PENDAHULUAN
Latar Belakang
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
TINJAUAN PUSTAKA
Landasan Teori
- Pengertian Kecerdasan Emosional
- Perkembangan Konsep Kecerdasan Emosional
- Emosi (Emation)
- Kecerdasan (Intellegence)
- Dimensi Kecerdasan Emosional
- Pengaruh Kecerdasan Emosional
- Pengertian Kepemimpinan
- Teori Kepemimpinan
- Teori Kepemimpinan Sifat (Trait Theory))
- Teori Kepemimpinan Perilaku
- Teori Kewibawaan Pemimpin
- Teori Kepemimpinan Situasi
- Teori Kelompok
- Teori Kepemimpinan Transfomasional
- Teori Kepemimpinan Transaksional
- Fungsi Kepemimpinan
- Teori Perilaku
Menurut Goleman (1999) dalam kutipan (Prasetya Eka Putra, 2012), kecerdasan emosional adalah kepastian untuk memprakarsai perasaan diri sendiri, mengelola emosi dengan baik dalam diri sendiri dan dalam hubungan dengan orang lain. Pada awalnya konsep kecerdasan emosional merupakan dua kajian yang terpisah, yaitu konsep kecerdasan emosional (intelligence) yang lebih menekankan pada proses kognitif, dan konsep emosi (emosi). Dalam perkembangan selanjutnya, konsep kecerdasan emosional mengalami perluasan makna yang berbeda satu sama lain.
Oleh karena itu, untuk mengurangi kerancuan pendefinisian konsep kecerdasan emosional, dibuat pembedaan antara model kemampuan dan model campuran dalam pembahasan konsep kecerdasan emosional (Mayer, et al, 1997) dalam tanda petik (Prasetya Eka Putra, 2012). Sedangkan menurut model campuran, kecerdasan emosional tidak dilihat secara teoretis sebagai konsep kecerdasan, tetapi lebih berkaitan dengan kepribadian individu, seperti sifat (watak) dan juga sifat atau sifat bawaan yang lebih aplikatif (Kidwell, et al. 2008) ). Oleh karena itu, model campuran kecerdasan emosional dianggap terlalu luas dan tidak mewakili konsep kecerdasan seperti yang dikembangkan sebelumnya.
Pengukuran tes kinerja menilai kecerdasan emosional yang sebenarnya, sedangkan pengukuran laporan diri menilai persepsi kecerdasan emosional. Dalam penelitian ini, responden diminta untuk menilai kinerja kecerdasan emosional dan perilaku kepemimpinan mereka melalui kuesioner yang dirancang.
Kerangka Pikir
Hipotesis
METODOLOGI PENELITIAN
Daerah Penelitian
Jenis dan Sumber Data
Metode Pengumpulan Data
Metode Analisis
Definisi Operasional
HASIL DAN PEMBAHASAN
Gambaran Umum Perusahaan
- Sejarah Singkat Berdirinya PT Pos Indonesia (Regional X)
- Visi dan Misi
- Struktur Organisasi
- Tugas Pokok
Deskripsi Data
- Analisis Deskriptif
- Karakteristik Responden
- Analisis Jawaban Responden
- Analisis Regresi
Untuk memperoleh gambaran tentang karakteristik responden yang akan disurvei, pengolahan data dilakukan dengan perhitungan statistik deskriptif. Berikut disajikan hasil analisis statistik deskriptif yang diperoleh dari jawaban responden atas pertanyaan peneliti. Tabel di atas menunjukkan bahwa rata-rata usia responden bervariasi antara 25-30 yaitu 25 orang atau 37,9%.
Hal ini menunjukkan bahwa responden yang lebih banyak terlibat dalam penyusunan anggaran berusia antara 25 sampai 30 tahun. Tabel di atas menunjukkan bahwa jumlah responden terbanyak adalah responden laki-laki, yaitu sebanyak 37 orang atau 56,1%. Tabel di atas menunjukkan bahwa pendidikan terakhir responden terbanyak adalah S1 dengan skor 41 atau 61,2.
Tabel di atas menunjukkan bahwa responden paling lama bekerja sebanyak 22 orang atau 32,8%. Hal ini menunjukkan bahwa responden dengan latar belakang pekerjaan yang panjang paling banyak terlibat dalam proses tersebut. Jika F skor > F tabel maka variabel independen (bebas) secara simultan mempengaruhi variabel dependen (terikat), sebaliknya jika F skor < F tabel maka variabel independen (bebas) secara simultan tidak berpengaruh terhadap variabel dependen (terikat).
