https://butengkab.bps.go.id
https://butengkab.bps.go.id
STATISTIK DAERAH KABUPATEN BUTON TENGAH TAHUN 2022
ISSN : 2655-3937
NO. PUBLIKASI : 74140.2114 KATALOG BPS : 1101002.7414 UKURAN BUKU : 17,6 X 25 cm JUMLAH HALAMAN : vi + 32
NASKAH :
Seksi Neraca Wilayah dan Analisis Statistik Badan Pusat Statistik Kabupaten Buton
GAMBAR KULIT :
Seksi Integrasi Pengolahan dan Diseminasi Statistik Badan Pusat Statistik Kabupaten Buton
DITERBITKAN OLEH :
© Badan Pusat Statistik Kabupaten Buton
DICETAK OLEH : UD. SYAHID
Dilarang mengumumkan, mendistribusikan, mengkomunikasikan, dan/atau menggandakan sebagian atau seluruh isi buku ini untuk tujuan komersial tanpa ijin tertulis dari Badan Pusat Statistik .
https://butengkab.bps.go.id
Publikasi Statistik Kabupaten Buton Tengah 2022 diterbitkan oleh Badan Pusat Statistik Kabu- paten Buton berisi berbagai data dan informasi ter- pilih seputar Buton Tengah yang dianalisis secara sederhana untuk membantu pengguna data me- mahami perkembangan pembangunan serta poten- si yang ada di Buton Tengah.
Publikasi Statistik Kabupaten Buton Tengah 2022 diterbitkan untuk melengkapi publikasi- publikasi statistik yang sudah terbit secara rutin setiap tahun. Berbeda dengan publikasi-publikasi yang sudah ada, publikasi ini lebih menekankan pada analisis.
Materi yang disajikan dalam Statistik Kabu- paten Buton Tengah 2022 memuat berbagai infor- masi/indikator terpilih yang terkait dengan pem- bangunan di berbagai sektor di Buton Tengah dan diharapkan dapat menjadi bahan rujukan/kajian dalam perencanaan dan evaluasi kegiatan pem- bangunan.
Kritik dan saran konstruktif berbagai pihak kami harapkan untuk penyempurnaan penerbitan mendatang. Semoga publikasi ini mampu memenuhi tuntutan kebutuhan data statistik, baik oleh instansi/dinas pemerintah, swasta, kalangan akademisi maupun masyarakat luas.
Kepala Badan Pusat Statistik Kabupaten Buton
Zablin, SST., M.Si.
https://butengkab.bps.go.id
Halaman ini Sengaja Dikosongkan
https://butengkab.bps.go.id
Geografi dan Iklim 1
Pemerintahan 3
Penduduk 4
Ketenagakerjaan 6
Pendidikan 8
Kesehatan 10
Perumahan 12
Pembangunan Manusia 14
Pertanian 16
Pertambangan dan Energi 18
Industri Pengolahan 11
Konstruksi 20
Hotel dan Pariwisata 21
Transportasi dan Komunikasi 22
Pengeluaran Penduduk 23
Perdagangan 24
Produk Domestik Regional Bruto 25
Perbandingan Antar Wilayah 27https://butengkab.bps.go.id
Halaman ini Sengaja Dikosongkan
https://butengkab.bps.go.id
Kabupaten Buton Tengah adalah salah satu kabupaten di Provinsi Sulawesi Tenggara yang secara geografis berada di sebelah Se- latan garis Khatulistiwa. Kabupaten ini merupa- kan kabupaten yang dimekarkan dari Kabupat- en Buton pada Tahun 2014. Sebagian besar wilayah kabupaten ini berada di sebelah Se- latan Pulau Muna dan sebagian lagi berada di Kepulauan Talaga.
Kabupaten Buton Tengah beribukota di Labungkari, Kecamatan Lakudo. Kabupaten ini terdiri atas 7 kecamatan yang terbagi atas 67 desa dan 10 kelurahan. Luas wilayah dan persentase terhadap luas wilayah Kabupaten Buton Tengah untuk masing-masing kecamatan dapat dilihat pada Tabel 1.1.
Kecamatan yang paling luas wila- yahnya adalah Kecamatan Mawasangka dengan luas 229,02 kilometer persegi, atau 27,36 persen dari luas wilayah Buton Tengah.
Kecamatan dengan luas wilayah terkecil adalah Sangia Wambulu dengan luas wilayah 5,91 kilometer persegi atau hanya 0,71 persen dari luas wilayah Buton Tengah.
Kabupaten Buton Tengah tidak berada di Pulau Buton namun sebagian besar be-
rada di Pulau Muna dan sebagian kecil berada di Kepulauan Talaga Kecamatan Luas
(km2)
Persentase (%)
Gu 93,15 11,13
Sangia Wambulu 5,91 0,71
Lakudo 204,30 24,41
Mawasangka 229,02 27,36 Mawasangka
Timur 93,35 11,15
Mawasangka
Tengah 121,99 14,57
Talaga Raya 89,36 10,68 Buton Tengah 837,08 100,00 Tabel 1.1 Luas Wilayah Kabupaten Buton Tengah
Menurut Kecamatan Tahun 2022
Sumber: Kabupaten Buton Tengah Dalam Angka 2022
Gambar 1.1 Peta Administrasi Kabupaten Buton Tengah Tahun 2022
https://butengkab.bps.go.id
Kondisi topografi tanah daerah Kabu- paten Buton Tengah pada umumnya memiliki permukaan yang bergunung, bergelombang, dan berbukit-bukit. Diantara gunung dan bukit- bukit tersebut, terbentang daratan yang meru- pakan daerah-daerah potensial untuk pengem- bangan sektor pertanian.
Jika ditinjau dari sudut Oceanografi, Buton Tengah memiliki perairan laut yang luas.
Wilayah perairan tersebut sangat potensial untuk pengembangan usaha perikanan, baik perikanan tangkap maupun budidaya serta pengembangan wisata bahari. Buton Tengah memiliki panorama laut yang indah yang tidak kalah dengan daerah lain di Indonesia.
Beberapa jenis ikan hasil perairan laut Kabupaten Buton Tengah yang banyak ditangkap oleh nelayan di daerah ini antara lain Cakalang, Teri, Layang, Gembung, Udang, dan jenis ikan lainnya. Disamping ikan, juga terdapat hasil laut lainnya seperti Teripang, Rumput Laut, Japing-Japing, Lola dan Mutiara.
Bulan
Rata-rata Suhu Udara
(oC)
Rata-rata Kelembapan
Udara (%)
Curah Hujan (mm)
Januari 27,80 84 334,10
Februari 27,10 87 263,80
Maret 27,10 87 287,80
April 27,00 86 178,10
Mei 27,10 86 304,40
Juni 26,20 84 111,60
Juli 25,90 80 78,60
Agustus 26,50 73 26,00
September 26,80 77 73,60
Oktober 27,50 77 39,20
November 27,90 80 100,90
Desember 27,70 84 254,00
Tabel 1.2 Pengamatan Unsur Iklim Menurut Bulan di Stasiun Betoambari, 2020
Sumber : Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika
https://butengkab.bps.go.id
Kabupaten Buton Tengah terdiri dari tujuh kecamatan yaitu Kecamatan Gu, Sangia Wam- bulu, Lakudo, Mawasangka, Mawasangka Ten- gah, Mawasangka Timur dan Talaga Raya. Pa- da Tabel 2.1, masing-masing kecamatan terse- but memiliki kelurahan kecuali Kecamatan Mawasangka Timur. Secara total Kabupaten Buton Tengah terdiri atas 67 desa dan 10 ke- lurahan.
