• Tidak ada hasil yang ditemukan

Teknologi Pemupukan dan Produksi Umbi Talas di Indonesia

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "Teknologi Pemupukan dan Produksi Umbi Talas di Indonesia"

Copied!
20
0
0

Teks penuh

(1)

Teknologi Produksi Tanaman Pangan

Pemupukan

Pada Tanaman Talas Bramantyo Bagus P H0719037

Dimas Himawan P. H0719051 Dinda Saputri H0719053

Okta Viana F. H0719145 Muhammad Dio N.A.P

H0719124

Sumber Gambar: Google Gambar

(2)

Umbi talas memiliki potensi yang besar di Indonesia pada tanaman Pangan. Produksi Umbi Talas mencapai 28 ton/ha. Indonesia hanya dapat menghasilkan umbi talas sebanyak 25 ton/bulan (300 ton/tahun) yang berarti 39,7 ribu ton/tahun lebih rendah dari jumlah yang diinginkan, mencapai 40 ribu ton/tahun. (Iswardani,2019).

● Hal ini diakibatkan oleh manajemen

petani terhadap tanaman dan kesuburan lahan yang mengakibatkan produksi umbi talas di Indonesia menjadi rendah. Salah satunya adalah Pemupukan.

Pendahuluan

Sumber Gambar: Google Gambar

(3)

• Pemupukan pertama dilakukan 1 bulan setelah bibit di tanam yaitu dengan menggunakan sebanyak 100 kg urea

dan 50 kg TSP per hektar (Iswardani,2019)

• lubang tanaman diberi pupuk kandang sebanyak 1 kg. Satu bulan kemudian setelah keluar tunas maka dilakukan pemupukan lanjutan. (Sudomo dan

Hani,2014)

Pemupukan Umbi Talas

Pemupukan Pertama

Tanaman talas cukup responsif terhadap pemupukan K yang berperan dalam proses pembesaran umbi. Pupuk kalium dapat menaikkan jumlah umbi/tanaman, sebagai translokasi

(pemindahan) gula pada pembentukan pati dan protein, membantu proses membuka dan menutup stomata

Pemupukan Kedua

• Pada saat berumur 3 bulan dilakukan kembali pemupukan lanjutan kedua dengan pemberian NPK 100 g/tanaman

(Iswardani, 2019)

• Pemupukan kedua dilakukan pada umur tanaman 3 bulan masing-masing menggunakan urea sebanyak 100 kg per

hektar. (Sulityno et al, 2017)

Sumber Gambar: Google Gambar

(4)

Pengaruh Pemberian Pupuk Organik Terhadap Pertumbuhan dan Hasil

Tanaman

Pemupukan pupuk organik biasanya diberikan bersamaan dengan pengolahan tanah sebagai pemupukan dasar. Menurut Priyadi et al (2014), pemberian pupuk organik dalam bentuk kompos atau pupuk kandang sebanyak sedikitnya 1 kaleng susu per lubang tanaman sangat dianjurkan pada tanaman talas, apalagi jika kondisi tanahnya padat dan keras, karena jenis pupuk tersebut dapat berfungsi untuk memperbaiki sifat fisik tanah.

Menurut Nagano et al (2016), semakin tinggi dosis bahan organik yang

diberikan pada tanah, maka semakin banyak unsur-unsur yang akan dilepas atau

dibebaskan ke tanah sehingga ketersediaan hara dalam tanah lebih tinggi,

ketersediaan hara yang tinggi akan berpengaruh pada peningkatan serapan hara

yang mengakibatkan proses pertumbuhan pada tanaman meningkat. Pemberian

pupuk organik memberi pengaruh nyata yang dapat dilihat dari berbagai

parameter pertumbuhan, khususnya pada masa vegetatif tanaman talas,

diantaranya jumlah daun, luas daun, tinggi tanaman, dan lain sebagainya.

(5)

Sumber :

Nagano M, Sunaryo, Suminarti NE. 2016. Studi tentang aplikasi kompos UB pada pertumbuhan dan hasil tanaman talas (Colocasia esculenta (L.) Schott var.

Antiquorum) yang ditanam di lahan kering pada musim kemarau. J Produksi Tanaman 4(7): 570-577.

Berpengaruh pada

Pembentukan Daun dan Luasan daun tanaman talas Pemberian pupuk organik memperlihatkan bahwa jumlah daun dan luas daun lebih tinggi dari variabel kontrol tanpa pupuk.

Hal ini didukung oleh kandungan nitrogen yang tersedia bagi tanaman pada pupuk kompos yang sudah melewati masa dekomposisi cukup tinggi sehingga

mendukung pembentukan organ vegetatif tanaman seperti daun, batang, dan akar.

