TUGAS SASTRA LAGU NUSANTARA MACAM BENTUK LIRIK
Disusn Oleh : Wendis Kristover Sihotang
2110804015
Dosen Pengampu : Drs. Cepi Irawan, M. Hum.
PROGRAM STUDI S-1 ETNOMUSIKOLOGI FAKULTAS SENI PERTUNJUKAN
INSTITUT SENI INDONESIA YOGYAKARTA
2023
BENTUK-BENTUK LIRIK LAGU 1. Ballad
Musik Ballada atau Ballads adalah suatu bentuk narasi yang yang dinyanyikan. Ballada berasal dari tarian Bahasa Perancis pada pertengahan abad ballares (yang dikenal dengan balet). Musik ballad memiliki karakteristik seperti puisi dan lagu popular di kepulauan Inggris pada masa periode abad pertengahan sampai abad ke-19. Pada awalnya, balada dibawakan oleh seorang pengamen dalam bentuk nyanyian. Ballada dibedakan menjadi dua yaitu ballada rakyat dan ballada literer. Ballada rakyat biasanya dibawakan dalam pertemuan rakyat yang mengisahkan tindak kepahlawanan seseorang tokoh sejarah atau peristiwa-peristiwa yang terjadi pada zaman dahulu, atau juga bercerita tentang “love story” antara dua kekasih, tetapi biasanya tanpa happy end. Sedangkan ballada litarer adalah ballada yang terjadi di Perancis pada abad pertengahan yang digunakan sebagai pengiring tarian.
Contoh lirik lagu Ballada :
( Janji Di Atas Ingkar – Audy ) Sekat hati tak menahan jua Lelah aku pada setiaku
Mengapa kau datang memberiku cinta Oh inikah indah mendua
Haruskah kuhempas
Jangan kau tanyakan cinta untukmu Disini yang ada dirimu
Adakah benarnya janji diatas ingkar Disana yang ada ragu
Oh inikah indah mendua
Pergi saja pergi bawa jauh cintamu Kutahu ini tak adil untukmu Sesalkan adanya
Jangan kau tanyakan cinta untukmu Disini yang ada dirimu
Adakah benarnya janji diatas ingkar Disana yang ada ragu
Bukan kah kita mengerti Dan kita sadari janji Kan hindari cinta
Jangan kau tanyakan cinta untukmu Disini yang ada dirimu
Adakah benarnya janji diatas ingkar Disana yang ada ragu
Jangan kau tanyakan cinta untukmu Disini yang ada dirimu ho
Adakah benarnya janji di atas ingkar Disana yang ada ragu
Disana yang ada ragu ho ha
2. Romance
Romance atau romantisme adalah sebuah gerakan seni, sastra, dan intelektual yang berasal dari Eropa Barat abad ke-18 pada masa revolusi industri. Romantic berasal dari istilah romans yaitu narasi benrbentuk prosa atau puitis yang berasal dari sastra abad pertengahan dan romantic. Sastra romantic atau romantis diartikan sebagai genre sastra yang berisi kisah-kisah asmara yang indah yang penuh dengan kata-kata yang memabukkan perasaan. Dari pernyataan di atas dapat disimpulkan bahwa lirik romance adalah sebuah puisi cinta yang kemudian dikembangkan menjadi sebuah nyanyian.
Contoh lirik lagu romance :
( Dewa 19- Tak Akan Ada Cinta yang Lain ) Haruskah ku ulangi lagi kata cintaku padamu Yakinkan dirimu
Masihkah terlintas di dada keraguanmu itu Susahkan hatimu
Tak akan ada cinta yang lain
Pastikan cintaku hanya untukmu Pernahkah terbersit olehmu Aku pun takut kehilangan dirimu
Ingatkah satu bait kenangan cerita cinta kita Tak mungkin terlupa
Buang semua angan mulukmu itu percaya takdir kita Aku cinta padamu
Tak akan ada cinta yang lain
Pastikan cintaku hanya untukmu wo Pernahkah terbersit olehmu
Aku pun takut kehilangan dirimu Akankah nanti
Terulang lagi jalinan cinta semu Dengar bisikku
Bukalah mata hatimu
Tak akan ada cinta yang lain Pastikan cintaku hanya untukmu Pernahkah terbersit olehmu Aku pun takut kehilangan Tak akan ada cinta yang lain
Pastikan cintaku hanya untukmu wo Pernahkah terbersit olehmu
Aku pun takut kehilangan dirimu ho
3. Dendang
Dendang dalam Bahasa Minangkabau diartikan sebagai nyanyian atau lagu atau seni suara dan juga sebagai seni vokal. Dendang juga dapat dikatakan sebagai kesenian rakyat karena lahir dan berkembang di kalangan masyarakat bawah. Dendang merupakan ungkapan perasaan seseorang, baik itu ungkapan rasa senag, kecintaan terhadap seseorang, ungkapan perasaan terhadap Tuhan, kekaguman terhadap keindahan alam, dan ungkapan yang berkaitan dengan
norma adat. Selain itu dendang juga dapat berupa ungkapan perasaan sedih, ungkapoan yang berupa nasehat, humor, maupun sindiran. Dari pernyataan di atas dapat disimpulkan bahwa dendang merupakan seni vokal tradisional masyarakat Minangkabau.
