KEBIJAKAN PUBLIK
KEBIJAKAN PUBLIK
OTONOMI DAERAH
KOMPETENSI
DASAR: KEBIJAKAN
Tujuan Pembelajaran
Tujuan Pembelajaran
1.
1. Menemukan konsep dasar kebijakan Menemukan konsep dasar kebijakan publik
publik 2.
2. Menjelaskan skema perumusan kebijakan Menjelaskan skema perumusan kebijakan publik
publik 3.
3. Menguraikan pentingnya partisipasi Menguraikan pentingnya partisipasi
masyarakat dalam perumusan kebijakan
masyarakat dalam perumusan kebijakan
publik di daerah
publik di daerah 4.
4. Menemukan contoh kebijakan publik yang Menemukan contoh kebijakan publik yang dikeluarkan oleh pemda
dikeluarkan oleh pemda 5.
5. Menganalisa konsekwensi tidak aktifnya Menganalisa konsekwensi tidak aktifnya masyarakat dalam perumusan kebijakan
masyarakat dalam perumusan kebijakan
publik di daerah
HAKIKAT KEBIJAKAN PUBLIK
HAKIKAT KEBIJAKAN PUBLIK
1.
1.
Pengertian :
Pengertian :
Kebijakan yang dinyatakan atau
Kebijakan yang dinyatakan atau
dikeluarkan oleh Pemerintah, yang
dikeluarkan oleh Pemerintah, yang
memuat program pembangunan yang
memuat program pembangunan yang
akan dijalankan.
akan dijalankan.
2. Proses :
2. Proses :
a. Ditinjau dari proses Kebijakan publik
a. Ditinjau dari proses Kebijakan publik
meliputi Perencanaan, perumusan,
meliputi Perencanaan, perumusan,
penerapan dan implementasi
Alur Proses Kebijakan Publik
Alur Proses Kebijakan Publik
Perumusan Kebijakan Publik, (Pemda & Masy melakukan diskusi, seminar,
dengar pendapat, dll)
Evaluasi Kebijakan publik (masyarakat menilai, Pemda mengevaluasi)
Penerapan Kebijakan Publik melalui Perda Isu atau masalah
Ditinjau dari lembaga
Ditinjau dari lembaga
Proses Perumusan Perda
Proses Perumusan Perda
Peraturan Daerah / Perda Rancangan
PERDA
PEMDA DPRD
Jenis Kebijakan Publik
Jenis Kebijakan Publik
A. Menurut Sifatnya :
A. Menurut Sifatnya :
1. Bersifat Ekstratif : berupa penyerapan sumber 1. Bersifat Ekstratif : berupa penyerapan sumber
material dari masyarakat luasmaterial dari masyarakat luas
2. Bersifat Distributif :Mengalokasikan sumber yang 2. Bersifat Distributif :Mengalokasikan sumber yang
didapat kepada masyarakat luasdidapat kepada masyarakat luas
3. Bersifat regulatif : Kebijakan yang berisi tentang 3. Bersifat regulatif : Kebijakan yang berisi tentang
peraturan dan kewajiban yang harus dipatuhi peraturan dan kewajiban yang harus dipatuhi
masyarakat yang bertujuan menciptakan masyarakat yang bertujuan menciptakan
ketertiban dan kelancaran pembangunan, ketertiban dan kelancaran pembangunan,
jaminan HAM dan mencegah penyalahgunaan jaminan HAM dan mencegah penyalahgunaan
Jenis Kebijakan Publik
Jenis Kebijakan Publik
B. Kebijakan Publik dalam arti Luas : B. Kebijakan Publik dalam arti Luas :
1. Peraturan peraturan yang bersifat tertulis, 1. Peraturan peraturan yang bersifat tertulis,
seperti UU, Kepres, SK Gubernur, SK seperti UU, Kepres, SK Gubernur, SK
Bupati/WalikotaBupati/Walikota
2. Peraturan peraturan yang tidak tertulis 2. Peraturan peraturan yang tidak tertulis
tetapi disepakati oleh masyarakat, seperti tetapi disepakati oleh masyarakat, seperti
norma (Agama, Adat, Hukum, Sosial) dan norma (Agama, Adat, Hukum, Sosial) dan
Jenis Kebijakan Publik
Jenis Kebijakan Publik
C. Ditinjau dari Pembuatnya :
C. Ditinjau dari Pembuatnya :
1. Kebijakan Pemerintah Pusat, yaitu : 1. Kebijakan Pemerintah Pusat, yaitu :
Kebijakan yng dibuat oleh Pemerintah Kebijakan yng dibuat oleh Pemerintah
/lembaga negara untk mengatur seluruh /lembaga negara untk mengatur seluruh
kehidupan warga negara/masyarakat di kehidupan warga negara/masyarakat di
seluruh wilayah RIseluruh wilayah RI
2. Kebijakan Pemda yaitu : Kebijakan yang 2. Kebijakan Pemda yaitu : Kebijakan yang
dibuat oleh lembaga pemerintah daerah dibuat oleh lembaga pemerintah daerah
ARTI PENTING
ARTI PENTING
PARTISIPASI MASYARAKAT
PARTISIPASI MASYARAKAT
1.
