• Tidak ada hasil yang ditemukan

FUNGSI SISTEM ORGAN PADA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "FUNGSI SISTEM ORGAN PADA"

Copied!
24
0
0

Teks penuh

(1)

ANATOMI DAN FUNGSI SISTEM ORGAN PADA ANAK USIA DINI

Novita Eka Nurjanah, M. Pd.

(2)

Materi

ANATOMI DAN FUNGSI SISTEM

PERNAFASAN

ANATOMI DAN FUNGSI SISTEM

PENCERNAAN

ANATOMI DAN FUNGSI SISTEM

GERAK

(3)

Saluran nafas adalah tabung atau pipa yang mengangkut

udara antara atmosfer dan kantong udara (alveolus).

 Saluran pernafasan terdiri

dari (Sherwood, 2014):

 1. Hidung (nasal)

 2. Faring

 3. Laring (kotak suara)

 4. Plica vocalis

 5. Epiglotis

 6. Bronkus

 7. Bronkiolus

 8. Alveolus

(4)

• Fungsi utama respirasi adalah memperoleh oksigen untuk digunakan oleh sel tubuh dan mengeluarkan karbon dioksida yang diproduksi oleh sel.

Paru memiliki peran utama dalam proses pertukaran gas oksigen dan karbondioksida antara udara dan darah.

Udara memasuki paru saat tekanan di dalam rongga thoraks lebih rendah dibandingkan tekanan atmosfer. Saat inspirasi, tekanann negatif di dalam rongga thorax terjadi akibat

kontraksi dan gerakan diafragma ke arah bawah. (Carter dan

Marshall, 2014)

(5)

Penyakit saluran

pernapasan

(6)

Infeksi Saluran

Pernafasan Akut

(ISPA)

 Infeksi saluran

pernafasan akut (ISPA) adalah penyakit saluran pernafasan yang

bersifat akut dengan berbagai macam gejala (sindrom), yang

disebababkan oleh berbagai sebab

(multifaktorial) (Widoyono, 2011).

 ISPA adalah penyakit

yang heterogen kompleks yang disebabkan oleh banyak patogen yang dapat mengenai dari faring sampai alveoli (Taksande, 2016).

 ISPA merupakan infeksi saluran pernafasan yang disebabkan oleh

beberapa faktor antara lain lingkungan dan pathogen (organisme

kecil penyebab infeksi).

(7)

Etiologi ISPA

(Widoyono, 2011 )

 Bakteri : Diplococcus pneumoniae, Pneumococcus, Streptococcus pyogenes, Staphylococcus aureus,

Haemophilus influenzae, dan lain-lain.

 Virus : influenza, adenovirus, cytomegalovirus.

 Jamur : Aspergilus sp., Candida albicans, dan lain- lain.

 Aspirasi : makanan, asap kendaraan bermotor, BBM (Bahan Bakar Minyak) seperti minyak

tanah, cairan amnion pada saat lahir, benda asing

(biji-bijian, mainan plastik, dan lain-lain).

(8)

Bukan Pneumonia – mencakup kelompok pasien balita dengan batuk yang tidak menunjukkan gejala peningkatan frekuensi nafas dan tidak

menunjukkan adanya tarikan dinding dada bagian bawah ke arah dalam.

Contohnya adalah

common cold, faringitis, tonsilitis dan otitis.

perawatan di rumah

 Pneumonia – didasarkan pada adanya batuk dan atau kesukaran bernafas.

Diagnosis gejala ini

berdasarkan usia. Batas frekuensi nafas cepat pada anak berusia 2 bulan

sampai <1 tahun adalah 50 kali per menit dan untuk anak usia 1 sampai

<5 tahun adalah 40 kali per menit.

Diobat dan diberi nasihat perawatan dirumah

Pneumonia berat didasarkan pada adanya batuk dan atau kesukaran bernafas disertai

sesak nafas atau tarikan dinding dada bagian bawah ke arah

dalam (chest indrawing) pada anak berusia dua bulan sampai

<5 tahun. untuk anak berusia

<2 bulan, diagnosis pneumonia berat 15 ditandai dengan

adanya nafas cepat yaitu

frekuensi pernafasan sebanyak 60 kali per menit atau lebih, atau adanya tarikan yang kuat pada dinding dada bagian bawah ke arah dalam (severe chest indrawing).

Dirujuk ke dokter

Klasifikasi ISPA

(9)

Anatomi

dan Fungsi Sistem

pencernaan

(10)

Anatomi saluran pencernaan terdiri dari mulut, tenggorokan (faring),

kerongkongan, lambung, usus halus, usus besar, rektum dan anus.

Sistem pencernaan juga meliputi organ- organ yang terletak diluar saluran

pencernaan, yaitu pankreas, hati dan

kandung empedu

(11)

Anatomi saluran

pencernaan terdiri dari mulut, kerongkongan, lambung, usus halus, usus besar, rektum dan anus.