Pada Tabel 2.2, jumlah pegawai yang memiliki tingkat pendidikan terakhir Sarjana/
Doktor di Buton Tengah didominasi oleh laki- laki yaitu sebesar 797 orang, sedangkan per- empuan sebesar 761 orang. Hal tersebut juga didukung oleh data bahwa penduduk Laki-Laki di Buton Tengah memiliki tingkat pendidikan yang lebih baik daripada perempuan. Meskipun demikian, jika dilihat dari banyaknya jumlah pegawai, jumlah pegawai negeri sipil dengan jenis kelamin perempuan di Kabupaten Buton Tengah lebih banyak daripada laki-laki. Pega- wai laki-laki sebanyak 956 jiwa, sedangkan per- empuan sebanyak 1.076 jiwa.
Tingkat Pendidikan
Jenis Kelamin Laki-Laki Perempuan
Sampai dengan SD 1 0
SLTP/Sederajat 1 0
SMA/Sederajat 90 60
Diploma I, II 10 27
Diploma III 57 228
Tingkat Sarjana/
Doktor 797 761
Jumlah 956 1.076
Tabel 2.1 Jumlah Desa/Kelurahan Kabupaten Buton Tengah, 2021
Kecamatan Desa Ke-
lurahan
Gu 6 2
Sangia Wambulu 5 1
Lakudo 12 3
Mawasangka 17 2
Mawasangka Tengah 9 1
Mawasangka Timur 8 0
Talaga Raya 6 1
Buton Tengah 67 10
Sumber: Kabupaten Buton Tengah Dalam Angka 2021
Tabel 2.2.
Jumlah Pegawai Negeri Sipil Menurut Tingkat Pendidikan dan Jenis Kelamin, Kabupaten Buton Tengah, 2021
Sumber: Kabupaten Buton Tengah Dalam Angka 2021
https://butengkab.bps.go.id
Selama 5 tahun terakhir, jumlah penduduk Kabupaten Buton Tengah terus mengalami peningkatan. Laju pertumbuhan penduduk per tahun pada Tahun 2021 sebesar 2,13 persen.
Tahun 2020, jumlah penduduk Kabupaten Buton Tengah adalah sebanyak 119.011 jiwa, dengan 59.816 penduduk berjenis kelamin laki- laki dan 59.195 penduduk berjenis kelamin per- empuan. Rasio Jenis Kelamin (Sex Ratio) Ka- bupaten Buton Tengah pada tahun 2020 sebe- sar 101,05 yang berarti bahwa di Kabupaten Buton Tengah terdapat 101 penduduk laki-laki di antara 100 penduduk perempuan. Dapat disimpulkan bahwa jumlah penduduk di Kabu- paten Buton Tengah pada tahun 2021 didominasi oleh penduduk berjenis kelamin laki -laki.
Dilihat dari pola persebaran pendu- duknya, tahun 2021 sebagian besar penduduk Kabupaten Buton Tengah menetap di Kecama- tan Mawasangka (25%). Namun, jika ditinjau dari kepadatan penduduk, Kecamatan Lakudo merupakan kecamatan dengan kepadatan penduduk tertinggi yang mencapai 301,03 penduduk per kilometer persegi. Sedangkan untuk kepadatan penduduk terkecil adalah Kecamatan Sangia Wambulu yaitu sebanyak 66,22 penduduk per kilometer persegi. Secara keseluruhan kepadatan penduduk di Kabupat- en Buton Tengah sebanyak 1.302,93 penduduk per kilometer persegi.
Tabel 3.1
Indikator Kependudukan Buton Tengah Tahun 2021
Uraian 2021
Jumlah Penduduk (jiwa) 119.011
Laki-laki 59.816
Perempuan 59.195
Laju Pertumbuhan Penduduk per
Tahun pada 2021 (%) 2,13
Kepadatan Penduduk (jiwa/km2) 1.302,93
Sex Ratio (L/P) 101,05
Gambar 3.1
Persebaran Penduduk Kabupaten Buton Tengah Menurut Kecamatan Tahun 2021
Sumber: Kabupaten Buton Tengah Dalam Angka 2022 Sumber: Kabupaten Buton Tengah Dalam Angka 2022
https://butengkab.bps.go.id
Gambar 3.2
Piramida Penduduk Menurut Kelompok Umur dan Jenis Kelamin Kabupaten Buton Tengah Tahun 2020
Pada 2020, sekitar 50% penduduk Kabu- paten Buton Tengah berusia di bawah 21
tahun.
57.466 jiwa 57.307 jiwa
Sumber: Hasil Sensus Penduduk 2021
Pada 2021, diperkirakan pola pertum- buhan penduduk Buton Tengah masih menun- jukkan pola pertumbuhan yang ekspansif. Ber- dasarkan hasil Sensus Penduduk 2020, jumlah penduduk yang berada di kelompok usia muda yaitu kelompok usia 0—14 tahun lebih besar dibandingkan penduduk usia ten- gah dan usia tua. Sekitar 40 persen sebaran penduduk tersebar di usia 0—14 tahun. Hal tersebut menunjukkan tingkat pertumbuhan dan kelahiran penduduk masih cukup tinggi.
Umur Median (Median Age) adalah umur yang membagi penduduk menjadi dua bagian dengan jumlah yang sama, bagian yang pertama lebih muda dan bagian yang kedua lebih tua daripada ‘umur median’. Untuk Kabupaten Buton Tengah, median umur penduduk pada tahun 2020 adalah sebesar 20,78 tahun dan diperkirakan umur median pada 2021 tidak akan jauh berbeda dari umur median 2020 dengan asumsi tidak terdapat fenomena kependudukan yang ekstrim di Buton Tengah. Berdasarkan angka tersebut, kategorisasi penduduk di Kabupaten Buton Tengah dikategorikan sebagai penduduk “usia intermediate”.
https://butengkab.bps.go.id
Dari total penduduk Kabupaten Buton Tengah, sebanyak 62.068 penduduk atau sekitar 52,15 persen penduduk merupakan penduduk usia kerja (15 tahun keatas). Dari penduduk usia kerja tersebut sebanyak 39.677 penduduk (63,93 persen dari penduduk usia kerja) termasuk angkatan kerja yang merupa- kan ukuran Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK). Dari penduduk yang termasuk Angkatan Kerja, persentase pengangguran di Kabupaten Buton Tengah juga mengalami penurunan dari 12,46 menjadi 3,77 persen pada tahun 2021. Hal yang sekaligus menun- jukkan pemulihan perekonomian Buton Ten- gah pasca pandemi COVID.
Pada 2021, 34,07 persen penduduk beker- ja di Buton Tengah merupakan pekerja yang berusaha sendiri. Selain itu, 21,08 persen penduduk bekerja, berstatus sebagai buruh/
karyawan dan 15,55 persen berusaha dengan dibantu buruh tidak tetap. Proporsi pekerja yang berusaha sendiri maupun pekerja keluar- ga yang cukup tinggi bersesuaian dengan ken- yataan bahwa sebagian besar penduduk Kabu- paten Buton Tengah bekerja pada sektor per- tanian termasuk perikanan, konstruksi pero- rangan, perdagangan eceran dan per- tambangan perorangan yang dapat dijalankan secara mandiri atau tidak membutuhkan peker- ja cukup banyak selain pekerja keluarga.
Sumber: Kabupaten Buton Tengah Dalam Angka 2022 (diolah)
Uraian 2020 2021
TPAK (%) 71,52 63,93
TPT (%) 12,46 3,77
Jumlah Angkatan
Kerja 43.702 39.677
Bekerja (%) 87.54 96,23
Pengangguran (%) 12,46 3,77 Tabel 4.1. Statistik Ketenagakerjaan Kabupaten
Buton Tengah Tahun 2020-2021
Gambar 4.1. Persentase Penduduk Usia 15 Tahun Keatas Menurut Status Pekerjaan Utama
Tahun 2021
Sumber: Kabupaten Buton Tengah Dalam Angka 2022 (diolah)
https://butengkab.bps.go.id
Pada tahun 2021, Angkatan Kerja yang bekerja di Buton Tengah didominasi oleh penduduk tamatan SD ke bawah, yaitu sebe- sar 56,77 persen dari penduduk yang bekerja.
