Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengelolaan dan peran modal sosial pada budidaya rumput laut di Desa Bontosunggu Kecamatan Tamalatea Kabupaten Jeneponto. Sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul Peranan Modal Sosial Dalam Budidaya Rumput Laut Di Desa Bontosunggu Kecamatan Tamalatea Kabupaten Jeneponto. Skema Kerangka Penelitian Peran Modal Sosial Dalam Budidaya Rumput Laut di Desa Bontosunggu Kecamatan Tamalatea.
PENDAHULUAN
- Latar Belakang
- Rumusan Masalah
- Tujuan Penelitian
- Kegunaan Penelitian
Bagaimana peran modal sosial dalam budidaya rumput laut di Desa Bontosunggu Kecamatan Tamalatea Kabupaten Jeneponto. Untuk mengetahui peranan modal sosial dalam budidaya rumput laut di Desa Bontosunggu Kecamatan Tamalatea Kabupaten Jeneponto. Penelitian ini dapat memberikan kontribusi pengetahuan mengenai modal sosial pada budidaya rumput laut di Desa Bontosunggu Kecamatan Tamalatea Kabupaten Jeneponto.
TINJAUAN PUSTAKA
- Budidaya Rumput Laut
- Konsep Usahatani
- Teori Modal Sosial
- Penelitian Terdahulu Yang Relevan
- Kerangka Pemikiran
Organisasi yang didirikan untuk satu tujuan juga dapat membantu tujuan lain, sehingga menjadi modal sosial yang dapat digunakan. Bentuk modal sosial ini memberikan artikulasi antara asosiasi dan organisasi horizontal dan vertikal. Modal sosial merupakan hubungan sosial dan kerja sama yang erat antara seorang individu dengan individu lainnya.
METODE PENELITIAN
- Lokasi dan Waktu Penelitian
- Teknik Penentuan Informan
- Jenis dan Sumber Data
- Teknik Pengumpulan Data
- Teknik Analisis Data
- Definisi Operasional
Data primer diperoleh dari wawancara langsung dengan petani rumput laut di Desa Bontosunggu Kecamatan Tamalatea Kabupaten Jeneponto sebagai informan. Petani rumput laut adalah seseorang yang membudidayakan rumput laut untuk mendapatkan keuntungan. 29 5. Jejaring sosial adalah keterhubungan secara khusus dimana terdapat ikatan yang menghubungkan satu sama lain dalam hubungan sosial antar petani rumput laut di Desa Bontosunggu Kecamatan Tamalatea Kabupaten Jeneponto.
Usia informan petani rumput laut di Desa Bontosunggu Kecamatan Tamalatea Kabupaten Jeneponto dapat dilihat pada tabel berikut. 43 Dari hasil wawancara yang dilakukan terhadap petani rumput laut di Desa Bontosunggu Kecamatan Tamalatea Kabupaten Jeneponto diketahui bahwa petani rumput laut mempunyai empat komponen utama yaitu kepercayaan, norma, jaringan dan hubungan timbal balik. “Benar sekali bahwa kita harus saling menghargai, menghargai, mengasihani satu sama lain, terutama sesama petani rumput laut.”
Petani rumput laut di Desa Bontosunggu mempunyai sistem kepercayaan yang tinggi dengan menerapkan sikap jujur, toleran dan ikhlas. Aturan yang dimaksud adalah aturan yang diterapkan ketika petani melakukan budidaya rumput laut. Selain itu, petani rumput laut di Desa Bontosunggu Kecamatan Tamalatea Kabupaten Jeneponto mempunyai jaringan sosial yang sangat kuat karena dapat saling bertukar informasi.
Berdasarkan hasil penelitian mengenai peran modal sosial dalam budidaya rumput laut di Desa Bontosunggu Kecamatan Tamalatea Kabupaten Jeneponto, pengelolaan rumput laut di Desa Bontosunggu dimulai pada bulan Maret, September hingga Oktober.
GAMBARAN UMUM LOKASI PENELTIAN
Keadaan Geografis
Desa Bontosunggu merupakan salah satu desa yang berada di Kecamatan Tamlatea Kabupaten Jeneponto, berjarak sekitar 9 km dari kota kecamatan dan 17 km dari kota Kabupaten Jeneponto. Curah hujan di Desa Bontosunggu pada musim tanam (MT) rata-rata 87 hari hujan per tahun, tepatnya pada bulan Desember hingga Januari, setiap bulannya. Saya tidak bisa memberikan gambaran situasi curah hujan dari bulan April hingga bulan berikutnya.
Kondisi curah hujan memberikan musim yang sangat jelas yaitu musim hujan dan musim kemarau, karena curah hujan sangat tinggi, walaupun waktunya berganti bulan Oktober sampai Desember dan periode curah hujan sangat singkat, curah hujan sangat tinggi hanya sekitar 45 hari dari Desember Januari.
