TEKNOLOGI DAN DIAGNOSIS KABEL DAYA
1
DR. UMAR KHAYAM
INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG
Teknik Tegangan Tinggi
PENDAHULUAN
Kabel bawah tanah saat ini banyak digunakan
untuk distribusi daya listrik didalam kota dan
dalam daerah yang populasinya rapat.
Keuntungan kabel tanah dibandingkan dengan overhead lines, antara lain:
Tidak ada gangguan suplai listrik meskipun
dalam kondisi iklim ekstrim seperti petir, (pada overheadlines bisa terjadi flash over, short circuit yang mengakibatkan gangguan dalam suplai
daya listrik)
Tidak memerlukan pertangguang jawaban kepada publik jika terjadi kecelakaan, seperti tower tumbang.
Tidak akan menimbulkan muasalah jika terjadi shortcircuit yang melintasi jalan utama
Tidak berpengaruh pada estetika lingkungan.
PENDAHULUAN
Kekurangan kabel tanah dibandingkan dengan overhead lines :
Biaya investasi lebih mahal
Instalasi lebih kompleks
PENDAHULUAN
KONSTRUKSI KABEL DAYA
5
DR. UMAR KHAYAM
INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG
Teknik Tegangan Tinggi
Filler
Bedding Armour Outer sheath
Binder tape Conductor
Conductor Screen XLPE insulation Copper Screen Insulation Screen
Construction of XLPE cables
N2XSEYBY / NA2XSEYBY
Conductor
•Mengalirkan arus beban
Conductor screen
• Menghaluskan dan mencegah adanya void pada interface konduktor dan isolasi
Insulation
•Mencegah aliran arus listrik dari konduktor yang bertegangan ke ground atau ke konduktor di dekatnya.
•Menahan stress listrik yang dihasilkan oleh tegangan
•Menahan stress superposisi tegangan transien pada konduktor
Insulation screen
•Ensures that the electrical field is confined within the polymeric insulation
Copper Screen
•Keeps the insulation screen at Earth potential.
•Carries the charging current.
•Serves as a path for earth fault currents.
Filler
•Fills gaps between cores
•Rounds up the cable
Construction of XLPE cables
•Strippable type and bonded type.
•Binds the cores & filler together and separates the cores from the next layer
Binder Tape
Bedding / Cover / Seprei
•Berfungsi sebagai bantalan armour
•Bedding yang ditekan melindungi jalan masuk air
•Protects against mechanical stresses
Armour
•Serves as a path for earth fault currents.
•Steel Tape Armour (STA)
•Galvanized Steel Wire (GSW) or (SWA) Types of armour:
Construction of XLPE cables
•Galvanized Steel Strip
•Aluminum wire armour (single core cables).
Oversheath
•Protects against external impact or pressure
•Protects against corrosion
•Protects from water ingress Types of outer sheath
•PVC •PE •LSF(LSZH)
Conducting Coating on the outer sheath
•Graphite coating
•Extruded semi-conducting layer (For HV cables)
• Enables to check sheath integrity
13
Struktur Kabel Tiga Fasa
DIMENSI DAN BERAT KABEL
15
TEORI KABEL DAYA
DR. UMAR KHAYAM
INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG
Teknik Tegangan Tinggi
1. Pendahuluan 2. Konstruksi kabel - Konduktor - Insulator
* impregnated paper
* material sintetis
* gas terkompresi
- Screening - Armoring 3. Jenis kabel
- Kabel dengan isolasi kertas - Kabel dengan isolasi sintetik - Kabel yang diisi minyak
- Kabel yang diisi gas 4. Sheath phenomena
5. Rugi-rugi Armor
6. Konstanta kabel
- Resistansi konduktor - Kapasitansi kabel - Induktansi kabel
7. Medan listrik dalam isolasi kabel 8. Kapasitas hantar arus
9. Panas transien pada kabel 10. Jointing dan terminating 11. Stress control dalam kabel - Interseath grading - Capacitance grading
12. Pendinginan artificial pada tanah
13. Menemukan lokasi gangguan pada kabel - Metode pulsa
14. Kabel superkonduktor
Struktur Kabel
Medan Listrik pada Silinder Koaksial
19Distribusi Potensial Distribusi Kuat Medan Listrik
Kuat Medan Listrik Tertinggi Kuat Medan Listrik
Kerapatan Fluks Listrik
Medan Listrik pada Silinder Koaksial
Distribusi Potensial Distribusi Kuat Medan Listrik
Hubungan Tegangan dan Kuat Medan Listrik
Tahanan Dielektrik
Kapasitansi Kabel
Materi di Dalam Medan Listrik
Setiap bahan pada dasarnya tersusun dari partikel partikel elementer bermuatan listrik, dengan atom- atom yang terbentuk dari inti bermuatan positif dan sejumlah elektron-elektron negatif bermuatan listrik yang sama yang menjadikannya keluar bermuatan netral. Dengan demikian setiap bahan terlihat seolah tidak bermuatan listrik.
