• Tidak ada hasil yang ditemukan

TEKNIS BUDIDAYA DAN MANAJEMEN TANAMAN TEBU DI PT. SINERGI GULA NUSANTARA UNIT PG. SEMBORO

N/A
N/A
Arjuna Eko Prasetyo Prasetyo

Academic year: 2024

Membagikan "TEKNIS BUDIDAYA DAN MANAJEMEN TANAMAN TEBU DI PT. SINERGI GULA NUSANTARA UNIT PG. SEMBORO"

Copied!
87
0
0

Teks penuh

(1)

LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANG III TEKNIS BUDIDAYA &

MANAJEMEN TANAMAN TEBU (Saccharum officinarum L) DI PT. SINERGI GULA NUSANTARA, UNIT PG. SEMBORO

NAMA : Arjuna Eko Prasetyo

NIM : 2004014

PRODI : Budidaya Tanaman Perkebunan

Bagian/Lokasi : Bagian Tanaman Unit PG. SEMBORO

PROGRAM STUDI BUDIDAYA TANAMAN PERKEBUNAN DIPLOMA III

POLITEKNIK LPP YOGYAKARTA 2022/2023

(2)

i HALAMAN PENGESAHAN

Judul Laporan : TEKNIS BUDIDAYA & MANAJEMEN TANAMAN TEBU (Saccharum officinarum L) DI PT. SINERGI GULA NUSANTARA, UNIT PG.

SEMBORO

Nama : Arjuna Eko Prasetyo

Nim : 2004014

Tanggal Laporan Disetujui :

Disetujui

1. Pembimbing Lapangan : Aji Bagus Setiyono SP.

2. Pembimbing PKL : Agus Heri Setya Wahyudi, SP., M.Sc 3. Penguji : Retno Muningsih, SP., M.Sc

Diketahui

Sekretaris Program Studi Budidaya Tanaman Perkebunan (BTP)

Yudhi Pramudhya, SP., M.App. Sc NIDN : 0520049301

(3)

ii SURAT KETERANGAN SELESAI PKL III

Dengan ini saya menerangkan bahwa, Mahasiswa Politeknik LPP Yogyakarta yang tersebut di bawah ini :

Nama : Arjuna Eko Prasetyo

Nim : 2004014

Program Studi : Budidaya Tanaman Perkebunan D III

Semester : VI

Telah menyelesaikan kegiatan Praktek Kerja Lapangan III Di PT. SINERGI GULA NUSANTARA, UNIT PG. SEMBORO

Kebun : HGU SPADA

PT : PT. SINERGI GULA NUSANTARA

Tanggal : 2 Agustus 2023

Mengetahui Manager Tanaman

Pembimbing PKL Asman Tanaman

Heru Waskito Aji Bagus Setiyono SP.

(4)

iii LEMBAR PERNYATAAN

Saya Mahasiswa program Studi Budidaya Tanaman Perkebunan Diploma III Politeknik LPP Yogyakarta

Nama : Arjuna Eko Prasetyo

Nim : 2004014

Dengan ini menyatakan bahwa hasil penulisan Laporan Praktek Kerja Lapang III yang telah saya buat dengan judul “TEKNIS BUDIDAYA & MANAJEMEN

TANAMAN TEBU (Saccharum officinarum L) DI PT. SINERGI GULA NUSANTARA, UNIT PG. SEMBORO” adalah :

1. Disusun dan diselesaikan sendiri, dengan menggunakan data-data dari kebun lokasi PKL

2. Bukan merupakan duplikasi karya tulis yang sudah dipublikasikan, kecuali pada bagian-bagian sumber informasi dicantumkan dengan cara referensi yang sebenarnya

Dengan pernyataan ini saya buat dalam keadaan sadar dan tanpa paksaan

Jember, 2 Agustus 2023 Penulis

(Arjuna Eko Prasetyo) Nim : 2004014

(5)

iv KATA PENGANTAR

Segala puji Syukur penulis haturkan kepada Allah SWT yang telah memberikan rahmat, serta hidayahnya sehingga penulis dapat menyelesaikan Laporan Praktek Kerja Lapang III (PKL III). Penulis banyak memperoleh ilmu dalam Praktek Kerja Lapang III ini. Untuk itu pada kesempatan ini ingin menyampaikan rasa hormat dan terimakasih kepada :

1. Bapak Ir. H. Noor Drajad Rachman selaku General Manager PG.

SEMBORO

2. Bapak Heru Waskito selaku Manager Tanaman PT. SGN PG. SEMBORO 3. Bapak Sandy Wardhana selaku Manager Tanaman Kebun HGU PTPN XI 4. Bapak Tri Budhi Hartono selaku Sinder Kebun Wilayah HGU SPADA 5. Bapak Adji Bagus Setiyono selaku Asisten Manajer TMA ( Tebang Muat

Angkut) serta pembimbing PKL III yang telah memberikan pengarahan selama PKL III di PG. SEMBORO

6. Bu Retno Muningsih, SP., M.Sc selaku pembimbing PKL III yang telah memberikan bimbingan & arahan

7. Seluruh karyawan & karyawati PG. SEMBORO yang telah banyak membantu, mengarahkan & memberikan nasihat selama PKL berlangsung 8. Teman-teman Mahasiswa Politeknik LPP Yogyakarta, khususnya kelas AB

Reguler 2020 yang telah memberikan semangat sert motivasi dalam pelaksanaan kegiatan PKL

Penulis menyadari masih banyak kekurangan dalam penyusunan laporan magang ini mengingat masih banyaknya keterbatasan penulis. Oleh karena itu, penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun untuk mewujudkan perbaikan serta mendapatkan kesempurnaan untuk kedepannya.

Demikian Laporan PKL III yang dilaksanakan pada PT. SINERGI GULA NUSANTARA, UNIT PG. SEMBORO dibuat dengan harapan dapat memberikan referensi, wawasan serta pengetahuan bagi banyak pembaca.

(6)

v DAFTAR ISI

HALAMAN PENGESAHAN ... i

SURAT KETERANGAN SELESAI PKL III ... ii

LEMBAR PERNYATAAN ... iii

KATA PENGANTAR ... iv

DAFTAR ISI... v

DAFTAR GAMBAR ... vi

DAFTAR TABEL ... vii

BAB I PENDAHULUAN ... 1

Profil Lokasi Praktek Kerja Lapang ... 1

Sejarah PG. SEMBORO ... 1

Lokasi PT SINERGI GULA NUSANTARA UNIT PG. SEMBORO ... 2

Visi & Misi PT. SINERGI GULA NUSANTARA : ... 3

Visi dan Misi PT. PERKEBUNAN NUSATARA XI ... 3

Letak Geografis Kebun HGU SPADA ... 4

Bagian Struktur Organisasi Bagian Tanaman ... 4

Peta HGU SPADA ... 5

BAB II KEGIATAN PENGELOLAAN TANAMAN PERKEBUNAN ... 7

Pemeliharaan Tanaman Tebu RC (Ratoon Cane) ... 8

Pembibitan PC KTG (Plant Cane Kebun Tebu Giling) ... 46

BAB III PEMBAHASAN UMUM ... 69

Pembahasan Kegiatan Pengelolaan Tanaman Perkebunan Tebu RC (Ratoon Cane) ... 69

Pembahasan Kegiatan Pengelolaan Tanaman Perkebunan Tebu PC (Plant Cane) ... 72

BAB IV KESIMPULAN ... 75

KESIMPULAN ... 75

SARAN ... 75

DAFTAR PUSTAKA ... 76

LAMPIRAN ... 77

(7)

vi DAFTAR GAMBAR

Gambar 1 Peta Kebun SPADA ... 5

Gambar 2 Struktur Organisasi Bagian Tanaman PG. SEMBORO ... 6

Gambar 3 After Bakar Daduk ... 9

Gambar 4 Pelaksanaan Bakar Daduk ... 9

Gambar 5 Pelaksanaan Kegiatan Kepras ... 11

Gambar 6 After Kegiatan Kepras... 11

Gambar 7 Before Kegiatan Kepras ... 11

Gambar 8 Pelaksanaan Kegiatan Putus Akar ... 14

Gambar 9 Arah Traktor Pelaksanaan Putus Akar ... 15

Gambar 10 Pemotongan Bibit Penyulaman ... 18

Gambar 11 Sistem Tanam Kegiatan Penyulaman ... 18

Gambar 12 Pemeliharaan GOT Mujur ... 21

Gambar 13 Pemeliharaan GOT Malang ... 21

Gambar 14 Pupuk ZA ... 24

Gambar 15 Pupuk SP - 36 ... 24

Gambar 16 Pelaksanaan Kegiatan Pemupukan ... 25

Gambar 17 BON GUDANG ... 25

Gambar 18 Pelaksanaan Bumbun I (Manual) ... 29

Gambar 19 Pelaksanaan Kegiatan Bumbun (Mekanisasi) ... 29

Gambar 20 Arah Traktor Pelaksanaan Bumbun I ... 30

Gambar 21 After Kegiatan Rewos ... 32

Gambar 22 Pelaksanaan Kegiatan Rewos ... 32

Gambar 23 Pengisian Kep Kegiatan Herbisida Post Emergence ... 36

Gambar 24 Pelaksanaan Kegiatan Herbisida Post Emergence ... 36

Gambar 25 Herbisida Ametrin ... 37

Gambar 26 Herbisida Dimetil Amina ... 37

Gambar 27 Herbisida Diuron ... 37

Gambar 28 Pelaksanaan Kegiatan Klentek Sebelum Tebang ... 39

Gambar 29 Pelaksanaan Tebang ... 42

Gambar 30 Pelaksanaan Muat... 42

Gambar 31 Pelaksanaan Angkut ... 42

Gambar 32 SPTA (Surat Perintah Tebang Angkut) ... 43

Gambar 33 Pelaksanaan Bajak I ... 47

Gambar 34 Alur Traktor Pelaksanaan Bajak I ... 48

Gambar 35 Pelaksanaan Bajak II ... 50

Gambar 36 Arah Traktor Kegiatan Bajak II ... 51

Gambar 37 Pelaksanaan Kegiatan Kairan ... 53

Gambar 38 Pelaksanaan Kegiatan Pemeliharaan GOT Mekanisasi ... 56

Gambar 39 Arah Traktor Pelaksanaan Pemeliharaan GOT Mekanisasi ... 57

Gambar 40 Kegiatan Pemupukan Tebu Plant Cane ... 60

Gambar 41Pemotongan Bibit Tebu Plan Cane ... 62

Gambar 42 Sistem Tanam Over Lap Pada Pembibitan Plant Cane ... 63

Gambar 43 Pelaksanaan Kegiatan Pengairan ... 65

Gambar 44 Pelaksanaan Kegiatan Herbisida Pre Emergent ... 68

(8)