Sistem pencernaan juga meliputi organ-organ yang terletak diluar saluran pencernaan,

yaitu pankreas, hati dan kandung empedu

(12)

Fisiologi sistem pencernaan atau sistem

gastroinstestinal (mulai dari mulut sampai anus) adalah sistem organ dalam manusia yang

berfungsi untuk menerima makanan,

mencernanya menjadi zat-zat gizi dan energi,

menyerap zat-zat gizi ke dalam aliran darah serta

membuang bagian makanan yang tidak dapat

dicerna atau merupakan sisa proses tersebut dari

tubuh.

(13)

Anatomi

dan Fungsi Sistem

Gerak

(14)
(15)

Dalam melakukan kegiatan sehari-hari, baik itu berjalan, berlari, makan, minum maupun berbicara kita menggunakan suatu alat

yang ada ditubuh kita. Misalnya dalam berjalan kita menggunakan kaki, kaki memiliki tulang dan otot.

Otot merupakan alat gerak aktif dan tulang adalah alat gerak pasif.

Tulang juga berfungsi sebagai penyokong tubuh. Tulang apabila tidak ada otot tidak akan berfungsi dengan baik, begitupun dengan otot.

Otot tanpa tulang tidak akan berfungsi dengan baik pula. Otot

memberikan kontraksi untuk menggerakkan tulang dan anggota

tubuh lain atas perintah otak. Seperti mengambil makanan, berlari

dan lain-lain.

(16)

Manusia mempunyai kemampuan bergerak dan berpindah tempat.

Gerak terjadi oleh adanya kerja sama antara rangka dan otot.

Rangka manusia disusun oleh lebih dari 200 buah tulang.

Beberapa tulang saling menyatu, dan tulang-tulang yang lainnya terhubung dengan sendi oleh ligamen yang memungkinkan

terjadinya pergerakan.

Otot menempel pada tulang dan menghubungkan tulang yang satu dengan tulang lainnya.

Otot mempunyai kemampuan berkontraksi yang dapat

menggerakkan tulang dengan mekanisme tertentu sehingga otot

disebut alat gerak aktif, sedang tulang disebut alat gerak pasif

(17)

Sistem

Rangka pada Manusia

 Manusia memiliki rangka dalam yang disusun oleh tulang keras (disebut juga tulang rangka atau tulang) dan tulang rawan. Rangka manusia dibentuk dari tulang tunggal atau gabungan tulang (seperti tengkorak) yang ditunjang oleh struktur lain, seperti ligamen (jaringan ikat yang

menghubungkan antara tulang yang satu dengan tulang lainnya), tendon (jaringan ikat yang menghubungkan otot dengan tulang), dan otot.

(18)

Fungsi dan Kegunaan Sistem

Rangka

 1) Penopang/Penegak Tubuh Sistem rangka menyediakan

struktur yang mampu menopang seluruh tubuh. Tulang-tulang penyusun rangka secara sendiri atau dalam kelompok

menyediakan tempat sangkutan bagi berbagai jaringan lunak dan organ.

 2) Tempat Penyimpanan Kalsium dan Lemak Di dalam tulang terdapat berbagai mineral seperti kalsium, kalium, dan

natrium. Kalsium (zat kapur) merupakan mineral utama

pembentuk tulang. Apabila tubuh kekurangan kalsium, tubuh akan mengambilnya dari tulang dan jika terjadi terus

menerus, tulang dapat menjadi tipis, rapuh, dan mudah patah.

Selain sebagai cadangan mineral, tulang rangka menyimpan cadangan energi dalam bentuk lemak yang disimpan pada sumsum tulang kuning.

(19)

Fungsi dan Kegunaan Sistem

Rangka

 3) Penghasil Sel-Sel Darah Sel darah merah, sel darah putih, dan komponen darah lainnya dihasilkan pada sumsum tulang merah yang mengisi ruangan dalam kebanyakan tulang,

terutama pada tulang pendek, tulang pipih, tulang tak

beraturan, jaringan kanselus (tulang berbentuk spons) pada ujung tulang pipa, tulang rusuk, dan tulang dada.

 4) Pelindung Alat-Alat Tubuh Penting Jaringan dan organ lunak dikelilingi dan dilindungi rangka. Sebagai contoh, tulang rusuk melindungi jantung dan paru-paru; tengkorak melindungi otak; ruasruas tulang belakang melindungi

sumsum tulang belakang; gelang panggul melindungi sistem reproduksi dan sistem pencernaan.

(20)

Fungsi dan Kegunaan Sistem

Rangka

 5) Penghasil Sel-Sel Darah Sel darah merah, sel darah putih, dan komponen darah lainnya dihasilkan pada sumsum tulang merah yang mengisi ruangan dalam kebanyakan tulang,

terutama pada tulang pendek, tulang pipih, tulang tak

beraturan, jaringan kanselus (tulang berbentuk spons) pada ujung tulang pipa, tulang rusuk, dan tulang dada.

 6) Pelindung Alat-Alat Tubuh Penting Jaringan dan organ lunak dikelilingi dan dilindungi rangka. Sebagai contoh, tulang rusuk melindungi jantung dan paru-paru; tengkorak melindungi otak; ruasruas tulang belakang melindungi

sumsum tulang belakang; gelang panggul melindungi sistem reproduksi dan sistem pencernaan.

