Laporan:
UJI VALIDITAS DAN RELIABELITAS TERHADAP DATA HASIL UJI ISNTRUMEN
Dosen Pengampu:
Setia Ningsih S.Pd,. M.Si Dr. Abdul Dabar Mohidin M. Pd
Di Susun Oleh: :
Rifindu Putra Oktafian (413421003)
PROGRAM STUDI STATISTIKA JURUSAN MATEMATIKA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS NEGERI GOTRONTALO
2023
DAFTAR ISI
DAFTAR ISI...2
BAB I PENDAHULUAN...4
1.1 Uji Validitas Biserial...4
1.2 Uji Validitas Pearson Product Momen...5
1.3 Uji validitas dengan Analisis Faktor...5
1.4 Uji Validitas dengan Analisis Faktor...6
1.5 Uji Reliabilitas...8
BAB II DESKRIPSI KERJA...10
2.1 Uji Validitas Biserial...10
2.2 Uji Validitas Product Momen Pearson...13
2.3 Analisi Faktor...17
2.4 Uji Reliabilitas...20
BAB III PEMBAHASAN...25
3.1 Uji Validitas Biserial...25
3.2 Uji Validitas Product Momen Pearson...27
3.3 Analisis Faktor...29
3.4 Uji Reliable...31
BAB IV PENUTUP...34
4.1 Kesimpulan...34
4.2 Saran...34
DAFTAR PUSTAKA...35
i
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Uji Validitas Biserial
Uji validitas dengan menggunakan teknik korelasi point biserial adalah teknik dalam statistika yang digunkan untuk mengestimasitingkat korelasi (hubungan) diantara data berskala dikotomus (data yang memiliki skala nominal) dengan data yang berskala interval/rasio (dalam Brown (1988,p.150). dalam hal ini praktikan ingin menguji tingkat hubungan antara variabel data atau item yang berskala dikotomus dan total dari item yang berupa skor yang berskala interval.
Untuk menghitung koefisien korelasi poin biserial. Dapat dihitung dengan mengunakan rumus sebagai berikut:
rpbi=Mp−Mq St
Dimana:
r = koefisien korelasi point biserial
Mp = jumlah responden yang menjawab benar Mq = jumlah responden yang menjawab salah
St = standar deviasi untuk semua item
P =proporsi responden yang menjawab benar Q = proporsi responden yang menjawab benar
Jika koefisien korelasi dari seluruh item telah diperoleh, selanjutnya menentukan angka tekecil sebagai nilai yang dianggap cukup “tinggi” sebagai indikator adanya konsistensi anatar skor item dan skor keseluruhan. Dalam kasus ini tidak ada teori yang menyatakan dengan tegas bahwa ada batasan nilai terendahnya. Prinsip utama darai pemilihan item dengan melihata nilai korelasi dan mencari nilai korelasi yang setinggi mungkin dan menyingkirkan nilaikorelasi yang bernilai mines (-) atau nilai korelasi yang semakin mendekati nol (0,00).
Namun menurut Friedenberg (1995) umunya dalam pegembangan dan penyususnan skala- skala psikologi, nilai koefisien yang digunakan minimal bernialai 0,30. Sehingga menjadi batas untuk menentukan item yang digunakan dan disingkirkan. Jika nilai korelasinya di bawah 0,30 item dapat disingkirkan dan untuk item yang memiliki nilai korelasi diatass 0,30 dapat digunakan dengan tetap mengikuti asumsi koreleasi dimana semakin mendekati 1,00 maka korelasi semakin kuat (validitasnya semakin konsisten)
3
1.2 Uji Validitas Pearson Product Momen
Pengujian validitas menggunakan uji Pearson Product Moment merupakan salah satu uji korelasi terhadap dua variabelyang memiliki skala interval atau rasio, dimana hasil dari uji korelasi ini memiliki kesamaan dengan nilai korelasi yang sama dengan uji korelasi yang lainnya yakni memiliki nilai yang berselang dari -1 sampai 1 (-1≤ 0 ≥1) dimana nilai -1 mengartikan memiliki hubungan nigatif sempurna, 0 mengartikan tidak ada hubungan antar variabel dan nilai 1 mengartikan ada hubungan positif yang sempurna.
Dari nilai korelasi yang berselang dari -1 sampai 1 diatas dapat diartikan bahwa semakin nilai korelasi mendekati 1 atau -1 maka hubungan antar variabel semakin erat. Sedangkan jika semakin mendekati 0 maka hubungan antar variabel semakin lemah.
Dalam menghitung nilai koefisien korelasi Pearson dapat dihitung dengan rumus:
n ∑Y2
¿
∑Y¿2
∑ X¿2¿ n ∑ X2−¿
¿
√¿
rxy=n ∑ XY−(∑ X)(∑Y)
¿ Di mana:
rxy: koefisien korelasi r pearson n: jumlah sampel/observasi
x: variabel bebas/variabel pertama y: variabel terikat/variabel kedua.
1.3 Uji validitas dengan Analisis Faktor
Dalam studi perilaku dan sosial, peneliti membutuhkan pengembangan pengukuran untuk bermacam-macam variabel yang tidak dapat diukur secara langsung, seperti tingkah laku, pendapat, intelegensi, personality dan lain-lain. Faktor analisis adalah metode yang dapat digunakan untuk pengukuran semacam itu. (Subash Sharma, 1996).
