• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tika Triyana-150210204030.pdf - Universitas Jember

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "Tika Triyana-150210204030.pdf - Universitas Jember"

Copied!
200
0
0

Teks penuh

“Pengembangan media pembelajaran “Georemi Nusantara” tema ekosistem subtema komponen ekosistem untuk siswa kelas V SDN Parang 01 Jember”. Pengembangan Media Pembelajaran “Georemi Nusantara” Tema Ekosistem Subtema Komponen Ekosistem untuk Siswa Kelas V SDN Parang 01 Jember; halaman Tika Triyana; Program Studi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Sekolah Dasar, Jurusan Pendidikan, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Jember. Media pembelajaran yang memungkinkan siswa belajar melalui permainan adalah media pembelajaran “Georemi Nusantara” berupa kartu berpasangan APE.

Berdasarkan rumusan tersebut maka tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan proses dan mengetahui hasil pengembangan media pembelajaran “Georemi Nusantara” pada topik ekosistem subtopik Komponen ekosistem untuk siswa kelas V SDN Patrang 01. Hasil pengembangan media pembelajaran “Georemi Nusantara” berupa Kartu Berpasangan APE pada topik ekosistem, subtopik Komponen ekosistem kelas V semester 1 telah memenuhi dua kriteria sebagai berikut. Berdasarkan persentase ketuntasan hasil belajar dan respon positif siswa menunjukkan bahwa media pembelajaran “Georemi Nusantara” berupa kartu berpasangan APE yang dikembangkan efektif digunakan dalam pembelajaran.

Kesimpulan dari penelitian ini adalah media pembelajaran “Georemi Nusantara” berupa Kartu Berpasangan APE sangat layak digunakan dalam proses pembelajaran di kelas V semester 1 dan berdampak terhadap hasil belajar siswa.

PENDAHULUAN

Rumusan Masalah

Bagaimana proses pengembangan media pembelajaran “Georemi Nusantara” dengan topik Ekosistem subtopik Komponen ekosistem untuk siswa kelas V SDN Patrang 01. Bagaimana hasil pengembangan media pembelajaran “Georemi Nusantara” dengan topik Ekosistem sub topik Komponen ekosistem untuk siswa kelas V SDN Patrang 01. Bagi siswa penelitian diharapkan dapat menjadi pengalaman belajar yang menarik dan menyenangkan melalui media pembelajaran yang edukatif, sehingga hasil belajar siswa lebih baik. .

Bagi para guru, penelitian ini diharapkan dapat dijadikan pedoman dan alat untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dengan memilih media pembelajaran yang menarik dan mendidik. Bagi institusi, penelitian ini diharapkan dapat dijadikan bahan pertimbangan atau referensi dalam mengembangkan kualitas pengajaran guru dan siswa. Bagi peneliti, diharapkan penelitian ini dapat dijadikan sebagai pengetahuan baru sebagai bekal untuk terjun langsung ke dunia sekolah di kemudian hari.

Bagi peneliti lain, kami berharap penelitian ini dapat dijadikan referensi untuk penelitian selanjutnya dengan variabel penelitian dan bahan ajar yang berbeda.

TINJAUAN PUSTAKA

Karakteristik Siswa SD

Anak usia sekolah dasar 7-11 tahun mempunyai beberapa ciri, para psikolog perkembangan anak menyebut anak usia dini 7-11 tahun sebagai usia kritis dalam dorongan berprestasi, usia kelompok dan usia kreatif menurut Kurnia (2008:21). Guru juga hendaknya memperhatikan perkembangan kognitif siswanya, sehingga pembelajaran menjadi bermakna dan sesuai dengan kebutuhan siswa. Piaget (dalam Kurnia, 2008: 6) membagi tahapan perkembangan kognitif menjadi empat tahap, yaitu tahap sensorik motorik, tahap pra operasional, tahap operasional konkrit, dan tahap operasional formal.

Pada fase ini anak dapat berpikir secara abstrak, hipotetis, dan sistematis tentang hal-hal yang abstrak serta memikirkan hal-hal yang akan dan dapat terjadi. Berdasarkan penjelasan di atas, karakteristik psikologis dan kognitif anak usia sekolah dasar hendaknya dipahami oleh guru, agar proses pembelajaran berkelanjutan dapat terlaksana sesuai dengan kebutuhan siswa. Anak usia sekolah dasar mempunyai beberapa ciri psikologis, yaitu usia kritis dengan keinginan berprestasi, usia berkelompok, dan usia bermain.

