• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tugas UTS Teori Kebijakan Publik 09. Faradina

N/A
N/A
faradina selsa

Academic year: 2025

Membagikan "Tugas UTS Teori Kebijakan Publik 09. Faradina"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

Nama : Faradina Selsa Putri NIM : 278242009

Jurusan : Kebijakan Publik

UJIAN TENGAH SEMESTER TEORI KEBIJAKAN PUBLIK ANALISIS ARTIKEL JURNAL DAN BERITA DALAM

TIGA PERSPEKTIF

1. Analytical Perspective

Artikel Jurnal : Post-traumatic stress disorder, human rights and access to healthcare:

an analysis of judgments of the European Court of Human Rights from an ethical perspective

DOI : 10.1080/20008198.2021.1930704

Berita : Banyak Anak Indonesia Alami Gangguan Mental karena Media Sosial Link :https://nasional.kompas.com/read/2025/02/02/15215161/banyak-anak- indonesia-alami-gangguan-mental-karena-media-sosial

Jurnal dan berita ini menggunakan analytical perspective dalam menganalisis masing-masing topik. Artikel jurnal yang termasuk dalam Q1 berjudul “Post-traumatic stress disorder, human rights and access to healthcare: an analysis of judgments of the European Court of Human Rights from an ethical perspective berfokus pada analisis terkait putusan European Court of Human Rights (ECtHR) terhadap Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD) dari perspektif etika, hukum dan juga medis. Analisis tersebut sangat mendalam, sistematis, dan terdapat bukti empiris. Analisis pada jurnal tersebut lebih kompleks dengan menggunakan metode statistik deskriptif untuk menganalisa Konvensi Eropa tentang Hak Asasi Manusia yang berhubungan dengan putusan ECtHR dan metode analisis tematik terhadap putusan pengadilan tersebut.

Metode ini sesuai dengan karakteristik analytical perspective, dimana masalah dijelaskan secara kompleks dan analisis secara logis dan terperinci.

Terdapat beberapa asumsi epistemologis pada jurnal di atas, pertama,kebijakan publik harus berdasar pada nilai-nilai etika seperti keadilan. Putusan ECtHR

(2)

mencerminkan nilai-nilai tersebut, sehingga analisis putusan tersebut dapat membantu mengidentifikasi bagaimana nilai-nilai etika dapat diintegrasikan ke dalam kebijakan publik terkait PTSD dan hak asasi manusia. Kedua kebijakan publik harus disesuaikan dengan konteks sosial, budaya, dan politik dimana suatu kebijakan diterapkan. Ketiga, pengetahuan yang dihasilkan dari analisis putusan ECtHR dapat digunakan untuk mengarahkan perubahan kebijakan yang lebih baik terkait PTSD, HAM, dan akses layanan Kesehatan. Di dalamnya termasuk mengidentifikasi kebijakan, mengembangkan rekomendasi kebijakan, dan memantau implementasi kebijakan yang baru.

Berita berjudul “Banyak Anak Indonesia Alami Gangguan Mental karena Media Sosial” menggunakan analytical perspective desktiptif dalam menyajikan berita terkait meningkatnya jumlah gangguan mental pada anak-anak Indonesia disebabkan oleh penggunaan media sosial. Dalam berita tersebut disajikan analisis yang lebih sederhana dalam memberikan informasi. Berita ini memuat wawancara dengan Menteri Kesehatan dan Menteri Komdigi, memuat data terkait kondisi anak-anak Indonesia, dan solusi kebijakan pemerintah yang akan diterapkan.

Jurnal dan berita di atas merupakan praktek kebijakan pemerintahan yang disampaikan dengan analytical perspective. Meskipun terdapat perbedaan tingkat analisis keduanya, dimana jurnal tentu berisi analisis yang lebih kompleks dan komprehensif dengan memuat berbagai data yang sesuai dengan topik, sedangkan berita berisi analisis sederhana agar pembaca dapat memahami informasi yang disampaikan dalam waktu singkat. Penggunaan metode tersebut berguna bagi para pembuat kebijakan, dimana mereka dapat lebih memahami relevansi untuk kebijakan yang akan diambil selanjutnya.

Relevansi jurnal dan berita di atas bagi pembuat kebijakan dapat dilihat pada bagaimana analisis di atas. Seperti pada jurnal di atas, jurnal ini mengarahkan para pembuat kebijakan untuk memahami bahwa PTSD bukan hanya masalah kesehatan individu, melainkan masalah sosial dan politik. Dengan demikian pembuat kebijakan dapat merespon dengan menyusun kebijakan yang tepat, termasuk kebijakan yang memastikan bahwa akses terhadap layanan Kesehatan harus memadai bagi para korban pelanggaran HAM. Di sisi lain, berita di atas juga mengarahkan para pembuat kebijakan untuk mengambil langkah tegas terkait penggunaan media sosial. Mengingat pentingnya generasi muda dalam pembangunan Indonesia.