vii DAFTAR TABEL

Tabel 1 Kegiatan Pengelolaan Tanaman Perkebunan ... 7

Tabel 2 Perencanaan Kegiatan Bakar Daduk ... 8

Tabel 3 Perencanaan Kegiatan Kepras ... 10

Tabel 4 Perencanaan Kegiatan Putus Akar ... 13

Tabel 5 Perencanaan Kegiatan Penyulaman ... 17

Tabel 6 Kebutuhan Alat & Bahan Penyulaman ... 17

Tabel 7 Perencanaan Kegiatan Pemeliharaan GOT ... 19

Tabel 8 Standarisasi GOT Lahan Tebu ... 20

Tabel 9 Standarisasi Perlakuan Pemeliharaan GOT ... 20

Tabel 10 Perencanaan Kegiatan Pemupukan ... 23

Tabel 11 Biaya Kegiatan Realisasi Pemupukan ... 23

Tabel 12 Perencanaan Kegiatan Bumbun I Mekanisasi ... 27

Tabel 13 Perencanaan Biaya Bumbun I Manual Sistem Borongan ... 27

Tabel 14 Perencanaan Biaya Bumbun I Manual Sistem Harian ... 27

Tabel 15 Estimasi Kegiatan Bumbun I ... 28

Tabel 16 Perencanaan Biaya Kegiatan Rewos ... 32

Tabel 17 Kebutuhan Alat Kegiatan Rewos ... 32

Tabel 18 Perencanaan Kegiatan Herbisida Post Emergence ... 35

Tabel 19 Perencanaan Biaya Kegiatan Herbisida Post Emergence ... 35

Tabel 20 Kebutuhan Alat /HK ... 35

Tabel 21 Perencanaan Kegiatan Klentek Sebelum Tebang ... 38

Tabel 22 Perencanaan Kegiatan Tebang Muat Angkut ... 40

Tabel 23 Perencanaan Kegiatan Bajak I ... 46

Tabel 24 Perencanaan Kegiatan Bajak II ... 49

Tabel 25 Perencanaan Kegiatan Kairan ... 52

Tabel 26 Perencanaan Kegiatan Pendalaman GOT Mekanisasi ... 55

Tabel 27 Perencanaan Kegiatan Pemupukan Tebu Plant Cane ... 59

Tabel 28 Perencanaan Kegiatan Pembibitan ... 61

Tabel 29 Kebutuhan Alat/HK ... 62

Tabel 30 Perencanaan Kegiatan Pengairan ... 64

Tabel 31 Perencanaan Kebutuhan Alat & Bahan Pengairan ... 65

Tabel 32 Perencanaan Kegiatan Herbisida Pre Emergent ... 66

Tabel 33 Perencanaan Biaya Kegiatan Herbisida Pre Emergent ... 67

Tabel 34 Perencanaan Kebutuhan Alat Herbisisda Pre Emergent ... 67

(9)

1 BAB I PENDAHULUAN

Profil Lokasi Praktek Kerja Lapang

Sejarah PG. SEMBORO

PT Sinergi Gula Nusantara (PT SGN) atau lebih sering dikenal dengan sebutan Sugar Co adalah Sub Holding Komoditi Gula PTPN III (Persero) Holding Perkebunan yang ditugaskan untuk mengelola seluruh Pabrik Gula yang ada di lingkungan PTPN Group, didirikan sebagai wujud dari salah satu proyek strategis nasional (PSN) dan adalah satu dari 88 Program Kementerian BUMN tahun 2020- 2023 untuk mendukung akselerasi Program Ketahanan Pangan khususnya tercapainya swasembada gula nasional. Pada awal berdirinya PT SGN tanggal 17 Agustus 2021, saham perusahaan dimiliki oleh PTPN III (Persero) Holding Perkebunan dan PTPN XI (PT. SINERGI GULA NUSANTARA. 2021).

Pada tanggal 10 Oktober 2022 seiring dengan dilakukannya spin off 36 pabrik gula milik tujuh anak usaha PTPN Group, yaitu PTPN II, PTPN VII, PTPN IX, PTPN X, PTPN XI, PTPN XII, dan PTPN XIV kedalam PT SGN, maka komposisi kepemilkan saham SGN dimiliki oleh 8 (delapan) PTPN yakni PTPN II, PTPN VII, PTPN IX, PTPN X, PTPN XI, PTPN XII, PTPN XIV serta PTPN III (Persero) Holding Perkebunan.

PT Perkebunan Nusantara XI (Persero) atau PTPN XI adalah badan usaha milik negara (BUMN) agribisnis perkebunan dengan core business gula.

Perusahaan ini bahkan satu-satunya BUMN yang mengusahakan komoditas tunggal, yakni gula, dengan kontribusi sekitar 16-18% terhadap produksi nasional.Sebagian besar bahan baku berasal dari tebu rakyat yang diusahakan para petanisekitar melalui kemitraan dengan pabrik gula.Setelah mengalami beberapa kali rehabilitasi, kini PG Semboro. Produk utama yang dihasilkan oleh PT Perkebunan Nusantara XI adalah Gula Kristal Putih (GKP) berbasis tebu. Hingga kini, gula yang menjadi core business PTPN XI masih merupakan komoditas vital- strategik dalam ekonomi pangan Indonesia. Keberadaannya tidak hanya diperlukan sebagai pemanis berkalori yang menjadi salah satu bahan kebutuhan pokok (basic needs) masyarakat, melainkan juga bahan baku bagi industri makanan dan

(10)

2 minuman. Pola produksinya yang melibatkan petani tebu, menyebabkan pemerintah masih merasa perlu mengeluarkan sejumlah kebijakan dan regulasi agar harga gula secara wajar dan menguntungkan semua pihak dapat diwujudkan kemudian sejak tahun 2011 PT Perkebunan Nusantara XI mulai memasarkan gula dalam kemasan 1 kg dengan menggunakan merek GUPALAS (Gula Pasir Sebelas).

Penjualan gula dalam kemasan 1 kg ditujukan kepada pengguna akhir (end user) dengan kriteria GKP I dengan ICUMSA 80-100 IU atau dikenal sebagai gula kristal putih dengan mutu premium. GUPALAS diproduksi oleh Pabrik Gula Semboro Jember Jawa Timur.

Lokasi PT SINERGI GULA NUSANTARA UNIT PG. SEMBORO

PG Semboro berada di Desa/Kecataman Semboro, Kabupaten Jember.

Beroperasi sejak 1928 sebagai unit usaha milik perusahaan swasta pada era kolonialisme.

Menurut (Tjanring,2000) Perkebunan merupakan segala kegiatan yang mengusahakan tanaman tertentu pada tanah atau media tumbuh lainnya dalam ekosistem yang sesuai, mengolah dan memasarkan barang dan jasa hasil tanaman tersebut, dengan bantuan ilmu pengetahuan dan teknologi, permodalan serta manajemen untuk mewujudkan kesejahteraan bagi pelaku usaha perkebunan dan masyarakat. Tanaman tebu (Saccharum officinarum L.) sendiri merupakan jenis tanaman perkebunan semusim dimana tanaman ini menyelesaikan siklus hidupnya maksimal selama 1 tahun dan tergolong dalam jenis Graminae (rerumputan). Pada dasarnya produksi gula secara garis besar dipengaruhi oleh pertumbuhan dan perkembangan tanaman tebu.

Iklim tropis di Indonesia menghasilkan tanaman tebu yang memiliki kandungan sukrosa yang tinggi pada bagian batangnya. Kualitas produksi tanaman tebu yang baik tersebut diharapkan dapat mendorong perekonomian negara. Batang tebu dimanfaatkan terutama sebagai bahan dasar utama dalam industri gula, pakan ternak, pupuk, dll (Sukmajaja et al.,2011).

(11)

3 Visi & Misi PT. SINERGI GULA NUSANTARA :

Visi

Menjadi perusahaan agribisnis berbasis tebu yang unggul dan berdaya saing di tingkat global.

Misi :

A. Memberi nilai tambah (value creation) bagi segenap stakeholders, B. Menghasilkan produk perkebunan yang bernilai tambah serta

berorientasi kepada konsumen

C. Mendukung program Pemerintah dalam usaha mencapai swasembada gula nasional

D. Membentuk kapabilitas proses kerja yang unggul (operational excellence) melalui perbaikan dan inovasi berkelanjutan dengan terkelola perusahaan yang baik

E. Mengembangkan kapabilitas organisasi, teknologi informasi dan SDM yang prima

F. Melakukan optimalisasi pemanfaatan asset untuk memberikan imbal hasil terbaik bagi pemegang saham

G. Meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menjaga kelestarian lingkungan untuk kebaikan generasi masa depan

Visi dan Misi PT. PERKEBUNAN NUSATARA XI Visi :

Menjadi Perusahaan Agro Industri yang unggul di Indonesia Misi :

Mengelola dan Mengembangkan Argo Industri berbasis tebu serta diversifikasi usaha untuk memberi nilai tambah melalui pemanfaatan sumber daya yang berwawasan lingkungan

(12)

4 Letak Geografis Kebun HGU SPADA

A. Nama : Kebun HGU SPADA

B. Luas Areal HGU : 316.848 Ha (Plant Cane 100,707 Ha. Ratoon Cane 200.093. Bibitan 16.048)

C. Lokasi HGU :

a. Desa : Nogosari b. Kecamatan : Rambipuji

c. Jarak : 19 KM dari Jember D. Jenis Tanah : Aluvial, Latosol, Alfisol E. Temperature : 23 - 31O C

F. Iklim : Type B2 Schmidt dan Ferguson G. Tinggi tempat : 0 - 3.300 mdpl

Bagian Struktur Organisasi Tanaman A. Manajer Tanaman

Melaksanakan fungsi dalam perencanaan, pelaksanaan, dan pengendalian pada bidang budidaya tanaman Tebu Rakyat dan Tebu Sendiri yang meliputi aspek budidaya, menjalin kemitraan, penyaluran dan pengembalian dana petani dan penataan serta koordinasi tebangan di wilayah kerja PG Semboro.