Hal ini masih terkait dengan lapangan usaha yang berkontribusi besar terhadap perekonomian Buton Tengah yaitu pertanian (termasuk perikanan), kegiatan konstruksi per- orangan, perdagangan kecil/eceran serta per- tambangan perorangan. Selanjutnya, penduduk bekerja dengan latar belakang pen- didikan Perguruan Tinggi hanya sebesar 9,16 persen dari total penduduk yang bekerja.
Penduduk yang menganggur berlatar belakang pendidikan terakhir SMA berkontri- busi sebesar 67,82 persen dari seluruh penduduk yang menganggur, relatif lebih tinggi daripada penduduk menganggur berlatar pen- didikan terakhir lainnya. Secara statistik, disim- pulkan bahwa di Kabupaten Buton Tengah, penduduk bekerja atau menganggur berkaitan erat dengan pendidikan tertinggi yang dita- matkan.
Gambar 4.3 Jumlah Penduduk Angkatan Kerja Menurut Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan dan Jenis Kegiatan Selama Seminggu
yang Lalu di Kabupaten Buton Tengah, 2021
Sumber: Kabupaten Buton Tengah Dalam Angka 2022 (diolah)
https://butengkab.bps.go.id
Secara umum, penduduk Buton Tengah memiliki lama sekolah yang cukup singkat. Pa- da tahun 2018, Rata-rata Lama Sekolah (RLS) sebesar 7,28 tahun. Angka tersebut perlahan mengalami peningkatan pada tahun-tahun se- lanjutnya. Pada tahun 2022, Rata-rata Lama Sekolah menjadi 7,33 (7 sampai 8 tahun), atau setara dengan kelas 2 SMP. Dilihat berdasar- kan angka Harapan Lama Sekolah (HLS) pada tahun 2022, lamanya durasi sekolah yang di- harapkan akan dirasakan anak usia 7 tahun ke atas adalah selama 13 sampai 14 tahun.
Capaian di bidang pendidikan juga terkait erat dengan ketersediaan sarana dan prasara- na pendidikan. Pada tahun 2021, rasio antara ketersediaan guru terhadap murid untuk jeng- jang pendidikan SD/sederajat adalah sekitar 13, artinya 1 orang guru akan mengawasi sebanyak 13 murid. Untuk jenjang pendidikan SMP/sederajat, 1 orang guru akan mengawasi sebanyak 8 murid. dan untuk jenjang SMA/
SMK/sederajat, 1 guru akan mengawasi 10 murid SMA/sederajat. Rata-rata kepadatan murid per sekolah dapat dilihat dari rasio sekolah terhadap murid. Pada jenjang pendidi- kan SD/sederajat, 1 gedung sekolah menam- pung sekitar 143 murid, pada jenjang pendidi- kan SMP/sederajat, 1 gedung sekolah menam- pung 145 murid dan pada jenjang pendidikan SMA/SMK/sederajat, 1 gedung sekolah men- ampung 180 murid.
Indikator SD/
Sederajat SMP/
Sederajat SMA/SMK/
Sederajat Murid 15.370 7.390 6.668
Guru 1.167 943 670
Sekolah 107 51 37
Tabel 5.1. Jumlah Murid, Guru dan Sekolah di Kabupaten Buton Tengah, 2021
Sumber: Kabupaten Buton Tengah Dalam Angka 2022
Gambar 5.1. Angka Harapan Lama Sekolah (HLS)
dan Rata-rata Lama Sekolah (RLS) Kabupaten Buton Tengah, 2018-2022
Sumber: BPS Provinsi Sulawesi Tenggara
https://butengkab.bps.go.id
Pada tahun 2022, 30,17 persen penduduk berusia 15 tahun keatas (penduduk usia kerja) di Kabupaten Buton Tengah berpen- didikan terakhir SMA/SMK/sederajat. Sementa- ra itu, penduduk berusia 15 tahun ke atas dengan pendidikan tertinggi yang ditamatkan SMP sederajat sebanyak 21,02 persen dan SD/
sederajat sebanyak 24,36 persen. Di sisi lain, persentase penduduk usia 15 tahun keatas yang tidak memiliki ijazah SD juga cukup besar mencapai 24,45 persen.
Pemerintah mempersiapkan anggaran 20% dari APBN ( Anggaran Pendapatan Belanja Nasional) untuk pendidikan yang
dibagikan ke 20 kementerian dan 65 % yang ditransfer ke daerah.
Tabel 5.3. Persentase Penduduk Kabupaten Buton Tengah Usia 15 Tahun ke Atas Menurut
Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan, 2022
Sumber: Statistik Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Buton Tengah Tahun 2022
https://butengkab.bps.go.id
Pembangunan di bidang kesehatan yang dilaksanakan oleh pemerintah selama ini meru- pakan bagian yang tak terpisahkan dari pem- bangunan nasional, karena kesehatan menyen- tuh hampir seluruh aspek kehidupan manusia.
Pembangunan di bidang kesehatan tersebut tentunya didukung oleh berbagai elemen yang salah satunya adalah fasilitas kesehatan. Fasili- tas kesehatan tidak hanya harus memadai jumlahnya, melainkan juga harus representatif terhadap kebutuhan masyarakat selain dapat dijangkau dari dimensi jarak dan biaya oleh masyarakat yang kemampuan ekonominya masih kurang sekalipun.
Sarana kesehatan di Kabupaten Buton Tengah masih belum memadai jumlahnya.
Keberadaan fasilitasnya pun belum merata di tujuh kecamatan, namun penyebaran tenaga kesehatannya sudah cukup merata. Sampai tahun 2021, di Buton Tengah hanya terdapat 1 Rumah Sakit yang terletak di Kecamatan Gu.
Keberadaan rumah sakit khusus bersalin juga belum tersedia, namun demikian terdapat Pon- dok Bersalin Desa (Polindes) di beberapa keca- matan. Selain itu terdapat pula Puskesmas dan 30 unit. Di sisi lain, tenaga kesehatan (nakes) Dokter di Buton Tengah sebesar 4,83 persen dari seluruh nakes, dengan nakes terbanyak merupakan Bidan, sehingga meskipun belum memiliki Rumah Sakit Bersalin, namun keberadaan nakes Bidan sangat penting perannya sebagai penolong persalinan sehing- ga menekan angka kematian Ibu. Jumlah sara-
Penyakit yang paling banyak mem- bunuh orang Indonesia adalah stroke
dan jantung yaitu sebanyak 21,1%.
Sarana Pelayanan Kesehatan Jumlah
Rumah Sakit Umum 1
Rumah Sakit Bersalin -
Klinik/Balai Kesehatan -
Puskesmas 14
Posyandu 138
Polindes 17
Tabel 6.1. Jumlah Sarana Kesehatan Kabupaten Buton Tengah Tahun 2021
Sumber: Kabupaten Buton Tengah Dalam Angka 2022 (diolah)
Gambar 6.1. Persentase Tenaga Kesehatan Kabupaten Buton Tengah Tahun 2021
https://butengkab.bps.go.id
na maupun tenaga kesehatan di Buton Tengah terus meningkat setiap tahunnya untuk mengimbangi pertambahan jumlah penduduk di Buton Tengah.
Salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas kesehatan bayi dan balita adalah dengan meningkatkan cakupan imunisasi. Pa- da tahun 2022, terdapat 91,63 persen balita mendapatkan imunisasi BCG; 86,22 persen mendapatkan imunisasi DPT; 93,88 persen mendapatkan imunisasi Polio; 66,56 persen mendapatkan imunisasi Campak, dan 85,75 persen sudah mendapatkan imunisasi Hepatitis B.
