• Tidak ada hasil yang ditemukan

Teknologi dan Diagnosa Kabel Daya

N/A
N/A
0I5@Antonius Rafael Manurung

Academic year: 2024

Membagikan "Teknologi dan Diagnosa Kabel Daya"

Copied!
60
0
0

Teks penuh

(1)

TEKNOLOGI DAN DIAGNOSIS KABEL DAYA

1

DR. UMAR KHAYAM

INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG

Teknik Tegangan Tinggi

(2)

PENDAHULUAN

Kabel bawah tanah saat ini banyak digunakan

untuk distribusi daya listrik didalam kota dan

dalam daerah yang populasinya rapat.

(3)

Keuntungan kabel tanah dibandingkan dengan overhead lines, antara lain:

 Tidak ada gangguan suplai listrik meskipun

dalam kondisi iklim ekstrim seperti petir, (pada overheadlines bisa terjadi flash over, short circuit yang mengakibatkan gangguan dalam suplai

daya listrik)

 Tidak memerlukan pertangguang jawaban kepada publik jika terjadi kecelakaan, seperti tower tumbang.

 Tidak akan menimbulkan muasalah jika terjadi shortcircuit yang melintasi jalan utama

 Tidak berpengaruh pada estetika lingkungan.

PENDAHULUAN

(4)

Kekurangan kabel tanah dibandingkan dengan overhead lines :

 Biaya investasi lebih mahal

 Instalasi lebih kompleks

PENDAHULUAN

(5)

KONSTRUKSI KABEL DAYA

5

DR. UMAR KHAYAM

INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG

Teknik Tegangan Tinggi

(6)
(7)

Filler

Bedding Armour Outer sheath

Binder tape Conductor

Conductor Screen XLPE insulation Copper Screen Insulation Screen

Construction of XLPE cables

N2XSEYBY / NA2XSEYBY

(8)

Conductor

•Mengalirkan arus beban

Conductor screen

• Menghaluskan dan mencegah adanya void pada interface konduktor dan isolasi

Insulation

•Mencegah aliran arus listrik dari konduktor yang bertegangan ke ground atau ke konduktor di dekatnya.

•Menahan stress listrik yang dihasilkan oleh tegangan

•Menahan stress superposisi tegangan transien pada konduktor

(9)

Insulation screen

•Ensures that the electrical field is confined within the polymeric insulation

Copper Screen

•Keeps the insulation screen at Earth potential.

•Carries the charging current.

•Serves as a path for earth fault currents.

Filler

•Fills gaps between cores

•Rounds up the cable

Construction of XLPE cables

•Strippable type and bonded type.

(10)

•Binds the cores & filler together and separates the cores from the next layer

Binder Tape

Bedding / Cover / Seprei

•Berfungsi sebagai bantalan armour

•Bedding yang ditekan melindungi jalan masuk air

(11)

•Protects against mechanical stresses

Armour

•Serves as a path for earth fault currents.

•Steel Tape Armour (STA)

•Galvanized Steel Wire (GSW) or (SWA) Types of armour:

Construction of XLPE cables

•Galvanized Steel Strip

•Aluminum wire armour (single core cables).

(12)

Oversheath

•Protects against external impact or pressure

•Protects against corrosion

•Protects from water ingress Types of outer sheath

•PVC •PE •LSF(LSZH)

Conducting Coating on the outer sheath

•Graphite coating

•Extruded semi-conducting layer (For HV cables)

• Enables to check sheath integrity

(13)

13

(14)

Struktur Kabel Tiga Fasa

(15)

DIMENSI DAN BERAT KABEL

15

(16)

TEORI KABEL DAYA

DR. UMAR KHAYAM

INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG

Teknik Tegangan Tinggi

(17)

1. Pendahuluan 2. Konstruksi kabel - Konduktor - Insulator

* impregnated paper

* material sintetis

* gas terkompresi

- Screening - Armoring 3. Jenis kabel

- Kabel dengan isolasi kertas - Kabel dengan isolasi sintetik - Kabel yang diisi minyak

- Kabel yang diisi gas 4. Sheath phenomena

5. Rugi-rugi Armor

6. Konstanta kabel

- Resistansi konduktor - Kapasitansi kabel - Induktansi kabel

7. Medan listrik dalam isolasi kabel 8. Kapasitas hantar arus

9. Panas transien pada kabel 10. Jointing dan terminating 11. Stress control dalam kabel - Interseath grading - Capacitance grading

