• Tidak ada hasil yang ditemukan

tingkat profitabilitas dan keputusan pendanaan terhadap nilai

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "tingkat profitabilitas dan keputusan pendanaan terhadap nilai"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

230 Tenri, Rusdiah Hasanuddin, Sultan Iskandar

TINGKAT PROFITABILITAS DAN KEPUTUSAN PENDANAAN TERHADAP NILAI PERUSAHAAN (STUDI KASUS PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG

TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA PERIODE 2014-2017)

Tenri Sakatina 1, Hj. Rusdiah2, Sultan Iskandar3

1,2,3Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi YPUP Makassar

1[email protected], 2[email protected], 3[email protected]

ABSTRACT

This Research aims at finding out the effect of profitability and funding decisions on the value of manufacturing companies in various sectors of the textile and garment sub sector in Indonesia Stock Exchange. The method used was quantitative descriptive. Data analysis techniques used were description analysis, classical assumption test, linear regression analysis, partial test and test of determination. The result showed that: (1) profitability has a negative and significant effect on the value of manufacturing companies in various sectors of the textile and garment sub-sector in the Indonesia Stock Exchange, (2) funding decisions have a negative and insignificant effect on the value of manufacturing companies in the various textile and garment sub-sector industries in the Indonesia Stock Exchange.

Keywords: profitability, funding discussion, and company value.

PENDAHULUAN

Kemakmuran para pemegang saham biasanya dapat dilihat dari tingginya nilai perusahaan. Hal ini berarti memaksimumkan kemakmuran pemegang saham dapat dilakukan dengan cara memaksimumkan nilai perusahaan. semakin tinggi nilai perusahaan, maka akan semakin besar kemakmuran yang akan diterima oleh pemegang saham. Walker dalam Hardiningsih (2009), menyatakan nilai perusahaan akan tercermin dari harga sahamnya. Hermuningsih dan Wardani dalam Setiani (2012), menyatakan nilai perusahaan merupakan persepsi investor terhadap perusahaan, yang sering dikaitkan dengan harga saham.Pujianti dan Widanar (2009), juga menyatakan bahwa harga pasar saham perusahaan merupakan suatu cerminan penilaian investor secara keseluruhan atas setiap ekuitas yang dimiliki.Selain itu, harga pasar saham menunjukan penilaian sentral di seluruh pelaku pasar dan bertindak sebagai barometer kinerja manajemen perusahaan.nilai perusahaan ini merupakan suatu hal yang penting bagi manajer maupun investor. Bagi manajer nilai perusahaan merupakan suatu tolak ukur atas prestasi kerja yang telah dicapainya.

Profitabilitas merupakan kemampuan perusahaan untuk memperoleh laba atau ukuran efektivitas pengelolaan manajemen perusahaan (Wiagustini, 2010). Profitabilitas perusahaan merupakan variabel yang cukup penting karena melalui profitabiitas akan diambil keputusan apakah laba perusahaan didistribusikan sebagai dividen atau ditahan untuk kepemilikan uang tunai ataupun untuk melakukan investasi dengan harapan perusahaan akan memperoleh keuntungan di masa yang akan datang (Gryglewicz, 2011).

Keputusan pendanaan keuangan perusahaan juga akan sangat menentukan kemampuan perusahaan dalam melakukan aktivitas operasinya. keputusan pendanaan akan berkaitan dengan pemilihan sumber dana baik yang berasal dari sumber dana internal berupa laba ditahan maupun sumber dana eksternal berupa utang dan ekuitas yang sangat mempengaruhi nilai perusahaan. Keputusan pendanaan yang tepat akan mempengaruhi kinerja perusahaan, karna setiap sumber dana memiliki keuntungan dan resiko yang berbeda.

Trade off Theory menyatakan bahwa kenaikan hutang akan bermanfaat bila dapat meningkatkan nilai perusahaan artinya penambahan hutang belum mencapai titik optimal, jika manfaat hutang menjadi lebih kecil di bandingkan nilai kebangkrutan maka

(2)

ACCOUNTING. Vol. 01, No.02, Juni 2020, pp 230-237 231 penambahan hutang akan menurunkan nilai perusahaan (Ayuni, Efti, dan Kurniaty, 2014).

