• Tidak ada hasil yang ditemukan

Teknologi Pengolahan Asam Sitrat

N/A
N/A
saliana Miranda

Academic year: 2024

Membagikan "Teknologi Pengolahan Asam Sitrat"

Copied!
22
0
0

Teks penuh

(1)

T ekn o logi T ekn o logi

Pengolahan Pengolahan

Kelompok 4

Asam Sitrat

Asam Sitrat

(2)

Genovia Stephanie Fintje Supit 1.

Nur Rahmadia 2.

Khosi Rizal 3.

Indah Rahma Yanti 4.

Saliana Asnali Miranda 5.

Silvia Rosita Dewi 6.

Anggota Anggota

(2310814120006)

(2310814120007)

(2310814210008)

(2310814220033)

(2310814220011)

(2310814320003)

(3)

Asam Sitrat

Asam Sitrat

(4)

industri makanan dan minuman sekitar 70 persen, industri farmasi 12 persen, dan sisanya 18 persen digunakan pada berbagai

industri.

Dalam Industri

sebagai pen(gawet, pencegah kerusakan warna dan aroma, menjaga turbiditas,

penghambat oksidasi, penghasil warna gelap pada kembang gula, selai dan jelly, dan

pengatur pH (Kusuma dkk.,2019)

Lainnya

Manfaat

Manfaat

(5)

PENGOLAHAN PENGOLAHAN

Salah satu teknologi yang bisa digunakan untuk produksi asam sitrat yaitu dengan proses fermentasi mikroorganisme penghasil asam sitrat pada kultivasi media cair.Aspergillus niger merupakan mikroorganisme utama yang digunakan di industri untuk produksi asam sitrat karena menghasilkan lebih banyak asam sitrat per satuan waktu dan juga kemampuannya untuk memproduksi asam sitrat dari bahan yang murah.

Secara teori, produksi asam sitrat menggunakan Aspergillus niger dapat menghasilkan rendemen 70%. (Sasmitaloka,2017).

TEKNOLOGI PENGOLAHAN ASAM SITRAT

(6)

PENGOLAHAN PENGOLAHAN

Mikroorganisme yaang digunakan dalam proses fermentasi asam sitrat ini adalah jamur Aspergillus niger. Jamur ini digunakan karena mampu menghasilkan yield hingga sebesar 80%, proses inokulasinya mudah, dan pertumbuhannya cukup cepat sehingga cukup menguntungkan untuk proses pembuatan asam sitrat.(Amalia dkk., 2019)

TEKNOLOGI PENGOLAHAN ASAM SITRAT

(7)

Metode Metode

Pembuatan asam sitrat

www.reallygreatsite.com

(8)

Persiapan

Persiapan

(9)

Sterilisasi Sterilisasi

& inokulasi

& inokulasi

(10)
(11)

Pembahasan Pembahasan

Proses fermentasi tersebut, terdiri dari dua tahap yaitu fasa pertumbuhan Proses fermentasi tersebut, terdiri dari dua tahap yaitu fasa pertumbuhan miselium dan fasa pembentukan produk. Kedua tahap ini dibedakan miselium dan fasa pembentukan produk. Kedua tahap ini dibedakan berdasarkan laju penyerapan karbohidrat (gula total). Media fermentasi untuk berdasarkan laju penyerapan karbohidrat (gula total). Media fermentasi untuk produksi asam sitrat terdiri dari nutrien yang dibutuhkan untuk pertumbuhan produksi asam sitrat terdiri dari nutrien yang dibutuhkan untuk pertumbuhan mikroba terutamasumber karbon, unsur kelumit (trace element), nitrogen, dan mikroba terutamasumber karbon, unsur kelumit (trace element), nitrogen, dan

fosfor, juga diperlukan air dan

fosfor, juga diperlukan air dan udara. Kondisi proses yang berpengaruh adalahudara. Kondisi proses yang berpengaruh adalah pH, suhu, kecepatan pengadukan dan aerasi. Produksi asam sitrat dapat pH, suhu, kecepatan pengadukan dan aerasi. Produksi asam sitrat dapat dilakukan melalui permukaan (surface fermentation) maupun fermentasi dilakukan melalui permukaan (surface fermentation) maupun fermentasi

terendam (submerged fermentation).

terendam (submerged fermentation).

(12)

Pembahasan

Pembahasan

Reaksi pembentukkan asam sitrat:
(13)

Pembahasan Pembahasan

Secara alami asam sitrat merupakan produk metabolisme primer, tidak diekskresi oleh mikroorganisme dalam jumlah yang cukup berarti dan penggunaan Aspergillus niger dapat menekan produkproduk samping yang tidak diinginkan seperti asam oksalat, asam isositrat dan asam glukonat. Selain itu pemilihan bahan baku perlu dilakukan, agar yield yang didapatkan tinggi, yaitu bahan dengan kandungan gula total tinggi

(14)

Pembahasan Pembahasan

Pada proses produksi asam sitrat dengan kultivasi cair, diperlukan adanya sumber karbon, nitrogen, dan mineral. karbon adalah bahan utama untuk mensistesis sel baru atau produk sel. Sumber karbon yang digunakan selama proses kultivasi adalah gula pasir. Sedangkan sumber nitrogen yang digunakan selama proses kultivasi adalah (NH4)2SO4.

