i
VARIASI KONSENTRASI METIL SELULOSA SEBAGAI BAHAN PENGIKAT PADA FORMULASI TABLET DARI ENZIM PAPAIN (Carica
Papaya L.) SECARA GRANULASI BASAH Skripsi
Untuk melengkapi syarat-syarat guna memperoleh gelar Sarjana Farmasi
Oleh:
MUHAMMAD LUTHFI 1704015029
PROGRAM STUDI FARMASI FAKULTAS FARMASI DAN SAINS
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PROF. DR. HAMKA JAKARTA
2022
ii
Skripsi dengan judul
VARIASI KONSENTRASI METIL SELULOSA SEBAGAI BAHAN PENGIKAT PADA FORMULASI TABLET DARI ENZIM PAPAIN (Carica
Papaya L.) SECARA GRANULASI BASAH
Telah disusun dan dipertahankan dihadapan penguji oleh : Muhammad Luthfi, NIM 1704015029
Tanda Tangan Tanggal
Ketua
Wakil Dekan I
Drs. apt. Inding Gusmayadi, M.Si.
Penguji I 23/03/2022
apt. Ari Widayanti, M.Farm.
Penguji II
apt. Pramulani Mulya Lestari, M.Farm.
Pembimbing I
apt. Fahjar Prisiska, M.Farm.
11/03/2022
Pembimbing II
Drs. apt. Inding Gusmayadi, M.Si.
Mengetahui:
Ketua Program Studi Farmasi
Dr. apt. Rini Prastiwi, M.Si.
Dinyatakan Lulus pada tanggal : 10 Februari 2022
VARIASI KONSENTRASI METIL..., Muhammad Luthfi, Farmasi UHAMKA, 2022
iii ABSTRAK
VARIASI KONSENTRASI METHYL SELULOSE, HPMC, NA CMC SEBAGAI BAHAN PENGIKAT PADA FORMULASI TABLET DARI ENZIM PAPAIN (Carica Papaya L.) SECARA GRANULASI BASAH
MUHAMMAD LUTHFI 1704015029
Enzim papain dapat membantu sistem pencernaan dan merangsang fungsi kekebalan tubuh, untuk mempermudah penggunaan enzim papain maka dibuat menjadi sediaan tablet. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui variasi konsentrasi Mathyl Selulosa sebagai bahan pengikat pada granul enzim papain secara granulasi basah memenuhi syarat secara farmasetika. Penelitian ini dibuat dalam 3 formula (F) uji dengan perbandingan Mathyl Selulosa sebagai bahan pengikat yang terdiri dari F1 (Methyl Selulosa 1%), F2 (Methyl Selulosa 3%), dan F3 (Methyl Selulosa 5%) . Granul dilakukan evaluasi meliputi kekerasan, kerapuhan, dan waktu hancur. Hasil evaluasi granul F1-F3 dari kekerasan (4,38- 7,15), dari kerapuhan (0,63-0,44), dan dari waktu hancur (5,32-7,56). Hasil evaluasi tablet dianalisa statistik One-Way ANOVA dengan taraf kepercayaan 95% (α=0,05) dan diperoleh nilai signifikasi <0,05 yang menunjukkan perbedaan bermakna sehingga dilanjutkan dengan Uji Tukey HSD. Simpulan penelitian ini menunjukkan bahwa semakin meningkat Mathyl Selulosa yang digunakan maka kekerasan tablet semakin besar, kerapuhan yang terbentuk semakin menurun dan waktu hancur tablet semakin meningkat.
Kata Kunci : Enzim Papain, Granul, Tablet, Mathyl Selulosa.