Dilihat berdasarkan jenis kelamin, masih terdapat disparitas persentase balita per- empuan dan laki-laki yang mendapatkan imunisasi. Sementara itu, dari persentase total balita yang mendapatkan imunisasi untuk mas- ing-masing jenis imunisasi terlihat bahwa masih ada anak balita yang belum menerima imunisasi dasar lengkap karena cakupan imunisasi belum 100 persen. Hal ini penting untuk mendapatkan perhatian pemerintah dan masyarakat karena pemberian imunisasi san- gat menentukan masa depan anak dalam hal kualitas hidup sehat.
Jenis
Imunisasi Laki-laki Perempuan Total
BCG 92,71 90,44 91,63
DPT 91,73 80,20 86,22
Polio 96,01 91,57 93,88
Campak/
Morbili 69,08 63,80 66,56 Hepatitis B 89,56 81,59 85,75
Tabel 6.2. Persentase Balita di Kabupaten Buton Tengah yang Mendapatkan Imunisasi
Tahun 2022
Sumber: Statistik Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Buton Tengah 2022
https://butengkab.bps.go.id
Perumahan merupakan kebutuhan dasar bagi setiap keluarga. Rumah dan perumahan harus memenuhi kriteria kenyamanan, kea- manan dan kesehatan guna mendukung segala aktivitas penghuninya. Pada tahun 2022, 73,89 persen penduduk Kabupaten Buton Tengah menempati rumah berstatus milik sendiri, se- dangkan 26,11 persen menempati rumah yang berstatus bukan milik sendiri.
Sanitasi perumahan juga merupakan aspek yang tidak kalah penting dalam mencip- takan kesehatan dan kenyamanan penghuni.
Sebagian besar (84,12 persen) rumah tangga telah memiliki fasilitas Buang Air Besar (BAB) yang digunakan anggota rumah tangga sendiri sedangkan sisanya masih menggunakan fasili- tas umum atau fasilitas bersama. Jika dilihat berdasarkan jenis kloset, 96,74 persen rumah tangga sudah menggunakan kloset leher ang- sa.
Selanjutnya, persentase rumah tangga yang memiliki tempat pembuangan akhir tinja tangki septik/IPAL sebesar 93,54 sehingga masih terdapat 6,46 persen rumah tangga yang belum memiliki tangka septik. Angka tersebut menunjukkan bahwa sanitasi perumahan penduduk Kabupaten Buton Tengah sudah cukup baik.
Gambar 7.1 Status Kepemilikan Tempat Tingal Kabupaten Buton Tengah, 2022
Sumber: Statistik Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Buton Tengah Tahun 2022
Gambar 7.2 Status Kepemilikan Fasilitas Buang Air Besar, Kabupaten Buton Tengah, 2022
Sumber: Statistik Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Buton Tengah Tahun 2022
https://butengkab.bps.go.id
Pada tahun 2021, rumah tangga di Kabupaten Buton Tengah yang dapat mengakses air minum layak mencapai 92,15 persen. Air minum layak yaitu air minum yang terlindungi, meliputi air ledeng (keran), keran umum, hydrant umum, terminal air, penampungan air hujan (PAH) atau mata air dan sumur terlindung, sumur bor atau sumur pompa yang jaraknya minimal 10m dari pembuangan kotoran, penampungan limbah, dan pembuangan sampah. Namun demikian, masih terdapat sebesar 7,85 persen rumah tangga yang belum dapat menikmati air minum yang layak.
Fasilitas perumahan lainnya yang juga penting adalah penerangan. Sumber ideal sebagai penerangan adalah yang berasal dari listrik (PLN dan Non PLN), karena cahaya listrik lebih terang dibandingkan sumber penerangan lainnya. Berdasarkan hasil Susenas tahun 2020, rumah tangga di Kabupaten Buton Tengah yang telah menikmati fasilitas penerangan listrik PLN sebanyak 98,61 persen,
Air Minum Layak 92,15 Sumber Penerangan Uta-
ma Listrik PLN 98,61
Tabel 7.1. Persentase Rumah Tangga Menurut Fasilitas Air Minum Layak dan Sumber Penerangan
di Kabupaten Buton Tengah, 2021
Sumber: BPS Provinsi Sulawesi Tenggara
Gambar 7.3 Persentase Rumah Tangga Menurut Jenis Kloset, Kabupaten Buton Tengah, 2022
Sumber: Statistik Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Buton Tengah Tahun 2022
Gambar 7.4 Persentase Rumah Tangga Menurut Pembuangan Akhir Tinja, Kabupaten Buton Tengah, 2022
Sumber: Statistik Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Buton Tengah Tahun 2022
https://butengkab.bps.go.id
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) merupakan indikator strategis yang banyak digunakan untuk melihat sejauh mana upaya dan kinerja program pembangunan secara me- nyeluruh di suatu wilayah. IPM merupakan in- deks komposit yang mengukur pembangunan mausia dari tiga aspek dasar yaitu Umur Pan- jang dan hidup sehat, pengetahuan dan standar hidup layak.
Perkembangan angka IPM Kabupaten Buton Tengah selama tahun 2017-2022, men cerminkan peningkatan dari tiga aspek dasar pembangunan manusia di Kabupaten Buton Tengah. Angka IPM Kabupaten Buton Tengah pada 2022 sebesar 65,29 mengalami pening- katan 1,14 persen dari IPM tahun sebelumnya.
Bercermin dari kondisi tersebut, walaupun IPM Kabupaten Buton Tengah termasuk dalam ka tegori IPM menengah, kiranya masih diperlukan kebijakan dan program pemerintah yang dapat segera meningkatkan kualitas aspek kehidupan penduduk Kabupaten Buton Tengah yang direpresentasikan oleh angka IPM.
IPM secara internasional telah diterima sebagai ukuran tingkat kesejahteraan dan keberhasilan pembangunan manusia di suatu wilayah. Tercatat untuk tahun 2022, indikator kesehatan yaitu Umur Harapan Hidup Saat La- hir (UHH) sebesar 67,78, mengalami pening- katan terhadap tahun sebelumnya, Harapan Lama Sekolah dan Rata-rata Lama Sekolah juga terus meningkat seperti telah dijelaskan pada Bab 5 Pendidikan. Sementara itu, dari
IPM merupakan indeks komposit dari Indeks Kesehatan, Indeks Pendidikan dan Indeks Pengeluaran. Indeks Pen- didikan merupakan rata-rata dari Ra-
ta-Rata Lama Sekolah dan Harapan Lama Sekolah
Gambar 8.1. IPM Kabupaten Buton Tengah, Tahun 2017-2021
Sumber: BPS Provinsi Sulawesi Tenggara
https://butengkab.bps.go.id
aspek standar hidup layak, indikator penge- luaran perkapita meningkat sebesar 5,88 per- sen dari tahun sebelumnya.
Indikator kemajuan pembangunan manu- sia lainnya adalah penurunan tingkat kemiski- nan. Dalam kurun waktu tujuh tahun, persen- tase penduduk miskin di Kabupaten Buton Ten- gah cukup berfluktuasi. Pada tahun 2021, per- sentase penduduk miskin sebesar 15,80, men- galami kenaikan dibandingkan tahun sebe- lumnya. Pandemi COVID yang menyebabkan banyak penduduk kehilangan mata pencahari- an maupun pekerjaan merupakan salah satu penyebab meningkatnya penduduk miskin di Kabupaten Buton Tengah pada 2021. Dengan adanya berbagai upaya pemulihan ekonomi pasca pandemi, persentase penduduk miskin turut mengalami penurunan pada 2022.
