jelaskan kerangka yang diberikan ilmu komunikasi dalam komunikasi politik
Ilmu komunikasi memberikan beberapa kerangka yang penting dalam komunikasi politik. Berikut adalah beberapa kerangka utama yang diberikan:
1.paradigma Laswell
2. komunikator, pesan, dan media 3. perspektif atau paradigma 4. efek konukasi
5. peran komunikator politik 6. komunikasi dalam system politik
Kerangka yang diberikan ilmu komunikasi bagi komunikasi politik adalah sebagaimana digambarkan dalam paradigma Laswell: siapa, mengatakan apa, dengan saluran apa, kepada siapa dan dengan akibat apa. Paradigma ini mengklaim bahwa unsur-unsur komunikasi tersebut berlaku dalam setiap proses komunikasi, dan berlaku inheren dalam komunikasi politik
Nimmo dalam mengkaji komunikasi politik melibatkan unsur- unsur komunikator politik, pesan politik, media politik, khalayak politik, serta akibat- akibat komunikasi politik. Komunikasi politik merupakan pembicaraan politik yang melibatkan unsur-unsur komunikasi dengan akibat-akibat politik tertentu.
a. Komunikator Komunikator dalam proses Komunikasi politik memainkan peran sebagai pembentuk opini publik. Sedangkan pesan adalah pembicaraan-pembicaraan sebagai proses negosiasi yang bertujaun membentuk pengertian bersama antara berbagai pihak tentang bagaimana sikap seharusnya yang harus diperankan setiap pihak dan bagaimana bertindak terhadap sesamanya.
b. Pesan Teknik berkomunikasi adalah cara atau “seni” panyampaian suatu pesan yang dilakuakan oleh komunikator sedemiakian rupa sehingga menimbulkan dampak tertentu bagi komunikan.
Pesan yang disampaikan komunikator adalah pernyataan sebagai panduan pemikiran dan perasaan, dapat berupa ide, informasi, keluhan, keyakinan, himbauan anjuran dan
sebagainya.Sedangkan pesan dalam komunikasi politik dimaksudkan untuk mempengaruhi orang lain.
c. Media Komunikator mempunyai bentuk-bentuk simbolik dan kombinasinya dengan berbagai teknik dan media: secara lisan melalui perbincangan profesional, melalui catatan seperti koran dan majalah, dan teknik elektronik seperti radio atau televisi. Dilihat secara luas, saluran
komunikasi terdiri atas lambang-lambang, kombinasinya, dan berbagai teknik secara media yang digunakan untuk berbicara dengan khalayak. Dengan demikian maka saluran komunikasi adalah saran yang memudahkan penyampaian pesan. Maka saluran komunikasi lebih dari sekedar titik
sambungan, tetapi terdiri atas pengertian bersama tentang siapa berbicara kepada siapa, dalam keadaan bagaiman serta sejauh mana dapat dipercaya.
d. Khalayak Jalaluddin Rakhmat menjelaskan pengertian khalayak dengan sejumlah orang yang heterogen. Mereka menjadi khalayak komunikasi politik segera setelah mereka “mengkristal”
menjadi opini publik.25 Arthur F. Bentey dalam bukunya The Process of Government
sebagaimana dikutip Dan Nimmo memberikan pengertian yang mengarah pada pemahaman tentang khalayak sebagai bagian tertentu dari orang-orang dalam masyarakat yang
diperlakukan. tidak sebagai massa fisik yang terpisah dari masa yang lain, tetapi sebagai
“kegiatan massa yang tidak menghalangi orang yang berpartisipasi di dalamnya untuk berpartisipasi juga dalam banyak kegiatan kelompok yang lain”.
e. Efek Efek adalah dampak sebagai pengaruh dari pesan. Dalam komunikasi pemilihan umum dan pilkada, efek yang diharapkan dari kegiatan komunikasi politik adalah pemberian suara kepada partai atau calon yang diusungnya
Perspektif atau Paradigma:
Komunikasi politik dapat diterangkan dari empat perspektif atau paradigma, seperti yang dikemukakan oleh B. Aubrey Fisher. Ini mencakup analisis tentang siapa yang berkomunikasi, apa yang dikomunikasikan, bagaimana pesan disampaikan, dan ke mana pesan tersebut ditujukan
Efek Komunikasi:
Efek komunikasi politik meliputi perubahan kognitif (pemikiran), afektif (emosi), dan konatif (motivasi). Ini berarti bahwa komunikasi politik dapat mempengaruhi pengetahuan, emosi, dan perilaku penerima pesan.
Peran Komunikator Politik:
Komunikator politik memainkan peran sosial utama dalam proses opini publik. Mereka harus memiliki kredibilitas, daya tarik, kekuasaan, dan keahlian di mata rakyat. Citra positif dari seorang tokoh perlu dibangun dan dipelihara agar disegani dan dihormati masyarakat.
Komunikasi Politik dalam Sistem Politik:
Komunikasi politik sangat penting dalam pembuatan kebijakan dalam sistem politik. Ini melibatkan proses penyampaian informasi mengenai politik dari pemerintah kepada masyarakat dan dari masyarakat kepada pemerintah.
Referensi:
[1] http://eprints.kwikkiangie.ac.id/2561/3/BAB%20II%20KAJIAN%20PUSTAKA.pdf [2] https://repository.uin-suska.ac.id/15469/7/7.%20BAB%20II_2018143KOM.pdf [3] https://repository.umj.ac.id/9314/10/10.%20BAB%20II.pdf
[4] https://digilib.esaunggul.ac.id/public/UEU-Books-22242-10_0073.pdf [5] http://digilib.uinsa.ac.id/17044/58/Bab%202.pdf
[6] http://repository.umy.ac.id/bitstream/handle/123456789/35752/BAB%20II%20KERANGKA
%20TEORI.pdf?isAllowed=y&sequence=6
[7] https://www.academia.edu/29029088/KERANGKA_KERJA_KOMUNIKASI_POLITIK [8] https://jurnal.uinsu.ac.id/index.php/analytica/article/download/1270/1033