Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) terdapat pengaruh positif dan signifikan modal terhadap keberhasilan koperasi mahasiswa di Kabupaten Sleman; Oleh karena itu, peneliti berencana untuk melakukan penelitian yang berjudul “Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keberhasilan Koperasi Mahasiswa Di Kabupaten Sleman”.
Identifikasi Masalah
Pembatasan Masalah
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Pengertian Koperasi
Asas Koperasi
Tujuan Koperasi
Dari pengertian koperasi di atas dapat disimpulkan bahwa koperasi adalah suatu bentuk badan usaha yang anggota-anggotanya adalah sekelompok orang atau badan hukum koperasi yang secara sadar dan sukarela bertujuan untuk memenuhi kebutuhan dan kesejahteraan para anggotanya dengan cara bekerja sesuai dengan ketentuan yang berlaku. prinsip koperasi sebagai gerakan ekonomi demokrasi berdasarkan prinsip kekeluargaan dan gotong royong. 25 Tahun 1992, dapat disimpulkan bahwa tujuan koperasi secara umum mencakup tiga hal, yaitu memajukan kesejahteraan anggotanya, memajukan kesejahteraan masyarakat, dan ikut serta dalam pembangunan tatanan perekonomian nasional (Baswir.
Prinsip Koperasi
Fungsi dan Peran Koperasi
Fungsi dan peranan koperasi pada umumnya adalah mengembangkan perekonomian dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan menciptakan usaha bersama dengan prinsip kekeluargaan dan gotong royong.
Jenis Koperasi
Koperasi yang menganut ideologi individualisme adalah koperasi yang membatasi bidang kegiatannya hanya pada satu bidang saja. Koperasi tersier atau koperasi induk adalah koperasi yang anggotanya merupakan koperasi sekunder yang berkantor pusat di ibu kota negara.
Pengertian Koperasi Mahasiswa
Peran mahasiswa dalam koperasi mahasiswa adalah sebagai pelaku utama, mulai dari anggota, pengurus, pengawas, hingga pemilik dan pengguna produk koperasi yaitu mahasiswa. Tujuan utama koperasi mahasiswa tercermin dari kegiatan-kegiatan yang diselenggarakannya yang merupakan tujuan jangka panjang.
Usaha Koperasi Mahasiswa
Oleh karena itu, koperasi sebagai salah satu bentuk badan usaha yang bergerak dalam perekonomian kerakyatan turut berupaya menciptakan keberhasilan demi kesejahteraan para anggotanya. Oleh karena itu menjadi tanggung jawab bersama seluruh elemen koperasi untuk bekerja sama dengan baik demi kemajuan atau keberhasilan koperasi.
Faktor-faktor Pendorong dan Penghambat Kesuksesan Koperasi Faktor yang mempengaruhi keberhasilan koperasi, seperti yang
Dalam hal ini yang dimaksud dengan modal adalah dana atau uang yang akan digunakan untuk kegiatan koperasi. Sistem yang merupakan alat organisasi koperasi untuk memberikan landasan bagi pelaksanaan tugas dan pengambilan keputusan serta akuntabilitas, serta memfasilitasi penegakan hukum dan pengendalian usaha koperasi.
Indikator Keberhasilan Koperasi Mahasiswa
Peneliti disini ingin melihat bagaimana keberhasilan koperasi dapat dinilai dari sudut pandang koperasi, sehingga Peraturan Menteri Koperasi dan UMKM No. Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa indikator keberhasilan koperasi dapat diukur atau dinilai dari aspek badan usaha, kinerja usaha yang semakin sehat, kekompakan dan partisipasi anggota, orientasi terhadap pelayanan anggota, pelayanan kepada masyarakat, dan kontribusi terhadap koperasi. pembangunan daerah.
Permodalan
Aspek internal organisasi koperasi biasanya juga mencakup perlengkapan organisasi yang dibutuhkan oleh koperasi itu sendiri. Struktur eksternal organisasi koperasi didasarkan pada evaluasi hubungan antara koperasi dengan koperasi lain atau dengan lembaga dan pihak lain.
Peranan Birokrasi Kampus
Bentuk Peran dan Sikap Pemerintah dalam Memajukan Koperasi Peran pemerintah dalam upaya memajukan koperasi di setiap daerah bahkan di setiap negara berbeda-beda. Di Indonesia sendiri, peran pemerintah dalam memajukan koperasi tercermin dalam peraturan perundang-undangan yang mengatur tentang koperasi. Peran pemerintah dalam memajukan koperasi sebagaimana dijelaskan di atas mencakup intervensi langsung dan tidak langsung.