VARIASI KONSENTRASI METIL..., Muhammad Luthfi, Farmasi UHAMKA, 2022
iv
KATA PENGANTAR
Bismillahirrahmanirrahim
Puji dan syukur atas berkat kehadirat Allah SWT atas segala berkat dan rahmatnya, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul
“VARIASI KOMBINASI MANNITOL DAN SORBITOL SEBAGAI BAHAN PENGISI PADA FORMULASI GRANUL ENZIM PAPAIN SECARA GRANULASI BASAH”. Penulisan skripsi ini merupakan syarat untuk mencapai gelar Sarjana Farmasi pada Program Studi Farmasi. Pada kesempatan ini penulis ucapkan terimakasih kepada:
1. Bapak Dr. apt, Hadi Sunaryo, M.Si., selaku Dekan Fakultas Farmasi dan Sains UHAMKA.
2. Bapak Drs. apt. Inding Gusmayadi, M.Si., selaku Wakil Dekan I Fakultas Farmasi dan Sains UHAMKA dan pembimbing II yang dengan penuh kesabaran memberikan bimbingan hingga bisa menyelesaikan skripsi ini tepat waktu.
3. Ibu apt. Kori Yati, M.Farm., selaku Wakil Dekan II Fakultas Farmasi dan Sains UHAMKA.
4. Bapak apt. Kriana Efendi, M.Farm., selaku Wakil Dekan III Fakultas Farmasi dan Sains UHAMKA.
5. Bapak Anang Rohwiyono, M.Ag., selaku Wakil Dekan IV Fakultas Farmasi dan Sains UHAMKA.
6. Ibu Dr. apt. Rini Pratiwi, M.Si., selaku Ketua Program Studi Fakultas Farmasi dan Sains UHAMKA.
7. Bapak apt. Fahjar Prisiska, M.Farm., selaku pembimbing I yang dengan penuh kesabaran memberikan bimbingan hingga bisa menyelesaikan skripsi ini tepat waktu.
8. Ibu apt. Elly Wardani, M.Farm., selaku pembimbing akademik yang telah mengarahkan dari awal semester hingga sekarang ini.
9. Ayahanda suranto dan ibunda jumilah yang selalu memberikan dukungan secara moral dan moril.
Penulis menyadari bahwa dalam penulisan skripsi ini banyak kekurangan karena keterbatasan ilmu dan kemampuan penulis. Untuk itu saran dan kritik sangat penulis harapkan. Penulis berharap skripsi ini dapat berguna khususnya bagi penulis, umumnya bagi semua pihak yang memerlukan.
Jakarta, Januari 2022
Penulis
VARIASI KONSENTRASI METIL..., Muhammad Luthfi, Farmasi UHAMKA, 2022
v DAFTAR ISI
Hlm.
HALAMAN JUDUL i
LEMBAR PENGESAHAN ii
ABSTRAK iii
KATA PENGANTAR iv
DAFTAR ISI v
DAFTAR TABEL vii
DAFTAR GAMBAR viii
DAFTAR LAMPIRAN ix
BAB I PENDAHULUAN 1
A. Latar Belakang 1
B. Permasalahan Penelitian 1
C. Tujuan Penelitian 2
D. Manfaat Penelitian 2
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 3
A. Landasan Teori 3
1. Buah Pepaya 3
2. Enzim Papain 3
3. Granul 4
4.Tablet 4
5.Bahan pengisi (filler) 5
6.Bahan pengikat (binder) 6
7.Bahan penghancur (disintegran) 6
8. Pelincir 7
9. Monografi zat tambahan 7
10. Evaluasi Sifat Alir Sediaan Granul 9
11. Evaluasi Sifat Fisik Tablet 11
12. Aktivitas Enzim 12
B. Kerangka Berfikir 13
C.Hipotesis 13
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 14
