PENDAHULUAN
Latar Belakang
Mulut kering, radang gusi dan kanker mulut adalah penyakit mulut yang lebih kompleks (Ningrum et al., 2018). Berbagai penyakit rongga mulut seperti sariawan, periodontitis, dan karies (karies) merupakan penyebab utama bau mulut (Handayani et al., 2016). Menggunakan obat kumur adalah pendekatan lain untuk mencegah dan mengurangi terjadinya karies gigi (karies) dan bau mulut.
Sifat antibakteri dan antimikroba obat kumur dapat mencegah pertumbuhan bakteri penyebab karies gigi, mengurangi plak, melawan bau mulut serta menjaga gigi dan gusi tetap kuat dan sehat (Ahmad Shafi et al., 2018). Smith oleh Mahdi Nur dan Deni Setiawan (2021) sebagai salah satu jurnal referensi dimana ekstrak rimpang segar diformulasikan menjadi sediaan hand sanitizer dan menunjukkan sifat antibakteri yang baik dan dalam jurnal penelitian disebutkan bahwa laporan penelitian sebelumnya oleh Ariharan dkk melaporkan filter ekstraksi etilen glikol Rimpang Costus speciosus merupakan penghambat perkembangan mikroba gram positif Staphylococcus epidermis, Staphylococcus aureus, penghambat bagi mikroba gram negatif Pseudomonas aeruginosa, Salmonella typhimurium dan Escherichia coli (Ariharan 1.20,2). Flavonoid berfungsi sebagai antibakteri dengan cara mengganggu kerja membran sel bakteri dan metabolisme energi (Sapara, Theresia U et al., 2016).
Mekanisme kerja steroid adalah merusak membran lipid yang menyebabkan kebocoran liposom (Sudarmi, Kadek et al., 2017).
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
TINJAUAN PUSTAKA
- Uraian Tumbuhan
- Klasifikasi Tumbuhan
- Sinonim dan Nama Daerah
- Morfologi Tumbuhan
- Manfaat
- Kandungan Kimia
- Simplisia
- Defnisi
- Jenis-Jenis Simplisia
- Teknologi Pembuatan Simplisia
- Ekstraksi
- Proses Ekstraksi
- Ekstraksi Tanaman Obat
- Karies gigi
- Definisi Karies Gigi
- Tanda dan Gejala
- Staphylococcus aureus
- Definisi
- Morfologi
- Mouthwash
- Definisi Mouthwash
- Kegunaan Mouthwash
- Komposisi Mouthwash
- Sifat/Karakteristik Mouthwash
- Media Pertumbuhan Bakteri
- Pewarnaan Gram Bakteri
Sedangkan untuk Indonesia dikenal dengan nama daerah yang berbeda-beda, yaitu pantun pantun (Sunda); mondar-mandir tertawa (Jawa); sitawar (Sumatera Barat); tabar-tabar (Batak); tubu-tubu (Ambon) (Hariana, Arief 2013). Bagian Costus Speciosus (Koenig) J.E Smith memiliki banyak khasiat obat, rimpangnya digunakan untuk sakit kepala; Rebusan pada batang digunakan untuk demam dan disentri; Daunnya digunakan untuk demam; Batang muda digunakan untuk luka, kudis, penyakit kulit, asma, diare, ruam kulit, sakit hidung, batuk, sembelit, kusta, luka, infeksi hidung, anemia, penghangat perut, radang sendi, sebagai penangkal gigitan ular dan untuk . Sedangkan masyarakat Kecamatan Delang Kabupaten Lamandau memanfaatkan bunga dan daun pacing segar sebagai antiseptik dengan cara merebus daun dan bunga pacing segar atau menyeduhnya dengan air panas kemudian air rebusan dinginnya digunakan sebagai obat kumur untuk meredakan sariawan dan mengurangi sariawan. bau mulut .
