PENDAHULUAN
Penegasan Judul
Hal ini tidak saja agar lebih mudah dipahami, menghilangkan kesalahpahaman dalam memahami maksud dari judul skripsi ini, namun juga agar dapat menimbulkan pemahaman yang jernih sesuai dengan apa yang diinginkan penulis. Menurut Permen No. 146 Tahun 2014, bahwa pendidikan prasekolah atau PAUD Pendidikan Anak Usia Dini adalah suatu upaya pembinaan yang menitikberatkan pada hal tersebut.
Latar Belakang Masalah
Observasi data awal perkembangan pengenalan warna anak usia dini usia 4-5 tahun di TK Qurrota A`yun Teluk Betung Timur. Upaya guru dalam meningkatkan kemampuan mengenal warna melalui penggunaan metode deteksi pada anak usia 4-5 tahun di Tk Qurota A`Yun Teluk Betung Timur”.
Fokus Dan Sub Fokus Penelitian
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
Kajian Penelitian Terdahulu Yang Relavan
Hasil data siklus II menunjukkan hasil sangat baik melebihi standar indikator evaluasi yaitu sebesar 86,6% dari 75% kriteria indikator kinerja. Metode efektif, kreatif, aman, rasional (MEKAR) dengan media batu alam sangat efektif meningkatkan kemampuan mengenal warna pada anak usia 3-4 tahun.7. Komang Setia Purnama Sari menyebut dalam penelitian bertajuk “Pemanfaatan Metode Penemuan Media Alami untuk Meningkatkan Kemampuan Kognitif pada Anak”.
Hal ini terlihat dari perbandingan siklus I dan siklus II dimana nilai rata-rata siklus I sebesar 50% termasuk dalam kategori rendah dan terjadi peningkatan pada siklus II sebesar 89%. Agnes Erianti dalam penelitiannya yang berjudul “Pengaruh Penerapan Metode Discovery Learning Terhadap Kemampuan Mengenal Warna Pada Anak Usia 4-5 Tahun Di Ra Aisyiyah Talawi Kota Sawahlunto” menunjukkan adanya pengaruh penerapan metode Discovery Learning. terhadap kemampuan mengenal warna pada anak usia 4-5 tahun di RA Aisyiyah Talawi Kota Sawahlunto dapat disimpulkan lebih besar dari tt dengan angka 16,17 > 2,27. Perhitungan statistik hipotesis alternatif (ha) diterima yang menunjukkan bahwa terdapat pengaruh penerapan metode Discovery Learning terhadap kemampuan mengenal warna pada anak usia 4-5 tahun di RA Aisyiyah Talawi Kota Sawahlunto.
7 Irnas Anjasari, dkk, Upaya meningkatkan kemampuan pengenalan warna dengan metode efektif, kreatif, aman, rasional (MEKAR) dengan media batu alam pada anak usia 3-4 tahun, Sentra Cendekia, vol.3 no.
Metode Penelitian
- Uji Keabsahan Data
Subyek penelitiannya adalah permasalahan yang diteliti yaitu bagaimana upaya guru dalam meningkatkan kemampuan mengenal warna melalui penggunaan metode penemuan pada anak usia 4-5 tahun di TK Qurrota A`yun Teluk Betung Timur. Sedangkan yang menjadi subjek penelitian, permasalahan yang diteliti adalah bagaimana upaya guru dalam meningkatkan kemampuan mengenal warna melalui penggunaan metode penemuan pada anak usia 4-5 tahun di TK Qurrota A`yun Teluk Betung Timur. Pedoman observasi upaya guru meningkatkan pengenalan warna melalui penggunaan metode diacovery pada anak usia 4-5 tahun.
24 Mia Revi Ukhtiani, 'Mengenalkan warna pada anak usia dini melalui kegiatan bermain di rumah (Penelitian Kp. Ciparay Ds. Sindanglaya Cinangka Banten).' (UIN SMH BANTEN, 2021). Upaya peningkatan kemampuan mengenal warna dengan metode efektif, kreatif, aman, rasional (MEKAR) dengan media batu alam pada anak usia 3-4 tahun Sentra Cendekia. Pengenalan warna melalui metode eksperimen pada anak usia dini di TK Al-Azhar 2 Wayhalim Bandar Lampung' (UIN Raden Intan Lampung, 2020).
Fauziddin, Mohammad, 'Belajar Islam melalui bermain pada anak usia dini', Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini. Pengaruh Metode Discovery Terhadap Kemampuan Mengenal Warna Pada Anak Prasekolah, Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Undiksha. Sari, Neny Sekar, dan Imam Syafi'i, 'PERKEMBANGAN KEMAMPUAN PENGENALAN WARNA PADA ANAK AWAL MELALUI MEDIA MANIK AIR', Yaa Bunayya: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini.