A. Tempat dan Jadwal Penelitian 14
1. Tempat Penelitian 14
2. Jadwal Penelitian 14
B. Alat dan Bahan Penelitian 14
1. AlatPenelitian 14
2. BahanPenelitian 14
C. Prosedur penelitian 15
1.Pembuatan rencana penelitian 15
2.Evaluasi Granul Papain 16
3.Evaluasi Tablet Papain 17
4.Aktivitas Enzim Papain 18
D.Analisis Data 20
BAB IV. HASILDAN PEMBAHASAN 21
A. Hasil Evaluasi Granul Papain 21
1.Waktu Alir 21
VARIASI KONSENTRASI METIL..., Muhammad Luthfi, Farmasi UHAMKA, 2022
vi
2.Sudut Diam 22
3.Kompresibilitas 23
4.Susut Pengeringan 24
5.Distribusi Ukuran Partikel 25
B. Hasil Evaluasi Tablet 26
1.Uji Organoleptis 26
2.Uji Keseragaman Bobot 26
3.Uji Keseragaman tebal dan Ukuran 27
4.Uji Kekerasan 28
5.Uji Kerapuhan 29
6. Uji Waktu Hancur 30
C. Uji Aktivitas Enzim Papain 31
D. Hasil Analisa Data 32
BAB V. SIMPULAN DAN SARAN 34
A. Simpulan 34
B. Saran 34
DAFTAR PUSTAKA 35
LAMPIRAN 38
VARIASI KONSENTRASI METIL..., Muhammad Luthfi, Farmasi UHAMKA, 2022
vii
DAFTAR TABEL
Hlm Tabel 1. Hubungan antara Sifat Alir dan Sudut Diam 9 Tabel 2. Hubungan antara Sifat Alir dan Kompresibilitas/Indeks Carr 10
Tabel 3. Syarat Keseragaman Bobot 11
Tabel 4. Formula Granul Papain 15
Tabel 5. Hasil Uji Organoleptis Pada Tablet 26
Tabel 6. Hasil Uji Keseragaman Bobot Tablet 26
Tabel 7. Uji Keseragaman Tebal dan Ukuran 27
Tabel 8. Hasil Absorbansi Kurva Standar Tirosin 42 Tabel 9. Hasil Evaluasi Uji Waktu Alir (detik) 48
Tabel 10. Hasil Evaluasi Uji Sudut Diam (º) 48
Tabel 11. Hasil Evaluasi Uji Kompresibilitas(%) 48 Tabel 12. Hasil Evaluasi Uji Susut Pengeringan (%) 48 Tabel 13. Hasil Evaluasi Uji Distribusi Ukuran Partikel (ɥɱ) 49 Tabel 14. Hasil Uji Aktivitas Enzim Pada Granul 50 Tabel 15. Hasil Evaluasi Uji Keseragaman Bobot 51 Tabel 16. Hasil Evaluasi Uji Keseragaman Diameter Tablet 52 Tabel 17. Hasil Evaluasi Uji Keseragaman Tebal Tablet 53 Tabel 18. Hasil Evaluasi Uji Kekerasan Tablet 54 Tabel 19. Hasil Evaluasi Uji Kerapuhan Tablet 54 Tabel 20. Hasil Evaluasi Uji Waktu Hancur Tablet 54 Tabel 21. Hasil Uji Aktivitas Enzim Pada Tablet 55
VARIASI KONSENTRASI METIL..., Muhammad Luthfi, Farmasi UHAMKA, 2022
viii
DAFTAR GAMBAR
Hlm
Gambar 1. Hasil Uji Waktu Alir 21
Gambar 2. Hasil Uji Sudut Diam 22
Gambar 3. Hasil Uji Kompresibilitas 23
Gambar 4. Hasil Uji Susut Pengeringan 24
Gambar 5. Hasil Uji Distribusi Ukuran Partikel 25
Gambar 6. Hasil Uji Kekerasan Tablet 28
Gambar 7. Hasil Uji kerapuhan Tablet 29
Gambar 8. Hasil Uji Waktu Hancur 30
Gambar 9. Hasil Uji Aktivitas Enzim Papain pada Granul 31 Gambar 10. Hasil Uji Aktivitas Enzim Papain pada Tablet 31
Gambar 11. Sendok Tanduk 59
Gambar 12. Spatula 59
Gambar 13. Sendok Tanduk 59
Gambar 14. Gelas Ukur 59
Gambar 15. Lumpang dan Alu 59
Gambar 16. Timbangan Digital 59
