DINNA AYU SEKARWANGI (3-30) D III AKUNTANSI
BAB 1
FINANCIAL REPORTING AND ACCOUNTING STANDARDS
AKUNTANSI KEUANGAN MENENGAH I
BREGADASATYA Page 1
A.
Standar AkuntansiKeuangan di Pasar Global
Elemen yang diperlukan dalam High Quality International Accounting Standard:
1. Seperangkat standar akuntansi yang dibangun berkualitas tinggi oleh badan pembuat standar
2. Konsistensi dalam aplikasi dan interpretasi.
3. Pengungkapan umum.
4. Standar audit dan praktek berkualitas tinggi.
5. Pendekatan untuk review dan penegakan hukum.
6. Pendidikan dan pelatihan pelaku pasar.
7. Sistem pengiriman umum (misalnya, Bisnis eXtensible Pelaporan Bahasa-XBRL).
8. Pendekatan tata kelola perusahaan dan kerangka hukum di seluruh dunia B.
Standar Organisasi
Dua Organisasi Utama:
1. International Accounting Standards Board (IASB)
✓ Masalah International Financial Reporting Standards (IFRS).
✓ Standar yang digunakan di bursa luar negeri
✓ Standar yang digunakan oleh perusahaan-perusahaan asing yang terdaftar di bursa sekuritas AS.
✓ IFRS digunakan di lebih dari 115 negara.
2. Financial Accounting Standards Board (FASB)
✓ Masalah Statements of Financial Accounting Standards (SFAS).
✓ Digunakan untuk semua U.S.-based companies.
International Organization of Securities Commissions (IOSCO)
✓ Tidak menetapkan standar akuntansi
✓ Didedikasikan untuk memastikan bahwa pasar global dapat beroperasi secara efisien dan efektif.
International Accounting Standards Board (IASB) Terdiri dari empat organisasi :
✓ International Accounting Standards Committee Foundation (IASCF)
✓ International Accounting Standards Board (IASB)
✓ Standards Advisory Council
✓ International Financial Reporting Interpretations Committee (IFRIC)
C. Pilar Akuntansi di Indonesia
4 Pilar Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia
SAK yang berkembang di Indonesa dikenal dengan 4 Pilar Standar Akuntansi yang disusun mengikuti perkembangan dunia usaha. 4 pilar tersebut diantaranya:
AKUNTANSI KEUANGAN MENENGAH I
BREGADASATYA Page 2
1. Standar Akuntansi Keuangan (SAK) – IFRS
Standar ini digunakan oleh badan yang memiliki akuntabilitas publik atau suatu badan yang terdaftar dalam proses di pasar modal dan badan fidusia (badan yang menggunakan dana masyarakat seperti dana pensiun, asuransi dan perbankan).
Tujuan PSAK-IFRS:
Kemudahan dalam pencatatatan dan penyajian laporan keuangan bagi seluruh perusahaan yang terdaftar di Indonesia
2. Standar Akuntansi Keuangan– Entitas Usaha Tanpa Akuntabilitas Publik (SAK- ETAP)
• SAK ETAP digunakan suatu badan/entitas yang tidak memiliki akuntabilitas publik dalam menyusun laporan keuangan untuk tujuan umum. Menurut informasi SAK ETAP telahh dikeluarkan sejak tahun 2009 dan efektif pada tahun 2011 dengan mengikuti standar yang ditetapkan IFRS khususnya pada bidang Small Medium Enterprise (Usaha Kecil Menengah).
Tujuan SAK ETAP
SAK ETAP memiliki manfaat bila diterapkan dengan tepat, harapannya bagi Usaha Kecil Menengah dapat membuat laporannya sendiri tanpa dibantu pihak luar sehingga dapat juga dilakukan audit terhadap hasil laporan tersebut.
3. Standar Akuntansi Keuangan Syariah (SAK SYARIAH)
Standar ini diterapkan oleh entitas usaha yang menerapkan transaksi syariah atau berbasis syariah. Standar ini meliputi kerangka konseptual penyusunan dan pengungkapan laporan. Standar penyajian laporan keuangan khusus transaksi syariah contohnya mudharabah, murabahah, ijarah, salam, istishna.
Tujuan SAK Syariah
Untuk memudahkan penyelenggaraan berbagai lembaga yang berbasis syariah contohnya, pegadaian syariah, koperasi syariah, badan zakat, bank syariah dan sebagainya.
4. Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP)
Standar ini mengacu kepada Kerangka Konseptual Akuntansi Pemerintahan. Standar disahkan oleh Komite Standar Akuntansi Pemerintah (KSAP SAP). Kabarnya SAP yang berbasis akrual telah ditetapkan dalam PP No. 71 Tahun 2010. Instansi masih diperkenankan memakai PP No 24 Tahun 2005 SAP berbasis kas menuju basis akrual sampai tahun 2004.
AKUNTANSI KEUANGAN MENENGAH I
BREGADASATYA Page 3
Tujuan SAP
SAP disusun khusus untuk instansi pemerintahan yang ada di pusat maupun di daerah guna menyusun laporan keuangan dalam pemerintahan. Dengan adanya SAP harapannya akan ada transparansi, partisipasi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan suatu Negara sehingga dapat mewujudkan pemerintahan yang baik.
D.
Tantangan dalam Pelaporan Keuangan
1. IFRS dalam Lingkungan Politik2. Kesenjangan Harapan (expectation gap)
Apa masyarakat berpikir akuntan harus melakukan apa yang akuntan pikir mereka bisa lakukan
3. Etika Di Lingkungan Akuntansi Keuangan
✓ Perusahaan yang berkonsentrasi pada "memaksimalkan bottom line,"
"menghadapi tantangan kompetisi," dan "menekankan hasil jangka pendek”
menempatkan akuntan dalam lingkungan konflik dan tekanan.
✓ IFRS tidak selalu memberikan jawaban.
✓ Melakukan hal yang benar tidak selalu mudah atau jelas.
You are braver than you believe
Stranger than you seem
And smarter than you think
BAB 2
KERANGKA KONSEPTUAL
DEDA HERCYNTHIA R. (3-33) D III AKUNTANSI
BREGADASATYA Page 4
A. Tujuan Laporan Keuangan
Tujuan dari laporan keuangan adalah memberikan informasi keuangan tentang pelaporan entitas atau perusahaan yang berguna untuk membuat keputusan dalam kapasitas mereka sebagai penyedia modal.
Elemen dari tujuan pelaporan keuangan : a. Tujuan Umum Laporan Keuangan
Memberikan informasi pelaporan keuangan untuk berbagai pengguna Memberikan informasi yang paling berguna pada biaya yang paling memungkinkan
b. Investor dan Kreditor
Tujuan dari pelaporan keuangan yaitu mengidentifikasi investor dan kreditur sebagai pengguna utama (Primary users). Mereka digolongkan dalam kelompok ini karena kebutuhan terhadap informasi keuangan dalam laporan keuangan yang utama dan segera. Selain itu peran mereka paling signifikan dalam pengalokasian modal.
c. Perspektif Entitas
Perusahaan dipandang sebagai satuan terpisah dan berbeda dari pemiliknya.
Sedangkan perspektif di mana pelaporan keuangan berfokus pada kebutuhan penyedia modal adalah perspektif kepemilikan (proprietary perspective).
d. Kegunaan Keputusan
Investor tertarik dalam menilai perusahaan :
- Kemampuan untuk menghasilkan arus kas bersih dan
- Kemampuan manajemen untuk melindungi dan meningkatkan investasi penyedia modal.
