Diajukan untuk memenuhi tugas dan memenuhi beberapa persyaratan untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Agama Islam (S.Pd.). Wawancara Dalam penelitian ini, peneliti mewawancarai kepala sekolah, guru pendidikan agama Islam, dan siswa kelompok VII SMP PGRI 1 Batanghari.
PENDAHULUAN
Latar Belakang Masalah
Masih ada siswa yang hasil belajarnya kurang baik, hal ini disebabkan karena siswa kurang memperhatikan. Berdasarkan berbagai permasalahan di atas, peneliti ingin mengetahui upaya guru pendidikan agama Islam dalam meningkatkan hasil belajar siswa di SMP PGRI 1 Batanghari.
Pertanyaan Penelitian
- Manfaat Penelitian a. Bagi individu
Untuk mengetahui upaya guru Pendidikan Agama Islam dalam meningkatkan hasil belajar siswa di SMP PGRI 1 Batanghari. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi sumber pengetahuan terkait upaya guru PAI dalam meningkatkan hasil belajar siswa.
Penelitian Relevan
Skripsi Muhammad Afif Affan berjudul Upaya Guru PAI Dalam Mengatasi Perilaku Menyimpang Siswa SMA Negeri 1 Jatianom. Rumusan masalah adalah bagaimana upaya guru PAI dalam mengatasi perilaku menyimpang siswa di SMA Negeri Jatianom.
BAB II
Upaya Guru Pendidikan Agama Islam
- Pengertian Upaya Guru Pendidikan Agama Islam
- Syarat-syarat Menjadi Guru Agama Islam
- Tugas dan Tanggung Jawab Guru Agama Islam
- Materi dan Metode yang harus Dikuasai Guru PAI
- Faktor yang Mempengaruhi Guru Pendidikan Agama Islam
- Upaya Guru Pendidikan Agama Islam dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa
Pada akhirnya, pendidikan agama Islam dapat diarahkan kepada anak-anak yang selalu taat dalam menjalankan ajarannya. Oleh karena itu Kementerian Agama memberikan pembinaan kepada guru pendidikan agama Islam dalam melaksanakan proses belajar mengajar di sekolah.
Hasil Belajar
- Pengertian Hasil Belajar
- Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Hasil Belajar
- Pengukuran Hasil Belajar
- Kriteria Hasil Belajar
Indikator hasil belajar adalah tujuan belajar yang harus dimiliki siswa setelah menyelesaikan proses pembelajaran tertentu. Berdasarkan beberapa pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa hasil belajar adalah hasil yang dicapai siswa dalam menerima pengetahuan atau kognisi yang disebabkan oleh kematangan. Pandangan lain mengatakan bahwa ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi hasil belajar siswa di sekolah, yaitu faktor yang berasal dari dalam diri siswa disebut faktor internal, dan faktor yang berasal dari luar siswa disebut faktor eksternal. berhasil, adalah: a.
Faktor yang paling dominan mempengaruhi hasil belajar siswa adalah lingkungan sekolah yang meliputi guru dan siswa serta hubungan antara keduanya dalam proses belajar mengajar dan kegiatan belajar di kelas. Berdasarkan pendapat di atas dapat dijelaskan bahwa teknik penilaian dapat digunakan untuk mengukur hasil belajar, adapun penilaian atau penilaian dibedakan menjadi dua, yaitu 1) penilaian formatif, yaitu penilaian yang dilakukan setiap satu satuan pengajaran ditetapkan. dipelajari, dan 2) Penilaian sumatif, yaitu penilaian yang dilakukan pada setiap akhir pengajaran suatu program atau sejumlah unit. Untuk memberikan penilaian hasil belajar digunakan dua teknik yaitu tes formatif dan tes sumatif.
Kriteria untuk mengukur hasil belajar siswa adalah tingkatan kelas yang menunjukkan tingkat penguasaan siswa terhadap materi yang dipelajari. Berdasarkan teori di atas, untuk memberikan nilai yang mencerminkan hasil belajar siswa akan digunakan 2 jenis penilaian yaitu: 1) secara kualitas seperti, baik, cukup dan kurang, dan 2) secara kuantitas yaitu bentuk dari angka 0 - 10.
Jenis dan Sifat Penelitian
Sumber Data
Penelitian ini bersifat deskriptif karena data yang dikumpulkan berupa kata-kata, gambar dan bukan angka.54 Dalam konteks penelitian ini, subjek penelitian adalah guru PAI dan siswa kelas VIII. kelas di SMP PGRI 1 Batanghari. Sumber data sekunder dikenal sebagai data pendukung atau data yang melengkapi data primer yang digunakan oleh peneliti. Misalnya, jenis data sekunder dapat berupa gambar, dokumentasi, grafik, manuskrip, manuskrip, dan berbagai dokumentasi lainnya.
Sumber data sekunder juga diperoleh dari sumber literatur tentang upaya guru pendidikan agama Islam dalam meningkatkan hasil belajar.