0 1

Pengaruh Pemberian Pupuk

Organik Terhadap Pertumbuhan

dan Hasil Tanaman

(6)

Pengaruh Pemberian Pupuk Organik

terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman

Berpengaruh pada pembentukan anakan dan jumlah umbi

tanaman talas

Asimilat yang terbentuk oleh proses fotosintesis digunakan tanaman untuk 3 kegiatan, yaitu untuk energi pertumbuhan, sebagai cadangan makanan, dan disimpan dalam lumbung sebagai hasil (umbi).

0 3 0 2

Peningkatan Hasil

Pemberian pupuk organik pada tanaman talas meningkatkan laju pertumbuhan tanaman melalui reaksi fotosintesis yang dihasilkan, semakin tinggi laju

pertumbuhan, maka semakin tinggi pula hasil umbi yang diperoleh

Sumber :

Nagano M, Sunaryo, Suminarti NE. 2016. Studi tentang aplikasi kompos UB pada pertumbuhan dan hasil tanaman talas (Colocasia esculenta (L.) Schott var.

Antiquorum) yang ditanam di lahan kering pada musim kemarau. J Produksi Tanaman 4(7): 570-577.

(7)

Pengaruh Pemberian Pupuk Urea Terhadap Tanaman Talas

Pupuk urea merupakan salah satu pupuk anorganik yang berfungsi sebagai

penambah pasokan unsur hara nitrogen didalam tanah. Pupuk urea mengandung unsur nitrogen yang tinggi yaitu sekitar 45-46%, dimana nitrogen merupakan

salah satu unsur hara makro yang sangat diperlukan oleh tanaman

Beberapa peran penting nitrogen bagi tanaman adalah :

a. Untuk merangsang dan mempercepat pertumbuhan vegetative tanaman seperti tinggi, jumlah anakan, jumlah cabang, pembentukan daun, akar, dan batang.

b. Berperan dalam pembentukan klorofil yang sangat penting untuk melakukan proses fotositesis tanaman

c. Memperkuat dan memperkokoh tanaman

Menurut Tando (2018), Nitrogen (N) merupakan bagian tak terpisahkan dari

molekul klorofil dan karenanya suatu pemberian Nitrogen (N) dalam jumlah cukup

akan mengakibatkan pertumbuhan vegetatif yang subur dan warna daun hijau

gelap.

(8)

Pengaruh Pemberian Pupuk Urea Terhadap Tanaman Talas

Daya tumbuh tanaman

talas 0

3 0 4 0

2 0 1

Jumlah daun kuning

Jumlah daun hijau Diameter Batang

Perlakuan pupuk nitrogen tidak berpengaruh nyata terhadap daya

tumbuh talas belitung pada semua umur tanaman

Perlakuan pupuk nitrogen berpengaruh sangat nyata terhadap jumlah daun hijau talas belitung pada 4 MST dan 5 MST serta berpengaruh nyata pada 10 MST dan 17 MST

Berdasarkan hasil penelitian, pada 12 MST perlakuan pupuk nitrogen 200 kg urea ha-1 menghasilkan jumlah daun kuning 60.61%

lebih banyak daripada perlakuan 100 kg urea ha-

Tanaman dengan perlakuan pupuk nitrogen 100 kg urea ha-1 menghasilkan diameter batang talas belitung lebih baik 31.32%

daripada perlakuan pupuk nitrogen 200 kg

urea ha-1 pada 5 MST.

(9)

Pengaruh Pemberian Pupuk Urea Terhadap Tanaman Talas

Tinggi Tanaman

0

5 Tanaman talas belitung pada perlakuan pupuk nitrogen 100 kg urea ha-1

menunjukkan tinggi tanaman secara konsisten lebih baik daripada perlakuan pupuk nitrogen 200 kg urea ha-1 pada 8 MST hingga 16 MST.

0 6

Produksi tanaman Talas Belitung

Pemberian pupuk nitrogen tidak

berpengaruh nyata terhadap produksi

umbi tanaman talas. Hal ini diduga karena nitrogen merupakan unsur penyusun

klorofil yang biasanya dibutuhkan oleh sayuran hijau serta lebih dibutuhkan untuk perkembangan vegetatif tanaman

daripada pembentukan umbi

(10)

Pengaruh Pemberian Pupuk KCL Terhadap Tanaman Talas

Kalium relatif banyak dibutuhkan tanaman agar tumbuh normal dan berproduksi secara optimal. Unsur K sangat menentukan kuantitas dan kualitas hasil tanaman karena hara ini berperan penting, antaranya dalam:

a. Proses dan translokasi hasil fotosintesis b. Sintesis protein

c. Peningkatan ketahanan tanaman terhadap cekaman biotik (hama/penyakit) dan abiotik (kekurangan air dan keracunan besi atau Fe)

d. Perbaikan kondisi fisik dan komposisi kimia produk pertanian.