B. Asisten Manajer Tanaman (ASMAN)

Dalam aspek manajerial budidaya tanaman yang memimpin sebuah unit kerja yang membawahi beberapa Sinder Kebun Wilayah (SKW).

Asisten Manager (ASMAN) bertugas dalam mengawasi dan memonitoring semua kegiatan yang ada di wilayah baik itu Tebu Sendiri (TS) maupun Tebu Rakyat (TR) serta menyusun laporan mengenai kondisi wilayahnya

(13)

5 C. Sinder Kebun Wilayah (SKW)

Melaksanakan fungsi dibidang budidaya tanaman Tebu Rakyat dan Tebu Sendiri yang meliputi aspek budidaya, penyuluhan, menjalin kemitraan, penyaluran serta koordinasi tebangan khusus untuk mencapai efektivitas tujuan perusahaan. Sinder Kebun Wilayah (SKW) memimpin sebuah unit kerja yang membawahi Sinder Kebun Wilayah (SKW) dalam mengawasi dan memonitoring semua kegiatan yang ada di wilayah baik itu Tebu Rakyat (TR) maupun Tebu Sendiri (TS) serta menyusun laporan mengenai kondisi wilayahnya dan kemudian akan dievaluasi oleh Asisten Manager (ASMAN)

D. Kepala Seksi Tebang Angkut

Melaksanakan fungsi kepada Manager Tanaman dalam perencanaan, pelaksanaan, dan pengendalian pada bidang Tebang dan Pengangkutan pada kegiatan Panen

E. Pelayanan Teknik (PELTEK)

Melaksanakan fungsi pada bidang Pelayanan Teknik (PELTEK) sebagai supporting pada aspek budidaya tanaman seperti Traktor, Lori, Pompa, Loko Diesel, OBM (Onderhood Ban Material), Alat Berat

Peta HGU SPADA

Gambar 1 Peta Kebun SPADA

(14)

6 Struktur Organisasi Bagian Tanaman PT SINERGI GULA NUSANTARA UNIT PG. SEMBORO

Gambar 2 Struktur Organisasi Bagian Tanaman PG. SEMBORO

(15)

7 BAB II KEGIATAN PENGELOLAAN TANAMAN PERKEBUNAN

Tabel 1 Kegiatan Pengelolaan Tanaman Perkebunan No Urutan Kegiatan Pengelolaan Tanaman

Perkebunan

Ada Tidak Ada 1. Pemeliharaan Tanaman Tebu RC (Ratoon Cane)

1. Bakar Daduk 2. Kepras 3. Putus Akar

4. Penyulaman (Gaps Filling) 5. Pemeliharaan GOT

6. Pemupukan 7. Pembumbunan 8. Rewos

9. Herbisida Post Emergence 10. KST (Klentek Sebelum Tebang) 11. TMA (Tebang Muat Angkut)

Ada Ada Ada Ada Ada Ada Ada Ada Ada Ada Ada

3. Pembibitan PC KTG (Plant Cane Kebun Tebu Giling)

1. Bajak I 2. Bajak II

3. Kair (Pembuatan Juringan) 4. Pemeliharaan GOT (Mekanisasi) 5. Pembibitan

6. Pupuk I 7. Pengairan

8. Herbisida Pre Emergent

Ada Ada Ada Ada Ada Ada Ada

(16)

8 Pemeliharaan Tanaman Tebu RC (Ratoon Cane)

BAKAR DADUK Nama Kegiatan : BAKAR DADUK

Definisi Kegiatan : Merupakan suatu kegiatan membakar tunggak batang tanaman tebu setelah melalui proses tebang serta sisa- sisa dari kegiatan tebang berupa daun kering, brondolan dan seresah lainnya. Bakar daduk dilakukan guna menghilangkan kadar air pada tunggak batang tanaman tebu guna memudahkan mata pisau mesin kepras dalam pemotongan batang tebu.

Pada sisi lain pembakaran daduk bermanfaat untuk meningkatkan kesuburan tanah pada areal tersebut Target/Tujuan/Sasaran : 1. Membersihkan & menyuburkan areal tanaman

budidaya

2. Memudahkan ketika melakukan kegiatan pemeliharaan pada tanaman Ratoon Waktu Pelaksanaan : 3 Hari Setelah Tebang

PLANING

Tabel 2 Perencanaan Kegiatan Bakar Daduk

Kegiatan Blok Luas (Ha) Kebutuhan Korek Api/Ha Bakar

Daduk C1 2,7 Ha 6

ORGANIZING

1. Kemetir/Mandor Besar berkoordinasi dengan Mandor Blok agar segera dilakukannya Bakar Daduk pada areal tersebut

2. Mandor Blok mengarahkan pekerjanya untuk membakar daduk dengan memperhatikan arah api pada areal

(17)

9 ACTUATING

1. Memastikan kegiatan tebangan pada areal tersebut telah selesai

2. Melakukan pembakaran daduk menjelang sore hari guna memanfaatkan angin yang kencang untuk mempercepat proses pembakaran

3. Membakar daduk pada juringan dengan korek api & menggunakan daduk kering untuk membakar juringan lainnya

4. Membakar daduk berlawanan dengan arah angin guna memudahkan mengontrol arah pembakaran

CONTROLING

1. Kemetir (Mandor Besar) & Mandor Blok melakukan pengawasan langsung pada kegiatan Bakar Daduk agar kegiatan berjalan dengan lancar

2. SKW (Sinder Kebun Wilayah) melakukan pengawasan langsung terhadap kegiatan pembakaran daduk guna memastikan kegiatan berjalan dengan lancar Gambar 4 Pelaksanaan Bakar Daduk Gambar 3 After Bakar Daduk

(18)

10 KEPRAS

Nama Kegiatan : KEPRAS

Definisi Kegiatan : Merupakan suatu kegiatan pemeliharaan pada tanaman tebu dengan cara memotong/memperpendek batang tebu hingga 5 cm , yang dimana sisa dari tebangan yang telah dilakukan sebelumnya.

Pemotongan bagal menggunakan mesin dengan Mini Disc 38 Mata guna merangsang kembali tumbuhnya tunas baru.

Target/Tujuan/Sasaran : 1. Memotong batang tebu hingga 5 cm

2. Merangsang tumbuhnya tunas yang baru dari batang tanaman yang telah dikepras

Waktu Pelaksanaan : 7 Hari setelah dilaksanakannya kegiatan Tebang

PLANING

Tabel 3 Perencanaan Kegiatan Kepras

Kegiatan Jenis Mesin Mata Pisau Solar (Ltr/Ha)

Biaya/Ha (Rp) Kepras Tasco Brush

Cutter. 2 Tak

Mini Disc 38 Mata

3 – 4 250.000

ORGANIZING

1. Kemetir (Mandor Besar) memberi arahan kepada Mandor Blok untuk pelaksanaan kegiatan Kepras yang akan dilakukan esok hari

2. Mandor Blok mengarahkan & mencari tenaga kerja untuk kegiatan Kepras tersebut

(19)

11 ACTUATING

1. Sebelum melakukan kegiatan Kepras melakukan pengecekan baik dari alat hingga mata pisau yang akan digunakan

2. Mempersiapkan alat-alat yang dibutuhkan (obeng, dll) 3. Memasang Mini Disc 38 Mata (Sebagai Mata Pisau)

4. Memotong/memperpendek batang tanaman hingga 5 cm dari permukaan tanah

& memperhatikan jarak Mini Disc dari permukaan tanah

5. Diperlukan ke hati-hatian agar mata pisau tidak terkena batu disekitar juringan

Gambar 5 Pelaksanaan Kegiatan Kepras

Gambar 7 Before Kegiatan Kepras Gambar 6 After Kegiatan Kepras

(20)

12 CONTROLING

1. SKW (Sinder Kebun Wilayah), Kemetir (Mandor Besar) & Mandor Blok mengontrol berlangsungnya kegiatan Kepras

2. SKW (Sinder Kebun Wilayah) & Kemetir (Mandor Besar) memeriksa setiap pekerjaan agar sesuai dengan SOP yang berlaku yaitu batang pandas hingga 5 Cm,

3. Mandor Blok bertugas mengarahkan setiap tenaga kerja agar setiap kegiatan yang dilakukan sesuai dengan instruksi yaitu batang pandas hingga 5 Cm 4. Mandor Blok mengarahkan tenaga kerja ketika waktunya istirahat & waktunya

pekerjaan sudah selesai

(21)

13 PUTUS AKAR

Nama Kegiatan : PUTUS AKAR

Definisi Kegiatan : Merupakan kegiatan pemotongan akar tanaman tebu yang lama, agar tumbuh akar yang baru sehingga lebih produktif dalam penyerapan unsur hara.

Kegiatan putus akar dilakukan menggunakan Traktor (Mekanisasi), penggunaan mekanisasi ini dilakukan hanya pada saaat lahan tidak becek saja

Target/Tujuan/Sasaran : 1. Merangsang pertumbuhan akar yang baru agar lebih produktif dalam penyerapan unsur hara 2. Menggemburkan tanah yang ada pada sekitar

juringan (Inter Row)

3. Mencegah pertumbuhan Gulma yang akan mengganggu penyerapan baik unsur hara maupun cahaya terhadap tanaman

4. Meluruskan rumpun arah keprasan Waktu Pelaksanaan : 1 Minggu Setelah Kepras

PLANING

Tabel 4 Perencanaan Kegiatan Putus Akar No Kegiatan Spesifikasi

Traktor

Implement Solar (Ltr/ha)

Biaya (Rp/Ha)

1 Putus Akar New Hollan 7020/ 150 Hp

Subsoiler 25 600.000/Ha

ORGANIZING

1. SKW (Sinder Kebun Wilayah) mengajukan suatu pelaksanaan kegiatan Putus Akar kepada ASMAN (Assisten Manajer )

(22)

14 2. ASMAN menyetujui kegiatan tersebut, kemudian SKW mengkoordinir

Kemetir (Mandor Besar) bahwasanya akan dilaksanakannya kegiatan Putus Akar

3. Kemetir (Mandor Besar) mengkoordinasi Mandor Blok untuk menyiapkan Blok yang akan dilakukan kegiatan Putus Akar menggunakan mekanisasi

4. Mengisi Blanko yang ditujukan pada bagian Peltek (Pelayanan Teknik), kemudian terdapat tanda tangan peresetujuan dari SKW & ASMAN

5. Blanko kemudian diterima dan ditanda tangani oleh Kasie Peltek

6. Bagian Peltek mengeluarkan Surat Ijin Keluar Kendaraan Berat kepada Mandor Taktor, kemudian diberikan kepada Operator untuk melakukan kegiatan Putus Akar