Karena penggunaan hutang yang besar menimbulkan beban bunga yang besar bagi perusahaan sehingga mengakibatkan nilai perusahaan menjadi turun. Penggunaan hutang dapat meningkatkan nilai perusahaan selama manfaat penggunaan hutang lebih besar dari resiko yang di tanggung oleh perusahaan.

Berdasarkan uraian latar belakang di atas, maka rumusan masalah yang diajukan penelitian ini adalah sebagai berikut: 1) Apakah profitabilitas berpengaruh terhadap nilai perusahaan manufaktur sektor aneka industri sub sektor tekstil dan garment yang terdapat di Bursa Efek Indonesia; 2) Apakah profit keputusan pendanaan berpengaruh terhadap nilai perusahaan manufaktur sektor aneka industri sub sektor tekstil dan garment yang terdapat di Bursa Efek Indonesia?

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh profitabilitas terhadap nilai perusahaan manufaktur sektor aneka industri sub sektor tekstil dan garment yang terdapat di Bursa Efek Indonesia dan untuk mengetahui pengaruh keputusan pendanaan terhadap nilai perusahaan manufaktur sektor aneka industri sub sektor tekstil dan garment yang terdapat di Bursa Efek Indonesia.

TINJAUAN LITERATUR

Teori sinyal (signaling theory) merupakan teori yang menjelaskan persepsi investor luar tentang prospek perusahaan akibat adanya corporate action (Ross dalam Hasnawati, 2008). Teori sinyal menyatakan bahwa perusahaan yang berkualitas baik dengan sengaja akan memberikan sinyal pada pasar, dengan demikian pasar diharapkan dapat membedakan perusahaan yang berkualitas baik dan buruk (Hartono, 2005).

Teori ini berakar pada teori akuntansi pragmatik yang memusatkan perhatiannya kepada pengaruh informasi terhadap perubahan perilaku pemakai informasi.

Menurut Ross dalam Putrie (2018), Signaling Theory merupakan sinyal yang diberikan oleh perusahaan kepada pasar. Jika manajer atau perusahaan berkeyakinan bahwa prospek perusahaan baik dan ingin harga saham meningkat maka perusahaan akan memberikan info atau sinyal kepada pasar.

Sinyal ini berupa informasi mengenai apa yang sudah dilakukan oleh manajemen untuk

merealisasikan keinginan pemilik. Sinyal dapat berupa promosi atau informasi lain yang menyatakan bahwa perusahaan tersebut lebih baik daripada perusahaan lain. Biasanya sinyal tersebut sering diberikan dengan bentuk laporan keuangan perusahaan.

Trade off thssseory menyatakan bahwa setiap perusahaan dapat menentukan target rasio utang (leverage) yang optimal. Rasio utang yang optimal ditentukan berdasarkan perimbangan antara manfaat dan biaya kebangkrutankarena perusahaan memiliki utang. Teori ini menjelaskan adanya hubungan antara pajak, risiko kebangkrutan dan penggunaan utang yang disebabkan keputusan struktur modal yang diambil perusahaan.

Berdasarkan teori ini, utang akan memberikan penghematan pajak dan meningkatkan ekspektasi atas biaya kebangkrutan. Menurut Brealey dan Myers (1991) dalam Hidayat (2010), tentang trade-off theory bahwa struktur modal yang optimal dapat tercapai apabila terjadikeseimbangan antara manfaat dan pengorbanan dari penggunaan utang.

Implikasi trade-off theory menurut Brealey dan Myers (1991) dalam Hidayat (2010), adalah sebagai berikut: 1) Perusahaan dengan risiko bisnis besar harus menggunakan lebih kecil utang dibandingkan perusahaan yang mempunyai risiko bisnis rendah, karena semakin besar risiko bisnis, penggunaan utang yang semakin besar akan meningkatkan beban bunga, sehingga akan semakin mempersulit keuangan perusahaan; 2) Perusahaan yang dikenai pajak tinggi pada batas tertentu sebaiknyamenggunakan banyak utang karena adanya tax shield; 3) Target rasio utang akan berbeda antara perusahaan satu dengan perusahaan yang lain. Perusahaan yang profitable mempunyai target rasio utang lebih tinggi. Perusahaan unprofitable dengan risiko tinggi mempunyai rasio utang lebih rendah dan lebih mengandalkan ekuitas.

