BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
C. Pembahasan
3. Pembahasan Tentang Capaian Perkembangan Karakter Religius Anak Setelah
3. Pembahasan Tentang Capaian Perkembangan Karakter Religius Anak Setelah
baik dengan ucapan (hamdalah, terimaksih, dll) ataupun dengan tindakan (merawat anggota tubuh, tidak menyia-nyiakan makanan, dll).
b. Membiasakan diri beribadah
Keteladanan yang dilakukan berulang-ulang akan menjadi sebuah kebiasan kemudian menjadi sebuah karakter. Seperti halnya membiasakan anak sedini mungkin untuk beribadah kepada Allah agar menjadi hamba yang taat menjalankan perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya dan ketika sudah mencapai usia baligh mereka dengan mudah melakukan ibadah sholat dan amalan-amalan wajib ataupun sunnah lainnya.
Seperti kisah Luqman dalam al-Qur’an, yaitu orang tua sukses dalam mendidik anak- anaknya yang selalu memerintahkan anak-anaknya untuk mendirikan sholat. Karena dengan sholat akan menjauhkan diri dari perbuatan tercela. Penerapan dari meneladani kisah Luqman, anak telah terbiasa beribadah dengan selalu pergi ke lembaga pendidikan al-Quran (TPQ) untuk belajar mengaji.
c. Memahami perilaku mulia (jujur, penolong, sopan, hormat, dsb)
Pemahaman anak terhadap perilaku mulia seperti jujur, penolong, sopan, menghormati orang tua dan lainnya apabila sudah melekat dalam diri anak menjadikan ia sebagai pribadi yang berkualitas. Seperti dalam mahfudzat yang berbunyi “al adabu fauqol ‘ilmi”, artinya adab lebih tinggi derajatnya daripada ilmu.
Maksudnya dengan adab yang baik manusia akan lebih mudah menerima berbagai ilmu pengetahuan baik dari bangku sekolah atau dari pengalaman hidup.
d. Menjaga kebersihan diri dan lingkungan
Anak memiliki keterampilan dan pengetahuan bagaimana menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Merujuk pada ajaran agama Islam, manusia sendiri diperintahkan untuk melakukan kebaikan dan dilarang melakukan keburukan atau sering disebut dengan amal ma’ruf nahi munkar. Di sekolah pun anak-anak telah diajarkan dan di beri contoh langsung oleh guru agar selalu berbuat baik. Perilaku anak mencerminkan
perasaan anak yang tidak dapat disampaikan secara verbal. Salah satunya dengan menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Guru telah memberikan contoh langsung sehingga anak-anak ketika membuang sampah langsung di tempat sampah, mencuci tangannya jika kotor, merapikan mainannya setelah selesai bermain, merapikan alat tulis ketika selesai digunakan, dan lain sebagainya.
e. Mengenal ritual dan hari besar keagamaan
Berbagai macam hari besar agama Islam anak-anak sebagian besar sudah mengenalnya karena setiap tahunnya mereka ikut merayakan bersama orang tua masing-masing seperti ketika hari raya Idul Fitri anak-anak mengikuti orang tuanya sholat Ied di masjid terdekat. Pengetahuan anak-anak tentang ritual dan hari besar agama Islam menjadikan mereka pribadi yang santun karena terdapat peristiwa besar yang dapat diteladani dibaliknya.
f. Menghormati agama orang lain
Anak-anak sedari dini dikenalkan dengan agama orang lain seperti agama Kristen, Budha, Konghucu, dan lain sebagainya. Ketika ada peringatan hari besar agama orang lain seperti natal, imlek, waisak dan lainnya anak-anak diberikan penjelasan oleh guru mengenai hal-hal tersebut melalui cerita, APE ataupun vidio. Melalui kegiatan tersebut anak-anak diajarkan bagaimana bersikap kepada orang yang berbeda agama dengan mereka. Anak belajar tentang toleransi, menghormati, dan menghargai semua yang dilakukan umat lain kecuali dalam hal kepercayaan atau akidah. Ada sebuah kegiatan di TK Muslimat NU 001 Ponorogo yang disebut sijum yang mana setiap jum’at anak-anak diajak untuk membagi-bagikan nasi kepada orang-oarang yang lewat disekitar sekolah tanpa terkecuali.