7. Operator melaksanakan kegiatan secara mekanisasi di HGU dengan dikontrol oleh Kemetir (Mandor Besar), Mandor Blok & SKW (Sinder Kebun Wilayah) ACTUATING

1. Operator mengecek kondisi Traktor & Implement

2. Operator menaikan Implement Subsoiler dengan menggunakan tuas Hidrolik lalu jalan menuju Blok yang akan dilakukan kegiatan Putus Akar

3. Alur traktor pada kegiatan Putus Akar adalah Timur – Barat

4. Operator melakukan kegiatan Putus Akar sesuai dengan instruksi yang diberikan yaitu kedalaman 35 – 40 Cm

Gambar 8 Pelaksanaan Kegiatan Putus Akar

(23)

15 CONTROLING

1. SKW (Sinder Kebun Wilayah), Kemetir (Mandor Besar) & Mandor Blok mengontrol berlangsungnya kegiatan Putus Akar

2. SKW (Sinder Kebun Wilayah) & Kemetir (Mandor Besar) memeriksa kedalaman Implement Subsoiler yaitu 35 – 40 Cm

3. Mandor Blok bertugas mengarahkan Operator agar setiap kegiatan yang dilakukan sesuai dengan SOP yang telah ditentukan yaitu pada kedalaman 35 – 45 Cm

4. Mandor Blok mengarahkan tenaga kerja ketika waktunya istirahat & Wakunya pekerjaan sudah selesai

Gambar 9 Arah Traktor Pelaksanaan Putus Akar

18,4 m

60 m

(24)

16 PENYULAMAN (Gaps Filling)

Nama Kegiatan : PENYULAMAN (Gaps Filling)

Definisi Kegiatan : Merupakan suatu kegiatan pemeliharaan pada tanaman tebu yaitu dengan mengganti tananam Tebu yang mati akibat dari terlindas oleh truk, Cane Greeber ataupun bibit terserang oleh hama, menanam pada Gaps yang lebih dari 50 cm, guna menjaga potensi produksi pada lahan tersebut agar tidak menurun. Kegiatan sulam sendiri dilakukan menggunakan metode sulam Bagal/ menggunakan Bibit 2-3 Mata Tunas/Bibit nya. Bibit sulam diambil dari kebun Blok lain, yang rumpun tanaman nya cukup banyak

Target/Tujuan/Sasaran : 1. Memaksimalkan potensi produksi pada lahan tersebut agar tidak terjadinya penurunan produksi saat dilaksanakan nya Panen

2. Mengganti tanaman dengan bibit yang kualitasnya baik agar tumbuh & berkembang secara optimal

3. Di laksanakan secepat mungkin agar umur tanaman di lahan dengan umur bibit yang digunakan tidak terlalu jauh, sehingga tinggi tanaman sulam akan mampu menyaingi tinggi tanaman pokok di lahan tersebut

Waktu Pelaksanaan : 1- 4 BSK (Bulan Setelah Kepras)

(25)

17 PLANING

Tabel 5 Perencanaan Kegiatan Penyulaman Uraian

Kegiatan

Varietas HK/HA Sistem

Tanam

Harga Satuan(Rp/Ha) Penyulaman Bulu

Lawang

9 Over Lap Rp.200.000/Ha

Tabel 6 Kebutuhan Alat & Bahan Penyulaman No Kebutuhan

Alat & Bahan

Satuan

1. Cangkul 1 Buah

2. Sabit 1 Buah

3. Bibit 60 Kui/Truck

ORGANIZING

1. Kemetir (Mandor Besar) memberi perintah kepada Mandor Blok bahwasanya pada Blok tersebut sudah harus melakukan kegiatan Sulam

2. Mandor Blok mengarahkan tenaga kerjanya untuk ke esokan harinya akan ada kegiatan Sulam pada Blok yang sudah ditentukan

3. Mandor Blok mengarahkan & mengingatkan tenaga kerja untuk tidak lupa membawa alat yang akan dibutuhkan esok hari

4. Tenaga kerja mengerjakan kegiatan tersebut pada Blok yang sesuai dengan arahan Mandor Blok tersebut

ACTUATING

1. Meremahkan tanah & membuat larikan guna menjadi media tanam pada bibit sulam

2. Bibit tebu dipotong menjadi 2-3 ruas/bibit

(26)

18 3. Sistem tanam mennggunakan Over Lap guna memaksimalkan pertumbuhan

mata tunas pada bibit

CONTROLING

1. SKW (Sinder Kebun Wilayah), Kemetir (Mandor Besar) & Mandor Blok mengontrol berlangsungnya kegiatan Sulam

2. SKW (Sinder Kebun Wilayah) & Kemetir (Mandor Besar) memeriksa setiap pekerjaan agar sesuai dengan SOP yang berlaku, beserta instruksi yang telah diberikan mulai dari kesegaran bibit dan pemotongan 2 - 3 ruas/bibit

Gambar 10 Pemotongan Bibit Penyulaman

Gambar 11 Sistem Tanam Kegiatan Penyulaman

(27)

19 PEMELIHARAAN GOT (Manual)

Nama Kegiatan : PEMELIHARAAN GOT (Manual)

Definisi Kegiatan : Merupakan suatu kegiatan pemeliharaan pada tanaman tebu yaitu dengan menggali GOT menggunakan Lempak & Cangkul. Got ini berfungsi sebagai penyuplai air ketika kekeringan dan pembuangan air ketika musim hujan. Pendalaman Got meliputi 3 tahapan yaitu teras 1 dengan kedalaman 25 cm, teras 2 kedalaman 25 cm & teras 3 dengan kedalaman 25 cm, jarak antar teras sekitar 1 minggu, jadi total kedalaman GOT Mujur & Malang adalah 75 cm, semakin dalam GOT maka semakin baik dalam komposisi kebutuhan air pada blok tanaman tebu , untuk Lebar & Dalam GOT Malang 50 cm, untuk Got Mujur Lebar & Dalam 50 cm

Target/Tujuan/Sasaran 1. Dengan adanya GOT maka akan menghindari tergenang nya tanaman oleh air

2. Mencukupi kebutuhan air pada tanaman Tebu agar terhindar dari kekeringan

Waktu Setiap 1-2 minggu (Kondisional)

PLANING

Tabel 7 Perencanaan Kegiatan Pemeliharaan GOT No Jenis Pekerjaan Panjang

(m)

Kebutuhan Alat/Ha Satuan Biaya/Ha (Rp) 1. Got Mujur 60 m 1 Cangkul & Sabit

1 Lempak (Sekop)

Rp 25.000

2. Got Malang 60 m 1 Cangkul & Sabit Rp 25.000

(28)

20 1 Lempak (Sekop)

Tabel 8 Standarisasi GOT Lahan Tebu

No Jenis GOT Panjang (m) Lebar (Cm) Kedalaman (Cm)

1. Got Malang 60 50 60

2. Got Mujur 60 60 70

Tabel 9 Standarisasi Perlakuan Pemeliharaan GOT No Jenis GOT Perlakuan/

GOT

Lebar (Cm) Kedalaman (Cm)

1. Got Malang 3 x 20 - 25 Cm/1 x Perlakuan

20 - 25 Cm/1 x Perlakuan

2. Got Mujur 3 x 20 - 25 Cm/1 x Perlakuan

20 - 25 Cm/1 x Perlakuan

ORGANIZING

1. Kemetir (Mandor Besar) memberi perintah kepada Mandor Blok bahwasanya pada Blok tersebut sudah harus melakukan kegiatan Pemeliharaan/Pendalaman GOT

2. Mandor Blok mengarahkan tenaga kerjanya untuk keesokan harinya akan ada kegiatan Pendalaman GOT pada Blok yang sudah ditentukan

3. Mandor Blok mengarahkan & mengingatkan tenaga kerja untuk tidak lupa membawa alat yang akan dibutuhkan esok hari

4. Tenaga kerja mengerjakan kegiatan tersebut pada Blok yang sesuai dengan arahan Mandor Blok tersebut

(29)

21 ACTUATING

1. Mendalamkan GOT hingga 25 Cm menggunakan Lempak, dengan cara mendorong Lempak menggunakan kaki, kemudian Lempak dijungkitkan sedikit ke atas

2. Sisi kanan & kiri dari GOT dirapihkan menggunakan Lempak agar standar lebar GOT sesuai dengan SOP yang berlaku yaitu Lebar 50 Cm & Dalam 60 Cm untuk GOT Malang & Lebar 60 Cm Dalam 70 Cm untuk GOT Mujur 3. Tanah bekas Lempakan dikeluarkan ke luar GOT menggunakan Cangkul

CONTROLING

1. SKW (Sinder Kebun Wilayah), Kemetir (Mandor Besar) & Mandor Blok mengontrol berlangsungnya kegiatan Pemeliharaan GOT

2. SKW (Sinder Kebun Wilayah) & Kemetir (Mandor Besar) memeriksa setiap pekerjaan agar sesuai dengan SOP yang berlaku yaitu Kedalaman GOT 50 Cm

& Lebar GOT 60 Cm untuk GOT Malang & GOT Mujur

3. Mandor Blok mengarahkan tenaga kerja ketika waktunya istirahat & waktunya pekerjaan sudah selesai

Gambar 13 Pemeliharaan GOT Malang

Gambar 12 Pemeliharaan GOT Mujur

(30)

22 PEMUPUKAN I

Nama Kegiatan : PEMUPUKAN I

Definisi Kegiatan : Kegiatan Pemupukan dilaksanakan secara manual sebanyak 2 kali yaitu, PUPUK I diaplikasikan sebelum tanam dan Pupuk ke 2 diaplikasikan ketika 45 HST (Hari Setelah Tanam). Pemupukan ini dilakukan guna mencukupi kebutuhan unsur dan hara pada tanaman Tebu guna target produktifitas nya agar tercapai & optimal dalam pertumbuhan serta perkembangan nya. Di samping itu perlu juga memahami prinsip 4 T ketika melakukan kegiatan pemupukan guna pupuk tidak ter-aplikasikan secara sia-sia.

Untuk Pupuk I yang diaplikasikan adalah ZA & SP- 36 dengan dosis 4 Kui ZA dan 2 Kui SP -36 dalam 1 Ha. Sedangkan untuk Pupuk II yang diaplikasikan adalah 4 Kui ZA dan 1,5 Kui KCL dalam 1 Ha.