Pacing Segar memiliki rasa asam, pedas, ringan dan sedikit beracun, mengandung diosgenin (steroid sapogenin), dioscin, sitosterol, tigogenin, gacillin, methyl-triacontane dan 24-hydroxytriacontan-26-one, 24-hydroxytriucontun-27-one, 8-hidroxutriacontan-25-one dan 5-alpha-stimas-9(11)-en3beta (Hariana, Arief 2013). Proses yang digunakan untuk menunjukkan apakah keseimbangan konsentrasi antara zat dan larutan telah tercapai (dalam kisaran yang ditentukan) (tingtur, rebusan, maserasi). Bahan kimia, terutama yang memiliki sifat antibakteri, digunakan untuk mengurangi produksi plak gigi karena sifat antimikrobanya (Kono et al., 2018.
Pewarnaan Gram digunakan untuk mengklasifikasikan bakteri menjadi dua kategori utama berdasarkan sifat kimia dan fisik dinding selnya.
KERANGKA KONSEPTUAL DAN HIPOTESIS
Kerangka Konseptual
Hipotesis
𝐾1 : Pengendalian ekstrak daun dan buah costus speciosus (Koenig) J.E Smith mondar-mandir untuk menentukan DDH formulasi 1. Gambar 2. Kontrol ekstrak daun dan buah pacing segar costus speciosus (Koenig) untuk menentukan DDH formulasi 2. 𝐾3: Kontrol ekstrak daun dan buah Costus Speciosus (Koenig) J.E Smith dari pacing segar untuk menentukan DDH formulasi 3.
Dilakukan pemeriksaan organoleptik sediaan obat kumur ekstrak daun dan buah segar meliputi warna, aroma, rasa dan kejernihan. Hasil obat kumur yang dibuat dari daun dan buah serbu air tawar Costus Speciosus (Koen.) J.E Smith meliputi pengamatan organoleptik dan pengukuran pH. Hasil uji aktivitas antibakteri menunjukkan bahwa sediaan obat kumur ekstrak daun dan buah segar mampu menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus.
Hal ini menunjukkan bahwa obat kumur ekstrak daun dan buah segar berpotensi sebagai antibakteri.
METODE PENELITIAN
Waktu dan Tempat Penelitian
- Waktu Penelitian
- Tempat Penelitian
Desain Penelitian
Variabel Penelitian
- Variabel Bebas
- Variabel Terikat
- Variabel Terkendali
- Variabel Tidak Terkendali
Populasi , Sampel, dan Sampling
- Populasi
- Sampel
- Sampling
Alat dan Bahan
- Alat
- Bahan
Definisi Operasional
Prosedur Penelitian
- Pembuatan Ekstrak Daun Dan Bunga Pasing Tawar
- Rancangan Formulasi
Wadah maserasi ditutup rapat dan disimpan di tempat teduh selama 1 x 24 jam sambil sesekali diaduk. Ekstrak etanol yang dihasilkan kemudian dikumpulkan dan dipekatkan menggunakan pelarut cair dalam rotary evaporator yang diatur pada suhu 40°C. Skrining fitokimia dimaksudkan untuk memastikan bahwa kelompok metabolit sekunder yang diinginkan hadir di dalamnya sebagai terapi.
Aquadest, natrium benzoat, natrium sakarin, tween 80 dan gliserin dicampur dengan zat yang tidak larut dalam air seperti minyak peppermint dan ekstrak daun dan bunga segar (Costus spesiocus), kemudian kedua fase tersebut digabungkan sambil diaduk hingga larut, disaring dan dikemas (Nofita Helfi, dkk., 2018). Uji organoleptik dilakukan dengan cara pemeriksaan fisik bentuk fisik obat kumur yang meliputi bau, rasa, warna dan kejernihan (Nofita Helfi, et al., 2018). Parameter berat jenis didefinisikan sebagai massa per satuan volume pada suhu ruangan tertentu (25oC), yang dihitung dengan bantuan peralatan khusus.