Selain itu, anak usia sekolah dasar berada pada tahap operasional konkrit, yaitu tahap dimana anak dapat berpikir konkrit dengan memahami sesuatu sebagaimana adanya, seperti mengenali benda-benda yang ada, misalnya berkaitan dengan makanan yang ada disekitarnya.

Hasil Belajar Siswa

Respon siswa terhadap penggunaan media pembelajaran tersebut diukur untuk mengetahui pendapat siswa terhadap media pembelajaran yang dibuat. Artinya media pembelajaran mempunyai peranan yang sangat penting dalam menyampaikan konsep dalam mata pelajaran. Media pembelajaran ini dapat memudahkan siswa dalam memahami konsep dan memungkinkan siswa belajar memecahkan masalah secara mandiri.

Penggunaan media pembelajaran dalam pembelajaran saat ini sangatlah penting, karena media pembelajaran juga merupakan sumber belajar dalam proses pembelajaran. Dengan cara ini siswa dapat memperoleh informasi melalui media pembelajaran guna membentuk sendiri pengetahuan baru. Dari beberapa fungsi media pembelajaran di atas, media pembelajaran berbentuk “Georemi Nusantara” menekankan pada fungsi sosial budaya.

Arsyad (2017:79) salah satu ciri media pembelajaran adalah memuat dan membawa pesan atau informasi kepada penerima pesan yaitu siswa.

Tabel 2.2 Penjelasan dan Pilihan Kata Kerja Kunci dan Ranah Kognitif yang telah  Diperbaiki
Tabel 2.2 Penjelasan dan Pilihan Kata Kerja Kunci dan Ranah Kognitif yang telah Diperbaiki

Pengembangan Media Pembelajaran dalam Bentuk Georemi Nusantara Nusantara

Salah satu jenis alat permainan edukatif atau disingkat APE yang cocok untuk anak sekolah dasar adalah kartu mencocokan yang dapat digunakan sebagai media pembelajaran. Permainan yang dapat digunakan dalam kegiatan pembelajaran sebagai media pembelajaran adalah APE atau Alat Permainan Edukasi. Berdasarkan kriteria di atas maka indikator validasi media pembelajaran dimodifikasi dan diadaptasi dalam bentuk APE yang akan dikembangkan.

Penelitian lain yang relevan adalah penelitian Rahayu (2017) yang berjudul “Pengembangan media pembelajaran berupa APEM pada mata pelajaran IPS sub pokok bahasan makanan khas daerah untuk siswa kelas IV SDN Antirogo 01 Jember pada tahun ajaran dengan survey sebagai berikut rata-rata persentase hasil seluruh validator sebesar 86%, sehingga media pembelajaran berupa APEM yang dikembangkan dinyatakan valid dan dapat diuji coba. Hal ini menunjukkan bahwa media pembelajaran berupa APEM yang dikembangkan efektif digunakan untuk pembelajaran proses pembelajaran.

Berdasarkan penelitian-penelitian terdahulu tersebut dapat dijadikan acuan atau bahan referensi untuk pengembangan media pembelajaran berupa Alat Permainan Edukasi (GME).

Tabel  2.3  Kriteria  Penilaian  Media  Pembelajaran  Berdasarkan  pada  Kualitas  Menurut Walker & Hess
Tabel 2.3 Kriteria Penilaian Media Pembelajaran Berdasarkan pada Kualitas Menurut Walker & Hess

METODE PENELITIAN

Tempat dan Waktu Uji Pengembangan

Produk penelitian pengembangan ini adalah media pembelajaran “Georemi Nusantara” berupa kartu berpasangan APE untuk kelas V dengan topik Ekosistem subtopik Komponen Ekosistem. Hasil pengembangan dilihat dari beberapa aspek antara lain validitas dan efektivitas media pembelajaran “Georemi Nusantara” berupa kartu berpasangan APE. Berdasarkan permasalahan yang telah dijelaskan sebelumnya, maka pada tahap ini dipilih media pembelajaran yang sesuai untuk dikembangkan yaitu “Georemi Nusantara” berupa kartu berpasangan APE.