12. Pendinginan artificial pada tanah

13. Menemukan lokasi gangguan pada kabel - Metode pulsa

14. Kabel superkonduktor

(18)

Struktur Kabel

(19)

Medan Listrik pada Silinder Koaksial

19

Distribusi Potensial Distribusi Kuat Medan Listrik

Kuat Medan Listrik Tertinggi Kuat Medan Listrik

Kerapatan Fluks Listrik

(20)

Medan Listrik pada Silinder Koaksial

Distribusi Potensial Distribusi Kuat Medan Listrik

Hubungan Tegangan dan Kuat Medan Listrik

Tahanan Dielektrik

Kapasitansi Kabel

(21)

Materi di Dalam Medan Listrik

 Setiap bahan pada dasarnya tersusun dari partikel partikel elementer bermuatan listrik, dengan atom- atom yang terbentuk dari inti bermuatan positif dan sejumlah elektron-elektron negatif bermuatan listrik yang sama yang menjadikannya keluar bermuatan netral. Dengan demikian setiap bahan terlihat seolah tidak bermuatan listrik.

 Jika suatu medan listrik diberikan pada bahan tersebut, maka pada pembawa muatan positif dan negatif akan bekerja gaya dengan arah yang berlawanan, yang

bersuperposisi dengan gaya ikat atom. Setiap bahan memiliki karakteristik listrik yang berbeda-beda.

21

(22)

Polarisasi

 Didalam pengaruh medan elektrostatis, sebuah atom terdeformasi akibat gaya yang bekerja pada inti dan kulit atom, yang menyebabkan terbentuknya dipol listrik pergeseran titik berat muatan atom dan kulit elektron (Polarisasi Deformasi).

 Pada kebanyakan isolasi sudah terdiri dari molekul- molekul polar atau group-group molekul dengan

momen dipol yang tetap dengan distribusi distribusi muatan yang tidak simetris.

 Kuat medan listrik awalnya memutar dan

mengarahkan distribusi dipol yang tak beraturan

(Polarisasi Dipole atau Polarisasi Orientasi).

(23)

Konstanta Dielektrik (ε r )

 Dalam hal berputarnya dipol pada polarisasi orientasi mendapat tentangan gaya balik yang besar dan dihambat oleh pergesekan, terjadilah rugi rugi polarisasi atau biasa disebut dengan Rugi-Rugi Dielektrik.

 Setiap jenis pergeseran pembawa muatan selalu menyebabkan pengaliran arus, yang dengan

demikian bahan isolasi dapat ditentukan tingkat konduktivitas listriknya.

 Polarisasi bahan isolasi listrik didalam

perhitungannya dilihat besaran konstanta dielektriknya ε r

23

(24)

Faktor Rugi Dielektrik d = tan δ (50 Hz, 20ºC), r

Kuat Medan Tembus Listrik E d berbagai bahan isolasi.

BAHAN ISOLASI KONSTANTA DIELEKTRIKA ε

R

FAKTOR RUGI DIELEKTRIK 10

3

Tan δ

KUAT MEDAN TEMBUS LISTRIK E

D

(kV/cm) Porselen 5 sampai 6,5 17 sampai 25 340 sampai 380 Stealit 5,5 sampai 6,5 2,5 sampai 3 200 sampai 300 Kertas Keras 4 sampai 7 20 sampai 100 300 sampai 600 Kertas

Impragnisasi 4 sampai 4,3 5 sampai 10 500 sampai 600

Epoxid Resin 2,8 sampai 5 3 sampai 10 200 sampai 400

Polyester Resin 3,8 sampai 5 3 sampai 50 200 sampai 290

Polyvinylchloride 2,3 sampai 2,4 50 sampai 80 150 sampai 190

Karet Keras 2,5 sampai 5 2 sampai 6 200 sampai 300

Minyak Mineral 2,2 sampai 2,6 - sampai 10 200 sampai 350

Chloplen 4,5 sampai 7 - sampai 2 150 sampai 250

(25)

Pengaruh Temperatur pada ε r

 Konstanta dielektrik ε r dari beberapa bahan isolasi teknik biasanya menaik dengan

kenaikan temperatur.

 Konstanta dielektrik ε r kecil

ketergantungannya terhadap frekuensi.

 Konstanta Dielektrik Epoxy Resin pada 50Hz ε r = 3,7 dan pada 1MHz ε r = 3,6.