Tujuan dari analisis faktor adalah untuk menggambarkan hubungan- hubungan kovarian antara beberapa variabel yang mendasari tetapi tidak teramati, kuantitas random yang disebut faktor, (Johnson &Wichern, 2002). Vektor random teramati X dengann p komponen, memiliki rata-rata μ dan matrik kovarian . Model analisis faktor adalah sebagai berikut :
X1−μ1=l1F1+l2F2+…+l1mF1m+ε1
4
Xp−μp=lp1F1+lp2F2+…+lpmFm+εp
Atau dapat ditulis dalam notasi matriks sebagai berikut:
Xpxl=μpxl+LpxlFpxl+εpxl Keterangan:
μi = rata-rata vaeiabel i εi = faktor spesifik ke-i Fj = common faktor ke-j
lij = loading dari variabel ke=i pada faktor ke-j
Bagian dari variabel-variabel ke-idari m common faktor disebut komunalitas ke-i yang merupakan jumalah kuadarat dari loading variabel ke-i pada m common faktor (Jhonson &
Whichern, 20202), dengan rumus:
hi2=li21+li22+…+lℑ2
Salah satu fungsi dari analysis factor adalah pengujian validitas. Dalam pengujian validitas dilakukan pengujian pada butir-butir instrument dan kemudian dirangkum menjadi factor yang lebih sedikit dan sederhana.
Dalam melakukan pengujian validitas mengunakan analisis factor, sebelumnya harus memenuhi asumsi KMO. Uji KMO bertujuan untuk mengetahui apakah semua data yang telah terambil telah cukup untuk difaktorkan. Hipotesis dari KMO adalah sebagai berikut:
Hipotesis:
H0 = jumlah data cukup untuk difaktorkan H1 = Jumlah data tidak cukup untuk difaktorkan Statistika uji:
KMO=
∑
i=1 p∑
j=1 prij2
∑
i=1 p∑
j=1 prij2+
∑
i=1 p
∑
j=1 paij2 i = 1, 2, 3, ..., p dan j = 1, 2, ..., p
rij = Koefisien korelasi antara variabel i dan j
aij = Koefisien korelasi parsial antara variabel i dan j
Apabila nilai KMO lebih besar dari 0,5 maka terima Ho sehingga dapat disimpulkan jumlah data telah cukup difaktorkan. Dengan kata lain uji KMO merupakan asumsi yang harus terpenuhi sebelum melakukan analisis factor.
1.4 Uji Validitas dengan Analisis Faktor
5
Pengujian validitas menggunakan analisis factor merupakan pengujian yang dilakukan terhadap 2 variabel dengan setiap butirnya dengan memperhatikan nila rotasi matriksnya.
Dalam studi perilaku dan sosial, peneliti membutuhkan pengembangan pengukuran untuk bermacam-macam variabel yang tidak dapat diukur secara langsung, seperti tingkah laku, pendapat, intelegensi, personality dan lain-lain. Faktor analisis adalah metode yang dapat digunakan untuk pengukuran semacam itu. (Subash Sharma, 1996).
Tujuan dari analisis faktor adalah untuk menggambarkan hubungan- hubungan kovarian antara beberapa variabel yang mendasari tetapi tidak teramati, kuantitas random yang disebut faktor, (Johnson &Wichern, 2002). Vektor random teramati X dengann p komponen, memiliki rata-rata μ dan matrik kovarian . Model analisis faktor adalah sebagai berikut :
X1−μ1=l1F1+l2F2+…+l1mF1m+ε1 Xp−μp=lp1F1+lp2F2+…+lpmFm+εp
Atau dapat ditulis dalam notasi matriks sebagai berikut:
Xpxl=μpxl+LpxlFpxl+εpxl Keterangan:
μi = rata-rata vaeiabel i εi = faktor spesifik ke-i Fj = common faktor ke-j
lij = loading dari variabel ke=i pada faktor ke-j
Bagian dari variabel-variabel ke-i dari m common faktor disebut komunalitas ke-i yang merupakan jumalah kuadarat dari loading variabel ke-i pada m common faktor (Jhonson &
Whichern, 20202), dengan rumus:
hi2=li21+li22+…+lℑ2
Salah satu fungsi dari analysis factor adalah pengujian validitas. Dalam pengujian validitas dilakukan pengujian pada butir-butir instrument dan kemudian dirangkum menjadi factor yang lebih sedikit dan sederhana.
Dalam melakukan analisis factor, ada asumsi yang harus terpenuhi, yakni KMO. Uji KMO bertujuan untuk mengetahui apakah semua data yang telah terambil telah cukup untuk difaktorkan. Hipotesis dari KMO adalah sebagai berikut:
Hipotesis:
H0 = jumlah data cukup untuk difaktorkan H1 = Jumlah data tidak cukup untuk difaktorkan Statistika uji:
6
KMO=
∑
i=1 p∑
j=1 prij2
∑
i=1 p∑
j=1 prij2+
∑
i=1 p
∑
j=1 paij2 i = 1, 2, 3, ..., p dan j = 1, 2, ..., p
rij = Koefisien korelasi antara variabel i dan j
aij = Koefisien korelasi parsial antara variabel i dan j
Apabila nilai KMO lebih besar dari 0,5 maka terima Ho sehingga dapat disimpulkan jumlah data telah cukup difaktorkan. Dengan kata lain uji KMO merupakan asumsi yang harus terpenuhi sebelum melakukan analisis factor.
