• Tidak ada hasil yang ditemukan

09 HAKEKAT KEBIJAKAN PUBLIK

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "09 HAKEKAT KEBIJAKAN PUBLIK"

Copied!
15
0
0

Teks penuh

(1)

KEBIJAKAN PUBLIK

KEBIJAKAN PUBLIK

OTONOMI DAERAH

KOMPETENSI

DASAR: KEBIJAKAN

(2)
(3)

Tujuan Pembelajaran

Tujuan Pembelajaran

1.

1. Menemukan konsep dasar kebijakan Menemukan konsep dasar kebijakan publik

publik 2.

2. Menjelaskan skema perumusan kebijakan Menjelaskan skema perumusan kebijakan publik

publik 3.

3. Menguraikan pentingnya partisipasi Menguraikan pentingnya partisipasi

masyarakat dalam perumusan kebijakan

masyarakat dalam perumusan kebijakan

publik di daerah

publik di daerah 4.

4. Menemukan contoh kebijakan publik yang Menemukan contoh kebijakan publik yang dikeluarkan oleh pemda

dikeluarkan oleh pemda 5.

5. Menganalisa konsekwensi tidak aktifnya Menganalisa konsekwensi tidak aktifnya masyarakat dalam perumusan kebijakan

masyarakat dalam perumusan kebijakan

publik di daerah

(4)

HAKIKAT KEBIJAKAN PUBLIK

HAKIKAT KEBIJAKAN PUBLIK

1.

1.

Pengertian :

Pengertian :

Kebijakan yang dinyatakan atau

Kebijakan yang dinyatakan atau

dikeluarkan oleh Pemerintah, yang

dikeluarkan oleh Pemerintah, yang

memuat program pembangunan yang

memuat program pembangunan yang

akan dijalankan.

akan dijalankan.

2. Proses :

2. Proses :

a. Ditinjau dari proses Kebijakan publik

a. Ditinjau dari proses Kebijakan publik

meliputi Perencanaan, perumusan,

meliputi Perencanaan, perumusan,

penerapan dan implementasi

(5)

Alur Proses Kebijakan Publik

Alur Proses Kebijakan Publik

Perumusan Kebijakan Publik, (Pemda & Masy melakukan diskusi, seminar,

dengar pendapat, dll)

Evaluasi Kebijakan publik (masyarakat menilai, Pemda mengevaluasi)

Penerapan Kebijakan Publik melalui Perda Isu atau masalah

(6)

Ditinjau dari lembaga

Ditinjau dari lembaga

Proses Perumusan Perda

Proses Perumusan Perda

Peraturan Daerah / Perda Rancangan

PERDA

PEMDA DPRD

(7)

Jenis Kebijakan Publik

Jenis Kebijakan Publik

A. Menurut Sifatnya :

A. Menurut Sifatnya :

1. Bersifat Ekstratif : berupa penyerapan sumber 1. Bersifat Ekstratif : berupa penyerapan sumber

material dari masyarakat luasmaterial dari masyarakat luas

2. Bersifat Distributif :Mengalokasikan sumber yang 2. Bersifat Distributif :Mengalokasikan sumber yang

didapat kepada masyarakat luasdidapat kepada masyarakat luas

3. Bersifat regulatif : Kebijakan yang berisi tentang 3. Bersifat regulatif : Kebijakan yang berisi tentang

peraturan dan kewajiban yang harus dipatuhi peraturan dan kewajiban yang harus dipatuhi

masyarakat yang bertujuan menciptakan masyarakat yang bertujuan menciptakan

ketertiban dan kelancaran pembangunan, ketertiban dan kelancaran pembangunan,

jaminan HAM dan mencegah penyalahgunaan jaminan HAM dan mencegah penyalahgunaan

(8)

