1
TUGAS TUTORIAL KE-2
PDGK4503 MATERI DAN PEMBELAJARAN IPA DI SD
Nama Mahasiswa : LIA EKA SEPTIARINI
NIM : 858911353
Pokjar : Lumajang
Kerjakan soal di bawah ini.
No Tugas Tutorial Skor
Maksimal Sumber Tugas Tutorial 1. Jelaskan perbedaaan variasi dan klasifikasi beserta
contohnya! 15 Modul 3
PDGK4103 2. Sebutkan dan jelaskan klasifikasi makhluk hidup
beserta contohnya! 25 Modul 3
PDGK4103 3. Jelaskan dan berikan contoh adaptasi makhluk hidup di
lingkungan darat dan air! 20 Modul 3
PDGK4103 4. Sebutkan dan jelaskan anatomi dan fisiologi reproduksi
pada laki-laki! 20 Modul 4
PDGK4103 5. Jelaskan bagaimana membentuk keluarga sejahatera
dan bahagia! 20 Modul 4
PDGK4103 Jumlah Skor Maksimal 100
JAWAB
1. Variasi adalah perbedaan sifat atau ciri-ciri yang dimiliki oleh individu dalam satu spesies. Variasi ini bisa disebabkan oleh faktor genetik, lingkungan, atau kombinasi keduanya.
Contoh :
Bunga mawar yang memiliki barbagai warna, ukuran dan bentuk kelopak
Manusia memiliki tinggi badan, warna kulit, wajah yang berbeda-beda.
Klasifikasi adalah Pengelompokan makhluk hidup berdasarkan persamaan ciri yang dimiliki. Tujuannya adalah untuk memudahkan dalam mempelajari dan memahami keanekaragaman makhluk hidup.
Contoh :
Hewan dkelompokan sesuai dengan ciri-ciri yang dimiliki (mamalia, aves, bersisik, amfibi)
Manusia dkelompokan berdasarkan ras, golongan darah dan jenis kelamin.
2. Klasifikasi Makhluk Hidup adalah suatu cara mengelompokkan makhluk hidup berdasarkan persamaan ciri yang dimiliki. Tujuannya untuk memudahkan dalam mempelajari, membandingkan, dan mengenali keanekaragaman makhluk hidup. Sistem klasifikasi makhluk hidup menggunakan tingkatan-tingkatan takson, dari yang paling umum hingga yang paling spesifik.
Tingkatan Taksonomi
Sistem klasifikasi makhluk hidup menggunakan tingkatan taksonomi yang hierarkis, mulai dari yang paling umum hingga yang paling spesifik. Tingkatan-tingkatan tersebut adalah:
Kingdom (Kerajaan): Tingkatan paling tinggi dan paling umum.
Phylum (Filum) atau Divisio (Divisi): Tingkatan di bawah kingdom.
Classis (Kelas): Tingkatan di bawah filum atau divisi.
Ordo (Bangsa): Tingkatan di bawah kelas.
Familia (Famili): Tingkatan di bawah ordo.
Genus (Marga): Tingkatan di bawah famili.
Spesies (Jenis): Tingkatan paling spesifik dan hanya mencakup satu jenis makhluk hidup.
Sistem 5 Kingdom
Salah satu sistem klasifikasi yang populer adalah sistem 5 kingdom yang dikemukakan oleh Robert H. Whittaker. Sistem ini membagi makhluk hidup menjadi 5 kelompok besar, yaitu:
Monera: Makhluk hidup bersel satu yang tidak memiliki membran inti sel.
Contoh: Bakteri dan alga biru-hijau.
Protista: Makhluk hidup bersel satu atau multisel sederhana yang memiliki membran inti sel. Contoh: Protozoa (amuba, paramecium) dan alga.
Fungi (Jamur): Makhluk hidup yang memperoleh makanan dengan cara menguraikan bahan organik. Contoh: Jamur merang, jamur tiram, ragi.
Plantae (Tumbuhan): Makhluk hidup yang dapat menghasilkan makanan sendiri melalui proses fotosintesis. Contoh: Pohon mangga, padi, bunga mawar.
Animalia (Hewan): Makhluk hidup yang tidak dapat menghasilkan makanan sendiri dan harus mencari makan. Contoh: Manusia, kucing, ikan, burung.
Contoh :
a. Pohon dapat menghasilkan makanannya sendiri melalui fotosintesis.
b. Jamur memperoleh makanan dengan cara menguraikan bahan organic.
c. Manusia dan hewan tidak dapat menghasilkan makanan sendiri dan harus mencari makanan dari organisme lain.