B. Karakteristik Kualitatif dan Elemen Laporan Keuangan
Karakteristik Kualitatif Laporan Keuangan : - Dapat dipahami (Understandability) - Relevan (Relevance)
- Materialitas (Materiality) - Keandalan (Reliability)
- Penyajian yang Jujur (Faithful Presentation)
- Substansi mengungguli bentuk (Subtance over Form) - Netralitas (Neutrality)
- Pertimbangan yang Sehat (Prudence) - Kelengkapan (Completeness)
- Dapat Dibandingkan (Comparability)
BREGADASATYA Page 5 Elemen Dasar Laporan Keuangan :
a. Asset : Sumber daya yang dikendalikan oleh entitas sebagai akibat dari peristiwa masa lalu dan mempunyai manfaat ekonomi masa depan yang diharapkan mengalir kepada entitas.
b. Kewajiban : Kewajiban saat ini yang timbul dari peristiwa masa lalu, penyelesaian yang diharapkan menghasilkan arus keluar dari entitas sumber daya yang mewujudkan manfaat ekonomi.
c. Equity : Kepentingan residu dalam aktiva sebuah entitas setelah dikurangi kewajibannya.
d. Income : Peningkatan manfaat ekonomi selama periode akuntansi dalam bentuk arus masuk atau peningkatan aset atau penurunan kewajiban yang menghasilkan peningkatan ekuitas, selain yang berkaitan dengan kontribusi dan ekuitas.
e. Expenses : Penurunan manfaat ekonomi selama periode akuntansi dalam bentuk arus keluar atau penyusutan aset atau inccurences kewajiban yang mengakibatkan penurunan ekuitas, selain yang berkaitan dengan distribusi dari ekuitas.
C. Asumsi dalam Laporan Keuangan
a. Economic Entity – perusahaan yang kegiatannya terpisah antara pemilik dan unit bisnisnya sendiri. Namun penggabungan aktivitas mereka untuk tujuan akuntansi (konsolidasi laporan keuangan)dan pelaporan tidak melanggar entitas ekonomi.
b. Going Concern – perusahaan mampu bertahan cukup lama untuk memenuhi tujuan dan komitmen. Dampaknya antara lain pengakuan beban depresiasi, amortisasi, deplesi, laba atau rugi yang belum direalisasi.
c. Monetary Unit – uang adalah yang paling mendominasi atau determinator umum dari aktivitas ekonomi dan merupakan dasar yang tepat bagi pengukuran dan analisis akuntansi.
d. Periodicity - perusahaan dapat membagi kegiatan ekonomi ke dalam periode waktu. (monthly, quarterly, yearly).
e. Accrual Basis of Accounting – transaksi dicatat dalam periode dimana peristiwa terjadi.
D. Prinsip Pengakuan Pengukuran dan Penyajian Laporan Keuangan
a. Measurement
- Cost umumnya dianggap menjadi representasi dari jumlah yang dibayar untuk item tertentu.
- Fair value adalah "nilai dimana suatu aset dapat dipertukarkan, kewajiban diselesaikan, atau instrumen ekuitas yang diberikan dapat
BREGADASATYA Page 6 dipertukarkan antara pihak yang memahami dan berkeinginan untuk brtransaksi dalam waktu yang relatif lama.”
b. Revenue Recognition - Pendapatan harus diakui bila besar kemungkinan manfaat ekonomis masa depanakan mengalir ke perusahaan dan pengukuran yang dapat diandalkan dari jumlah pendapatan dimungkinkan.
c. Expense Recognition - arus keluar atau "pengurasan habis" aset dapat menimbulkan kewajiban (atau kombinasi keduanya) selama periode sebagai akibat dari memberikan atau menghasilkan barang dan / atau penyerahan jasa.
d. Full Disclosure Memberikan informasi yang cukup penting untuk mempengaruhi penilaian dan keputusan pengguna informasi.
Penyajian Laporan Keuangan
Komponen laporan keuangan lengkap terdiri dari:
a. laporan posisi keuangan pada akhir periode;
b. laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain selama periode;
c. laporan perubahan ekuitas selama periode;
d. laporan arus kas selama periode;
e. catatan atas laporan keuangan, berisi ringkasan kebijakan akuntansi yang signifikan dan informasi penjelasan lain;
f. informasi komparatif mengenai periode terdekat sebelumnya
g. laporan posisi keuangan pada awal periode terdekat sebelumnya ketika entitas menerapkan suatu kebijakan akuntansi secara retrospektif atau membuat penyajian kembali pos-pos laporan keuangan, atau ketika entitas mereklasifikasi pos-pos dalam laporan keuangannya
E. Batasan-batasan dalam Penyusunan Laporan Keuangan
Menurut Kasmir (2008 : 16) ada 5 keterbatasan laporan keuangan yang dimiliki perusahaan yaitu :
- Pembuatan laporan keuangan disusun berdasarkan sejarah (historis), dimana data yang diambil dari data masa lalu.
- Laporan keuangan dibuat umum, artinya untuk semua orang, bukan hanya untuk pihak tertentu saja.
- Proses penyusunan tidak terlepas dari taksiran-taksiran dan pertimbangan-pertimbangan tertentu.
- Laporan keuangan bersibat konservatif dalam menghadapi situasi ketidakpastian.
BREGADASATYA Page 7 - Laporan keuangan selalu berpegang teguh kepada sudut pandang ekonomi dalam memandang peristiwa-peristiwa yang terjadi bukan kepada sifat formalnya.
Dalam prinsip-prinsip akuntansi indonesia atau ikatan akuntan Indonesia (IAI) secara terperinci menjelaskan tentang sifat dan keterbatasan laporan keuangan yaitu :
- Laporan keuangan bersifat historis, laporan kejadian yang telah lewat karenanya, laporan keuangan tidak dapat dianggap sebagai satu-satunya sumber informasi dalam proses pengambilan keputusan ekonomi.
- Laporan keuangan bersifat umum, dan bukan dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan pihak tertentu.
- Proses penyusunan laporan keuangan tidak luput dari penggunaan taksiran dan berbagai pertimbangan.
- Akuntansi hanya melaporkan informasi yang material. Demikian pula penerapan prinsip akuntansi terhadap suatu fakta atau pos tertentu mungkin tidak dilaksanakan jika hal ini tidak menimbulkan pengaruh yang material terhadap kelayakan laporan keuangan.
- Laporan keuangan bersifat konservatif dalam menghadapi ketidakpastian, bila terhadap beberapa kemungkinan kesimpulan yang tidak mengenai penilaian suatu pos, maka lazimnya dipilih alternatif yang menghasilkan laba bersih atau nilai aktiva yang paling kecil.
- Laporan keuangan lebih menekankan kepada makna ekonomis suatu peristiwa atau transaksi daripada bentuk hukumnya.
- Laporan keuangan disusun dengan menggunakan istilah-istilah teknik, dan pemakai laporan diasumsikan memahami bahasa teknik akuntansi dan sifat dari informasi yang dilaporkan.
- Adanya berbagai alternatif metode akuntansi yang dapat digunakan menimbulkan variasi dalam pengukuran sumber-sumber ekonomis dan tingkat kesuksesan antara perusahaan.
- Informasi yang bersifat kualitatif dan fakta yang tidak dapat dikuantifikasikan umumnya diabaikan (IAI, 1994).
Tidak ada suatu negara maju tanpa pendidikan yang keras
–Jusuf Kalla
BAB 3
Laporan Laba Rugi Komprehensif (Statement of Comprehensive Income)
AULIA NUR LATIFAH DICKY MILANO D III AKUNTANSI
BREGADASATYA Page 8 Laporan Laba Rugi Komprehensif adalah laporan yang mengukur keberhasilan kinerja perusahaan selama periode tertentu. Informasi tentang konerja perusahaan digunakan untuk menilai dan memprediksi jumlah dan waktu atas ketidakpastian arus kas masa depan.
