• Tidak ada hasil yang ditemukan

Untitled - Jurnal Ilmiah Mahasiswa STKIP PGRI Sumbar

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "Untitled - Jurnal Ilmiah Mahasiswa STKIP PGRI Sumbar"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

1

(2)

1

Mahasiswa Pendidikan Geografi STKIP PGRI Sumatera Barat*

Dosen Pendidikan Geografi STKIP PGRI Sumatera Barat**

ABSTRACT

This research was conducted in Kenagarian Kampung Tangah Tapan Kecamatan Ranah Ampek Hulu Kabupaten Pesisir Selatan, which aims to determine the impact that caused by floods hit Kenagarian Kampung Tapan Kecamatan Ranah Ampek Hulu Tapan Kabupaten Pesisir Selatan in terms of both (1) Facility in Kenagarian Kampung Tapan Kecamatan Ranah Ampek Hulu Tapan, (2) infrastructure in Kenagarian Kampung Tapan Kecamatan Ranah Ampek Hulu Tapan, (3) Activities of everyday people Kenagarian Kampung Tapan Kecamatan Ranah Ampek Hulu Tapan, (4) the livelihoods of communities in Kenagarian Kampung Tapan Kecamatan Ranah Ampek Hulu Tapan.

This type of research conducted by the author is descriptive research. The sample population in this study were 76 people in Kenagarian Kampung Tapan Kecamatan Ranah Ampek Hulu Tapan. Collecting data through questionnaires deployment techniques and data analysis techniques.

This research resulted in several conclusions: (1) The impact of flooding for school facilities (elementary, secondary, vocational), roads (public roads, rural roads), health facilities (Posyandu, puskesri, puskesmas), government facilities (office of Wali Nagari, Bamus ) in Kenagarian Kampung Tapan Kecamatan Ranah Ampek Hulu Tapan by the floods were the criteria damaged by the percentage (77.6%). (2) The impact of flooding for school infrastructures, health, and governance in Kenagarian Kampung Temgah Tapan Kecamatan Ranah Ampek Hulu Tapan by the floods were the criteria damaged by the percentage (63.3%). (3) The impact of flooding for daily activities such as bathing, dressing, eating, and mobilization by communities in Kenagarian Kampung Tapan Kecamatan Ranah Ampek Hulu Tapan by the floods were the criteria interfere with the percentage (74.8%). (4) The impact of flooding for livelihoods such as farmers, traders, Self Employed, PNS, TNI / Polri in Kenagarian Kampung Tapan Kecamatan Ranah Ampek Hulu Tapan by the floods were the criteria interfere with the percentage (67.8%).

Keywords: the impact, flooding, drainage, rainfall, topography

(3)

2

PENDAHULUAN

Indonesia merupakan salah satu negara dengan tingkat kerawanan tinggi terhadap berbagai ancaman bencana alam.

Bencana alam banjir, tanah longsor dan degradasi lahan memiliki frekuensi kejadian yang sangat tinggi di indonesia. Posisi geografis di daerah tropis terletak antara dua benua dan dua samudera. Pada pola iklim terjadi pergiliran teratur seperti bergantinya musim hujan dan musim kemarau, jika terjadinya gangguan tropis, sering timbul cuaca ekstrem yang dapat memicu terjadinya bencana alam (Hermon, 2012).

Bencana alam banjir di Indonesia tampaknya dari tahun ke tahun memiliki kecenderungan meningkat, begitu juga bencana banjir yang setiap tahun terjadi di seluruh penjuru tanah air. Kecenderungan meningkatnya bencana banjir di Indonesia tidak hanya luasnya saja melainkan kerugian juga ikut bertambah pula. Jika dahulu bencana banjir hanya melanda kota-kota besar di Indonesia, akan tetapi pada saat sekarang ini bencana tersebut telah melanda dan merambah sampai kepelosok tanah air.

Lima faktor penting penyebab banjir di Indonesia yaitu : faktor hujan, faktor retensi DAS, faktor kesalahan perencanaan pembangunan alur sungai, faktor pendangkalan sungai dan faktor kesalahan tata wilayah dan pembangunan sarana dan prasarana (Hermon, 2012).

Bencana merupakan suatu gejala alamiah dan non alamiah yang sangat meresahkan masyarakat akibat hilangnya kenyamanan, keamanan, dan ketentraman dalam hidupnya. Banyaknya kejadian bencana alam dalam sepuluh tahun terakhir ini yang melanda Negara Indonesia, menjadikan bencana sebagai topik yang sering dibahas dan harus segera diatasi dan diselesaikan,termasuk adanya upaya-upaya memasukan bencana dan kebencanaan dalam kurikulum pada tingkat pendidikan dasar, menengah maupun diperguruan tinggi (Hermon, 2012).

