• Tidak ada hasil yang ditemukan

STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL (SPO): PENGELOLAAN GAS MEDIS

N/A
N/A
rumahsakit BM

Academic year: 2024

Membagikan " STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL (SPO): PENGELOLAAN GAS MEDIS"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

RUMAH SAKIT BEN MARI MALANG

PENGELOLAAN GAS MEDIS

NO, DOKUMEN 512/SPO/PML/2023

NO. REVISI 00

HALAMAN

7/s

STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL

(sPo)

Tanggal

Terbit

05 Ianuari 202 3

Ditetapkan Direktur,

r. dll

Affan Purba, MMRS.

d

PENGERTIAN

Gas medis adalah semua gas yang di gunakan di rumah sakit untuk keperluan medis seperti O2. N2O, dan CO2.

Pengelolaannya berupa tata cara pengadaan,

distribusi, pengontrolan dan lain-lain .

TUIUAN

1.

Terjaganya kesediaan gas medis dalam

jumlah

dan kualitas yang cukup .

2. Tercipta kinerja efektif dan efisien Menghindari

adanya kecelakaaan kerja akibat gas medis.

KEBIJAKAN Rumah Sakit mengatur tata cara dalam melakukan pengelolaan gas medis

PROSEDUR

A.

Pengadaan dan

pengonrolan

1.

Penanggung jawab pengelolaan gas medis pada iam kerja

[pukul

08.00-16.00 WIB) adalah teknisi alkes. Jika teknisi

alkes

berhalangan (libur,cuti,sakt

dsbldi gantikan

oleh teknisi pengganti dan di lakukan dengan persetuiuan Kabag Rumga.

2.

Penanggung jawab pengelolaan gas medis pada |am kerla

fpukul

16.00-21.00

WIB) adalah teknisi sore

dengan persetujuan kepala iaga.

3.

Penanggung jawab pengelolaan gas medis pada iam kerja

fpukul

21.00-08.00

WIB)

adalah komandan regu satpam yang bertugas saat itu dengan persetuiuan kepala jaga.

4.

Penanggung jawab pengelolaan gas medis pada

hari libur (pukul

08.00-14.00 WIBJ adalah teknisi dinas pagi dengan persetujuan kepala iaga.

5.

Penanggung jawab pengelolaan gas medis pada

hari libur

(pukul 14.00-21.00 WIB) adalah teknisi dinas sore dengan persetuiuan kepala jaga.

6.

Penanggung jawab pengelolaan gas medis pada

hari libur (pukul

21.00-08.00

WIB)

adalah komandan regu satpam yang bertugas saat itu dengan persetuiuan kepala iaga.

7.

Pemesanan Oz

di bagi 3 yaitu liquid

oksigen (LOX), O2

tabung dan N:O.

I

(2)

RUMAH SAXIT BEN MARI MAI]TNG

PENGELOLAAN GAS MEDIS

NO. DOKUMEN

5t2/SPO/PML/2023

NO. REVISI 00

HALAMAN

2/s

PROSEDUR

a.

Pemesanan LOX

di

lakukan pada level meter minimal 7x 100 Kg/cm2, dengan volume tanki setelah di lakukan pengisian adalah 25 s/d.27 (x100 Kglcmz)

b.

pemesanan

O2 tabung besar di lakukan pada

stok minimal 5 tabung, dengan iumlah pemesanan maksimal

5 tabung

dengan

di lakukan

pelabelan

pada

setiap tabung yang

baru di terima dari supplier.

Pengisian label

di

lakukan pada waktu pemasangan tabun& yang berisi:

Tanggal :

fam:

Volume tabung : ...,... Kg/cm2

Pemesanan Nz0 di Iakukan pada level meter minimal

... Kg/cmz, dengan jumlah pemesanan sebanyak 1(satu) tabung.

Selalu diupayakan agar pemesanan dan penerimaan barang di lakukan pada iam keria.

B,

Penempatan lihat bagan.

C, Pengontrolan

pengontrolan di Iakukan oleh petugas yang bertanggung jawab melakukan pemesanan sesuai dengan jam kerla masing-masing seperti diuraikan pada point pemesanan dengan waktu

pengontrolan sesuai tabel.

D adwal

trolan

E. DlsHbusl

1.

LOX

LOX didistribusikan ke ruangan pera$ratan melalui pipa distribusi

2.

O2 Tabung Besar

Oz Tabung besar digunakan sebagai suplai 02 emergency dan sebagai sumber

transfer ke

tabung-tabung

kecil

dan digunakan iuga di ruan perawatan iiga diperlukan.