A. Kegunaan
1. Mengevaluasi kinerja masa lalu perusahaan.
2. Sebagai dasar untuk memprediksi kinerja perusahaan di masa depan.
3. Membantu menilai risiko dan ketidakpastian pencapaian arus kas di masa depan.
B. Keterbatasan
1. Perusahaan menghilangkan pendapatan dan beban yang tidak dapat diukur secara tepat/pasti.
2. Pendapatan dipengaruhi oleh metode akuntansi yang digunakan.
3. Pengukuran pendapatan melibatkan pertimbangan dari manajemen.
C. Kualitas Laba
Perusahaan memiliki insentif untuk mengelola pendapatan. Hal ini digunakan untuk memenuhi ekspektasi pasar sehingga harga pasar saham dan kompensasi manajemen akan meningkat. Kualitas laba akan berkurang jika hasil manajemen laba pada informasi kurang bisa memprediksi laba masa depan dan arus kas.
BREGADASATYA Page 9
D. Unsur Laporan Laba Rugi Komprehensif
Unsur dari Laporan Laba Rugi : 1. Penghasilan
Kenaikan manfaat ekonomi selama periode akuntansi dalam bentuk arus masuk atau perangkat tambahan aset atau penurunan kewajiban yang mengakibatkan kenaikan ekuitas, selain yang berkaitan dengan kontribusi dari pemegang saham.
❖ Pendapatan/Revenue
Berasal dari aktivitas operasi utama (normal) perusahaan. Contohnya seperti penjualan dan pendapatan jasa.
❖ Keuntungan/Gain
Transaksi yang mungkin atau mungkin timbul dari aktivitas utama perusahaan yang menghasilkan kenaikan aset atau penurunan kewajiban, seperti pendapatan bunga, keuntungan penjualan aset jangka panjang, dll.
2. Beban
Penurunan manfaat ekonomi selama periode akuntansi dalam bentuk arus keluar atau depresiasi aset atau penambahan kewajiban yang mengakibatkan penurunan ekuitas, selain yang berkaitan dengan distribusi kepada pemegang saham.
❖ Beban/Expense
Berasal dari aktivitas operasi utama (normal) perusahaan. Contohnya seperti beban gaji, depresiasi, dll.
❖ Kerugian/Loss
Transaksi yang mungkin atau mungkin timbul dari aktivitas utama perusahaan yang menghasilkan kenaikan aset atau penurunan kewajiban, seperti kerugian penjualan aset jangka panjang, kerugian biaya restrukturisasi, dll.
Unsur yang lebih rinci dari Laporan Laba Rugi Komprehensif : 1. Sales or Revenue
2. Cost of Goods Sold Gross Profit
3. Selling Expenses
4. Administrative or General Expenses 5. Other Income and Expense
Income from Operations 6. Financing costs
Income before Income Tax 7. Income Tax
Income from Continuing Operations
BREGADASATYA Page 10 8. Discontinued Operations
Net Income
9. Non-Controlling Interest Earnings Per Share
10. Other Comprehensive Income Comprehensive Income
a. Bagian penjualan atau pendapatan (Sales or Revenues)
Menyajikan penjualan, diskon, tunjangan, retur dan informasi terkait lainnya.
Tujuanny dalah untuk memberikan jumlah penjualan atau pendapatan bersih.
b. Bagian harga pokok penjualan (Cost of Good Sold)
Menunjukkan beban-beban barang yang dijual untuk menghasilkan penjualan.
c. Beban Penjualan (Selling Expense)
Melaporkan beban-beban yang dikeluarkan oleh perusahaan sebagai usaha dalam melakukan penjualan. Contohnya seperti sales salaries expense, advertising expense, dll.
d. Beban Administrasi dan Umum (General and Administrative Expense)
Melaporkan beban administrasi umum. Contohnya seperti utilities expense, depreciation building, dll.
e. Pendapatan dan Beban lain-lain (Other Income and Expenses)
Termasuk transaksi lain-lainnya yang tidak dapat dimasukkan ke dalam kategori di atas. Seperti kerugian atau keuntungan penjualan asset, kerusakan asset, dan biaya restrukturisasi sering kali dilaporkan dalam bagian ini. Pendapatan seperti pendapatan sewa, pendapatan dividen, dan pendapatan bunga juga sering kali dilaporkan.
f. Biaya Pendanaan (Financing Cost)
Merupakan bagian terpisah yang mengidentifikasi biaya yang dikeluarkan dalam rangka pendanaan dari perusahaan, disebut juga biaya kepentingan. Contohnya adalah Interest Expense.
g. Pendapatan sebelum dipungut pajak (Income before Income Tax) Merupakan jumlah pendapatan sebelum dipungut pajak penghasilan.
Gross Profit = Sales Reveneus – Cost of Good Sold
BREGADASATYA Page 11 h. Pajak Penghasilan (Incoem Tax)
Pendapatan dari usaha berjalan merupakan hasil perusahaan sebelum laporan keuntungan atau kerugian penghentian usaha. Jika perusahaan tidak memiliki keuntungan atau kerugian ataupun usaha yang dihentikan, maka bagian ini (income tax) tidak dilaporkan dan jumlah di atas (income before tax) akan menjadi pendapatan bersih (net income).
i. Usaha yang dihentikan (Discontinued Operation)
Keuntungan atau kerugian yang menghasilkan akibat adanya penghentian usaha, seperti penjualan aset atau penutupan salah satu cabang perusahaan.
j. Penerimaan bersih (Net Income)
Merupakan hasil bersih kinerja perusahaan dalam suatu kurun waktu.
k. Kepentingan pemegang saham minoritas (Non-Controlling Interest)
Menyajikan alokasi dari pendapatan bersih kepada pemegang saham mayoritas sampai minoritas.
l. Laba per lembar saham (Earnings per Share)
Mengukur laba setiap lembar saham biasa, dengan rumus :
m. Laba Komprehensif lain (Other Comprehensive Income)
Mencakup perubahan ekuitas selama suatu periode, kecuali yang dihasilkan oleh investasi pemilik dan distribusi kepada pemilik, yaitu semua pendapatan dan keuntungan, biaya dan kerugian yang dilaporkan dalam laba bersih, dan semua keuntungan dan kerugian yang memotong laba bersih tetapi memengaruhi ekuitas, seperti unrealized gain/loss.
n. Comprehensive Income
Laba bersih – Dividend saham preferen Jumlah rata-rata saham biasa yang beredar
BREGADASATYA Page 12 Format yang menunjukkan laporan tunggal ( one statement approach ) yaitu ketika menggunakan “net income” dengan “comprehensive income”. Laporan ini kemudian disebut sebagai “Statement of Comprehensive Income”.
Alternatif lain yaitu two statement dengan memisahkan “net income” (nama laporannya Income Statement) dengan “comprehensive income” (nama laporannya Other Comprehensive Income).
Net Income + Other Comprehensive Income
BREGADASATYA Page 13
E. Pelaporan dalam Laporan Laba Rugi
1. Laba Kotor
❖ Dihitung dengan mengurangi harga pokok penjualan dengan hasil penjualan bersih.
BREGADASATYA Page 14
❖ Pengungkapan pendapatan penjualan bersih berguna.
❖ Pendapatan yang tidak biasa atau insidental diungkapkan dalam pendapatan dan beban lainnya.
❖ Analisis dapat lebih mudah memahami dan menilai trend pendapatan dari operasi yang dilanjutkan.
2. Pendapatan Usaha
❖ Tercermin dari laba kotor dikurangi biaya penjualan dan administrasi serta pendapatan dan pengeluaran.
❖ Menyoroti pengaruhi kegiatan bisnis biasa
❖ Digunakan untuk memprediksi jumlah, waktu, dan ketidakpastian arus kas masa depan.
