• Tidak ada hasil yang ditemukan

TEKNOLOGI PRODUKSI TANAMAN INDUSTRI ... - Spada UNS

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "TEKNOLOGI PRODUKSI TANAMAN INDUSTRI ... - Spada UNS"

Copied!
19
0
0

Teks penuh

(1)

TEKNOLOGI PRODUKSI

TANAMAN INDUSTRI (AT610A)

TEKNIK BUDIDAYA TANAMAN SERAT

Disusun oleh :

APRILIA IKE NURMALASARI, S.P.,M.Sc

Laboratorium Ekologi dan Manajemen Produksi Tanaman Program Studi Agroteknologi

Fakultas Pertanian, Universitas Sebelas Maret

(2)

Pendahuluan

• Indonesia memiliki sumber daya alam hayati yang tersebar luas di nusantara. Hasil alam yang dapat diperharui belum sepenuhnya dimanfaatkan.

• Salah satu manfaat hasil dari tanaman yaitu dapat menghasilkan serat.

• Tanaman serat yang ada di Indonesia antara lain Kapas, Rami, Rossela, Pisang dan Nanas.

• Produksi tanaman serat di Indonesia tahun 2013-2015 yaitu mencapai kapas sebesar 1.200 ton/tahun, Rami sebesar 1.023 ton/tahun, pisang 6.8 juta ton dan nanas 1,8 juta ton/tahun

(3)

• Serat dapat digolongkan menjadi 2 jenis, yaitu serat alam dan serat buatan (sintesis).

• Serat alam yaitu serat yang berasal dari

makhluk hidup seperti tumbuhan dan hewan.

• Serat buatan (sintesis) yaitu serat yang dibuat dari polimer-polimer buatan (Gani 1973).

Serat buatan sebagian besar digunakan untuk

tekstil atau pembuatan kain.

(4)

Penggolongan serat alam

• Daun : abaka, nanas

• Batang : linen, kenaf, rami

• Buah/biji : kapas, kapuk,

Serat

tumbuhan

• Bulu domba

• Kulit sapi, kulit buaya

• Ulat sutra

Serat

Hewan

(5)

KAPAS (Gossypium)

Terdiri dari 39-40 spesies merupakan tanaman perdu termasuk dalam family Malvaceae

Serat kapas di gunakan dalam industri kain berasal dari tanaman kapas.

Sepesies komersial :

Gossypium arboreum L -- Berasal dari India dan Pakistan

Gossypium barbadense L --- dikenal Di Amerika, Mesir berasal dari Amerika Selatan.

Gossypium herbaceum L --- Berasal dari Afrika bagian Selatan dan Arab

Gossypium hirsutum L --- kapas dataran tinggi, berasal dari Amerika Tengah, Mexiko, merupakan spesies yang banyak diusahakan di dunia.

(6)

Spesies non komersial :

Gossypium australe F Muell --- endemik di Australia Utara bagian Barat.

Gossypium darwinii – Darwin cotton, didapatkan di P.

Galapagos.

Gossypium sturtianum J.H. Willis --- dari Australia.

Gossypium thurbert Tod. Arizona wilg cotton—berasal dari Arizona dan Mexsiko Utara.

Gossypium tomentosum Nutt --- endemik di P Hawai.

Spesies yang lain berasal dari breeding spesies di atas, bertujuan untuk memperoleh tanaman komersial, tahan hama/penyakit dan tahan kekeringan.

(7)

Batang :

• Mempunyai cabang vegetatif dan generatif, : Cabang veg. tumbuh pada batang pokok. Cabang buah

dihasilakan pada ketiak daun 6-8 ke atas pada batang pokok.

Bunga :

• Berbunga setelah umur 35-45 hari. dari muncul

sampai mekar butuh waktu 25 hari, mekar pagi-sore layu. Tiap dahan tumbuh 6-8 kuncup bunga. Dari

bunga sampai buah masak memerlukan waktu 40-70

hari. Buak yang masak akan retak membuka. 1 buah

3 ruangan (kadang 3-4). Tiap ruang ada 2 baris biji,

rata-rata satu ruang 9 biji. Berat 100 biji 6-17 g.

(8)

Serat kapas terdapat pada bagian luar biji (menyelimuti biji).

Pemanjangan serabut berlangsung 13-15 hari. berat kapas = 1/3 berat kapas berbiji.

Kualitas

Kualitas varietas dapat mundur, karena :

• Benih berasal dari varietas yang kurang sehat

• Benih kurang murni

• Persarian silang dengan jenis tanaman yang berdekatan

• Tercampur benih lain

• Adaptasi varietas rendah

• Penentuan sifat-sifat penting yang kurang teliti

• Tidak adanya rencana yang jelas.

(9)

Tujuan breeding untuk mendapatkan :

• Tan. resisten terhadap hama/penyakit

• Umur genjah atau tengahan

• Produksi yang tinggi

• Kualitas serat baik

Benih dapat diperoleh dengan cara :

• Seleksi individu , seleksi type, seleksi galur (untuk mempertahankan keragaman).

• Seleksi labolatorium dilakukan terhadap :

• Bobot biji

• Indek serat

• Kualitas serat : Kehalusan, kekuatan, panjang, kedewasaan, warna dan kebersihan.

(10)

Syarat-syarat tumbuh Tanaman kapas:

Iklim :

• kapas pertama kali tumbuh di daerah tropis dan subtropis kering pada temperatur 11-25oC.

• Pada suhu 5-25oC mengancam pertumbuhan, tergantung dari masing-masing varietas.

