Saya panjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan kesehatan, kenyamanan dan kelancaran kepada saya dalam penulisan laporan tugas besar berjudul Perencanaan Sistem Distribusi Air Limbah di Kota Kebayoran Baru Jakarta Selatan. Laporan ini memuat langkah-langkah perencanaan sistem distribusi air limbah, dengan tujuan Kota Kebayoran Baru mendapatkan sistem distribusi air limbah yang sesuai. Teh Annisa Ulfa Zakiyyah, S.T selaku asisten Mata Kuliah Distribusi Air Limbah (TLA-307) yang selalu memberikan arahan, bimbingan dan koreksi sehingga memudahkan penyelesaian laporan ini.
Sementara itu, lahan yang tersedia semakin sempit karena digunakan untuk pembangunan berbagai fasilitas sehingga menyulitkan pembangunan fasilitas distribusi dan pengolahan limbah. Di Indonesia, sistem pengolahan air limbah hanya melayani sebagian kecil masyarakat karena biaya konstruksi dan pengolahannya mahal. Selain itu, sistem pembuangan limbah di Kecamatan Kebayoran Baru juga belum terkoordinasi sehingga masyarakat di wilayah tersebut masih membuang limbahnya ke badan air seperti sungai.
Tujuan dari perencanaan distribusi air limbah adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kecamatan Kebayoran Baru Kota Jakarta Selatan dengan cara menyalurkan air limbah dari pemukiman dan fasilitas lainnya ke Instalasi Pengolahan Air Limbah. Pembangunan sarana dan prasarana sistem distribusi limbah di Kecamatan Kebayoran Baru Kota Jakarta Selatan.
Topografi
Hidrologi
Kondisi Fisik sebagai Dasar Penapisan .1 Kepadatan penduduk
- Kedalaman muka air tanah
- Permeabilitas tanah
- Kemampuan pembiayaan
- Kemiringan tanah
Wilayah di Jakarta Selatan mempunyai tanah 100% bertekstur sedang dengan tingkat permeabilitas agak lambat dengan luas 15476,69 ha. Kemampuan keuangan untuk pembangunan suatu daerah/daerah diatur dengan Peraturan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Inovasi pembiayaan infrastruktur yang berketahanan dan berkelanjutan didorong mengingat kapasitas APBN 2020-2024 diproyeksikan hanya mampu memenuhi 30 persen atau sekitar Rp623 triliun dari total kebutuhan anggaran penyediaan infrastruktur sebesar Rp2,058 triliun.
Kebutuhan anggaran tersebut meliputi sektor sumber daya air sebesar Rp577 triliun, sektor jalan dan jembatan sebesar Rp573 triliun, sektor pemukiman sebesar Rp128 triliun, dan sektor perumahan sebesar Rp780 triliun. Dibandingkan dengan Lampiran 1 PerMenPUPR No. 4 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Sistem Pengelolaan Air Limbah untuk menentukan jenis SAMPAH pada kriteria kemiringan lahan lebih dari 2%.
Demografi dan Kependudukan
Tata Ruang Wilayah Pelayanan
Kondisi Sistem Sanitasi Setempat
Air limbah
Untuk pelayanan persampahan, model pengelolaannya masih menggunakan sistem pengumpulan-pengangkutan-penitipan, sedangkan untuk pengelolaan air limbah sebagian besar masih menggunakan sistem di tempat.
Air Minum
Drainase
METODOLOGIMETODOLOGI
Metodologi Perencanaan
Penjelasan Metodologi Perencanaan .1 Penentuan Daerah Perencanaan
- Studi Literatur
- Pengumpulan Data Sekunder
- Praperencanaan Sistem Penyaluran Air Limbah Domestik
- Perencanaan Detail Sistem Penyaluran Air Limbah Domestik 1. Kriteria Desain
Proyeksi Penduduk Proyeksi penduduk diperlukan untuk menentukan kebutuhan air pada tahun proyeksi di wilayah perencanaan. Dari ketiga metode tersebut akan dipilih metode terbaik untuk digunakan dalam perhitungan proyeksi penduduk. Perkiraan rencana penyediaan kebutuhan air bersih diperlukan untuk mengetahui kebutuhan air yang digunakan pada perumahan pribadi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari seperti memasak, minum, mencuci dan kebutuhan rumah tangga lainnya.
Jumlah penduduk berbanding lurus dengan air limbah yang dihasilkan, karena semakin tinggi jumlah penduduk di suatu wilayah maka jumlah air limbah yang dihasilkan akan semakin besar karena 60 -80% air bersih akan menjadi air limbah (Babbit, 1969). 04 Tahun 2017 Penentuan wilayah pelayanan dilakukan dengan memetakan sasaran pelayanan untuk melihat potensi wilayah pelayanan yang akan menjadi pelanggan potensial penyedotan septic tank. Area pelayanan dibagi menjadi beberapa blok pelayanan yang dilengkapi dengan arah aliran sampah rumah tangga yang akan masuk ke dalam manhole.
