Hasil belajar siswa yang rendah merupakan wujud dari berbagai permasalahan yang timbul dari kegiatan pembelajaran. Rendahnya hasil belajar mata pelajaran Fiqh ditunjukkan dengan banyaknya siswa yang tidak mencapai kriteria ketuntasan minimal (KKM). Pendidik masih terkesan monoton dalam mengajar mata pelajaran, kurangnya pemanfaatan dan penggunaan media pendidikan, sehingga banyak siswa yang tidak memperhatikan materi yang disampaikan.
PENDAHULUAN
- Latar Belakang Masalah
- Identifikasi Masalah
- Rumusan Masalah
- Tujuan dan Manfaat Penelitian 1. Tujuan Penelitian
- Manfaat Penelitian
- Penelitian Relevan
Penggunaan multimedia di MTs Ma'arif 1 Punggur yang diteliti adalah multimedia pembelajaran berbantuan komputer dalam meningkatkan hasil belajar fiqh siswa kelas VII di MTs Ma'arif 1 Punggur Lampung Tengah tahun pelajaran 2018/2019. Tujuan penelitian ini adalah: Untuk mengetahui pengaruh penggunaan multimedia pendidikan terhadap hasil belajar siswa kelas VII. fiqih kelas Mts Ma'arif 1 Punggur tahun pelajaran 2018/2019. Sedangkan penelitian yang akan dikaji oleh penulis lebih berorientasi pada dampak penggunaan multimedia terhadap hasil belajar dalam melakukan penelitian di MTs Ma'arif 1 Punggur Lampung Tengah.
نيِ لَّٱ ذ
Secara normatif hasil belajar merupakan hasil penilaian kegiatan pembelajaran sebagai tolak ukur tingkat keberhasilan siswa dalam memahami pembelajaran yang dinyatakan dengan nilai berupa huruf atau angka 9 Sedangkan menurut Oemar Hamalik pengetahuan, keterampilan dan sikap baru yang yang diharapkan dimiliki oleh siswa.10 “Belajar adalah suatu proses di mana seseorang berusaha mencapai suatu perubahan tingkah laku yang baru secara menyeluruh, sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya”.
وَۡنو مَلۡعَي
عۡم ذسلٱ
داَؤ فۡلٱ
- Faktor-faktor yang Mempengaruhi Hasil Belajar
- Jenis Penilaian Hasil Belajar
- Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Mata Pelajaran Fiqih
- Materi Fiqih
- Multimedia Pembelajaran
- Pengertian Multimedia Pembelajaran
- Jenis Multimedia Pembelajaran
- Karakteristik Media dalam Multimedia Pembelajaran
- Kriteria Pemilihan Media
- Proses
- Media sebagai Sumber Belajar
- Media Berbasis Komputer
- Pengaruh Multimedia Pembelajaran Terhadap Hasil Belajar
- Kerangka Konseptual Penelitian
- Hipotesis Penelitian
Berdasarkan pengertian di atas, hasil belajar adalah hasil yang dicapai siswa setelah proses belajar mengajar. Dengan demikian, pembelajaran multimedia berpengaruh besar terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran fikih, karena pembelajaran multimedia merupakan salah satu faktor keberhasilan dalam mata pelajaran fikih. Dalam hal ini peran guru dalam penggunaan multimedia pembelajaran sangat dominan dalam pencapaian hasil belajar siswa pada mata pelajaran fikih.
METODE PENELITIAN
- Rancangan Penelitian
- Variabel Bebas (Penggunaan Multimedia Pembelajaran)
- Variabel Terikat(Hasil Belajar Fiqih)
- Populasi
- Sampel
- Teknik Pengambilan Sampel
- Teknik Pengumpulan Data
- Metode Tes
- Metode Dokumentasi
- Metode Observasi (Pengamatan)
- Instrument Penelitian
- Teknik Analisis Data
- Uji Normalitas
Kisi umum, kisi yang dibuat untuk menggambarkan semua variabel yang akan diukur, dilengkapi dengan semua kemungkinan sumber data, semua kemungkinan metode dan instrumen. Kisi-kisi khusus, yaitu kisi-kisi yang dibuat untuk menggambarkan desain item yang disiapkan untuk suatu instrumen. Kisi-kisi khusus soal tes untuk mengukur hasil belajar siswa kelas VII Hasil Penerapan Pembelajaran Multimedia TP.