Menurut Lingga dan Marsono (2004) fungsi utama kalium ialah membantu

pembentukan protein dan karbohidrat. Kalium juga berperan dalam memperkuat tubuh tanaman agar daun, bunga, dan buah tidak mudah gugur. Kalium

merupakan sumber kekuatan bagi tanaman dalam menghadapi kekeringan dan

penyakit.

(11)

Menurut Lingga dan Marsono (2004), fungsi utama kalium ialah membantu pembentukan protein dan karbohidrat. Kalium juga berperan dalam memperkuat tubuh tanaman agar daun, bunga, dan buah tidak mudah gugur.

Pupuk KCL adalah salah satu penyubur tanah yang bersifat anorganik tunggal dengan konsentrasi tinggi yaitu, 60 % K2O sebagai kalium klorida.

Penerapan pupuk KCL pada tanaman talas dapat memberikan efek positif terhadap pertanaman. Menurut pernyataan Rahmawati dan Hayati (2019), pemberian pupuk KCL dapat memperbesar pembesaran Umbi dan juga berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman talas umur 2 MST, jumlah daun tanaman talas umur 4 MST, bobot berangkasan basah, bobot umbi basah dan jumlah umbi tanaman talas

Pengaruh Pemberian Pupuk KCL Terhadap Tanaman Talas

Sumber Gambar: Google Gambar

(12)

Dosis KCL Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman

Talas

(13)

Pengaruh Pemberian SP36 Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman

Pupuk SP36 adalah salah satu pupuk sumber hara fosfor pertama yang memiliki hasil analisa kandungan cukup tinggi dan dipakai secara luas di masyarakat.

Fosfor berfungsi sebagai penguat batang, mempercepat pematangan buah, memperbaiki kualitas tanaman, memacu perkembangan akar, metabolisme kabohidrat, pembentuk nucleoprotein dan menyimpan serta memindahkan energi seperti ATP, untuk meningkatkan ketahanan terhadap penyakit.

Sumber Gambar: Google Gambar Sumber Gambar: Google Gambar

Sumber Gambar: Google Gambar

(14)

Pengaruh Perlakuan Dosis Forfor

Terhadap Tanaman Talas

(15)

Pengaruh Pemberian SP36 Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman

Pupuk SP36 berfungsi memacu perkembangan akar tanaman serta mampu menyusun asam nukleat, memiliki peran penting pada proses fotosintesis dan respirasi, juga mempercepat pembentukan bunga dan pemasakan biji pada tanaman, sehingga panen akan lebih cepat.

Kandungan pupuk SP36 mampu mendorong percepatan pembentukan klorofil pemasakan buah dan pengangkutan hasil metabolisme tanaman.

Unsur hara fospor (P) dalam pupuk SP36 memiliki peran penting untuk tanaman agar menghasilkan

produksi yang tinggi.

Pupuk SP36 mampu meningkatkan

ketahanan tanaman dari kekeringan

dan meningkatkan bobot dari buah.

(16)

Untuk meningkatkan produksi talas dapat dilakukan berbagai cara, salah satunya

pemberian pupuk fosfor. Pupuk fosfor memiliki sifat dan keunggulan yaitu: tidak higroskopis,

mudah larut dalam air, memacu pertumbuhan akar dan sistim perakaran yang baik, memacu

pembentukan bunga dan masaknya buah/biji, mempercepat panen, memperbesar persentase

terbentuknya bunga menjadi buah/biji dan menambah daya tahan tanaman terhadap gangguan hama, penyakit, serta kekeringan

(Keumala et al., 2019)

(17)

Kesimpulan

1. Dalam merangsang terbentuknya tunas dan akar maupun daun pada umbi talas dalam pembibitan perlu dilakukan pemupukan.

2. Pupuk organik diberikan saat pemupukan dasar untuk menunjang pertumbuhan vegetatif tanaman talas.

3. Pupuk KCL diberikan saat kondisi tanah kekurangan unsur kalium.

Penambahan pupuk KCL dapat menambah berat basah dan kering umbi talas.

4. Pupuk TSP berfungsi memacu perkembangan akar tanaman serta mampu menyusun asam nukleat, memiliki peran penting pada proses fotosintesis dan respirasi, juga mempercepat pembentukan bunga dan pemasakan biji pada tanaman, sehingga panen akan lebih cepat.

5. Pupuk urea mempunyai kandungan nitrogen yang tinggi dimana nitrogen sangat

berfungsi untuk merangsang dan mempercepat pertumbuhan vegetatif tanaman,

pembentukan klorofil, dan memperkuat tanaman,

(18)

Agegnehu, G., Nelson, P.N., Bird, M.I. 2016. The effects of biochar, compost, and their mixtue and nitrogen fertilizer on yield and nitrogen use efficiency of barley grown on a nitiol in the highland of Ethiopia. Science of Total Environment. :1-11.

