• Tidak ada hasil yang ditemukan

Struktur Manajemen Sekolah Industri

N/A
N/A
Poetri Ningsih

Academic year: 2024

Membagikan "Struktur Manajemen Sekolah Industri"

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

Struktur Manajemen

PENGAWAS SEKOLAH INDUSTRI/DUDI PENANGGUNG JAWAB/KEPALA

SEKOLAH

Nurminta Ginting,M.Pd.T

(2)

Uraian Tugas

Kepala Sekolah

1. Merencanakan dan mengembangkan kegiatan program kerja Sekolah.

2. Membina dan mengawasi pelaksanaan TEFA di Sekolah .

DU/DI

1. Bekerjasama dengan Sekolah dalam sinkronisasi kurikulum antara Sekolah dengan DU/DI.

2. Memberi masukan informasi yang berkaitan dengan DU/DI kepada pihak Sekolah.

3. Membantu kelancaran pengembangan TEFA di Sekolah.

Wakasek Kurikulum (Koordinator 1)

1. Menyusun program kerja tahunan.

2. Mengkoordinir pelaksanaan kegiatan Tim kurikulum Sekolah.

3. Mengkoordinir pelaksanaan kegiatan Teaching Factory.

4. Membuat jadwal blok (praktik) kegiatan Teaching Factory.

Wakasek Hubungan Industri dan Masyarakat (Koordinator 2)

1. Bersama Ketua Program Keahlian membuat program kerja hubungan industri untuk pelaksanaan praktik kerja lapangan.

2. Bersama Ketua Program Keahlian menentukan kontrak kerjasama dengan pihak Industri/Dunia Usaha.

Ketua Kompetensi Keahlian

1. Merencanakan dan menyusun program kerja TEFA di Sekolah.

2. Melaksanakan rapat koordinasi dalam pelaksanaan kegiatan TEFA.

3. Mengkoordinir pelaksanaan kegiatan TEFA.

4. Melaksanakan kegiatan TEFA.

5. Mengkoordinir dan Memantau kegiatan TEFA.

6. Membuat laporan kegiatan TEFA.

Sekretaris TEFA

1. Membantu Ketua Kompetensi Keahlian.

2. Menyiapkan dan mengarsipkan administrasi TEFA.

Bendahara TEFA

1. Menyiapkan pendanaan kegiatan TEFA.

2. Membuat laporan keuangan kegiatan TEFA.

Bagian Ordering

1. Bertanggungjawab penuh dalam memesan barang yang dilakukan oleh siswa.

(3)

2. Memvalidasi setiap pemesan barang yang dilakukan oleh pemesan.

3. Menganalisis kebutuhan barang .

Bagian Receiving

1. Bertanggungjawab terhadap penerimaan berkas pembelian barang.

2. Bertanggungjawab menghitung barang sesuai dengan pengiriman barang.

3. Bertanggungjawab menyimpan barang di gudang.

Bagian Displaying

1. Bertanggungjawab terhadap penataan atau mendisplay barang yang ada di workshop teaching factory berdasarkan pengelompokkan barang.

2. Bertanggungjawab terhadap stok barang yang ada di display.

Bagian Selling

1. Bertanggungjawab terhadap target penjualan.

2. Bertanggungjawab terhadap kegiatan pelabelan dan pengemasan produk ritel.

3. Bertanggungjawab terhadap transaksi penjualan di workshop teaching factory baik secara tunai maupun kredit.

Referensi

Dokumen terkait

tersebut dalam penelitaian dengan judul “ PENGARUH STRUKTUR DEWAN KOMISARIS TERHADAP MANAJEMEN LABA PADA INDUSTRI PERBANKAN DI

Mata kuliah manajemen industri ini berisi materi pengetahuan fungsi dan peran manajemen dalam pengelolaan industri, masalah-masalah yang dihadapi, dan dukungan

II Konsep dasar manajemen industri crafsanship (pengertian, tujuan, manfaat, ruang lingkup manajemen industri craftsmanship, sumberdaya usaha dan

Dapat juga dikatakan bahwa manajemen berbasis sekolah (MBS) pada hakekatnya adalah penyerasian sumberdaya yang dilakukan secara mandiri oleh sekolah dengan

Pelaksanaan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) di SMP Muhammadiyah Darul Arqom belum sepenuhnya melibatkan masyarakat di sekitar lingkungan sekolah dan masyarakat

Hakikat Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) adalah penyerasian sumber daya yang dilakukan secara mandiri oleh sekolah dengan melibatkan semua kelompok

Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa manajemen layanan transportasi sekolah pada SD Plus Al-Kautsar dimulai dari penyusunan program, pembuatan struktur pengelolaan

Judul Skripsi : Pengaruh Struktur Modal, Stabilitas Penjualan dan Manajemen Laba Terhadap Kinerja Keuangan pada Perusahaan Industri Semen yang Terdaftar Di BEI