Perhitungan dimensi pipa air limbah domestik didasarkan pada debit pada masing-masing pipa dari sumber air limbah yang berbeda. Pengaliran pipa saluran pembuangan domestik dilakukan secara gravitasi (tidak bertekanan), kecuali pada persimpangan bangunan (lifter) dan bila ada pemompaan.
PRA PERENCANAAN SISTEM PENYALURAN AIR LIMBAH DOMESTIK
Penapisan Penapisan Pengelolaan SPALD S - SPALD T
4 Tahun 2017 dengan wilayah perencanaan yaitu Kecamatan Kebayoran Baru Jakarta Selatan dari lima syarat yaitu syarat kepadatan penduduk 150 jiwa/ha memenuhi syarat, syarat kedalaman air tanah dengan kedalaman < 2 meter memenuhi syarat. persyaratan, persyaratan permeabilitas tanah dengan permeabilitas.
Proyeksi Air Limbah Domestik .1 Metode proyeksi penduduk
- Metode Aritmatika
- Metode Geometri
- Metode Least Square
- Perhitungan Standar Deviasi Dan Faktor Korelasi
- Perhitungan Proyeksi Penduduk Kecamatan Kebayoran Baru Menggunakan Metode Terpilih
- Proyeksi Fasilitas Eksisting
- Proyeksi Kebutuhan Air Domestik Dan Non Domestik
- Perhitungan Proyeksi Kebutuhan Air Domestik
- Perhitungan Proyeksi Kebutuhan Air Non Domestik
Untuk perhitungan proyeksi fasilitas secara lengkap dapat dilihat pada Tabel 4.16 Tabel 4.16 Proyeksi Fasilitas Kecamatan Kebayoran Baru Tahun 2020-2040. Oleh karena itu, untuk dapat mengetahui kebutuhan air di masa depan, kita juga perlu mengetahui jumlah penduduk di masa depan, antara lain. Lihat Tabel 4.17 untuk kriteria desain air bersih untuk setiap kategori.
Penentuan area/blok pelayanan
PERENCANAAN DETAIL SISTEM PENYALURAN AIR LIMBAH DOMESTIK
Kriteria Desain
Perencanaan Dimensi dan Kelayakan Aliran Pada Aliran Terpusat
- Perhitungan Debit Saluran
- Perhitungan Diameter Saluran
- Perhitungan Galian dan Rencana Konstruksi
Debit ini dihitung dengan menggunakan faktor puncak harian dikalikan dengan rata-rata debit air limbah. Debit minimum tersebut dimaksudkan untuk mengantisipasi keadaan dimana tidak terjadi pembuangan air limbah dari penggunaan air warga. Debit puncak dihitung berdasarkan jumlah penduduk yang dilayani dalam satu jaringan pipa atau blok pelayanan secara kumulatif.
Berikut contoh perhitungan yang dilakukan pada segmen 227-228 pada tabel terlampir diameter pipa saluran pembuangan terpusat, yaitu sebagai berikut. Nilai d/D sesuai kriteria perencanaan tidak boleh melebihi 0,8 diameter pipa untuk kondisi keamanan aliran. Nilai Qp/Qf diperoleh dengan memplot data d/D pada grafik “elemen hidrolik saluran pembuangan melingkar” (Qasim, 1999).
Kemiringan pipa adalah kemiringan pipa yang tertimbun dalam tanah.Penggunaan jaringan pengumpul rumah cocok apabila kemiringan tanah sama atau lebih besar dari 1% (satu persen), dan saluran air limbah dangkal dan saluran pembuangan kecil dapat digunakan di lereng yang berbeda. Nilai Vp/Vf diperoleh dari grafik nomogram dengan memplot nilai d/D pada grafik “Elemen hidrolik saluran pembuangan melingkar, bekerja sebagian penuh”. Nilai Vpeak diperoleh dengan cara mengalikan nilai Vfull dengan nilai Vp/Vf yang diperoleh.
Nilai Vm/Vf dan Dm/Df diperoleh dengan memplot nilai Qm/Qf pada grafik “Elemen hidrolik saluran pembuangan melingkar sebagian penuh”. Dm/Df merupakan hasil plot Qm/Qf pada grafik “Elemen hidrolik saluran pembuangan melingkar sebagian penuh”. Setelah diperoleh nilai Vm/Vf, maka nilai Vmin dapat dicari dengan mengalikan nilai Vfull dengan nilai Vm/Vf, dan juga nilai Vmin harus sesuai dengan kriteria perencanaan yaitu kisaran 0,6 – 3 m/s. .
Nilai Dmin diperoleh dengan cara mengalikan nilai D dengan nilai Dm/Df yang diperoleh, dan nilai Dmin juga harus sesuai dengan kriteria perencanaan yaitu tidak kurang dari 5cm. Berikut contoh perhitungan segmen 227-228 sistem distribusi air limbah terpusat di Kecamatan Kebayoran Baru.
PENUTUP
Kesimpulan
Saran
PERHITUNGAN PROYEKSI JUMLAH PENDUDUK DAN
FASILITAS
PERHITUNGAN PROYEKSI TIMBULAN AIR LIMBAH
PERHITUNGAN DETAIL DESAIN
PETA DETAIL DESAIN JALUR WILAYAH PERENCANAAN