PENDAHULUAN
Latar Belakang Masalah
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
Penelitian Terdahulu yang Relavan
Sistematika Pembahasan
KAJIAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI
Kajian Pustaka
- Pengertian Komunikasi Massa
- Media Massa
- Media Sosial
- Media Sosial Instagram
- Hubungan Masyarakat (Humas)
- Hubungan Masyarakat Pemerintah
- Publikasi
Isi media massa dapat berupa berita yang diberitakan secara obyektif atau komentar yang ditafsirkan secara subyektif. Sebagai alat atau cara menyampaikan berita, pandangan, komentar, hiburan, dll. media massa digambarkan sebagai media komunikasi dan informasi yang menyebarkan informasi secara luas dan dapat diakses oleh masyarakat umum 17. Media massa bertindak sebagai pengawas lingkungan hidup, menyebarkan pengetahuan tentang topik-topik yang berada di luar jangkauan masyarakat umum.
Menggunakan teknologi elektronik untuk mendistribusikan audio atau video secara real time adalah definisi dari media massa elektronik. Media berbasis internet dan situs web, kadang-kadang dikenal sebagai media online (jaringan), adalah bentuk lain dari media massa. Media sosial merupakan media online yang memudahkan penggunanya memperoleh informasi, berkomunikasi dimana saja dan kapan saja, serta memudahkan penggunanya dalam mengekspresikan diri.
Platform yang berbeda dapat digunakan untuk mengkategorikan media sosial saat ini bergantung pada jenis konten dan penggunaannya. Bentuk media sosial ini biasanya digunakan untuk percakapan informal dan mendalam, dengan tujuan akhir memperluas jaringan pribadi atau alumni atau organisasi tertentu. Karena pengguna media sosial dapat membuat konten dan berpartisipasi, informasi ini sangat penting bagi orang-orang dari berbagai daerah, yang membaca berita populer, berbagi pengalaman, dan tips menarik.
Selama server beroperasi, file dan segala macam informasi yang dibagikan di media sosial dapat disimpan, meski sudah bertahun-tahun. 22Nasrullah Rulli, Perspektif media sosial tentang komunikasi, budaya, sosioteknologi, Second Cet. (Bandung, Simbiosa Rekatama Media, 2016) Hlm.55. Media sosial dapat memperluas pertemanan dan menyediakan wadah komunikasi interaktif dengan pengguna media sosial lainnya.
Melalui media sosial, pengguna dapat melakukan manipulasi secara maksimal, keadaan sebenarnya tidak selalu sama dengan apa yang dipublikasikan. Berbagi merupakan salah satu elemen media sosial yang menonjol karena menunjukkan orang-orang aktif berbagi materi kemudian mengembangkan dan memodifikasinya menjadi lebih kreatif. Istilah "paparan media sosial" mengacu pada proses pemaparan informasi kepada khalayak melalui media sosial, yang juga dikenal sebagai komunikasi massa karena
Media komunikasi yang memungkinkan percakapan dua arah antara pembuat konten dan konsumen, serta memungkinkan pengguna untuk berbagi dan berkolaborasi pada materi asli, dikenal sebagai “media sosial”. 24Nasrullah Rulli, Perspektif Media Sosial Tentang Komunikasi, Kebudayaan, Sosioteknologi, Cet Kedua (Bandung, Simbiosa Rekatama Media, 2016) Hal. Dapat dikatakan berperan dalam menjalin hubungan baik antara lembaga atau organisasi dengan masyarakat atau dengan media massa.
Membayar publikasi berarti mempopulerkannya dengan membeli program atau bagian yang dijual oleh media massa. 55 Media menjual ruang dan waktu kepada mereka yang membutuhkannya. D.
Landasan Teori
- Teori Media Baru (Theory New Media)
Perspektif integrasi sosial, yaitu visi media bukan sebagai informasi, interaksi, atau penyiaran, namun sebagai ritual, atau bagaimana masyarakat menggunakan media sebagai metode untuk membangun masyarakat. Media berperan sebagai alat untuk mencapai tujuan, namun pada saat yang sama media menyatukan kita sebagai masyarakat dan memberikan perasaan bahwa kita adalah bagian dari suatu tempat.60 Berikut penjelasan mengenai pengetahuan media baru menurut pendapat profesinya, juga di atas segalanya. Pingree dan Lisa Gitelman Semua media yang dulu disebut “media baru” dan media baru yang dianggap mempunyai potensi dan risiko termasuk dalam definisi media baru.
Livingstone dan Lievrouw, mendefinisikan media baru sebagai kombinasi tiga komponen – alat komunikasi dan artefak; kegiatan, praktik dan penggunaan; dan organisasi sosial yang dibangun berdasarkan alat dan praktik. Ensiklopedia Teknologi Penulis mengartikan media baru sebagai metode komunikasi di era digital, yang meliputi publikasi elektronik dalam bentuk CD-ROM, DVD, televisi digital, dan yang terpenting, Internet. Penggunaan komputer desktop dan laptop serta perangkat portabel nirkabel atau nirkabel dipengaruhi oleh media baru.
