Faktor psikologis, kenyamanan, motivasi hedonis, dan kualitas informasi secara simultan berpengaruh terhadap perilaku belanja online. Oleh karena itu peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Belanja Online di Kalangan Mahasiswa UNY”.
Identifikasi Masalah
Berdasarkan fenomena yang telah diuraikan, banyak hal yang dapat mempengaruhi perilaku konsumen dalam mengambil keputusan pembelian secara online.
Batasan Masalah
Rumusan Masalah
Apa pengaruh faktor psikologis, kemudahan, motivasi hedonis dan kualitas informasi terhadap perilaku pembelian online di kalangan mahasiswa UNY.
Tujuan Penelitian
- Faktor Psikologis
- Kemudahan
- Motivasi Hedonik
- Kualitas Informasi
Pemasar tertarik pada keyakinan yang dirumuskan seseorang mengenai produk dan jasa tertentu, hal ini dikarenakan keyakinan akan membentuk citra produk tersebut. Adnan (2014) dalam penelitiannya menyebutkan faktor psikologis sebagai salah satu faktor yang mempengaruhi perilaku belanja online dengan dua indikator yaitu kepercayaan dan keamanan dalam bertransaksi.
Penelitian yang Relevan
Hasil penelitian menunjukkan bahwa risiko fungsi produk dan kepercayaan & keamanan mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap perilaku pembelian online. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepercayaan, kemudahan dan kualitas informasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian pengguna Instagram.
Kerangka Berpikir
Hal ini dikarenakan kualitas informasi merupakan salah satu faktor yang dapat meyakinkan pembeli terhadap produk yang dipasarkan, karena dengan informasi kualitas yang akurat maka pembeli dapat langsung menyimpulkan gambaran dari produk yang dijual. Selain itu, informasi terkini dapat memberikan kenyamanan bagi pelanggan yang ingin mempertahankan eksistensi produk yang dijual.
Paradigma Penelitian
Hipotesis Penelitian
Tujuan pendekatan kuantitatif adalah untuk menjelaskan fenomena atau gejala yang ada dengan menggunakan data numerik sebagai bahan utama dalam melakukan analisis (Sugiyono, 2007). Data primer diperoleh dari responden melalui kuesioner yang disebarkan kepada mahasiswa UNY yang melakukan pembelian secara online.
Tempat dan Waktu Penelitian
Dalam penelitian ini syarat untuk menjadi responden adalah mahasiswa UNY yang pernah melakukan pembelian produk apapun secara online. Menurut Roscoe (1982). Dalam penelitian ini penulis memutuskan untuk menggunakan ukuran sampel sebesar 20 kali jumlah variabel yaitu 5 sehingga sampel yang digunakan adalah 100 (20 x 5).
Pengukuran perilaku belanja online meliputi 4 item pernyataan dengan menggunakan indikator sikap, keyakinan normatif, norma subjektif, dan keyakinan kontrol. Perilaku belanja online yang dimaksud dalam penelitian ini adalah respon pembeli online terhadap transaksi online yang telah dilakukan. Kuesioner merupakan suatu teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberikan serangkaian pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawab.
Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang efektif jika peneliti mengetahui secara pasti variabel yang akan diukur dan apa yang diharapkan dari responden (Sugiyono, 2011). Skala Likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat dan persepsi seseorang atau sekelompok orang terhadap fenomena sosial (Sugiyono, 2011).
Validitas dan Reliabilitas Instrumen
Kualitas informasi
Berdasarkan Tabel 9, variabel kualitas informasi mempunyai skor maksimal sebesar 26 yang berarti skor tertinggi yang dimiliki responden pada variabel ini adalah 26. Sedangkan skor minimumnya adalah 15 yang berarti skor paling rendah yang dimiliki responden pada variabel ini. penelitian ini mempunyai nilai sebesar 15. Nilai rata-rata pada variabel kualitas informasi sebesar 20,53 yang berarti hasil yang diperoleh responden dari variabel tersebut mempunyai nilai rata-rata sebesar 20,53.
Selain itu nilai median yang diperoleh adalah 21 yang berarti mean sebaran variabel tersebut adalah 21. Nilai mode variabel ini adalah 21 yang menunjukkan bahwa nilai yang paling sering muncul dalam sebaran tersebut adalah 21. Setelah diperoleh Dari nilai di atas, Anda dapat membuat tabel distribusi frekuensi untuk variabel kualitas informasi dengan terlebih dahulu mencari jumlah interval kelas dan panjang kelas.
Dari tabel di atas, terdapat 15 variabel kualitas informasi yang masuk dalam kategori tinggi, 66 variabel dalam kategori sedang, dan 19 variabel dalam kategori rendah. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa penilaian responden terhadap variabel kualitas informasi masuk dalam kategori sedang. .