Gambar 17. Tube 60
Gambar 18. Aluminium Foil 60
Gambar 19. Oven 60
Gambar 20. Granul Flow Tester 60
Gambar 21. Tapped Density Tester 60
Gambar 22. Ayakan Bertingkat 60
Gambar 23. Inkubator 61
Gambar 24. Vortex 61
Gambar 25. Spektrofotometer UV-Vis 61
Gambar 26. Botol Timbang 61
Gambar 27. pH meter 61
Gambar 28. Stopwatch 61
Gambar 29. Corong 62
Gambar 30. Erlemenyer 62
Gambar 31. Beaker Glass 62
Gambar 32. Perkamen Putih 62
Gambar 33. Buku Milimeter Block 62
Gambar 34. Wadah Loyang 62
Gambar 35. Penggaris 63
Gambar 36. Baskom 63
Gambar 37. KH2PO4 64
Gambar 38. TCA 64
Gambar 39. Kasein dan Tirosin 64
Gambar 40. Formula 1 65
Gambar 41. Formula 2 65
Gambar 42. Formula 3 65
VARIASI KONSENTRASI METIL..., Muhammad Luthfi, Farmasi UHAMKA, 2022
ix
DAFTAR LAMPIRAN
Hlm
Lampiran 1. Alur Penelitian 38
Lampiran 2. Penentuan Panjang Gelombang Tirosin 39 Lampiran 3. Pembuatan Kurva Standar Tirosin 40 Lampiran 4. Pengujian Aktivitas Enzim Papain 41 Lampiran 5. Perhitungan Kurva Standar Tirosin 42 Lampiran 6. Hasil Penentuan Panjang Gelombang Maksimal Tirosin 43 Lampiran 7. Hasil Penentuan Kurva Kalibrasi Tirosin 44 Lampiran 8. Hasil Pengukuran Blanko pada λ 275 Nm 45 Lampiran 9. Hasil Uji Aktivitas Granul Enzim Papain Pada λ 275 nm 46 Lampiran 10. Hasil Uji Aktivitas Tablet Enzim Papain Pada λ 275 nm 47 Lampiran 11. Hasil Evaluasi Granul Enzim Papain 48 Lampiran 12. Hasil Uji Aktivitas Enzim pada λ 275 nm 50 Lampiran 13. Hasil Evaluasi Tablet Enzim Papain 51 Lampiran 14. Hasil Uji Aktivitas Enzim pada λ 275 nm 55
Lampiran 15. Bahan Penelitian 64
Lampiran 16. Granul Enzim Papain 65
Lampiran 17. Sertifikat Bahan Penelitian 66
VARIASI KONSENTRASI METIL..., Muhammad Luthfi, Farmasi UHAMKA, 2022
1 A. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN
Getah pepaya Mengandung enzim papain, papain berasal dari bahasa inggris, yaitu papa (ya) dan in. Jadi, kata tersebut berarti suatu substansi di dalam buah (getah) pepaya yang memiliki sifat enzimatis berupa daya katalis untuk mengurai atau memecah protein, enzim yang memecah protein disebut protease, proteinase, proteolitik. (Moechd. Baga Kalie, 2008) Salah satu cara pemanfaatan enzim papain dalam dunia kesehatan dapat dilakukan melalui pembuatan formula enzim dalam bentuk sediaan granulasi basah yang akan di lanjutkan untuk pembuatan tablet.
Tablet merupakan salah satu sediaan solid yang mengandung satu atau lebih zat aktif dengan atau tanpa bahan tambahan (Siregar 2010). Tablet digolongkan menjadi dua yaitu tablet cetak atau tablet kempa. Pembuatan tablet umumnya dikempa. Tablet kempa diproduksi dengan cara meletakan serbuk atau granul pada pencetak baja dan memberikan tekanan tinggi pada cetakan baja (Agoes 2012).