Bencana banjir hampir setiap musim penghujan melanda Indonesia terutama wilayah yang berada pada daerah aliran sungai. Sebagian besar manusia memang lebih cenderung hidup di daerah sekitar sungai. Hal ini disebabkan oleh banyak faktor pendorong diantaranya kondisi tanah yang subur, pasokan air yang mudah,

transportasi mudah dan kemampuan daerah sekitar untuk menopang perekonomian (http://id.wikipedia.org.wiki.banjir_bandang, diakses tanggal 5 April 2015).

Hujan lebat merupakan salah satu faktor aktif yang menyebabkan terjadinya banjir. Akibat hujan lebat tersebut dapat menyebabkan air sungai naik dan kemungkinan untuk terjadinya banjir. Selain hujan deras yang terjadi secara lokal memegang peran penting pula terhadap terjadinya banjir genangan. Oleh karena itu, dengan terjadinya hujan tersebut air hujan akan langsung segera menjadi aliran permukaan. Hal ini disebabkan karena tidak adanya air hujan akan langsung segera menjadi aliran permukaan. Hal ini disebabkan karena tidak adanya air hujan yang meresap kedalam tanah.

Pada tanggal 2 November 2011 terjadi banjir di pesisir selatan. Banjir ini disebabkan oleh tingginya curah hujan pada bulan November dan meluapnya enam sungai besar di kabupaten Pesisir Selatan, yaitu Batang Bayang, Batang Kapas, Batang Surantih, Batang Lenggayang, dan Batang Tapan. Banjir merusak infrastruktur jalan dan jembatan, rumah, sekolah, lahan pertanian, dan lahan perkebunan. Banjir ini juga diperparah dengan adanya abrasi akibat gelombang pasang yang mencapai tiga meter.

(http://id,wikipedia,org.banjir_pesisir_selata n_2011,di akses tanggal 9 Januari 2015).

Berdasarkan hasil observasi yang di lakukan peneliti pada tanggal 5 September 2014 dampaknya nyata bahwa di Pasar Malintang dan Padang Kejai Kenagarian Kampung Tengah Tapan Kecamatan Ranah Ampek Hulu Tapan adalah daerah yang mendapatkan curah hujan yang tinggi. Banjir yang terjadi di daerah ini tergolong sangat sering, bahkan dengan intesitas hujan yang kecil. Dalam satu tahun masyarakat yang bertempat tinggal disana, mengalami banjir lebih dari lima kali, tidak hanya pemukiman yang mengalami banjir tetapi jalan masyarakat untuk melakukan kegiatan di ladang dan sawah menjadi terhambat.

Kemudian wawancara pada tanggal 5 september 2014 kepada salah seorang kepala keluarga yang terkena dampak banjir.

Menurut pernyataan bapak Mulyadi (36 tahun) bahwasanya di nagari Kampung Tengah sering sekali terjadi banjir terutama

(4)

kampung pasar malintang, terkadang banjir datang setiap datangnya hujan yang berintensitas sedang dan banjir ini pun merendam rumah-rumah warga disekitar aliran sungai batang kampung tengah.

Bencana banjir merupakan interaksi antara manusia dengan alam yang dikaitkan oleh sistim penyesuaian manusia dalam memanfaatkan alam dan sistem alam itu sendiri. Dalam hal ini banjir merupakan aspek interaksi antara manusia dalam mencoba memanfaatkan alam yang berguna dan menghindari alam yang dapat merugikan manusia itu sendiri.

METODOLOGI PENELITIAN

Dalam penelitian ini diambil dengan deskriptif adalah untuk mendapatkan atau menggambarkan dan membahas serta menganalisis gejala-gejala yang ada sesuai dengan variabel yang akan diteliti. Menuru Arikunto, 2006 Penelitian deskriptif yaitu penelitian yang bertujuan untuk menerangkan, menggambarkan, gejala- gejala, fakta-fakta, dan sifat-sifat populasi pada daerah penelitian, menerangkan variabel-variabel yang telah diajukan dengan maksud memberikan gambaran mengenai keadaan yang ada pada daerah penelitian.

Dalam menggunakan metode deskriptif ini teknik yang digunakan dalam pengumpulan data atau informasi yang diperlukan yaitu pengamatan atau observasi dan wawancara.

Populasi dalam penelitian ini adalah Yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah seluruh masyarakat Kenagarian Kampung Tengah Tapan yang terbagi atas tiga kampung yaitu: Kampung Padang Kejai, Kampung Pasar Melintang, Kampung Pasar Beriang.