Teknik Pengumpulan Data
- Wawancara
Wawancara terstruktur, yaitu wawancara yang dilakukan berdasarkan daftar pertanyaan dengan tujuan untuk dapat mengontrol dan menyesuaikan dimensi wawancara. Metode dokumentasi ini digunakan untuk memperoleh data terkait sejarah berdirinya, visi, misi, struktur organisasi, daftar guru, daftar siswa, sarana dan prasarana, serta hasil belajar siswa kelas VII SMP PGRI 1 Batanghari. Teknik validasi data sangat perlu dilakukan agar data yang dihasilkan dapat dipercaya dan dipertanggungjawabkan secara ilmiah.
Pengujian keterbacaan data dengan triangulasi teknis, yaitu pengecekan data dari sumber yang sama dengan menggunakan teknik yang berbeda. Pengujian kredibilitas data dilakukan melalui triangulasi yaitu triangulasi teknis, dan triangulasi teknis dilakukan dengan menanyakan hal yang sama melalui teknik yang berbeda yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi. Apabila ketiga teknik pengujian kredibilitas data tersebut menghasilkan data yang berbeda, peneliti akan melakukan diskusi lebih lanjut dengan sumber data yang relevan.
Berdasarkan uraian di atas, maka peneliti menggunakan triangulasi dalam teknik pengumpulan data untuk menguji kredibilitas data dengan cara mengecek data dengan informan menggunakan teknik wawancara dengan kepala sekolah dan guru kemudian mengecek dengan observasi langsung ke sekolah menengah. Untuk menganalisis data dalam penelitian ini, peneliti menggunakan pola pikir induktif. Penelitian kualitatif ini menggunakan teknik analisis data induktif. Metode analisis dengan pola pikir induktif adalah metode analisis yang mendeskripsikan dan menganalisis data yang diperoleh dari lapangan dan bukan berdasarkan deduksi teoritis.
Deskripsi Singkat Lokasi Penelitian
- Sejarah Berdirinya SMP PGRI 1 Batanghari
- Visi dan Misi Sekolah
- Alat Bantu Ajar / Media Pembelajaran / Sasaran Lain
Memberikan pengetahuan, keterampilan dan teknologi, menanamkan budaya disiplin berdasarkan iman dan taqwa.
Kelas Kelas
Kelas
- Keadaan Kepegawaian
- Kegiatan Pengembangan Diri
- Struktur Organisasi Sekolah
- Prestasi
SMP PGRI 1 Batanghari memiliki 21 orang tenaga pengajar dan 3 orang tenaga pendidik yang sebagian besar adalah pendidik honorer dari Yayasan Pembina Lembaga Pendidikan dan 4 orang pegawai negeri sipil (DPK) diperbantukan, yang semuanya diprogramkan menjadi bidang studi yang sesuai dengan keahlian dan keahliannya. gelar pendidikan yang mereka miliki. Staf pengajar SMP PGRI 1 Batanghari terdiri dari 2 orang lulusan Magister Manajemen, 14 orang lulusan Sarjana, 3 orang lulusan Diploma dan 4 orang lulusan SMA yang sedang dalam proses penyelesaian Sarjana. Pengembangan diri merupakan kegiatan yang bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan, bakat, dan minat masing-masing siswa sesuai dengan kondisi sekolah.
Kegiatan pengembangan diri di bawah bimbingan guru atau tenaga kependidikan yang dapat dilaksanakan di . dilakukan antara lain melalui kegiatan sosial, pembelajaran dan pengembangan karir mahasiswa serta kegiatan rekreasi, seperti kepramukaan, manajemen, kelompok seni dan budaya, kelompok tim olah raga. Pendidik untuk memetakan keadaan siswa pada waktu tertentu membuat tabel yang berisi data jumlah siswa pada tahun ajaran 2010/2011, sehingga dari data tersebut dapat dilihat penurunan jumlah siswa yang mendaftar di SMP PGRI 1 Batanghari pada tahun 2010 /2011 ke tahun ajaran 2014 2015 dan mulai stabil pada tahun ajaran 2015/2016. SMP PGRI 1 Batanghari tidak hanya mengutamakan kegiatan akademik tetapi juga kegiatan non akademik, hal ini terlihat dari banyaknya capaian dalam kegiatan non akademik.
Namun, SMP PGRI 1 Batanghari juga memiliki beberapa prestasi akademik yang berhasil diraih siswa dalam event-event tertentu.
No Nama Kejuaraan Tingkat Peringkat Tahun 1. Lari 8 km Putri Kecamatan III 2004
Pramuka Tali Temali Putri
Deskripsi Hasil Penelitian
Dalam proses pembelajaran, guru PAI secara alamiah memberikan pengajaran akademik sesuai dengan materi yang diajarkan, mendidik siswa dalam perilaku dan budi pekerti yang baik, serta membimbing siswa untuk berperilaku baik dan menghindari perilaku yang menyimpang. Guru PAI membimbing siswa dalam proses pembelajaran, guru melakukan tanya jawab tentang materi pembelajaran, kemudian guru mengevaluasi pembelajaran terutama mendidik, membimbing dan membimbing siswa agar dapat menerapkan nilai-nilai Islami dalam kehidupan sehari-hari. . Dalam proses pembelajaran mata pelajaran PAI hanya memiliki waktu 2 x 40 jam per minggu, sehingga guru hanya berkewajiban menyampaikan materi.