F. Accounting Changes and Error
Situasi Keterangan Contoh
Penempatan dalam Laporan Laba Rugi Komprehensif Perubahan
dalam Prinsip Akuntansi
Berubah dari salah satu prinsip dalam GAAP ke prinsip lainnya
Perubahan metode
persediaan dari FIFO ke
Average Cost
Menyusun ulang Laporan Laba Rugi Komprehensif tahun sebelumnya atas dasar yang sama dengan prinsip yang baru diadopsi
Perubahan Estimasi
Normal, adanya koreksi berulang dan
penyesuaia n
Perubahan estimasi piutang tak tertagih dan estimasi masa manfaat dan nilai residu dari aset tetap
Menunjukkan perubahan hanya di akun yang
terpengaruh (tidak ditunjukkan setelah dikurangi pajak) dan pengungkapan sifat perubahannya Perbaikan
Kesalahan
Kesalahan, penyalahgu naan fakta
Kesalahan dalam melaporkan income dan expenses
Menyatakan kembali laba tahun
sebelumnya untuk memperbaiki kesalahan.
BREGADASATYA Page 15
G. Retained Earnings Statement
Retained earnings dapat dipengaruhi oleh hal-hal berikut.
Bertambah Berkurang
❖ Laba Bersih
❖ Perubahan dalam Prinsip Akuntansi
❖ Penyesuaian Periode Sebelumnya
❖ Rugi Bersih
❖ Dividen
❖ Perubahan dalam Prinsip Akuntansi
❖ Penyesuaian Periode Sebelumnya
Perusahaan sering membatasi laba ditahan untuk mematuhi persyaratan kontrak, kebijakan dewan direksi, atau kebutuhan saat ini. Umumnya, perusahaan mengungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan jumlah saldo laba yang dibatasi penggunaannya. Di beberapa kasus, perusahaan mentransfer jumlah laba ditahan terbatas pada akun berjudul Penghasilan Ditangguhkan Ditentukan. Bagian laba ditahan karenanya dapat melaporkan dua jumlah terpisah: (1) laba ditahan gratis (tidak dibatasi) dan (2) laba ditahan disesuaikan (dibatasi). Total dari dua jumlah ini sama dengan total yang ditahan pendapatan.
H.
Comprehensive Income Statement
Semua perubahan ekuitas selama periode kecuali yang dihasilkan dari investasi oleh pemilik dan distribusi kepada pemilik.
Termasuk:
• Semua pendapatan dan keuntungan, biaya dan kerugian yang dilaporkan dalam laba bersih, dan
• Semua keuntungan dan kerugian yang memotong laba bersih tapi mempengaruhi ekuitas.
Konsep :
BREGADASATYA Page 16 1. One Statement Approach
2. Two Statement Approach
I. Laporan Perubahan Ekuitas ( Statement of Change in Equity )
Selain pendapatan komprehensif diperlukan laporan perubahan ekuitas yang umumnya terdiri dari Share Capital-Ordinary, Share Premium-Ordinary, Retained Earnings, dan Accumulated balance in other comprehensive income.
Diperlukan sebagai tambahan dari Statement of Comprehensive Income
❖ Accumulated Other Comprehensive Income dalam periode tersebut.
❖ Kontribusi (penerbit saham) dan distribusi (dividen) kepada pemilik.
❖
❖
BREGADASATYA Page 17
❖ Rekonsiliasi nilai tercatat masing-masing komponen ekuitas dari awal sampai akhir periode.
BAB 4
PIUTANG
D III AKUNTANSI KEVIN USTMANY PRASETYO (2-05) DAN ABYADH -
AKUNTANSI KEUANGAN MENENGAH I
BREGADASATYA Page 1
A.
PENGERTIAN PIUTANG
Istilah piutang mengacu pada sejumlah tagihan yang akan diterima oleh perusahaan dari pihak lain, baik sebagai akibat penyerahan barang dan jasa secara kredit memberikan pinjama , atau sebagai akibat kelebihan pembayaran kas kepada pihak lain piutang dapat dikelompokkan menjadi:
Piutang dagang
Yaitu jumlah yang akan ditagih dari pelanggan sebagian akibat pejualan barang atau jasa secara kredit. Piutang usaha biasanyaa diperkirakan akan dapat ditagih dalam jangka waktu yang relatif pedek, biasanya dalam waktu 30 hingga 60 hari. Piutang usaha diklasifikasikan dalam neraca sebagai aktiva lancar.
Piutang wesel
Piutang wesel adalah suatu piutang pada pihak lain, disertai dengan janji tertulis bahwa yang mempunyai hutang akan membayar pada tanggal tertentu. Jangka waktu pada piutang wesel pada umumnya paling sedikit 60 hari. Piutang wesel diklasifikasikan dalam neraca sebagai aktiva lancar atau tidak lancar.
Perbedaan masing-masing jenis piutang : Piutang dagang Piutang wesel Jangka waktu kurang
dari 1 tahun 2/10, n/30
Jangka waktu bermacam-macam tetapi pada umumnya paling sedikit 60 hari
Dimasukkan dalam aktiva lancar
Bagian yang jatuh temponya dalam waktu 1 tahun diperlakukan sebagai aktiva lancar, sedangkan yang lebih dari satu tahun piutang jangka panjang
Berkaitan dengan operasi utama perusahaan sehingga harus dapat ditagih
Mensyaratkan adanya jaminan sehingga jika saat jatuh tempo tidak dapat melunasi maka jaminan tersebut dapat dijual
1. PIUTANG DAGANG
Hal-hal yang berkaitan dengan piutang dagang adalah :
Pengakuan Piutang
Pengukuran
Penilaian
AKUNTANSI KEUANGAN MENENGAH I
Page 2
Penyajian
a. Pengakuan Piutang Dagang
Piutang dagang diakui/dicatat pada saat :
a. Perusahaan memperoleh piutang dagang tersebut melalui adanya penjualan kredit.
b. Terjadinya retur dan potongan penjualan.
c. Adanya pelunasan.
Atau piutang dapat diakui atau dicatat tergantung pada syarat penyerahan barang melalui:
1. FOB Shipping point
Jika perusahaan menggunakan FOB Shapping Point, dalam syarat penyerahan barang maka piutang diakui/dicatat pada saat terjadinya transaksi.
2. FOB Destination
Jika perusahaan menggunakan FOB Destination, maka piutang diakuiatau dicatat pada saat barang sudah sampai ketempat pembeli.
Contoh: tanggal 1 oktober dijual barang secara kredit seharga 10.000.000, barang baru sampai ke pembeli tanggal 7 oktober.
FOB Shipping Point
1/10 Piutang Dagang 10.000.000 Penjualan
10.000.000
FOB Destination
7/10 Piutang Dagang 10.000.000 Penjualan 10.000.0000
b. Pengukuran Piutang Dagang
Dalam hal pengukuran piutang usaha yang dipertanyakan adalah berapa yang akan diakui ?
Tergantung pada ada tidaknya diskon menurut PSAK ada 2 methode pengukuran piutang :
1.Metode kotor
Piutang diakui atau dicatat sebesar nilai faktur.
2.Metode bersih
Piutang diakui atau dicatat sebesar harga faktur dikurangi diskon.
AKUNTANSI KEUANGAN MENENGAH I
BREGADASATYA Page 3
Contoh: pada tanggal 1 oktober diskon 2% atas penjualan barang sebesar RP.10.000.000.
-Metode kotor
1/10 Piutang Dagang 10.000.000 Penjualan 10.000.000 -metode bersih
1/10 Piutang Dagang 9.880.000
Penjualan 9.880.000 Diperoleh dari : 2/100 x 10.000.000= 200.000 10.000.000-200.000= 9.880.000 c. Penilaian Piutang Dagang
Piutang disajikan dalam neraca sebesar piutang yang dapat ditagih.
Menurut Prinsip Akuntansi Indonesia piutang dagang harus dicatat dan dilaporkan dalam neraca sebesar nilai kas bersih (neto) yang bisa direalisasikan yaitu jumlah piutang setelah dikurangi Cadangan Kerugian Piutang Tak Tertagih (CKP) .
Contoh penyajian di neraca : Aktiva Lancar
Piutang dagang Rp.