Tabel 8.1. Perkembangan Indikator Penyusun IPM Kabupaten Buton Tengah, 2021-2022
Indikator 2021 2022
Umur Harapan Hidup
Saat Lahir (UHH) 67,69 67,78 Harapan Lama Sekolah
(HLS) 13,12 13,18
Rata-rata Lama
Sekolah (RLS) 7,31 7,33 Pengeluaran Perkapita
Disesuaikan (Ribu Rp) 7.244 7.670
Gambar 8.2. Persentase Penduduk Miskin Kabupaten Buton Tengah, 2016-2022
Sumber: BPS Provinsi Sulawesi Tenggara Sumber: BPS Provinsi Sulawesi Tenggara
https://butengkab.bps.go.id
Dilihat dari sektor pertanian, tanaman sayuran semusim di Kabupaten Buton Tengah cukup beragam. Produksi sayuran Terung men- capai 100,80 ton pada 2020. Sementara itu, sayuran lain yang banyak ditemukan di Kabu- paten Buton Tengah antara lain Kangkung, Ca- bai Rawit, Tomat, Ketimun, Bayam, Kacang Panjang dan Petsai/Sawi.
Sementara itu, tanaman buah-buahan di Kabupaten Buton Tengah juga tumbuh dengan baik. Pisang merupakan komoditas dengan produksi terbesar di Buton Tengah pa- da 2020. Buah-buahan lainnya dengan produksi terbesar pada 2020, secara berturut- turut antara lain Mangga, Pepaya, Nangka/
Cempedak dan Sirsak.
Buton Tengah telah dikenal sebagai daerah penghasil Biji Mete dengan kualitas baik. Biji Mete berkualitas diperoleh dari hasil pengolahan terhadap Tanaman Jambu Mete.
Produksi Jambu Mete pada 2021 mencapai 2.465,68 ton. Selain itu, tanaman perkebunan lainnya dengan produksi yang besar antara lain kelapa sebesar 1.426,52 ton. Tanaman perke- bunan lainnya seperti Kopi, Kakao dan Lada hanya berproduksi di bawah 5 ton pada 2021.
Namun demikian, produksi Jambu Mete pada 2021 mengalami penurunan dari tahun sebe- lumnya yang berjumlah 4.697,01 ton.
Tabel 9.1. Statistik Tanaman Sayuran Semusim Kabupaten Buton Tengah, 2020 Tanaman Sayur-sayuran Luas Panen
(ha)
Produksi (ton)
Bayam 31 26,20
Cabai Rawit 39 46,90
Kacang Panjang 26 14,60
Kangkung 42 50,50
Ketimun 41 33,00
Petsai/Sawi 5 9,80
Tomat 41 35,7
Terung 27 100,80
Sumber: Kabipaten Buton Tengah Dalam Angka 2022
Tanaman Buah-buahan Produksi (ton)
Pisang 2.190,80
Mangga 1.556,50
Pepaya 273,30
Nangka/Cempedak 202,40
Sirsak 145,30
Tabel 9.2. 5 Terbesar Produksi Buah-Buahan di Kabupaten Buton Tengah, 2020
Sumber: Sumber: Kabipaten Buton Tengah Dalam Angka 2022
https://butengkab.bps.go.id
Sebagai kabupaten yang berbatasan dengan laut, Kabupaten Buton Tengah memiliki potensi perikanan yang sangat besar. Produksi perikanan di Buton Tengah terdiri atas Peri- kanan Tangkap dan Perikanan Budidaya. Pada 2021, sektor Perikanan Tangkap Kabupaten Buton Tengah menghasilkan setidaknya 22.198,87 ton ikan dari berbagai jenis.
Produksi perikanan budidaya mencapai 23.175,24 ton, Perikanan Tambak 28,20 ton, hasil Kolam Air Tawar 1 ton dan Keramba Jar- ing Apung 5.428,00 ton. Berbagai komoditas perikanan ini dipasarkan di wilayah Buton Ten- gah dan diekspor ke wilayah lainnya di Sulawe- si Tenggara maupun luar negeri.
Tabel 9.3. Produksi Tanaman Perkebunan Kabupaten Buton Tengah (Ton), 2021
Tabel 9.4. Produksi Perikanan di Kabupaten Buton Tengah (Ton), 2021
Tanaman Perkebunan 2021
Jambu Mete 2.465,68
Kelapa 1.426,52
Kakao 9,26
Kopi 5,62
Lada 1,69
Sumber: Kabupaten Buton Tengah Dalam Angka 2022
Sumber: BPS Provinsi Sulawesi Tenggara
https://butengkab.bps.go.id
Nikel merupakan mineral utama yang ditambang di Kabupaten Buton Tengah. Hingga 2021, terdapat 2 perusahaan pertambangan nikel di Buton Tengah yang beroperasi di Kecamatan Talaga Raya. Selain itu, pelaku sektor pertambangan di Buton Tengah lebih didominasi oleh usaha perorangan yang tidak berbadan hukum. Hasil tambang perorangan di Buton Tengah antara lain Batu Kapur/Gamping, Pasir dan Batu Alam. Secara total, nilai tambah sektor pertambangan di Buton Tengah mencapai 207.028,04 Juta Rupiah dengan pertumbuhan 3,59 persen pada 2021.
Dari sektor energi listrik, berdasarkan data PLN, daya terpasang pada Rayon Mawasangka adalah 35.577.965 Kw. Jumlah pelanggan listrik di Buton Tengah untuk seluruh rayon PLN pada 2021 adalah 481.078. Jumlah pelanggan ini secara rata-rata meningkat sebesar 39,04 persen dari tahun 2017. Hal ini mencerminkan cepatnya pertambahan kebutuhan penduduk akan energi listrik di Buton Tengah. Selanjutnya, untuk produksi air bersih di Buton Tengah, pada 2021, 744.497 meter kubik air disalurkan oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Baubau maupun PDAM Buton Tengah ke masing- masing 7.780 dan 4.679 pelanggan di Buton Tengah.
Gambar 10.2. Jumlah Pelanggan PDAM Menurut Kecamatan di Buton Tengah, 2021
Sumber: Kabupaten Buton Tengah Dalam Angka 2022
Gambar 10.1. Jumlah Pelanggan Listrik di Buton Tengah, 2017-2021
Sumber: Kabupaten Buton Tengah Dalam Angka 2022
https://butengkab.bps.go.id
Peningkatan nilai tambah atau lebih dikenal dengan Produk Domestik Regional Bru- to (PDRB) terus mengalami peningkatan sela- ma periode 2017-2021 untuk kategori Industri.
Nilai PDRB dibedakan menjadi dua yaitu nilai ADHB yang menggambarkan nilai tambah ba- rang dan jasa yang dihitung menggunakan har- ga yang berlaku pada setiap tahun, sedangkan nilai ADHK menunjukkan nilai tambah barang dan jasa yang dihitung menggunakan harga yang berlaku pada tahun tertentu sebagai da- sar. Tahun 2021, nilai PDRB berdasarkan har- ga berlaku di Kabupaten Buton Tengah untuk kategori Industri Pengolahan sebesar 129.120,07 Juta Rupiah, sedangkan berdasar- kan harga konstan nilainya sebesar 88.046,46 Juta Rupiah.
Sektor Industri Pengolahan berkontribusi sebesar 5 persen setiap tahunnya dan pada 2021 ekonomi sektor industri tumbuh 2,87 per- sen. Dilihat dari sisi ketenagakerjaan pada ta- hun 2021, jumlah penduduk bekerja selema seminggu lalu di lapangan pekerjaan utama industri pengolahan sebanyak 10.249 jiwa atau sekitar 26,84 persen dari total penduduk beker- ja di Kabupaten Buton Tengah pada 2021 yaitu sebesar 38.182 jiwa. Hal ini menunjukkan bah- wa masyarakat yang bekerja di kategori lapan- gan usaha industri masih belum banyak.