8

08.00 72.00 16.00 20.00 00.00 04.00 LOX

Oz

Tabunq

NzO

I \

(3)

RUMAH SAKIT BEN MARI MAI../ING

PENGELOLAAN GAS MEDIS

NO. DOKUMEN

stz/sPo/PML/2023

NO. REVISI 00

HALAMAN

3ls

PROSEDUR

3.

NzO

NzO didistribusikan khusus ke kamar oprasi melalui pipa distribusi.

F. Transfer

Petu s melakukan transfer medis adalah :

Petuniuk pengisian tabung Oz kecil (transfer) :

1.

Pengisian dilakukan berdasarkan permintaan dari user atau

inisiatifdari

petugas

2.

Sebelum melakukan pengisian perhatikan volume sisa pada

tabung kecil,

apakah

harus ditambah atau

dihabiskan terlebih dahulu (lihat tabel).

3.

Lakukan pengecekan

terhadap tabung besar yang

akan siiadikan sumber transfer, apakah cukup

untuk

ditransfer pada tabung kecil (lihat tabel).

Proses penglslan :

7.

Buka flowmeter pada tabung O2 kecil.

2.

Buang sisa 02 yang terdapat pada tabung kecil.

3.

Sambungkan

ujung pipa transfer

pada tabung Oz tabung kecil.

4.

Buka kran Oz tabung kecil.

5.

Secara perlahan buka kran 02 tabung besar.

6.

Selalu periksa tekanan pada pressure meter yang terdapat

pada pipa transfer. Tekanan tidak boleh lebih

dari 150kg/cmz.

7.

Setelah tabung O2 kecil penuh

(tidak

terdengar lagi suara mendesis dan apabila dipegang tabung kecil terasa hangal, tutup kran Oz kecil lalu tutup kran Oz besar.

8.

Lepas pipa transfer pada tabung O2 kecil.

Pasang kembali flowmeter pada tabung Oz kecil, lalu kran dibuka untuk mengetahui volume tabung setelah dilakukan pengisian.

9,

Catat kegiatan pengisian pada buku catatan gas medis Rumah Sakit.

Iam Petugas

08.00 s/d 21.00 Teknisi masing-masing lantai 21.00 s/d 08.00 Satpam

(4)

RUMAH SAKIT BEN MARI MAUING

PENGELOUTAN GAS MEDIS

NO. DOKUMEN 572/SPO/PML/2023

NO. REVISI 00

HALAMAN

4/s

PROSEDUR

10. Sebelum meninggalkan ruangan central gas medis, pastikan penempatan

tabung

sesuai dengan penempatan masing- masing.

11. Pengisian tabung O2 yang bukan

milik

Rumah Sakit bisa dlakukan dengan dikenakan biaya Rp. 20.000,00

PERBANDINGAN VOLUME OZ

TABUNG BESAR KE TABUNG KECIL Volume Tabung Volume Tabung

lb/inz liter

lb

/inz liter

1 2200 6666 1800 450

2 2000 6060 1600 400

3 1800 5454 1500

4 7700 5151 15 00 375

5 1500 4848 1400 350

6 1500 4545 325

7 1400 4242 1200 300

I

1300 3939 1100 275

9 1200 3636 1000 25O

10 1100 3333 1000 250

11 1000 3 030 900 225

72 900 2727 800 200

73 900 2727 700

74 800 2424 700 775

15 700

2t2t

600 1S0

76 500 1818 500

r25

77 600 1818 500 125

1B 600 1818 400 100

19 600 1818 400 100

20 500 1515 400 100

2t

500 1515 400 100

\ t

Urutan

375

13 00

175

(5)

PENGELOLITAN GAS MEDIS

RUMAH SAKIT BEN MARI MAUING

NO. DOKUMEN 5L2/SPO/PML/2023

NO. REVISI 00

HALAMAN

s/s

PROSEDUR

TABET PERBANDINGAN PEMAKAIAN O, ANTARA VOLUME PEMAKAIAN : VOLUME TABUNG : WAKTU

1L/Menit

am

B33 750

fl

ofrl

B B 250 2 8

1 6

125

1010 95 95 B5u5 80 0 75 75 7 70

50 0

35 5 25 5

1 15

10 10 5 50 lb in2 liter

2 000 500

1800

17 00

1300 325 1200 300

900

800 200 700 775 600

500 400 200 50 100 25

lb in2 0 3

TABUNG BESAR

menit m

liter

303

1

606 6050

909

57 57

t2t2

1818 4848

2721.