1.5 Uji Reliabilitas
Reliabilitas berasal dari kata reliability. Pengertian dari reliability (rliabilitas) adalah keajegan pengukuran (Walizer, 1987). Sugiharto dan Situnjak (2006) menyatakan bahwa reliabilitas menunjuk pada suatu pengertian bahwa instrumen yang digunakan dalam penelitian untuk memperoleh informasi yang digunakan dapat dipercaya sebagai alat pengumpulan data dan mampu mengungkap informasi yang sebenarnya dilapangan. Ghozali (2009) menyatakan bahwa reliabilitas adalah alat untuk mengukur suatu kuesioner yang merupakan indikator dari peubah atau konstruk. Suatu kuesioner dikatakan reliabel atau handal jika jawaban seseorang terhadap pernyataan adalah konsisten atau stabil dari waktu ke waktu. Reliabilitas suatu test merujuk pada derajat stabilitas, konsistensi, daya prediksi, dan akurasi. Pengukuran yang memiliki reliabilitas yang tinggi adalah pengukuran yang dapat menghasilkan data yang reliable.
Menurut Masri Singarimbun, reliabilitas adalah indeks yang menunjukkan sejauh mana suatu alat ukur dapat dipercaya atau dapat diandalkan. Bila suatu alat pengukur dipakai dua kali – untuk mengukur gejala yang sama dan hasil pengukuran yang diperoleh relative konsisten, maka alat pengukur tersebut reliable. Dengan kata lain, reliablitas menunjukkan konsistensi suatu alat pengukur di dalam pengukur gejala yang sama.
Menurut Sumadi Suryabrata (2004: 28) reliabilitas menunjukkan sejauh mana hasil pengukuran dengan alat tersebut dapat dipercaya. Hasil pengukuran harus reliabel dalam artian harus memiliki tingkat konsistensi dan kemantapan.
7
Reliabilitas, atau keandalan, adalah konsistensi dari serangkaian pengukuran atau serangkaian alat ukur. Hal tersebut bisa berupa pengukuran dari alat ukur yang sama (tes dengan tes ulang) akan memberikan hasil yang sama, atau untuk pengukuran yang lebih subjektif, apakah dua orang penilai memberikan skor yang mirip (reliabilitas antar penilai). Reliabilitas tidak sama dengan validitas. Artinya pengukuran yang dapat diandalkan akan mengukur secara konsisten, tapi belum tentu mengukur apa yang seharusnya diukur. Dalam penelitian, reliabilitas adalah sejauh mana pengukuran dari suatu tes tetap konsisten setelah dilakukan berulang-ulang terhadap subjek dan dalam kondisi yang sama. Penelitian dianggap dapat diandalkan bila memberikan hasil yang konsisten untuk pengukuran yang sama. Tidak bisa diandalkan bila pengukuran yang berulang itu memberikan hasil yang berbeda-beda.
Tinggi rendahnya reliabilitas, secara empirik ditunjukan oleh suatu angka yang disebut nilai koefisien reliabilitas. Reliabilitas yang tinggi ditunjukan dengan nilai rxx mendekati angka 1.
Kesepakatan secara umum reliabilitas yang dianggap sudah cukup memuaskan jika ≥ 0.700.
Pengujian reliabilitas instrumen dengan menggunakan rumus Alpha Cronbach karena instrumen penelitian ini berbentuk angket dan skala bertingkat. Rumus Alpha Cronbach sebagai berikut :
r11=
(
n−1n) (1−∑σσtt2
2 )
Dimana :
�11 : reliabilitas yang dicari
n : jumlah item pertanyaan yang diuji
∑ �2 : jumlah varians skor tiap-tiap item
�2 : varians total
Jika nilai alpha > 0.7 artinya reliabilitas mencukupi (sufficient reliability) sementara jika alpha
> 0.80 ini mensugestikan seluruh item reliabel dan seluruh tes secara konsisten memiliki reliabilitas yang kuat. Atau, ada pula yang memaknakannya sebagai berikut:
Jika alpha > 0.90 maka reliabilitas sempurna. Jika alpha antara 0.70 – 0.90 maka reliabilitas tinggi. Jika alpha 0.50 – 0.70 maka reliabilitas moderat. Jika alpha < 0.50 maka reliabilitas rendah. Jika alpha rendah, kemungkinan satu atau beberapa item tidak reliabel.
�
�
8
BAB II DESKRIPSI KERJA
Data yang digunakan dalam pengujian merupakan data simulasi (data karangan) terkecuali pada data yang digunakan dalam pengujian validitas dengan menggunakan metode point biserial.
Data yang digunakan apada setiap pengujian berbeda sehingga data hasil dari pengujian berbeda-beda dalam kesimpulanya.