Subkategori Industri Makanan dan Minuman di Buton Tengah yang banyak
diusahakan masyarakat adalah pengolahan Jambu Mete menjadi Biji
Mete
Grafik 11.3. PDRB Kategori Industri Pengolahan Kabupaten Buton Tengah (Juta Rp), 2017-2021
Sumber: Kabupaten Buton Tengah Dalam Angka 2022 (diolah)
https://butengkab.bps.go.id
Indeks Kemahalan Konstruksi (IKK) yang besar mencerminkan secara rata-rata cukup mahalnya biaya yang diperlukan untuk mendiri- kan sebuah bangunan khususnya di Kabupaten Buton Tengah. IKK merupakan salah satu pen- imbang besarnya Dana Alokasi Umum (DAU) yang akan diberikan oleh pemerintah. Pada 2021, IKK Kabupaten Buton Tengah menduduki peringkat ketiga di provinsi Sulawe- si Tenggara dengan IKK 113,86. Angka ini menunjukkan tingkat kemahalan barang/jasa konstruksi di Kabupaten Buton Tengah 113,86 persen lebih mahal dari kota acuan (Kota Ma- kassar). Dengan kata lain, jika untuk mem- bangun sebuah bangunan di Kota Makassar dibutuhkan biaya 100 milyar rupiah, maka bangunan yang sama dibangun di Kabupaten Buton Tengah memerlukan biaya sebesar 113,86 Milyar Rupiah. Secara umum, IKK di Kabupaten Buton Tengah lebih tinggi dari IKK Provinsi Sulawesi Tenggara
Jika dilihat dari sisi Nilai Tambah, kategori usaha Konstruksi pada 2021 berkontribusi sebesar 16,04 persen terhadap total perekonomian Buton Tengah Tahun 2021. Per- tumbuhan ekonomi kategori konstruksi sebesar 9,59 pada 2021, sedangkan pada 2020 ter- kontraksi sebesar negatif 1,28 persen akibat pandemi COVID. Nilai tambah tersebut dihasilkan oleh pelaku usaha konstruksi pero- rangan maupun perusahaan konstruksi.
Gambar 12.1. Perkembangan Indeks Kemahalan Konstruksi (IKK) Kabupaten Buton Tengah dan
Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun 2017-2021
*Kota Semarang = 100; **Kota Makassar = 100 Sumber : BPS Provinsi Sulawesi Tenggara (diolah)
Gambar 12.2 PDRB Kategori Konstruksi Kabupaten Buton Tengah (Juta Rp), 2017-2021
Sumber: Kabupaten Buton Tengah Dalam Angka 2022 (diolah)
https://butengkab.bps.go.id
Pada 2021, Wisatawan Domestik yang berkunjung ke Buton Tengah sebanyak 89.734 dan 41 orang merupakan Wisatawan Mancanegara. Animo masyarakat untuk mengunjungi Buton Tengah dapat dikatakan cukup tinggi, terbukti dari jumlah wisatawan yang berkunjung pada 2021 meningkat pesat 240,88 persen dibandingkan 2020 yang sempat menurun akibat pembatasan mobilitas masyarakat selama pandemi. Rumah makan/
restoran sebagai sarana pendukung pariwisata berjumlah 51 pada 2020. Selain itu terdapat 3 hotel di Buton Tengah dengan total tempat tidur berjumlah 54 pada 2021. JIka dilihat dari jumlah tamu hotel yang menginap, tercatat 6 tamu asing dan 1.162 tamu dalam negeri menginap di berbagai hotel maupun pengina- pan di Buton Tengah sepanjang 2020.
Sebagai salah satu destinasi wisata di Su- lawesi Tenggara, Buton Tengah memiliki cukup banyak kawasan wisata untuk dikunjungi. Hing- ga 2021, setidaknya terdapat 3 objek Wisata Sejarah, 15 objek Wisata Bahari. 10 objek Wisata Budaya, 25 objek Wisata Alam, 5 Objek Daya Tarik Wisata (ODTW) Seni Budaya, 6 Event Tahunan dan 13 objek Wisata Agro dan Industri Kreatif. Semakin bervariasinya jenis wisata di Buton Tengah ini menujukkan perkembangan yang positif dalam pariwisata Buton Tengah.
Gambar 13.1. Jumlah Objek Pariwisata di Kabupaten Buton Tengah Menurut Jenis, 2021
Gambar 13.2. Jumlah Wisatawan Domestik dan Mancanegara yang Berkunjung di Buton Tengah
2019-2021
Sumber: Kabupaten Buton Tengah Dalam Angka 2022
Sumber: Kabupaten Buton Tengah dalam Angka 2022
https://butengkab.bps.go.id
Ketersediaan jalan memainkan peranan penting dalam memperlancar hubungan kegiatan perekonomian baik antar kota, antara kota dengan desa maupun antar desa. Pada tahun 2021, dari 284,96 km panjang jalan yang dikelola pemerintah Kabupaten Buton Tengah, sekitar 70 persen merupakan jalan yang di- aspal dan sisanya sebanyak merupakan jalan yang tidak diaspal serta permukaan jalan lainnya. Berdasarkan kondisi jalan, 63 persen panjang jalan dalam kondisi baik, 25 persen dengan kondisi sedang dan sisanya dalam kon- disi rusak atau rusak berat. Hal ini tentunya berdampak terhadap perekonomian Kabupaten Buton Tengah sebab jalan merupakan salah satu infrastruktur pendukung perekonomian suatu wilayah.
Seementara itu, penggunaan teknologi komunikasi di Kabupaten Buton Tengah setid- aknya terlihat dari besarnya persentase pengguna Telepon Seluler atau Komputer/
Laptop/Tablet dan sejenisnya. 82,58 persen penduduk berumur 5 tahun ke atas menggunakan telepon seluler selama 3 bulan terakhir pada 2021. Selain itu, penduduk yang melek internet terlihat dari persentase pengguna internet. 49,39 penduduk usia 5 ta- hun keatas mengakses internet selama 3 bulan terakhir. Persentase tersebut tidak berbeda antara penduduk perempuan dan laki-laki.
Gambar 14.1 Statistik Panjang Jalan Menurut Jenis Permukaan Jalan di Kabupaten Buton Tengah
Tahun 2021
Sumber: Kabupaten Buton Tengah Dalam Angka 2022 (diolah)
Gambar 14.2 Statistik Panjang Jalan Menurut Kondisi Jalan di Kabupaten Buton Tengah
Tahun 2021
Sumber: Kabupaten Buton Tengah Dalam Angka 2022 (diolah)
https://butengkab.bps.go.id
Pengeluaran Rumah Tangga dibedakan atas Pengeluaran Makanan dan Non Makanan.
Dengan pendapatan yang tetap, suatu rumah tangga memproporsikan pengeluarannya untuk Makanan maupun Non-makanan. Secara umum, semakin besar pengeluaran Non- makanan, maka tingkat kesejahteraan semakin baik. Pada 2022, pengeluaran Makanan perkapita penduduk Buton Tengah 56,59 per- sen dari seluruh pengeluaran perkapita, se- dangkan sisanya digunakan sebagai penge- luaran Non-makanan. Lebih lanjut, pengeluaran perkapita makanan masyarakat Kabupaten Buton Tengah masih didominasi oleh penge- luaran untuk makanan dan minuman jadi yang mencapai 110.180 Rupiah. Sementara itu, pengeluaran untuk makanan pokok yang be- rasal dari Padi-padian sebesar 72.265 rupiah.
Pengeluaran perkapita untuk kebutuhan protein yang diperoleh dari berbagai jenis Ikan cukup tinggi yaitu sebesar 52.708 rupiah. Di sisi lain, pengeluaran untuk protein berupa Daging tidak terlalu besar hanya sebesar 2.341 rupiah.
Pengeluaran per kapita untuk Sayur-sayuran dan Buah-buahan juga cukup besar yaitu 30.092 Rupiah dan 12.805 Rupiah. Untuk pengeluaran perkapita lainnya seperti rokok dan tembakau cukup tinggi yaitu sebesar 18.133 rupiah.
