PENDAHULUAN
Latar Belakang
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
ManfaatPenelitian
TINJUAN PUSTAKA
Konsep Transparansi
Winarsih menyatakan transparansi penyelenggaraan pelayanan publik merupakan pelaksanaan tugas dan aspirasi yang terbuka bagi masyarakat mulai dari kebijakan, perencanaan, pelaksanaan, dan pengendalian/pengawasan serta mudah diakses oleh siapa saja yang membutuhkan informasi. Transparansi mengharuskan penyedia layanan publik mengetahui permasalahan dan informasi yang relevan dengan kegiatan pelayanan.
Konsep Pemungutan Pajak
Dengan Holding System merupakan suatu sistem pemungutan pajak yang memberikan wewenang kepada pihak ketiga terkait (bukan fiskus dan bukan wajib pajak) untuk menentukan besarnya pajak yang terutang oleh wajib pajak. Ciri-ciri: kewenangan menentukan besarnya pajak yang terutang berada pada pihak ketiga, pihak selain Fiskus, dan Wajib Pajak.
Konsep Pajak hotel
Surat Setoran Pajak Daerah yang selanjutnya disingkat SSPD adalah surat yang digunakan Wajib Pajak untuk melakukan pembayaran atau penyetoran pajak yang terutang ke kas daerah atau ke tempat pembayaran lain yang ditunjuk oleh walikota/bupati; Surat Setelmen Daerah yang selanjutnya disingkat SKPD adalah surat pelunasan yang menentukan besarnya pokok pajak; Menurut Siahaan, besaran pokok pajak hotel yang terutang dihitung dengan mengalikan tarif pajak dengan dasar pengenaan pajak.
Maksud pajak hotel adalah pelayanan yang diberikan oleh hotel dengan imbalan tertentu, termasuk pelayanan penunjang seperti aksesoris hotel yang memberikan kemudahan dan kenyamanan, termasuk fasilitas olah raga dan hiburan. Subjek pajak hotel adalah orang pribadi atau badan yang melakukan pembayaran kepada orang pribadi atau badan yang menyelenggarakan hotel.
Kerangka Pikir
Fokus Penelitian
Deskripsi Fokus Penelitian
Dalam hal ini Dinas Pendapatan Daerah Kota Makassar harus menjalankan tugas dan fungsinya secara terbuka kepada masyarakat pembayar pajak hotel agar dapat mengetahui peraturan mengenai pajak hotel di Kota Makassar. Persyaratan transparansi adalah keterbukaan dalam pengguna jasa, dalam hal ini wajib pajak hotel harus mematuhi persyaratan yang ditetapkan oleh Dinas Pendapatan Daerah Kota Makassar. Dalam hal ini waktu penyelesaiannya tidak memerlukan waktu yang lama untuk membayar pajak hotel di Dinas Pendapatan Daerah Kota Makassar.
Kendala yang dihadapi dalam transparansi pemungutan pajak hotel di Dinas Pajak Daerah Kota Makassar adalah kendala yang dihadapi dalam transparansi pemungutan pajak hotel di Kota Makassar. Terwujudnya transparansi pemungutan pajak hotel pada Dinas Pendapatan Daerah Kota Makassar merupakan hasil yang ingin dicapai dalam proses transparansi sesuai dengan prinsip yang ada.
METODE PENELITIAN
Waktu dan Lokasi Penelitian
Penentuan informan penelitian terlebih dahulu mengidentifikasi aktor-aktor yang terlibat dalam transparansi pengelolaan pajak hotel di Dinas Pendapatan Daerah Kota Makassar. Yakni dengan melakukan observasi langsung di lapangan terkait penerapan prinsip transparansi pemungutan pajak hotel pada administrasi pajak daerah kota Makassar. Dalam hal ini petugas Kantor Pelayanan Pajak Daerah Kota Makassar memberikan bantuan informasi mengenai persyaratan yang harus dipenuhi oleh wajib pajak hotel.
Berdasarkan hasil observasi lapangan yang penulis lakukan, Dinas Pendapatan Daerah Kota Makassar dinilai kurang transparan terkait jangka waktu penyelesaian pajak hotel yang cukup panjang dan harus diselesaikan sesegera mungkin. Dari hasil observasi lapangan penulis mengenai transparansi pemungutan pajak hotel pada Dinas Pendapatan Daerah Kota Makassar, rendahnya transparansi ditandai dengan beberapa kendala yang patut diperhatikan, yaitu: Hal ini disebabkan oleh kurangnya wajib pajak hotel. datang agar tidak mengetahui peraturan perpajakan sehingga dapat dimanfaatkan oleh aparat Dinas Pendapatan Daerah Kota Makassar yang tidak bertanggung jawab.