Eksipien pada tablet umumnya terdiri dari pengisi, penghancur, pelincir, dan pengikat (Agoes 2012)
Bahan pengikat merupakan suatu zat adhesive dan komponen paling penting dalam sediaan tablet. Kegunaan pengikat adalah untuk memberikan kohesivitas yang diperlukan untuk mengikat serbuk agar terbentuk menjadi tablet yang padat dan memenuhi persyaratan (Siregar, 2010). Bahan pengikat yang digunakan untuk penilitian ini adalah Methyl Selulosa dengan konsentrasi 1%, 3%, dan 5%.
B. Permasalahan Penelitian
Berdasarkan latar belakang, penelitian ini dilakukan dengan membuat tiga (3) Formula (F) yang masing-masing formula terdiri dari 3 batch dan setiap batch terdiri dari 100 tablet, yang tiap satu tablet mengandung 750 mg bahan dengan tiap sediaan mengandung enzim papain 66,67% yang setara dengan 500 mg sebagai bahan aktif, Methyl Selulosa 1% (7,5mg), Methyl Selulosa 3% (22,5mg), dan Methyl Selulosa 5% (37,5mg) sebagai bahan pengikat, Primogel 4% (30mg) sebagai bahan penghancur, Mg Stearat 3% (22,5mg) sebagai bahan pelincir, talcum 3% (22,5mg) sebagai bahan antilekat, dan lactosa ad 100% sebagai bahan pengisi.
Apakah hasil variasi konsentrasi Methyl Selulosa (1%,3%, dan 5%) pada
VARIASI KONSENTRASI METIL..., Muhammad Luthfi, Farmasi UHAMKA, 2022
2
pembuatan tablet Enzim Papain dengan metode granulasi basah dapat memenuhi syarat atau tidak secara farmasetika.
C. Tujan Penelitian
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui variasi konsentrasi Methyl Selulosa sebagai bahan pengikat pada tablet enzim papain secara granulasi basah yang dapat memenuhi syarat secara farmasetika.
D. Manfaat Penelitian
Manfaat Penelitian ini untuk mengetahui dan memberikan informasi tentang variasi konsentrasi Methyl selulosa sebagai bahan pengikat pada Tablet Enzim Papain secara granulasi basah bahwa memenuhi persyaratan atau tidak secara farmasetika.
VARIASI KONSENTRASI METIL..., Muhammad Luthfi, Farmasi UHAMKA, 2022
35
DAFTAR PUSTAKA
Agoes G. 2012. Sediaan Farmasi Padat.Edisi6. ITB. Bandung. Hlm. 288.
Agoes G. 2012. Sediaan Farmasi Padat.Edisi6. ITB. Bandung. Hlm. 288.
Rowe RC, Paul JS, Marian EQ. 2009.Handbook of Phamaceutical Excipients.Edisi 6. Amerika. Pharmaceutical Press. Hlm. 129-728
Rowe RC, Sheskey PJ, Quinn ME. 2009. Handbook of Pharmaceutical Excipients.
6th ed. Pharmaceutical Press. USA. Hlm. 129-132, 691-692, 404-405, 728- 729, 663-664.
Siregar CJP. 2010. Teknologi Farmasi Sediaan Tablet. Terjemahan: July M, Nurul A, , Amalia HH. Buku Kedokteran EGC. Jakarta. Hlm. 1-11, 102, 143-172.
Bintang M. 2018. Biokimia Teknik Penelitian. Edisi 2. Amalia S (Ed.). Erlangga.
Jakarta. Hlm. 48-61.
Agoes G. 2012. Sediaan Farmasi Padat. Edisi 6. ITB. Bandung. Hlm. 18-21, 286- 289, 293, 321-324.
Abreu DC, Katia CF. 2019. Bromelain Separation and Purification. Brazilian Journal of Chemical Engineering, 36 (02), Hlm. 39-1029. Agoes G. 2012.