Trade-off theory menyatakan bahwa perusahaan menukar manfaat pajak dari pendanaan utang dengan masalah yang ditimbulkan oleh potensi kebangkrutan (Brigham dan Houston, 2013). Esensi trade-off theory dalam struktur modal adalah menyeimbangkan manfaat dan pengorbanan yang timbul sebagai akibat penggunaan utang.Sejauh manfaat lebih besar, tambahan utang masih diperkenankan.Apabila pengorbanan karena penggunaan utang sudah

(3)

232 Tenri, Rusdiah Hasanuddin, Sultan Iskandar lebih besar, maka tambahan utang sudah tidak diperbolehkan.

Perusahaan adalah suatu organisasi yang mengkombinasikan dan mengorganisasikan berbagai sumber daya dengan tujuan untuk memproduksi barang dan atau jasa untuk dijual (Hermuningsih, 2013). Nilai perusahaan merupakan persepsi investor terhadap perusahaan yang sering dikaitkan dengan harga saham. Nilai perusahaan yang tinggi menjadi keinginan para pemilik perusahaan, sebab dengan nilai yang tinggi menunjukan kemakmuran pemegang saham juga tinggi (Hemastuti,2014).

Tujuan manajemen perusahaan adalah memaksimalkan nilai kekayaan para pemegang saham (Harmono, 2017). Nilai perusahaan dapat diukur melalui nilai harga saham dipasar berdasarkan terbentuknya harga saham perusahaan di pasar, yang merupakan refleksi penilaian oleh publik terhadap kinerja perusahaan secara riil. Dikatakan secara riil karena terbentuknya harga di pasar merupakan bertemunya titik-titik kestabilan kekuatan permintaan dan titik-titik kestabilan kekuatan penawaran harga yang secara riil terjadi transaksi jual beli surat berharga di pasar modal antara para penjual (emiten) dan para investor, atau sering disebut ekuilibrium pasar.

Oleh karena itu, dalam teori keuangan pasar modal harga saham dipasar disebut sebagai konsep nilai perusahaan (Harmono, 2017).

Semakin tinggi harga saham maka semakin tinggi pula nilai suatuperusahaan.

Nilai perusahaan didefenisikan sebagai nilai pasar karena nilai pasar dapat memberikan kemakmuran pemegang saham secara maksimal apabila harga saham perusahaan meningkat. Berbagai kebijakan yang di ambil oleh manajemen dalam upaya untuk meningkatkan nilai perusahaan melalui kemakmuran pemilik dan para pemegang saham yang tercermin pada harga saham (Brighamdan Houston, 2013).

Memaksimalkan nilai perusahaan juga berarti memaksimalkan kemakmuran pemegang saham yang merupakan tujuan utama perusahaan.

Profitabilitas adalah sekelompok rasio yang menunjukan gabungan efek-efek dari likuiditas, manajemen aktiva, dan hutang pada hasil-hasil operasi Brigham dan Houston (2013). Sebaliknya, apabila perusahaan dinilai kurang mempunyai prospek maka harga saham menjadi lemah (Suharli dalam Leta, 2013).

Sartono (2010), profitabilitas adalah kemampuan perusahaan memperoleh laba dalam hubungannya dengan penjualan, total aktiva maupun modal sendiri. Sedangkan menurut Susilawati (2012), profitabilitas menggambarkan kinerja operasional perusahaan dengan memberikan besar keuntungan yang mampu diraih perusahaan dalam menjalankan operasionalnya.

Profitabilitas menunjukkan kemampuan dari modal yang diinvestasikan dalam keseluruhan aset untuk menghasilkan keuntungan bagi investor.

Pengertian profitabilitas menurut Riyanto dalam Putrie (2018), adalah kemampuan suatu perusahaan untuk menghasilkan laba dari aktivitas operasinya yang dihasilkan dari kegiatan usahanya selama periode tertentu.Profitabilitas mempunyai arti yang lebih penting dari pada laba karena profitabilitas menunjukan ukuran efesiensi kinerja perusahaan yang membandingkan laba yang diperoleh dengan kekayaan atau modal yang menghasilkan laba tersebut sehingga yang harus diperhatikan oleh perusahaan ialah tidak hanya memperbesar laba, tetapi yang terpenting ialah usaha untuk meningkatkan profitabilitas.