Jenis Kebijakan Publik

Jenis Kebijakan Publik

B. Kebijakan Publik dalam arti Luas : B. Kebijakan Publik dalam arti Luas :

1. Peraturan peraturan yang bersifat tertulis, 1. Peraturan peraturan yang bersifat tertulis,

seperti UU, Kepres, SK Gubernur, SK seperti UU, Kepres, SK Gubernur, SK

Bupati/WalikotaBupati/Walikota

2. Peraturan peraturan yang tidak tertulis 2. Peraturan peraturan yang tidak tertulis

tetapi disepakati oleh masyarakat, seperti tetapi disepakati oleh masyarakat, seperti

norma (Agama, Adat, Hukum, Sosial) dan norma (Agama, Adat, Hukum, Sosial) dan

(9)

Jenis Kebijakan Publik

Jenis Kebijakan Publik

C. Ditinjau dari Pembuatnya :

C. Ditinjau dari Pembuatnya :

1. Kebijakan Pemerintah Pusat, yaitu : 1. Kebijakan Pemerintah Pusat, yaitu :

Kebijakan yng dibuat oleh Pemerintah Kebijakan yng dibuat oleh Pemerintah

/lembaga negara untk mengatur seluruh /lembaga negara untk mengatur seluruh

kehidupan warga negara/masyarakat di kehidupan warga negara/masyarakat di

seluruh wilayah RIseluruh wilayah RI

2. Kebijakan Pemda yaitu : Kebijakan yang 2. Kebijakan Pemda yaitu : Kebijakan yang

dibuat oleh lembaga pemerintah daerah dibuat oleh lembaga pemerintah daerah

(10)

ARTI PENTING

ARTI PENTING

PARTISIPASI MASYARAKAT

PARTISIPASI MASYARAKAT

1.

1.

Pencerminan kehidupan demokrasi

Pencerminan kehidupan demokrasi

2.

2.

Mewujudkan kebijakan publik yang

Mewujudkan kebijakan publik yang

bermanfaat bagi rakyat

bermanfaat bagi rakyat

3.

3.

Menghindari penyimpangan

Menghindari penyimpangan

kekuasaan

kekuasaan

4.

4.

Pencerminan tanggung jawab warga

Pencerminan tanggung jawab warga

negara terhadap kelangsungan

negara terhadap kelangsungan

(11)

MANFAAT

MANFAAT

PARTISIPASI MASYARAKAT

PARTISIPASI MASYARAKAT

1.

1. Membentuk Masyarakat Taat HukumMembentuk Masyarakat Taat Hukum

- Masyarakat sadar akan hak & - Masyarakat sadar akan hak &

kewajibannya, artinya masyarakat kewajibannya, artinya masyarakat

tunduk & bersedia melaksanakan tunduk & bersedia melaksanakan

peraturan yang dibuatperaturan yang dibuat

2.

2. Membentuk Masyarakat yang Membentuk Masyarakat yang

berbudaya

berbudaya

3.

3. Membentuk Masyarakat yang Membentuk Masyarakat yang

bermoral

bermoral

4.

4. Membentuk Masyarakat madaniMembentuk Masyarakat madani

(12)

FAKTOR PENGHAMBAT

FAKTOR PENGHAMBAT

TIDAK AKTIFNYA MASYARAKAT

TIDAK AKTIFNYA MASYARAKAT

1.

1. Faktor internal :Faktor internal :

a. Masyarakat masih terbiasa pada pola lama, a. Masyarakat masih terbiasa pada pola lama,

yaitu masyarakat hanya menerima yaitu masyarakat hanya menerima

b. Masyarakat tidak tahu adanya kesempatan b. Masyarakat tidak tahu adanya kesempatan

untuk berpartisipasiuntuk berpartisipasi

c. Masyarakat tidak tahu prosedur partisipasic. Masyarakat tidak tahu prosedur partisipasi

d. Rendahnya kesadaran hukum dikalangan d. Rendahnya kesadaran hukum dikalangan

masyarakatmasyarakat

e. Rendahnya sanksi hukum kpd pelanggar e. Rendahnya sanksi hukum kpd pelanggar

(13)

Lanjutan :

Lanjutan :