Sistematika Pembahasan
LANDASAN TEORI27
Kemampuan Mengenal Warna
- Pengertian Kemampuan Mengenal Warna
- Pengertian warna
- Fungsi Warna
- Pembagian Warna
Misalnya, pencampuran pigmen magenta dan cyan dalam proporsi yang tepat dan disinari dengan cahaya putih sempurna akan menghasilkan sensasi mirip merah.22 Selain warna-warna tersebut, menurut penelitian, ada tiga warna primer atau warna primer di dunia ini, yaitu merah. , kuning dan biru. Warna primer menurut teori warna pigmen Brewster adalah warna dasar lain yang dibentuk oleh kombinasi warna primer. Namun penelitian lebih lanjut mengungkapkan bahwa 3 warna utama tersebut adalah: merah (seperti darah), biru (seperti laut dan langit), kuning (seperti telur). Ini kemudian dikenal sebagai pigmen warna utama yang digunakan di dunia. seni visual.
Pada peralatan grafis terdapat 3 warna primer cahaya: (R=Merah) merah (G=Hijau) hijau, (B=Biru) biru atau lebih dikenal dengan RGB yang jika dipadukan dalam komposisi tertentu akan menghasilkan warna yang berbeda-beda untuk anak-anak. . Ini adalah hasil pencampuran warna primer dengan perbandingan 1: 1. Pencampuran tersebut menghasilkan warna baru yang disebut warna sekunder. Kita melihat pencampuran warna-warna berikut: Kuning + Merah = Oranye. Warna netral adalah warna yang tidak lagi memiliki kemurnian warna atau dengan kata lain bukan merupakan warna primer atau sekunder. Lingkaran atau kelompok warna primer sampai tersier dapat dikelompokkan menjadi dua kelompok utama antara lain : 28.
Tiga warna primer yang masih digunakan sampai sekarang yaitu merah seperti darah, biru seperti langit/laut dan kuning seperti kuning telur, warna-warna tersebut dikenal sebagai warna pigmen primer yang digunakan dalam seni rupa. Dapat dikatakan bahwa warna dasar terdiri dari merah, kuning dan biru sedangkan warna lain yang terbentuk dari gabungan warna primer disebut warna komplementer. Warna primer adalah warna asal atau warna primer yang tersusun dari warna merah, kuning, dan biru, sedangkan warna sekunder dan tersier merupakan hasil percampuran warna-warna yang menghasilkan warna atau warna lain selain merah, kuning, dan biru.
Perkembangan Aspek Kognitif
- Hakikat Perkembangan Kognitif Anak Usia Dini
Proses perkembangan kognitif memungkinkan anak mengingat puisi, membayangkan bagaimana memecahkan masalah matematika, merancang strategi kreatif, atau menghubungkan kalimat dalam percakapan yang bermakna. Keempat tahapan pengembangan ini akan dijelaskan pada masing-masing bab yang berbeda, hal ini dilakukan agar lebih fokus. Kajian mengenai tahapan perkembangan sensorimotor sangat penting bagi semua pihak yang terlibat dengan anak seperti guru, orang tua, praktisi anak dll.
Mempelajari perkembangan anak pada tahap sensorimotor akan memberikan pengetahuan dan pemahaman tentang proses perkembangan yang berlangsung pada tahap sensorimotor. Dengan pengetahuan dan pemahaman tersebut, kita akan lebih mampu memberikan stimulasi yang sesuai dengan tingkat perkembangan anak. Anak PAUD merupakan aspek anak prasekolah yang berusia antara 2 dan 6 tahun, sedangkan menurut Santrock, anak prasekolah adalah anak yang berusia antara 2 dan 4 atau 5 tahun.
Menurut Jean Piaget, pemikiran anak berkembang menurut tahapan atau masa yang terus bertambah kompleksitasnya. Tahapan perkembangan kognitif menurut Pigeat adalah sensorimotor (0-2 tahun), Pra Operasional (2-7 tahun), Operasional Konkret (7-11 tahun), Operasional Formal (11 dewasa), dilihat dari tahap perkembangan kognitif 32 Jadi anak usia dini berada pada tahap sensorimotor dan praoperasional. Pada tahap ini laju perkembangan anak sangat baik apabila stimulus yang diberikan sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangan pada usianya.Ada beberapa capaian perkembangan kognitif pada tahap praoperasional. 32Dwi Wijayanti, “Analisis pengaruh teori kognitif Jean Piaget terhadap perkembangan moral siswa sekolah dasar melalui pembelajaran IPS”, Trihayu.