Jika suatu medan listrik diberikan pada bahan tersebut, maka pada pembawa muatan positif dan negatif akan bekerja gaya dengan arah yang berlawanan, yang
bersuperposisi dengan gaya ikat atom. Setiap bahan memiliki karakteristik listrik yang berbeda-beda.
21
Polarisasi
Didalam pengaruh medan elektrostatis, sebuah atom terdeformasi akibat gaya yang bekerja pada inti dan kulit atom, yang menyebabkan terbentuknya dipol listrik pergeseran titik berat muatan atom dan kulit elektron (Polarisasi Deformasi).
Pada kebanyakan isolasi sudah terdiri dari molekul- molekul polar atau group-group molekul dengan
momen dipol yang tetap dengan distribusi distribusi muatan yang tidak simetris.
Kuat medan listrik awalnya memutar dan
mengarahkan distribusi dipol yang tak beraturan
(Polarisasi Dipole atau Polarisasi Orientasi).
Konstanta Dielektrik (ε r )
Dalam hal berputarnya dipol pada polarisasi orientasi mendapat tentangan gaya balik yang besar dan dihambat oleh pergesekan, terjadilah rugi rugi polarisasi atau biasa disebut dengan Rugi-Rugi Dielektrik.
Setiap jenis pergeseran pembawa muatan selalu menyebabkan pengaliran arus, yang dengan
demikian bahan isolasi dapat ditentukan tingkat konduktivitas listriknya.
Polarisasi bahan isolasi listrik didalam
perhitungannya dilihat besaran konstanta dielektriknya ε r
23
Faktor Rugi Dielektrik d = tan δ (50 Hz, 20ºC), r
Kuat Medan Tembus Listrik E d berbagai bahan isolasi.
BAHAN ISOLASI KONSTANTA DIELEKTRIKA ε
RFAKTOR RUGI DIELEKTRIK 10
3Tan δ
KUAT MEDAN TEMBUS LISTRIK E
D(kV/cm) Porselen 5 sampai 6,5 17 sampai 25 340 sampai 380 Stealit 5,5 sampai 6,5 2,5 sampai 3 200 sampai 300 Kertas Keras 4 sampai 7 20 sampai 100 300 sampai 600 Kertas
Impragnisasi 4 sampai 4,3 5 sampai 10 500 sampai 600
Epoxid Resin 2,8 sampai 5 3 sampai 10 200 sampai 400
Polyester Resin 3,8 sampai 5 3 sampai 50 200 sampai 290
Polyvinylchloride 2,3 sampai 2,4 50 sampai 80 150 sampai 190
Karet Keras 2,5 sampai 5 2 sampai 6 200 sampai 300
Minyak Mineral 2,2 sampai 2,6 - sampai 10 200 sampai 350
Chloplen 4,5 sampai 7 - sampai 2 150 sampai 250
Pengaruh Temperatur pada ε r
Konstanta dielektrik ε r dari beberapa bahan isolasi teknik biasanya menaik dengan
kenaikan temperatur.
Konstanta dielektrik ε r kecil
ketergantungannya terhadap frekuensi.