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Temuan Umum
- Deskripsi Lokasi Penelitian
Alhasil, berdirilah Madrasah Tsanawiyah di bawah naungan Lembaga Pendidikan Ma’arif NU Punggur yaitu MTs Ma’arif 01 Punggur dari tanggal 1 Januari 1977 sampai sekarang, dengan Ijin Penyelenggaraan No: 11/MTs/LT/85 tanggal 8 Oktober 1985, maka kepengurusan saat ini dilanjutkan ke generasi pengurus selanjutnya yang aktif saat ini yaitu. Dalam perjuangan di dunia pendidikan dan penyebaran ajaran Islam, Pesantren Baitul Mustaqim juga dibangun di lokasi yang sama di lembaga pendidikan Ma'arif 01 Punggur, yang diasuh langsung oleh KH. Ahmad Zunaidi yang siswanya juga merupakan bagian dari siswa Ma'arif 01 punggur Madrasah Tsanawiyah, sehingga Lembaga Pendidikan Ma'arif NU Punggur akan mengarah ke sekolah semi pesantren kedepannya.
Temuan Khusus
- AFZ 80
- Uji Normalitas Rumus Hipotesis
- Uji Homogenitas a. Rumus Hipotesis
- Uji Hipotesis
Tahap selanjutnya melakukan penelitian dengan menggunakan dua kelas, yaitu kelas VII A dengan 35 siswa yang belajar menggunakan multimedia pembelajaran (kelas eksperimen), dan VII B dengan 35 siswa yang belajar tanpa menggunakan multimedia pembelajaran (kelas kontrol). Kegiatan penelitian dilakukan dengan memberikan pre-test dan post-test untuk melihat peningkatan hasil belajar siswa. Setelah materi disampaikan, guru memberikan tanya jawab kepada siswa terkait dengan materi yang disampaikan.
Selanjutnya sebagai kegiatan akhir, guru membimbing siswa untuk menyelesaikan materi yang dipelajari. Data hasil pretest diberikan kepada siswa sebelum siswa mendapat perlakuan atau treatment pembelajaran, untuk mengetahui keadaan awal pembelajaran Fiqh dari kelas eksperimen dan kelas kontrol, berdasarkan permasalahan pembelajaran menggunakan multimedia. Data hasil posttest diberikan kepada siswa setelah siswa mendapat perlakuan (treatment) pembelajaran berdasarkan penggunaan multimedia pembelajaran.
Untuk memperoleh data tentang hasil belajar Fiqh siswa yang diberikan treatment atau perlakuan dengan menggunakan multimedia pendidikan ditentukan dari data primer yang diperoleh dari nilai hasil belajar. Untuk memperoleh data tentang hasil belajar Fiqh siswa yang tidak diberi treatment atau perlakuan, digunakan multimedia pembelajaran. Hasil Belajar Fiqh Non Penggunaan Multimedia Instruksional Siswa Kelompok Kontrol MTs Ma'arif 1 Punggur.
Perbedaan tersebut merupakan pengaruh pembelajaran dengan menggunakan multimedia pembelajaran atau terhadap perlakuan yang telah diberikan, maka dapat disimpulkan bahwa penggunaan multimedia pembelajaran berdampak positif terhadap peningkatan hasil belajar siswa.