Gambar 4.2 Temuan Penelitian Tentang Implementasi Metode Keteladanan Guru dalam Membentuk Karakter Religius Anak di TK Muslimat NU 001 Ponorogo
Implementasi Metode Keteladanan Guru dalam Membentuk Karakter
Religius Anak di TK Muslimat
NU 001
Ponorogo
Langkah-langkah implementasi metode keteladanan guru dalam membentuk karakter religius anak di TK Muslimat NU 001 diantaranya:
1. Guru memberi instruksi yang jelas
2. Guru memperingatkan dan menegaskan aturan yang dibuat 3. Guru memberi contoh langsung
4. Guru selalu mengawali aturan yang sudah dibuat 5. Guru dan anak-anak melakukan secara terus-menerus 6. Anak-anak mengikuti setiap contoh aturan yang diberikan 7. Dan akhirnya menjadi sebuah kebudayaan dan kebiasaan
dalam diri anak.
Cara implementasi metode keteladanan guru dibagi menjadi dua, yaitu:
1. Secara langsung dengan melalui teladan guru baik ucapan, sikap dan perilaku yang disampaikan kepada anak-anak dengan nyata.
2. Secara tidak langsung melalui kisah-kisah teladan yang disampaikan oleh guru baik dari al-Qur’an ataupun Hadits.
Macam-macam metode keteladanan guru dapat dibedakan menjadi dua, yaitu:
1. Pengaruh yang disengaja ketika guru memberikan teladan kepada anak-anak yang sifatnya formal.
2. Pengaruh yang tidak disengaja ketika anak melihat guru dalam kesehariannya yang sifatnya informal.
Faktor-faktor pendukung implementasi metode keteladanan guru dalam membentuk karakter religius anak di TK Muslimat NU 001 Ponorogo, diantaranya:
1. Usia anak
2. Pribadi guru yang baik 3. Kesadaran orang tua yang 4. Fasilitas sekolah yang memadai.
Faktor-faktor penghambat implementasi metode keteladanan guru dalam membentuk karakter religius anak di TK Muslimat NU 001 Ponorogo, diantaranya:
1. Tingkat pemahaman anak yang berbeda-beda 2. Tingkat kepedulian orang tua yang kurang
3. Kurangnya konsistensi guru dalam pemberian teladan
4. Tidak adanya tindak lanjut dari orang tua mengenai keteladanan yang sudah diterapkan di sekolah.
Capaian perkembangan karakter religius anak usia 5-6 tahun di TK Muslimat NU 001 Ponorogo rata-rata sudah berkembangan sangat baik, diantaranya: 1) anak sudah mengenal agama yang dianut; 2) membiasakan diri beribadah; 3) memahami perilaku mulia (jujur, penolong, sopan, hormat, dsb); 4) menjaga kebersihan diri dan lingkungan; 5) mengenal ritual dan hari besar keagamaan; 6) menghormati agama orang lain.
66 BAB V PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan serta tindakan anlisis data oleh peneliti tentang implementasi metode keteladanan guru dalam membentuk karakter religius anak di TK Muslimat NU 001 Ponorogo yang meliputi implementasi metode keteladanan guru, faktor pendukung dan penghambat implementasi metode keteladanan guru serta capaian hasil implementasi metode keteladanan guru, maka peneliti mengambil kesimpulan sebagai berikut:
1. Implementasi keteladanan guru dalam membentuk karakter religius anak di TK Muslimat NU 001 Ponorogo dilakukan dengan merencanakan dan menentukan keteladanan apa yang perlu dikembangkan, kemudian memberikan keteladanan dengan menanamkan pada diri anak kebiasaan-kebiasaan yang baik setiap harinya, setelah itu melakukan penilaian yang dilihat dari sikap, perbuatan, dan ucapan yang baik oleh anak.