Konstanta Dielektrik Epoxy Resin pada 50Hz ε r = 3,7 dan pada 1MHz ε r = 3,6.
25
Konstanta Dielektrik ε
rberbagai bahan isolasi sebagai fungsi temperatur δ.
1) Porselen; 2) dan 3) Kertas Keras; 4) Epoxy Resin; 5) Polyvinylchloride
Rugi-Rugi Dielektrik
Rugi-rugi dielektrik terjadi pada materi isolasi yang diletakkan antara elektroda bertegangan.
Disini selain mengalir arus kapasitif I
Cjuga mengalir arus riil I
W.
Rugi-rugi semacam ini, pertama diakibatkan adanya
konduktivitas diri g bahan isolasi yang sebenarnya sangat rendah (g~10
-16sampai10
-10S/cm)
dan terutama karena dibutuhkannya energi yang secara terus menerus diperlukan untuk polarisasi dipol dengan adanya
tegangan bolak balik
27
Rugi-Rugi Dielektrik
rangkaian pengganti kondensator C yang mengandung rugi rugi dielektrik yang paralel dengan tahanan riil R. Sudut antara arus total I dengan arus kapasitif IC disebut sudut rugi dielektrik d.
Rugi-Rugi Dielektrik
29
Untuk tegangan sebesar U frekuensi w = 2Wf didapat
faktor rugi dielektrik
:dan rugi-rugi daya
Faktor Rugi Dielektrik tan δ Tergantung Temperatur ϑ 1)
Kertas Keras; 2) Porselen; 3) Gelas; 4) Isolasi Minyak yang
Bagus; 5) Menengah; 6) Rendah
Kabel yang digunakan biasanya terdiri dari satu, tiga atau empat inti (core).
Setiap core berupa konduktor metalik yang dilapisi oleh isolasi. Kabel akan
terlapisi keseluruhannya dengan sarung kabel.
Untuk kabel bawah tanah biasanya ditambahkan pelindung baja untuk melindungi secara mekanik.
Pada kabel multi core tegangan tinggi dan ekstra tegangan tinggi, setiap core akan dilapisi oleh lapisan (screen)
metallik.
KONSTRUKSI KABEL
PVC Insulated Power Cable Taiyang industry (China)
Kabel biasanya menggunakan bahan
tembaga dan aluminium dengan tingkat kemurnian metal (>99.95%).
Ketidak murnian akan menyebabkan turunnya sifat konduktif dari kabel.
Konduktivitas aluminium hanya 60% dari konduktivitas tembaga.
KONDUKTOR
Karakteristik material isolator kabel yang harus dimiliki:
Kuat dielektrik yang tinggi (high dielectric strength)
Tahanan isolasi yang tinggi (high insulation resistance)
Memiliki tahan panas yang rendah (sufficiently low thermal resistivity)
Umur pakai yang lama
Permitivity (ε
r) yang tinggi dan rugi-rugi tangen delta (tan δ) yang rendah
Stabil secara kimia dalam rentang suhu yang besar
Mudah dipabrikasi, mudah dipasang dan mudah ditangani
Ekonomis
ISOLATOR
Material isolator untuk kabel tegangan tinggi secara umum diklasifikasikan atas:
Impregnated paper
Material sintetik
Gas terkompresi
ISOLATOR
Hasil investigasi menyatakan belitan konduktor yang terjalin dapat meningkatkan medan listrik sebesar 20-30% dalam isolator kabel.
Untuk mengurangi efek tersebut maka lapisan konduktor dalam bentuk aluminium foil atau pita kertas karbon semikonduktor diputar mengelilingi belitan konduktor.
Dengan memberikan lapisan pelindung isolasi mengelilingi setiap core dari kabel multi core akan membatasi medan listrik.
SCREENING
Untuk menanggulangi stress mekanik yang dialami kabel maka pelapisan dengan baja diperlukan (armoring). Selubung PVC berada dibagian luar setelah selubung metal untuk memberikan bantalan mekanik dan isolasi kimia. Penggunaan selubung PVC untuk melindungi armoring adalah untuk melindungi armor dari korosi.