Arumsari, T., dan Suwarto. 2018. Pengaruh pupuk nitrogen dan jarak tanam terhadap pertumbuhan dan produksi talas belitung (Xanthosoma sagittifolium (L.) Schott). Bul. Agrohorti 6(1) : 120-130.

Brady N.C.and R.R. Weil. 2004. The nature and properties of soils 10th. P:960.(ed) Macmillan Newyork.

Keumala, A., Nurhayati, N., & Hayati, M. (2019). Pengaruh dosis pupuk fosfor dan kalium terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman talas (Colocasia esculenta L. Schott var. Antiquorum). Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian, 4(2), 1-10.

Lubis, L. W., dan Suwarto. 2018. Pengaruh Jarak tanam dan dosis pupuk kalium terhadap pertumbuhan dan produksi talas belitung (Xanthosoma sagittifolium (L.)). Buletin Agrohorti 6(1): 88 – 100.

Nagano M, Sunaryo, Suminarti NE. 2016. Studi tentang aplikasi kompos UB pada pertumbuhan dan hasil tanaman talas (Colocasia esculenta (L.) Schott var. Antiquorum) yang ditanam di lahan kering pada musim kemarau. J Produksi Tanaman 4(7): 570-577.

Daftar Pustaka

(19)

Priyadi E, Abubakar R, Iskandar S. 2014. Studi agribisnis tanaman talas bogor di desa taman sari kecamatan taman sari kabupaten bogor jawa barat. J Societa 3(2): 89-94.

Sudomo, A., & Hani, A. 2014. Produktivitas talas (Colocasia esculenta L. Shott) di bawah tiga jenis tegakan dengan sistem agroforestri di lahan hutan rakyat. Jurnal Ilmu Kehutanan, 8(2): 100-107.

Sulistiyono, S. B., & Triyono, K. 2017. Pengaruh konsentrasi ekstrak alami terhadap pembibitan dan hasil umbi talas (Colocasia esculenta L). Innofarm: Jurnal Inovasi Pertanian, 17(1):1-12

Rahmawati, M., & Hayati, M. 2019. Pengaruh dosis kompos dan pupuk kcl terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman talas (Colocasia esculenta L. Schott var. Antiquorum). Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian, 4(1): 129-138.

Ratnasari, P., Tohari, T., Hanudin, E., & Suryanto, P. (2020). Effect of trenches with organic matter and kcl fertilizer on growth and yield of upland rice in eucalyptus agroforestry system. Planta Tropika: Jurnal Agrosains (Journal of Agro Science), 8(2), 114-125.

Tando, E. 2018. Upaya efisiensi dan peningkatan ketersediaan nitrogen dalam tanah serta serapan nitrogen pada tanaman padi sawah (Oryza sativa L.). Buana Sains 18(2) : 171-180.

Widjanto, S. 2008. Structural equation modelling dengan lisrel 8.8. Graha Ilmu, Yogyakarta.

(20)

CREDITS: This presentation template was created by Slidesgo, including icons by

Flaticon, infographics & images by Freepik

THANKS

!

Referensi

Dokumen terkait

Serta adapun jenis-jenis talas Bogor yaitu talas sutera, talas bentul, dan talas ketan.Talas sutera memiliki daun yang berwarna hijau muda dan berbulu halus seperti

Kegunaannya unsur nitrogen dalam pupuk urea bagi tanaman untuk memacu pertumbuhan dan perkembangan, diantaranya : (a) Membuat daun tanaman lebih hijau segar dan

Peningkatan dosis pupuk nitrogen hingga 1200 g/ tanaman/ tahun meningkatkan panjang trubus, panjang/ daun, lebar daun, jumlah bunga, jumlah bunga dan buah rontok, jumlah

Unsur hara nitrogen yang terkandung dalam pupuk urea memiliki kegunaannya bagi tanaman yaitu, membuat daun lebih banyak mengandung butir hijau daun (chlorophyl), dapat

Pengaruh aplikasi pyraclostrobin pada pemberian pupuk urea dengan takaran 100 – 400 kg/ha tidak berpengaruh nyata terhadap intensitas hijau daun (BWD), pertumbuhan

PUPUK HIJAU PUPUK HIJAU Pupuk Hijau adalah tanaman atau bagian yang masih muda, yang dibenamkan ke dalam tanah  menambah bahan organik dan unsur hara terutama nitrogen Pupuk Hijau

Pupuk berbahan non kapur Urea, KCl, TSP, ZnSO4, dan Borax pada umur tanaman 0-2 BST dilakukan ditebar secara melingkar minimal 30 cm dari batang tanaman dengan lebar sebaran pupuk 30-60

Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pemberian pupuk Urea, TSP, KCI berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, lilit batang, jumlah daun, total luas daun, berat pi pi Ian kering