Sampel responden dalam penelitian ini diambil berdasarkan metode

Proporsional Random Sampling” dengan proporsi sebesar 15 % dari seluruh kepala keluarga yang terkena dampak banjir, Sehingga diperoleh 76 KK responden. Jenis data dalam penelitian ini adalah data sekunder dan data primer. Data sekunder adalah data yang mendukung dalam penulisan penelitian ini seperti data-data yang di ambil dari Kantor Camat, Kantor Wali Nagari dan lain – lain. Sedangkan data primer adalah data yang diperoleh secara langsung yaitu dampak banjir bagi masyarakat di kawasan pemukiman Kenagarian Kampung Tengah.

Teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah dengan wawancara terbimbing melalui angket. Data primer diperoleh melalui penyebaran angket dengan sampel responden yaitu menggunakan daftar pertanyaan, sedangkan data sekunder diperoleh melalui observasi, pencatatan dan wawancara dengan pejabat setempat seperti, Kantor Camat dan Kantor Wali Nagari.

Data yang diperoleh dari lapangan baik melalui wawancara dan angket diolah dengan memakai formula sebagai berikut:

Untuk mendeskripsikan dampak banjir bagi masyarakat di kawasan pemukiman yang dikemukakan dalam tujuan penelitian maka dipergunakan, formula persentase yaitu:

P = x 100% = Nilai dari Item Pilihan Keterangan: P = Formula Persentase

F = Jumlah Pilihan Responden Terhadap Item Alternatif Tertentu

n = Jumlah Responden Seluruhnya. (Nawi, 2009)

HASIL DAN PEMBAHASAN

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di Kenagarian Kampung Tengah Tapan di atas maka dengan itu di bahas tentang: 1) dampak banjir bagi sarana di Kenagarian Kampung Tengah Tapan, 2) dampak banjir bagi prasarana di Kenagarian Kampung Tengah Tapan, 3) dampak banjir bagi aktifitas sehari-hari di Kenagarian Kampung Tengah Tapan, 4) dampak banjir bagi mata pencaharian di Kenagarian Kampung Tengah Tapan.

Pertama, Dampak banjir bagi sarana di Kenagarian Kampung Tengah Tapan. Banjir yang melanda di Kenagarian Kampung Tengah Tapan mengakibatkan sarana sekolah, kesehatan, jalan, serta sarana pemerintahan yang ada di Kenagarian Kampung Tengah Tapan tergolong rusak dengan persentasenya 77,6%.

Menurut Moenir (2000) Segala jenis peralatan, perlengkapan kerja dan fasilitas yang berfungsi sebagai alat utama / pembantu dalam pelaksanaan pekerjaan, dan juga dalam rangka kepentingan yang sedang berhubungan dengan organisasi kerja seperti: sarana jalan (jalan umum, jalan desa), sarana kesehatan (posyandu, puskesmas, puskesri), sarana pemerintahan

(5)

4

(kantor wali nagari, BAMUS), sarana sekolah (SD, SMP, SMA sederajat).

Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa dampak banjir di kawasan permukiman Nagari Kampung Tengah Kecamatan Ranah Ampek Hulu Tapan Kabupaten Pesisir Selatan bagi Sarana tergolong rusak.

Kedua, Dampak banjir bagi prasarana di Kenagarian Kampung Tengah Tapan. Banjir yang melanda di Kenagarian Kampung Tengah Tapan mengakibatkan prasarana sekolah, kesehatan, pemerintahan yang ada di Kenagarian Kampung Tengah Tapan tergolong Rusak dengan persentase nya 63,3%.Hal ini juga deterangkan oleh peraturan Menteri Pendidikan Nasional No 24 Tahun 2007: Prasarana adalah perlengkapan pembelajaran yang dapat dipindah-pindah, Sarana pendidikan antara lain gedung, ruang kelas, meja, kursi serta alat-alat media pembelajaran.Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa dampak banjir di kawasan permukiman Nagari Kampung Tengah Kecamatan Ranah Ampek Hulu Tapan Kabupaten Pesisir Selatan bagi Prasarana tergolong rusak.