Keputusan pendanaan menurut Hasnawati (2005) dalam Pasaribu (2016) didefinisikan sebagai keputusan yang menyangkut komposisi pendanaan yang dipilih oleh perusahaan. Keputusan pendanaan dalam penelitian ini diproksikan melalui Debt to Equity Ratio (DER).Rasio ini menunjukkan perbandingan antara pembiayaan dan pendanaan melalui hutang dengan pendanaan melalui ekuitas.

Keputusan pendanaan berkaitan dengan keputusan perusahaan dalam mencari dana untuk membiayai investasi dan menentukan komposisi sumber pendanaan. Pendanaan perusahaan dapat dikelompokkan berdasarkan sumber dananya yaitu pendanaan internal dan pendanaan eksternal. Efni dkk (2011), menyatakan bahwa pendanaan internal merupakan pendanaan yang berasal dari dalam perusahaan berupa laba ditahan sedangkan pendanaan eksternal yaitu pendanaan utang, ekuitas, dan hybrid securities.

METODE PENELITIAN

Desain penelitian ini dilakukan untuk menganalisis pengaruh profitabilitas dan

(4)

ACCOUNTING. Vol. 01, No.02, Juni 2020, pp 230-237 233 keputusan pendanaan dengan mengambil perusahaan manufaktur sektor aneka industri sub sektor tekstil dan garment yang terdapat di Bursa Efek Indonesia sebagai objek penelitian.

Penelitian ini dilakukan dengan mengakses alamat website Bursa Efek Indoensia, yaitu www.idx.co.id.

Populasi dalam penelitian adalah perusahaan tekstil dan garment yang terdapat di Bursa Efek Indonesiaperiode 2014 – 2017 sejumlah 17 perusahaan.

Sampel dalam penelitian ini menggunakan metode purposive sampling, yaitu penentuan sampel berdasarkan perusahaan sektor tekstil dan garmentyang terdaftar di BEI Populasi yang dijadikan sampel adalah populasi memenuhi kriteria yang dikehendaki.

Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data kuantitatif. Data kuantitatif adalah data yang berupa angka- angka yang diambil dari data yang berhubungan dengan pembahasan. Data dalam penelitian ini berupa laporan keuangan tahunan perusahaanmanufaktur sektor aneka industri sub sektor tekstil dan garment yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2014 – 2017.

Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder. Data sekunder adalah penelitian yang diperoleh secara tidak langsung atau menilai media

HASIL DAN PEMBAHASAN

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh profitabilitas, dan keputusan pendanaan terhadap nilai perusahaan pada perusahaan tekstil dan germent di BEI. Penelitian ini dilakukan dengan melibatkan 9 perusahaan yang menjadi sampel penelitian dengan periode pengamatan selama 4 tahun, dari tahun 2014 sampai dengan tahun 2017.

Profitabilitas dipahamai sebagai rasio yang berguna untuk mengetahui kemampan perusahaan dalam menghasilkan laba selama periode tertentu baik dengan hubungan penjualan asset maupun laba rugi modal sendiri (Brigham dan Houston, 2013). Dalam penelitian ini profitabilitas diproksikan dengan Return On Assets (ROA). Berdasarkan perhitungan ROA perusahaan sampel penelitian selama periode pengamatan diketahui bahwanilai perolehan tertinggi untuk

profitabilitas yang diproksikan dengan ROA adalah9,94; terendah sebesar -10,09; dan rata- rata ROA adalah 0,6556.

Keputusan pendanaan menurut Hasnawati (2005) dalam Pasaribu (2016) didefinisikan sebagai keputusan yang menyangkut komposisi pendanaan yang dipilih oleh perusahaan. Keputusan pendanaan dalam penelitian ini diproksikan melalui Debt to Equity Ratio (DER). Rasio ini menunjukkan perbandingan antara pembiayaan dan pendanaan melalui hutang dengan pendanaan melalui ekuitas.