• Selama pertumbuhannya (5-7 bulan). apabila mendapat

tekanan kelembapan/kekeringan akan menurunkan produksi baik kualitas maupun kuantitas, bahkan biusa berakibat

kematian. : setelah buah masak/merekah tidak menghendaki adanya hujan.

Tanah :

• Dapat ditanam pada berbagai jenis tanah , bukaan baru, tegal, sawah dengan lapisan tanah yang cukup tebal karena

perakaran kapas dalam.

(11)

BERCOCOK TANAM

A. Persiapan :

• Pergiliran

• Cara-cara pengolahan tanah

B Pengolahan tanah

• 1. Tanah dapat diolah dengan bajag dan garu

• 2. Tanpa olah, dibersihkan langsung ditugal

(12)

C. Penanaman , meliputi :

1) waktu, 2) Benih, 3) Cara dan 4) Jarak tanam.

1. Waktu : Mei - Juni tergantung daerah setempat

2. Benih :

• Dari hasil pungutan pertama dan kedua.

• Diistirahatkan 2-3 bulan,

• dipilih yang baik (tidak ada bekas serangan hama/penyakit) dan seragam

• Dibutuhkan 17-28 kg/ha.

(13)

3. Cara bertanam :

*. Disebar : butuh benih lebih banyak, perlu penjarangan dan pengaturan tanaman

*. Ditugal :

• ditanam dalam jalur/alur.

• betuk tugal tumpul

• kedalaman 2,5 – 5 cm.

• tiap lubang 4-8 biji.

(14)

4. Jarak tanam :

• Palembang : tanah subur 75 x 50 cm, yg kurang subur 65x45 cm , dengan 3-5

biji/lubang. Jenis lain jarak tanam lain.

• Demak : Jarak tamnam 60x60 cm dengan 4-8 biji/lubang. Tidak ada penjarangan.

• Lombok Timur : Jarak tanan 50x50 cm 60x60

cm. ada 100x100 cm(umur dlm).

(15)

D. Pemeliharaan

– Penyulaman : secepatnya, apabila normal maka 4 hari sudah kelihtan, dilakukan pada hari ke 4-5 HST. dapat diambilkan dari lubang yang berlebihan.

– Penyiangan : secepatnya. Frekuensinya tergantung kondisi.

– Penjarangan : pada kondisi tanaman 15-20 cm (Umur 30- 40 hari). ditinggalkan 1-2 tanaman yang tumbuh baik dan sehat.

– Pembumbunan/pendangiran : untuk memperkuat tanaman, menggemburkan sekaligus menyiang.

– Pengairan : melihat kondisi.

– Pemupukan : ZA = 200-400 kg/ha. DS = 350-500 Kg/ha dan ZK = 100-150 kg/ha. Kalau menggunakan pupuk majemuk NPK 250-550 kg/ha.

(16)

E. Panen dan Pasca Panen

• Pemanenan adalah proses akhir dari serangkaian kegiatan dalam budidaya tanaman. Penanganan yang tidak benar selama proses pemanenan akan beresiko kehilangan hasil. Begitu juga halnya dengan penanganan pasca panen kapas yang harus diperhatikan dengan baik. Penanganan yang kurang tepat tentu saja akan menurunkan kualitas kapas yang dihasilkan .

• Bagian tanaman kapas yang dipanen adalah serat

yang berada dalam buah kapas.

(17)

Faktor-faktor yang perlu diperhatikan

• Periode kematangan buah kapas

• Waktu pemetikan

• Metode pemanenan

(18)

Pasca Panen kapas

• Faktor-faktor yang perlu diperhatikan antara lain :

a. Pengumpulan dan Pemisahan Buah b. Pengeringan

c. Penyimpanan

d. Pemisahan Serat kapas dari buah e. Pengklasifikasian serat kapas

f. Pengepakan

(19)

TERIMA KASIH

Referensi

Dokumen terkait

Kemungkinan kedua adalah benih yang digunakan berasal dari benih lokal yang tidak berdaya hasil tinggi, selain itu tanaman kacang bogor termasuk tanaman legum yang kurang responsif

Menurut Sunarjono (2013:8) Benih yang akan digunakan harus murni atau tidak tercampur dengan biji lain, tidak ada cacat, dan berasal dari tanaman yang sehat, serta

Balai Penelitian Tanaman aneka Kacang dan Umbi (Balitkabi) yang mempunyai mandat nasional melakukan penelitian pada tanaman aneka kacang juga belum melepas

Penyelaputan Benih Dengan Serbuk Fe Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Beberapa Varietas Tanaman Padi (Oryza sativa L.) (dibimbing oleh Kaimuddin, Muh. Riadi, dan Burhanuddin

Salah satu upaya yang dapat dilakukan guna meningkatkan produksi tanaman jagung di Indonesia yaitu dengan cara menanam benih bermutu dari varietas unggul dan

Bahan yang digunakan dalam penelitian yaitu benih tanaman sawi, urin kelinci, susu murni, tape ketan, tape singkong, tetes tebu, air cucian beras, kecambah,

Perbanyakan tanaman obat dapat dilakukan dengan berbagai cara, yaitu 1) menggunakan benih yang berasal dari biji (true seed) seperti pada tanaman terung KB (Solanum

Pertanaman jagung untuk produksi benih sebaiknya waktu tanamamnya mundur sampai pertengahan atau akhir musim hujan, sehingga tanaman jagung masih ada sedikit hujan hujan