3. Adaptasi makhluk hidup adalah kemampuan makhluk hidup untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya.
Contoh :
Bunglon dapat berubah warna sesuai dengan lingkungannya.
Hewan kaki seribu akan menggulung tubuhnya jika ada bahaya yang mengancam
Kaktus Memiliki batang yang tebal untuk menyimpan air dan duri untuk mengurangi penguapan.
4. Anatomi dan fisiologi reproduksi pada laki-laki terdiri dari:
Organ reproduksi eksternal:
Penis Organ yang berfungsi untuk memasukkan sperma ke dalam vagina wanita selama hubungan seksual. Penis juga berfungsi sebagai saluran keluar urine.
Skrotum Kantong kulit yang melindungi testis. Suhu di dalam skrotum lebih rendah dari suhu tubuh, kondisi yang ideal untuk produksi sperma.
Testis Kelenjar kelamin jantan yang menghasilkan sperma dan hormon testosteron.
Organ reproduksi internal:
Epididimis: Saluran yang menempel pada testis. Sperma yang dihasilkan testis akan disimpan dan matang di epididimis.
Vas deferens: Saluran yang menghubungkan epididimis dengan kelenjar prostat.
Vesikula seminalis: Kelenjar yang menghasilkan cairan yang kaya akan fruktosa, yang berfungsi sebagai sumber energi bagi sperma.
Kelenjar prostat: Kelenjar yang menghasilkan cairan yang bersifat basa, berfungsi untuk melindungi sperma dari keasaman saluran reproduksi wanita.
Kelenjar Cowper: Kelenjar yang menghasilkan cairan pre-ejakulasi, berfungsi untuk melumasi uretra sebelum ejakulasi.
Uretra: Saluran yang berfungsi untuk mengeluarkan sperma dan urine.
Fisiologi reproduksi laki-laki berkaitan dengan proses pembentukan sperma (spermatogenesis) dan proses ejakulasi.
Spermatogenesis: Proses pembentukan sperma terjadi di dalam tubulus seminiferus yang terdapat di dalam testis. Proses ini dipengaruhi oleh hormon testosteron yang dihasilkan oleh sel Leydig dalam testis. Spermatogenesis membutuhkan waktu sekitar 74 hari.
Ejakulasi: Proses pengeluaran sperma dari tubuh. Ketika terjadi rangsangan seksual, otot-otot di sekitar organ reproduksi berkontraksi, mendorong sperma dan cairan dari vesikula seminalis, kelenjar prostat, dan kelenjar Cowper menuju uretra dan keluar melalui penis. Cairan yang keluar bersama sperma disebut semen.
5. Membentuk keluarga yang sejahtera dan bahagia adalah dambaan setiap orang. Ini membutuhkan usaha bersama dari seluruh anggota keluarga. Berikut adalah beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk membangun keluarga yang harmonis:
Komunikasi yang Efektif
Terbuka dan jujur, menciptakan suasana di mana setiap anggota keluarga merasa aman untuk mengungkapkan perasaan dan pikirannya.
Aktif mendengarkan, saling memberikan perhatian penuh ketika seseorang berbicara. Hindari memotong pembicaraan.
Respek terhadap pendapat berbeda.
Kualitas Waktu Bersama
Buat kegiatan bersama, Melakukan kegiatan yang menyenangkan bersama keluarga, seperti makan malam bersama, bermain game, atau jalan-jalan.
Hadir sepenuhnya, Ketika bersama keluarga, berikan perhatian penuh tanpa gangguan dari gadget atau pekerjaan.
Buat tradisi keluarga, menciptakan tradisi unik yang dapat mempererat hubungan keluarga.
Saling Menghargai dan Menyayangi
Ucapkan terima kasih, memberi apresiasi setiap kebaikan yang dilakukan anggota keluarga.
Maafkan kesalahan, tidak ada manusia yang sempurna. Belajarlah untuk memaafkan dan meminta maaf.
Tunjukkan kasih saying, Pelukan, ciuman, atau kata-kata sayang dapat membuat anggota keluarga merasa dicintai.
Disiplin yang Positif
Berikan contoh yang baik: Anak-anak belajar dari orang tua. Tunjukkan perilaku yang baik agar mereka meniru.
Berikan penjelasan: Ketika memberikan aturan, jelaskan alasannya agar anak mengerti.
Berikan pujian: Apresiasi perilaku positif anak untuk memotivasi mereka.