Berdasarkan perhitungan DER perusahaan sampel penelitian selama periode pengamatan diketahui bahwa nilai perolehan tertinggi untuk keputusan pendanaan yang diproksikan dengan DER tertinggi adalah 3,36;

yang terendah sebesar 0,10; dan rata-rata DER adalah sebesar 1,2228.

Nilai perusahaan dalam penelitian ini diproksikan dengan PBV.

Berdasarkan perhitungan PBV perusahaan sampel penelitian selama periode pengamatan diketahui bahwa nilai perolehan tertinggi untuk variabel nilai perusahaan yang diproksikan dengan PBV adalah 2,05; terendah sebesar 0,07; dan rata – rata PBV adalah 0,7099.

Cara mendeteksi normalitas dilakukandengan melihat grafik histogram.

Gambar 1 Grafik Histogram

Sumber: Data diolah (2019)

Berdasarkan grafik histogram diatas, dapat disimpulkan bahwa grafik histogram memberikan pola distribusi yang mendekati normal, hal ini dibuktikan dengan melihat bahwa grafik membentuk simetris dan mengikuti garis diagonal. Akan tetapi, grafik

(5)

234 Tenri, Rusdiah Hasanuddin, Sultan Iskandar histogram ini hasilnya tidak terlalu akurat apalagi ketika jumlah sampel yang digunakan kecil.

Metode yang handal adalah dengan melihat normal probability plot. Pada grafik normal plot terlihat titik-titik menyebar disekitar garis diagonal serta penyebarannya mengikuti arah garis diagonal.

Gambar 2. Normal Prabability Plot

Sumber: Data diolah (2019)

Berdasarkan grafik normal probability plot, dapat dilihat bahwa titik menyebar di sekitar garis diagonal dan penyebarannya mengikuti garis diagonal, sehingga dapat dikatakan bahwa pola distribusinya normal.

Melihat kedua grafik diatas, dapat disimpulkan bahwa model regresi dalam penelitian ini dapat digunakan karena memenuhi asumsi normalitas.

Heteroskedastisitas menunjukkan bahwa variansi variabel tidak sama untuk semua pengamatan. Jika variansi dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain tetap, maka disebut homoskedastisitas. Model regresi yang baik adalah yang homoskedastisitas atau tidak terjadi heteroskedastisitas karena data cross section memiliki data yang mewakili berbagai ukuran (kecil, sedang, dan besar). Untuk mendeteksi adanya Heteroskedastisitas, metode yang digunakan adalah metode chart (diagram Scatterplot). Jika: 1) Jika ada pola tertentu terdaftar titik-titik, yang ada membentuk suatu pola tertentu yang beraturan (bergelombang, melebar, kemudian menyempit), maka terjadi Heteroskedastisitas.2) Jika ada pola yang jelas, serta titik-titik menyebar keatas dan dibawah 0 pada sumbu Y, maka tidak terjadi Heteroskedastisitas.

Gambar 3. Diagram Scatterplot

Sumber: Data diolah (2019)

Berdasarkan diagram diatas, maka dapat dilihat bahwa data tersebar secara acak dan tidak membentuk suatu pola tertentu, hal ini menunjukkan bahwa tidak terdapat heteroskedastisitas. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terjadinya perbedaan varians dari residual dari suatu pengamatan ke pengamatan yang lain.

Uji Multikolinearitas bertujuan menguji adanya korelasi antara variabel bebas (independent) pada model regresi. Pada model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi diantara variabel. Untuk menguji ada atau tidaknya multikolinearitas dalam model regresi dapat dilihat dari nilai tolerance dan lawannya, yaitu dengan melihat variance inflation factor (VIF). Nilai cut-off yang umum dipakai adalah nilai tolerance 0,01.

Salah satu cara untuk menguji adanya multikoloniearitas dapat dilihat dari Variance Inflation Factor (VIF). Jika nilai VIF >10 maka terjadi multikolinearitas.