10.000.000
(-) Cadangan kerugian piutang (CKP) Rp. 1.000.000 -
Nilai realisasi
bersih Rp. 9.000.000 Faktor-faktor piutang menjadi tak tertagih:
1. Langganan bangkrut
2. Langganan meninggal dunia
3. Langganan pindah alamat tanpa pemberitahuan
d. Metode Piutang Tak Tertagih
Ada 2 metode yang terdapat dalam piutang tak tertagih:
1. Metode penghapusan langsung
Adalah metode penghapusan piutang langsung dihapus dari saldo piutang perusahaan jika piutang tersebut telah benar-benar tidak dapat ditagih setelah dilakukan upaya-upaya penagihan. Dalam metode ini perusahaan tidak perlu melakukan taksiran atas kerugian piutang sehingga rekening cadangan kerugian piutang tidak digunakan.
Apabila suatu piutang diyakini tidak dapat ditagih lagi, maka kerugian atas piutang
AKUNTANSI KEUANGAN MENENGAH I
Page 4 tersebut langsung didebetkan ke dalam rekening kerugian piutang dan mengkredit rekening piutang dagang. Jika perusahaan piutangnya sudah pasti tak tertagih maka dapat dihapus.
Penghapusan piutang Jika piutang usaha dikembalika Pada saat ahli waris membayarkan
B. Piutang tak tertagih xxx
Piutang Usaha xxx
Piutang Usaha xxx
B. Piutang tak tertagih xxx
Kas xxx
PiutangUsaha xxx
2. Metode penyisihan piutang tak tertagih
Adalah metode yang digunakan oleh suatu perusahaan yang menyisihkan piutang dagangnya sebagai cadangan piutang ragu-ragu atau cadangan piutang tak tertagih (Allowance for bad debts/provisions for doubtful accounts). Pembahasan dalam metode penyisihan piutang yaitu:
a. Berdasarkan presentase (%) dari total penjualan kredit
2014 total penjualan kredit RP. 10.000.000 dengan presentase 1%.
1% x 10.000.000= 100.000
B. Piutang tak tertagih 100.000
Penyisihan Piutang tak tertagih 100.000
b. Berdasarkan presentase (%) dari saldo piutang
Saldo piutang usaha RP. 500.000 dengan presentase 2%.
2% x 500.000= 10.000
B. piutang tak tertagih 10.000
Penyisihan piutang tak tertagih 10.000 c.Analisis umur piutang
o Buat daftar langganan, kelompokkan berdasarkan umur
o Tentukan presentase (%) kerugian
o Kalika presentase(%) kerugian piutang dengan saldo piutang
2. PIUTANG WESEL
Akuntansi untuk mencatat piutang wesel dibagi tiga yaitu : A. Pengakuan piutang wesel
B. Penilaian piutang wesel/ pelunasan piutang wesel
AKUNTANSI KEUANGAN MENENGAH I
BREGADASATYA Page 5
C. pelimpahan / pengalihan/pendiskontoan piutang wesel.
a. Pengakuan piutang wesel
Pengertian piutang wesel adalah piutang atau tagihan yang timbul dari penjualan barang atau jasa secara tertulis, disertai dengan janji tertulis . Piutang wesel mempunyai kekuatan hukum yang lebih mengikat karena disertai janji tertulis berupa surat wesel. Surat wesel dan surat promes adalah istilah untuk perjanjian tertulis dalam jual beli barang atau jasa secara kredit. Surat wesel adalah surat perintah yang dibuat oleh kreditur yang ditujukan kepada debitur untuk membayar sejumlah uang tertentu pada tanggal tertentu sebagaimana disebutkan dalam surat wesel tersebut. Surat promes = surat kesanggupan untuk membayar sejumlah uang tertentu pada tanggal tertentu sebagaimana disebutkan dalam surat promes tersebut.
Penarik wesel akan menerima sejumlah uang yang disebutkan dalam surat wesel tersebut dari debitur ( pihak yang tertarik wesel ) pada tanggal yang telah ditentukan dalam surat wesel tersebut ( tanggal jatuh tempo wesel). Penandatananan / persetujuan dari debitur terhadap surat wesel yang bersangkutan disebut = AKSEPTASI.
Kedua surat tersebut bagi pemegang wesel dan promes merupakan piutang dan dicatat dalam rekening piutang wesel sedangkan bagi pihak yang berkewajiban membayar merupakan utang dan dicatat dalam utang wesel.
Perbedaan Wesel dan Promes :
Wesel Promes
a. wesel adalah surat perintah untuk membayar
a. promes adalah surat janji untuk membayar
b. penarik dan yang berkepentingan terdiri dari dua pihak
b. penarik dan pihak yang berkepentingan berada di satu tangan
c. yang membuat adalah pihak yang mempunyai piutang
c. yang membuat adalah pihak yang berutang
d. memerlukan akseptasi d. tidak memerlukan akseptasi
b. Penilaian wesel Tagih
a. Pada saat timbulnya wesel tagih
Piutang wesel timbul karena adanya : 1. penjualan kredit
2. pemberian pinjaman
AKUNTANSI KEUANGAN MENENGAH I
Page 6 3. perubahan dari piutang menjadi piutang wesel
Penjualan Kredit Pemberian Pinjaman Piutang menjadi piutang wesel
Piutang wesel xx Penjualan xx
Piutang wesel xx Kas xx
Piutang wesel xx Piutang dagang xx
- Menurut timbulnya wesel dikelompokkan menjadi 2 yaitu:
1. Wesel timbul secara langsung (timbul pada saat terjadinya transaksi)
2. Wesel timbul secara tidak langsung ( timbul pada beberapa hari kemudian sejak
terjadinya transaksi)
Contoh: Tanggal 1 januari dijual baranng dagang dengan harga 10.000.000 atas penjualan tersebut diterima 1 lembar wesel. Pada 5 januari atas penjualan tersebut diterima 1 lembar wesel.
1/1
Wesel tagih 10.000.000 Penjualan 10.000.000
1/1
Piutang usaha 10.000.000 Penjualan 10.000.000
1/5
Wesel tagih 10.000.000 Piutang usaha 10.000.000
Karakteristik wesel tagih:
a. Nominal
b. Tanggal pembuat wesel
c. Bunga
d. Tanggal jatuh tempo
e. Nilai jatuh tempo
f. Jangka waktu
Penentuan tanggal jatuh tempo:
1. Wesel tagih dinyatakan dalam hari
2. Wesel tagih dinyatakan dalam bulan
Contoh: tanggal pembuatan wesel 25 Oktober, jangka waktu 90 hari. Berapa tanggal jatuh tempo?
AKUNTANSI KEUANGAN MENENGAH I
BREGADASATYA Page 7
Oktober 31-25 : 6 November : 30 Desember : 31 Januari : 23+
: 90 hari
Jadi tanggal jatuh tempo yaitu pada tanggal 23 januari
Contoh: tanggal pembuatan wesel 20 Oktober, jangka waktu 3 bulan. Berapa tanggal jatuh tempo?
20 0ktober : 1 20 november : 1 20 desember : 1 + : 3 bulan
Jadi bulan jatuh temponya jatuh pada 20 desember.
Jenis piutang wesel :
1. Piutang wesel tidak berbunga = piutang wesel yang tidak membebani bunga kepada pihak debitur, pada tanggal jatuh tempo jumlah uang yang diterima oleh pemegang wesel adalah sebesar nilai nominal ( nilai yang dinyatakan dalam surat wesel ). Atau yang sering disebut dengan NN.
2. piutang wesel berbunga = jumlah uang yang diterima oleh pemegang wesel / promes pada tanggal jatuh tempo adalah sebesar nilai nominal ditambah dengan bunga . Bunga piutang wesel biasanya dinyatakan dalam prosentase ( % ) dari nilai nominal piutang wesel. Atau yang sering disebut dengan NN + bunga.