2.1 Uji Validitas Biserial
Data yang digunakan dalam pengujian merupakan hasil uji coba instrument bentuk tes (dikotomi) terhadap 30 responden dengan 10 butir pertanyaan dengan variabel penelian kemampuan berpikir kritis matematis, berikut datanya:
Tabel 2.1 Data Hasil Uji Instrumen No
Nomor Butir Total
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10
2 1 1 1 0 1 1 1 0 0 1 7
3 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 9
4 1 1 1 1 1 0 0 1 1 1 8
5 1 0 0 0 1 0 0 0 0 0 2
6 1 1 0 1 1 1 1 0 0 1 7
7 1 0 0 1 1 0 0 1 1 0 5
8 1 1 0 1 1 0 0 1 0 0 5
9 0 0 1 1 0 0 0 1 1 1 5
10 1 1 0 0 1 1 1 1 1 1 8
11 0 1 1 1 0 0 0 1 1 1 6
12 0 1 0 0 0 1 1 0 0 0 3
13 1 1 0 1 1 0 0 0 0 0 4
14 0 0 1 1 0 0 0 0 1 1 4
15 1 1 1 1 1 1 1 0 0 0 7
16 1 0 0 0 1 1 1 1 1 1 7
17 1 1 1 1 1 1 1 0 0 1 8
18 1 1 0 1 1 1 1 1 0 0 7
19 1 1 1 1 1 0 0 0 0 0 5
20 1 1 1 1 1 0 0 1 1 1 8
21 1 1 0 1 1 1 1 0 0 1 7
22 0 1 0 0 0 1 1 1 0 0 4
23 1 1 0 1 1 1 1 0 1 0 7
24 1 1 1 1 0 1 1 0 0 1 7
25 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 8
26 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 9
27 0 1 0 0 0 1 1 0 1 1 5
28 1 0 0 0 1 0 0 0 0 0 2
29 1 1 1 0 0 0 1 1 0 1 6
30 0 1 1 0 0 0 1 1 1 1 6
Keterangan:
SALAH = 0 BENAR = 1
Dalam melakukan uji validitas biserial, praktikan menggunakan Software SPSS 25 dalam melakukan pengujian, berikut langkah pengujinya.
1. Buka software SPSS 25
2. Klik variabel view untuk membuat variabel dari data kasus. Pada kasus ini variabel yang digunakan adalah Butir 1 sampai 10 dan total dari jawaban yang menjawab 1 atau BENAR.
Gambar 2.1 Variabel View
3. Klik data view untuk menampilkan data.
Gambar 2.2 Data View
4. Lakukan uji validitas biserial dengan klik Analyze → Scale → Reliability Analysis Seperti pada gambar berikut:
Gambar 2.3 Menu Analyze
5. Maka akan ditampilkan kotak dialog. Pindahkan Semua Variabel ke kotak items, lalu klik menu statistics. Seperti gambar berikut.
Gambar 2.4 Kotak Dialog
6. Maka akan menampilkan gambar seperti dibawah ini, centang Correlation pada menu inter-item lalu klik
Gambar 2.5 Menu Statistics 7. continue > OK
2.2 Uji Validitas Product Momen Pearson
Data yang digunakan merupakan data simulasi yang memiliki skala dari 1 sampai 4 yang terdiri dari 10 butir pertanyaan yang dijawab oleh 30 Responden, Berikut datanya:
T a b el 2.
2 D at a H as
Nomor Butir Total
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
il U ji K ui si
o1 2 4 3 3 4 4 2 4 2 4 32
2 4 4 3 4 2 4 1 4 4 2 32
3 4 4 3 4 2 4 4 3 4 3 35
4 4 4 1 4 3 4 4 4 2 4 34
5 2 4 1 4 2 2 2 4 2 3 26
6 4 2 4 3 3 4 3 2 4 4 33
7 2 3 2 4 3 2 3 4 4 4 31
8 2 4 4 3 4 4 4 3 3 2 33
9 4 3 4 4 1 2 4 1 2 4 29
10 4 4 3 3 3 3 2 4 4 3 33
11 4 4 4 1 4 4 3 4 3 4 35
12 1 2 3 3 3 4 2 4 4 3 29
13 4 4 3 4 4 4 3 4 1 4 35
14 1 3 1 4 4 2 3 4 2 4 28
15 3 4 4 4 3 4 4 2 4 2 34
16 4 3 4 4 4 2 1 4 4 1 31
17 3 4 4 4 4 4 3 3 4 1 34
18 4 4 4 1 4 4 4 3 3 4 35
19 4 3 2 4 4 4 3 4 4 4 36
20 3 4 2 4 2 4 4 4 3 3 33
21 4 3 4 2 2 4 4 3 4 4 34
22 1 4 3 4 2 3 2 4 3 1 27
23 3 4 4 3 4 3 4 4 4 3 36
24 4 4 3 4 4 4 4 4 3 4 38
25 3 4 4 4 4 3 4 4 3 2 35
26 4 4 4 4 2 3 4 3 4 4 36
27 3 2 4 1 4 4 2 3 1 4 28
28 3 4 1 1 2 1 2 2 2 1 19
29 4 4 1 1 2 4 3 1 2 3 25
30 1 1 2 4 4 4 3 3 4 2 28
Dalam melakukan uji Validitas menggunakan Product Moment Pearson, praktikan menggunakan Software SPSS 25 dalam melakukan pengujian. Langkah - langkah untuk pengujian Uji Validitas Pearson sebagai berikut :
1. Buka software SPSS,
2. Klik variabel view untuk membuat variabel dari data kasus. Pada kasus ini variabel yang digunakan adalah No. Responden, Butir soal 1 sampai 10 dan Skor total dari jawaban responden.
Gambar 2.6 Kontak Dialog Variable View
3. Kemudian klik data view untuk menampilkan data setiap variable. Seperti gambar dibawah ini:
Gambar 2.7 Kontak Dialog Data View
4. Pada menu SPSS pilih menu Analyze → Corralate → Bivariate Seperti gambar dibawah ini:
Gambar 2.8 Data Analyze Corralate
5. Pada Kotak Dialog masukkan variable Butir 1 sampai 7 dan Skor Total pada kotak Test Variables. Kemudian pada bagian Corralate Coefisient klik Pearson
Gambar 2.9 Kotak Dialog 6. Kemudian klik OK.