Walaupun nilai Sig < 0,05, variabel independen secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen. Sebaliknya jika Sig > 0,05 maka variabel independen secara bersama-sama tidak berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen. Tabel di atas menunjukkan hasil perhitungan nilai t variabel Kesadaran Diri (X1), Motivasi (X2), Empati (X3) terhadap Perilaku Kepemimpinan.
Uji ini digunakan untuk mengetahui apakah variabel kesadaran diri (X1), motivasi (X2), empati (X3) berpengaruh signifikan terhadap variabel perilaku kepemimpinan. Jika thitung > ttabel, maka variabel bebas berpengaruh terhadap variabel terikat, dan jika sig. Jika nilai thitung < ttabel maka variabel independen tidak berpengaruh terhadap variabel dependen, dan jika sig.
Pembahasan
Hasil uji statistik dengan SPSS pada variabel empati (X3) diperoleh t hitung = 11,299 > t tabel = 1,99714 dengan signifikansi = 0,000 < 0,05 maka H3 menyatakan ada pengaruh empati terhadap perilaku kepemimpinan di PT Pos Indonesia Persero (Wilayah X) dan memberikan dampak positif. Hal ini terlihat dari hasil statistik uji ekskresi berganda dengan nilai t hitung sebesar 2,319 dengan nilai signifikan 0,024 lebih kecil dari kelompok standar yaitu lt; 0,05) yang berarti variabel kesadaran (X1) berpengaruh signifikan terhadap perilaku kepemimpinan (Y). Kesadaran diri adalah kemampuan untuk mengetahui apa yang kita rasakan setiap saat dan menggunakannya untuk memandu pengambilan keputusan kita; memiliki standar self-efficacy yang realistis dan kepercayaan diri yang kuat.
Hasil penelitian ini sama dengan penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Prasetyo Eka Putra (2012) tentang “Pengaruh Kecerdasan Emosional Terhadap Kepemimpinan Transformasional Pada PT Bank Danamon Kantor Cabang Panglima Polim”. dan kepemimpinan transformasional. Hasil uji statistik yang dilakukan menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara motivasi dengan perilaku kepemimpinan pada PT Pos Indonesia Persero (Wilayah X). Hal ini terlihat dari hasil statistik uji ekskresi berganda dengan nilai t hitung sebesar 2,352 dengan nilai signifikan 0,022 lebih kecil dari standar yang ditetapkan yaitu lt; 0,05), artinya variabel motivasi (X2) berpengaruh signifikan terhadap perilaku kepemimpinan (Y).
Hasil uji statistik yang dilakukan menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara empati terhadap perilaku kepemimpinan di PT Pos Indonesia Persero (Wilayah X). Hal ini terlihat dari hasil statistik uji ekskresi berganda dengan nilai t hitung sebesar 11,299 dengan nilai signifikansi 0,000 lebih rendah dari standar yaitu lt; 0,05), artinya variabel empati (X3) berpengaruh signifikan terhadap perilaku kepemimpinan (Y). Empati adalah kemampuan untuk merasakan apa yang orang lain rasakan, untuk dapat memahami perspektif mereka, untuk membina hubungan saling percaya, dan menyesuaikan diri dengan orang yang berbeda.
Hasil uji statistik yang dilakukan menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara kesadaran diri (X1), motivasi (X2) dan empati (X3) terhadap perilaku manajemen di PT Pos Indonesia Persero (Wilayah X) yang memiliki tingkat tinggi. dari kecerdasan emosional. Hal ini terlihat dari hasil analisis jawaban kuesioner yang dijawab responden yaitu PT Pos Indonesia Persero (Daerah X) dengan rating tinggi. Kecerdasan Emosional Konsumen: Mengonsep, Mengukur, dan Memprediksi Pengambilan Keputusan Konsumen. Jurnal Riset Konsumen.
Pengaruh Kecerdasan Emosional Pemimpin Terhadap Kinerja dan Loyalitas Karyawan Pada Unit Bisnis PT Riau Andalan Pulp and Paper Riau. Atas kesediaan dan bantuan Bapak/Ibu/Saudara (i) untuk menjawab kuesioner ini, penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya. Bapak/Ibu/Saudara yang terhormat, saya mohon kepada Bapak/Ibu untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan mencentang () satu-satunya jawaban yang paling sesuai dengan situasi saat ini.
KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Karena tindakan atau kinerja baik dan buruk seorang karyawan dapat dilihat dari seorang pemimpin yang memberikan arahan atau sebagai tindakan seorang pemimpin terhadap karyawan dan sebaliknya.
Saran
Pengaruh Gaya Kepemimpinan, Motivasi dan Disiplin Kerja terhadap Kinerja Karyawan PT Sinar Santosa Perkasa Banjarnegara. Menyelesaikan tugas akhir universitas (S1) di Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Bosowa Makassar.