Tabel 1. Uji Multikolinearitas Variabel VIF Keterangan Profitabilitas

(X1)

1,124 Tidak Multikolinearitas Keputusan

Pendanaan (X2)

1,124 Tidak Multikolinearitas Sumber: Data diolah (2019)

Berdasarkan tabel di atas dapat disimpulkan bahwa model regresi untuk variabel independen yang diajukan oleh peneliti untuk diteliti bebas dari multikolinearitas. Hal ini dapat dibuktikan dengan melihat tabel di atas yang menunjukkan nilai VIF dari masing-masing

(6)

ACCOUNTING. Vol. 01, No.02, Juni 2020, pp 230-237 235 variabel independen <10, dan dapat digunakan untuk mengetahui pengaruhnya terhadap nilai perusahaan.

Dari hasil analisis regresi linear berganda dengan bantuan SPSS, maka didapati tabel coefficients yang berisi informasi bilangan konstanta dan koefisien variabel penelitian.

Tabel 2. Coefficient

Model

Unstandardize d Coefficients

Standardized Coefficients

T Sig.

B

Std.

Error Beta (Consta

nt)

.831 .156 5.341 .000

ROA -.048 .023 -.377 -2.052 .049 DER -.073 .102 -.132 -.719 .478 Sumber: Data diolah (2019)

Berdasarkan tabel maka dapat ditulis persamaan regresi sebagai berikut:

Y = 0,831 – 0,048X1 – 0,073X2

Dalam persamaan regresi linear sederhana di atas dapat dijelaskan secara rinci sebagai berikut: a) Konstanta (α) Dari persamaan regresi di atas diketahui bahwa nilai konstanta adalah 0,831. Hal ini berarti bahwa jika tidak terjadi perubahaan pada variabel independen, yakni profitabilitas (ROA) dan keputusan pendanaan (DER) maka nilai perusahaan (PBV) adalah sebesar 0,831.

b) Profitabilitas (X1). Dari persamaan regresi di atas diketahui bahwa koefisien regresi dari profitabilitas yang diproksikan dengan ROA adalah –0,048. Hal ini berarti bahwa jika terjadi peningkatan profitabilitas (ROA) maka akan memberikan dampak pada menurunnya nilai perusahaan (PBV) sebesar 0,048. c) Keputusan Pendanaan (X2). Dari persamaan regresi di atas diketahui bahwa koefisien regresi dari keputusan pendanaan (DER) adalah –0,073. Hal ini berarti bahwa jika terjadi peningkatan keputusan pendanaan (DER) maka akan memberikan dampak pada menurunnya nilai perusahaan (PBV) sebesar 0,0733.

Uji parsial digunakan untuk mengetahui apakah setiap variabel independet (X) berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen (Y). Pengujian dilakukan dengan taraf signifikansi 0,05. Berdasarkan pada tabel Coefficients hasil output SPSS, maka akan diuraikan uji parsial untuk setiap variable independen dalam penelitian ini: 1)

Profitabilitas (X1). Berdasarkan Coefficients di atas diketahui bahwa nilai Sig. dari profibilitas yang diproksikan dengan ROA adalah sebesar 0,049. Nilai tersebut lebih kecil dari taraf signifikansi 95% (α=0,05) (0,049<0,05). Hal ini mengindikasikan bahwa profitabilitas (ROA) memiliki pengaruh yang signifikan terhadap nilai perusahaan (PBV). 2) Keputusan Pendanaan (X2). Berdasarkan Coefficients di atas diketahui bahwa nilai Sig.

dari keputusan pendanaan yang diproksikan dengan DER adalah sebesar 0,478. Nilai tersebut lebih besar dari taraf signifikansi 95%

(α=0,05) (0,478>0,05). Hal ini mengindikasikan bahwa keputusan pendanaan (DER) tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap nilai perusahaan (PBV).

Analisis koefisien determinasi digunakan untuk mengetahui persentase besarnya pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen.

Tabel 3. Uji Determinasi

Mode

l R

R Square

Adjusted R Square

Std. Error of the Estimate

1 .356a .127 .067 .47740

Sumber: Data diolah (2019)

Berdasarkan hasil uji koefisien deteminasi di atas, maka akan diuraikan besaran R square untuk nilai perusahaan yang diproksikan dengan PBV adalah 0,127 yang menunjukkan bahwa nilai perusahaan (PBV) dalam penelitian ini mampu dijelaskan oleh profitabilitas (ROA) dan keputusan pendanaan (DER) sebesar 12,7%, dan sisanya 87,3%

dijelaskan oleh variabel lain yang tidak disertakan dalam penelitian ini.

