antibiotik β-laktam

Top PDF antibiotik β-laktam:

Penggunaan Antibiotik Β-Laktam Pada Proses Hymenoplasty Dan Vaginoplasty Di Rumah Sakit Vina Estetica Medan

Penggunaan Antibiotik Β-Laktam Pada Proses Hymenoplasty Dan Vaginoplasty Di Rumah Sakit Vina Estetica Medan

Antibiotik β -laktam menghambat pertumbuhan bakteri dengan jalan menghambat tahap spesifik dalam sintesa dinding sel bakteri. Dinding sel bakteri merupakan lapisan luar yang rigid (kaku), yang menutupi keseluruhan membran sitoplasma lapisan ini mempertahankan bentuk sel serta mencegah lisis sel yang mungkin terjadi akibat dari tekanan osmotik yang tinggi dibandingkan dengan lingkungan luarnya. Dinding sel terdiri dari kompleks polimer silang-kait, peptidogycan (murein, mucopeptida) yang terdiri atas polisakarida dan polipeptida. Peptida ini berakhir di D-alanyl-D-alanin. Protein-protein pengikat penisilin (PBPs=penisilin binding protein) mengkatalis reaksi transpeptidase yang melepaskan alanin akhir untuk membentuk ikatan silang dengan peptida terdekat. Hal ini memberikan struktur yang rigid bagi dinding sel. Antibiotik-antibiotik β - laktam merupakan analog struktural dari substrat D-Ala-D-Ala alami yang secara kovalen diikat oleh PBP pada situs aktif. Setelah suatu antibiotik β -laktam terhubung pada PBP, reaksi transpeptidase dihambat, sintesa peptidoglycan disakat dan sel akan mati (Hadisahputra & Harahap, 1994).
Baca lebih lanjut

68 Baca lebih lajut

Antibiotik yang berasal dari Bakteri

Antibiotik yang berasal dari Bakteri

 Penisilin Penicillin atau PCN adalah sebuah kelompok antibiotik β-laktam yang digunakan dalam penyembuhan penyakit infeksi karena bakteri, biasanya berjenis Gram positif..  Penisilin[r]

17 Baca lebih lajut

Produksi dan karakterisasi protein penghambat β-laktamase dari streptomyces sp.ivnf1-1

Produksi dan karakterisasi protein penghambat β-laktamase dari streptomyces sp.ivnf1-1

Hasil identifikasi gen 16S rDNA menunjukkan bahwa Streptomyces sp. IVNF 1-1 memiliki kemiripan 99% dengan Streptomyces lavendulae strain IFO 14028. Isolat lokal ini dinamai Streptomyces lavendulae YL1. Isolat ini memiliki DAP berisomer LL yang merupakan ciri khas dari kelompok Streptomyces. Hasil penelitian menunjukkan bahwa EPEC K 1-1 bersifat resisten terhadap antibiotik βlaktam. Mekanisme resisitensi EPEC K 1-1 terjadi melalui produksi β-laktamase secara ekstrakselular. Filtrat kultur IVNF 1-1 mengandung senyawa protein yang mampu mengatasi resistensi EPEC K 1-1 terhadap antibiotik βlaktam dengan menghambat aktivitas β– laktamase EPEC K1-1. Nilai hambatan protein filtrat kultur ditentukan melalui metode Sawai et al. sebesar 84,12% dengan konsentrasi protein 0,0646 X 10 -1
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Karakteristik Penderita Bronkitis Kronik Di RSUP. H. Adam Malik, Medan Pada Tahun 2012

Karakteristik Penderita Bronkitis Kronik Di RSUP. H. Adam Malik, Medan Pada Tahun 2012

.Dari gambar 5.4 dapat dilihat antibiotik ceftriaxone paling banyak diberikan untuk penderita bronkitis kronik di rumah sakit. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Triwahju dkk di Rumah Sakit Saiful Anwar Malang pada tahun 2010 dimana pada penelitiannya, ceftriaxone paling kerap digunakan yaitu sebanyak 36.8% untuk penyakit paru obstruktif kronik. Ini kerana ceftriaxone merupakan antibiotik jenis sefalosporin generasi ketiga yang mempunyai sifat broad spectrum, yaitu sensitif terhadap bakteria gram positif dan gram negatif. Selain itu ceftriaxone mempunyai masa paruh yang panjang (Theoharis C, 2000), sehingga sering digunakan sebagai obat antibiotik pilihan utama, walaupun sebenarnya lebih baik dilakukan kultur sputum dan test kepekaan bakteri sebelum pemberian antibiotik. Pada penelitian ini tidak dilakukan penelitian kepekaan bakteri dan hanya dilakukan penelitian antibiotik yang diberikan kepada penderita bronkitis kronik.
Baca lebih lanjut