 7) Alat Pergerakan Tulang-tulang bertindak sebagai

pengungkit apabila otot-otot yang melekat pada tulang itu berkontraksi menghasilkan gerakan yang bertumpu pada sendi.

(21)

Tulang pada bayi sebagian besar disusun oleh tulang rawan.

Tulang rawan, sebagian besar terdiri atas kolagen, bersifat pejal dan lentur.

Dengan tumbuhnya bayi, sel-sel tulang rawan digantikan dengan tulang keras yang memiliki struktur lingkaran konsentris dari kalsium dan fosfat di antara sel-sel tulang.

Proses perubahan dari tulang rawan ke sel tulang keras dinamakan

penulangan (osifikasi). Proses penulangan berlanjut hingga remaja dan dewasa. Epifisis adalah area bagi pertumbuhan secara memanjang bagi tulang-tulang panjang sewaktu kanak-kanak. Pada masa pertumbuhan ini sel-sel pada epifisis membelah dan memanjangkan tulang. Ketika kita tumbuh, tulang bertambah keras dan bertambah berat, tetapi

kelenturannya berkurang. Hal itu berarti tulang bertambah kuat tetapi mudah patah.

PERKEMBANGAN DAN

PERTUMBUHAN

TULANG

(22)

Sistem Otot Manusia

 Jenis Otot Manusia Otot manusia dibagi menjadi tiga jenis berdasarkan penampakannya:

 1) Otot Lurik Dikatakan otot lurik karena adanya daerah gelap dan daerah yang terang berselangan kalau dilihat

dengan mikroskop. Otot lurik diisebut juga otot sadar karena bekerja menurut perintah otak.

 2) Otot Polos Di bawah mikroskop otot polos tampak polos.

Bekerjanya dibawah kesadaran kita, misalnya pada rahim, usus, pembuluh darah, dan saluran kelamin.

 3) Otot Jantung Bekerjanya dibawah kesadaran kita,

bentuknya bergaris melintang. Otot jantung hanya terdapat pada dinding jantung.

(23)

Cara Kerja Otot

 1) Otot sinergis Yaitu hubungan antar otot yang cara kerjanya saling mendukung/bekerja sama/menimbulkan gerakan yang searah. Untuk menggerakan tulang dari satu posisi ke posisi yang lain, kemudian kembali ke posisi semula, diperlukan paling sedikit dua macam otot dengan kerja berbeda.

 Contoh:

 a) Seluruh otot pronator yang mengatur pergerakan telapak tangan untuk menelungkup.

 b) Seluruh otot supinator yang mengatur pergerakan telapak tangan menengadah.

(24)

Cara Kerja Otot

 2) Otot antagonis Otot antagonis adalah dua otot atau lebih yang tujuan kerjanya berlawanan.

 Contoh otot antagonis adalah otot bisep dan trisep. Untuk mengangkat lengan bawah, otot bisep berkontraksi dan otot trisep berelaksasi. Untuk menurunkan lengan bawah, otot trisep berkontraksi dan otot bisep berelaksasi.

 Macam otot antagonis:

 a) Otot ekstensor (meluruskan) dengan fleksor (membengkokkan).

 b) Otot abductor (menjauhi sumbu badan) dengan adductor (mendekatisumbu badan).

 c) Otot supinator (menengadah) dengan pronator (menelungkup).

 d) Otot depressor (gerakan ke bawah) dengan elevator (gerakan ke atas).

Referensi

Dokumen terkait

Kanker darah merupakan penyakit dalam klasifikasi kanker pada darah atau sumsum tulang yang ditandai oleh pertumbuhan secara tidak normal dari sel-sel pembentuk darah

Pada pasien dengan leukemia, akan ditemukan sel darah putih yang sangat banyak dibandingnkan sel darah merah dan platelet yang sedikit(American Cancer Society, 2012). Aspirasi

Tulang pipih bentuknya pipih (gepeng) contohnya tulang belikat, tulang dada, tulang rusuk berfungsi sebagai tempat pembentukan sel darah merah dan sel darah putih. Tulang pendek

Dan darah manusia terdiri dari plasma darah dan sel-sel darah, yaitu sel darah merah (eritrosit ), sel darah putih ( leukosit ) dan keping darah, ( trombosit ).. Didalam sel darah

 jumlah yang yang rendah rendah dalam dalam darah, darah, maka maka dapat dapat mengisi mengisi sumsum tulang pada bagian lain dari tubuh, bahkan jauh sumsum tulang

Konsekuensi lainnya adalah penurunan jumlah sel darah merah maupun keping darah yang terbentuk dari sumsum tulang sehingga terjadi anemia dan merah maupun keping

Sel punca mesenkimal yang diisolasi dari sumsum tulang, darah perifer, sumsum tulang dengan pemberian GCSF dan darah perifer dengan pemberian GCSF dapat diisolasi, berproliferasi

Pada penderita leukemia sel darah merah mengalami gangguan atau produksinya di dalam tubuh, karena sumsum tulang memproduksi sel darah yang abnormal, tidak dapat berfungsi dengan baik,