• Tidak ada hasil yang ditemukan

SKRIPSI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "SKRIPSI"

Copied!
79
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah

Fokus Penelitian

Rumusan Masalah

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian

Sistematika Pembahasan

KAJIAN TEORI DAN TELAAH PENELITIAN TERDAHULU

Kajian Teori

  • Metode Keteladanan
  • Guru
  • Pembentukan Karakter
  • Karakter Religius
  • Anak Usia Dini

Kekurangan dari penggunaan metode model dalam pembelajaran di sekolah adalah jika bilangan yang dicontohkan anak kurang baik maka akan jelek. Oleh karena itu, metode keteladanan merupakan salah satu strategi yang paling efektif untuk mencapai tujuan pendidikan. 16 Apriani, “Penggunaan metode keteladanan dan konvensional dalam pembentukan karakter Islami anak di Dusun Rumbia Desa Lunjen Kecamatan.

Metode keteladanan merupakan suatu cara mengajarkan ilmu dengan menggunakan pendidik sebagai model langsung dalam memberikan contoh kepada peserta didik agar materi yang diterima anak di sekolah dapat langsung diterapkan dalam kehidupan nyata.

Telaah Hasil Penelitian Terdahulu

Persamaan antara penelitian yang dilakukan Detik Setyorini dengan penelitian yang dilakukan peneliti adalah penerapan metode keteladanan guru dan pendekatan penelitian. Perbedaan penelitian ini dengan penelitian sebelumnya adalah fokusnya pada penciptaan deskripsi, gambar atau lukisan dalam penerapan metode keteladanan guru secara sistematis dalam pembentukan karakter anak. Sedangkan penelitian yang dilakukan peneliti fokus pada pembentukan karakter religius anak usia dini dengan menggunakan metode guru keteladanan.

Penelitian yang dilakukan oleh Deni Sutisna, Dyah Indraswati dan Muhammad Sobri bertajuk “Keteladanan Guru Sebagai Sarana Implementasi Pendidikan Karakter Siswa”. Hasil penelitian Deni Sutisna, Dyah Indraswati dan Muhammad Sobri adalah keberhasilan pendidikan karakter di sekolah sangat bergantung pada apakah guru memberikan teladan kepada siswanya. Persamaan penelitian Deni Sutisna, Dyah Indraswati dan Muhammad Sobri dengan penelitian peneliti adalah penggunaan metode guru keteladanan.

Perbedaan kedua penelitian tersebut terletak pada fokus analisis keteladanan guru dalam implementasi pendidikan karakter di sekolah dan pendekatan penelitian terapan. Sedangkan penelitian ini mengkaji penggunaan metode guru keteladanan dalam pembentukan karakter religius anak usia dini. 50 Detik Setyorini, Publikasi Ilmiah : “Implementasi Metode Keteladanan Guru Dalam Pembentukan Karakter” (Surakarta: Universitas Muhammadiyah Surakarta, 2016), 7.

METODE PENELITIAN

Pendekatan dan Jenis Penelitian

Kehadiran Peneliti

Peneliti hadir langsung di lokasi penelitian yaitu di TK Muslimat NU 001 Ponorogo, guna mengkaji secara langsung kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan penerapan keteladanan guru dalam pembentukan karakter religius anak dalam proses kegiatan di sekolah.

Lokasi Penelitian

Data dan Sumber Data

Teknik Pengumpulan Data

Pelaksanaan wawancara dan urutan pertanyaan disesuaikan dengan situasi dan kondisi responden pada saat wawancara sebenarnya dilakukan. Teknik ini digunakan untuk menggali data mengenai penerapan metode keteladanan guru dalam pembentukan karakter religius anak, faktor pendukung dan penghambat penerapan metode keteladanan guru di TK Muslimat NU 001 Ponorogo. Informan dalam penelitian ini berjumlah 2 orang, yaitu: kepala TK Muslimat NU 001 Ponorogo dan guru kelas B TK Muslimat NU 001 Ponorogo.

Dokumen dapat berupa teks tertulis, artefak, gambar atau foto.60 Sugiyono mengatakan studi dokumen dapat digunakan bersamaan dengan teknik wawancara dan observasi dalam penelitian kualitatif. Teknik dokumentasi ini dilakukan untuk memperoleh data berupa sejarah berdirinya sekolah, profil sekolah seperti visi, misi dan tujuan sekolah serta data pendukung lain yang diperlukan untuk melengkapi hasil penelitian. .

Teknik Analisis Data

Peneliti melakukan reduksi data dengan kegiatan yang meliputi: proses pemilihan data untuk dicari berdasarkan tingkatan yang relevan dan berkaitan dengan setiap kumpulan data. Menyusun data ke dalam satuan-satuan yang serupa dan mengelompokkan data-data tersebut juga dapat diartikan sebagai kegiatan kategorisasi/variabel. Maka yang menjadi kekhawatiran peneliti ketika melakukan reduksi data adalah peneliti mungkin menemukan hal-hal yang dianggap asing, tidak diketahui, dan tidak berpola.

