Tugas Agama 85 4 Cornelius Andrew Gabriel Kurniawan
Kamis, 27 Januari 2022 Kembali lagi di pembelajaran agama, pembelajaran yang berkesan yang biasanya saya minati tidak hanya untuk nilai, tapi juga untuk pengembangan diri saya pribadi untuk selalu menjadi lebih baik dari nilai-nilai yang saya dapatkan. Pada hari ini saya sudah melaksanakan pembelajaran agama, dan saya diberikan tantangan oleh Pak Wayan untuk menguraikan topik pembelajaran hari ini, yaitu 5 tugas Pokok Gereja. Saya diberikan tantangan untuk memberikan contoh sebagai bentuk pemahaman saya.
Diakonia adalah pelayanan, Diakonia adalah pelayanan, contohnya adalah mewujudkan nilai Compassion yang diajarkan oleh SMP Kolese Kanisius dengan cara memberikan donasi di Compassion Health dan membantu membersihkan daerah-daerah di Compassion Week, ada juga di luar SMP Kolese Kanisius, contohnya mendonasi kepada kaum yang tersingkirkan seperti yatim piatu dan juga bencana alam.
Koinonia adalah persekutuan, contohnya adalah berbagai organisasi, seperti organisasi Orang Muda Katolik, organisasi Rohani di CC seperti CCABC melayani Tuhan dan mereka juga bersekutu dengan berbagai aktivitas yang CCABC lakukan seperti gathering dan juga Rosario bersama. Saya sendiri juga masuk ke dalam Koinonia dan saya bersyukur karena hal tersebut karena saya bisa bersama dengan orang-orang lain.
Liturgia adalah hal yang indah, sebagai karya gereja yang berkaitan ibadah kepada Tuhan yang dilakukan umatnya, contohnya seperti perayaan ekaristi, ibadat, doa Rosario, doa Novena, ini termasuk Liturgia karena ini merupakan karya gereja yang umat-umatnya buat untuk menjadi lebih dekat kepada Tuhan dan juga melayani Tuhan.
Pak Wayan menjelaskan bahwa Kerygma di bentuk pewartaan dan pengajaran Iman biasanya ada di Imam di misa menyampaikan Khotbahnya, sekaligus juga dengan Pak Wayan yang sedang mengajarkan kita para kanisian tentang pembelajaran agama untuk mewartakan kita. Kerygma juga ditunjukkan dari komunikasi Iman yang saling meneguhkan, contohnya adalah komunitas Rohani untuk sharing bersama-sama mengenai Rohani dan juga di kehidupan sehari-hari di mana sesama manusia saling menegur. Kerygma juga ada di bentuk pembagian pengalaman Iman yang saling meluruskan, seperti sharing seperti biasa.
Martyria Pak Wayan jelaskan sebagai kesaksian hidup, contohnya dengan cerita Maria Goretti dan Alessandro, di mana Alessandro sangat suka dengan Maria Goretti, sehingga Alessandro ingin untuk bertemu dengan Maria Goretti, dan pada akhirnya Alessandro memutuskan untuk ingin memerkosa Maria Goretti, tapi Maria Goretti menolak dan mengatakan sesuai dengan imannya, sehingga Alessandro membunuh Maria Goretti. Pak Wayan kemudian menjelaskan bahwa Maria Goretti rela untuk menolak hal tersebut demi
imannya, dan menurut saya ini merupakan hal yang luar biasa karena ini merupakan gambaran, bahwa Maria Goretti rela untuk menolak hal-hal yang duniawi, demi Imannya.
Contoh Martyria juga ada di martir putih dan martir merah, di mana martir putih menjelaskan bahwa martir tanpa mengorbankan darah dan martir merah adalah martir yang mengorbankan darahnya hingga meninggal, seperti contohnya yang Pak Wayan jelaskan ada temannya yang meninggal akibat konflik di Timor Leste melindungi orang-orang Katolik, dan menurut saya cerita Maria Goretti termasuk martir merah.
Terima Kasih!