25

(26)

Konstanta Dielektrik ε

r

berbagai bahan isolasi sebagai fungsi temperatur δ.

1) Porselen; 2) dan 3) Kertas Keras; 4) Epoxy Resin; 5) Polyvinylchloride

(27)

Rugi-Rugi Dielektrik

Rugi-rugi dielektrik terjadi pada materi isolasi yang diletakkan antara elektroda bertegangan.

Disini selain mengalir arus kapasitif I

C

juga mengalir arus riil I

W

.

Rugi-rugi semacam ini, pertama diakibatkan adanya

konduktivitas diri g bahan isolasi yang sebenarnya sangat rendah (g~10

-16

sampai10

-10

S/cm)

dan terutama karena dibutuhkannya energi yang secara terus menerus diperlukan untuk polarisasi dipol dengan adanya

tegangan bolak balik

27

(28)

Rugi-Rugi Dielektrik

rangkaian pengganti kondensator C yang mengandung rugi rugi dielektrik yang paralel dengan tahanan riil R. Sudut antara arus total I dengan arus kapasitif IC disebut sudut rugi dielektrik d.

(29)

Rugi-Rugi Dielektrik

29

Untuk tegangan sebesar U frekuensi w = 2Wf didapat

faktor rugi dielektrik

:

dan rugi-rugi daya

(30)

Faktor Rugi Dielektrik tan δ Tergantung Temperatur ϑ 1)

Kertas Keras; 2) Porselen; 3) Gelas; 4) Isolasi Minyak yang

Bagus; 5) Menengah; 6) Rendah

(31)

Kabel yang digunakan biasanya terdiri dari satu, tiga atau empat inti (core).

Setiap core berupa konduktor metalik yang dilapisi oleh isolasi. Kabel akan

terlapisi keseluruhannya dengan sarung kabel.

Untuk kabel bawah tanah biasanya ditambahkan pelindung baja untuk melindungi secara mekanik.

Pada kabel multi core tegangan tinggi dan ekstra tegangan tinggi, setiap core akan dilapisi oleh lapisan (screen)

metallik.

KONSTRUKSI KABEL

PVC Insulated Power Cable Taiyang industry (China)

(32)

 Kabel biasanya menggunakan bahan

tembaga dan aluminium dengan tingkat kemurnian metal (>99.95%).

 Ketidak murnian akan menyebabkan turunnya sifat konduktif dari kabel.

 Konduktivitas aluminium hanya 60% dari konduktivitas tembaga.

KONDUKTOR

(33)

Karakteristik material isolator kabel yang harus dimiliki:

 Kuat dielektrik yang tinggi (high dielectric strength)

 Tahanan isolasi yang tinggi (high insulation resistance)

 Memiliki tahan panas yang rendah (sufficiently low thermal resistivity)

 Umur pakai yang lama

 Permitivity (ε

r

) yang tinggi dan rugi-rugi tangen delta (tan δ) yang rendah

 Stabil secara kimia dalam rentang suhu yang besar

 Mudah dipabrikasi, mudah dipasang dan mudah ditangani

 Ekonomis

ISOLATOR

(34)

Material isolator untuk kabel tegangan tinggi secara umum diklasifikasikan atas:

 Impregnated paper

 Material sintetik

 Gas terkompresi

ISOLATOR

(35)

Hasil investigasi menyatakan belitan konduktor yang terjalin dapat meningkatkan medan listrik sebesar 20-30% dalam isolator kabel.

Untuk mengurangi efek tersebut maka lapisan konduktor dalam bentuk aluminium foil atau pita kertas karbon semikonduktor diputar mengelilingi belitan konduktor.

Dengan memberikan lapisan pelindung isolasi mengelilingi setiap core dari kabel multi core akan membatasi medan listrik.

SCREENING

(36)

Untuk menanggulangi stress mekanik yang dialami kabel maka pelapisan dengan baja diperlukan (armoring). Selubung PVC berada dibagian luar setelah selubung metal untuk memberikan bantalan mekanik dan isolasi kimia. Penggunaan selubung PVC untuk melindungi armoring adalah untuk melindungi armor dari korosi.

ARMORING

(37)

JENIS KABEL

PAPER-INSULATED CABLES

Kabel berikat tiga core (three-core belted cable) menggunakan impregnated paper di mana untuk setiap konduktor di isolasi untuk setengah dari besaran tegangan jaringan.