Dalam penelitian kualitatif, data dapat disajikan dalam bentuk uraian singkat, bagan, hubungan antar kategori, flowchart, dan sejenisnya. Namun, teks naratif paling sering digunakan untuk menyajikan data dalam penelitian kualitatif.64. Peneliti mengelompokkan data menjadi 3 bagian, yaitu: Pertama, meliputi penerapan metode keteladanan guru dalam membentuk karakter religius anak di TK Muslimat NU 001 Ponorogo; Kedua, meliputi faktor pendukung dan penghambat penerapan metode keteladanan guru dalam pembentukan karakter religius anak di TK Muslimat NU 001 Ponorogo; Ketiga, mencakup prestasi dalam pengembangan karakter religius anak setelah guru menerapkan perilaku keteladanan di TK Muslimat NU 001 Ponorogo.

Dalam hal ini, jika tidak ditemukan bukti yang cukup kuat untuk mendukung pengumpulan data tahap berikutnya, maka kesimpulan awal yang disajikan akan direvisi.65 Penarikan kesimpulan terjadi selama proses penelitian, seperti halnya proses reduksi data. setelah data yang dikumpulkan cukup, barulah ditarik kesimpulan sementara, dan setelah data benar-benar lengkap barulah ditarik kesimpulan akhir.66. Berdasarkan data di atas, peneliti menarik kesimpulan mengenai penerapan metode keteladanan guru dalam membentuk karakter religius anak, faktor pendukung dan penghambat penerapan metode keteladanan guru dalam membentuk karakter anak, dan hasil pengembangannya. karakter religius anak. karakter setelah penerapan keteladanan guru di TK Muslimat NU 001 Ponorogo. 66 Fitri Nur Mahmudah, Analisis Data Penelitian Kualitatif Manajemen Pendidikan, dibantu Software Atlas.TI 8 (Yogyakarta: UAD Press, 2021), 11.

Gambar 3.1 Teknik Analisis Data Miles dan Huberman
Gambar 3.1 Teknik Analisis Data Miles dan Huberman

Pengecekan Keabsahan Data

Data mengenai implementasi metode keteladanan guru untuk membentuk karakter religius anak di TK Muslimat NU 001 Ponorogo Karakter religius anak di TK Muslimat NU 001 Ponorogo. Penerapan guru keteladanan di TK Muslimat NU 001 Ponorogo untuk membentuk karakter religius anak telah dilakukan dengan berbagai upaya. Bentuk implementasi pendidikan karakter religius di TK Muslimat NU 001 diberikan tidak hanya kepada anak saja, namun juga kepada orang tua.

Pendidikan agama tidak hanya diperuntukkan bagi anak dan orang tua saja, guru juga harus memahami dan mampu mengimplementasikannya, sehingga dapat menjadi teladan ideal bagi anak di sekolah. Tujuannya adalah untuk menghasilkan anak-anak yang berakhlak mulia seperti yang tertuang dalam indikator kami di TK Muslimat NU 001 Ponorogo. Di TK Muslimat NU 001 Ponorogo, guru sudah lama mencontohkan guru dalam membentuk karakter religius anak.

Terlebih lagi bagi anak-anak yang sudah lama bersekolah di TK Muslimat NU 001 Ponorogo, karakter keagamaannya mengalami perkembangan yang sangat baik, dimana karakter tersebut sudah tertanam dalam diri anak dan menjadi kebiasaan yang dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. Pembahasan Implementasi Metode Keteladanan Guru dalam Pembentukan Karakter Religius Anak di TK Muslimat NU 001 Ponorogo Karakter religius anak di TK Muslimat NU 001 Ponorogo. Implementasi keteladanan guru dalam membentuk karakter religius anak di TK Muslimat NU 001 Ponorogo dilaksanakan dalam tiga tahap.

Pembahasan faktor pendukung dan penghambat penerapan metode keteladanan guru dalam pembentukan karakter religius anak di TK Muslimat NU 001 Ponorogo. Di TK Muslimat NU 001 Ponorogo terdapat kegiatan yang disebut sijum, dimana anak-anak diajak setiap hari Jumat untuk membagikan beras kepada masyarakat yang melewati sekolah tersebut tanpa terkecuali.

Tabel 4.1 Data Guru dan Karyawan TK Muslimat NU 001 Ponorogo
Tabel 4.1 Data Guru dan Karyawan TK Muslimat NU 001 Ponorogo

HASIL DAN PEMBAHASAN

Gambaran Umum Latar Penelitian

Paparan Data

  • Data Tentang Implementasi Metode Keteladanan Guru dalam Membentuk
  • Data Tentang Faktor Pendukung dan Penghambat Implementasi Metode
  • Data Tentang Capaian Perkembangan Karakter Religius Anak Setelah Guru

Di rumah, mereka melihatnya dari orang tuanya, namun sebagian besar anak masih menjadikan gurunya sebagai teladan. Adanya kegiatan tersebut di sekolah membuat orang tua semakin sadar akan pentingnya pola asuh yang baik pada anak. Hasil observasi di kelas B8 sesuai dengan wawancara di atas menunjukkan bahwa anak-anak sudah berada di dalam kelas dan hendak melaksanakan shalat, guru memberikan petunjuk kepada anak-anak untuk bersiap-siap melaksanakan shalat.