2. Faktot Eksternal :

2. Faktot Eksternal :

a. Masyarakat tidak diberi kesempatan untuk a. Masyarakat tidak diberi kesempatan untuk

berpartisipasiberpartisipasi

b. Masih ada anggapan sentralistik yang tidak b. Masih ada anggapan sentralistik yang tidak

sesuai dengan otonomi daerahsesuai dengan otonomi daerah

c. Anggapan bahwa partisipasi masyarakat c. Anggapan bahwa partisipasi masyarakat akan

akan

menghambat pembuatan kebijakan publikmenghambat pembuatan kebijakan publik

d. Kebijakan publik kadang tidak menyentuh d. Kebijakan publik kadang tidak menyentuh

kepentingan masyarakatkepentingan masyarakat

e. Banyak kebijakan publik yang tidak memihak e. Banyak kebijakan publik yang tidak memihak

(14)

KONSEKWENSI TIDAK AKTIFNYA

KONSEKWENSI TIDAK AKTIFNYA

MASYARAKAT DALAM PELAKSANAAN K P

MASYARAKAT DALAM PELAKSANAAN K P

Rendahnya kualitas kebijakan

Rendahnya kualitas kebijakan

Dapat menimbulkan gejolak di

Dapat menimbulkan gejolak di

masyarakat

masyarakat

Terhambatnya pelaksanaan

Terhambatnya pelaksanaan

pembangunan Nasional

pembangunan Nasional

Merosotnya kepercayaan massyarakat

Merosotnya kepercayaan massyarakat

pada Pemerintah

pada Pemerintah

Dapat terjadi anarkhisme di masyarakat

Dapat terjadi anarkhisme di masyarakat

sangat tinggi

(15)

SELAMAT BELAJAR

SELAMAT BELAJAR

 TERIMAKASIH, TERIMAKASIH,

 TANK YOU, TANK YOU,

 MATUR NUWUN, MATUR NUWUN,

“Belajar akan efektif jika dilakukan dalam Belajar akan efektif jika dilakukan dalam suasana menyenangkan”

suasana menyenangkan” ((Peter Kline)Peter Kline)

“Untuk mempelajari sesuatu,

“Untuk mempelajari sesuatu,

praktikanlah”

praktikanlah” (

Referensi

Dokumen terkait

•• PROCEDURAL FAIRNESS yaitu sampai seberapa PROCEDURAL FAIRNESS yaitu sampai seberapa jauh orang yang terkena dampak kebijakan publik jauh orang yang terkena dampak kebijakan

Kebijakan Publik Berdasarkan hukum dan kewenangan yang berlaku Terdiri dari serangkaian kegiatan yang disusun oleh aparat pemerintahan Berorientasi mencapai tujuan Dapat

Oleh karena itu, rumusan kebijakan publik yang berkaitan dengan kesejahteraan rakyat dapat diartikan sebagai suatu sistem kebijakan pemerintah yang terorganisasi dari

diharapkan mahasiswa memahami sebagai berikut: Memahami kebijakan publik yang partisipatif, sebagai pengantar memahami permasalahan kebijakan publik.  Latar Belakang

MASYARAKAT ATAS pemda yang diakses oleh publik (Website, Kotak pos, Peraturan Gubernur Nomor Peraturan Gubernur Nomor Peraturan Gubernur Nomor. KEBIJAKAN PUBLIK dapt diakses

Pada intinya, setiap kebijakan publik yang dibuat oleh pemerintah harus merupakan pilihan dari publik yang menjadi pengguna ( benifisiaris atau customer dalam konsep bisnis).

Oleh karena itu, rumusan kebijakan publik yang berkait dengan kesejahteraan rakyat dapat diartikan sebagai suatu sistem kebijakan pemerintah yang terorganisasi dari pelayanan-pelayanan

Makna Kebijakan Publik Sebagai proses "Process" Oleh karena itu, tidak aneh kalau kemudian banyak yang menyebut bahwa proses kebijakan policy process itu terdiri dari berbagai