2.3 Analisi Faktor
Dalam pengujian validitas mengunakan analisis faktor, praktikan menggunakan data hasil uji coba instrument yang diperoleh dari internet dengan syarat data memenuhi uji validitas instrumen menggunakan analisis fakor yakni data harus berskala liker dan variabel laten.jenis instrument yang digunakan merupakan kuesioner sebanyak 30 responden Variabel yang digunakan adalah merek pizza (X) dan persepsi harga (Y). data hasil uji coba instrument sebagai berikut:
Tabel 2.3 Data Hasil Uji Kuisioner
x1 x2 x3 x4 y1 y2 y3
2 2 1 3 2 3 4
4 3 3 2 2 3 2
2 2 2 2 1 1 2
4 2 2 4 4 1 3
1 2 3 1 1 1 2
2 4 2 3 1 3 3
1 2 3 4 4 2 4
4 2 1 1 2 3 3
1 4 3 4 3 3 3
4 2 4 1 4 3 4
3 2 1 1 3 3 2
2 1 1 1 3 2 4
4 2 2 4 1 3 2
3 3 1 2 3 4 3
4 2 2 3 2 1 3
2 4 3 4 1 1 3
3 4 3 4 3 1 4
4 1 3 4 3 2 2
1 3 3 3 3 3 1
4 1 2 3 3 1 3
1 1 4 2 2 1 2
2 3 3 2 3 2 1
4 3 2 2 2 4 2
2 3 1 2 1 4 4
4 3 1 1 4 2 4
3 3 4 1 2 4 2
4 1 1 3 3 4 4
2 1 4 4 4 3 1
3 2 1 1 1 3 3
1 2 4 2 1 4 4
Dimana :
x1 : butir item 1 pada variabel X x2 : butir item 2 pada variabel X x3 : butir item 3 pada variabel X x4 : butir item 4 pada variabel X y1 : butir item 1 pada variabel Y y2 : butir item 2 pada variabel Y y3 : butir item 3 pada variabel Y
dalam pengujian validitas menggunaka analisis faktor praktikan menggunakn software SPSS 25 dalam pengujian. Langka-langkahnya sebagai berikut:
1. Buka Software SPSS 25
2. Pada lembar kerja SPSS, plih dan klik menu Variabel view untuk membuat variabel dari data kasus yang digunakan, seperti pada gambar berikut:
Gambar 2.10 Variabel View
3. Selanjutnya pilih dan klik Data View kemudian input atau masukan data yang kasus, seperti pada gambar
Gambar 2.11 Data View
4. Kemudian klik Analyze dimensieon factor. Seperti pada gamabarberikut:
Gambar 2.12 Analisis factor
5. Pada kotak dialog factor Analysis masukan variabel jagung, kacang tanah, kacang hijau, palawija, padi sawah dan ubi kayu pada bagian variabels. Sepeti pada gambar:
Gambar 2.13 Factor Analyzis
6. Selanjtnya klik Descriptives pada kolom statistics dan beri centang pada initial solution dan pada kolom correlation matrix beri centang KMO Barllett’s pf sphericity. Seperti pada gambar berikut:
Gambar 2.14 Descriptives 7. Selanjutnya klik Rotation dan pada kolom Method pilih Varimax.
Gambar 2.15 Rotation 8. Kemudian klik continue kemudian OK
2.4 Uji Reliabilitas
Data yang digunakan merupakan data simulasi yang memiliki skala dari 1 sampai yang terdiri dari 10 butir pertanyaan yang dijawab oleh 30 Responden, Berikut datanya:
Tab el 2.3 Dat a Kui sion
er Skal aXN o
Nomor Butir
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
1 2 4 3 3 4 4 2 4 2 4
2 4 4 3 4 2 4 1 4 4 2
3 4 4 3 4 2 4 4 3 4 3
4 4 4 1 4 3 4 4 4 2 4
5 2 4 1 4 2 2 2 4 2 3
6 4 2 4 3 3 4 3 2 4 4
7 2 3 2 4 3 2 3 4 4 4
8 2 4 4 3 4 4 4 3 3 2
9 4 3 4 4 1 2 4 1 2 4
10 4 4 3 3 3 3 2 4 4 3
11 4 4 4 1 4 4 3 4 3 4
12 1 2 3 3 3 4 2 4 4 3
13 4 4 3 4 4 4 3 4 1 4
14 1 3 1 4 4 2 3 4 2 4
15 3 4 4 4 3 4 4 2 4 2
16 4 3 4 4 4 2 1 4 4 1
17 3 4 4 4 4 4 3 3 4 1
18 4 4 4 1 4 4 4 3 3 4
19 4 3 2 4 4 4 3 4 4 4
20 3 4 2 4 2 4 4 4 3 3
21 4 3 4 2 2 4 4 3 4 4
22 1 4 3 4 2 3 2 4 3 1
23 3 4 4 3 4 3 4 4 4 3
24 4 4 3 4 4 4 4 4 3 4
25 3 4 4 4 4 3 4 4 3 2
26 4 4 4 4 2 3 4 3 4 4
27 3 2 4 1 4 4 2 3 1 4
28 3 4 1 1 2 1 2 2 2 1
29 4 4 1 1 2 4 3 1 2 3
30 1 1 2 4 4 4 3 3 4 2
Dalam melakukan pengujian Reliabilitas, Praktikan menggunakan software SPSS 25 dalam pengujiannya. berikut langkah - langkah untuk pengujian Uji Reliabilitas sebagai berikut :
1. Buka software SPSS,
2. klik variabel view untuk membuat variabel dari data. Pada data ini variabel yang digunakan adalah Nomor Responden dan Butir Soal 1 sampai 7.