ARMORING
JENIS KABEL
PAPER-INSULATED CABLES
Kabel berikat tiga core (three-core belted cable) menggunakan impregnated paper di mana untuk setiap konduktor di isolasi untuk setengah dari besaran tegangan jaringan.
Isolasi ekstra digunakan sebagai sabuk pelindung keliling pada ketiga core untuk memberikan
isolasi yang cukup untuk menahan tegangan fasa antara setiap konduktor dan selubung.
http://coppercanada.ca
Isolasi kertas lebih lemah dibawah medan listrik tangensial daripada medan listrik radial. Oleh karena itu didalam kabel berikat ada
kecenderungan arus bocor mengalir sepanjang lapisan dibawah
komponen tangensial dari medan. Setelah itu akan timbul panas yang akhirnya dapat menimbulkan kerusakan (breakdown).
JENIS KABEL
PAPER-INSULATED CABLES
Komponen medan tangensial dalam sabuk berikat dapat di hilangkan dengan menggunakan kabel tipe- H.
Dalam kabel tipe-H, tidak ada isolasi sabuk. Screening core umumnya tipis dan fleksibel sehingga tidak ada daya disipasi banyak di dalamnya.
High Voltage Breakdown and Testing Professor J R LucasMay 2010
the new 110-kV-XLPE pipe-type cable http://www.nexans.de/eservice/Germany-en
JENIS KABEL
SYNTHETIC-INSULATED CABLES
Dua kelebihan kabel dengan isolasi plastik
1. Kekuatan selubung plastik untuk menahan masuknya kelembaban yang menyebabkan korosi.
2. Beratnya yang lebih ringan, mengurangi kemungkinan rusak saat instalasi dan pemberian warna pada selubung core yang memudahkan identifikasi.
Kabel yang diisi minyak diisolasi dengan kertas dan menggunakan minyak yang bertekanan 3 sampai dengan 4 atm. Tekanan minyak menghalangi terbentuknya void.
Karena itu lama waktu kekuatan dielektrik kabel dengan diisi minyak dan isolasi kertas adalah dua kali dari pada kabel dengan isolasi kertas saja.
Selain itu minyak juga akan bertindak sebagai pendingin kabel.
JENIS KABEL
OIL-INSULATED CABLES
http://coppercanada.ca
JENIS KABEL
OIL-INSULATED CABLES
http://coppercanada.ca
JENIS KABEL
GAS-INSULATED CABLES
http://www.yelp.com
Kabel yang diisi gas adalah jenis kabel dengan isolasi kertas tetapi diletakkan dalam pipa baja yang mengandung gas terkompresi, biasanya gas nitrogen dengan demikian isolasoi akan mengalami tekanan. Void yang mungkin terbentuk di isolasi kabel diisi dengan gas pada tekanan yang cukup untuk menekan ionisasi. Dengan pengisian gas diperkirakan tegangan kerja kabel akan naik menjadi dua kali dengan ukuran kabel yang sama. Gas juga bertindak sebagai pendingin dan pipa baja memberikan perlindungan mekanik pada kabel.
Electrical Consulting Engineers
SHEATH PHENOMENA
Arus AC yang mengalir sepanjang kabel akan menghasilkan medan magnet yang berubah terhadap waktu yang akan menghubungkan selubung metal dan menginduksikan gaya gerak listrik.
Ggl induksi sepanjang selubung kabel tiap core pada kabel single core akan menggerakkan arus jika selubung berikat satu dengan yang lainnya.
Besarnya tergantung pada arus yang mengalir di core,
frekuensi, dan pengaturan dan peletakan core serta
tahanan selubung (El-kadi, 1984).
RUGI-RUGI ARMOR
Proses armoring pada kabel dapat dianggap sebagai penambahan selubung metal dengan rugi-rugi yang terdapat didalamnya. Jika armoring adalah bahan magnetik tambahan rugi-rugi terhadap
histerisis magnetik akan ada. Dalam kabel single core, sering sekali besarnya rugi-rugi histerisis menjadi penghalang dari kegunaan
material armoring.