Indikator peran pemerintah dalam penelitian ini adalah birokrasi kampus dalam keberhasilan Koperasi Mahasiswa, dan dapat disimpulkan bahwa keberhasilan sebuah KOPMA dapat diukur dengan melihat hubungan dan peran yang dimainkan oleh kedua belah pihak yang telah terjalin. .
Penelitian yang Relevan
Penelitian yang dilakukan oleh Indryatna Yovita (2015) dalam tesis berjudul “Dampak Partisipasi Anggota dan Lingkungan Usaha Terhadap Keberhasilan Koperasi Kapur di Desa Glodongan Kabupaten Klaten”. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain ex post facto dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian yang dilakukan oleh Tivani Siti Aminah (2016) dalam tesis berjudul “Dampak Partisipasi Anggota, Pelayanan Dan Pedoman Pemerintah Terhadap Keberhasilan Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) Mutiara Kecamatan Turi Kabupaten Sleman”.
Kesamaan lainnya juga terdapat pada variabel dependen yaitu kinerja partisipasi (Y), dan metode analisis data yang menggunakan desain ex post facto dengan pendekatan kuantitatif.
Kerangka Berpikir
Pengaruh permodalan terhadap keberhasilan Koperasi Mahasiswa Modal dalam suatu usaha atau perusahaan merupakan hal yang sangat
Dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi modal yang dimiliki maka semakin besar pula keberhasilan koperasi tersebut.
Pengaruh manajemen organisasi terhadap keberhasilan Koperasi Mahasiswa
Pengaruh Peranan Birokrasi Kampus terhadap Keberhasilan Koperasi Mahasiswa
Kopma di setiap universitas biasanya menamai koperasinya dengan nama universitasnya. Selain brand universitas, hal tersebut menjadi tolak ukur keberhasilan universitas dalam membina dan mendidik mahasiswanya selama menempuh pendidikan. Oleh karena itu, hubungan Kopma dengan birokrasi kampus harus terjalin dengan baik agar keduanya dapat memperoleh kebaikan dan manfaat yang ingin dicapai bersama.
Paradigma Penelitian
Hipotesis Penelitian
Ha : Terdapat pengaruh bersama modal, pengelolaan organisasi dan peran birokrasi kampus dengan KOPMO terhadap keberhasilan koperasi mahasiswa di wilayah Sleman. Penelitian ex post facto digunakan dengan tujuan untuk menemukan sebab-sebab yang memungkinkan terjadinya perubahan tingkah laku, gejala atau fenomena yang disebabkan oleh suatu peristiwa tertentu (Widarto, 2013: 3). Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif karena dalam penelitian ini informasi atau data dinyatakan dalam bentuk angka dan dianalisis berdasarkan analisis statistik.
Tempat dan Waktu Penelitian
Subjek dan Objek Penelitian
Seluruh pengurus dan pengawas kopma di Kabupaten Sleman dijadikan sebagai subjek penelitian, sehingga penelitian ini merupakan penelitian populasi.
Definisi Operasional Variabel
- Keberhasilan Koperasi Mahasiswa (Y)
- Permodalan (X1)
- Manajemen Organisasi (X2)
- Peranan Birokrasi Kampus (X3)
Kesuksesan merupakan hasil proses yang dilakukan perusahaan yang menunjukkan bahwa keadaan semakin membaik atau mengalami kemajuan. Permodalan kopma dapat diukur dengan menggunakan beberapa indikator yaitu simpanan wajib, simpanan pokok, simpanan sukarela dan hibah. Indikator peran pemerintah dalam hal ini adalah birokrasi kampus dalam keberhasilan Kopma, yang dapat diukur dengan melihat hubungan dan peran yang dibangun oleh kedua belah pihak.
Kuesioner dalam penelitian ini terdiri dari beberapa pernyataan yang digunakan untuk mengumpulkan data mengenai permodalan, pengelolaan organisasi dan peran birokrasi kampus di kopma.
Instrumen Penelitian
Kisi-kisi Instrumen Penelitian
Uji Validitas
Uji validitas ini dilakukan untuk menguji tingkat validitas seperangkat instrumen penelitian, dalam hal ini adalah angket. Uji validitas dilakukan dengan menggunakan rumus korelasi Pearson yang terkenal dengan rumus korelasi product moment. Hasil uji validitas instrumen yang dilakukan melalui perhitungan dengan menggunakan program SPSS 23 diperoleh hasil sebagai berikut.