Berdasarkan uraian hasil penelitian, dapat diambil beberapa kesimpulan mengenai transparansi pemungutan pajak hotel pada Dinas Pendapatan Daerah Kota Makassar sebagai berikut. Kendala yang ditemui dalam transparansi pemungutan pajak hotel pada Dinas Pendapatan Daerah Kota Makassar adalah sebagai berikut. Pada bagian ini peneliti akan memberikan beberapa rekomendasi mengenai transparansi pengelolaan pajak hotel kepada Dinas Pendapatan Daerah Kota Makassar.
Jenis dan Tipe Penelitian
Sumber Data
Data primer adalah data yang diperoleh peneliti dari wawancara, dokumentasi dan observasi atau observasi langsung terhadap objek yang diteliti atau dengan kata lain berupa pendapat responden terhadap berbagai permasalahan yang berkaitan dengan variabel yang akan diteliti. melengkapi data primer dengan melakukan observasi langsung di lokasi penelitian. Data primer dalam penelitian ini adalah Dinas Pendapatan Daerah Kota Makassar dan Hotel. Data sekunder merupakan data yang diperoleh peneliti dari bahan bacaan atau dokumentasi yang berkaitan dengan objek penelitian.
Informan Penelitian
Untuk memperoleh informasi yang akurat dan valid sesuai dengan permasalahan penelitian, terlebih dahulu penulis menentukan siapa saja informan yang akan dijadikan informan, kemudian penulis memilih lima orang sebagai informan yang mempunyai kapasitas memberikan informasi sesuai dengan permasalahan yang diteliti.
Teknik Pengumpulan Data
Dalam melakukan penelitian ini peneliti menggunakan teknik wawancara. Wawancara adalah suatu cara untuk membuktikan informasi atau informasi yang diperoleh sebelumnya. Teknik wawancara yang digunakan dalam penelitian kualitatif adalah wawancara mendalam. Panduan wawancara ini berisi pertanyaan-pertanyaan dasar yang akan dikembangkan nantinya dalam wawancara, kemudian persiapkan diri Anda untuk wawancara. Kedua, peneliti membuat kesepakatan dengan subjek mengenai waktu dan tempat melakukan wawancara berdasarkan pedoman yang telah dibuat.Setelah wawancara dilakukan, peneliti menyampaikan hasil wawancara dalam bentuk tertulis dan kemudian peneliti menyampaikan hasil wawancara tersebut dalam bentuk tertulis. kesimpulannya, peneliti memberikan saran untuk penelitian selanjutnya.
Teknik Analisis Data
Terdapat berbagai jenis komponen pajak daerah yang dikeluarkan oleh Dinas Pendapatan Daerah khususnya di Kota Makassar, namun dalam penelitian ini fokusnya adalah pada pajak hotel. Untuk lebih jelasnya berikut ini akan disajikan data pajak hotel yang diperoleh dari Dinas Pendapatan Daerah Kota Makassar, yang dapat dilihat pada tabel dibawah ini. Dari hasil wawancara di atas, yang terpenting bagi wajib pajak hotel adalah menyediakan Kartu Tanda Penduduk (KTP), dan melampirkan Surat Izin Usaha, data yang memungkinkan (format data), Nomor Pokok Wajib Pajak Daerah (NPWPD).
Oleh karena itu, jika semua persyaratan sudah disiapkan oleh komunitas Wajib Pajak Hotel, maka cukup membawanya ke loket yang sudah disiapkan dan selanjutnya akan diverifikasi oleh Petugas Dinas Pendapatan Daerah Kota Makassar yang bertugas. Berdasarkan hasil wawancara diatas, penulis dapat menyimpulkan bahwa transparansi dalam pelayanan pendapatan daerah Kota Makassar masih kurang, hal ini dibuktikan oleh informan yang mengatakan bahwa masih terdapat wajib pajak hotel yang belum mengetahui aturan perpajakan khususnya hotel. pajak di Kota Makassar. Berdasarkan hasil observasi penulis di lapangan mengenai masih adanya wajib pajak hotel yang tidak patuh, sebaiknya Dinas Pendapatan Daerah Kota Makassar lebih intensif melakukan sosialisasi dengan menjelaskan peraturan pajak hotel.
Berdasarkan pengamatan penulis di lapangan, wajib pajak hotel masih merasa bingung dan kurang paham sehingga mengakibatkan tingkat kepatuhannya rendah, apalagi sosialisasi yang dilakukan oleh Dinas Pendapatan Daerah Kota Makassar masih belum terlaksana dengan baik. Berdasarkan hasil wawancara di atas, penulis menyimpulkan bahwa Dinas Pendapatan Daerah Kota Makassar dalam merekomendasikan suatu prosedur akan selalu mengakomodasi masukan, aspirasi dan kepentingan wajib pajak hotel untuk dijadikan bahan pertimbangan sepanjang tidak bertentangan dengan peraturan yang ada. Oleh karena itu, Dinas Pendapatan Daerah Kota Makassar sangat menghimbau kepada masyarakat pembayar pajak hotel untuk selalu hadir dalam setiap forum dan sosialisasi yang dilakukan agar saling melengkapi demi kebaikan bersama tanpa merugikan siapapun dalam bentuk apapun.