Pada tahap ini dilakukan uji coba terhadap media pembelajaran “Georemi Nusantara” berupa Kartu Berpasangan APE yang valid kepada siswa di kelas. Produk yang akan divalidasi adalah media pembelajaran “Georemi Nusantara” berupa flashcard APE tema Ekosistem subtema Komponen Ekosistem. Pengembangan media pembelajaran “Georemi Nusantara” berupa Kartu Berpasangan APE berdasarkan permasalahan yang ada pada proses pembelajaran Tematik kelas 5 dengan topik Ekosistem subtopik Komponen ekosistem.

Apabila media pembelajaran yang dikembangkan valid dan efektif, maka pengembangan media pembelajaran “Georemi Nusantara” berupa kartu berpasangan APE berhasil.

Gambar 3.1 Tahap-tahap dalam Model Pengembangan Oleh Borg & Gall (dalam  Gooch, 2012:85)
Gambar 3.1 Tahap-tahap dalam Model Pengembangan Oleh Borg & Gall (dalam Gooch, 2012:85)

PENUTUP

Saran

Media pembelajaran “Georemi Nusantara” berupa kartu APE Pair yang digunakan dalam pembelajaran dapat dijadikan pengalaman belajar yang menarik dan menyenangkan karena pembelajaran dikemas dalam kegiatan pembelajaran melalui permainan. Media pengajaran “Georemi Nusantara” berupa Kartu Berpasangan APE dapat digunakan sebagai sarana penyaluran bahan ajar berupa media pengajaran kepada guru sekolah dasar. Georemi Nusantara dalam bentuk flashcard APE juga dapat dijadikan contoh untuk menggunakan dan mengembangkan media inovatif agar siswa semakin semangat dan termotivasi dalam kegiatan pembelajaran.

Media pembelajaran “Georemi Nusantara” berupa kartu berpasangan APE dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan atau acuan pengembangan kualitas tenaga pendidik dan peserta didik dalam proses pembelajaran. Pengembangan media pembelajaran berupa APEM pada mata pelajaran IPS subtopik makanan khas daerah untuk siswa kelas IV SDN Antirogo 01 Jember tahun ajaran 2016/2017. Setelah siswa mengamati media yang diperlihatkan oleh guru, siswa melakukan sesi tanya jawab dengan guru tentang media pembelajaran “Georemi Nusantara” berupa kartu berpasangan APE dan kegiatan yang akan mereka lakukan dengan menggunakan media tersebut 4.1 Presentasi hasil .

Siswa mendengarkan komentar yang diberikan guru tentang ciri geografis Indonesia berupa kenampakan alam di Indonesia, serta sikap terhadap kelestarian kondisi alam dan manfaat bahasa Indonesia.

Materi Pembelajaran

  • Langkah-langkah Pembelajaran
  • Pedoman Wawancara Guru dan Siswa a. Pedoman Wawancara Guru

Siswa dan guru melakukan tanya jawab tentang fenomena alam di lingkungan sekitar kemudian diperluas ke skala nasional. Siswa memperhatikan guru yang menunjukkan media pembelajaran “Georemi Nusantara” berupa flashcard APE di depan kelas. Siswa memainkan permainan tersebut dengan cara mencocokkan ciri-ciri alam yang sesuai dengan daerah asalnya dan menjawab pertanyaan-pertanyaan pada kartu soal.

Guru menugaskan beberapa siswa untuk menyampaikan perasaannya setelah pembelajaran melalui permainan dengan menggunakan media pembelajaran. Siswa dan guru menutup kegiatan pembelajaran dengan berdoa bersama sesuai agama dan kepercayaan masing-masing. Ya, karena keterbatasan waktu dan tenaga, terkadang kita hanya menggunakan media visual yang ada di buku.

Keberagaman Kenampakan Alam di Indonesia

Setiap provinsi mempunyai ciri geografis yang berbeda-beda, salah satunya adalah ciri-ciri alam yang dimiliki setiap provinsi yang harus kita lestarikan. Keanekaragaman alam juga merupakan bagian dari ekosistem, yaitu hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungannya. Keseimbangan ekosistem ini perlu kita jaga agar semua makhluk hidup dapat melanjutkan kehidupannya.

Misalnya saja jika hutan tidak dijaga kelestariannya, misalnya dengan menebang pohon secara besar-besaran, maka hewan-hewan yang ada di hutan tersebut akan kehilangan habitatnya. Kurangi polusi udara dengan tidak menggunakan kendaraan bermotor saat melakukan perjalanan jarak dekat. Sikap persatuan pada masa perjuangan kemerdekaan harus selalu membudaya di hati masyarakat Indonesia hingga saat ini.