Kemudian 0,05 ml larutan BaCl2 1% dicampur dengan 9,95 ml larutan H2SO4 1% dan dikocok hingga homogen. Kemudian suspensi bakteri diencerkan dengan cara dipipet 0,1 ml ke dalam tabung 9,9 ml yang berisi N, divorteks hingga homogen, konsentrasi suspensi bakteri sama dengan 106 CFU/ml. Kapas lidi steril dicelupkan ke dalam suspensi bakteri hingga basah, kemudian kapas dikompres dengan menekan dinding bagian dalam tabung reaksi, kemudian digoreskan merata pada media hingga tertutup permukaannya.
Cakram kertas kedua direndam dalam kontrol positif yaitu 20 µg larutan antibiotik tetrasiklin, dan cakram kertas ketiga dengan kontrol negatif direndam selama ± 15 menit dalam sediaan obat kumur tanpa zat aktif (ekstrak) dan diulang sebanyak 3 kali. Zona hambat yang terbentuk di sekitar kertas cakram diukur diameter vertikal dan diameter horizontal dalam milimeter (mm) dengan menggunakan jangka sorong.
Analisis Data
Kerangka Kerja (Frame work)
- Alur Pembuatan Simplisia
- Alur Pembuatan Ekstrak Daun dan Buah Pacing Tawar
- Alur Pembuatan Mouthwash Ekstrak Daun Dan Buah Pacing
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui formulasi obat kumur ekstrak daun dan buah Costus Speciosus (Koenig) J.E Smith yang memenuhi syarat mutu sifat fisik sediaan dan untuk mengetahui apakah sediaan tersebut memiliki daya antibakteri sebagai Staphylococcus aureus. Ekstraksi serbuk simplisia dari daun dan buah pacing segar dilakukan dengan metode maserasi dan dengan pelarut etanol 96%. Ekstraksi serbuk simplisia dari daun dan buah pacing segar dalam maserator (wadah maserasi) dilarutkan dengan etanol 96%, perbandingan serbuk simplisia dan pelarut 1:10.
Warna daun segar Costus Speciosus (Koen.) Irama J.E Smith sesuai dengan standar nasional Indonesia. Rasa sederhana daun dan buah segar terasa pahit karena adanya alkaloid di daun dan buah pace sederhana Costus Speciosus (Koen.) J.E Smith. 0,5 g ekstrak daun dan buah perangsang segar + 10 ml air suling yang telah dipanaskan, kemudian dikocok dan didiamkan selama 10 menit.
0,5 g ekstrak segar daun dan buah ikat + 2 ml H2SO4 pekat + kocok perlahan + biarkan beberapa menit. Evaluasi organoleptik sediaan obat kumur meliputi ekstrak segar daun dan buah Costus Speciosus (Koen.) J.E. Smith selama 14 hari penyimpanan dari tabel menunjukkan bahwa sifat organoleptik ekstrak segar daun dan buah obat kumur tidak mengalami perubahan. Viskositas merupakan nilai yang menunjukkan satuan viskositas media pendispersi larutan, dan pengukuran viskositas ketiga formula pada temperatur menunjukkan bahwa obat kumur ekstrak daun dan buah segar memiliki viskositas yang rendah.
Tujuan penggunaan kontrol positif adalah untuk membandingkan diameter hambat obat kumur dari ekstrak daun dan buah pacing air tawar Costus Speciosus (Koenig) J.E. Smith, diproduksi dengan antibiotik tetrasiklin hcl, yang efektif melawan bakteri Staphylococcus aureus. Pada uji formulasi yang dilakukan, didapatkan sediaan obat kumur yang terbuat dari ekstrak daun dan buah pacing Costus speciosus (Koenig) J.E. Smith tidak memenuhi persyaratan mengenai mutu fisik sediaan 3. Perlu dilakukan penelitian lanjutan tentang kandungan bahan aktif sediaan obat kumur dari tanaman air tawar Costus speciosus (Koenig) J. E. Smith.