(15)

Pembahasan Pembahasan

Produksi asam sitrat akan terus meningkat sampai nutrisi yang Produksi asam sitrat akan terus meningkat sampai nutrisi yang terkandung dalam media habis. Jika nutrisi yang terkandung dalam terkandung dalam media habis. Jika nutrisi yang terkandung dalam media habis maka mikroba kan menghentikan fase media habis maka mikroba kan menghentikan fase eksponensialnya dan akan berubah menjadi fase stasioner eksponensialnya dan akan berubah menjadi fase stasioner kemudian fase kematian. Semakin tinggi konsentrasi nutrisi dalam kemudian fase kematian. Semakin tinggi konsentrasi nutrisi dalam media yang digunakan maka akan didapatkan konsentrasi atau media yang digunakan maka akan didapatkan konsentrasi atau

rendemen produk yang tinggi.

rendemen produk yang tinggi.

(16)

Pembahasan Pembahasan

Sementara itu, semakin lama waktu fermentasi yang berlangsung, maka Sementara itu, semakin lama waktu fermentasi yang berlangsung, maka kadar nutrisi yang terkandung dalam media akan semakin habis dan kadar nutrisi yang terkandung dalam media akan semakin habis dan kadar gula sisa yang ada dalam media akan semakin menurun. Hasil kadar gula sisa yang ada dalam media akan semakin menurun. Hasil pengamatan menunjukkan semakin tinggi jumlah biomassa yang pengamatan menunjukkan semakin tinggi jumlah biomassa yang dihasilkan maka akan menurunkan jumlah asam sitrat. Semakin tinggi dihasilkan maka akan menurunkan jumlah asam sitrat. Semakin tinggi konsentrasi nutrisi maka jumlah asam sitrat yang diperoleh juga akan konsentrasi nutrisi maka jumlah asam sitrat yang diperoleh juga akan

semakin tinggi.

semakin tinggi.

(17)

Faktor

Faktor

(18)

lebih hemat biaya, konsumsi air yang lebih lebih hemat biaya, konsumsi air yang lebih

rendah, biaya pengolahan air limbah rendah, biaya pengolahan air limbah berkurang, konsumsi energi yang lebih berkurang, konsumsi energi yang lebih rendah, tingkat produktivitasnya tinggi, rendah, tingkat produktivitasnya tinggi, tekniknya sederhana, recovery produknya tekniknya sederhana, recovery produknya lebih baik, dan busa yang terbentuk sedikit lebih baik, dan busa yang terbentuk sedikit

(Putri dkk.,2021) (Putri dkk.,2021)

Kelebihan

Proses fermentasi relatif lambat Proses fermentasi relatif lambat dibandingkan dengan sintesis kimia dibandingkan dengan sintesis kimia

Kekurangan

Proses fermentasi

Proses fermentasi

(19)

Kesimpulan

Kesimpulan

(20)

Daftar Pustaka

Daftar Pustaka

(21)

Daftar Pustaka

Daftar Pustaka

(22)

Thank Thank

UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT TEKNIK KIMIA

you you

Referensi

Dokumen terkait

Pembentukan asam sitrat di dalam fermentasi larutan gula didasarkan pada teori bahwa asam piruvat yang terbentuk dari glukosa dapat dihasilkan asetil – ScoA yang di dalam

Penggunaan Aspergillus niger dalam Pembuatan Asam Organik (Asam Sitrat) dari Kulit Buah Kakao; Agustin Nabila Devi, 071710101055; 2010; 51 halaman; Jurusan Teknologi Hasil

niger mampu mensintesis asam sitrat dalam medium fermentasi ekstraseluler dengan konsentrasi yang cukup tinggi, jika dibiakkan dalam media yang kadar garamnya rendah dan

Kondisi terbaik untuk produksi asam sitrat dengan metode fermentasi biak rendam adalah dengan menggunakan konsentrasi awal molase 30% (b/v) yang setara dengan

Pembentukan asam sitrat di dalam fermentasi larutan gula didasarkan pada teori bahwa asam piruvat yang terbentuk dari glukosa dapat dihasilkan asetil – ScoA yang di dalam

niger mampu mensintesis asam sitrat dalam medium fermentasi ekstraseluler dengan konsentrasi yang cukup tinggi, jika dibiakkan dalam media yang kadar garamnya rendah dan

Kondisi terbaik untuk produksi asam sitrat dengan metode fermentasi biak rendam adalah dengan menggunakan konsentrasi awal molase 30% (b/v) yang setara dengan

Berdasarkan persamaan yang didapatkan dari design expert untuk respon viskositas menunjukkan nilai koefisien asam sitrat lebih besar dari asam glikolat yang berarti asam sitrat lebih