Pupuk ZA : Merupakan salah satu pupuk merupakan pupuk kimia yang mengandung 21% nitrogen (N) guna membantu merangsang pertumbuhan tanaman dari tinggi tanaman, jumlah anakan ataupun merangsang cabang dan daun muda untuk tumbuh. Pupuk SP -36 : Merupakan pupuk yang mengandung kandungan Fosfor guna menunjang pertumbuhan tanaman terutama pada perkembangan akar

Pupuk KCL : Mengandung K2O 60 %, meningkatkan kualitas panen

(31)

23 Target/Tujuan/Sasaran 1. Mencukupi kebutuhan unsur & hara pada

tanaman tebu agar target produksi saat tebang tercapai secara maksimal

2. Agar vegetatiff tanaman berkembang secara maksimal ketika di pupuk

3. Sebagai suatu kegiatan pemeliharaan tanaman tebu

Waktu PUPUK I : 14 HSK (Hari Setelah Kepras) PUPUK II : 45 HSK (Hari Setelah Kepras)

PLANING

Tabel 10 Perencanaan Kegiatan Pemupukan

NO Uraian Kegiatan Jenis Pupuk Kebutuhan (Kui/Ha)

Total (Kui/Ha)

1. PUPUK I ZA 4 6

SP-36 2

2. PUPUK II ZA 4 5,5

KCL 1,5

TOTAL 11,5

Tabel 11 Biaya Kegiatan Realisasi Pemupukan

NO Uraian Pekerjaan Pemupukan Biaya/Ha (Rp)

1. Tenaga Pupuk 70.000

2.

Angkat Pupuk Dari Gudang ke Grandong

& Ecer Pupuk

1.400

TOTAL 71.400

(32)

24 ORGANIZING

1. Mandor Pupuk mengisi BON GUDANG

2. BON kemudian diserahkan ke Juru Tulis di Kantor HGU

3. Setelah BON diserahkan, lalu Juru Tulis membuat Laporan permintaan Pupuk berdasarkan BON yang diterima oleh Juru Tulis

4. Mandor Pupuk mengambil Pupuk ke Gudang didampingi langsung oleh Satpam

5. Mandor Pupuk bertanggung jawab untuk mengarahkan tenaga kerja untuk mengangkut pupuk ke Grandong, lalu diecer pada Blok yang ingin dilakukan kegiatan Pemupukan

6. Setelah selesai Mandor Pupuk mengambil karung sisa Pupuk sebagai pelaporan administratif pada Gudang

ACTUATING

Menyiapkan kebutuhan alat seperti Ember Pupuk, Sendok Pupuk & Terpal (/Kelompok HK)

1. Menggelar terpal dipinggir leng untuk dilakukannya pencampuran pupuk terlebih dahulu, yaitu :

2. Pupuk I : Mencampurkan Pupuk ZA & SP-36 diterpal yang dibentangkan hingga merata dengan dosis sesuai anjuran

Gambar 15 Pupuk SP - 36 Gambar 14 Pupuk ZA

(33)

25 3. Pupuk II : Mencampurkan Pupuk ZA & KCL diterpal yang dibentangkan

hingga merata dengan dosis sesuai kebutuhan/Ha nya

4. Setelah homogen, pupuk diisi pada ember untuk persiapan akan dilakukan nya pemupukan dengan cara ditabur

5. Ketika pupuk ditabur perlu diperhatikan bahwa jarak pupuk dan pangkal tebu adalah 5 cm

CONTROLING

1. SKW (Sinder Kebun Wilayah) melakukan pengawasan terkait dengan jumlah keluarnya pupuk dari gudang serta jumlah yang telah diaplikasikan

2. Mandor Pupuk bertugas mengawal berlangsung nya kegiatan Pemupukan yang berada pada Blok yang sudah ditentukan

3. Kemetir (Mandor Besar) memeriksa pekerjaan Pemupukan agar sesuai dengan instruksi yang telah diarahkan

Gambar 16 Pelaksanaan Kegiatan Pemupukan

Gambar 17 BON GUDANG

(34)

26 BUMBUN I

Nama Kegiatan : BUMBUN I (Mekanisasi)

Definisi Kegiatan : Merupakan suatu kegiatan pemeliharaan pada tanaman Tebu dengan cara menurunkan tanah pada sekitar juringan/inter row dengan sistem Mekanisasi serta penggunaan Implement jenis Furrower 3 mata.

Kegiatan ini bertujuan untuk memberi makan pada anakan tebu, mencegah pertumbuhan Gulma &

Menggemburkan tanah disekitar juringan tanaman Tebu.

Target/Tujuan/Sasaran : 1. Mencegah pertumbuhan gulma 2. Memberi makan pada anakan

3. Menggeemburkan tanah disekitar juringan (Inter Row)

Waktu Pelaksanaan : 4 Minggu Setelah Kepras

Nama Kegiatan : BUMBUN I (Manual)

Definisi Kegiatan : Merupakan kegiatan pemeliharaan pada tanaman Tebu dengan cara menimbun pangkal batang tanaman dengan tanah yang berada disekitar juringan (Inter Row) dengan menggunakan cangkul. Kegiatan ini bertujuan untuk memberi makan pada anakan tebu, mencegah pertumbuhan gulma & menggemburkan tanah.

Target/Tujuan/Sasaran : 1. Mencegah pertumbuhan gulma 2. Memberi makan pada anakan

3. Menggemburkan tanah disekitar juringan (Inter Row)

Waktu Pelaksanaan 4 Minggu Setelah Kepras

(35)

27 PLANING

Kegiatan Bumbun I pada tanaman Tebu dilakukan sebanyak 2 kali, Bumbun I dilakukaan pada saat umur tanaman 30-35 HST (Hari Setelah Tanam), sedangkan untuk Bumbun II dilakukan ketika tanaman berumur 60 - 65 HST (Hari Setelah Tanam) & Bumbun III dilakukan ketika 90 HST (Hari Setelah Tanam). Kegiatan ini dilakukan secara manual & secara mekanisasi juga. Kegiatan Bumbun dengan mekanisasi dilakukan dengan kondisi lahan tidak becek/tergenang air, karena jika lahan dalam kondisi becek akan menyulitkan Traktor.

Tabel 12 Perencanaan Kegiatan Bumbun I Mekanisasi

Tabel 13 Perencanaan Biaya Bumbun I Manual Sistem Borongan Lokasi HK/Ha Juringan

/Ha

Biaya/Juringan (Rp) Blok D

14

8 86 Rp. 4.750

Tabel 14 Perencanaan Biaya Bumbun I Manual Sistem Harian Lokasi HK/Ha Jam Kerja Biaya/Hari (Rp) Blok D18 21 05.00-12.00 Rp.30.000 Kegiatan Spesifikasi

Traktor

Implement Harga/Ha

Bumbun I New Holland TM 7020, 168 HP

Furrower 3 base

Rp. 800.000

(36)

28 Tabel 15 Estimasi Kegiatan Bumbun I

Juringan/Ha Kemampuan 1 HK/Hari

Jumlah HK/HA

Estimasi Selesai

86 9 Juringan 8 1-2 Hari

ORGANIZING

1. Kemetir (Mandor Besar) mencari tenaga kerja dari luar HGU untuk melakukan kegiatan Bumbun I

2. Setelah mendapatkan tenaga kerja dari luar, Kemetir menghubungi Mandor Kelompok bahwa esok hari akan dilakukannya kegiatan Bumbun I pada Blok yang telah di tentukan oleh Kemetir

3. Mandor Kelompok mengarahkan tenaga kerja & mencari tambahan tenaga kerja (jika dibutuhkan)

4. Tenaga kerja diantar pada lokasi Blok yang akan dilakukann nya kegiatan Bumbun I dengan kendaraan Truck

ACTUATING

1. Menyingkirkan sisa gulma pada spot-spot tertentu yang ada disekitar juringan (Inter Row) ke luar juringan

2. Menimbun pangkal batang tanaman tebu dengan tanah yang ada sekitar juringan (Inter Row)

(37)

29 Gambar 19 Pelaksanaan Kegiatan Bumbun (Mekanisasi)

3. Perlu diperhatikan juga untuk penimbunan pangkal batang tanaman tidak terlalu padat, dikarenakan akan menghambat tumbuh tingginya batang

Pelaksanaan Bumbun I (Mekanisasi) yaitu :

1. Operator memasang Implement sesuai dengan kegiatan terlebih dahulu (Furrower 3 base)

2. Operator mulai melaksanakan kegiatan Bumbun dengan arah Timur - Barat serta memperhatikan standar yang telah diberikan yaitu dengan minimal 30 Cm

CONTROLING

1. SKW (Sinder Kebun Wilayah), Kemetir (Mandor Besar) & Mandor Blok mengontrol berlangsungnya kegiatan Bumbun I

2. SKW (Sinder Kebun Wilayah) & Kemetir (Mandor Besar) memeriksa hasil pekerjaan yaitu kedalaman 30 Cm

3. Mandor Blok bertugas mengarahkan Operator agar setiap kegiatan yang di lakukan sesuai dengan SOP yang telah diinstruksikan yaitu kedalaman 30 Cm

Gambar 18 Pelaksanaan Bumbun I (Manual)

(38)

30 Gambar 20 Arah Traktor Pelaksanaan Bumbun I

18,4 m

60 m

(39)

31 REWOS

Nama Kegiatan : REWOS

Definisi Kegiatan : Merupakan suatu kegiatan pemeliharaan tanaman tebu yang wajib untuk dilakukan. Prinsip pekerjaan Rewos ini adalah dengan membersihkan daun-daun kering kering/ kotoran, maupun gulma yang berada pada pangkal batang tanaman Tebu. Rewos di lakukan pada tanaman tebu ketika jumlah ruas 3-5 ruas, rewos sendiri memiliki tujuan yaitu agar merangsang pertumbuhan tinggi batang tanaman dan juga memudahkan pekerjaan Gulud, teknik nya adalah dengan cara memotong & menarik daun kering pada batang tanaman menggunakan Arit, lalu seresah di keluarkan dari dalam kebun ke luar/pinggir juringan/inter row. Jika tidak dilakukan Rewos ini maka tanaman akan mengalami kesulitan dalam pertumbuhan batang nya, kemudian pada kegitan Gulud juga akan terkendala dengan daun-daun kering yang tidak direwos.