Penelitian lebih lanjut diperlukan pada sediaan obat kumur dari pabrik peleburan Pacing Costus speciosus (Koenig) J.E Smith.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Determinasi Tumbuhan Pacing Tawar
Seluruh tumbuhan untuk percepatan air tawar yang diambil dari Desa Kudangan Kecamatan Delang Kabupaten Lamandau kemudian dilakukan identifikasi di Laboratorium FMIPA Universitas Lambung Mangkurat Banjarbaru untuk menentukan identitas tumbuhan yang akan digunakan dalam penelitian. Hasil determinasi menunjukkan tanaman yang digunakan dalam penelitian ini adalah Costus Speciosus (Koen.) J.E Smith atau lebih dikenal (Pacing Bargain) dengan nomor surat: 155/LB.LABDASAR/IX/2021.
Pengumpulan Bahan Dan Pengolahan Simplisia Daun Dan Buah Pacing
Kadar air simplisia merupakan besaran kritis yang dapat mengubah kualitasnya secara signifikan, untuk menentukan baik tidaknya simplisia tersebut. Pada penentuan kadar air simplisia daun dan buah segar pada kecepatan didapatkan kadar air dibawah 10%, sehingga disimpulkan simplisia telah memenuhi persyaratan kadar air simplisia.
Ekstraksi Serbuk Simplisia Daun Dan Buah Pacing Tawar
Standarisasi Simplisia
- Standarisasi Non Spesifik
- Standarisasi Spesifik
Tujuan penelitian identifikasi bahan baku yang digunakan untuk membuat simplisia daun dan buah tempo segar adalah untuk menetapkan identitas yang objektif dari suatu nama. Bau yang diperoleh dari simplisia normal merupakan bau yang khas, hasil yang diperoleh dari simplisia buah pacing segar juga memiliki aroma yang harum dan berwarna coklat sehingga sesuai dengan standar nasional Indonesia. Setelah dilakukan pemeriksaan kandungan fitokimia, ternyata simplisia daun dan buah pacing segar banyak mengandung senyawa kimia seperti alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, fenol dan steroid.
Karena formulasi obat kumur menggunakan ekstrak daun dan buah Costus Speciosus (Koen.) J.E Smith dimaksudkan sebagai agen antibakteri, maka parameter pH standar harus berada dalam kisaran nilai pH ideal untuk pertumbuhan bakteri. Ekstrak daun dan buah pace segar diketahui mengandung komponen aktif seperti flavonoid, alkaloid, steroid, tanin, saponin dan terpenoid. Berdasarkan uji skrining fitokimia dengan metode tabung, tanaman markisa air tawar Costus speciosus (Koenig) J.E Smith diketahui memiliki metabolit sekunder saponin, tanin, flavonoid, alkaloid, fenol, dan terpenoid.
Formulasi dan Uji Aktivitas Antibakteri Streptococcus mutans Sediaan Obat Kumur Ekstrak Daun Syzygium (Syzygium polyanthum (Wight) Walp.). Pengembangan formulasi obat kumur dari ekstrak daun jambu biji (Psidium guajava L.) dengan variasi konsentrasi sodium lauril sulfat dan sorbitol. Uji Fitokimia dan Daya Hambat Ekstrak Daun Juwet (Syzygium cumini) Terhadap Pertumbuhan Escherichia coli DAN Staphylococcus aureus ATCC.
Hasil Skrining Fitokimia dengan Metode Uji Reaksi Tabung
Hasil Evaluasi Mouthwash Ekstrak Daun dan Buah Pacing Tawar
- Uji Organoleptik
- Uji pH
- Cycling Test
- Uji Bobot Jenis
- Uji Viskositas
- Uji Antibakteri
Hal ini membuktikan bahwa pelarut yang digunakan tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus pada sediaan obat kumur. Formulasi Ekstrak Biji Kakao Obat Kumur Pencegah Plak Gigi (Theobroma Cacao L) dan Uji Efikasi terhadap Bakteri Streptococcus mutans. Uji antibakteri formula obat kumur kulit nanas (Ananas Comosus L. MERR) terhadap bakteri Staphylococcus aureus.
KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Saran
Obat kumur herbal yang mengandung ekstrak etil asetat Kulit Kayu Bintaro (Cerberra odollam gaertn) Sebagai antibakteri Streptococcus mutans penyebab plak gigi. Kandungan terpenoid daun tin (Ficus carica L.) sebagai antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus resisten metisilin.