• Tidak ada hasil yang ditemukan

Review dan Perbandingan dengan Film Lain

N/A
N/A
redgrythytfg

Academic year: 2024

Membagikan "Review dan Perbandingan dengan Film Lain"

Copied!
1
0
0

Teks penuh

(1)

Trainer Indonesia, Trainer Indonesia, Trainer Indonesia

Motivator Indonesia Ippho Santosa Ingatkan Soal Film (Tips Terbaik dari Motivator Indonesia) Hari itu saya dan istri nonton film #FantasticBeasts. Berharap seseru Harry Potter. Atau setidaknya seperti Miss Peregrine dan Goosebumps. Namun akhirnya kami kecewa. Bukan saya dan istri saja yang tertidur, ternyata penonton di belakang kami juga tertidur. Waduh!

Seumur hidup, baru dua kali saya tertidur di bioskop. Begitulah Fantastic Beasts. Terlepas dari itu, anehnya ada netizen yang menganggap film ini versi lain dari film Beauty and The Beast. Ada pula yang menganggap ini versi lain dari Fantastic Four. Mungkin karena judulnya mirip. Hehehe, ada-ada saja.

Btw, ini soal selera. Maaf ya, kalau ternyata Anda dan saya beda selera. Kalau Anda mau nonton juga, yah silakan. Hehehe.

Sebenarnya, ada satu jenis film yang saya 'larang'. Apa itu? Film horor. Kenapa? Karena dapat mengurangi serotonin di otak. Terus, dampaknya? Anda mudah bad mood dan pesimis. Dampak lainnya? Anda merasa diri Anda inferior.

Film action, humor, dan drama, boleh-boleh saja Anda tonton. Asalkan positif tentunya. Fantastic Beasts juga boleh karena ini bukan film horor. Kalau film horor, saya tidak pernah merekomendasikan walaupun cuma sekali.

Setelah menonton film horor, coba perhatikan baik-baik, ada semacam perasaan waswas menyelinap di hati Anda. Bahkan setiba di rumah, masih saja ada perasaan waswas itu. Penelitian pun

menunjukkan bisa menimbulkan bad mood. Inilah akibat dari berkurangnya serotonin di otak.

Sekali lagi, hindari film horor. Hindari. Sekian dari saya, Ippho Santosa.

Referensi

Dokumen terkait

Dengan demikian, setiap pengambilan gambar dalam film pendek akan memiliki sebuah makna yang cukup besar untuk ditafsirkan oleh penontonnya1. Genre adalah sebuah metode

Ancaman pada film ini adalah karena film pendek ini termasuk genre film pendek bisu yang masyarakat sekarang ini jarang menemui jenis film tersebut bisa membuat masyarakat

Menurut Pratista mengatakan bahwa genre film dibagi menjadi dua kelompok yaitu: genre induk primer dan genre induk sekunder Genre induk sekunder adalah genre-genre besar

telah dilakukan, dapat ditarik kesimpulan bahwa, tipografi judul film religi pada poster “Film Ayat - ayat Cinta; Film Dalam Mihrab Cinta”, memiliki makna yang berbeda

Film – film yang beredar di masyarakat kini sudah semakin banyak dengan genre yang bermacam-macam.Lebih dari pada itu, bukan hanya hiburan yang disajikan oleh film melainkan

Film noir merupakan turunan dari genre film-film kriminal yang populer di Amerika pada era 30an. Dalam genre ini lebih menekankan pada keambiguan moral dan motivasi seksual

Berdasarkan latar belakang tersebut, maka dari itu penulis melakukan penelitian dengan judul “Ekstraksi Fitur untuk Pemilihan Topik Spesifik Review Film dalam Menghasilkan

Pada penelitian ini, penulis melakukan klasifikasi sentiment analysis terhadap review film dengan menggunakan Dataset cornelledu dari pabo untuk movie review dengan proses klasifikasi