Contoh lirik lagu dendang :
( Dendang Riau-Lancnag Kuning ) Lancang Kuning Lancang Kuning Berlayar malam Hai Berlayar malam Lancang Kuning Lancang Kuning Berlayar malam Hai Berlayar malam Haluan menuju Haluan menuju Ke laut dalam
Haluan menuju Haluan menuju Ke laut dalam
Lancang kuning berlayar malam Lancing kuning berlayar malam Kalau Nakhoda kalau nahkoda kuranglah faham hai kuranglah faham Kalau Nakhoda kalau nahkoda kuranglah faham hai kuranglah faham Alamatlah kapal Alamatlah kapal Akan tenggelam
Alamatlah kapal Alamatlah kapal Akan tenggelam
4. Hymne
Hymne atau dengan kata lain gita puja merupakan jenis nyanyian pujaan atau pujian yang biasanya ditujukan untuk memuji Tuhan atau Dewa. Kata hymne diserap dari bahasa Yunani hymnos yang berarti “gita puja”. Hymne ini biasanya digunakan untuk kegiatan keagamaan atau upacara kenegaraan.
Hymne biasanya dikemas dengan kalimat dan bahasa yang indah, melodi yang kuat, serta memiliki makna yang mendalam.
Contoh lirik hymne : ( Hymne Guru )
Terpujilah wahai engkau ibu bapak guru Namamu akan selalu hidup dalam sanubariku Semua baktimu akan kuukir di dalam hatiku S'bagai prasasti t'rima kasihku 'tuk pengabdianmu Engkau sebagai pelita dalam kegelapan
Engkau laksana embun penyejuk dalam kehausan Engkau patriot pahlawan bangsa
Tanpa tanda jahasa.
5. Ode
Ode merupakan kata yang bersal dari Bahasa Yunani kuno yang berarti jenis puisi terstruktur yang memuji dan memuliakan suatu peristiwa atau individu, menggambarkan alam secara intelektual dan emosional. Ode berisi semangat pujian dalam nada agung dan tema serius, dan syair dengan gaya panjang lebar, bahasa yang tertib, tulus, imajinatif, dan intelektual. Sasaran pujian ini biasanya adalah pahlawan atau tokoh besar suatu bangsa.
Contoh lirik ode :
( Halo-Halo Bandung ) Halo-halo Bandung Ibu kota Periangan Halo-halo Bandung Kota kenang-kenangan Sudah lama beta
Tidak berjumpa dengan kau Sekarang telah menjadi lautan api Mari bung rebut kembali
6. Elegi
Elegi adalah suatu karya sastra berupa puisi pada umumnya yang berisikan ungkapan pikiran suram seseorang, dan tidak harus mengikuti bentuk tertentu dalam hal ukuran, rima, atau struktur. Kata elegi berasal dari Bahasa Yunani yaitu elegeia yang berarti meratapi atau bersedih hati. Elegi biasanya ditulis untuk memuji orang yang telah meninggal yang memiliki suasana melankolis.
Contoh lirik elegi :
( Ebiet G. Ade- Elegi Esok Pagi ) Ijinkanlah kukecup keningmu Bukan hanya ada di dalam angan Esok pagi kau buka jendela
Kan kau dapati seikat kembang merah Engkau tahu aku mulai bosan
Bercumbu dengan bayang-bayang Bantulah aku temukan diri
Menyambut pagi membuang sepi Ijinkanlah aku kenang
Sejenak perjalanan Ho
Dan biarkan ku mengerti Apa yang tersimpan di matamu Ho
Barangkali di tengah telaga Ada tersisa butiran cinta Dan semoga kerinduan ini Bukan jadi mimpi di atas mimpi Ijinkanlah aku rindu
Pada hitam rambutmu Ho
Dan biarkan ku bernyanyi Demi hati yang risau ini
Ho
Barangkali di tengah telaga Ada tersisa butiran cinta Dan semoga kerinduan ini Bukan jadi mimpi di atas mimpi
7. Epigram
Epigram adalah puisi yang berisi tentang ajaran hidup atau tuntutan kearah kebenaran. Kata epigram berasal dari Bahasa Yunani berarti pedoman, teladan, nasihat, atau ajakan untuk melakukan hal-hal yang benar. Epigram termasuk ke dalam kategori puisi yang ditulis dalam bentuk sederhana, singkat, langsung tertuju pada tujuan, serta menggunakan kosakata yang berlebihan. Singkatnya, epigram dapat diartikan sebagai puisi singkat yang berisi pandangan hidup, agama, etika, dan sebagainya.