Ketiga, Dampak banjir bagi aktifitas sehari hari di Kenagarian Kampung Tengah Tapan. Banjir yang melanda di Kenagarian Kampung Tengah Tapan mengakibatkan aktifitas sehari-hari masyarakat di Kenagarian Kampung Tengah Tapan menjadi terganggu dengan persentase nya 74,8%. Luekenotte (2000) menyatakan bahwa aktifitas sehari-hari itu adalah semua kegiatan yang dilakukan setiap hari.Aktivitas ini dilakukan tidak melalui upaya atau usaha keras. Aktifitas tersebut dapat berupa mandi, berpakaian, makan, atau melakukan mobilisasi. Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa dampak banjir di kawasan permukiman Nagari Kampung Tengah Kecamatan Ranah Ampek Hulu Tapan Kabupaten Pesisir Selatan bagi aktifitas sehari-hari tergolong menganggu.

Keempat, Dampak banjir bagi mata pencaharian di Kenagarian Kampung Tengah Tapan. Banjir yang melanda di Kenagarian Kampung Tengah Tapan mengakibatkan mata pencaharian masyarakat di Kenagarian Kampung Tengah

Tapan menjadi terganggu dengan persentase nya 67,8%.

Mulyadi (2001) menyatakan bahwa mata pencaharian adalah adalah keseluruhan kegiatan untuk mengeksploitasi dan memanfaatkan sumber-sumber daya yang ada pada lingkungan fisik, sosial dan budaya yang terwujud sebagai kegiatan produksi, distribusi dan konsumsi. Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa dampak banjir di kawasan permukiman Nagari Kampung Tengah Kecamatan Ranah Ampek Hulu Tapan Kabupaten Pesisir Selatan bagi Mata pencaharian tergolong menganggu.

A. Kesimpulan

Berdasarkan uraian pada deskripsi data dan pembahasan data di atas dapat diambil kesimpulan bahwa:

1. Dampak banjir bagi sarana sekolah (SD, SMP, SMK), sarana jalan (jalan umum, jalan desa), sarana kesehatan (posyandu, puskesmas, puskesri), sarana pemerintahan (Kantor Wali Nagari, BAMUS) yang ada di Nagari Kampung Tengah Tapan Kecamatan Ranah Ampek Hulu Tapan akibat banjir berada pada kriteria Rusak (77,6%).

2. Dampak banjir bagi prasarana sekolah, kesehatan, serta prasarana pemerintahan yang ada di Nagari Kampung Tengah Tapan Kecamatan Ranah Ampek Hulu Tapan akibat banjir berada pada kriteria Rusak (63,3%).

3. Dampak banjir bagi akrifitas sehari- hari seperti: makan, berpakaian, mandi serta mobilisasi oleh masyarakat yang ada di Nagari Kampung Tengah Tapan Kecamatan Ranah Ampek Hulu Tapan akibat banjir berada pada kriteria Menganggu (74,8%).

4. Dampak banjir bagi mata pencaharian seperti: Petani, Pedagang, Wiraswasta, PNS, dan TNI/Polri yang ada di Nagari Kampung Tengah Tapan Kecamatan Ranah Ampek Hulu Tapan akibat banjir berada pada kriteria Menganggu (67,8%).

(6)

B. Saran

Berdasarkan hasil penelitian dan kesimpulan yang ditemukan di atas maka peneliti memberikan saran sebagai berikut:

1. Diharapkan kepada masyarakat Nagari Kampung tengah Tapan agar lebih mewaspadai bahaya yang di sebabkan oleh banjir.

2. Diharapkan kepada masyarakat Nagari Kampung Tengah Tapan agar lebih menyiapkan diri (antisipasi) sebelum datangnya banjir.

3. Bagi Pemerintah Daerah Nagari Kampung Tengah Tapan hendaknya lebih memperhatikan dampak banjir bagi masyarakat yang ada di Kenagarian Kampung Tengah Tapan.

4. Diharapkan kepada Peneliti selanjutnya untuk lebih mendalami lagi tentang dampak banjir diihat dari variabel yang lain.

DAFTAR PUSTAKA

Hermon,dedi.2012.Mitigasi Bencana Hidrometeorologi.padang.U NP press.

Moenir, H.A.S, 2000, Manejemen Pelayanan Indonesia, Bumi Aksara, Jakarta.

Http://id,wikipedia,org.banjir_pesisir_selata n_2011,di akses tanggal 9 Januari 2015.

Http://id.wikipedia.org.wiki.banjir_bandang, diakses tanggal 5 April 2015.

Referensi

Dokumen terkait

Sarik pada tanggal 14 Juli 2016 dengan guru mata pelajaran Sejarah bahwa pelaksanaan penilaian hasil belajar telah dilaksanakannya belum sesuai dengan penilaian sebagaimana yang

KESIMPULAN DAN SARAN Kemampuan membaca pemahaman dengan metode cooperative integrated reading and composition CIRC dalam menemukan ide pokok siswa kelas VII SMPN 4 Tarusan Kabupaten