Target/Tujuan/Sasaran : 1. Memacu pertumbuhan tinggi batang tanaman tebu

2. Mengurangi kelembapan kebun 3. Memudahkan kegiatan Pemupukan 4. Memudahkan kegiatan Semprot Chemis 5. Memudahkan pekerjaan Bumbun I (Secara

Manual)

Waktu Pelaksanaan : Ketika Ruas Tanaman 3 - 5

(40)

32 PLANING

Tabel 16 Perencanaan Biaya Kegiatan Rewos Juringan

/Ha

HK/HA Biaya/Juringan

86 12 Rp. 4.750

Tabel 17 Kebutuhan Alat Kegiatan Rewos No Kebutuhan Alat Satuan

1. Arit 1 Buah

2. Sarung Tangan 1 Pasang

ORGANIZING

1. Kemetir (Mandor Besar) memberi perintah kepada Mandor Blok untuk segera melakukan kegiatan Rewos/Klentek I pada Blok tersebut

2. Mandor Blok mengarahkan tenaga kerjanya untuk ke esokan harinya akan ada kegiatan Rewos/Klentek I pada Blok yang sudah ditentukan

3. Mandor Blok mengarahkan & mengingatkan tenaga kerja untuk tidak lupa membawa alat yang akan dibutuhkan esok hari

4. Tenaga kerja mengerjakan kegiatan tersebut pada Blok yang sesuai dengan arahan Mandor Blok tersebut

ACTUATING

1. Membersihkan helai daun yang kering pada batang tanaman Tebu menggunakan alat Sabit yang telah dipersiapkan

Gambar 22 Pelaksanaan Kegiatan Rewos Gambar 21 After Kegiatan Rewos

(41)

33 1. Membersihkan gulma yang melilit batang tanaman Tebu

2. Helai daun yang sudah dibersihkan dari batang tanaman, lalu digulung &

dimasukan ke dalam juringan agar tidak berantakan

3. Perlu diperhatikan juga agar tidak memotong pelepah yang masih produktif pada batang tanaman tebu

4. Membersihkan gulma yang melilit batang tanaman Tebu

5. Helai daun yang sudah diberesihkan dari batang tanaman, lalu digulung & di masukan ke dalam juringan agar tidak berantakan

6. Helai daun yang berada dipinggir jalan dibersihkan juga agar kondisi jalan tidak terlihat menjadi kotor

7. Perlu diperhatikan juga agar tidak memotong daun yang masih produktif pada batang tanaman tebu

CONTROLING

1. SKW (Sinder Kebun Wilayah), Kemetir (Mandor Besar) & Mandor Blok mengontrol berlangsungnya kegiatan Rewos

2. SKW (Sinder Kebun Wilayah) & Kemetir (Mandor Besar) memeriksa setiap pekerjaan agar sesuai sasaran, beserta instruksi yang telah diberikan yaitu tidak memotong daun yang masih hijau (Produktif)

3. Mandor Blok melakukan kegiatan pengawasan kepada tenaga kerja guna menghindari terpotongnya daun yang masih hijau (Produktif)

(42)

34 HERBISIDA POST EMERGENCE

Nama Kegiatan : HERBISIDA POST EMERGENCE

Definisi Kegiatan : Merupakan suatu kegiatan yang dilakukan pada tanaman Tebu ketika tanaman masih muda sampai dengan tua, guna memberantas Gulma yang tumbuh di juringan bahkan didekat pangkal tebu, Pengendalian secara Kimia ini dilakukan guna mempercepat pemberantasan gulma agar tidak terjadi persaingan pengambilan unsur hara & cahaya antara tanaman dan Gulma. Pengendalian Gulma menggunakan 3 BA (Bahan Aktif) yaitu Diuron (1 Kg/Ha), Ametrin (2 ltr/Ha) & Dimetil Amina ( 1,5 Ltr/Ha)

Ltr/Ha)

Target/Tujuan/Sasaran : 1. Memaksimalkan kegiatan saat di lakukan nya Pemupukan agar pupuk bisa terserap secara optimal oleh tanaman Tebu

2. Memberantas Gulma yang tumbuh pada Leng 3. Agar produksi akhir tanaman saat tebang

mencapai pada target yang sudah di planning Waktu Pelaksanaan : 4 Bulan Setelah Kepras

PLANING

Kegiatan pengendalian gulma secara kimia (Chemis) dilakukan secara manual (tenaga manusia), disamping itu sangat perlu sekali menyiapkan ketersediaan jumlah tenaga kerja untuk merealisasikan kegiatan pengendalian gulma secara Chemis ini, kemudian menyiapkan seberapa bahan yang akan dibutuhkan dalam satuan Ha nya.

(43)

35 Tabel 18 Perencanaan Kegiatan Herbisida Post Emergence

NO Herbisida &

Air

BA (Bahan Aktif)

Kebutuhan/Ha

1. Amegrass Ametrin 2 Ltr/Ha

2. Ventory Dimetil

Amina

1,5 Ltr/Ha

3. Torero Diuron 1 Kg/Ha

4. Air 200

Ltr/Ha

Tabel 19 Perencanaan Biaya Kegiatan Herbisida Post Emergence NO Uraian Kegiatan Jumlah

HK/Ha

Biaya/Ha (Rp) 1 Semprot Chemis 7 Orang Rp. 70.000/Ha

Tabel 20 Kebutuhan Alat /HK

NO Kebutuhan Alat (HK/HA) Satuan

1 Knapsack 7

2. Drim 3

ORGANIZING

1. Mandor Khusus Herbisida mengisi BON GUDANG

2. BON GUDANG kemudian diserahkan ke Juru Tulis di Kantor HGU

3. Setelah BON diserahkan, lalu Juru Tulis membuat Laporan berdasarkan BON yang diterima oleh Juru Tulis

4. Mandor Khusus Herbisida ke Gudang untuk mengambil Herbisida sesuai dengan permintaan pada BON GUDANG

(44)

36 Gambar 24 Pelaksanaan Kegiatan Herbisida Post

Emergence

5. Mandor HERBISIDA bertanggung jawab mengarahkan Tenaga Kerja untuk mengisi air pada Drim, mengangkut Herbisida ke Grandong

6. Mandor Herbisida bertugas mengarahkan kegiatan hingga selesai ACTUATING

1. Mengisi 4 Drim dengan kapasitas 200 Ltr/Drim dengan Air yang bersih 2. Menuangkan masing-masing Herbisida pada wadah ukuranan 1 Ltr 3. Lalu masukan kedalam Drim yang berisi Air

4. Drim diaduk menggunakan alat pengaduk sampai homogen 5. Kep diisi campuran herbisida yang telah homogen didalam Drim

6. Lalu Tenaga kerja melakukan kegiatan Semprot Chemis dengan memperhatikan agar air semprotan tidak mengenai helai daun yang masih hijau

CONTROLING

1. Mandor Khusus Herbisida bertugas mengawal berlangsung nya kegiatan Pengendalian Gulma Chemis yang berada pada Blok yang sudah ditentukan

Gambar 23 Pengisian Kep Kegiatan Herbisida Post Emergence

(45)

37 2. Mandor Khusus Herbisida memberi arahan kepada tenaga kerja untuk mengisi

air pada Drim & mengangkut Herbisida ke Grandong

3. SKW (Sinder Kebun Wilayah) & Kemetir (Mandor Besar) memeriksa pekerjaan Herbisida agar sesuai dengan SOP yang berlaku yaitu dosis hingga pengaplikasiannya

Gambar 27 Herbisida Diuron

Gambar 26 Herbisida Dimetil Amina

Gambar 25 Herbisida Ametrin

(46)

38 KLENTEK SEBELUM TEBANG

Nama Kegiatan : KST (KLENTEK SEBELUM TEBANG)

Definisi Kegiatan : KST (Klentek Sebelum Tebang) merupakan suatu kegiatan persiapan sebelum dilakukannya kegiatan tebangan/panen.

Prinsip kegiatan KST sendiri adalah membuang daun-daun kering pada batang tanama tebu guna memudahkannya tenaga penebang saat melakukannya kegiatan panen serta hasil panen yang bersih dan mendapatkan kategori MBS (Manis, Bersih, Segar),

Manis : Brix Tanaman Tebu >15

Bersih : Batang tanaman tebu bebas dari daduk, seresah, akar, tanah, dll

Segar : Max 36 jam Tebu harus sudah digiling KST sendiri dilakukan ketika ruas tanaman lebih dari >14. Manfaat ke tanaman dengan dilakukannya KST yaitu guna sinar matahari mengenai batang tanaman tebu agar terjadinya penimbunan sukrosa pada batang.

Target/Tujuan/Sasaran : 1. Kegiatan KST dilakukan guna memudahkan ketika kegiatan panen

2. Mendapatkan kategori Tebang MBS ketika kegiatan panen

Waktu Pelaksanaan : > 14 Ruas (Ketika Tanaman Tebu Umur 7 - 9 Bulan)

PLANING

Tabel 21 Perencanaan Kegiatan Klentek Sebelum Tebang

Juringan /Ha Jumlah HK/Ha Kebutuhan Alat Biaya/Hari

86 20 RP. 30.000

ORGANIZING

1. Kemetir (Mandor Besar) memberi perintah kepada Mandor Blok untuk segera melakukan kegiatan KST pada Blok

2. Mandor Blok mengarahkan tenaga kerjanya untuk ke esokan harinya akan ada

(47)

39 kegiatan KST pada Blok yang sudah ditentukan

3. Mandor Blok mengarahkan & mengingatkan tenaga kerja untuk tidak lupa membawa alat yang akan dibutuhkan esok hari

4. Tenaga kerja mengerjakan kegiatan tersebut pada Blok yang sesuai dengan arahan Mandor Blok terebut

ACTUATING

1. Membersihkan helai daun yang kering pada batang tanaman Tebu menggunakan alat Arit

2. Membersihkan Gulma yang melilit batang tanaman Tebu

3. Helai daun yang sudah dibersihkan dari batang tanaman, lalu digulung &

dimasukan ke dalam juringan agar tidak berantakan

4. Helai daun yang berada dipinggir jalan dibersihkan juga agar kondisi jalan tidak terlihat menjadi kotor

5. Perlu diperhatikan juga agar tidak memotong daun yang hijau/ masih produktif pada batang tanaman tebu

CONTROLING

1. SKW (Sinder Kebun Wilayah), Kemetir (Mandor Besar) & Mandor Blok mengontrol berlangsungnya kegiatan KST (Klentek Sebelum Tebang)

2. SKW (Sinder Kebun Wilayah) & Kemetir (Mandor Besar) memeriksa pekerjaan agar sesuai dengan arahan yaitu tidak memotong daun yang hijau (Produktif) 3. Mandor Blok bertugas mengarahkan setiap tenaga kerja agar setiap kegiatan

yang dilakukan sesuai dengan arahan SKW (Sinder Kebun Wilayah) Gambar 28 Pelaksanaan Kegiatan Klentek

Sebelum Tebang

(48)

40 TMA (TEBANG MUAT ANGKUT)

Nama Kegiatan : TEBANG MUAT ANGKUT (TMA)

Definisi Kegiatan : Merupakan kegiatan akhir dari proses pemeliharaan tanaman tebu baik Plant Cane ataupun Ratoon Cane (Kepras).