50 Baca lebih lajut

Evaluasi penggunaan antibiotik pada pasien pediatrik diare dengan metode Gyssens di Instalasi Rawat Inap RSUD Kota Yogyakarta tahun 2016-2017 - USD Repository

Evaluasi penggunaan antibiotik pada pasien pediatrik diare dengan metode Gyssens di Instalasi Rawat Inap RSUD Kota Yogyakarta tahun 2016-2017 - USD Repository

Pada kasus 2, pasien mendapatkan antibiotik gabryl® sirup berisi paramomycin yang merupakan antibiotik amoebisidal golongan aminoglikosida (MIMS, 2014). Antibiotik ini merupakan salah satu pilihan untuk mengobati diare (Gunawan, 2016). Harga gabryl® sirup (paromomycin) adalah Rp 68.850 dan gabryl® tidak masuk ke dalam Formularium Nasional sedangkan status bayar pasien merupakan BPJS. Terdapat pilihan antibiotik lain yang lebih murah yaitu cefixime sirup dengan harga Rp. 11.880 sehingga masuk dalam kategori IV C yaitu ada pilihan antibiotik yang lebih murah. Dari hasil pemeriksaan feses mikroskopik tidak ditemukan adanya amoeba sehingga tidak diketahui alasan dokter memberikan antibiotik gabryl® pada kasus ini. Setelah melakukan wawancara dengan Apoteker, dipilih cefixime sirup karena pertimbangan kondisi pasien anak-anak lebih memungkinkan bentuk sediaan sirup. Menurut Panduan Praktik Klinik (2015) dan Amin (2015) apabila terdapat amoeba maka antibiotik yang dapat digunakan adalah metronidazol.
Baca lebih lanjut

52 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Tinjauan Pengetahuan, Sikap, dan Perilaku Penggunaan Antibiotik pada Mahasiswa Kesehatan dan Non Kesehatan di Universitas Muhammadiyah Surakarta.

PENDAHULUAN Tinjauan Pengetahuan, Sikap, dan Perilaku Penggunaan Antibiotik pada Mahasiswa Kesehatan dan Non Kesehatan di Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Hasil penelitian pada mahasisiwa non kesehatan di Universitas Sumatera Utara mengenai tingkat pengetahuan terhadap penggunaan antibiotik sebagian besar tergolong baik, dari 380 orang terdapat 293 mahasiswa non kesehatan (77,1%) yang menjawab pertanyaan pengetahuan dengan benar, yang mempunyai pengetahuan sedang sebanyak 70 orang (18,4%) dan yang berpengetahuan kurang sebanyak 17 orang (4,5%) (Pulungan, 2010).

7 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Pola Resistensi Bakteri Terhadap Antibiotik Pada Penderita Pneumonia Di Rsup Dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten Periode Agustus 2013– Agustus 2015.

PENDAHULUAN Pola Resistensi Bakteri Terhadap Antibiotik Pada Penderita Pneumonia Di Rsup Dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten Periode Agustus 2013– Agustus 2015.

Resistensi bakteri adalah kondisi dimana antibiotik tidak mampu menghambat pertumbuhan bakteri di dalam tubuh sehingga efek terapi tidak tercapai (Kuswandi, 2011). Resistensi terjadi karena pool gen bakteri mengalami perubahan, diperantarai oleh sel yang membelah secara cepat dan genom haploid (Gillespie and Bamford, 2009). Selain itu, kuman juga mempunyai suatu mekanisme ganda yang dapat merusak antibiotik yaitu dengan memblok, memompa keluar dan mengganggu penempelan antibiotik sehingga bakteri dapat mentransfer gennya dari spesies satu dengan spesies lainnya dengan mudah (Southwick, 2003). Resistensi mikroorganisme dapat dibedakan antara lain: a. Resistensi primer
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Apa Antibiotik Buat Sipilis Yang Paling

Apa Antibiotik Buat Sipilis Yang Paling

Apa Antibiotik Buat Sipilis Yang Paling Manjur Apa Antibiotik Buat Sipilis Yang Paling Manjur ~ Obat yang terbukti manjur memberantas penyakit sipilis bukanlah antibiotik,karena faktany[r]

10 Baca lebih lajut

this PDF file PENGARUH JENIS TERAPI DAN KARAKTERISTIK PENYAKIT ASMA TERHADAP KUALITAS HIDUP PASIEN ASMA RAWAT JALAN DI RSUD | Yusriana | JURNAL MANAJEMEN DAN PELAYANAN FARMASI (Journal of Management and Pharmacy Practice) 1 PB

this PDF file PENGARUH JENIS TERAPI DAN KARAKTERISTIK PENYAKIT ASMA TERHADAP KUALITAS HIDUP PASIEN ASMA RAWAT JALAN DI RSUD | Yusriana | JURNAL MANAJEMEN DAN PELAYANAN FARMASI (Journal of Management and Pharmacy Practice) 1 PB