Profitabilitas dipahamai sebagai rasio yang berguna untuk mengetahui kemampan perusahaan dalam menghasilkan laba selama periode tertentu baik dengan hubungan penjualan asset maupun laba rugi modal sendiri (Brigham dan Houston, 2013). Dalam penelitian ini profitabilitas diproksikan dengan Return on Assets (ROA).

Berdasarkan hasil analisis regresi linear berganda diketahui bahwa ROA memiliki koefisien regresi bernilai negatif terhadap PBV, yang artinya bahwa profitabilitas memiliki pengaruh yang berlawanan dengan nilai perusahaan. Peningkatan profitabilitas oleh perusahaan akan memberikan dampak pada menurunnya nilai perusahaan. Hubungan berlawanan antara profitabilitas dengan nilai

(7)

236 Tenri, Rusdiah Hasanuddin, Sultan Iskandar perusahaan ini disebabkan karena perusahaan yang menjadi sampel pengamatan memiliki nilai ROA yang negatif. Dengan kata lain, perusahaan mengalami kerugian sehingga tidak memiliki profitabilitas atau mendapati persepsi penolakan dari pelaku pasar.

Sementara itu, berdasarkan uji parsial yang dilakukan diketahui bahwa ROA memiliki pengaruh signifikan terhadap PBV.

Dengan kata lain, profitabilitas merupakan faktor penentu baik dan buruknya nilai perusahaan pada perusahaan tekstil dan germent. Pengaruh negative dan signifikan dari ROA terhadap nilai perusahaan disebabkan oleh karena kinerja manajemen dalam menggunakan aset perusahaan yang dimiliki belum bisa dikelola secara efisien dan efektif yang menyebabkan laba bersih yang dihasilkan menjadi kecil sedangkan aset yang dimiliki oleh perusahaan sangat besar.

Hasil penelitian ini mendukung temuan penelitian dari Lanti (2015), yang menemukan bahwa profitabilitas berpengaruh terhadap nilai perusahaan.

Keputusan pendanaan menurut Hasnawati (2005) dalam Pasaribu (2016) didefinisikan sebagai keputusan yang menyangkut komposisi pendanaan yang dipilih oleh perusahaan. Keputusan pendanaan dalam penelitian ini diproksikan melalui Debt to Equity Ratio (DER).Rasio ini menunjukkan perbandingan antara pembiayaan dan pendanaan melalui hutang dengan pendanaan melalui ekuitas. Berdasarkan hasil analisis regresi linear berganda diketahui bahwa DER memiliki koefisien regresi bernilai negatif terhadap PBV, yang artinya bahwa keputusan pendanaan memiliki pengaruh yang berlawanan dengan nilai perusahaan.

Peningkatan pendanaan oleh perusahaan akan memberikan dampak pada menurunnya nilai perusahaan.

Sementara itu, berdasarkan uji parsial yang dilakukan diketahui bahwa DER tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap PBV.

Dengan kata lain, keputusan pendanaan bukan merupakan faktor penentu baik dan buruknya nilai perusahaan pada perusahaan tekstil dan germent. Hal ini disebabkan oleh adanya kekhawatiran investor akan risiko kebangkrutan akibat dari penggunaan utang sebagai sumber pendanaan perusahaan. Hal ini didukung oleh pernyataan Jensen dan Meckling (1976) yang menyatakan bahwa semakin tinggi debt equity ratio perusahaan,

semakin tinggi pula risiko perusahaan.

Semakin tinggi utang perusahaan, semakin besar pula kemungkinan terjadinya suatu kondisi dimana perusahaan tidak mampu membayar kewajibannya, sehingga risiko kebangkrutan akan semakin besar. Oleh karena itu, perusahaan harus berhati-hati dalam melakukan keputusan pendanaan. Selain itu, perusahaan dapat menggunakan laba ditahan sebagai sumber pendanaan internal tambahannya.Penerbitan ekuitas baru dapat dijadikan alternatif terakhir karena dapat menyebabkan penurunan harga saham perusahaan.