Dalam kabel single core tiga fasa rugi-rugi armor dibagi menjadi:
• Rugi-rugi karena arus eddy dalam armoring
• Rugi-rugi karena medan magnet yang dihasilkan arus pada
konduktor.
KONSTANTA KABEL
Resistansi konduktor
- Arus DC mengalir merata di luas penampang konduktor - Arus AC mengalir di permukaan kulit konduktor (skin effect) - Hal ini mengakibatkan Resistansi AC >> Resistansi DC
Kapasitansi Kabel
- Kapasitansi kabel akan menentukan arus pengisiian kabel.
- Arus pengisian kabel akan membuat daya hantar arus berkurang
Induktansi Kabel
Dibandingkan dengan overhead line, kabel bawah tanah lebih kecil nilai induktansinya. Induktansi kabel tiap fasa ditentukan oleh:
- Jumlah lapisan selubung metal yang diberikan
- Keberadaan armoring dan bahan pembentuknya
- Jarak kabel dengan konduktor lain
Kapasitansi kabel
Dimana:
- a adalah radius konduktor
- b adalah radius dalam dari selubung
- ε
0adalah permitivitas ruang hampa
- ε
radalah relatif bahan isolasi kabel
MEDAN LISTRIK
DALAM ISOLASI KABEL
Dimana:
•V adalah tegangan
•A adalah radius konduktor
•B radius selubung
MEDAN LISTRIK
DALAM ISOLASI KABEL
Solusi untuk mengurangi ratio E
max/E
av.
1.Dengan menggunakan isolasi multilayer dengan layer terluar memiliki nilai ε
ryang lebih kecil.
2.Membagi isolasi kabel homogen dengan meletakkan selubung metalik.
Kedua saran telah diaplikasikan dan menemui kesulitan dalam praktek
baik dalam proses pabrikasi maupun dalam operasional.
KAPASITAS HANTAR ARUS DAN PANAS KABEL
Kapasiatas hantaran arus ditentukan sebagai arus maksimum yang dapat dibawa secara kontinu tanpa melewati batas suhu
isolasi yang diijinkan.
Sehingga besarnya arus pada sebuah kabel tergantung besarnya panas
yang timbul didalamnya dan disipasi disekitarnya. Sehingga pada gilirannya tergantung pada tahanan panas (thermal resistivity) kabel dan tanah
disekitarnya.
KAPASITAS HANTAR ARUS DAN PANAS KABEL
Rangkaian panas ekivalen pada kabel single core rugi-rugi daya konduktor
Wctahanan panas isolasiG=I2R d tahanan selubung Gb
tahanan serving Gser tahanan tanah Gs
KAPASITAS HANTAR ARUS DAN PANAS KABEL
Suhu maksimum isolasi θc muncul pada permukaan konduktor. Panas dibangkitkan oleh rugi-rugi daya konduktor Wc=I2R yang mengalir melalui tahanan panas Gd
isolasi, tahanan selubung Gb, tahanan serving Gser dan tahanan tanah Gs , yang mana suhu adalah θa. Rugi-rugi dielektrik Wd diasumsikan terkonsentrasi pada setengah dari keseluruhan isolasi. Rugi-rugi Wsh dan War pada selubung dan armoring juga berkontribusi pada kenaikan suhu. λsh dan λa adalah rasio rugi-rugi selubung dan rugi-rugi armor terhadap rugi-rugi konduktor. Δθd = Wd((Gd/2)+Gb+Gser+Gs)
Persamaan diatas tidak memasukkan perhitungan faktor koreksi untuk skin effect
PANAS TRANSIEN PADA KABEL
Panas transien akan timbul oleh:
• Short circuit. Semua panas yang timbul akan tersimpan dalam kabel batas suhu dapat mencapai 1200C.
• Siklus beban.
• Pembebanan darurat jangka pendek.
JOINTING AND TERMINATING
Karena proses pabrikasi, pengiriman dan instalasi yang terbatas makan kabel HV dibuat dalam jumlah yang terbatas panjangnya sehingga untuk penyambungan dilakukan pada di lapangan.