Isolasi ekstra digunakan sebagai sabuk pelindung keliling pada ketiga core untuk memberikan

isolasi yang cukup untuk menahan tegangan fasa antara setiap konduktor dan selubung.

http://coppercanada.ca

(38)

Isolasi kertas lebih lemah dibawah medan listrik tangensial daripada medan listrik radial. Oleh karena itu didalam kabel berikat ada

kecenderungan arus bocor mengalir sepanjang lapisan dibawah

komponen tangensial dari medan. Setelah itu akan timbul panas yang akhirnya dapat menimbulkan kerusakan (breakdown).

JENIS KABEL

PAPER-INSULATED CABLES

Komponen medan tangensial dalam sabuk berikat dapat di hilangkan dengan menggunakan kabel tipe- H.

Dalam kabel tipe-H, tidak ada isolasi sabuk. Screening core umumnya tipis dan fleksibel sehingga tidak ada daya disipasi banyak di dalamnya.

High Voltage Breakdown and Testing Professor J R LucasMay 2010

(39)

the new 110-kV-XLPE pipe-type cable http://www.nexans.de/eservice/Germany-en

JENIS KABEL

SYNTHETIC-INSULATED CABLES

Dua kelebihan kabel dengan isolasi plastik

1. Kekuatan selubung plastik untuk menahan masuknya kelembaban yang menyebabkan korosi.

2. Beratnya yang lebih ringan, mengurangi kemungkinan rusak saat instalasi dan pemberian warna pada selubung core yang memudahkan identifikasi.

(40)

Kabel yang diisi minyak diisolasi dengan kertas dan menggunakan minyak yang bertekanan 3 sampai dengan 4 atm. Tekanan minyak menghalangi terbentuknya void.

Karena itu lama waktu kekuatan dielektrik kabel dengan diisi minyak dan isolasi kertas adalah dua kali dari pada kabel dengan isolasi kertas saja.

Selain itu minyak juga akan bertindak sebagai pendingin kabel.

JENIS KABEL

OIL-INSULATED CABLES

http://coppercanada.ca

(41)

JENIS KABEL

OIL-INSULATED CABLES

http://coppercanada.ca

(42)

JENIS KABEL

GAS-INSULATED CABLES

http://www.yelp.com

Kabel yang diisi gas adalah jenis kabel dengan isolasi kertas tetapi diletakkan dalam pipa baja yang mengandung gas terkompresi, biasanya gas nitrogen dengan demikian isolasoi akan mengalami tekanan. Void yang mungkin terbentuk di isolasi kabel diisi dengan gas pada tekanan yang cukup untuk menekan ionisasi. Dengan pengisian gas diperkirakan tegangan kerja kabel akan naik menjadi dua kali dengan ukuran kabel yang sama. Gas juga bertindak sebagai pendingin dan pipa baja memberikan perlindungan mekanik pada kabel.

Electrical Consulting Engineers

(43)

SHEATH PHENOMENA

Arus AC yang mengalir sepanjang kabel akan menghasilkan medan magnet yang berubah terhadap waktu yang akan menghubungkan selubung metal dan menginduksikan gaya gerak listrik.

Ggl induksi sepanjang selubung kabel tiap core pada kabel single core akan menggerakkan arus jika selubung berikat satu dengan yang lainnya.

Besarnya tergantung pada arus yang mengalir di core,

frekuensi, dan pengaturan dan peletakan core serta

tahanan selubung (El-kadi, 1984).

(44)

RUGI-RUGI ARMOR

Proses armoring pada kabel dapat dianggap sebagai penambahan selubung metal dengan rugi-rugi yang terdapat didalamnya. Jika armoring adalah bahan magnetik tambahan rugi-rugi terhadap

histerisis magnetik akan ada. Dalam kabel single core, sering sekali besarnya rugi-rugi histerisis menjadi penghalang dari kegunaan

material armoring.

Dalam kabel single core tiga fasa rugi-rugi armor dibagi menjadi:

• Rugi-rugi karena arus eddy dalam armoring

• Rugi-rugi karena medan magnet yang dihasilkan arus pada

konduktor.

(45)

KONSTANTA KABEL

Resistansi konduktor

- Arus DC mengalir merata di luas penampang konduktor - Arus AC mengalir di permukaan kulit konduktor (skin effect) - Hal ini mengakibatkan Resistansi AC >> Resistansi DC

Kapasitansi Kabel

- Kapasitansi kabel akan menentukan arus pengisiian kabel.