Rumus bunga: p x r x t Keterangan : p: nilai nominal r : tingkat bunga t : jangka waktu,
contoh soal: tanggal pembuatan wesel 1 maret, Nilai Nominal: 2.000.000, bunga: 12%, jangka waktu: 90 hari.
Ditanya: a. Tanggal jatuh tempo?
a. Bunga?
b.Nilai jatuh tempo?
Jawab:
a. Tanggal jatuh tempo: 1 Maret 31-1: 30
April : 30
AKUNTANSI KEUANGAN MENENGAH I
Page 8
Mei : 30+
: 90 hari
Jadi tanggal jatuh tempo jatuh pada tanggal 30 mei.
b. bunga: p x r x t
: 2.000.000 x 12/100 x 90/360: 60.000
c. nilai jatuh tempo: NN + bunga
: 2.000.000 + 60.000 : 2.060.000
Jurnal:
1 Maret: wesel tagih 2.000.000 Piutang usaha 2.000.000 30 Mei: kas 2.060.000
wesel tagih 2.000.000 Piutang usaha 60.000 c.Pendiskontoan piutang wesel
Apabila perusahaan memerlukan uang dengan cepat maka wesel tagih tersebut dapat di diskontokan ke Bank. Wesel tagih pada umumnya bersifat Negotiable artinya dapat diperdagangkan yakni sebelum tanggal jatuh tempo wesel tersebut dapat dijual.
Menjual wesel sebelum tanggal jatuh tempo disebut “mendiskontokan wesel”
Pendiskontoan piutang wesel pada umumnya nilainya lebih rendah dari nilai jatuh temponya.
Langkah – Langkah Dalam Akuntansi Pendiskontoan Wesel Tagih :
- Hitung nilai jatuh tempo dari wesel (nilai nominal ditambah bunga sampai jatuh tempo).
- Hitung diskonto (tingkat diskonto bank dikalikan nilai jatuh tempo dikalikan jangka waktu sampai jatuh tempo).
- Hitunglah hasil-hasil (nilai jatuh tempo dikurangi diskonto bank).
- Hitunglah nilai buku tercatat dari wesel tersebut (nilai nominal ditambah bunga yang akan diterima sampai tanggal pendiskontoan).
- Hitunglah keuntungan atau kerugian, jika merupakan penjualan, atau pendapatan atau beban bunga. Jika merupakan peminjaman (hasil dikurangi nilai buku tercatat).
- Catatlah ayat jurnal.
Perhitungannya adalah:
· penerimaan: Nilai jatuh tempo – diskonto
· diskonto: Nilai jatuh tempo x % diskonto x periode diskonto
AKUNTANSI KEUANGAN MENENGAH I
BREGADASATYA Page 9
Contoh:
Tanggal pembuatan wesel: 10 April Jangka waktu: 60 hari
Nilai Nominal: 1.000.000 Bunga: 12 %
Tanggal 20 mei wesel tersebut di diskontokan ke Bank dengan tarif diskonto 14%.
Hitunglah:
a. Tanggal jatuh tempo?
b. Bunga?
c. Nilai jatuh tempo?
d. Periode diskonto?
e. Penerimaan?
Jawab:
a.Tanggal jatuh tempo:
April 30-10: 20 Mei : 31 Juni : 9 + : 60 hari
Jad tanggal jatuh tempo jatuh pada tanggal 9 Juni.
b.Bunga: 1.000.000 x 12/100 x60/360: 20.000 c.NJT: 1.000.000 + 20.000: 1.020.000
d. Periode diskonto: dari tanggal pendiskontoan wesel ke tanggal jatuh tempo.
Periode diskonto : 20/5 - 9/6: 20 hari.
: 1.020.000 x 14/100 x 20/360: 7. 933 e. Penerimaan: 1.020.000 – 7.933: 1.012.000
Jurnal:
Kas 1.012.000
Wesel tagih 1.000.000 Pendapatan bunga 12.000
AKUNTANSI KEUANGAN MENENGAH I
Page 10
• Analisis Impairment atas Piutang
Berdasarkan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 55 (revisi 2014) dapat disimpulkan bahwa selama 3 (tiga ) tahun terakhir telah terjadi penurunan nilai piutang sesuai dengan standar yang berlaku. Karena PT. Putra Karangetang nilai piutangnya terjadi penurunan nilai pertahun maka hal itu akan baik bagi perusahaan.
1. Penyajian, PT. Putra Karangetang sudah melakukan cara apa yang harus dipakai perusahaan dalam penyajikan piutang di laporan posisi keuangan. Perusahaan melakukan cara penyajikan piutang pembiayaan dan cadangan penurunan nilai piutang pada laporan posisi keuangan.
2. Pengakuan, PT. Putra Karangetang mengakui aset keuangan atau liabilitas keuangan dalam laporan posisi keuangan. Perusahaan melakukan penilaian setiap tanggal neraca untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya penurunan nilai yang timbul atas aset keuangan.
3. Pengukuran, Dalam proses estimasi penurunan nilai mempertimbangkan eksposur pinjaman yang diberikan dan bukan hanya yang berkualitas rendah. Jurnal Riset Akuntansi Going Concern 12(2), 2017, 1091-1101 1101 Metode yang dipakai untuk pengukuran pencatatan penurunan nilai adalah metode pencadangan dan asumsi yang digunakan dalam estimasi aset dimasa depan akan dikaji ulang secara berkala untuk mengurangi jumlah kerugian. Untuk proses penyajian, pengakuan, pengukuran telah sesuai dengan PSAK 50 & 55 (revisi 2014).
Factoring (penjualan piutang)
Anjak piutang (bahasa Inggris: factoring) adalah suatu transaksi keuangan sewaktu suatu perusahaan menjual piutangnya (misalnya tagihan) dengan memberikan suatu diskon. Ada tiga perbedaan antara anjak piutang dan pinjaman bank. Pertama, anjak piutang adalah pada nilai piutang, bukan kelayakan kredit perusahaan. Kedua, anjak piutang bukanlah suatu pinjaman, melainkan pembelian suatu aset (piutang). Terakhir, pinjaman bank melibatkan dua pihak, sedangkan anjak piutang melibatkan tiga pihak.
Tiga pihak yang terlibat dalam anjak piutang adalah penjual, debitur, dan pihak yang membiayai (factor). Penjual adalah pihak yang memiliki piutang (biasanya untuk layanan yang diberikan atau barang yang dijual) dari pihak kedua, debitur. Penjual selanjutnya menjual satu atau lebih tagihannya dengan potongan atau diskon ke pihak ketiga, suatu lembaga keuangan khusus untuk mendapatkan uang dalam bentuk kas.
Debitur akan membayar langsung ke perusahaan pembiayaan dengan jumlah penuh sesuai nilai tagihan.
Manfaat Anjak Piutang adalah:
Menurunkan biaya produksi
Memberikan fasilitas pembayaran di muka
Meningkatkan daya saing perusahaan klien
Meningkatkan kemampuan perusahaan klien memperoleh laba
Menghindari kerugian karena kredit macet
Mempercepat proses ekonomi
AKUNTANSI KEUANGAN MENENGAH I
BREGADASATYA Page 11
You are braver than you believe
Stranger than you seem
And smarter than you think
BREGADASATYA Page 7
BAB 5
LIABILITIES
NAUVAL AKMAL DAN GIADI PUTRA ORYZA MILENIA
AKUNTANSI KEUANGAN MENENGAH I
BREGADASATYA Page 8
LIABILITAS LANCAR, PROVISI, DAN KONTINJENSI
1. Definisi LiabiltasLiabilitas adalah kewajiban(obligation) saat ini dari dari perusahaan yang timbul dari peristiwa masa lalu, pelunasannya menyebabkan aliran keluar atas sumber daya perusahaan . Jenis Liabilitas Lancar
a. Account Payable b. Notes Payable
c. Current maturities of long-term debt
d. Short-term obligations expected to be refinanced e. Dividends Payable
f. Customer advances and deposits g. Unearned revenues
h. Sales And value-added taxes payable i. Income taxes payable
j. Employee-related liabilities
2. Provisi
Provisi adalah biaya balas jasa ke bank karena disetujuinya pinjaman
UTANG
LIABILITAS LANCAR
PROVISI KONTIJNSI
AKUNTANSI KEUANGAN MENENGAH I
BREGADASATYA Page 9
3. Kontijensi
Suatu keadaan yang masih diliputi oleh ketidakpastian mengenai kemungkinan diperolehnya Laba atau rugi oleh suatu perusahaan, yang baru akan terselaikan dengan terjadi atau tidak terjadinya satu atau lebih peristiwa di masa yang akan datang.