(3)

2. Interpretative Perspective

Artikel Jurnal : Lived experiences of women suffering from Tuberculosis in Kashmir:

an interpretative phenomenological study DOI : 10.3389/fgwh.2025.1464091

Berita : Aksi Nyata Percepatan Eliminasi Tuberkulosis di Indonesia Link : https://kemkes.go.id/id/47510

Jurnal berjudul “Lived experiences of women suffering from Tuberculosis in Kashmir:

an interpretative phenomenological study” bertujuan untuk memahami penderita tuberculosis (TB) dari sudut pandang Wanita di Kashmir yang juga harus menghadapi tantangn infertilitas karena penyakit tersebut. Jurnal ini menggunakan pendekatan Interpretative Phenomenological Analysis (IPA) untuk memahami pengalaman dari 21 wanita yang menderita TB. Jurnal ini juga melihat dari konteks sosial dan budaya di Kashmir, sehingga pendekatan interpretative yang holistic juga diterapkan. Hasil penelitian menyoroti dua tema utama: pengalaman TB sebagai penderitaan berkelanjutan dengan respons emosional terhadap penderitaan fisik, serta kekhawatiran tentang kemampuan untuk hamil. Jurnal ini menjelaskan betapa pentingnya dukungan sosial dan akses terhadap layanan kesehatan yang memadai untuk mengurangi beban yang dialami oleh wanita penderita TB.

Terdapat beberapa asumsi epistemologis pada jurnal di atas, pertama, pengalaman subjektif individu baik secara langsung maupun tidak langsung merupakan sumber pengetahuan. Pengalaman tersebut dapat mencakup nilai-nilai, keyakinan, dan interpretasi individu terhadap suatu pengalaman, dalam jurnal ini terkait TBC. Pengetahuan tersebut memberikan pemahaman tentang pengalaman penderita TBC yang dapat membantu pengambil kebijakan untuk mengembangkan kebijakan yang lebih responsif dan lebih tepat. Kedua, dalam jurnal ini dapat diketahui bahwa konteks sosial dan budaya memengaruhi interpretasi. Dapat dilihat pada interpretasi individu terkait TBS dipengaruhi oleh sosial dan budaya dimana mereka berada. Hal ini membantu pengambil kebijakan untuk mengembangkan kebijakan sesuai karakter situasi dan tempat. Ketiga, kebijakan publik sebagai proses interpretative terhadap data, dimana pengambil kebijakan harus memahami masalah sosial, mengidentifikasi kemungkinan solusi, dan mengimplementasikan kebijakan yang tepat. Sehingga pengambil kebijakan dapat membuat keputusan yang lebih rasional dan bertanggung jawab. Keempat, peneliti

(4)

merupakan bagian dari proses interpretative dimana interpretasi terhadap data dipengaruhi oleh nilai-nilai, latar belakang, dan perspektif peneliti. Sehingga peneliti harus bersikap refleksif dan transparan dalam menginterpretasi data yang dapat memengaruhi hasil.

Berita berjudul “Aksi Nyata Percepatan Eliminasi Tuberkulosis di Indonesia” termasuk berita dengan interpretative. Dalam berita tersebut menjelaskan data dan fakta terkait upaya eliminasi TB di Indonesia baik kemajuan, target pengobatan dan pencapaian.

Kemudian para dokter yang menganalisis data tersebut, sehingga seluruh pihak mengetahui kondisi TB saat ini. Berita ini menguraikan berbagai strategi yang diterapkan Kementerian Kesehatan dan pemerintah daerah, seperti pemanfaatan teknologi, penguatan lintas sektor, dan peran komunitas. Strategi tersebut menginterpretasikan berbagai kebijakan dan program yang sedang dijalankan untuk mengatasi tantangan TB di Indonesia.

Diketahui dari jurnal dan berita di atas, sudah dapat dipastikan keduanya termasuk dalam interpretative. Sebagaiman penjelasan pada konteks keduanya menggunakan data kualitatif berupa wawancara dan narasi. Keduanya juga berupaya untuk memberikan konteks dan interpretasi yang relevan, dalam artian data tidak hanya disajikan tetapi diinterpretasikan lebih lanjut. Tak hanya itu, keduanya juga memberikan bahan bagi para pembuat kebijakan untuk lebih memahami masalah yang ada, sehingga mereka mampu untuk membuat kebijakan sebagai salah satu strategi solusi.

3. Political Discussion Perspective

Artikel Jurnal : Comparative Digital Political Communication: Comparisons Across Countries, Platforms, and Time

DOI : 10.1177/08944393241258763

Berita : “Ndasmu” dan “Kau Yang Gelap,” Indikasi Kemunduran Komunikasi Politik?