Kegiatan TMA dimulai dari :

1. Tebang : Menebang tanaman tebu yang sudah layak untuk ditebang yaitu Brix di kebun minimal 15 2. Muat : Mengangkut tanaman tebu yang sudah dipanen

ke bak Dam Truck yang sudah dipasang sling sebelumnya

3. Angkut : Memasang Crane pada tali sling pada bak Dum Truck, kemudian diletakan di St. Gilingan untuk dipotong & dicacah

Kegiatan TMA dimulai sesuai dengan bulan tanam agar blok blok tanaman tebu yang dipanen sesuai dengan umur yang semestinya. Di samping itu juga terdapat 3 kategori Tebu yaitu masak awal, tengah, akhir. Tebu masak awal adalah tebu yang dapat dilakukan panen pada awal dimulainya giling tebu, sedangkan tebu masak tengah adalah tebu yang dapat dilakukan panen pada pertengahan giling tebu dan tebu masak akhir adalah tebu yang panennya hanya dapat dilakukan pada akhir giling tebu untuk menghasilkan rendemen yang tinggi.

Target/Tujuan/Sasara n

: 1. Mendapatkan protas yang direncanakan serta diharapkan

2. Memenuhi kebutuhan bahan baku pada Pabrik Gula

3. Memanen seluruh Blok dengan tuntas sesuai dengan bulan tanam

Waktu Pelaksanaan : 10 -12 Bulan

PLANING

Tabel 22 Perencanaan Kegiatan Tebang Muat Angkut Blok, Luas

(Ha)

Biaya Tenaga

Tebang/Kui Biaya Armada/Ton

(49)

41 C 1 (2,7) Rp. 6.000/Kui Rp. 50.000/Ton

ORGANIZING

1. Manajer Tanaman : Manager tanaman memiliki wewenang mengusahakan penebangan dan pengangkutan tebu dengan biaya yang ekonomis untuk menjaga kelancaran proses perusahaan dan mengawasi serta mengadakan evaluasi pembiayaan pada kegiatan tebang dan angkut.

2. ASMAN TMA (Asisten Manajer Tebang Muat Angkut) : Melakukan suatu penyusun rencana Tebang serta Angkut, pada tiap afdeling, melakukan pengawasan kegiatan tebang, muat dan angkut monitoring pasokan bahan baku dan sisa bahan baku serta melaporkan hasil pekerjaan kegiatan TMA

3. SKW (Sinder Kebun Wilayah): Menyetujui kegiatan Tebang, Muat serta Angkut pada lahan yang sudah diajukan, lalu melakukan pengawasan kegiatan tebang, muat dan angkut serta melakukan pelaporkan hasil pekerjaan kepada ASMAN TMA.

4. PTA (Petugas Tebang Angkut) : Melakukan pengamatan, mengkoordinir Mandor Tebang, pengawasan mutu & lokasi tebang, memastikan kelancaran Tebang dan Angkut, mengevaluasi hasil tebangan

5. Mandor Tebang : Mengawasi tenaga kerja tebangan guna mendapatkan kriteria MBS (Manis,Bersih, Segar), mengatur tebangan, kesiapan timbangan dan mengawasikualitas tebu siap giling serta monitoring jumlah suplai tebu dengan kapasitas giling serta membuat laporan Tebang

ACTUATING 1. TEBANG

a. Memotong batang tebu menggunakan arit dengan arah yang miring dan pandas hingga permukaan tanah

b. Membuang pucuk tanaman tebu yang masih hijau

c. Tebu disusun/ditumpuk pada juringan lalu diikat menggunakan daduk untuk segera diangkut

(50)

42 2. MUAT

a. Mengangkat batang tebu yang sudah diikat ke bak dum truck menggunakan tangga

b. Membuang ikatan daduk pada batang tebu c. Mencacah batang tebu menggunakan parang

3. ANGKUT

a. Memasang crane berkapasitas 15 Ton pada tali sling pada Dum truck b. Lalu diangkut pada St. Penggilingan untuk dilakukannya proses

Pemotongan serta Pencacahan

4. Supir armada menuju Pos Satpam untuk mengisi luas Ha tertebang serta No Truck/Supir pada SPTA (Surat Perintah Tebang Angkut) lalu dibawa menuju Selektor PG. SEMBORO

Gambar 29 Pelaksanaan Tebang

Gambar 30 Pelaksanaan Muat

Gambar 31 Pelaksanaan Angkut

(51)

43 Simulasi Perhitungan Kebutuhan Tenaga Tebang, Kebutuhan Armada Pada Kegiatan TMA (Tebang Muat Angkut)

Diketahui :

Protas Blok (Ha) : 1,5 Ton/1.500 Kui Jumlah Tenaga : 9 HK (Tenaga Kerja) Prestasi/Hk : 40 Kui

Upah Penebang: Rp. 6.000/Kui (Borongan) Upah Supir DT : 50.000/ 10 Kui /1 Ton Kapasitas DT : 7 Ton

A. KEBUTUHAN TENAGA KERJA DALAM 1 HA Protas/Ha : 1500 Kui

Prestasi Kerja HK/Hari : 40 Kui/Hk/Hari ( 1500 : 40 ) = 37 Tenaga Kerja/Hari

B. KEBUTUHAN ARMADA DT Protas/Ha : 1.500 Kui

Kapasitas : 70 Kui

( 1.500 : 70 ) = 21 Armada Dum Truck/Hari

C. PRESTASI KERJA

= Jumlah Tenaga x Prestasi/HK

( 9 x 40 Kui ) = 360 Kui/ 36 Ton Gambar 32 SPTA (Surat Perintah Tebang Angkut)

(52)

44 D. PENDAPATAN PENEBANG

= Jumlah DT : 2

= Kapasitas DT : 60 Kui

= Harga : 6.000/ Kui

=Jumlah HK : 5

( Jumlah DT x Kapasitas DT x Harga/Kui x Jumlah Pekerja) = 120 Kui x 6.000 = Rp. 720.000 : 5 = Rp. 144.000/HK

E. PENDAPATAN SUPIR Harga : 50.000/ 1 Ton

Bobot DT : 60 Kui ( Harga x Bobot DT)

(50.000 x 6 ) = Rp. 300.000

CONTROLING

1. ASMAN TMA (Asisten Manajer Tebang Muat Angkut) ,SKW (Sinder Kebun Wilayah), PTA (Petugas Tebang Angkut) melakukan pengawasan langsung saat kegiatan tebang agar mendapatkan kriteria Tebang MBS (Manis Bersih Segar) 2. Mandor Tebang melakukan pengawasan pada tenaga tebang berupa pandasnya

batang tanaman tebu, memastikan sogol, pucuk tidak diangkut ke bak truck 3. Manis : Brix Tanaman Tebu >15

4. Bersih : Batang tanaman tebu bebas dari daduk, seresah, akar, tanah, dll A. Bersih/Plontos

B. Sedikit Kotor yaitu : a. Sogolan 1-15 batang b. Pucuk 1-15 pucuk c. Daduk 1-15 helai

d. Akar, Tanah, Non Tebu lainnya maksimal 5 bongkah C. Kotor yaitu jumlah lebih dari kriteria B

(53)

45 D. Terbakar

E. Brondolan

5. SEGAR : Max 36 jam Tebu harus sudah digiling untuk menjaga kesegaran batang tebu serta menjaga agar rendemen pada batang tidak menurun

(54)

46 Pembibitan PC KTG (Plant Cane Kebun Tebu Giling)

BAJAK I Nama Kegiatan : BAJAK I

Definisi Kegiatan : Merupakan kegiatan pengolahan lahan pertama dengan membongkar, memotong, dan membalik tanah menjadi bongkahan atau gumpalan tanah, kegiatan ini dilakukan dengan kedalaman minimal 30 cm. Kegiatan Bajak I ini di lakukan secara mekanisasi dengan kombinasi implement bajak piring (Disk Plow), penggunaan mekanisasi dilakukan guna meng efisiensikan waktu pekerjaan agar lebih cepat selesai.

Penggunaan mekanisasi hanya dapat dilakukan pada lahan dengan kondisi tidak becek.

Target/Tujuan/Sasaran : 1. Memotong & membalik tanah menjadi gumpalan gumpalan

2. Mengangkat sisa-sisa tebu ke atas tanah 3. Menyiapkan media tanam dengan aerasi yang

baik bagi tanaman Tebu Waktu Pelaksanaan : 1 Minggu Setelah Tebang

PLANING

Tabel 23 Perencanaan Kegiatan Bajak I Kegiatan Spesifikasi

Traktor

Implement Keb Solar (Ltr/Ha) Biaya/Ha (Rp)

Bajak I New Holland TM 7020, 90-150 HP

Disk Plow Mata 5

40 Ltr/Ha Rp.1.125.000

ORGANIZING

(55)

47 1. SKW (Sinder Kebun Wilayah) mengajukan suatu pelaksanaan kegiatan Bajak I

kepada ASMAN (Assisten Manajer)

2. ASMAN menyetujui kegiatan tersebut, kemudian SKW mengkoordinir Kemetir (Mandor Besar) bahwasanya akan dilaksanakannya kegiatan Bajak I

3. Kemetir (Mandor Besar) mengkoordinasi Mandor Blok untuk menyiapkan Blok yang akan dilakukan kegiatan Bajak I menggunakan Mekanisasi

4. Mengisi Blanko yang ditujukan pada bagian Peltek (Pelayanan Teknik), kemudian terdapat tanda tangan peresetujuan dari SKW & ASMEN

5. Blanko kemudian diterima dan ditanda tangani oleh Kasie Peltek

6. Bagian Peltek mengeluarkan Surat Ijin Keluar Kendaraan Berat kepada Mandor Taktor, kemudian di berikan kepada Operator untuk melakukan kegiatan Bajak I