Pengabsahan Data
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Deskripsi Lokasi Penelitian
Transparansi Pemungutan Pajak Hotel Di Dinas Pendapatan Daerah kota
Menurut saya prosedur yang dilakukan oleh Otoritas Pajak Daerah Kota Makassar masih kurang transparan karena pihak yang memungut pajak tidak menjelaskan secara jelas dan rinci atau cara apa yang harus digunakan untuk membayar pajak hotel (Hasil wawancara 30 Juli 2016) . Berdasarkan hasil wawancara di atas, penulis dapat mengambil kesimpulan bahwa Otoritas Pajak Daerah Kota Makassar memberikan layanan pengaduan kepada masyarakat pembayar pajak hotel jika menemui kendala mengenai aturan pemungutan pajak hotel, yang selanjutnya akan ditindaklanjuti dalam masa depan. pengaduan sesuai tugas dan fungsi Otoritas Pajak Daerah Kota Makassar. “Dan dalam pengelolaan pajak hotel, sama sekali tidak ada biaya administrasi atau pungutan bagi wajib pajak hotel (gratis).” (Hasil wawancara 25 Juni 2016).
Berdasarkan wawancara di atas, penulis dapat menyimpulkan bahwa menghitung tarif pajak hotel sangat mudah jika melibatkan wajib pajak hotel. Hal ini dimaksudkan untuk memberikan efek jera bagi wajib pajak hotel lainnya yang masih sadar membayar pajak dan peraturan yang ada.
Hambatan Yang Dihadapi Dalam Transparansi Pemungutan Pajak Hotel
Berdasarkan hasil observasi lapangan yang penulis lakukan, salah satu kendala dalam transparansi pemungutan pajak hotel adalah sosialisasi yang dilakukan oleh Dinas Pendapatan Daerah Kota Makassar masih kurang optimal yang seharusnya dilakukan tiga kali dalam sebulan. , namun sosialisasi ini belum maksimal. Pemungutan pajak hotel pada Dinas Pendapatan Daerah Kota Makassar hendaknya dilakukan oleh pejabat yang mempunyai kompetensi di bidangnya, terutama agar masyarakat dapat memahami peraturan perpajakan, selain itu pejabat pajak juga harus mampu memahami tugasnya. dan tanggung jawab agar tidak terjadi penipuan dalam hal yang berkaitan dengan pajak hotel di kota makassar. Berdasarkan pengamatan penulis di lapangan, pegawai pelayanan pajak hotel masih belum maksimal dalam menjalankan tugas dan tugasnya.
Berdasarkan hasil wawancara di atas, penulis dapat menyimpulkan bahwa Dinas Pendapatan Daerah Kota Makassar selalu memberikan bimbingan teknis (bimtek) dan pelatihan kepada pegawai dan pemungut pajak karena masih terdapat pemungut dan petugas pajak yang belum memahami tugasnya. tidak dan tanggung jawab Dinas Pendapatan Daerah Kota Makassar lebih giat lagi melakukan pelatihan terlebih dahulu kemudian terjun langsung ke lapangan untuk memungut pajak hotel. Transparansi prosedur berarti telah diterapkannya sistem perpajakan online, program perpajakan yang menyentuh hati, dan menawarkan layanan pengaduan kepada wajib pajak hotel.
PENUTUP
Kesimpulan
Persyaratan transparansi meliputi tampilan KTP dan data pendaftaran, penyampaian data dalam format NPWPD, dan penghitungan pajak berdasarkan transaksi. Transparansi biaya, tarif pajak hotel 10%, menggunakan sistem self taxation, bebas biaya administrasi, denda pajak 2%. Kepegawaian yaitu melalui manajemen teknis (bimtek), pelatihan pegawai dan wajib pajak.
Saran
Analisis Penerapan Prinsip Transparansi dan Akuntabilitas Dalam Pengelolaan Pajak Reklame Pada Dinas Pajak Daerah Kota Makassar.Makassar: Universitas Hasanuddin. Penulis memulai pendidikan formal jenjang sekolah dasar di SDN 23 Tanete Watansoppeng pada tahun 1989 dan lulus pada tahun 1995. Penulis kemudian melanjutkan pendidikan di SMP Negeri 2 Watansoppeng pada tahun 1995 dan lulus pada tahun 1998. Beliau kemudian lulus pada tahun yang sama (1998) penulis melanjutkan pendidikannya ke SMA Negeri 3 Watansoppeng.
Pada tahun 2005, penulis bekerja pada salah satu perusahaan swasta di kota Makassar, pada tahun 2012, penulis melanjutkan pendidikan kuliah dan memilih Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (SOSPOL) Universitas Muhammadiyah Makassar, jurusan administrasi publik, sarjana. derajat.