• Tidak ada hasil yang ditemukan

Zaki Azmirrijali Tugas ke 2 (Pertemuan 3)

N/A
N/A
Zaki Azmirrijali

Academic year: 2025

Membagikan "Zaki Azmirrijali Tugas ke 2 (Pertemuan 3)"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

DASAR PENGETAHUAN Nama : Zaki Azmirrijali

NIM : 23201021004

Tugas : Resume

Mata Kuliah : Filsafat Ilmu

Pengetahuan memiliki dasar dan akar kemunculannya sendiri. Sebenarnya darimanakah pengetahuan? Disini kita akan melihat dalam buku Jujun S.S. Bab 2 dan Sony Keraf serta Mikhael Dua di Bab 3.

Manusia adalah satu-satunya makhluk di dunia ini yang mengembangkan pengetahuannya. Apakah yang mendasari manusia untuk mengembangkan pengetahuan?

Manusia mengembangkan pengetahuan karena adanya dua hal. Pertama adalah karena manusia memiliki Bahasa yang mampu mengkomunikasikan informasi dan adanya jalan pikiran yang melatar belakangi informasi tersebut. Kedua, karena manusia memiliki kemampuan berpikir menurut suatu alur kerangka berpikir tertentu yang disebut dengan penalaran. Adanya kemampuan menalar inilah yang menyebabkan pengetahuan manusia mengalami perkembangan.

Penalaran sendiri merupakan suatu proses berpikir dalam menarik sebuah kesimpulan yang berupa pengetahuan. Penalaran menghasilkan pengetahuan yang dikaitkan dengan kegiatan berpikir dan bukan dengan perasaan. Perasaan sendiri adalah sebuah penarikan kesimpulan yang tidak berdasarkan penalaran. Penalaran memiliki dua ciri-ciri. Pertama, penalaran adalah sebuah pola berpikir yang disebut juga dengan logika. Kedua, terdapat sifat analitik dari proses berpikirnya. Untuk melakukan sebuah analisis, maka diperlukan sebuah pengetahuan yang berasal dari sumber kebenaran.

Sumber kebenaran sendiri bisa dibedakan menjadi sumber kebenaran yang berasal dari rasio dan selanjutnya disebut dengan rasionalisme. Selanjutnya, ada juga yang berpendapat bahwa fakta yang tertangkap lewat pengalaman manusia adalah sumber kebenaran, yang selanjutnya disebut dengan empirisme. Pada proses perkembangannya, terdapat perdebatan antara para penganut rasionalisme dan empirisme.

Rasionalisme selanjutnya juga dikenal dengan sebutan Filsafat Kontinental karena banyak tokoh pendukungnya berasal dari Eropa daratan. Inti dari pandangan rasionalisme adalah bahwa hanya dengan menggunakan prosedur tertentu dari akal saja kita bisa sampai pada pengetahuan yang sebenarnya, yaitu pengetahuan yang tidak mungkin salah. Menurut kaum rasionalis, sumber satu-satunya pengetahuan adalah akal budi manusia. Bahkan, pandangan dari kaum rasionalis ini bisa dikatakan sedikit ekstrim karena sampai mengesampingkan atau bahkan menganggap bahwa pengalaman manusia tidaklah penting.

Artinya kaum rasionalis telah memberikan komentar tajam kepada orang-orang yang menganut empirisme. Menurut orang rasionalis, pengalaman yang didapatkan oleh panca indera kita hanya akan menghalangi tercapainya pengetahuan sejati. Disini Descartes, salah seorang penganut rasionalis memberikan contoh bahwa apa yang dilihat mata kita seperti bintang berwujud kecil. Hal ini berbeda dengan fakta yang ada sekarang ini.

(2)

Maka disini dapat diambil beberapa kesimpulan. Pertama, kebanyakan dari orang-orang rasionalis lebih mengandalkan geometri atau ilmu ukur dan matematika. Kedua, kaum rasionalis cenderung meremekan peran pengalaman dan pengamatan pancaindera bagi pengetahuan.

Berbeda jauh dengan kaum rasionalis, kaum empirisis berpendapat bahwa sumber satu- satunya pengetahuan adalah pengalaman. Yang paling pokok untuk bisa sampai pada pengetahuan sejati adalah data dan fakta yang ditangkap oleh pancaindera kita. Pancaindera dikatakan penting bagi perkembangan pengetahuan dibandingkan dengan akal budi kita. Lalu apakah alasannya? Pertama, semua proposisi yang kita ucapkan adalah hasil dari pengalaman yang disimpulkan. Kedua, kita tidak bisa memiliki konsep atau ide tanpa adanya dasar yang diperoleh dari pengalaman. Ketiga, akal budi hanya berfungsi jika ada acan ke realitas atau pengalaman.

Meskipun disin kita melihat bahwa terdapat perbedaan pendapat dan salah satunya cenderung merendahkan, namun terdapat sedikit perbedaan. Kaum empirisis cenderung lebih kalem daripada kaum rasionalis yang lebih ekstrim. Kaum empirisis memang berpendapat bahwa pengalaman manusia adalah satu-satunya sumber kebenaran, namun di lain sisi, kaum empirisis juga memberikan ruang kepada akal budi. Perbedaan lain antara rasionalisme dan empirisme adalah metode yang digunakan. Rasionalisme menggunakan metode deduktif, sedangkan empirisme menggunakan metode induktif.

Referensi

Dokumen terkait

Perbedaan akal sehat dengan ilmu pengetahuan, akal sehat berupa penalaran untuk mencapai suatu konsep atau bagan konseptual sedangkan ilmu

Rasionalisme merupakan aliran dalam filsafat Modern yang memiliki pandangan bahwa pengetahuan kita tidak didasarkan pada pengalaman empiris, melainkan pada asas-asas a priori

Islamisasi ilmu pengetahuan pandangan Al-Faruqi ini haruslah mengintegrasikan konsep kebenaran yang ada pada ilmu pengetahuan yang bersumber pada akal (rasionalitas)

“ pengetahuan yang diturunkan dari akal pikiran yang sehat, mempunyai kebenaran atau kesalahan yang dapat dibuktikan dengan pengalaman akal sehat ”. Contoh : “ Air yang diberi

ia dapat dicapai dengan menggunakan akal budi (intellect) sebagai sumber utama. Hal ini didasarkan pada pandangan bahwa pada dasarnya pengetahuan adalah suatu sistem dedukatif

Dalam pandangan Filsafat, manusia dalam memberdayakan akal pikiran dengan berbagai pengetahuan dan potensi dirinya melahirkan paling tidak tiga pengetahuan dasar

Buatlah perintah Blok PL/SQL untuk membuat prosedur GetBrg yang digunakan untuk memanggil data barang dengan parameter kdbrg dengan query SQL sebagai berikut : SELECT kdbrg, nmbrg,

Prosedur Operasional Standar SOP: Organisasi perlu merancang prosedur yang memastikan bahwa setiap kegiatan yang menggunakan energi dilakukan dengan cara yang efisien dan sesuai dengan