- Arus pengisian kabel akan membuat daya hantar arus berkurang

Induktansi Kabel

Dibandingkan dengan overhead line, kabel bawah tanah lebih kecil nilai induktansinya. Induktansi kabel tiap fasa ditentukan oleh:

- Jumlah lapisan selubung metal yang diberikan

- Keberadaan armoring dan bahan pembentuknya

- Jarak kabel dengan konduktor lain

(46)

Kapasitansi kabel

Dimana:

- a adalah radius konduktor

- b adalah radius dalam dari selubung

- ε

0

adalah permitivitas ruang hampa

- ε

r

adalah relatif bahan isolasi kabel

(47)

MEDAN LISTRIK

DALAM ISOLASI KABEL

Dimana:

•V adalah tegangan

•A adalah radius konduktor

•B radius selubung

(48)

MEDAN LISTRIK

DALAM ISOLASI KABEL

Solusi untuk mengurangi ratio E

max

/E

av

.

1.Dengan menggunakan isolasi multilayer dengan layer terluar memiliki nilai ε

r

yang lebih kecil.

2.Membagi isolasi kabel homogen dengan meletakkan selubung metalik.

Kedua saran telah diaplikasikan dan menemui kesulitan dalam praktek

baik dalam proses pabrikasi maupun dalam operasional.

(49)

KAPASITAS HANTAR ARUS DAN PANAS KABEL

Kapasiatas hantaran arus ditentukan sebagai arus maksimum yang dapat dibawa secara kontinu tanpa melewati batas suhu

isolasi yang diijinkan.

Sehingga besarnya arus pada sebuah kabel tergantung besarnya panas

yang timbul didalamnya dan disipasi disekitarnya. Sehingga pada gilirannya tergantung pada tahanan panas (thermal resistivity) kabel dan tanah

disekitarnya.

(50)

KAPASITAS HANTAR ARUS DAN PANAS KABEL

Rangkaian panas ekivalen pada kabel single core rugi-rugi daya konduktor

Wctahanan panas isolasiG=I2R d tahanan selubung Gb

tahanan serving Gser tahanan tanah Gs

(51)

KAPASITAS HANTAR ARUS DAN PANAS KABEL

Suhu maksimum isolasi θc muncul pada permukaan konduktor. Panas dibangkitkan oleh rugi-rugi daya konduktor Wc=I2R yang mengalir melalui tahanan panas Gd

isolasi, tahanan selubung Gb, tahanan serving Gser dan tahanan tanah Gs , yang mana suhu adalah θa. Rugi-rugi dielektrik Wd diasumsikan terkonsentrasi pada setengah dari keseluruhan isolasi. Rugi-rugi Wsh dan War pada selubung dan armoring juga berkontribusi pada kenaikan suhu. λsh dan λa adalah rasio rugi-rugi selubung dan rugi-rugi armor terhadap rugi-rugi konduktor. Δθd = Wd((Gd/2)+Gb+Gser+Gs)

Persamaan diatas tidak memasukkan perhitungan faktor koreksi untuk skin effect

(52)

PANAS TRANSIEN PADA KABEL

Panas transien akan timbul oleh:

• Short circuit. Semua panas yang timbul akan tersimpan dalam kabel batas suhu dapat mencapai 1200C.

• Siklus beban.

• Pembebanan darurat jangka pendek.

(53)

JOINTING AND TERMINATING

Karena proses pabrikasi, pengiriman dan instalasi yang terbatas makan kabel HV dibuat dalam jumlah yang terbatas panjangnya sehingga untuk penyambungan dilakukan pada di lapangan.

Ada empat buah metode dalam instalasi kabel:

• Sambung langsung dalam tanah. Kabel diletakkan dalam parit yang diisi dengan material yang memiliki tahanan panas yang lebih rendah

• Dalam saluran atau kanal yang biasanya terbuat dari beton

• Dalam saluran khusus atau dalam pipa. Mempunyai keunggulan bahwa kabel berikutnya bisa dipasang tanpa perlu penggalian

• Di udara dipasang dalam kanal

(54)

PENGENDALIAN TEKANAN (STRESS) DALAM KABEL

Ada dua metode yang mana pendistribusian seragam tekanan pada isolasi kabel dapat tercapai, dengan menggunakan interseath dan dengan menggunakan isolasi material yang berbeda nilai permitivitasnya.

(55)

PENGENDALIAN TEKANAN (STRESS) DALAM KABEL -INTERSEATH-

Jika interseath dengan radius r1 dan r2 dimasukkan

kedalam dielektrik dan dijaga pada tegangan V1 dan V2

Konduktor dan selubung memiliki radius a dan b.