7. Operator melaksanakan kegiatan secara mekanisasi di HGU dengan dikontrol langsung oleh Kemetir (Mandor Besar), Mandor Blok & SKW (Sinder Kebun Wilayah)

ACTUATING

1. Operator menghidupkan traktor & memanaskan mesin terlebih dahulu di parkiran traktor

2. Operator memasang Implement Disk Plow terlebih dahulu

3. Operator menaikan Implement Disk Plow dengan menggunakan tuas Hidrolik lalu jalan menuju Blok yang akan dilakukan kegiatan Bajak I

4. Operator melakukan kegiatan Bajak I dengan kedalaman minimal 30-35 cm 5. Arah Bajak I dimulai dari arah Timur - Barat

Gambar 33 Pelaksanaan Bajak I

(56)

48 CONTROLING

1. SKW (Sinder Kebun Wilayah), Kemetir (Mandor Besar) & Mandor Blok mengontrol berlangsungnya kegiatan Bajak I

2. SKW (Sinder Kebun Wilayah) & Kemetir (Mandor Besar) memastikan kedalaman Bajak I minimal 30 Cm

3. Mandor Blok bertugas mengarahkan Operator agar setiap kegiatan yang di lakukan sesuai dengan SOP yang telah ditentukan yaitu dengan kedalaman 30 Cm

Gambar 34 Alur Traktor Pelaksanaan Bajak I

G O T

M U J U R

18,4 m

60 m

(57)

49 BAJAK II

PLANING

Tabel 24 Perencanaan Kegiatan Bajak II Kegiatan Spesifikasi

Traktor

Implement Keb Solar/Ha

Biaya/Ha

Bajak II New Holland TM 7020, 90-150 HP

Disk Plow 5 Mata

35 Ltr/Ha Rp.

1.000.000/Ha

ORGANIZING

1. SKW (Sinder Kebun Wilayah) mengajukan suatu pelaksanaan kegiatan Bajak II kepada ASMEN (Assisten Manajer)

2. ASMAN menyetujui kegiatan tersebut, kemudian SKW mengkoordinir Kemetir Nama Kegiatan : BAJAK II

Definisi Kegiatan : Merupakan kegiatan pengolahan lahan ke-2 dengan membalikan tanah hasil bajak satu guna lebih menggemburkan tanah dengan arah bajak memotong dari arah Bajak I, kegiatan ini dilakukan dengan kedalaman minimal 30 cm. Kegiatan Bajak I ini di lakukan secara mekanisasi dengan kombinasi implement bajak piring (Disk Plow) mata 5, penggunaan mekanisasi dilakukan guna meng efisiensikan waktu pekerjaan agar lebih cepat selesai.

Penggunaan mekanisasi hanya dapat dilakukan pada lahan dengan kondisi tidak becek dengan kapasitas kerja 5 Ha/Hari.

Target/Tujuan/Sasaran : 1. Membalikan tanah hasil dari bajk satu Waktu Pelaksanaan : 1 Minggu Setelah Bajak Pertama

(58)

50 (Mandor Besar) bahwasanya akan di laksanakannya kegiatan Bajak II

3. Kemetir (Mandor Besar) mengkoordinasi Mandor Blok untuk menyiapkan Blok yang akan dilakukan kegiatan Bajak II menggunakan Mekanisasi

4. Mengisi Blanko yang ditujukan pada bagian Peltek (Pelayanan Teknik), kemudian terdapat tanda tangan peresetujuan dari SKW & ASMAN

5. Blanko kemudian diterima dan ditanda tangani oleh Kasie Peltek

6. Bagian Peltek mengeluarkan Surat Ijin Keluar Kendaraan Berat kepada Mandor Taktor, kemudian diberikan kepada Operator untuk melakukan kegiatan Bajak II

ACTUATING

1. Operator mengecek Traktor & Implement terlebih dahulu

2. Operator menaikan Implement Disk Plow dengan menggunakan tuas Hidrolik lalu jalan menuju Blok yang akan di lakukan kegiatan Bajak II

3. Operator melakukan kegiatan Bajak I dengan kedalaman minimal 30 cm & 45 – 90O dari Bajak I

4. Arah Bajak II yaitu Selatan – Utara (Kebalikan Dari Bajak I)

CONTROLING

4. SKW (Sinder Kebun Wilayah), Kemetir (Mandor Besar) & Mandor Blok mengontrol berlangsungnya kegiatan Bajak II

5. SKW (Sinder Kebun Wilayah) & Kemetir (Mandor Besar) memastikan kedalaman Bajak II minimal 30 Cm

6. Mandor Blok mengarahkan Operator agar setiap kegiatan yang di lakukan sesuai dengan SOP yang telah ditentukan yaitu dengan kedalaman 30 Cm

Gambar 35 Pelaksanaan Bajak II

(59)

51 Gambar 36 Arah Traktor Kegiatan Bajak II

GOT MUJUR

18,4 m

60 m

(60)

52 KAIRAN (Pembuatan Juringan)

PLANING

Tabel 25 Perencanaan Kegiatan Kairan Kegiatan Spesifikasi

Traktor

Implement Keb Solar Ltr/Ha

Biaya/Ha

Kairan New Holland TM 7020, 90-150 HP

Furrower 25 Ltr/Ha Rp.1.000.000

ORGANIZING

1. SKW (Sinder Kebun Wilayah) mengajukan suatu pelaksanaan kegiatan Kair kepada ASMAN (Assisten Manajer)

2. ASMAN menyetujui kegiatan tersebut, kemudian SKW mengkoordinir Kemetir Nama Kegiatan : KAIRAN (Pembuatan Juringan)

Definisi Kegiatan : Merupakan suatu kegiatan secara Mekanisasi dengan membuat Juringan/alur media tanam Tebu menggunakan Traktor roda 4 dengan HP 90 – 150.

Kegiatan Kair menggunakan Implement Furrower dengan kedalaman minimal 30 cm . Penggunaan mekanisasi guna mengefisiensikan waktu pekerjaan serta mengefektifkan hasil pekerjaan pada lahan budidaya tanaman tebu, penggunaan mekanisasi hanya dilakukan pada lahan dengan kondisi tidak becek

Target/Tujuan/Sasaran : 1. Membuat alur juringan/media tanam tebu yang layak & sesuai dengan standar yaitu kedalaman minimal 30 Cm

2. Menggemburkan media tanam tebu guna memudahkan ketika kegiatan pembibitan Waktu Pelaksanaan : 1 Minggu Setelah Bajak II

(61)

53 (Mandor Besar) bahwasanya akan dilaksanakannya kegiatan Kairan

3. Kemetir (Mandor Besar) mengkoordinasi Mandor Blok untuk menyiapkan Blok yang akan dilakukan kegiatan Kairan menggunakan Mekanisasi

4. Mengisi Blanko yang ditujukan pada bagian Peltek (Pelayanan Teknik), kemudian terdapat tanda tangan peresetujuan dari SKW & ASMEN

5. Blanko kemudian diterima dan ditanda tangani oleh Kasie Peltek

6. Bagian Peltek mengeluarkan Surat Ijin Keluar Kendaraan Berat kepada Mandor Taktor, kemudian diberikan kepada Operator untuk melakukan kegiatan Kairan 7. Operator melaksanakan kegiatan secara mekanisasi di HGU dengan dikontrol langsung oleh Kemetir (Mandor Besar), Mandor Blok & SKW (Sinder Kebun Wilayah)

ACTUATING

1. Operator mengecek Traktor terlebih dahulu sebagai seuatu kesiapa melaksanakan suatu pekerjaan

2. Operator memasang Implement Furrower terlebih dahulu

3. Operator menaikan Implement Furrower dengan menggunakan tuas Hidrolik lalu jalan menuju Blok yang akan dilakukan kegiatan Kair

4. Operator melakukan kegiatan Kair dengan kedalaman 35 -40 Cm

CONTROLING

1. SKW (Sinder Kebun Wilayah), Kemetir (Mandor Besar) & Mandor Blok mengontrol berlangsungnya kegiatan Kairan

Gambar 37 Pelaksanaan Kegiatan Kairan

(62)

54 2. SKW (Sinder Kebun Wilayah) & Kemetir (Mandor Besar) memeriksa

kedalaman hasil Kair agar sesuai dengan standar yaitu minimal 30 Cm

3. Mandor Blok bertugas mengarahkan Operator agar setiap kegiatan yang di lakukan sesuai dengan SOP yang telah ditentukan yaitu minimal hasil Kair 30 Cm

Gambar

Gambar  1 Peta Kebun SPADA
Gambar  2 Struktur Organisasi Bagian Tanaman PG. SEMBORO
Tabel 1 Kegiatan Pengelolaan Tanaman Perkebunan  No  Urutan Kegiatan Pengelolaan Tanaman
Tabel 2 Perencanaan Kegiatan Bakar Daduk
+7

Referensi

Garis besar

Dokumen terkait

Hasil analisis pengendalian kualitas statistik di PT Industri Gula Nusantara pada proses pengemasannya adalah tidak terkendali secara statistik karena pada grafik pengendali p

Hasil analisis pengendalian kualitas statistik di PT Industri Gula Nusantara pada proses pengemasannya adalah tidak terkendali secara statistik karena pada grafik pengendali p

Kegiatan magang yang dilakukan penulis di PT Gula Putih Mataram selama empat bulan telah memberikan pengalaman dalam meningkatkan pengetahuan mengenai

Dalam analisis ini, data produksi gula di PT Perkebunan Nusantara VII ( Persero ) digunanakan sebagai variabel dependen, sedangkan untuk variabel independen yang digunakan

Penelitian ini berisikan mengenai bagaimana Humas pabrik gula Meritjan-Kediri yang merupakan unit usaha dari PT Perkebunan Nusantara X melakukan penanganan terhadap krisis demo

Perkebunan Nusantara X dalam menentukan kebijakan akuntansi terait dengan pengakuan atas aset biologis tanaman tebu yaitu adanya kemungkinan bahwa manfaat ekonomi yang berkaitan dengan

Laporan praktik kerja lapangan tentang analisis kadar air _Crude Palm Oil_ (CPO) di PT Perkebunan Nusantara VII Unit Usaha

Praktik kerja lapangan dilakukan di PT Rumpun Sari Antan 1 selama 15 Februari -15 Juni 2010 untuk mempelajari manajemen perkebunan, budidaya dan pasca panen tanaman