Dari hasil uji validitas instrumen dapat dikatakan bahwa seluruh 74 instrumen penelitian dalam penelitian ini valid tanpa ada satu item pun yang tidak valid.
Uji Realibilitas
Tabel berikut menyajikan hasil uji reliabilitas variabel permodalan, tata kelola organisasi, peran birokrasi kampus dan keberhasilan KOPMA.
Uji Asumsi Klasik a. Uji Normalitas
Analisis univariat dilakukan untuk mendeskripsikan atau menjelaskan variabel penelitian sehingga diketahui sebaran datanya. Kriteria yang digunakan adalah jika nilai VIF kurang dari 4 maka tidak terjadi multikolinearitas dan jika nilai VIF lebih besar dari 4 maka terjadi multikolinearitas (Muhson. Uji heteroskedastisitas dilakukan untuk memeriksa apakah model regresi mempunyai variansi yang tidak sama terhadap residu. dari satu pengamatan ke pengamatan lainnya.
Penelitian ini untuk menguji apakah terdapat heteroskedastisitas dengan menggunakan uji Spearman’s Rho, jika nilai signifikansi kurang dari 0,05 maka terjadi heteroskedastisitas, jika sebaliknya nilai signifikansi lebih dari 0,05 maka tidak terjadi homoskedastisitas (Muhson.
Uji Hipotesis
Uji t ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh variabel independen secara parsial atau individual terhadap variabel dependen. Jika nilai thitung lebih besar (>) dari nilai ttabel pada taraf signifikansi 0,05, maka terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel independen terhadap variabel dependen secara terpisah dan hipotesis diterima, namun sebaliknya jika nilai thitung adalah. Uji F dilakukan untuk mengetahui apakah seluruh variabel independen secara bersama-sama (simultan) mempengaruhi variabel dependen.
Jika nilai Fhitung lebih besar (>) Ftabel berarti variabel independen berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen, namun sebaliknya jika nilai Fhitung lebih kecil (<) Ftabel berarti variabel independen tidak berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen. mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel terikat.
Hasil Penelitian
- Deskripsi Responden
- Gambaran Umum Koperasi Mahasiswa di Kabupaten Sleman
Kopma Universitas Sanata Dharma yang terletak di Kampus Sanata Dharma, Komplek Kolombo, Caturtunggal, Depok, Sleman, Kampus D. UII juga mempunyai kopma lain yaitu FTSP UII yang berlokasi di Komplek FTSP UII Umbulmartani, Ngemplak, Sleman berada. Dan terakhir, kopma dengan wilayah paling timur adalah Kopma Institut Pertanian INSTIPER Yogyakarta yang berlokasi di Jl.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai kepala sekolah di Kabupaten Sleman dapat dilihat pada bagian lampiran.
Hasil Analisis Data 1. Deskripsi Variabel
- Hasil Uji Prasyarat Analisis a. Uji Normalitas
- Hasil Uji Hipotesis Penelitian
- Pengaruh Permodalan terhadap Keberhasilan Kopma
- Pengaruh Manajemen Organisasi terhadap Keberhasilan Kopma Berdasarkan hasil perhitungan secara parsial, pengaruh manajemen
- Pengaruh Peranan Birokrasi Kampus terhadap Keberhasilan Kopma Berdasarkan hasil perhitungan secara parsial, pengaruh peranan
Sebaliknya jika variabel peran birokrasi kampus mengalami penurunan sebesar satu satuan maka akan menurunkan keberhasilan kampus sebesar 0,319. Karena signifikansinya lebih kecil dari 0,05 maka hipotesis pertama diterima yang menyatakan bahwa “terdapat pengaruh birokrasi kampus terhadap keberhasilan koperasi mahasiswa di wilayah Sleman”. Berdasarkan hasil perhitungan simultan pengaruh modal, pengelolaan organisasi dan peran birokrasi kampus terhadap keberhasilan kampus pada taraf signifikansi 5%, diperoleh nilai Fhitung sebesar 43,654 pada nilai signifikansi 0,000.
Nilai tersebut menunjukkan bahwa 67,9% keberhasilan kopma di Kabupaten Sleman dipengaruhi oleh permodalan, manajemen organisasi, dan peran birokrasi kampus.