2. Faktor pendukung implementasi metode keteladanan guru dalam membentuk karakter religius anak di TK Muslimat NU 001 Ponorogo, antara lain: a) usia anak, b) pribadi guru yang baik, c) kesadaran orang tua, d) fasilitas sekolah yang memadai. Terdapat pula faktor penghambat yang berupa: a) tingkat pemahaman anak yang berbeda-beda, b) tingkat kepedulian orang tua yang kurang, c) kurangnya konsistensi guru dalam pemberian teladan, d) tidak adanya tindak lanjut dari orang tua mengenai keteladanan yang sudah diterapkan di sekolah.
3. Capaian hasil implementasi metode keteladanan guru dalam membentuk karakter religius anak di TK Muslimat NU 001 Ponorogo, antara lain: a) anak sudah mengenal agama yang dianut, b) membiasakan diri beribadah, c) memahami perilaku mulia (jujur,
penolong, sopan, hormat, dsb), d) menjaga kebersihan diri dan lingkungan, e) mengenal ritual dan hari besar keagamaan, e) menghormati agama orang lain.
B. Saran
1. Bagi Pendidik
Hendaknya pendidik selalu meningkatkan kualitas diri agar dapat memberikan teladan yang terbaik untuk anak didik supaya terbentuk generasi yang berkarakter khusunya karakter religius. Pendidik hendaknya juga mengajak para orang tua untuk turut andil dalam meningkatkan karakter religius anak.
2. Bagi Sekolah
Dengan diterapkannya metode keteladanan guru di sekolah, diharapkan kerakter religius anak bisa terbentuk dan tertanam dalam diri anak di kehidupan sehari-hari.
3. Bagi Peneliti Berikutnya
Hendaknya bagi peneliti berikutnya dapat mengembangkan hasil penelitian ini dari kacamata lain yang dapat mendukung meningkatnya karakter-karakter anak khususnya karakter religius.
68
DAFTAR PUSTAKA
Ahsanulkhaq, Moh. Membentuk Karakter Religius Anak didik Melalui Metode Pembiasaan.
Jurnal Prakarsa Paedagogia, Vol. 2, No.1 Tahun 2019.
Ali, Aisyah M. Pendidikan Karakter: Konsep dan Implementasinya Edisi Pertama. Jakarta:
Kencana, 2018.
Al Mubarok, Ahmad Aly Syukron Aziz, Metode Keteladanan dalam Pendidikan Islam Terhadap Anak di Pondok Pesantren. Al-Ta’dib: Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan, 2 (2019).
An-Nahlawi, Abdurrahman. Pendidikan Islam di Rumah, Sekolah, dan Masyarakat. Jakarta:
Gema Insani Press, 1995.
Apriani. “Penerapan Metode Keteladanan dan Pembiasaan dalam Membentuk Karakter Islami Anak di Dusun Rumbia Desa Lunjen Kec. Buntu Batu Kab. Enrekang”. Skripsi.
Makassar: UIN Alauddin Makassar, 2021.
Asmani, Jamal Ma’mur. KH. Maimoen Zubair. Yogyakarta: Diva Press, 2021.
Basri, Sasmitha. “Penerapan Metode Keteladanan (Kisah nabi Muhammad SAW) dalam Meningkatkan Akhlak Anak didik SMP Negeri Satap Raja Kec. Bua Kab. Luwu”.
Skripsi. Palopo: IAIN Palopo, 2016.
Fadlillah, Muhammad dan Lilif Mualifatu Khorida, Pendidikan Karakter Anak Usia Dini:
Konsep & Aplikasinya dalam PAUD. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media, 2014.
Gunawan, Imam. Metode Penelitian Kualitatif Teori & Teori. Jakarta: Bumi Akasara, 2016.
Hamzah, Nur. Pengembangan Anak Usia Dini. Pontianak: IAIN Pontianak Press, 2015.
Hanafi, Halid, et al., Ilmu Pendidikan Islam. Yogyakarta: Deepublish, 2018.
---. Profesionalisme Guru dalam Pengelolaan Kegiatan Pembelajaran di Sekolah. Yogyakarta:
Deepublish, 2018.