PENUTUP

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan pada bab sebelumnya maka simpulan penelitian ini adalah sebagai berikut:

1) Profitabilitas berpengaruh negatif dan signifikan terhadap nilai perusahaan manufaktur sektor aneka industri sub sektor tekstil dan garment yang terdapat di Bursa Efek Indonesia. 2) Keputusan pendanaan berpengaruh negative dan tidak signifikan terhadap nilai perusahaan manufaktur sektor aneka industri sub sektor tekstil dan garment yang terdapat di Bursa Efek Indonesia.

DAFTAR PUSTAKA

Brigham, Eugene F. dan Joel F. Houston.

(2013). Alih Bahasa: Ali Akbar Yulianto.

Dasar-dasar Manajemen Keuangan.

Jakarta Selatan: Salemba Empat.

Harmono. (2017). Manajemen Keuangan Berbasis Balanced Scorecard Pendekatan Teori, Kasus, dan Riset Bisnis. Edisi 1, Cet.

6. Jakarta: Bumi Aksara.

Hartono, Jogiyanto. (2005). Analisis dan Desain Sistem Informasi: Pendekatan Terstruktur Teori dan Praktek Aplikasi Bisnis. Yogyakarta: Andi.

Hidayat, Riskin. (2010). Kebijakan investasi Dan Financial Constraints: Studi Empiris Pada Bursa Efek Indonesia. Buletin Ekonomi Moneter dan Perbankan, April 2010.

Hemastuti, C. P. (2014). Pengaruh Profitabilitas, Kebijakan Dividen, Kebijakan Hutang, Keputusan Investasi Dan Kepemilikan Insider Terhadap Nilai Perusahaan. Jurnal Ilmu Dan Riset Akuntansi, 3(4). Hal 1-15.

(8)

ACCOUNTING. Vol. 01, No.02, Juni 2020, pp 230-237 237 Hermuningsih, Sri. (2013). Pengaruh

Profitabilitas, Growth Opportunity, Struktur Modal terhadap Nilai Perusahaan pada Perusahaan Publik Indonesia. Buletin Ekonomi Moneter dan Perbankan. Edisi Oktober 2013.

Leta, Adriene. (2013). Analisis Pengaruh Kebijakan Leverage, Kebijakan Dividen Dan Skala Perusahaan Terhadap Nilai Perusahaan: Studi Empiris Pada Perusahaan Sektor Pertambangan Yang Terdaftar Di BEI Periode (2009-2011. Undergraduate Thesis, BINUS.

Pasaribu, Rowland Bismark Fernando. (2016).

Kebijakan Dividen, Investasi, Pendanaan, Kepemilikan, Dan Nilai Perusahaan Manufaktur Di Bursa Efek Indonesia.

JRMB, Volume 11, No. 2, Desember 2016.

Putrie, Regi Dinita Narika. (2018). Analisis Pengaruh Rasio Profitabilitas Terhadap Zakatperusahaanpada Bank Devisa Syariah.

Skripsi. UIN Raden Intan. Lampung.

Sartono, Agus. (2010). Manajemen Keuangan Teori Dan Aplikasi. Yogyakarta: BPFE Yogyakarta.

Setiani, Rudy. (2013). Pengaruh Kebijakan investasi, Keputusan Pendanaan, Dan Tingkat Suku Bunga Terhadap Nilai Perusahaan Pada Perusahaan Otomotif Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia.

Jurnal Manajemen. Vol. 2, No. 1 (2013).http://ejournal.unp.ac.id/students/ind ex.php/mnj/article/view/312 diakses 17 Agustus 2019.

Susilawati, Christine D K dan Agustina, Lidya and Se Tin. (2012). Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kebijakan Hutang (Perusahaan Manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia). Jurnal Keuangan dan Keputusan Pendanaan dan Kebijakan Deviden terhadap Nilai Perusahaan.

Simposium Nasional Akuntansi XIII.

Purwokerto.

Referensi

Dokumen terkait

I sl am adal ahagama Rahmatanl i lal ami n.Yangdi bawaol eh Rasul ul l ah saw.manusi a yang pal i ng mul i a,unt uk membawa kesel amat an bagisel ur uh al am.I sl am hadi r menj

Berdasarkan latar belakang di atas, maka rumusan masalah untuk penelitian ini adalah apakah daya tarik iklan dan promosi penjualan berpengaruh terhadap impulse buying