Seperti halnya kegiatan amalan shalat Dhuha, anak-anak belajar tentang gerakan dan bacaan setiap gerakan shalat. Selain itu, dengan shalat berjamaah, anak juga belajar disiplin waktu, tanggung jawab, saling menghormati, kebersamaan dan keikhlasan. Bertepatan juga dengan hari Jumat, anak-anak diajak berdonasi yang sudah menjadi agenda mingguan, sehingga para orang tua sudah menyiapkan uang untuk disumbangkan oleh anaknya.

Berbagai jenis kegiatan positif dicontohkan langsung oleh guru sehingga menjadi kebiasaan yang baik bagi anak, seperti berdoa di awal dan. Anak mampu mengenal ritual dan hari raya agama Islam, dimana anak dapat mengambil contoh dari peristiwa yang melatarbelakanginya. Anak-anak diajak untuk meneladani kisah kedua nabi tersebut, agar selalu sabar, ikhlas, ikhlas, taat pada perintah Allah. dan bersikap angkat terhadap orang tuanya.104.

Anak sudah memahami dan melakukan perilaku mulia dan sudah menjadi kebiasaan dalam diri anak. Sesampainya di rumah, anak-anak langsung menyimpan alat tulisnya tanpa diminta oleh guru.

Pembahasan

  • Pembahasan Tentang Implementasi Metode Keteladanan Guru dalam Membentuk
  • Pembahasan Tentang Capaian Perkembangan Karakter Religius Anak Setelah

Pembentukan karakter religius pada anak usia dini akan lebih efektif jika menggunakan metode keteladanan karena mereka merupakan peniru yang ulung. Pembahasan capaian pengembangan karakter religius anak setelah guru menerapkan metode keteladanan di TK Muslimat NU 001 Ponorogo Guru menerapkan metode keteladanan di TK Muslimat NU 001 Ponorogo. TK Muslimat NU 001 Ponorogo sebagai lembaga pendidikan Islam menitikberatkan pada internalisasi pendidikan karakter keagamaan yang berperan dalam pembentukan kepribadian anak.

Rata-rata kinerja pengembangan karakter keagamaan anak usia 5-6 tahun di TK Muslimat NU 001 Ponorogo berkembang sangat baik, antara lain: 1) anak sudah mengetahui agama yang dianutnya; Dengan diterapkannya metode keteladanan guru di sekolah diharapkan karakter religius anak dapat terbentuk dan tertanam dalam diri anak dalam kehidupan sehari-hari. Al Mubarok, Ahmad Aly Syukron Aziz, Teladan Metode Pendidikan Islam Anak di Pondok Pesantren.

Penerapan metode keteladanan dan adat dalam membentuk karakter Islami anak di dusun Rumbia desa Lunjen kecamatan. Penerapan Metode Teladan (Kisah Nabi Muhammad SAW) dalam Meningkatkan Moral Siswa di SMP Negeri Satap Raja Kab. Pembentukan karakter religius pada anak usia dini pada kegiatan pembiasaan keagamaan di TK Sekolah Bina Insan Mandiri Purwokerto Kabupaten Banyumas.

Gambar  4.2  Temuan  Penelitian  Tentang  Implementasi  Metode  Keteladanan  Guru  dalam  Membentuk Karakter Religius Anak di TK Muslimat NU 001 Ponorogo
Gambar 4.2 Temuan Penelitian Tentang Implementasi Metode Keteladanan Guru dalam Membentuk Karakter Religius Anak di TK Muslimat NU 001 Ponorogo

PENUTUP

Kesimpulan

Terdapat pula faktor penghambat berupa: a) tingkat pemahaman anak yang berbeda-beda, b) kurangnya perhatian orang tua, c) kurangnya konsistensi guru dalam memberikan teladan, d) kurangnya tindak lanjut dari orang tua terhadap keteladanan. yang sudah diterapkan di sekolah.

Saran

Pengenalan nilai-nilai karakter religius dalam perspektif pendidikan Islam di lingkungan sekolah RA Hidayatus Shibyan Temulu. Mustafa, Pinton Setya, dkk., Metodologi Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan Penelitian Tindakan Kelas pada Pendidikan Jasmani, Program Studi Pendidikan Jasmani, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang, 2020. Runtu, Paramita Susanti, dan Rieneke Ryke Kalalo, Guru Kompetensi Dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Pada Masa Covid-19 – Pandemi.

Samsu, Metode Penelitian : Teori dan penerapan metode kualitatif, kuantitatif, campuran serta penelitian dan penelitian pengembangan.

Referensi

Dokumen terkait