Abu Hassan Hasbullah mengatakan: "Media baru seperti 'agama baru' yang melampaui semua batasan politik, ekonomi dan agama dan diterima oleh hampir semua orang di dunia." Generasi muda sangat dipengaruhi oleh media baru karena kemampuan informasi mereka dan mentalitas 'tekan untuk mengetahui'61. Media baru dalam konteks komunikasi online mewakili mode interaksi di mana terdapat lebih sedikit hambatan antara pengirim dan penerima umpan balik. Konsep media baru menunjukkan perbedaannya dengan media massa, yang berkaitan dengan pesan massa yang diciptakan oleh komunikator terlatih dan terhubung dengan khalayak besar yang tidak teridentifikasi.
Dalam bidang ini, media baru seolah menghilangkan ciri-ciri berbagai media massa secara lebih otonom dan transparan, namun tetap tidak menghilangkan keberadaan media lama. Media seperti televisi, radio, majalah, dan surat kabar dikategorikan sebagai media lama, sedangkan media online interaktif dikategorikan sebagai media baru.
METODOLOGI PENELITIAN
- Metode Penelitian
- Lokasi dan Waktu Penelitian
- Teknik Pengumpulan Data
- Teknik Analisis Data
Dalam penelitian ini penulis menggunakan jenis metode deskriptif yang tujuannya untuk memperoleh informasi mengenai kegiatan penerbitan Kementerian Agama Republik Indonesia, dan peneliti juga ingin mendeskripsikan pemanfaatan media sosial Instagram sebagai media sosial Instagram. media publikasi kegiatan Kementerian Agama Republik Indonesia yang fokus pada permasalahan aktual pada saat survei berlangsung. Lokasi penelitian adalah tempat dilakukannya penelitian dengan menggunakan data dan informasi yang diperlukan sehubungan dengan masalah penelitian, yang dilaksanakan di Kantor Humas, Data dan Informasi Kementerian Agama Republik Indonesia yang bertempat di Jalan Lapangan Banteng Barat no. Karena penelitian ini bersifat kualitatif yaitu penelitian yang menggambarkan atau menjelaskan hasil penelitian secara rinci.
Informan merupakan pengurus media sosial Instagram di lingkungan Kementerian Agama Republik Indonesia yaitu Ahmad Furqon Kusuma Yudha, S.Sos. Informannya adalah seorang pembuat konten media sosial di lingkungan Kementerian Agama Republik Indonesia yaitu Muhammad Marjan Madyansyah, S.Sos. Alasan saya memilih beliau sebagai informan karena tugas utamanya adalah membuat konten (creator) untuk kebutuhan kegiatan penerbitan di Kementerian Agama Republik Indonesia.
Alasan saya memilih beliau sebagai informan karena beliau merupakan pengelola Instagram dari media sosial @kemenag_ri yang mengunggah dan mempublikasikan di Instagram. Seluruh konten dan karya akan dipublikasikan di Instagram resmi Kementerian Agama Republik Indonesia. Observasi partisipatif adalah proses pengumpulan data penelitian dengan cara mengamati dan mencatat secara sistematis fenomena-fenomena yang terjadi pada objek penelitian dan di mana peneliti benar-benar terlibat dalam kehidupan sehari-hari.
Metode ini dilakukan peneliti secara langsung untuk memperoleh dan mengkonsolidasikan data yang diperoleh dari metode wawancara sebelumnya untuk mengetahui penggunaan media sosial Instagram untuk publikasi kegiatan Kementerian Agama Republik Indonesia. Setelah data yang dikumpulkan sudah mencukupi, tahap penelitian selanjutnya adalah mengelola dan menganalisis data. Karena penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, maka data yang telah dikumpulkan akan diolah menjadi data kualitatif.
Dalam penelitian ini peneliti akan mencocokkan data empiris yang diperoleh dalam penelitian dengan teori yang peneliti gunakan. Reduksi data adalah proses mengarahkan, mengklasifikasikan, mempertajam dan membuang yang tidak diperlukan, memilih untuk merangkum dan mengorganisasikan data yang diperlukan dalam kaitannya dengan kepentingan dan memfokuskan pada data yang sesuai dengan yang diperoleh selama penelitian. Data disajikan dalam bentuk deskriptif mengenai objek penelitian, berpedoman pada kajian penelitian 74 Proses yang dilakukan selama ini oleh peneliti tentunya juga menguji kebenaran, kesesuaian dan keterapan data yang dikumpulkan selama kegiatan penelitian.