1.
Pencerminan kehidupan demokrasi
Pencerminan kehidupan demokrasi
2.
2.
Mewujudkan kebijakan publik yang
Mewujudkan kebijakan publik yang
bermanfaat bagi rakyat
bermanfaat bagi rakyat
3.
3.
Menghindari penyimpangan
Menghindari penyimpangan
kekuasaan
kekuasaan
4.
4.
Pencerminan tanggung jawab warga
Pencerminan tanggung jawab warga
negara terhadap kelangsungan
negara terhadap kelangsungan
MANFAAT
MANFAAT
PARTISIPASI MASYARAKAT
PARTISIPASI MASYARAKAT
1.
1. Membentuk Masyarakat Taat HukumMembentuk Masyarakat Taat Hukum
- Masyarakat sadar akan hak & - Masyarakat sadar akan hak &
kewajibannya, artinya masyarakat kewajibannya, artinya masyarakat
tunduk & bersedia melaksanakan tunduk & bersedia melaksanakan
peraturan yang dibuatperaturan yang dibuat
2.
2. Membentuk Masyarakat yang Membentuk Masyarakat yang
berbudaya
berbudaya
3.
3. Membentuk Masyarakat yang Membentuk Masyarakat yang
bermoral
bermoral
4.
4. Membentuk Masyarakat madaniMembentuk Masyarakat madani
FAKTOR PENGHAMBAT
FAKTOR PENGHAMBAT
TIDAK AKTIFNYA MASYARAKAT
TIDAK AKTIFNYA MASYARAKAT
1.1. Faktor internal :Faktor internal :
a. Masyarakat masih terbiasa pada pola lama, a. Masyarakat masih terbiasa pada pola lama,
yaitu masyarakat hanya menerima yaitu masyarakat hanya menerima
b. Masyarakat tidak tahu adanya kesempatan b. Masyarakat tidak tahu adanya kesempatan
untuk berpartisipasiuntuk berpartisipasi
c. Masyarakat tidak tahu prosedur partisipasic. Masyarakat tidak tahu prosedur partisipasi
d. Rendahnya kesadaran hukum dikalangan d. Rendahnya kesadaran hukum dikalangan
masyarakatmasyarakat
e. Rendahnya sanksi hukum kpd pelanggar e. Rendahnya sanksi hukum kpd pelanggar
Lanjutan :
Lanjutan :
2. Faktot Eksternal :
2. Faktot Eksternal :
a. Masyarakat tidak diberi kesempatan untuk a. Masyarakat tidak diberi kesempatan untuk
berpartisipasiberpartisipasi
b. Masih ada anggapan sentralistik yang tidak b. Masih ada anggapan sentralistik yang tidak
sesuai dengan otonomi daerahsesuai dengan otonomi daerah
c. Anggapan bahwa partisipasi masyarakat c. Anggapan bahwa partisipasi masyarakat akan
akan
menghambat pembuatan kebijakan publikmenghambat pembuatan kebijakan publik
d. Kebijakan publik kadang tidak menyentuh d. Kebijakan publik kadang tidak menyentuh
kepentingan masyarakatkepentingan masyarakat
e. Banyak kebijakan publik yang tidak memihak e. Banyak kebijakan publik yang tidak memihak
KONSEKWENSI TIDAK AKTIFNYA
KONSEKWENSI TIDAK AKTIFNYA
MASYARAKAT DALAM PELAKSANAAN K P
MASYARAKAT DALAM PELAKSANAAN K P
Rendahnya kualitas kebijakan
Rendahnya kualitas kebijakan
Dapat menimbulkan gejolak di
Dapat menimbulkan gejolak di
masyarakat
masyarakat
Terhambatnya pelaksanaan
Terhambatnya pelaksanaan
pembangunan Nasional
pembangunan Nasional
Merosotnya kepercayaan massyarakat
Merosotnya kepercayaan massyarakat
pada Pemerintah
pada Pemerintah
Dapat terjadi anarkhisme di masyarakat
Dapat terjadi anarkhisme di masyarakat
sangat tinggi
SELAMAT BELAJAR
SELAMAT BELAJAR
TERIMAKASIH, TERIMAKASIH,
TANK YOU, TANK YOU,
MATUR NUWUN, MATUR NUWUN,
“
“Belajar akan efektif jika dilakukan dalam Belajar akan efektif jika dilakukan dalam suasana menyenangkan”
suasana menyenangkan” ((Peter Kline)Peter Kline)
“Untuk mempelajari sesuatu,
“Untuk mempelajari sesuatu,
praktikanlah”
praktikanlah” (