Pembahasan
Berdasarkan perbedaan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol yang memiliki hasil belajar yang berbeda, dengan kata lain penggunaan multimedia pembelajaran berpengaruh terhadap peningkatan hasil belajar Fiqh. Penggunaan multimedia pembelajaran juga memiliki beberapa manfaat dalam proses belajar siswa, antara lain: “Pengajaran akan lebih menarik perhatian siswa sehingga dapat meningkatkan motivasi belajar, bahan ajar akan lebih jelas sehingga lebih dipahami oleh siswa, metode pembelajaran akan lebih bervariasi, siswa akan lebih mengembangkan kegiatan belajar.” 53 Sehingga dengan menggunakan multimedia pengajaran yang tepat maka materi lebih mudah dipahami oleh siswa sehingga dapat mencapai hasil belajar dengan baik Berdasarkan penelitian, penggunaan multimedia pengajaran lebih efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa. .
Hal ini tercermin dari hubungan yang lebih baik antara siswa yang dapat mengembangkan pemahaman dan meningkatkan hasil belajarnya, sedangkan potensi multimedia pembelajaran berbasis komputer juga dapat digunakan untuk meningkatkan efektivitas proses pembelajaran, antara lain; memungkinkan terjadinya interaksi langsung antara siswa dengan materi, proses pembelajaran dapat berlangsung secara individual sesuai dengan kemampuan belajar siswa, dapat menampilkan unsur audiovisual untuk meningkatkan minat belajar. 53 Nana Sudjana, Media Pengajaran, (Bandung: Sinar Baru Algensindo Offset, 2011), hlm. multimedia), dapat memberikan umpan balik segera atas respon siswa, menciptakan proses belajar yang berkesinambungan. Penggunaan multimedia pembelajaran ini memiliki strategi yang disukai siswa, karena proses pembelajaran yang digunakan menarik, sehingga membuat siswa aktif dan lebih memperhatikan apa yang disampaikan guru, serta memiliki wawasan yang lebih luas terhadap materi yang disampaikannya. memiliki. dipelajari.
Hal ini terlihat dari antusiasme siswa terhadap proses pembelajaran yang menyenangkan, lebih aktif, tidak mudah bosan dan terlihat suasana belajar yang tidak lagi pasif. Kondisi yang menyenangkan menciptakan pembelajaran yang memungkinkan siswa memahami materi shalat lima waktu dan sujud sahwi. Beberapa siswa bahkan kurang perhatian, sehingga ketika guru mengajukan pertanyaan, siswa tidak menjawab dengan benar.
Dosen yang menyampaikan materi tanpa menggunakan multimedia pembelajaran menyebabkan mahasiswa menjadi jenuh, jenuh dan mengantuk dalam pembelajaran yang berkelanjutan.
PENUTUP
Kesimpulan
Saran
Abdul Azis, “Pengembangan Media Pembelajaran Berbantuan Komputer untuk Mata Pelajaran Fiqh”, Ilmu Agama dan Kemasyarakatan, Palangka Raya: STAIN Palangka Raya.
METODE PENELITIAN A. Rancangan Penelitian
Soal
Membaca surat alfatihah adalah salah satu .. 11. Sholat kita akan lebih sempurna jika kita melakukan semua sunnah berikut yang merupakan sholat sunnah. Kudus dari Hades dan najis b. Shalat kita akan sah jika kita melakukannya pada waktu yang telah ditentukan. Semester : Ganjil (Trial Class) Materi Utama : Shalat Lima Waktu dan Sajud Sahwi Alokasi Waktu : 1 x pertemuan (2 x 35 menit) A.KI-1) Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya.