Link : https://www.voaindonesia.com/a/ndasmu-dan-kau-yang-gelap- indikasi-kemunduran-komunikasi-politik-/7988355.html

Jurnal berjudul “ Comparative Digital Political Communication: Comparisons Across Countries, Platforms, and Time” berfokus pada komunikasi politik digital. Di dalamnya menjabarkan pengembangan teori dan kerangka konseptual untuk menganalisis bagaimana komunikasi dan diskusi politik dalam lingkungan digital. Jurnal ini berisi komparatif

(5)

komunikasi politik digital dengan menekankan dimensi waktu dan platform. Pada jurnal ini dijelaskan bahwa penggabungan perspektif lintas negara, lintas platform, dan lintas waktu. Secara keseluruhan, jurnal ini menyarankan untuk dilakukan pendekatan yang lebih komprehensif dan multidimensional yang digunakan untuk mempelajari komunikasi politik digital dan perubahan yang berkelanjutan sesuai dengan perubahan media saat ini.

Terdapat beberapa asumsi epistemologis dalam jurnal ini, pertama konteks digital mempengaruhi cara diskusi politik dan kebijakan publik yang dirumuskan serta diterapkan. Seperti perbedaan platform atau perbedaan regulasi internet di setiap negara akan menghasilkan diskusi politik dan kebijakan yang berbeda satu sama lain. Kedua, adanya perbandingan lintas konteks digital seperti perbandingan lintas negara, platform, dan waktu dapat meningkatkan pemahaman kebijakan. Perbedaan yang ada pada hasil perbandingan menghasilkan faktor-faktor kontekstual yang berdampak terhadap efektivitas kebijakan publik terkait media digital. Ketiga, data empiris (seperti data penggunaan media sosial, data opini publik) dan teori (seperti teori polarisasi politik, teori disinformasi) harus dikombinasi untuk mendapatkan analisis mendalam dan rekomendasi kebijakan yang lebih tepat sasaran. Terakhir, dinamika media digital yang cepat secara langsung mempengaruhi penyebarluasan informasi politik, pembentukan opini publik, dan perilaku masyarakat dalam merespon kebijakan publik. Berkaitan dengan perubahan tersebut, diperlukan penelitian jangka panjang untuk memahami dampak perubahan dan untuk menyesuaikan kebijakan publik agar tetap relevan dan efektif.

Berita berjudul ““Ndasmu” dan “Kau Yang Gelap,” Indikasi Kemunduran Komunikasi Politik?” berfokus pada kemungkinan kemunduran komunikasi politik di Indonesia karena terdapat penggunaan bahasa yang kurang etis oleh pejabat publik. Seperti ndasmu" oleh Presiden Prabowo Subianto dan "kau yang gelap!" oleh Luhut Binsar Pandjaitan dapat menggambarkan penolakan pemerintah terhadap kritik masyarakat yang seharusnya dianggap sebagai partisipasi publik. Komunikasi ini tentunya berpotensi menurunkan kepercayaan masyarakat. Tak hanya itu, komunikasi ini menunjukkan bahwa komunikasi pemerintah yang baik, efektif, dan beretika kemungkinan akan hilang dan tergantikan dengan respon-respon spontan yang tidak etis dari sisi sosial dan politik. Komunikasi politik diharapkan terjalin dengan tetap memperhatikan sopan santun baik dari sisi sosial maupun politik. Media ini merupakan salah satu bentuk partisipasi publik terhadap penyelenggaraan pemerintah.

Referensi

Dokumen terkait

Penulisan sk ripsi ini yang berjudul ” Implementasi Kebijakan Publik Dinas Sosial Kota Makassar dalam Menangani Masalah Sosial di Kota.. Makassar, merupakan suatu karya

Lokus pada masalah-masalah publik dan kepentingan publik, fokusnya adalah teori organisasi, ilmu manajemen, kebijakan publik dan political-economy. Figur penting: Gulick, dan

Implementasi kebijakan publik adalah upaya penerjemahan kebijakan publik yang telah dirumuskan oleh pemerintah menjadi sebuah program atau kegiatan yang nyata,

• DIMENSI KEBIJAKAN PUBLIK PROSES KEBIJAKAN: MENGKAJI PROSES PENYUSUNAN KEBIJAKAN: IDENTIFIKASI, PERUMUSAN MASALAH, IMPLEMENTASI, MONITORING, EVALUASI KEBIJAKAN.. ANALISIS

Magister Kebijakan Publik –Universitas Airlangg Kelebihan dan Kekurangan Grounded Theory Kelebihan Kekurangan o Kemampuan meneliti wilayah yang belum punya banyak penjelasan/teori o

Dokumen ini membahas tentang peran sistem sosial, ideologi, politik, dan media dalam mempengaruhi kebijakan

Uraian tugas Tenaga Ahli Kebijakan Publik pada tahun anggaran

Kebijakan publik mencakup sesuatu yang tidak dilakukan oleh pemerintah saat menghadapi masalah