Tekanan antar dua silinder metalik akan berbanding terbalik terhadap jarak dari titik axis. Sehingga tekanan (stress) pada titik dengan jarak r dari konduktor (a<r<r1): E1=A1/r

(56)

PENGENDALIAN TEKANAN (STRESS) DALAM KABEL

-CAPACITANCE GRADING-

Jika dielektrik kabel terdiri dari dua lapisan yang terbagi dengan jarak r1, permitivitas akan menjadi ε1 dan ε2. Tekanan pada lapisan dalam adalah E1=A2/(ε1r) dan untuk lapisan terluar adalah E2=A2/(ε2r)

sehingga besarnya E1 dan E2 adalah

(57)

ARTIFICIAL COOLING KABEL BAWAH TANAH

Untuk mengurangi resistansi termal bagian luar kabel digunAkan artificial cooling.

Metode ini memiliki dua bentuk:

• Internal cooling: dengan pemompaan air atau minyak isolasi sepanjang saluran kabel.

• External cooling:air di pompa melalui pipa plastik yang berada disebelah kabel.

(58)

MENEMUKAN LOKASI GANGGUAN PADA KABEL

Gangguan dalam kabel multi konduktor dapat dibagi berdasarkan kondisinya:

- Gangguan tanah resistansi tinggi atau rendah (high or low resistance eatrh fault) yang melibatkan satu atau lebih konduktor

- Gangguan rangkaian terbuka(open-circuit) dengan resistansi tinggi atau rendah pada rangkaian yang putus.

- Gangguan flashing (self-healing)

(59)

MENEMUKAN LOKASI GANGGUAN PADA KABEL

-METODE PULSA-

Pulsa tegangan dari sumber dapat digunakan antara konduktor yang mengalami gangguan dan selubung metal. Pulsa ini akan berjalan sepanjang kabel sampai pada titik gangguan dimana pulsa akan dipantulkan. Amplitudo dan polaritas dari pantulan tergantung pada resistansi titik gangguan.

Dengan menggunakan jejak pulsa pada osiloskop sinar katoda, waktu tx yang

merupakan waktu perjalanan pulsa dari titik pengiriman sampai titik gangguan dan dipantulkan kembali. Dan mengetahui v, kecepatan perambatan gelombang

elektromagnetik sepanjang kabel, jarak X titik gangguan dapat dihitung.

(60)

KABEL SUPERKONDUKTOR

Material superkonduktor adalah material yang resistivitas elektriknya sangat kecil sekali atau bernilai nol dibawah suhu kritis TC. Jika digunakan pada kabel maka superkonduktor berarti transmisi bebas rugi-rugi dengan daya sangat besar.

Suhu kritis TC dan kuat medan magnet kritis HC lebih rendah dari H0 dihubungkan sebagai berikut:

Dimana g adalah sebuah konstanta. Persamaan diatas menyatakan bahwa kuat medan kritis Hc(T) pada suhu T lebih rendah daripada kuat medan kritis H0.

Referensi

Dokumen terkait

yang menggunakan koil dengan panjang kabel busi 25 % menghasilkan daya paling besar. diantara motor yang menggunakan variasi panjang kabel busi

UNIVERSITAS ANDAI-AS.. PEMBUATAN MODUL KOMUNII'ASI TANPA KABEL MENGGUNAIGN TEKNOLOGI BLUf, TOOTH UNTUK. PRAKTEK KOMUNIKASI DATA DI

Oleh sebab itu, strategi peningkatan daya saing TV kabel lokal PT DKM perlu dianalisis agar dapat memenangkan persaingan pada industri TV berbayar di Kota

Kegiatan penelitian ini bertujuan untuk membuat modul pratikum komunikasi tanpa kabel menggunakan teknologi Bluetooth, sehingga dengan selesainya

Daya Arus kabel &gt; 100 Ampere ( Berdasarkan pengalaman instalasi Perangkat Telekomunikasi ) Ukuran Kabel dijamin lebih besar dari AWG 8.. Pengertian kabel listrik adalah sebuah

Dokumen ini membahas tentang peran antena dalam sistem telekomunikasi tanpa

Teks tersebut membahas tentang metode geofisika yang digunakan dalam eksplorasi sumber daya

Teks di atas membahas tentang perkembangan teknologi, khususnya komputer, dan dampaknya pada kehidupan