Metode Discovery
- Pengertian Discovery
- Macam – macam Metode Discovery
- Fungsi Metode Discovery
- Langkah-langkah dalam Pembelajaran Metode
- Kelebihan dan Kelemahan Metode Discovery
Menurut Komarudinn, model pembelajaran merupakan kerangka konseptual di kelas atau tutorial untuk menemukan perangkat pembelajaran yang sesuai dengan bahan ajar yang diajarkan.Menurut Slavin, model pembelajaran merupakan acuan suatu pendekatan pembelajaran, termasuk tujuan, sintaksis, lingkungannya. dan sistem manajemen. 34 Sedangkan menurut Komarudinn, model pembelajaran Trinto merupakan pendekatan yang luas dan komprehensif serta dapat diklasifikasikan berdasarkan tujuan pembelajarannya, sintaksis (pola urutan dan sifat lingkungan belajar. Menurut Hosnan, ciri atau ciri Discover adalah mengeksplorasi dan pemecahan masalah untuk menciptakan, menggabungkan dan menggeneralisasikan pengetahuan, berpusat pada siswa, kegiatan menggabungkan pengetahuan baru dan pengetahuan yang sudah ada.33 Chusni Mubarok dan Edy Sulistyo, „Penerapan Model Pembelajaran Discovery Learning terhadap Hasil Belajar Siswa di Klasse x Tav pada standar kompetensi untuk pemasangan sound system di SMKN 2 Surabaya', Jurnal Pendidikan Teknik Elektro.Ahmatika, Deti, 'Meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa dengan pendekatan inkuiri/discovery', Euclid Al-Tabany, Trianto Ibnu Badar, Perancangan model pembelajaran.
Batang, TK Tunas Budi, “Peningkatan Perkembangan Kognitif Anak dalam Pengenalan Warna dengan Plastisin di Kelompok A TK Tunas Budi Kecamatan Batang Alai Selatan”, Jurnal Penelitian Tindakan dan Edukasi. Model Discovery Learning menerapkan bahan ajar tematik pada Kelas V Sekolah Dasar, Jurnal Konseling dan Pendidikan. Hanifah, Ummu, “Perbedaan Efektivitas Penggunaan Model Pembelajaran Discovery dan Inquiry Terhadap Hasil Belajar IPA Siswa”, Education Partner E-Journal.
Mochammad, Amry Yahya, 'Teknik Pemecahan Warna Dalam Pembelajaran IPA', Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, 2018 Mubarok, Chusni, dan Edy Sulistyo, 'Penerapan Model Pembelajaran Discovery Learning Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas X Tav pada Standar Kompetensi Pemasangan Sound System di SMP Negeri 2 Surabaya', Jurnal Pendidikan Teknik Elektro. Novitasari, Reni, M Nasirun, dan D Delrefi, “Meningkatkan motorik kasar anak dengan bermain media hula hoop pada anak kelompok B PAUD Al-Syafaqoh Kabupaten Rejang Lebong”, Jurnal Ilmiah POTENSIA. Pengaruh budaya kerja, kemampuan dan komitmen kerja terhadap kepuasan pegawai serta dampaknya terhadap kinerja Badan Pengusahaan Kawasan Pelabuhan Bebas dan Perdagangan Bebas (BPKS) Sabang, Jurnal Magister Manajemen.
DESKRIPSI OBJEK PENELITIAN
Gambaran Um
Guru merupakan sosok yang diharapkan mampu mengubah peserta didik menjadi pribadi yang lebih baik. Guru adalah seseorang yang memberikan fasilitas bagi proses transfer ilmu pengetahuan dari sumber belajar kepada siswa. 13 Pitalis Mawardi, Penelitian Tindakan Kelas, Penelitian Tindakan Sekolah dan Praktik Terbaik (Jawa Timur: CV. 54. menyediakan waktu tertentu agar siswa siap membaca.
18Reni Novitasari, M Nasirun dan D Delrefi, “Meningkatkan motorik kasar anak melalui bermain dengan Media Hulahoop pada Anak Kelompok B PAUD Al-Syafaqoh Kabupaten Rejang Lebong”, Jurnal Ilmiah POTENSIA,. 19Zakiul Amri Rizqina, Muhammad Adam dan Syafruddin Chan, 'Dampak Budaya, Kemampuan dan Keterlibatan Kerja Terhadap Kepuasan Kerja Pegawai Serta Dampaknya Terhadap Kinerja Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (BPKS) Sabang'', Jurnal Magister Manajemen ,. 21 TK Buds Budi Batang, “Meningkatkan perkembangan kognitif anak dalam pengenalan warna dengan media plastisin di TK Tunas Budi Kelompok A Kecamatan Batang Alai Selatan”, Jurnal Penelitian Tindakan dan Edukasi,.
Kemampuan mewarnai, membentuk, mencoret-coret dan menggambar garis jika dimiliki sejak usia dini tentunya akan sangat bermanfaat bagi mereka dan mengembangkan rasa estetika yang lebih baik. Jadi bagi anak usia 4-5 tahun guru dapat mengenalkan warna-warna yang berbeda-beda, terutama warna primer, sekunder, dan tersier dengan cara menstimulasi menggunakan berbagai aktivitas yang digunakan guru. Membangun komitmen siswa dalam belajar diwujudkan dengan keterlibatan, keikhlasan dan kesetiaan dalam mencari dan menemukan sesuatu dalam proses pembelajaran.
Visi Dan Misi Tk Qurrota A’yun
Tujuan TK Qurrota A’yun
Letak geografis
Data Pengajar Guru
Data Jumlah Peserta Didik
Data Sarana Dan Prasarana
Analisis Data Penelitian
Temuan Penelitian
PENUTUP
Kesimpulan
Saran