Tidak semua siswa memiliki karakter yang sama, namun dalam proses pembelajaran siswa diharapkan untuk mematuhi petunjuk yang diberikan oleh guru. Berdasarkan wawancara yang dilakukan peneliti dengan guru PAI SMP PGRI 1 Batanghari bahwa keberhasilan dalam kegiatan belajar mengajar dapat dilihat dari proses pembelajaran, dalam proses belajar mengajar. Seorang guru mata pelajaran PAI sangat memperhatikan prestasi siswanya, selain itu guru juga harus mampu memotivasi siswa dengan baik dalam proses belajar mengajar agar terus berprestasi di lingkungan sekolah.
Dalam proses pembelajaran guru sangat menguasai materi yang diajarkan, agar siswa mengerti dan memahami materi yang disampaikan oleh guru, sehingga ketika guru memberikan tugas, siswa dapat mengerjakan tugas tersebut. Fasilitas yang mendukung guru dalam proses mengajar adalah tersedianya ruang kelas, mushola, laptop dan media LCD.
Pembahasan
Dalam lingkungan sekolah, seorang guru dapat dikatakan sebagai penghubung, yaitu seorang guru dapat memberikan manfaat atau kemudahan dalam proses belajar mengajar agar siswa memahami proses pembelajaran. Seorang guru juga dapat dikatakan sebagai organisator, artinya dapat mengelola kegiatan belajar mengajar bagi siswa secara efektif dan efisien, antara lain pengelolaan kelas yang baik, menggunakan metode sesuai dengan kemampuan guru, dan menggunakan media atau alat peraga sesuai dengan mata pelajaran. . Guru juga sebagai evaluator dalam artian guru mempunyai wewenang atau wewenang untuk menilai dan mengevaluasi tingkat pemahaman siswa, apakah siswa mencapai hasil belajar yang baik, cukup atau kurang.
Namun yang terjadi di lapangan tidak semua upaya yang dilakukan oleh guru agama Islam SMP Pgri 1 Batanghari hanya sedikit yang diterapkan, termasuk memotivasi siswa untuk memberikan semangat dalam proses belajar mengajar. Selain itu guru menerapkan strategi pembelajaran dengan memberikan hadiah berupa alat tulis dan buku kepada siswa yang mendapat nilai tinggi untuk memotivasi siswa lain yang belum mampu mencapai hasil belajar yang maksimal, sehingga diharapkan strategi ini dapat berjalan dengan maksimal. di masa depan. Proses pembelajaran di lingkungan sekolah khususnya pada mata pelajaran PAI adalah untuk mengedepankan perilaku yang mengandung nilai-nilai pendidikan agama Islam melalui kebiasaan-kebiasaan kecil.
Guru juga memberikan motivasi kepada siswa agar siswa bersemangat menjalani proses pembelajaran di sekolah, dengan cara memberikan teguran, teguran dan nasihat kepada siswa, namun masih ada siswa yang mengalami penurunan prestasi siswa. Faktor yang menghambat upaya guru PAI untuk meningkatkan hasil belajar antara lain terkadang ada beberapa siswa yang kurang memahami penjelasan yang telah disampaikan oleh guru karena waktu yang tidak mencukupi dalam proses belajar mengajar.
Saran
Guru selalu menggunakan media pembelajaran dalam menyampaikan bahan ajar seperti poster gambar wudhu, LCD, gambar, patung, Al Quran dan terkadang menggunakan media praktis di musala sekolah. Selain itu, pihak sekolah juga harus menambah program ekstrakurikuler yang berkaitan dengan agama seperti Rohis untuk meningkatkan pengetahuan agama siswa sehingga dapat meningkatkan prestasi akademik siswa. Arifin, HM, Keterkaitan Pendidikan Agama di Lingkungan Sekolah dan Keluarga, Jakarta: Bulan Bintang, 2004.
Depdiknas, Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2003, Tentang Sistem Pendidikan Nasional, Jakarta : Sinar Grafik, 2008. Hamka Abdul Aziz, Karakter guru yang profesional melahirkan siswa unggul yang mampu menjawab tantangan masa depan, Jakarta : Al-Mawardi, 2002. Kunandar, Guru Profesional Implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dan Sukses Sertifikasi Guru, Jakarta: Rajawali, 2011.
ALAT PENGUMPULAN DATA (APD)
UPAYA GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DI SMP PGRI 1
BATANGHARI
IDENTITAS
PERTANYAAN
- F.2/G.1 Keterangan koding
- F.1/S.1 Keterangan koding
- F.1/S.2 Keterangan koding
- F.1/S.3 Keterangankoding
Guru Pendidikan Agama Islam SMP PGRI 1 Batanghari Kutipan Wawancara dengan Guru Pendidikan Agama Islam SMP PGRI 1. Upaya Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Di SMP PGRI 1 Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Di SMP PGRI 1. Kutipan Wawancara dengan Siswa SMP PGRI 1 Batanghari Wawancara terfokus pada siswa SMP PGRI 1 Batanghari, tgl.