Gambar 2.16 Variabel View 3. Klik data view untuk menampilkan data
Gambar 2.17 Data View
4. Lakukan uji Reliabilitas dengan Analyze → Scale → Reliability Analysis seperti gambar dibawah ini:
Gambar 2.18 Menu Analyze
5. Pada kotak Dialog masukan variabel Butir 1 sampai 10 pada items. Lalu klik Statistics:
Gambar 2.19 Kotak Dialog
6. Pada menu statistics Centang sign if item deleted pada descriptive for, lalu klik Continue dan OK untuk menampilkan output.
Gambar 2.20 Menu Statistics
BAB III PEMBAHASA
N
Dari bab sebelumnya kita sudah melakukan pengujian data masing-masing uji menggunakan software SPSS, selanjutnya kita akan melakukan pengujian hipotesis menggunakan statistik uji dengan hasil output dari software SPSS yang telah kita bahas pada bab sebelumnya.
3.1 Uji Validitas Biserial
Dalam langkah-langkah yang telah kita lakukan pada deskripsi kerja kita mendapatkan output sebagai berikut :
Tabel 3.1 Output Case Proccesing Summary
Case Processing Summary
N %
Cases Valid 30 100.0
Excludeda 0 .0
Total 30 100.0
a. Listwise deletion based on all variables in the procedure.
Dari Tabel Output di atas dapat diketahui jumlah N yang valid adalah sebanyak 30. Lalu dengan menggunakan α = 0,05 dan N=30 di peroleh nilai Rtabel sebesar 0,361.
Tabel 3.2 Output Reliability Statistics Reliability Statistics
Cronbach's Alpha
Cronbach's Alpha Based
on Standardized
Items N of Items
.670 .660 11
Dari tabel output di atas dapat kita ketahui bahwa nilai Cronbach’s Alpha adalah sebesar 0,719 yang mana ini lebih dari 0,7 sehingga butir soal di nyatakan RELIABEL
Tabel 3.3 Inter-Item Correlation Matrix
Inter-Item Correlation Matrix Butir1
Butir 2
Butir 3
Butir 4
Butir 5
Butir 6
Butir 7
Butir 8
Butir 9
Butir
10 Total Butir1 1.000 .118 -.079 .279 .843 .154 .071 -.042 -.313 -.129 .412 Butir2 .118 1.000 .167 .177 .036 .404 .484 .033 -.235 .102 .511 Butir3 -.079 .167 1.000 .283 -.218 -.202 -.069 .134 .067 .544 .402 Butir4 .279 .177 .283 1.000 .309 -.048 -.245 .047 .048 .000 .426 Butir5 .843 .036 -.218 .309 1.000 .161 -.045 -.029 -.161 -.238 .358 Butir6 .154 .404 -.202 -.048 .161 1.000 .870 -.144 -.186 .110 .494 Butir7 .071 .484 -.069 -.245 -.045 .870 1.000 -.018 -.172 .226 .494 Butir8 -.042 .033 .134 .047 -.029 -.144 -.018 1.000 .413 .191 .396 Butir9 -.313 -.235 .067 .048 -.161 -.186 -.172 .413 1.000 .302 .216 Butir10 -.129 .102 .544 .000 -.238 .110 .226 .191 .302 1.000 .527 Total .412 .511 .402 .426 .358 .494 .494 .396 .216 .527 1.000
Dari tabel output di atas dapat kita ketahui butir soal yang valid dan tidak valid, dengan melihat nilai korelasi yang ada pada kolom total masing-masing butir soal, lalu membandingkannya dengan nilai Rtabel (0,361) dengan kriteria jika Nilai korelasi Total > Nilai Rtabel (0,361) maka butir soal tersebut dinyatakan VALID, dan jika sebaliknya maka butir soal tersebut dinyatakan TIDAK VALID. Berikut adalah butir soal yang VALID maupun yang TIDAK VALID.
Soal 1
Nilai korelasi total (0,412) > Nilai Rtabel (0,361) maka soal 1 dinyatakan VALID.
Soal 2
Nilai korelasi total (0,511) > Nilai Rtabel (0,361) maka soal 2 dinyatakan VALID.
Soal 3
Nilai korelasi total (0,402) > Nilai Rtabel (0,361) maka soal 3 dinyatakan VALID.
Soal 4
Nilai korelasi total (0,426) > Nilai Rtabel (0,361) maka soal 4 dinyatakan VALID.
Soal 5
Nilai korelasi total (0,358) > Nilai Rtabel (0,361) maka soal 5 dinyatakan VALID.
Soal 6
Nilai korelasi total (0,494) > Nilai Rtabel (0,361) maka soal 6 dinyatakan VALID.
Soal 7
Nilai korelasi total (0,494) > Nilai Rtabel (0,361) maka soal 7 dinyatakan VALID.
