LAPORAN HASIL KUSIONER LALAI ( GHAFLAH )
Untuk memenuhi Tugas Akhir Semester Mata Kuliah Psikologi Abnormal (II) Dosen Pengampu : Firman Rismanto , M.Pd
Nama : Anggraeni Salsabila NIM : 1201040017
Kelas : TP 6 A
I. Teori Mengenai Lalai (Ghaflah)
ََب َرَتْقا
َ ِساَّنلِل
َْمُهُباَس ِح
َْمُه َو
َيِف
َ ةَلْفَغ
ََنوُض ِرْع ُم
“Telah dekat kepada manusia hari menghisab segala amalan mereka, sedang mereka berada dalam kelalaian lagi berpaling (daripadanya).” (QS. Al-Anbiya’َ[21]:َ1)
a. Definisi Konseptual Lalai
Prof. M. Quraish Shihab dalam Tafsir Al-Misbah menafsirkan bahwa,َ “Telahَ amatَ
dekat, terhadap manusia, perhitungan yang akan dilakukan terhadap mereka, tetapi mereka berada dalam wadah kelengahan sambil berpaling dari tuntunan-tuntunan agama, sambil berpaling dari peringatan-peringatanَitu.” Beliau melanjutkan penjelasan tafsir dalam ayat selanjutnya bahwa ada indikasi dan gambaran bahwa orang yang lalai ialah mereka yang bermain-main terhadap peringatan dari Allah SWT, mereka yang berbuat dengan bebasnya tanpa mengindahkan anjuran dan tuntunan dari Allah SWT melalui Rasul-Nya Muhammad SAW, mereka yang tak sadar bahwa hari kiamat telah dekat bahkan hal ini sudah dikatakan Rasulullah SAW 1400 tahun yang lalu.
Dari pembahasan di atas dapat disimpulkan beberapa ciri-ciri orang yang lalai di antaranya :
1. Orang-orang yang lengah terhadap peringatan Allah SWT.
2. Orang-orang yang tidak memerhatikan perbuatan yang dilakukannya.
3. Orang-orang yang tidak sadar akan dekatnya hari kiamat.
II. PANDUAN ANGKET
VARIABEL ASPEK DEFINISI
OPERASIONAL
INDIKATOR PERNYATAAN
Lalai Lengah terhadap Peringatan Allah SWT
Menurut Prof Dr Teungku
Muhammad Hasbi ash-Shiddieqy, Sifat mengabaikan
terhadap Allah SWT Dan RasulNya di akhirat, sehingga membuat lengah dan juga mengingkari adanya neraka.
Lengah Saya merasa biasa saja saat melakukan
kesalahan yang sudah membudaya dimanapun saya berada (+)
Saya sadar bahwa Allah SWT bersama saya di mana pun saya berada sehingga saya berhati- hati dalam bersikap (-) Saya senang dengan cara berpakaian yang bebas ekspresi sesuai dengan kreasi pikiran dan hati (+)
Saya berpakaian sesuai dengan sunnah Nabi Muhammad SAW sebagai contoh dan suri tauladan dalam hidup saya (-)
Ceroboh dalam bertindak
Melakukan perbuatan apapun dengan bebas sesuai kehendak diri seolah Allah SWT tak akan
Berbuat seenaknya
Saya menganggap ibadah yang diperintahkan oleh Allah SWT mudah
membalasnya. untuk dilakukan (+) Saya beribadah sebaik mungkin meskipun harus bersusah payah melakukannya (-) Saya beribadah sebatas pemahaman saya sehingga saya dapat dengan segera melanjutkan aktifitas saya (+)
Saya beribadah dengan sungguh-sungguh agar mendapatkan ganjaran terbaik dari Allah SWT (-)
Saya merasa orang lain kesulitan untuk
melakukan ibadah (+) Saya mengapresiasi ibadah-ibadah yang dilakukan orang lain lebih baik daripada saya (-)
Mengenyampingkan akan datangnya hari kiamat
Sikap abai terhadap datangnya hari kiamat yang diiringi keyakinan bahwa kehidupan masih
Mengabaikan Saya merasa tenang saat melakukan kesalahan yang sudah biasa dilakukan orang lain seolah hidup masih
panjang . panjang (+) Saya berusaha
meningkatkan ibadah agar siap menghadapi datangnya hari Kiamat (-)
Saya merasa segala perbuatan di dunia ini mengalir begitu saja (+) Saya meyakini bahwa segala perbuatan di dunia ini akan
dipertanggungjawabkan dihadapan Allah swt kelak di hari Kiamat (-)
III. HASIL KUSIONER Tema : Lalai
Peniliti : Anggraeni Salsabila
Subjek : 5 orang
Tanggal pelaksanaan : 25 Juni Tempat pelaksanaan : Asrama
Tujuan umum : Untuk mengetahui adanya perilaku lalai yang terjadi pada kehidupan seorang muslim
Tujuan Khusus : Untuk mengukur persentase perilaku lalai pada responden
Data berdasarkan dari lalai dalam perilaku responden adalah :
0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 Total
1 3 1 3 2 3 2 3 2 3 1 1 2 4 1 31
2 1 1 4 1 3 1 4 1 3 2 3 3 3 1 31
3 1 2 3 2 4 2 4 2 4 2 2 2 2 1 33
4 2 1 1 1 1 2 2 2 4 2 2 4 5 1 30
5 2 1 2 1 5 1 1 1 2 1 1 1 1 1 21
Keterangan :
• Urutan ke bawah ( vertical ) : nomer subjek
• Urutan ke atas ( horizontal ) : nomer item/pernyataan
Range kelas :
1. Jumlah nilai total = jumlah item x skor tertinggi = 5 x 14 = 70 2. Jumlah kelas = 3 kelas ( Tinggi – Sedang – Rendah )
3. Buat Panjang kelas = nilai total : jumlah kelas = 70 : 3 = 23,3 di bulatkan ke bawah 23
Nama Kelas Range Kelas Jumlah Prosentase
Rendah 0-23 1 10%
Sedang 24-47 4 40%
Tinggi 48-70 0 0
Bagan / Grafik :
IV. KESIMPULAN
Pada sub variable mengenai Lalai adalah 40% subjek berada dalam tingkat sedang , dan 10% subjek pada tingkat rendah. Dan dari 0% subjek tidak ada yang berada pada tingkat tinggi.
0 0,5 1 1,5 2 2,5 3 3,5 4 4,5
0-23 24-47 48-70
JUMLAH
Series1 Series2
10%
40%
0%
JUMLAH
Rendah 0-23 Sedang 24-47 Tinggi 48-70
V. DAFTAR PUSTAKA
Ash-Shiddieqy, M. Hasbi. (2011). Tafsir Al – Quranul Majid An-Nur Jilid 4. Jakarta:
Cakrawala Publishing.
ash-shiddieqy, T. M. (2020). Tafsir Al-Qur'anul Majid.
JavanLabs. (2023). Surat al-Anbiya ayat 1. https://tafsirq.com/topik/al+anbiya+1.
Diakses 25 Juni 2023.
Minarti, Gina Dwi. (2019). Ghaflah Dan Sahwan Dalam AlquranPerspektif Wahbah Mustafa Al-Zuhaili (Studi Tafsir Al-Munīr).َ Diplomaَ atauَ S1َ thesis,َ UINَ SMH BANTEN.
Tafsir. (2023, 06 17). Retrieved from Tafsir.com: https://tafsirq.com/59-al-hasyr/ayat- 19#tafsir-quraish-shihab