Keadaan Demografis
Daerah ini merupakan daerah pesisir pantai, sebagian besar masyarakat Desa Bontosunggu bermatapencaharian sebagai petani rumput laut. Banyak warga atau masyarakat yang membudidayakan rumput laut. Di Desa Bontosunggu, prospek usaha rumput laut sangat bagus, namun masih banyak kendala dalam upaya pengembangannya. 41 Budidaya rumput laut di desa Bontosunggu dimulai atau prosesnya dimulai pada awal bulan Maret sampai dengan bulan September atau Oktober.
Umumnya penanganan pascapanen rumput laut yang dilakukan petani hanya sebatas pengeringan. Langkah-langkah pengelolaan rumput laut bahan baku (rumput laut kering) yang dilakukan oleh petani di Desa Bontosunggu Kecamatan Tamalatea Kabupaten Jeneponto adalah sebagai berikut: .. 42 a) Rumput laut kemudian dibersihkan dari kotoran-kotoran seperti pasir, batu. “Kalau budidaya rumput laut gratis, tidak masalah. Saya punya usaha sendiri dan tidak ada aturan.”
Tidak ada aturan tertulis, namun para petani rumput laut mempunyai kebiasaan saling membantu ketika panen rumput laut tiba. Sanksi apa yang diberikan apabila norma atau aturan di industri rumput laut dilanggar?
Sarana dan Prasarana Umum
Keadaan Pertanian
HASIL DAN PEMBAHASAN
Identitas Informan
Berikut pembahasan identitas informan meliputi umur, tingkat pendidikan, pengalaman bertani dan jumlah tanggungan keluarga. Tingkat pendidikan merupakan salah satu faktor yang penting khususnya dalam menghadapi teknologi dan keterampilan dalam bertani.Tingkat pendidikan juga mempengaruhi pola pikir dalam mengambil keputusan, dimana petani dengan tingkat pendidikan yang relatif tinggi lebih dinamis dalam pengolahan usahataninya. bertindak. Dapat dijelaskan bahwa dari seluruh informan yang ada di Desa Bontosunggu Kecamatan Tamalatea Kabupaten Jeneponto terdapat 1 orang (20%) yang berpendidikan SD, 1 orang berpendidikan SMP (20%) dan 3 orang berpendidikan SMP. melanjutkan ke sekolah menengah atas (60%).
Hal ini menggambarkan bahwa di Desa Bontosunggu Kecamatan Tamalatea Kabupaten Jeneponto tingkat pendidikan informan relatif rendah. Berdasarkan teori (Hidayat, et.all. 2003) menunjukkan bahwa pendidikan informan di desa Bontosunggu pada tingkat sekolah dasar (SD) masih minim pengetahuan dimana para petani mengikuti adat istiadat yang diwariskan secara turun temurun, yang akan mempengaruhi pengambilan keputusan. Tingkat pendidikan sekolah menengah pertama (SMP) mempunyai tingkat pengetahuan yang lebih tinggi dibandingkan tingkat sekolah dasar.
Hal ini menunjukkan bahwa pengalaman bertani di Desa Bontosunggu Kecamatan Tamalatea Kabupaten Jeneponto tergolong baik karena mempunyai pengalaman. Jumlah tanggungan rumah tangga adalah seluruh anggota keluarga atau rumah tangga yang menjadi tanggungan petani, termasuk petani itu sendiri sebagai kepala rumah tangga. Banyaknya tanggungan keluarga akan mendorong petani untuk melakukan banyak aktivitas terutama dalam mencari nafkah dan meningkatkan pendapatan keluarganya.
40 Tabel di atas menjelaskan bahwa terdapat 3 orang (60%) dengan tanggungan 1-3 orang dan 2 orang (40%) dengan tanggungan 4-5 orang.
Pengelolaan Rumput Laut di Desa Bontosunggu Kecamatan
Untuk menyewa tenaga kerja bertani, petani tidak mengeluarkan uang karena dibantu oleh anggota keluarga sehingga sedikit mengurangi pengeluarannya. Biasanya pada awal bulan Maret, para petani melakukan persiapan tanam dengan cara menabur atau mengikat rumput laut pada tali atau bentangan yang telah disiapkan oleh petani, dan hal ini dilakukan dengan jumlah pekerja yang banyak dan diberi upah. Upah yang diberikan petani kepada buruh berjumlah tiga ribu per tiga puluh meter atau yang biasa disebut bentang.
Setelah disemai, petani membawa rumput laut yang diikat ke laut sesuai dengan negara atau lokasinya di laut.Biasanya petani meletakkan botol tersebut di atas tali rumput laut dengan jarak 1 meter agar rumput laut yang dipasang petani Jadi, setelah itu Jika botol sudah terpasang, petani harus menunggu sekitar 40 hari untuk bisa panen. Pengolahan rumput laut kering dapat menghasilkan agar-agar, namun pengolahan tersebut tidak dilakukan oleh petani desa Bontosunggu, melainkan lebih banyak dilakukan oleh pabrik, namun sebenarnya juga dapat dilakukan oleh petani. Setelah bersih, petani mengeringkan rumput laut dengan cara menjemurnya di bawah sinar matahari hingga kering.