Soal 8
Nilai korelasi total (0,396) > Nilai Rtabel (0,361) maka soal 8 dinyatakan VALID.
Soal 9
Nilai korelasi total (0,216) < Nilai Rtabel (0,361) maka soal 9 dinyatakan TIDAK VALID.
Soal 10
Nilai korelasi total (0,527) > Nilai Rtabel (0,361) maka soal 10 dinyatakan VALID.
3.2 Uji Validitas Product Momen Pearson
Berikut adalah pembahasan Output dari analisis Uji Validitas Product moment pearson menggunakan Software SPSS 26.
Tabel 3.2 Output Correlations
Correlations Butir1 Butir2
Butir
3 Butir4 Butir5 Butir6 Butir7 Butir8 Butir9 Butir10 Total
Butir1 Pearson Correlation 1 .327 .282 -.186 -.141 .204 .226 -.239 .054 .284 .455*
Sig. (2-tailed) .078 .131 .325 .456 .279 .231 .203 .777 .128 .012
N 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30
Butir2 Pearson Correlation .327 1 -.019 .019 -.153 -.047 .196 .137 -.148 -.134 .244
Sig. (2-tailed) .078 .922 .923 .418 .805 .299 .471 .435 .480 .193
N 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30
Butir3 Pearson Correlation .282 -.019 1 -.074 .226 .287 .191 -.088 .341 -.027 .538**
Sig. (2-tailed) .131 .922 .696 .230 .124 .312 .643 .065 .888 .002
N 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30
Butir4 Pearson Correlation -.186 .019 -.074 1 -.054 -.095 .087 .351 .284 -.145 .304
Sig. (2-tailed) .325 .923 .696 .778 .617 .647 .057 .128 .445 .102
N 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30
Butir5 Pearson Correlation -.141 -.153 .226 -.054 1 .273 -.004 .429* -.011 .062 .379*
Sig. (2-tailed) .456 .418 .230 .778 .144 .984 .018 .955 .744 .039
N 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30
Butir6 Pearson Correlation .204 -.047 .287 -.095 .273 1 .264 .042 .147 .232 .545**
Sig. (2-tailed) .279 .805 .124 .617 .144 .159 .826 .437 .218 .002
N 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30
Butir7 Pearson Correlation .226 .196 .191 .087 -.004 .264 1 -.246 .068 .357 .521**
Sig. (2-tailed) .231 .299 .312 .647 .984 .159 .191 .720 .053 .003
N 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30
Butir8 Pearson Correlation -.239 .137 -.088 .351 .429* .042 -.246 1 .113 .057 .353
Sig. (2-tailed) .203 .471 .643 .057 .018 .826 .191 .553 .766 .056
N 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30
Butir9 Pearson Correlation .054 -.148 .341 .284 -.011 .147 .068 .113 1 -.256 .399*
Sig. (2-tailed) .777 .435 .065 .128 .955 .437 .720 .553 .173 .029
N 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30
Butir10 Pearson Correlation .284 -.134 -.027 -.145 .062 .232 .357 .057 -.256 1 .366*
Sig. (2-tailed) .128 .480 .888 .445 .744 .218 .053 .766 .173 .046
N 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30
Total Pearson Correlation .455* .244 . 538**
.304 .379* .545** .521** .353 .399* .366* 1
Sig. (2-tailed) .012 .193 .002 .102 .039 .002 .003 .056 .029 .046
N 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30
Dari hasil uji validitas mengunakan metode Product Moment Perason butir instrument diakatakan valid jika nilai korelasi pearson pada variabel total di atas 0,361 pada setiap butirnya, terlihat bahwa pada output butir instrument yang memiliki nilai dibawah 0,361 hanya pada butir 2, 4 dan 8 yang artinya ketiga butir tersebut tidak valid dan diharuskan untuk disingkirkan.
Selain ketiga buti tersebut memiliki nilai korelasi diatas 0,361 sehingga butir yang tersisah dinyatakan VALID.
3.3 Analisis Faktor
Table 3.3 KMO and Bartlett’s Test KMO and Bartlett's Test
Kaiser-Meyer-Olkin Measure of Sampling Adequacy. .582 Bartlett's Test of Sphericity Approx. Chi-Square 18.923
df 21
Sig. .000
Maka, dari output yang didapatkan kemudian diuji sebagai berikut:
a. Hipotesis
H0 = Jumlah data cukup untuk difaktorkan H1 = jumlah data tidak cukup untuk difaktorkan b. Tingkat Siginifikansi
α = 5% = 0,05 c. Daerah Kritis
Tolak H0 jika nilai KMO < α maka tolah H0
d. Statistika Uji
KMO=
∑
i=1 p∑
j=1 prij2
∑
i=1 p∑
j=1 prij2+
∑
i=1 p
∑
j=1 paij2 i = 1, 2, 3, ..., p dan j = 1, 2, ..., p
rij = Koefisien korelasi antara variabel i dan j
aij = Koefisien korelasi parsial antara variabel i dan j
dari hasil output spss 25 nilai KMO yang diperoleh adalah 0,582 KMO = 0,582
e. Keputusan
Karena nilai KMO (0,582) > 0,50 (0,05) maka, gagal tolak H0 f. Kesimpulan
Berdasrkan tingkat signifikansi kepercayaan 95%, nilai KMO > α maka dapat disimpulkan bahwa gagal tolak H0 yang berarti jumlah data cukup untuk difaktorkan atau dengan kata lain jumlah data hasil uji coba instrumen cukup untuk difaktorkan.karena melebihi 50%. Yang artinya data bisa dilakukan analisis factor.