Gambar 15.1. Pengeluaran Perkapita Penduduk Buton Tengah Menurut Kategori Tahun 2022
Tabel 15.1. Pengeluaran Rata-Rata Perkapita Makanan
Sebulan Menurut Komoditi Kabupaten Buton Tengah, 2022
Jenis Pengeluaran Pengeluaran (Rp)
Padi-padian 75.265
Umbi-umbian 3.173
Ikan 52.708
Daging 2.341
Telur dan Susu 28.144
Sayur-sayuran 30.092
Kacang-kacangan 6.417
Buah-buahan 12.805
Minyak dan Lemak 9.311
Bahan Minuman 11.461
Bumbu-bumbuan 10.628
Komsumsi Lainnya 6.541
Makanan dan Minuman
Jadi 110.180
Rokok dan Tembakau 18.133
Total 377.197
Sumber: Statistik Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Buton Tengah 2022
Sumber: Kabupaten Buton Tengah Dalam Angka 2022
https://butengkab.bps.go.id
Lapangan usaha perdagangan merupakan salah satu lapangan usaha penting bagi perekonomian setiap kabupaten, tidak terkecuali Kabupaten Buton Tengah.
Keberadaan pasar juga menjadi sangat penting untuk mendukung perekonomian kabupaten.
Pada tahun 2021, terdapat 19 Pasar Umum di Kabupaten Buton Tengah. Banyaknya pasar tidak merata di setiap kecamatan namun setiap kecamatan setidaknya terdapat satu pasar yang dapat digunakan sebagai sarana jual beli untuk memenuhi kebutuhan. Kecamatan yang memiliki jumlah sarana pasar terbanyak adalah Kecamatan Lakudo.
Nilai Tambah kategori usaha perdagangan di Buton Tengah berkontribusi 11,75 persen terhadap PDRB Buton Tengah. Pada Tahun 2021, pertumbuhan ekonomi sektor perdagangan 0,30 persen, mengalami per- cepatan dibandingkan pertumbuhan Tahun sebelumnya yaitu negatif 3,71 persen sebagai dampak pandemi. Perdagangan kecil dan ece- ran di Buton Tengah banyak ditunjang oleh Kios serta Warung.
Tabel 16.1. Banyaknya Pasar Umum Menurut Kecamatan di Kabupaten Buton Tengah
Tahun 2021
Gambar 16.1. Jumlah Sarana Perdagangan Menurut Jenisnya, 2021
Kecamatan Banyaknya
Talaga Raya
3
Mawasangka
3
Mawasangka Tengah
2
Mawasangka Timur
2
Lakudo
6
Gu
2
Sangia Wambulu
1
Sumber: Kabupaten Buton Tengah dalam Angka 2022
Sumber: Kabupaten Buton Tengah Dalam Angka 2022
https://butengkab.bps.go.id
Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) mencerminkan seluruh nilai barang dan jasa yang dihasilkan oleh suatu wilayah dalam waktu tertentu, biasanya satu tahun. Jika melihat pada nilainya, PDRB Atas Dasar Harga Berlaku (ADHB) maupun Atas Dasar Harga Konstan (ADHK) cenderung men- galami kenaikan dari tahun ke tahun. Namun, hal tersebut tidak berlaku pada tahun 2020. Pandemi COVID menyebabkan beberapa kategori ekonomi mengalami kontraksi antara lain Industri, Konstruksi, Perdagangan Besar dan Eceran, Transportasi, Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum, Jasa Perusahaan dan Jasa Lainnya. Namun demikian, pada 2020, perekonomian Buton Tengah tetap tum- buh positif 3,04 persen.
Dalam struktur perekonomian Kabupaten Buton Tengah, peranan sektor-sektornya dapat dilihat dari share nilai tambah sektor tersebut terhadap PDRB Atas Dasar Harga Berlaku (ADHB). Pada Tahun 2021, kategori Pertanian, Konstruksi dan Perdagangan Besar dan Eceran telah menjadi kate- gori yang berkontribusi besar terhadap perekonomi- an Buton Tengah. Besarnya kontribusi lapangan usaha pertanian dan pertambangan ini menunjukkan bahwa perekonomian Kabupaten Buton Tengah masih bertumpu pada sektor primer. Meskipun demikian, terbukti bahwa pandemi tidak begitu berdampak pada kategori Pertanian yang tetap mencatat pertumbuhan ekonomi positif pada 2020.
Secara umum, pada 2021, semua kategori ekonomi yang sempat mengalami kontraksi pada 2020, kem- bali tumbuh positif pada 2021 dengan memanfaat- kan momentum pemulihan ekonomi pasca pandemi.
Tabel 17.1 PDRB Kabupaten Buton Tengah Tahun 2020-2021
Tabel 17.2. Distribusi Persentase PDRB ADHB Buton Tengah Tahun 2021
Lapangan Usaha Share
A Pertanian, Kehutanan, dan Peri-
kanan 38,70
B Pertambangan dan Penggalian 8,16
C Industri Pengolahan 5,09
D Pengadaan Listrik dan Gas 0,04 E Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah
Limbah dan Daur Ulang 0,42
F Konstruksi 16,04
G Perdagangan Besar dan Eceran;
Reparasi Mobil dan Sepeda Motor 11,75 H Transportasi dan Pergudangan 1,11
I Penyediaan Akomodasi dan Makan
Minum 0,19
J Informasi dan Komunikasi 0,67 K Jasa Keuangan dan Asuransi 1,79
L Real Estate 3,14
M,N Jasa Perusahaan 0,03
O Adm, Pemerintahan, Pertahanan,
dan Jaminan Sosial Wajib 3,42
P Jasa Pendidikan 7,64
Q Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial 1,16
R,S,T,U Jasa Lainnya 0,62
Uraian 2020* 2021**
PDRB ADHB (Miliar Rp) 2.428,67 2.536,10 PDRB ADHK (Miliar Rp) 1.706,71 1.760,04 PDRB Perkapita ADHB
(Juta Rp) 26,65 27,83
PDRB Perkapita ADHK
(Juta Rp) 18,73 19,31
Pertumbuhan Ekonomi
(%) 3,04 3,12
* Angka sementara
** Angka sangat sementara
https://butengkab.bps.go.id
Pertumbuhan ekonomi merupakan ukuran yang diturunkan dari PDRB ADHK. Pertumbuhan ekonomi berkaitan erat dengan beberapa ukuran sosial mau- pun ekonomi makro lainnya. Dalam ekonomi dikenal Hukum Okun (Okun’s Law) yang menyatakan bah- wa kenaikan pertumbuhan ekonomi memiliki hub- ungan negatif terhadap perubahan tingkat pengang- guran. Gambar 17.1 menunjukkan secara empiris hubungan negatif antara perubahan pertumbuhan ekonomi Buton Tengah dengan perubahan persen- tase Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada periode 2017-2021. Kenaikan Pertumbuhan Ekonomi pada periode tertentu berhubungan dengan penurunan dalam TPT pada periode terse- but dan sebaliknya.
Hubungan lainnya yaitu antara pertumbuhan ekonomi dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).
Gambar 17.2, menunjukkan terdapat hubungan yang positif antara Pertumbuhan Ekonomi dengan pertumbuhan IPM selama periode 2017-2021. Per- tumbuhan Ekonomi yang positif pada tahun tertentu bersesuaian dengan pertumbuhan IPM yang positif pada tahun tersebut dan sebaliknya.
