Nama : Lili Febriansyah Npm : 222110012 Kelas : Pagi (Gen A) Mata Kuliah : Bu Mieke Sumber Perikatan
1. Menurut Pasal 1233 KUH sumber pencatatan di bagi menjadi dua yaitu perikatan yang bersumber dari perjanjian dan perkataan yang bersumber dari undang-undang 1233 mengatur tentang : perikatan, lahir, karena suatu persetujuan atau karena undang-undang.
Hukum perikatan: penjelasan makna pasal 1233 sampai dengan 1456 Bw. Bunyi pasal 1233 KUH perdata: tiap-tiap perikatan dilahirkan baik karena undang-undang perikatan, perikatan yang lahirkan dari undang-undang dapat timbul dari undang-undang saja atau dari undang-undang sebagai akibat perbuatan orang.
2. Perjanjian pasal. 1313: suatu perjanjian adalah suatu perbuatan dimana satu orang atau lebih meningkatan dengan terhadap suatu orang lain atau lebih. Perjanjian pada dasarnya adalah suatu hubungan yang terjadi antara pihak yang terlibat.
F.Salim H,S: definisi perjanjian dalam pasal 1313 kitab undang-undang hukum perdata adalah memiliki kelemahan sebagai berikut.
1. Tidak jelas, karena setiap perbuatan dapat disebut perjanjian.
2. Tidak tampak asas konsensualisme 3. bersifat dualisme.
3. UU. P. 1352: Perikatan yang lahir karena undang-undang, timbul dan undang-undang sebagai undang-undang atau dan undang-undang sebagai akibat perbuatan orang.
4. UU. P 104 & 625.
Perikatan yang timbul dari undang-undang perikatan yang letaknya diluar buku III, yaitu dalam pasal 104 KUH perdata
1. 104 KUH perdata mengenai kewajiban alimentasi antara orang tua dan anak dan yang lainnya.
2. Pasal 625 KUU perdata : Mengenai hukum tetangga yaitu hak dan kewajiban pemilik perkarangan yang berdampingan.
5. Pasal 1354 & 1359
Pasal 1354 KUH perdata: Jika seseorang dengan sukarela tanpa ditugaskan, mewakili urusan orang lain dengan atau tanpa setahu orang itu maka ia secara diam-diam meningkatkan dirinya untuk meneruskan serta menyelesaikan urusan itu hingga orang yang ia wakili kepentingannya dapat mengerjakan sendiri urusan itu.
Pasal 1359: tiap pembayaran mengandalkan adalah suatu utang apa yang telah dibayar tanpa diwajibkan untuk itu dapat dituntut kembali terhadap perikatan bebas yang secara sukarela telah dipenuhi, tak dapat dilakukan penuntutan kembali.
6. PMH : Perbuatan melawan hukum
Pasal 1365 KUH Perbuatan melawan hukum adalah: tiap perbuatan yang melangar hukum dan membawa kerugian kepada orang lain, mewajibkan orang yang menimbulkan kerugian itu karena kesalahan untuk mengantikan kerugian tersebut.