A. Klasifikasi Liabilitas
1. Utang jangka pendekliabilitas yang dapat diharapkan untuk dilunasi dalam jangka pendek (satu tahun atau kurang). Biasanya terdiri dari utang pembayaran (hutang dagang, gaji, pajak, dan sebagainya), pendapatan ditangguhkan, bagian dari utang jangka panjang yang jatuh tempo dalam tahun berjalan, obligasi jangka pendek (misalnya dari pembelian peralatan), dan lain-lain.
2. Utang jangka panjang
liabilitas yang penyelesaiannya melebihi satu periode akuntansi (lebih dari satu tahun). Biasanya terdiri dari utang jangka panjang, obligasi pensiun, dan lain-lain.
B. Jenis-jenis Utang Jangka Pendek
1. Utang DagangUtang dagang adalah utang terkait dengan kegiatan utama entitas. Utang dagang timbul saat entitas melakukan pembelian kepada pemasok secara kredit. Pembelian secara tunai dilakukan jika pemasok tidak membolehkan membeli secara kredit atau membeli secara tunai dimana secara eknomis lkebih murah dibandingkan membeli secara kredit. Pembelian kredit sering dituliskan dalam term : 2/10, n/60 FOB Shipping Point artinya pembelian akan diberikan diskon 2% jika dilunasi sampai dengan 10 hari, utang jatuh tempo dalam waktu 60 hari dan titik pengakuan digudang penjual. Untuk pembelian dengan syarat pembelian FOB Shipping Point (franko gudang penjual) maka titik pengakuan pembelian gudang penjual. FOB Destination Point (franko gudang pembeli) titik pengakuan digudang pembeli, utang diakui saat barang telah diterima oleh pembeli, selama dalam perjalanan barang ini merupakan barang pembeli. Resiko dalam penjalanan akan menjadi pihak pembeli atau penjual tergantung persyaratan jual belinya, jika imbalan hasil diskon lebih besar dibandingkan dengan imbalan hasil investasi maka entitas harsnya mengambil diskon ini.
Diskon penjualan 2/10, n/30 setara dengan bunga( 100%-2%)/100% x 360/(30- 10 = 17,64%. Dengan cara perhitungan yang sama term perjanjian 2/15, n/45 sama dengan 11,76% perjanjian kredit 3/10, n/45 sama dengan 9,98%.
2. Wesel Bayar
Wesel bayar atau sering disebut sebagai notes atau promissory notes. Wesel bayar merupakan janji dari pihak penarik wesel untuk membayarkan sejumlah nilai
AKUNTANSI KEUANGAN MENENGAH I
BREGADASATYA Page 10
tertentu di masa mendatang. Wesel bayar biasanya berbunga, jika tidak berbunga maka wesel akan dijual dengan diskon. Nilai diskon mencerminkan bunga dibayar di muka.
Dokumen transaksi wesel adalah surat wesel atau promissory notes, sedangkan bukti transaksi utang bank adalah dokumen kredit bank. Jika dalam penerbitan wesel bayar, pihak penerbit mengeluarkan biaya transaksi maka biaya transaksi tersebut akan diperhitungkan menambah biaya bunga sehingga bunga efektif wesel akan menurun.
3. Utang Jangka Panjang yang Jatuh Tempo Pada Periode Berjalan
Liabilitas jangka panjang yang akan jatuh tempo dalam jangka waktu 12 bulan setelah periode pelaporan, diklasifikasikan dalam jangka pendek meskipun :
a. Kesepakatan awal perjanjian pinjaman untuk jangka waktu lebih dari 12 bulan
b. Perjanjian untuk pembiayaan kembali,atau pendjadwalan kembali pembayaran,atas dasar jangka panjang telah diselesaikan setelah periode pelaporan dan sebelum tanggal penyelesaian laporan keuangan untuk tidak mensyaratkan pembayaran sebagai konsekuensi atas pelanggaran tersebut.
Entitas mengklasifikasi liabilitas tersebut sebagai liabilitas jangka pendek karena pada akhir periode pelaporan entitas tidak memiliki hak untuk menunda penyelesaian liabilitas tersebut dalam jangka waktu sekurang-kurangnya 12 bulan setelah tanggal pelaporan.
Perubahan perjanjian kredit dapat terjadi juga untuk liabilitas jangka pendek.Utang bank jangka pendek misalnya dapat saja dilakukan pendanaan kembali (refinancing) dengan menggunakan utang bank jangka panjang.
Jika entitas melakukan usaha untuk memperpanjang liabilititas jangka panjang yang akan jatuh tempo atau melakukan pendanaan liabilitas jangka pendek menjadi liabilitas jangka panjang,namun dilakukan antara akhir periode pelaporan dan tanggal penyelesaian pelaporan keuangan, maka peristiwa tersebut diungkapkan dengan peristiwa yang tidak memerlukan penyesuaian (non-adjusting events) sesuai dengan PSAK 8 (Revisi 2009) Peristiwa Setelah Periode Pelaporan antara lain :
a. Pembiayaan kembali berbasis jangka panjang
b. Perbaikan pelanggaran perjanjian pinjaman jangka panjang
c. Pemberian tenggang waktu pembayaran oleh pemberi pinjaman untuk memperbaiki pelanggaran perjanjian pinjaman jangka panjang yang berakhir sekurang-kurangnya 12 bulan setelah periode pelaporan.
Jangan pernah lelah dan kalah -Mr Habibi
AKUNTANSI KEUANGAN MENENGAH I
BREGADASATYA Page 11
PROVISI (Provisions) Definisi
Provisi adalah kewajiban yang belum pasti nilai dan waktunya.
Dapat dilaporkan sebagai kewajiban lancar atau tidak lancar liability.
Contoh:
► Kewajiban yang terkait dengan litigasi.
► Garansi penjualan produk.
► Restrukturisasi perusahaan.
► Kerusakan lingkungan.
Recognition of Provision
Perusahaan bertambah beban dan kewajiban terkait ketentuan hanya jika tiga kondisi berikut ini terpenuhi:
1. Warrantees atau jaminan produk (garansi).
2. Kemungkinan bahwa aliran keluar sumber daya akan diperlukan untuk menyelesaikan kewajiban; dan
3. Perkiraan yang dapat diandalkan dapat dibuat.
Recognition Criteria
Sebuah perusahaan memiliki sebuah kewajiban (legal atau konstruktif) sebagai hasil peristiwa masa lalu.
Kemungkinan besar (probable) diperlukan arus keluar sumber daya untuk melunasi kewajiban tersebut.
Estimasi reliabel dapat dibuat untuk mengetahui nilai kewajiban tersebut.
Bagaimana perusahaan melaporkan jumlah provisi?
IFRS:
o Jumlah yang diakui harus estimasi terbaik dari pengeluaran yang diperlukan untuk menyelesaikan kewajiban kini.
o Estimasi terbaik mewakili jumlah yang perusahaan akan bayar untuk menyelesaikan kewajiban pada tanggal laporan posisi keuangan.
Common Types of Provisions
1) Lawsuits 2) Warranties 3) Premiums 4) Environmental 5) Onerous contracts
AKUNTANSI KEUANGAN MENENGAH I
BREGADASATYA Page 12
6)
Restructuring Warranty ProvisionsJanji yang dibuat oleh penjual kepada pembeli untuk memastikan bahwa kuantitasnya memadai, kualitasnya baik, dan kinerjanya produk baik.
