pada pakaian dengan menggunakan air. Proses mencuci dapat dilakuan dengan manual atau menggunakan mesin cuci.
a) Proses mencuci secara manual
• Di sarankan untuk memisahkan cucian dari yang berwarna dan tidak berwarna
• Gunakan sarung tangan untuk mencuci apa bila kulit tangan sensitif, hal ini untuk menghindari kontak langsung dengan detergen yang terlarut dalam air.
• Siapkan air dalam bak cuci.
• Tuangkan sabun sesuai takaran lalu aduk hingga sabun larut dengan air.
• Masukan cucian dan usahakan cucian yang paling kotor berada di bawah, kemudian diamkan beberapa saat atau maksimal 30 menit agar kotoran yang melekat pada pakaian melunak hingga mempermudah pembersihan.
• Kucek cucian dengan tangan jika perlu Lakukan menyikatan dengan sikat yang lembut pada bagian yang kotor untuk memudahkan pelepasan kotoran pada pakaian.
• Peras cucian dengan cara di pelintir supaya air terbuang.
• Buang air sabun kemudian lakukan pembilasan dengan cara mengisi kembali bak/ ember dengan air bersih lalu peras kembali dan buang air bekas cucian. Lakukan hal ini beberapakali hingga tidak ada sisa sabun yang melekat pada pakaian.
• Pada bilasan terakhir dapat di tambahkan pewangi dan rendam selama sepuluh menit. Setelah itu peras hingga air keluar dari pakaian.
• Setelah di peras cucian dapat di jemur hingga kering, hindari paparan matahari secara langsung.
b. Proses mencuci dengan mesin cuci konvensional atau dua tabung. Jenis mesin cuci itupun mempunyai banyak jenis tergantung dari produk (merk) atau perusahaan yang menbuatnya, oleh karena itu sebelum digunakan bacalah petunjuk atau buku manual yang menyertai mesin cuci tersebut.
Dokumen di laundry dapat dilakukan secara manual dan sistim komputer. Dokumen laundry manual menggunakan bermacam-macam format/ formulir sesuai dengan kegunaannya. Administrasi dilaundry terdiri dari:
a. Brosur Laundry
Brosur laundry adalah lembaran informasi tentang jenis laundry, harga laundry alamat, waktu operasional serta layanan yang diberikan kepada pelanggan. Brosur lazim di sebarkan oleh sebuah usaha karena untuk mempromosikan tempat usaha sehingga dapat dikenal dandiketahui pelanggan secara luas.
b. Formulir Laundry (laundry list, dry cleaning list, pressing list)Format ini diisi oleh tamu dan valet. Fungsinya adalah sebagai alat kontrol atas setiap pencucian di laundry. Untuk cuci biasa akan menggunakan laundry list, untuk cucian kering menggunakan dry cleaning list dan untuk pelayanan seterika saja menggenakan pressing list. Laundry list adalah daftar yang berisi informasi jumlah, harga dan jenis cucian yang akan di laundry. Laundry list atau formulir laundry di buat dengan tujuan:
1. Mempermudah pekerjaan pihak laundry.
2. Menjaga keamanan cucian yang di laundry.
3. Mencatat jenis dan jumalh cucian yang di laundry.
4. Mengetahui jenis layanan yang di pilih oleh tamu/pelanggan.
5. Perjanjian kerjasama antara tamu/ pelanggan dengan pihak hotel terkait prosedur laundry.Laundry list di setiap hotel tidak selalu sama. Informasi yang tertera biasanya tidak terlepas dari informasi penting.
PENILAIAN PJBL LAUNDRY
WAKTU :
NAMA :
KELAS :
NO Indikator SKOR
Deskripsi
1 2 3 4
1 Menerima pesanan/ order laundry 1. Berkomunikasi dengan baik 2. Mampu menawarkan
pelayanan laundry 2 Penanganan Pencucian
1. Checking 2. Marking 3. Washing 4. Drying 5. Ironing 6. Packing 3 Hasil Akhir
1. Kebersihan
2. Kerapian pengemasan 3. Tipe Pengemasan 4. Pengiriman laundry TOTAL SKOR
KESIMPULAN PENILAIAN
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) JASA LAUNDRY SUPER HOTEL – SMKN 1 PAGERWOJO
MENERIMA ORDER PENCATATAN ORDERAN CHECKING
KONFIRMASI KONSUMEN PEMERIKSAAN HASIL PACKING
MARKING
PEMBAYARAN
WASHING
DRIYING
IRONING
BUKU LAPORAN JASA LAUNDRY SUPER HOTEL
NO NAMA ALAMAT / NO
TELP
TYPE LAUNDRY
(Kiloan/satuan) JUMLAH/BERAT PENGEMASAN
(Folding/Hanging) PEMBAYARAN KETERANGAN TAMBAHAN 1.
2.
3..
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
BROSUR LAUNDRY
NOTA LAUNDRY
BILL PEMBAYARAN (MANUAL) TANGGAL
NAMA NO TLP ALAMAT
JENIS LAUNDRY
NAMA JUMLAH/BERAT HARGA/UNIT TOTAL
TOTAL PEMBAYARAN
KEPUASAN PELANGGAN
NO NAMA ALAMAT / NO TELP TYPE LAUNDRY TRANSAKSI/BULAN RESPON
1.
2.
3.
4.
DOKUMENTASI PROSES LAUNDRY PAKAIAN
DUKUMENTASI LAUNDRY KARPET