Ada empat buah metode dalam instalasi kabel:
• Sambung langsung dalam tanah. Kabel diletakkan dalam parit yang diisi dengan material yang memiliki tahanan panas yang lebih rendah
• Dalam saluran atau kanal yang biasanya terbuat dari beton
• Dalam saluran khusus atau dalam pipa. Mempunyai keunggulan bahwa kabel berikutnya bisa dipasang tanpa perlu penggalian
• Di udara dipasang dalam kanal
PENGENDALIAN TEKANAN (STRESS) DALAM KABEL
Ada dua metode yang mana pendistribusian seragam tekanan pada isolasi kabel dapat tercapai, dengan menggunakan interseath dan dengan menggunakan isolasi material yang berbeda nilai permitivitasnya.
PENGENDALIAN TEKANAN (STRESS) DALAM KABEL -INTERSEATH-
Jika interseath dengan radius r1 dan r2 dimasukkan
kedalam dielektrik dan dijaga pada tegangan V1 dan V2
Konduktor dan selubung memiliki radius a dan b.
Tekanan antar dua silinder metalik akan berbanding terbalik terhadap jarak dari titik axis. Sehingga tekanan (stress) pada titik dengan jarak r dari konduktor (a<r<r1): E1=A1/r
PENGENDALIAN TEKANAN (STRESS) DALAM KABEL
-CAPACITANCE GRADING-
Jika dielektrik kabel terdiri dari dua lapisan yang terbagi dengan jarak r1, permitivitas akan menjadi ε1 dan ε2. Tekanan pada lapisan dalam adalah E1=A2/(ε1r) dan untuk lapisan terluar adalah E2=A2/(ε2r)
sehingga besarnya E1 dan E2 adalah
ARTIFICIAL COOLING KABEL BAWAH TANAH
Untuk mengurangi resistansi termal bagian luar kabel digunAkan artificial cooling.
Metode ini memiliki dua bentuk:
• Internal cooling: dengan pemompaan air atau minyak isolasi sepanjang saluran kabel.
• External cooling:air di pompa melalui pipa plastik yang berada disebelah kabel.
MENEMUKAN LOKASI GANGGUAN PADA KABEL
Gangguan dalam kabel multi konduktor dapat dibagi berdasarkan kondisinya:
- Gangguan tanah resistansi tinggi atau rendah (high or low resistance eatrh fault) yang melibatkan satu atau lebih konduktor
- Gangguan rangkaian terbuka(open-circuit) dengan resistansi tinggi atau rendah pada rangkaian yang putus.
- Gangguan flashing (self-healing)
MENEMUKAN LOKASI GANGGUAN PADA KABEL
-METODE PULSA-
Pulsa tegangan dari sumber dapat digunakan antara konduktor yang mengalami gangguan dan selubung metal. Pulsa ini akan berjalan sepanjang kabel sampai pada titik gangguan dimana pulsa akan dipantulkan. Amplitudo dan polaritas dari pantulan tergantung pada resistansi titik gangguan.
Dengan menggunakan jejak pulsa pada osiloskop sinar katoda, waktu tx yang
merupakan waktu perjalanan pulsa dari titik pengiriman sampai titik gangguan dan dipantulkan kembali. Dan mengetahui v, kecepatan perambatan gelombang
elektromagnetik sepanjang kabel, jarak X titik gangguan dapat dihitung.
KABEL SUPERKONDUKTOR
Material superkonduktor adalah material yang resistivitas elektriknya sangat kecil sekali atau bernilai nol dibawah suhu kritis TC. Jika digunakan pada kabel maka superkonduktor berarti transmisi bebas rugi-rugi dengan daya sangat besar.
Suhu kritis TC dan kuat medan magnet kritis HC lebih rendah dari H0 dihubungkan sebagai berikut:
Dimana g adalah sebuah konstanta. Persamaan diatas menyatakan bahwa kuat medan kritis Hc(T) pada suhu T lebih rendah daripada kuat medan kritis H0.