Jika kemungkinan besar (probable) bahwa pelanggan akan melakukan klaim garansi dan perusahaan dapat secara layak (reasonably)
mengestimasi kos yang akan terjadi, perusahaan harus mencatatnya sebagai biaya.
Two basic methods of accounting for warranty costs:
Cash-Basis method Biaya garansi telah terjadi:
o Tidak mungkin kewajiban telah terjadi
o Pelanggan tidak dapat mengestimasikan jumlah liability Accrual-Basis method
► Biaya garansi untuk operating exepense berlaku pada ahun berjalan
► Metode yang digunakan sudah berlaku umum
► Referred to as the expense warranty approach.
BE13-13: Streep Factory memberikan garansi 2 tahun untuk produk yang dijual tahun 2010. pada tahun tersebut, Streep mengeluarkan biaya servis sebesar
$70,000 untuk klaim garansi. Pada akhir tahun, Streep menaksir akan ada tambahan pengeluaran sebesar $400,000 di tahun mendatang terkait penjualan produk tahun 2010.
2010 Biaya Garansi 70,000
Kas 70,000
12/31/10 Biaya Garansi 400,000
Utang Garansi 400,000
PT MNO menjual produk dengan garansi tiga bulan. Berdasarkan pengalaman, produk tersebut rata-rata memerlukan biaya garansi sebesar Rp200.000 per unit, dan jumlah produk yang diklaim garansinya setiap tahun rata-rata 30% dari jumlah unit yang terjual.
Keterangan 2005 2006
Penjualan (harga jual @ Rp 1.000.000,00) Pengeluaran biaya garansi untuk
- Penjualan 2005 - Penjualan 2006
500 unit 130 unit -
600 unit 20 unit 155 unit Pertanyaan: Buatlah jurnal untuk mencatat transaksi penjualan, pengeluaran biaya garansi, dan utang garansi untuk tahun 2005 dan 2006
AKUNTANSI KEUANGAN MENENGAH I
BREGADASATYA Page 13
Solusi:
Expense Warranty Treatment
2005 Piutang Dagang 500.000.000
Penjualan 500.000.000
Biaya Garansi 26.000.000
Kas/Persediaan SC 26.000.000
Des. 31 Biaya Garansi 4.000.000
Utang Garansi 4.000.000
2006 Piutang Dagang 600.000.000
Penjualan 600.000.000
Utang Garansi 4.000.000
Kas/Persediaan SC 4.000.000
Biaya Garansi 31.000.000
Kas/Persediaan SC 31.000.000
Des. 31 Biaya Garansi 5.000.000
Utang Garansi 5.000.000
Premiums and Coupons (Provisi Hadiah)
Perusahaan harus membebankan kos premi dan kupon menjadi biaya dalam periode terjadinya
Akuntansi:
Estimasi jumlah premi yang diperkirakan akan dimanfaatkan oleh para pelanggan.
Bebankan kos premi ke Biaya Premi dan kredit Utang Premi.
Dalam tahun 2005 PT NOP memutuskan untuk memberikan hadiah berupa sabun mandi kepada konsumennya. Untuk itu setiap pembelian satu unit produk, pembeli akan mendapat satu lembar kupon hadiah. Setiap 5 lembar kupon dapat ditukar dengan satu buah sabun mandi. Informasi transaksi yang terjadi selama tahun 2005 adalah:
- Dijual 100.000 unit produk dengan harga Rp50.000/unit.
- Dibeli 10.000 buah sabun mandi dengan harga Rp2.000/buah.
- Diterima 40.000 lembar kupon untuk ditukar dengan sabun mandi.
Perusahaan memperkirakan 60% dari kupon yang diberikan akan ditukarkan dengan sabun mandi.
Penj. Piutang Dagang 5.000.000.000
Penjualan 5.000.000.000
Pemb. Persediaan Hadiah 20.000.000
Kas 20.000.000
AKUNTANSI KEUANGAN MENENGAH I
BREGADASATYA Page 14
Biaya Hadiah 16.000.000
Persediaan Hadiah 16.000.000
Des. 31 Biaya Hadiah 8.000.000
Utang Hadiah 8.000.000
Illustration:
Fluffy Cakemix Company menawarkan kepada pelanggannya sebuah panci sebagai penukar 25 sen dan 10 tutup kotak. Harga beli panci per unit adalah 75 sen dan perusahaan mengestimasi bahwa pelanggan akan menukarkan sebanyak 60 persen dari jumlah tutup yang beredar. Penawaran ini mulai bulan Juni 2011 dan dicatat dalam jurnal di bawah. Perusahaan mencatat pembelian 20,000 panci sebagai berikut.
Persediaan Premi Panci 15,000
Kas 15,000
$20,000 x .75 = $15,000 Illustration:
Mencatat penjualan 300,000 box produk 300,000 x .80 = $240,000
Kas 240,000
Penjualan 240,000
Perusahaan mencatat penukaran 60,000 tutup kotak, menerima 25 sen per 10 tutup kotak, dan mengirimkan panci.
Kas [(60,000 / 10) x $0.25] 1,500
Biaya Premi 3,000
Presediaan Premi Panci 4,500
(60,000 / 10) x $0.75 = $4,500 Illustration:
Akhir periode, perusahaan membuat penyesuaian untuk mengakui dan mencatat utang premi:
Biaya Premi 6,000
Utang Premi 6,000
AKUNTANSI KEUANGAN MENENGAH I
BREGADASATYA Page 15
Perusahaan harus memberikan pembandingan saldo awal dan saldo akhir untuk setiap kelompok utama provisi, mengidentifikasi apa penyebabnya perubahan selama periode tersebut.
Selain itu,
Provisi harus diuraikan dan ekspektasi waktu pembayaran harus diungkapkan.
Disclosure tentang ketidakpastian yang berhubungan dengan arus keluar ekspektasian (expected outflows ) dan pembayaran ulang ekspektasian (expected reimbursement) harus dibuat.
Kontingen kewajiban tidak diakui dalam laporan keuangan karena mereka
Possible obligation (belum dikonfirmasi),
Kewajiban sekarang yang sangat tidak mungkin bahwa pembayaran akan dilakukan, atau
Kewajiban sekarang yang dapat diandalkan perkiraan kewajiban tidak dapat dilakukan.
Aset kontingen adalah aset yang tersedia yang timbul dari peristiwa masa lalu dan yang keberadaannya akan dikonfirmasikan oleh kejadian atau bebas terjadinya peristiwa masa depan tidak pasti tidak sepenuhnya dalam kendali perusahaan.
Aset-aset kontingen:
1. penerimaan uang dari hadiah, sumbangan, bonus.
2. pengembalian uang dari pemerintah pajak
3. menunggu pengadilan kasus dengan kemungkinan hasil yang menguntungkan.
Kontingen aset tidak diakui pada pernyataan posisi keuangan.
AKUNTANSI KEUANGAN MENENGAH I
BREGADASATYA Page 16
Kontingen aset yang diungkapkan ketika aliran manfaat ekonomi ini dianggap lebih mungkin daripada tidak terjadi (lebih dari 50 persen).
Penyajian Kewajiban Lancar
Biasanya dilaporkan sebesar nilai jatuh tempo penuh (full maturity value)
Selisih antara present value dan nilai jatuh tempo dianggap tidak material (considered immaterial).
Likuiditas mengenai kewajiban adalah perkiraan waktu untuk berlalu sebelum pembayaran. Dua rasio untuk membantu menilai likuiditas adalah:
AKUNTANSI KEUANGAN MENENGAH I
BREGADASATYA Page 17
“Orang bijak belajar ketika mereka bisa. Orang bodoh belajar
ketika mereka harus.”
Arthur Wellesley