Kompetensi Dasar
Tujuan Pembelajaran
- Pengertian salat
- Rukun dan syarat sah salat Syarat wajib salat
- Hal-hal yang membatalkan salat
- Pengertian sujud sahwi
- Ketentuan atau sebab-sebab sujud sahwi Sebab sebab sujud sahwi yaitu
Sujud dilakukan dengan menurunkan kedua tangan dan tidak perlu diangkat, kemudian lutut menyentuh sajadah (sajadah) terlebih dahulu, kedua tangan menyentuh sajadah (sajadah), antara dahi dan hidung menyentuh sajadah, kaki diangkat sebagai jari kaki, kedua tangan sedikit terbuka untuk pria, tetapi untuk wanita tidak perlu membukanya. Hal ini tentunya mengajarkan kita untuk selalu menjaga kesucian fitrah kita sebagai manusia dan mengingatkan kita bahwa Allah SWT adalah zat maha suci yang hanya menerima hamba-Nya yang suci untuk bertemu dengan-Nya. Jika seseorang kentut tidak terkendali saat sholat, tentunya seseorang akan berhenti dan mengulangi sholatnya, karena kita semua tahu bahwa kentut saat sholat adalah sesuatu yang membatalkan sholat.
Kesetiaan kepada Allah swt bukan sahaja tersemat di dalam hati seseorang, apa yang lebih penting adalah merealisasikannya dengan mengerjakan solat. Salah satu maknanya ialah saling mengasihi dan memberi keselamatan kepada orang lain. Solat Zuhur, permulaan waktu selepas matahari tergelincir, manakala penghujungnya ialah apabila bayangan sesuatu benda telah menjadi sama dengan bayangan benda itu sendiri.
Shalat Ashar dimulai ketika bayangan setiap benda sama dengan bayangan benda itu sendiri dan lebih sedikit, sedangkan ujungnya sampai matahari terbenam. Shalat Maghrib, awal waktu sejak matahari terbenam sedangkan ujungnya mega merah (sisa-sisa cahaya matahari di kala senja). Shalat Isya, permulaan waktu sejak terbenamnya Syafaq (mega merah), sedangkan akhir fajar sadiq (permulaan fajar).
Kemudian duduk sebentar dan bertakbir dan sujud semula dengan doa yang sama seperti sujud pertama.
Media, Alat dan Sumber Pembelajaran 1. Media
Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran Pertemuan pertama
Guru mengajukan pertanyaan tentang tata cara dan bacaan bacaan sholat lima waktu yang diamati oleh siswa. Dimotivasi oleh para pendidik yang bertanya tentang hikmah dan manfaat shalat lima waktu dalam kumpulan video program observasi. Guru membagikan kertas kepada setiap siswa dalam kelompoknya dan meminta mereka untuk menuliskan pertanyaan tentang materi yang dipelajari.
Guru mengumpulkan kertas, mengocoknya dan membagikannya secara acak kepada setiap siswa. Guru meminta siswa untuk membaca dan memahami soal-soal pada kertas masing-masing sambil memikirkan jawabannya. Siswa secara individu atau kelompok menerima kertas dari guru kemudian menulis pertanyaan tentang materi yang telah dipelajari.
Pendidik meminta siswa secara individu atau kelompok untuk menganalisis hikmah shalat dan manfaatnya. Guru meminta siswa untuk membentuk kelompok dan memberikan masing-masing kelompok selembar kertas berisi pertanyaan untuk didiskusikan. Guru membagikan kertas kepada setiap siswa dalam kelompok dan meminta mereka untuk menuliskan pertanyaan tentang materi yang diajarkan.
Guru meminta untuk menanggapi pertanyaan, dan kemudian meminta siswa lain untuk menanggapi.
Media, Alat dan Sumber Pembelajaran 1. Media dan alat
Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran Pertemuan pertama
Kertas yang berisi soal dikumpulkan di depan kemudian masing-masing perwakilan kelompok maju ke depan untuk memilih soal. Kelompok yang benar dalam menjawab pertanyaan dan menjelaskan jawaban atas pertanyaan yang diberikan pendidik kepada masing-masing kelompok. Guru membagikan kertas kepada setiap siswa dalam kelompoknya dan meminta mereka untuk menuliskan pertanyaan tentang materi yang telah mereka pelajari.
Pendidik menjawab pertanyaan dan siswa lain memberikan jawaban atau memberikan pendapat lain dan melengkapi jawaban atas pertanyaan yang diajukan oleh siswa lain.