Contoh lirik epigram :
( Ungu- Dengan NafasMu ) Ijinkan ku ucap kata taubat Sebelum Kau memanggilku Kembali padaMu
Menutup waktuku
Ijinkan ku serukan namaMu Sebelum nyawa dalam tubuhku Kau ambil
Kembali padaMu Karena ku tahu
Hanyalah pada diriMu Tempatku mengadu Tempatku mengeluh Di dalam doaku Dan demi nafas
Yang telah kau hembuskan
Dalam kehidupanku Ku berjanji
Ku akan menjadi yang terbaik Jalankan segala perintahMu Menjauhi segala laranganMu Adalah sebaris doa ku untukMu
8. Satyre
Lirik lagu satyre adalah bentuk puisi atau lagu yang dikemas ke dalam bentuk humor, yang biasanya menggabungkan antara unsur ironi dan sarkasme dengan tujuan untuk menyindir suatu masalah atau individu. Lirik satyre ini biasanya digunakn untuk menyampaikan pesan secara tidak langsung dengan tujuan menghibur dan memprovokasi pemikiran kritis.
Contoh lirik lagu satyre :
( Bona Paputungan- Andai Ku Gayus Tambunan )
… 11 Maret diriku masuk penjara Awal ku menjalani proses masa tahanan Hidup di penjara sangat berat kurasakan Badanku kurus karena beban pikiran
… Kita orang yang lemah tak punya daya apa-apa Tak bisa berbuat banyak seperti para koruptor
… Andai ku Gayus Tambunan yang bisa pergi ke Bali Semua keinginannya pasti bisa terpenuhi
Lucunya di negeri ini hukuman bisa dibeli
Kita orang yang lemah pasrah akan keadaan oh-oh
… Tujuh Oktober ku bebas dari penjara Menghirup udara segar bebaskan penderitaan Wahai saudara dan para sahabatku
Lakukan yang terbaik jangan engkau salah arah
… Andai ku Gayus Tambunan yang bisa pergi ke Bali Semua keinginannya pasti bisa terpenuhi
Lucunya di negeri ini hukuman bisa dibeli Kita orang yang lemah pasrah akan keadaan
… Biarlah semua menjadi kenangan Kenangan yang pahit dalam hidup ini
… Andai ku Gayus Tambunan yang bisa pergi ke Bali Semua keinginannya pasti bisa terpenuhi
Lucunya di negeri ini hukuman bisa dibeli Kita orang yang lemah pasrah akan keadaan
… Andai ku Gayus Tambunan yang bisa pergi ke Bali Semua keinginannya pasti bisa terpenuhi
Lucunya di negeri ini hukuman bisa dibeli
Kita orang yang lemah pasrah akan keadaan oh-oh
9. Sajak Pelajaran
Lirik sajak pelajaran adalah sebuah karya sastra yang berisikan tentang pesan atau pelajaran kepada penikmat yang disajikan kedalam sebuah music.
Lirik yang ada pada sajak pelajaran biasanya mengangkat moral-moral atau norma kehidupan yang sangat penting untuk dipahami.
Contoh lirik sajak pelajaran :
( Ibu Sud- Anak- anak Pergi Belajar ) Oh, ibu dan ayah selamat pagi
Ku pergi belajar sampaikan nanti Selamat belajar nak penuh semangat Rajinlah s'lalu tentu kau dapat Hormati gurumu, sayangi teman Itulah tandanya kau murid budiman
REFERENSI :
Abadi, Nugraha M., Bufiarjo, Hardman., Hidayat, Wahyu. “Penciptaam Buku sejarah Musik Ballada dari Masa ke Masa Berbasis Teknik Aquarel Sebagai Upaya Pengenalan Kembali pada Masyrakat Surabaya”. Jurnal Desain Komunukasi Visual, Vol. 5 No. 21, Hal 1-9.
Adinda, R. “Pengertian Elegi, Ciri-ciri, dan Jenis Elegi”.
https://www.gramedia.com/best-seller/elegi/, diakses pada 20 Sepetember 2023, 20:15 WIB.
Bilal, Hamzah. “Dendang Singgalang dalam Pertunjukan Saluang Dendang di Kecamatan Payakumbuh Utara Sumatera Barat” Skripsi jurusan Etnomusikologi Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Indonesia Yogyakarta, 2022.
Hapsari, Septiara. “Romantisme dalam Lirik Lagu Ebiet G. Ade” Skripai jurusan Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro Semarang, 2017.
https://suarausu.or.id/sentimen-beranjak-dewasa-dalam-lagu-ode-to-my-family/, diakses pada 20 September 2023, 19:55 WIB.
https://www.pelajaran.co.id/pengertian-epigram-ciri-ciri-dan-contoh-puisi- epigram/, diakses pada 20 September 2023, 20:30 WIB.
P., Nur Rahmin Budiman. “Analisis Semiotika Lirik Lagu “Payung Teduh” Karya Mohhammad Istiqomah Djamad” Skripsi jurusan Pendidikan Sastra Dan Bahasa Indonesia Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Makassar, 2015.
Yulianti, Nani. “Satire Sebagai Praktik Jurnalisme Komedi (Analisis Semiotik Artikel Berlabel #2019GANTIPRESIDEN Pada MOJOK.CO)” Skripai jurusan Jurnalistik Fakultas Dakwah Dan Ilmu Komunikasi Universitas Hidayatullah Jakarta, 2019.