Perilaku pembelian online
Berdasarkan tabel distribusi frekuensi diatas terlihat frekuensi tertinggi sebesar 36 pada interval 21-23, sedangkan frekuensi terendah sebesar 0 pada interval 30-32. Dari tabel diatas terlihat variabel kualitas informasi yang berkategori tinggi sebanyak 33, berkategori sedang sebanyak 63, dan berkategori rendah sebanyak 4. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa penilaian responden terhadap variabel perilaku pembelian online berada pada kategori sedang. kategori.
Uji normalitas menentukan apakah data penelitian yang diperoleh berdistribusi normal atau tidak. Tabel diatas menunjukkan nilai asymp-sig yang diuji dengan SPSS 22 lebih besar dari 0,05. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa residu berdistribusi normal.
Uji Linearitas
Berdasarkan tabel diatas terlihat nilai signifikansi seluruh variabel independen sebesar ≥ 0,05, dimana variabel faktor psikologis menunjukkan signifikansi sebesar 0,283, variabel kenyamanan menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,460, dan variabel motivasi hedonis menunjukkan signifikansi sebesar 0,283. makna. nilai sebesar 0,983, dan variabel kualitas informasi menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,983,0,180. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa seluruh variabel independen dan variabel dependen mempunyai hubungan linier.
Uji Multikolinearitas
Faktor Psikologis 1,329 Tidak Terjadi Multikolinearitas Kenyamanan 1,382 Tidak Terjadi Multikolinearitas Motivasi Hedonis 1,171 Tidak Terjadi Multikolinearitas Kualitas Informasi 1,485 Tidak Terjadi Multikolinearitas Sumber: Data primer, diolah. Berdasarkan hasil uji multikolinearitas diatas terlihat nilai VIF masing-masing variabel independen tidak lebih dari 4, dimana nilai VIF variabel faktor psikologis sebesar 1,329, variabel kenyamanan menunjukkan nilai VIF sebesar 1,382, variabel motivasi hedonik menunjukkan nilai VIF sebesar 1,171, dan variabel kualitas. Informasi tersebut menunjukkan nilai VIF sebesar 1,485. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa hasil uji multikolinearitas pada penelitian ini tidak terjadi multikolinearitas antar variabel independen.
Uji Heteroskedastisitas
Jika nilai signifikansi < 0,05 maka terjadi heteroskedastisitas, sebaliknya jika nilai signifikansi ≥ 0,05 maka tidak terjadi heteroskedastisitas. Faktor Psikologis 0,205 Motivasi hedonik tidak terjadi Kenyamanan 0,423 Motivasi hedonik tidak terjadi 0,289 Motivasi hedonik tidak terjadi Kualitas informasi 0,128 Tidak terjadi heteroskedastisitas Sumber: Data primer, diolah. Berdasarkan hasil uji heteroskedastisitas dengan menggunakan SPSS 22 diatas terlihat bahwa seluruh variabel independen mempunyai nilai signifikansi ≥ 0,05, dimana variabel faktor psikologis menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,205, variabel kenyamanan mempunyai nilai signifikansi sebesar 0,423, dan variabel kenyamanan memiliki nilai signifikansi sebesar 0,423. variabel motivasi hedonis menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,289, dan variabel kualitas informasi sebesar 0,128.
Analisis Regresi Linear Berganda
Uji t
Berdasarkan hasil perhitungan dan pengujian secara parsial pengaruh faktor psikologis terhadap perilaku belanja online diperoleh nilai koefisien regresi sebesar 0,251 dengan signifikansi 0,038 pada taraf signifikansi 5%. Karena koefisien regresi bernilai positif dan nilai signifikan ≤ 0,05 maka hipotesis alternatif (Ha) yang menyatakan “terdapat pengaruh faktor psikologis terhadap perilaku belanja online mahasiswa UNY” diterima. Pengaruh variabel ini bernilai positif yang artinya semakin tinggi faktor psikologis maka semakin tinggi pula perilaku pembelian online mahasiswa UNY.
Berdasarkan hasil perhitungan dan pengujian secara parsial pengaruh motivasi hedonis terhadap perilaku pembelian online diperoleh nilai koefisien regresi sebesar 0,198 dengan signifikansi 0,037 pada taraf signifikansi 5%. Karena koefisien regresi bernilai positif dan nilai signifikansi ≤ 0,05 maka hipotesis alternatif (Ha) diterima yang menyatakan “terdapat pengaruh motivasi hedonis terhadap perilaku pembelian online mahasiswa UNY”. Pengaruh variabel ini bernilai positif yang artinya semakin tinggi motivasi hedonis maka semakin tinggi pula perilaku pembelian online mahasiswa UNY.
Berdasarkan hasil perhitungan dan subtes pengaruh kualitas informasi terhadap perilaku pembelian online diperoleh nilai koefisien regresi sebesar 0,443 dengan signifikansi 0,003 pada taraf signifikansi 5%. Pengaruh variabel ini bernilai positif yang artinya semakin tinggi kualitas informasi maka semakin tinggi pula perilaku pembelian online mahasiswa UNY.
Koefisien determinasi (R 2 )
Uji F
Dengan demikian, variabel faktor psikologis, kenyamanan, motivasi hedonis, dan kualitas informasi mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap perilaku pembelian online mahasiswa UNY.