4545

2424 4242

27 27 3939

3030 3636

3 333 500

m

450

7B 100 125 150 350

775 325

200 225

m E

n

m m

cffi

IG zEa

0,83 41

6060

303

57 57

606 5454

909 5151

1272 4848

1515 4545

1818 2721 3939

2424

3 636

2727 3333

3 030

90,90

65,6s 60 55,55 +5,+5 0

30,30 20,20 TABUNG KECIL

satuan

300 75

100 200 300 400 500 600 700 800 900 1000 1100

12 00 1300 1400 1500 1600 1700 1800 1900

2 000 volume

Pemakalan VolumeTabung

(satuan) waktu Habis

(satuan)

Waktu Habis (satuan)

1515 Volume

Tabung

UNIT TERKAIT Unit Rumah Tangga

Eil @

EE EII|I tlilir

rr rtE

@ EEAI

@ il E[

42+2

4T1 T-T-

1e0o

l47s l47s lz,st

anoo l ns-I

z7s

1000

l2s0

l2s0 l3oo

flso

| 72s 14oo I 3so

| 1oo

425

L 7,08

lso_l

425

menit

1600 1400 1400

+

1500

1375

1375

s4s4 5151

(6)

RUMAH SAKIT BEN MARI MAUTNG

PENARIKAN PERALATAN MEDIS

NO. DOKUMEN s1.7/SPOIPML/2023

NO. REVISI 00

HALAMAN

L/r

STANDAR PROSEDUR OPERASIONAT

(sPo)

Tanggal Terbit 05 Januari 2023

Ditetapkan rektur,

dr.

Affan Purba, MMRS.

PENGERTIAN

Penarikan peralatan medis

dari lokasi

pemakaian

di Unit

Ker.ia

Rumah Sakit, karena

rusah tidak

layak pakai, atau

iatuh

tempo batas kadaluarsa.

TUJUAN

Meniamin berfungsinya peralatan medis

yang

digunakan dalam pelayanan pasien di Rumah Sakit, sesuai dengan manfaat peralatan

tersebut

dengan

mutu

yang

tinggi serta

menjamin keselamatan pasien.

KEBIJAKAN

1.

Masing-masing

Kepala Unit Kerja melakukan

inventarisasi peralatan medis yang ada di unit kerjanya,

2.

Kepala

Unit

Keria bertanggung .iawab atas ketersediaan dan

melakukan monitoring atas berfungsinya peralatan

medis tersebut.

3.

Kepala

Unit

Kerja melakukan supervisi atas kondisi peralatan medis yang ada di unit kerianva.

PROSEDUR

1.

Masing-masing

Kepala Unit Keria melakukan

pengecekan secara

berkala dan

menugaskan

stafnya untuk

melakukan pemeliharaan atas peralatan medis yang ada di unit kerianya.

2.

Apabila terdapat peralatan medis yang rusalr maka Kepala Unit Keria mengisi Form Permintaan Perbaikan dari UPS.

3.

UPS

melakukan

pengecekan

dan perbaikan atas

peralatan medis tersebut; apabila UPS tidak dapat melakukan perbaikan, maka UPS akan menghubungi suplier alat tersebut untuk dapat melakukan perbaikan.

4.

Peralatan medis yang yang sudah

terbukti rusah tidak

layak pakai atau sudah melampaui masa kadaluarsa akan diserahkan oleh Kepala Unit Kerja kepada UPS untuk dimusnahkan.

5. UPS menampung terlebih dahulu peralatan medis

yang dinyatakan ditarik dan disimpan di gudang tertutup.

6.

Pada

waktu tertentu,

UPS akan melakukan pemusnahan atas

peralatan medis tersebut dengan membuat Berita

Acara Pemusnahan-

UNIT TERKAIT Unit Pemeliharaan Sarana

j

I

I

Referensi

Dokumen terkait

Standard Operating Procedure (SOP) menjelaskan peran dan tugas setiap karyawan, seperti siapa penanggung jawab dan pelaksananya, kapan melaksanakannya, bagaimana

Menyampaikan konsep informasi yang akan dipublikasi kepada Penanggung Jawab Informasi untuk informasi biasa / rutin dan ke Pimpinan satuan kerja terhadap informasi yang memerlukan

Jika terjadinya sebuah pelanggaran maka, WBP akan di periksa sesuai dengan prosedur yang telah ada, menurut pernyataan Ibu Lusia Pinem yang merupakan komandan jaga di Lapas Perempuan