Gambar 17.1 Hubungan Perubahan Pertumbuhan Ekonomi dengan Perubahan TPT Tahun 2017-2021
Sumber: Kabupaten Buton Tengah Dalam Angka 2022 (diolah)
Gambar 17.1 Hubungan Pertumbuhan Ekonomi dengan Pertumbuhan IPM Tahun 2017-2021
Sumber: Kabupaten Buton Tengah Dalam Angka 2022 (diolah)
https://butengkab.bps.go.id
Perbandingan antar kabupaten/kota di Provinsi Sulawesi Tenggara untuk beberapa indi- kator terpilih memperlihatkan variasi yang cukup besar. PDRB ADHK mencerminkan perkem- bangan dari produksi barang dan jasa tanpa pengaruh dari kenaikan harga-harga, sehingga besarnya potensi perekonomian suatu wilayah dapat langsung dibandingkan melalui nilai PDRB nya. Berdasarkan nilai PDRB ADHK, nilai PDRB Kabupaten Buton Tengah masih lebih besar dari Kabupaten Konawe Kepulauan. Pada Tahun 2021, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Buton Tengah mengalami percepatan sebesar 3,12 persen setelah tahun sebelumnya mengalami kontraksi sebagai dampak pandemi.
Secara luas, PDRB perkapita mencerminkan tingkat produktivitas rata-rata tiap penduduk. Ber- dasarkan Tabel 18.1 terlihat perbedaan PDRB perkapita yang cukup besar antarkabupaten/kota.
PDRB perkapita Buton Tengah sendiri merupakan yang terkecil di antara kabupaten/kota di Sulawesi Tenggara sedangkan PDRB perkapita Kabupaten Kolaka merupakan yang terbesar. Hal ini dapat dipahami karena PDRB ADHB Kabupaten Kolaka yang ditunjang oleh pertambangan nikel, sebelas kali lebih besar dari PDRB Buton Tengah namun dengan jumlah penduduk sebesar dua kali jumlah penduduk Buton Tengah.
Tabel 18.1. Perbandingan Nilai PDRB dan Laju Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten/Kota
di Sulawesi Tenggara, Tahun 2021
Kabupaten/Kota LPE (%)
Nilai PDRB Perkapita
ADHB (Juta Rp)
Buton 33,84 2,62
Muna 33,52 3,18
Konawe 43,55 6,51
Kolaka 113,22 4,21
Konawe Selatan 40,30 4,84
Bombana 45,40 3,50
Wakatobi 41,63 4,02
Kolaka Utara 65,83 2,66
Buton Utara 50,52 4,08
Konawe Utara 61,83 4,59
Kolaka Timur 39,96 4,83
Konawe Kepulauan 39,05 2,30
Muna Barat 32,88 4,09
Buton Tengah 21,75 3,12
Buton Selatan 31,17 2,29
Kendari 67,58 3,86
Baubau 59,59 4,15
Sulawesi Tenggara 52,29 4,10 LPE = Laju Pertumbuhan Ekonomi
Sumber: BPS Provinsi Sulawesi Tenggara
https://butengkab.bps.go.id
Perbandingan Antar Wilayah
Masih perlu pembenahan dari berbagai sector khususnya sector pendidikan Menurut perbandingan rata-rata lama sekolah dan harapan lama sekolah kabupaten buton selatan
masih menduduki peringkat akhir, sehingga perlu berbagai program untuk meningkatkan kualitas pembangunan.
Kabupaten/Kota IPM Peringkat
Buton 67,23 12
Muna 69,61 8
Konawe 72,04 4
Kolaka 73,98 3
Konawe Selatan 69,36 9
Bombana 66,81 13
Wakatobi 70,85 6
Kolaka Utara 70,39 7
Buton Utara 69,00 10
Konawe Utara 71,10 5
Kolaka Timur 68,73 11
Konkep 66,69 14
Muna Barat 66,21 15
Buton Tengah 65,29 17
Buton Selatan 65,44 16
Kendari 84,51 1
Baubau 76,67 2
Sumber : BPS Provinsi Sulawesi Tenggara
Tabel 18.1. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi
Sulawesi Tenggara Tahun 2022 Perbandingan wilayah tidak hanya dapat
dilihat melalui perekonomian, tetapi juga Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang mengukur capaian pembangunan manusia berbasis sejumlah komponen dasar kualitas hidup. Pada 2021, IPM Kabupaten Buton Tengah 65,29.
Angka tersebut merupakan yang terendah di antara kabupaten/kota lain di Provinsi Sulawesi Tenggara. Di Provinsi Sulawesi Tenggara, ang- ka IPM tertinggi dimiliki oleh Kota Kendari.
https://butengkab.bps.go.id
LAMPIRAN TABEL
LAMPIRAN-LAMPIRAN
https://butengkab.bps.go.id
LAMPIRAN TABEL
Tabel 1. Distribusi Penduduk dan Kepadatan Penduduk Menurut Kecamatan di Kabupaten Buton Tengah, 2021
No Kecamatan
Distribusi Penduduk (Persen)
Kepadatan Penduduk (Jiwa/Km
2)
Laju Pertum- buhan Penduduk Per- tahun (Persen)
[1] [2] [3] [4]
1 Talaga Raya 11,36 147,95 3,08
2 Mawasangka 25,22 328,56 1,93
3 Mawasangka Tengah 11,12 144,94 2,67
4 Mawasangka Timur 5,31 69,24 1,44
5 Lakudo 23,10 301,03 1,93
6 Gu 18,80 244,99 2,38
7 Sangia Wambulu 5,08 66,22 0,52
Buton Tengah 100,00 1.302,93 2,13
Sumber: Kabupaten Buton Tengah Dalam Angka 2022
https://butengkab.bps.go.id
LAMPIRAN TABEL
Tabel 2. Jumlah Penduduk 15 Tahun Keatas Menurut Jenis Kegiatan Selama Seminggu Lalu dan Jenis Kelamin di
Kabupaten Buton Tengah, 2021
Kegiatan Jenis Kelamin
Total Laki-laki Perempuan
[1] [2] [3] [4]
Angkatan Kerja 21.483 18.194 39.677
- Bekerja 20.675 17.507 38.182
- Pengangguran 808 687 1.495
Bukan Angkatan Kerja 7.220 15.171 22.391
- Sekolah 3.044 1.784 4.828
- Mengurus Rumah Tangga 1.933 12.100 14.033
- Lainnya 2.243 1.287 3.530
Jumlah 28.703 33.365 62.068
Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) 74,85 54,53 63,93
Tingkat Pengangguran Terbuka 3,76 3,78 3,77
Sumber: Kabupaten Buton Tengah Dalam Angka 2022
https://butengkab.bps.go.id
LAMPIRAN TABEL
Tabel 3. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Menurut Kab/
Kota di Provinsi Sulawesi Tenggara 2018-2022
Kab/Kota 2018 2019 2020 2021 2022
[1] [2] [3] [4] [5] [6]
Buton 65,08 65,67 65,98 66,32 67,23
Muna 68,47 68,97 69,02 69,17 69,61
Konawe 70,72 71,29 71,35 71,48 72,04
Kolaka 72,07 73,01 73,45 73,56 73,98
Konawe Selatan 67,51 67,88 68,20 68,58 69,36
Bombana 65,04 65,65 66,05 66,25 66,81
Wakatobi 68,52 68,99 69,48 69,87 70,85
Kolaka Utara 68,44 68,91 69,31 69,50 70,39
Buton Utara 67,13 67,68 67,87 68,08 69,00
Konawe Utara 68,50 69,22 69,86 70,23 71,10
Kolaka Timur 65,53 66,49 67,02 67,76 68,73
Konawe Kepulauan 64,36 65,05 65,41 65,73 66,69
Muna Barat 64,11 64,45 65,08 65,48 66,21
Buton Tengah 63,46 64,06 64,37 64,55 65,29
Buton Selatan 63,47 64,37 64,93 64,99 65,44
Kota Kendari 82,22 82,86 83,53 84,15 84,51
Kota Baubau 74,67 75,21 75,90 76,26 76,67
Sulawesi Tenggara 70,61 71,20 71,45 71,66 72,23
Sumber: BPS Provinsi Sulawesi Tenggara
https://butengkab.bps.go.id
https://butengkab.bps.go.id