Peristiwa kemerdekaan yang mencerminkan sikap persatuan bangsa Indonesia adalah acara Sumpah Pemuda yang diperingati setiap tanggal 28 Oktober. Peristiwa ini menjadi peristiwa penting pada masa kemerdekaan karena di dalamnya berkumpul seluruh generasi muda yang mempunyai sikap bersatu untuk kemerdekaan Indonesia. Sikap persatuan adalah tingkah laku yang menjadikan atau menyatukan diri menjadi satu kesatuan yang utuh dan kuat, sedangkan rasa persatuan dan kesatuan adalah perasaan yang ada dalam jiwa seseorang untuk menjadi individu atau kelompok yang kuat di bawah bendera Negara Kesatuan Republik Indonesia. Republik Indonesia atau Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Sikap bersatu padu yang wujud dalam jiwa mempunyai kelebihan yang besar dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Rasa hormat dan hormat yang mantap akan mewujudkan kehidupan yang aman dan damai.

Pikiran Pokok

  • Lembar Validasi Ahli Media
  • Lembar Validasi Ahli Materi

Sebelum memainkan permainan kartu berpasangan, kocok terlebih dahulu kartu muka asli dan kartu asal. Pertama, bagikan kartu tata letak alami kepada setiap pemain, lalu bagikan kartu zona asal kepada setiap pemain. Dari keempat pernyataan di atas, pasangan provinsi dan ciri alam yang tepat adalah... a.

Dari pernyataan di atas, negara tetangga Indonesia adalah… a.. 11. Pasangan ciri alam dan daerah asal berikut ini yang benar, kecuali… a. Lembar periksa isi media pembelajaran “Georemi Nusantara” berupa flashcard APE dengan topik ekosistem. Hasil tes hasil belajar setelah menggunakan media pembelajaran “Georemi Nusantara” berupa Kartu Berpasangan Kera diperoleh dari tes yang dilakukan siswa.

Apakah bahasa yang digunakan pada media pembelajaran “Georemi Nusantara” berupa kartu Pasangan Kera jelas dan mudah dipahami? Secara keseluruhan media pembelajaran “Georemi Nusantara” berupa Kartu Sepasang Kera menarik untuk dimainkan. Nilai survei jawaban siswa terhadap media pembelajaran “Georemi Nusantara” berupa Kartu Berpasangan APE diperoleh dari angket yang telah diisi.

Gambar  di  samping  merupakan  tanaman  yang berasal dari Bengkulu yang bernama...
Gambar di samping merupakan tanaman yang berasal dari Bengkulu yang bernama...

Riwayat Pendidikan

Gambar

Tabel 2.1 Kompetensi Dasar dalam Subtema 1 Komponen Ekosistem  Mata
Tabel 2.2 Penjelasan dan Pilihan Kata Kerja Kunci dan Ranah Kognitif yang telah  Diperbaiki
Gambar 2.1 Sumber Belajar Berdasarkan AECT
Tabel  2.3  Kriteria  Penilaian  Media  Pembelajaran  Berdasarkan  pada  Kualitas  Menurut Walker & Hess
+7

Referensi

Dokumen terkait

Tujuan Penelitian dan Pengembangan ini adalah Mendeskripsikan proses pengembangan dan menghasilkan media pembelajaran berbantuan komputer pada materi diagram Venn yakni

Mendeskripsikan peningkatan hasil belajar pada ranah keterampilan siswa dengan penerapan model pembelajaran scramble berbantuan media kopikal tema ekosistem dalam

Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) Proses pengembangan media pembelajaran modul interaktif dengan software Adobe Flash pada mata kuliah Matematika

Tujuan yang diharapkan dari penelitian pengembangan ini adalahuntuk (1) Mendeskripsikan desain pengembangan media pembelajaran dalam bentuk multimedia dengan model

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan proses rancang bangun pengembangan multimedia pembelajaran IPA, (2) mengetahui kualitas multimedia pembelajaran pada

Untuk mengetahui adakah pengaruh media pembelajaran prezi terhadap prestasi belajar siswa ranah kognitif pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti di SMK Nusantara

Tujuan yang dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui proses pengembangan media, untuk mengetahui kevalidan, kepraktisan, keefektifan produk pengembangan media pembelajaran

Tujuan Penelitian Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan mengetahui peningkatan pembelajaran penggunaan media autentik dalam