SKRINING KESEHATAN JIWA
SOP No. Dokumen: /SOP/ADM/PKM/V/2023
No. Revisi: 00 TanggalTerbit:
Halaman: 1/2 UPTD PUSKESMAS
BANDAR AGUNG KAB. LAMPUNG
TENGAH
Ns. Yunus, S.Kep NIP.
197909291999031004
1. Pengertian Deteksi dini gangguan kesehatan jiwa adalah upaya penemuan kasus gangguan jiwa secara dini oleh tenaga kesehatan yang
dilaksanakan secara terintegrasi dengan pelayanan kesehatan dasar lainnya di puskesmas maupun jaringannya.
2. Tujuan Sebagai acuan bagi petugas kesehatan di Puskesmas agar mampu mendeteksi dini, menemukan kasusu dan melakukan diagnose kasus- kasus gangguan jiwa secara dini
3. Kebijakan 1. SK Kepala UPTD Puskesmas Bandar Agung Nomor : 800/
/WD.10.07/V/2016 tentang Jenis Pelayanan di Puskesmas
2. SK Kepala UPTD Puskesmas Bandar Agung Nomor: 800/ WD.10.07/V/2016 tentang pelayanan klinis
4. Referensi 1. Undang undang No. 36 Tahun 2009. Tentang kesehatan.
2. Permenkes No. 75 Tahun 2014 Tentang Puskesmas.
5. Prosedur
.
1. Gunakan Lembar Skrining Kesehatan Jiwa yang dipakai puskesmas 2. Pasien dipersilahkan duduk yang sudah disediakan petugas
3. Petugas melakukan anamnesis (anak/dewasa) oleh perawat/dokter 4. Petugas melakukan skrining jiwa :
A. Usia 4 – 18 th menggunakan Strengths and Difficulties Questionnaire(SDQ) B. Usia diatas 19 – 60 th menggunakan Self Reporting Questionnaire (SRQ) 5. Melakukan skrining pertama mendeteksi seluruh zat-zat psikoaktif termasuk alcohol, tembakau, narkotika dan psikotropika pada usia 4 - >60 tahun
menggunakan pemeriksaan (ASSIST) yaitu Alcohol, Smoking, And Substance Involvement Skreening Test
6. Melakukan rujukan jika ada indikasi untuk dirujuk ke FKTL 7. Melakukan edukasi jika tidak ada indikasi untuk di rujuk ke FKTL 8. Petugas melakukan pengarsipan data
7. Diagram Alur
8. Hal-hal Yang Perlu Diperhatikan
9. Unit Terkait 1. Lintas Program dan lintas sector
10. Dokumen
Terkait Rekam Medik, formulir rujukan pasien
11. Rekaman Historis
N o
Halaman Yang Diubah Perubahan Diberlakukan
Tanggal