Hasan, Muhammad, et al., Pendidikan Karakter Anak Usia Dini. Surakarta: CV. Tahta Media Group, 2022.
https://quran.kemenag.go.id/surah/33/21, diakses pada 22 Agustus 2022
Iftitah, Selfi Lailiyatul. Evaluasi Pembelajaran Anak Usia Dini. Pamekasan: Duta Media Publishing, 2019.
Irwan, Dedi. Daya Pikat Guru. Jakarta: Penerbit Zikrul Hakim, 2019.
Istarani. Kumpulan 40 Metode Pembelajaran. Bandar Selamat Medan: Media Persada, 2014.
Khomaeny, Elfan Fanhas Fatwa dan Nur Hamzah. Metode-Metode Pembelajaran Pendidikan Karakter: Untuk Anak Usia Dini Menurut QS. Lukman 12-19. Tasikmalaya: Edu Publisher, 2019.
Kusnoto, Yuver. Internalisasi Nilai-Nilai Pendidikan Karakter pada Satuan Pendidikan. Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial, Vol. 4, No. 2 Tahun 2017.
Lestari, Fipin, et al., Memahami Karakteristik Anak. Madiun: CV. Bayfa Cedekia Indonesia, 2020.
Lukitoyo, Pristi Suhendro dan Mahasiswa PGSD Reguler C 2019 Universitas Negeri Medan.
Eksistensi Guru. Medan: Gerhana Media Kreasi, 2021.
Luthfiyah, Rifa dan Ashif Az Zafi. Penanaman Nilai Karakter Religius dalam Perspektif Pendidikan Islam di Lingkungan Sekolah RA Hidayatus Shibyan Temulus. Jurnal Golden Age, Vol. 5, No. 02 Tahun 2021.
Mahmudah, Fitri Nur, Analisis Data Penelitian Kualitatif Manajemen Pendidikan Berbantuan Software Atlas.TI 8. Yogyakarta: UAD Press, 2021.
Ma’muroh, Aktualisasi Nilai-Nilai Pendidikan Humanis dan Religius di Sekolah. Jakarta:
Publica Indonesia, 2021.
Mustafa, Pinton Setya, et al., Metodologi Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan Penelitian Tindakan Kelas dalam Pendidikan Olahraga, Program Studi Pendidikan Olahraga Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang, 2020.
Musyadad, Vina Febiana, et al., Pendidikan Karakter. Medan: Yayasan Kita Menulis, 2022.
Nugrahani, Farida. Metode Penelitian Kualitatif . Solo: Cakra Books, 2014.
Pertiwi, Eky Prasetya dan Ianatuz Zahro. Pendidikan Karakter Pada Anak Usia Dini dan Optimalisasi Pendidikan Karakter Melalui Sentra Bermain Peran. Bandung:
Nusamedia, 2018.
Rianawati. Implementasi Nilai-Nilai Karakter pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Pontianak: IAIN Pontianak Press, 2014.
Ridhwan, Deden Saeful. Konsep Dasar Pendidikan Islam: Metode Qur’ani dalam Mendidik Manusia. Depok: PT Rajagrafindo Persada, 2020.
Rosyid, Moh. Zaiful, et al., Prestasi Belajar. Malang: CV. Literasi Nusantara Abadi, 2019.
Runtu, Paramita Susanti dan Rieneke Ryke Kalalo, Kompetensi Guru dalam Peningkatan Prestasi Belajar Siswa pada Masa Pandemi Covid-19. Pemalang: Penerbit NEM, 2021.
Samsu, Metode Penelitian: Teori dan Aplikasi Penelitian Kualitatif, Kuantitatif, Mixed Methods, serta Research & Development. Jambi: Pusat Studi Agama dan Kemasyarakatan (PUSTAKA), 2017.
Setiawati, Rahmah. “Pembentukan Karakter Religius Anak Usia Dini pada Kegiatan Pembiasaan Keagamaan di TK Bina Insan Mandiri School Purwokerto Kabupaten Banyumas”. Skripsi. Purwokerto: IAIN Purwokerto, 2020.
Setyorini, Detik. Implementasi metode keteladanan guru dalam Pembentukan Krakter. Publikasi Ilmiah. Surakarta: Universitas Muhammadiyah Surakarta, 2016.