Pembahasan
- Pengaruh faktor psikologis terhadap perilaku pembelian online mahasiswa UNY
- Pengaruh kemudahan terhadap perilaku pembelian online mahasiswa UNY
- Pengaruh motivasi hedonik terhadap perilaku pembelian online mahasiswa UNY
- Pengaruh kualitas informasi terhadap perilaku pembelian online mahasiswa UNY
- Pengaruh faktor psikologis, kemudahan, motivasi hedonik, dan kualitas informasi terhadap perilaku pembelian online mahasiswa
Berdasarkan hasil uji statistik yang dilakukan diketahui bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan variabel motivasi hedonis terhadap perilaku pembelian online mahasiswa UNY. Karena nilai signifikansi ≤ 0,05 maka motivasi hedonis berpengaruh terhadap perilaku pembelian online mahasiswa UNY sehingga mendukung hipotesis alternatif ketiga. Pada penelitian ini motivasi hedonis ternyata berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku pembelian online mahasiswa UNY.
Berdasarkan hasil uji statistik yang dilakukan diketahui terdapat pengaruh positif dan signifikan variabel kualitas informasi terhadap perilaku pembelian online mahasiswa UNY. Pengaruh faktor psikologis, kemudahan, motivasi hedonis dan kualitas informasi terhadap perilaku pembelian online mahasiswa Kualitas informasi terhadap perilaku pembelian online mahasiswa UNY. Berdasarkan hasil uji statistik yang dilakukan terlihat bahwa faktor psikologis, kenyamanan, motivasi hedonis dan kualitas informasi secara simultan berpengaruh terhadap perilaku pembelian online.
Jadi, hipotesis alternatif kelima dalam penelitian ini yang menyatakan bahwa “faktor psikologis, kenyamanan, motivasi hedonis dan kualitas informasi secara simultan berpengaruh terhadap perilaku belanja online pada mahasiswa UNY”, diterima. Terdapat empat faktor yang mempengaruhi perilaku belanja online yaitu faktor psikologis, kenyamanan, motivasi hedonis dan kualitas informasi.
Keterbatasan Penelitian
Terdapat pengaruh positif dan signifikan variabel faktor psikologis terhadap perilaku belanja online pada mahasiswa UNY. 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa faktor psikologis mempunyai pengaruh positif terhadap perilaku belanja online pada mahasiswa UNY. Terdapat pengaruh positif namun tidak signifikan variabel kenyamanan terhadap perilaku belanja online pada mahasiswa UNY.
Karena nilai signifikansinya > 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa variabel kemudahan berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap perilaku pembelian online pada mahasiswa UNY. Terdapat pengaruh positif dan signifikan variabel motivasi hedonis terhadap perilaku pembelian online pada mahasiswa UNY. Terdapat pengaruh positif dan signifikan variabel kualitas informasi terhadap perilaku pembelian online pada mahasiswa UNY.
Karena nilai signifikansinya < 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa kualitas informasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku pembelian online mahasiswa UNY. Terdapat pengaruh secara simultan faktor psikologis, kenyamanan, motivasi hedonis, dan kualitas informasi terhadap perilaku pembelian online mahasiswa UNY.
Saran
Selain itu, hasil pengujian regresi berganda menunjukkan R2 sebesar 0,301 atau 30,1% yang menunjukkan bahwa 30,1% perilaku pembelian online dipengaruhi oleh keempat variabel independen tersebut. Peneliti selanjutnya dapat mengembangkan penelitian ini dengan menggunakan metode lain misalnya melalui wawancara sehingga informasi yang diperoleh dapat lebih bervariasi dibandingkan dengan respon kuesioner. Diakses pada 16 April 2018 dari https://www.apjii.or.id/content/read/39/342/Hasil-Survei-Penetrasi-dan-Perilaku-Pengguna-Internet-Indonesia-2016.
Qasur më 16 prill 2018 nga https://katadata.co.id/telaah indonesia-pasar-e-commerce-besar-di-asean-dengan-besar-kendala.
INSTRUMEN PENELITIAN
Angket Uji Coba Data Uji Coba
Hasil Validitas dan Reliabilitas Angket Penelitian
Data Penelitian
Angket tentang Faktor Psikologis
Angket tentang Kemudahan
Angket tentang Motivasi Hedonik
Angket tentang Kualitas Informasi
Angket tentang Perilaku Pembelian Online
Manakah dari berikut ini yang menjadi pilihan Anda saat berbelanja online? Anda dapat memilih lebih dari satu). Saya memutuskan untuk berbelanja online karena saya tahu keluarga saya tidak akan kesulitan berbelanja online. Saya memutuskan untuk berbelanja online karena saya tahu kerabat saya tidak ada masalah dengan belanja online.
UJI PRASYARAT ANALISIS
Uji Normalitas Uji Linearitas
HASIL ANALISIS DATA
Regresi Linear Berganda
PERHITUNGAN DISTRIBUSI FREKUENSI