Sediaan Farmasi Padat. Edisi 6. ITB. Bandung. Hlm. 18-21, 286- 289, 293, 321-324.
Ansel. 2013. Bentuk Sediaan Farmasetis dan Sistem Penghantaran Obat.
Terjemahan: Afifah HN, Ningsih TR. Edisi 9. EGC. Jakarta. Hlm. 243-246.
Allen LV, Junior NGP, Ansel HC. 2013. Bentuk Sediaan Farmasetik dan Sistem Penghantaran Obat. Edisi 9. Terjemahan:Hendriati L, Foe K. Buku KedokteranEGC. Jakarta. Hlm. 243.
Ansel HC. 1989. Pengantar Bentuk Sediaan.Edisi 4. Terjemahan: Ibrahim F. UI Press. Jakarta. Hlm. 245
VARIASI KONSENTRASI METIL..., Muhammad Luthfi, Farmasi UHAMKA, 2022
36
Charles S. 2010. Teknologi Farmasi Sediaan Tablet.Buku Kedokteran EGC Jakarta. Hlm.1-205.
Departemen Kesehatan Republik Indonesia. 1979. Farmakope Indonesia Edisi 3.Direktorat Jendral Pengawasan Obat dan Makanan. Jakarta. Hlm. 6-8, 338.
Ernawati S. 2012. Biokimia Dasar. PT ISFI Penerbitan. Jakarta. Hlm.163- 164.
Allen LV, Junior NGP, Ansel HC. 2013. Bentuk Sediaan Farmasetik dan Sistem Penghantaran Obat. Edisi 9. Terjemahan:Hendriati L, Foe K. Buku KedokteranEGC. Jakarta. Hlm. 243.
Ansel HC. 1989. Pengantar Bentuk Sediaan.Edisi 4. Terjemahan: Ibrahim F. UI Press. Jakarta. Hlm. 245
Charles S. 2010. Teknologi Farmasi Sediaan Tablet.Buku Kedokteran EGC Jakarta. Hlm.1-205.
Departemen Kesehatan Republik Indonesia. 1979. Farmakope Indonesia Edisi 3.Direktorat Jendral Pengawasan Obat dan Makanan. Jakarta. Hlm. 6-8, 338.
Ernawati S. 2012. Biokimia Dasar. PT ISFI Penerbitan. Jakarta. Hlm.163- 164.
Hadisoewignyo L, Achmad F. 2013. Sediaan Solida. Pustaka Pelajar. Yogyakarta.
Hlm. 21-68.
Departemen Kesehatan Republik Indonesia. 1979. Farmakope Indonesia Edisi 3.Direktorat Jendral Pengawasan Obat dan Makanan. Jakarta. Hlm.6-8.
Lachman L, Herbert CL, Joseph LK. 1994. Teori dan Praktek Farmasi Industri.
Edisi 2. Terjemahan: Suyatmi SUniversitas Indonesia. Jakarta. Hlm.
Maria B. 2018. BIOKIMIA Teknik Penelitian.Penerbit ErlanggaJakarta. Hlm.
Oda, K. 2012. New Families Of Carboxyl Peptidases: Serine-Carboxyl Peptidases And Glutamic Peptidases. Journal of Biochemistry. 151(1). Hlm.13–25.
VARIASI KONSENTRASI METIL..., Muhammad Luthfi, Farmasi UHAMKA, 2022
37
PRowe RC, Paul JS, Marian EQ. 2009.Handbook of Phamaceutical Excipients.Edisi 6. Amerika. Pharmaceutical Press. Hlm. 129-728
Roxas ND, Mario. 2008. The Role of Enzyme Supplementation in Digestive Disorders. Alternative Medicine Review. 13(4). Hlm. 309.
Smith JE. 1993. Prinsip Bioteknologi.PT Gramedia Pustaka Utama. Jakarta. Hlm.
143-144.
VARIASI KONSENTRASI METIL..., Muhammad Luthfi, Farmasi UHAMKA, 2022