Table 3.4 Rotated Component Matrix
Rotated Component Matrixa
Component
1 2
x1 .664 .228
x2 .674 -.410
x3 .770 .053
x4 .663 .073
y1 .113 .639
y2 .063 .630
y3 .194 .487
Dari hasil tersebut dapat dilihat bahwa variabel yang memiliki nilai di atas 0,5 adalah variabel x1, x2, x3, dan x4 valid pada komponen 1 dan variabel y1 dan y2 valid pada komponen 2.
Sedangkan, untuk variabel y3 tidak valid karena memiliki nilai rotasi dibawah 0,5 baik pada komponen 1 maupun komponen 2.
3.4 Uji Reliable
Berikut adalah pembahasan dari output uji reliabel menggunakan software SPSS 26.
Tabel 3.1 Case Processing Summary
Case Processing Summary
N %
Cases Valid 30 100.0
Excludeda 0 .0
Total 30 100.0
a. Listwise deletion based on all variables in the procedure.
Dari output di atas dapat dilihat jumlah responden sebanyak 30 dan semua responden tersebut mengisi angket/quisioner sehingga 100% dari jumlah responden dinyatakan VALID.
Tabel 3.2 Reliability Statistics
Reliability Statistics
Cronbach's
Alpha N of Items
.452 10
Dari Output di atas dapat dilihat bahwa nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0.452 dengan 10 butir item instrument, nilai tersebut lebih kecil dibanding dengan 0,70 yang menjadi batas minimum nilai Cronbach’s Alpha untuk penentuan butir item RELIABEL. Sehingga dapat disimpulkan bahwa data hasil uji instrument yang digunaan dalam pengujian tidak RELIABEL
Tabel 6. Output Item-Total Statistics Item-Total Statistics
Scale Mean if Item Deleted
Scale Variance if Item Deleted
Corrected Item- Total Correlation
Cronbach's Alpha if Item
Deleted
Butir1 28.30 16.079 .047 .463
Butir2 28.57 15.495 .031 .483
Butir3 28.83 13.316 .300 .377
Butir4 28.70 14.769 .170 .429
Butir5 28.70 14.976 .157 .433
Butir6 28.40 13.834 .365 .366
Butir7 28.77 13.840 .319 .377
Butir8 28.47 15.223 .137 .439
Butir9 28.70 14.148 .209 .415
Butir10 28.77 14.944 .108 .453
Karena nilai dari Cronbach’s Alpha kecil dari 0,70 dan dinyatakan bahwa data hasil uji coba instrument tidak reliabel. Untuk penjelasan lebih detal dapat dilihatpada output diatas pada nilai Cronbach's Alpha if Item Deleted dari setiap item memiliki nilai di bawah 0,70, sehingga jelas bahwa instrument tersebut tidak RELIABEL.
BAB IV PENUTUP 4.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil pembahasan di bab sebelumnya dapat disimpulkan bahwa :
1. Pengujian validitas menggunakan metode point biserial dari data hasil uji instrument terhadap 30 responden menunjukan hasil darai 10 butir pertanyaan memiliki nilai korelasi yang lebih dari 0,361 yang berarti 10 butir instrument dinyatakan VALID.
2. Pengujian validitas menggunakan metode Product Moment Pearson terhadap data hasil uji instrument dengan terhadap 30 responden dengan 10 butir pertanyaan dengan menunjukan hasil tidak VALID pada butir 2, 4 dan 8 yang memiliki nilai korelasi dibawah 0,361.
3. Pada pengujian validitas dengan menggunakan metode analisis factor terhadap 30
responden dengan 4 butir instrument pada variabel merk pizza (X) dan 3 butir instrument untuk variabel persepsi harga (Y) menunjukan 4 butir pertanyaan untuk variabel X dinyatakan VALID pada komponen 1 dan untuk 2 butir pertanyaan pada variabel Y dinyatakan VALID pada komponen 2 dengan nialai rorasinya lebih dari 0.5. hanya butir 3 pada variabel Y memiliki nilai dibawah 0.5 dikedua komponen sehingga dinyatakan tidak VALID
4. Pada hasil uji reliabelitas terhadap data hasil uji instrument, nilai Cronbach’s Alpha memiliki nilai dibawah 0,70 yang berarti instrument tersebut tidak reliabel.
4.2 Saran
Data yang digunakan dalam pengujian terdapat data karangan sehingga tidak disarankan mengambil hasil pengujian dan dijadikan sumber pembanding. Namun jika hasil dan tahapan pengujian dilakukan berdasarkan tahapan yang sesuai pengujian sehingga dapat dijadikan pemebelajaran.
DAFTAR PUSTAKA
Kariyam.2004.Modul Praktikum Analsis Multivariat.Yogyakarta: Universitas Islam Indonesia.
http://referensi.dosen.narotama.ac.id/files/2011/12/Panduan-Lengkap-Menguasa SPSS- 16.pdf
Unggul, E. (2021, januari 24). DATA HASIL KUESIONER (30 RESPONDEN). Retrieved from digilab.esaunggul.ac.id: https://digilib.esaunggul.ac.id/public/UEU-Undergraduate-5470- LAMPIRAN.pdf