Pembahasan Hasil Penelitian
- Pengaruh Permodalan terhadap Keberhasilan Koperasi Mahasiswa di Kabupaten Sleman
- Pengaruh Manajemen Organisasi terhadap Keberhasilan Koperasi Mahasiswa di Kabupaten Sleman
- Pengaruh Peranan Birokrasi Kampus terhadap Keberhasilan Koperasi Mahasiswa di Kabupaten Sleman
- Pengaruh Permodalan, Manajemen Organisasi, dan Peranan Birokrasi Kampus terhadap Keberhasilan Koperasi Mahasiswa di Kabupaten
Pengaruh Peran Birokrasi Kampus Terhadap Keberhasilan Koperasi Mahasiswa di Kabupaten Sleman Mahasiswa di Kabupaten Sleman. Berdasarkan hasil uji statistik yang telah dilakukan diketahui bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan variabel peran birokrasi kampus terhadap keberhasilan Koperasi Mahasiswa di Kabupaten Sleman. Pengaruh modal, kepemimpinan organisasi dan peran birokrasi kampus terhadap keberhasilan koperasi mahasiswa di kampus kabupaten terhadap keberhasilan koperasi mahasiswa di Kabupaten Sleman.
Jadi dapat disimpulkan bahwa 67,9% keberhasilan Koperasi Mahasiswa di Kabupaten Sleman dipengaruhi oleh permodalan, pengelolaan organisasi dan peran birokrasi kampus.
Keterbatasan Penelitian
Terdapat pengaruh modal terhadap keberhasilan koperasi mahasiswa di Kabupaten Sleman, berdampak positif dan signifikan. Terdapat pengaruh manajemen organisasi terhadap keberhasilan koperasi mahasiswa di Sleman yaitu pengaruh positif dan signifikan. Terdapat pengaruh peran birokrasi kampus terhadap keberhasilan koperasi mahasiswa di wilayah Sleman, berdampak positif dan signifikan.
Terdapat pengaruh secara bersama-sama modal, pengelolaan organisasi dan peran birokrasi kampus terhadap keberhasilan koperasi mahasiswa di Kabupaten Sleman yaitu pengaruh positif dan signifikan.
Saran
- KOPMA UPN Veteran Yogyakarta
Selain itu, hasil pengujian regresi berganda menunjukkan nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 0,679 atau 67,9% yang menunjukkan bahwa variabel Modal, Manajemen Organisasi dan Peran Birokrasi Kampus 67,9% terhadap Keberhasilan Koperasi Mahasiswa di Sleman Daerah. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi atau baik modal, manajemen organisasi dan peran birokrasi kampus maka keberhasilan kopma di Kabupaten Sleman akan semakin baik. Nama : Koperasi Mahasiswa (KOPMA) USD No. Status NIK: Gelar Bersertifikat Status: B. Alamat: Kampus Sanata Dharma, Komplek Kolombo, Caturtunggal, Depok, Sleman, D. Yogyakarta Bentuk Koperasi: Pratama Kabupaten/Kota.
Adresse: Jl. North Ringroad 104 UPN Veteran Yogyakarta Condongcatur, Depok, Sleman, D. I. Yogyakarta Cooperative Form: Primary Regency/City.
SURAT IJIN PENELITIAN
INSTRUMEN PENELITIAN
KOPMA Anda secara rutin mempunyai Rencana Kerja (WRP) dan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Koperasi (RAPBK) setiap tahunnya. KOPMA Anda memiliki alat pengambilan dan pengelolaan data yang berfungsi dengan baik sehingga pengguna dapat dengan mudah menemukan data yang mereka perlukan. KOPMA Anda selalu bekerjasama dengan badan usaha lain untuk menyediakan produk atau barang untuk dijual.
Permodalan
Manajemen Organisasi
Jajaran pengurus, pengawas dan pengurus atau pegawai KOPMA yang Saudara kelola tidak ikut campur dalam kegiatan operasional sehari-hari yang cenderung menguntungkan diri sendiri, sehingga dapat merugikan KOPMA. Manajemen secara efektif menjalankan fungsi pemantauan terhadap kinerja manajer atau pegawai sesuai dengan tugas dan wewenangnya.
Peranan Birokrasi Kampus
- Tabulasi Data Penelitian Keberhasilan KOPMA
- Tabulasi Data Penelitian Manajemen Organisasi
- Tabulasi Data Penelitian Peranan Birokrasi Kampus
- Variabel Keberhasilan KOPMA (Y) Case Processing Summary
- Variabel Permodalan (X1) Case Processing Summary
- Variabel Peranan Birokrasi Kampus (X3) Case Processing Summary
UJI PRASYARAT ANALISIS
HASIL ANALISIS DATA