Apabila cuaca cukup baik maka dilakukan penjemuran selama 3 hari agar hasilnya berkualitas dan mendapat nilai tambah karena semakin kering rumput laut yang diberikan petani kepada pedagang maka semakin tinggi pula nilai jual yang diperoleh petani dan sebaliknya semakin basah. rumput laut yang diberikan petani kepada pedagang maka nilai jual yang diperoleh petani akan semakin rendah bahkan ditolak oleh pedagang.
Peran Modal Sosial Petani Rumput Laut di Desa Bontosunggu
Setahu saya mereka semua jujur karena pedagangnya tahu kondisinya, biasanya pedagang punya tanahnya, otomatis pedagangnya tahu kondisi rumput lautnya.” Kalau kejujuran jadi masalah, pasti karena tidak ada yang perlu ditutupi. bisnis rumput laut. Jika panennya buruk, Anda harus mengatakan sesuatu." “Kita harus jujur, kalau hasil panen rumput lautnya kurang bagus, kita tebarkan saja karena nanti kita lihat hasilnya.”
Penternak rumpai laut di kampung Bontosunggu terus mengekalkan kejujuran dalam kehidupan seharian mahupun dalam penanaman rumpai laut. Apabila hasil tanaman petani kurang, ia akan diserahkan kepada pembeli semula. Pembeli atau peniaga pasti tahu apabila rumpai laut tidak menunjukkan prestasi yang baik. Ia dapat diketahui berdasarkan hasil temu bual yang dijalankan oleh enam informan Penternak Rumpai Laut di kampung Bontosunggu masih berpegang teguh kepada prinsip adil atau saksama, tidak lebih dan tidak kurang dan tidak pilih kasih.
Kerja sama dalam budidaya rumput laut tidak akan terjalin dengan baik apabila tidak ada rasa saling percaya antar pihak yang terlibat dan kepercayaan dapat meningkatkan toleransi. Dari hasil wawancara yang dilakukan kepada 6 orang informan dapat ditarik kesimpulan bahwa terlihat bahwa petani rumput laut di Desa Bontosunggu Kecamatan Tamalatea Kabupaten Jeneponto belum mempunyai norma dan aturan yang berlaku dalam budidaya rumput laut, sama seperti Bapak. SA bilang itu rumput laut. bertani itu gratis atau tidak, soalnya saya punya usaha sendiri dan tidak punya aturan. Mengenai tata cara budidaya rumput laut, Pak. NA sudah belajar sejak remaja, dan pada saat itu ada pihak perikanan yang memberikan sosialisasi.
Selain itu, para petani juga ikut serta dalam sosialisasi yang diadakan oleh pihak perikanan untuk mendapatkan informasi mengenai tata cara budidaya rumput laut.
KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Adanya hubungan timbal balik antara petani satu dengan petani lainnya sehingga saling membantu dalam hal modal dan tenaga. Dengan adanya modal sosial hubungan timbal balik yang dimiliki oleh petani, dapat memudahkan petani rumput laut dalam menyelesaikan pekerjaan budidaya rumput lautnya. Petani rumput laut harus lebih inovatif dalam mengolah rumput laut sehingga dapat menjadi sumber pendapatan tambahan bagi petani rumput laut. Mewujudkan Modal Sosial dalam Pemberdayaan Masyarakat (Studi Kasus Program Pengelolaan Lingkungan Permukiman Masyarakat di Desa Wonokerto Kecamatan Turi Kabupaten Sleman.
Produksi rumput laut di Sulawesi Selatan. http://budidayaku.comfile/2012/11/budidayaku-rumput-laut-di-sulawesi-selatan.html diakses 25 April 2021. Analisis kesesuaian perairan untuk lokasi budidaya rumput laut Eucheuma cottonii di Kecamatan Perairan Sajoanging Kabupaten Wajo. Modal Sosial Masyarakat Turatea (studi kasus petani rumput laut di Desa Pabiringa Kecamatan Binamu Kabupaten Jeneponto).
Modal Sosial pada Masyarakat Nelayan (Penelitian Diskontinuitas Sosial pada Masyarakat Perkampungan Nelayan, Desa Untia dan Pulau Lae-lae Makassar) Provinsi Sulawesi Selatan: Tesis PhD dari Universitas Negeri Makassar. Jika hasil panen rumput laut kurang bagus atau ada kendala, apakah Anda memberitahukan kepada pemilik modal atau pembeli kapan ingin membeli rumput laut tersebut? Bagaimana jika Anda menerima keluhan dari tetangga Anda tentang bau atau sisa-sisa rumput laut yang mengganggu tetangga Anda?
Bagaimana proses pembagian pekerjaan pada usaha rumput laut dan apakah upah yang diberikan sepadan dengan hasil pekerjaan.
Saran