Jenis Terapi Asma di RSUD Panembahan Senopati BantulYogyakarta Jenis terapi n % Agonis β adrenergik Agonis β adrenergik + kortikosteroid Agonis β adrenergik + metilxantin Agonis β ad[r]

8 Baca lebih lajut

UJI KEPEKAAN (SENSITIVITY TEST) BAKTERI PENYEBAB MASTITIS PADA KAMBING PERANAKAN ETAWA (PE) DIBEBERAPA KECAMATAN KABUPATEN BANYUWANGI TERHADAP ANTIBIOTIK AMPISILIN, OKSITETRASIKLIN DAN SULFAMETOKSAZOL.

UJI KEPEKAAN (SENSITIVITY TEST) BAKTERI PENYEBAB MASTITIS PADA KAMBING PERANAKAN ETAWA (PE) DIBEBERAPA KECAMATAN KABUPATEN BANYUWANGI TERHADAP ANTIBIOTIK AMPISILIN, OKSITETRASIKLIN DAN SULFAMETOKSAZOL.

Skripsi yang berjudul “Uji Kepekaan (Sensitivity Test) Bakteri Penyebab Mastitis pada Kambing Peranakan Etawa (PE) di Beberapa Kecamatan Kabupaten Banyuwangi terhadap Antibiotik Ampisilin, Oksitetrasiklin, dan Sulfametoksaszol” disusun berdasarkan hasil penelitian salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Kedokteran Hewan di Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana. Melalui kesempatan ini penulis mengucapkan terimakasih yang setulus-tulusnya kepada :

33 Baca lebih lajut

EVALUASI PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PROFILAKSIS PADA PASIEN BEDAH APENDISITIS DI RSUD PEKANBARU  Evaluasi Penggunaan Antibiotik Profilaksis Pada Pasien Bedah Apendisitis Di Rsud Pekanbaru Pada Tahun 2010.

EVALUASI PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PROFILAKSIS PADA PASIEN BEDAH APENDISITIS DI RSUD PEKANBARU Evaluasi Penggunaan Antibiotik Profilaksis Pada Pasien Bedah Apendisitis Di Rsud Pekanbaru Pada Tahun 2010.

Tujuan terapi antibiotik profilaksis adalah mencegah terjadinya infeksi paska operasi, mencegah terjadinya morbiditas dan mortalitas paska bedah, mengurangi lama perawatan dan menurunkan biaya perawatan, serta tidak menimbulkan efek ikutan dan tidak menyebabkan konsekuensi ikutan pada flora normal pasien dan kuman penghuni rumah. Ketidaksesuaian penggunaan antibiotik karena tidak sesuai dengan pembanding pedoman penggunaan antibiotik di bidang bedah RSUD DR.Soetomo Surabaya, sehingga menunjukkan hasil ketidaktepatan obat 46%, ketidaktepatan pasien 3% dan ketidaktepatan dosis kategori besaran 7% dan ketidaktepatan dosis kategori lama pemberian 12%.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

Hubungan Tipe Thalassemia β serta Polimorfisme c.-582 AG Promotor Gen HAMP dan Status Besi thalassemia β Berat Baru | Susanah | Majalah Kedokteran Bandung 599 2024 1 PB

Hubungan Tipe Thalassemia β serta Polimorfisme c.-582 AG Promotor Gen HAMP dan Status Besi thalassemia β Berat Baru | Susanah | Majalah Kedokteran Bandung 599 2024 1 PB

Pada semua subjek dilakukan pencatatan nama, tanggal lahir, jenis kelamin, ras, alamat, berat badan dan panjang/tinggi badan, riwayat keluarga, dan riwayat transfusi darah. Subjek merupakan penderita thalassemia β berat baru yang didiagnosis berdasarkan anamnesis dan juga pemeriksaan fisis dapat mengindikasikan suatu thalassemia berat. Diagnosis ditegakkan berdasarkan hasil pemeriksaan darah rutin lengkap, indeks eritrosit, morfologi darah tepi, dan dikonfirmasi oleh hasil analisis hemoglobin (Hb) metode high performace liquid chromatography (HPLC). Subjek belum pernah mendapatkan transfusi darah dan memiliki kadar C- reactive protein (CRP) normal (<6 mg/dL). Status besi dinilai dengan mengukur kadar feritin serum (FS) dan saturasi transferin (ST). Pemeriksaan FS menggunakan metode immunoassay, sementara nilai ST diperoleh dengan cara membagi kadar besi serum dengan kadar total iron binding capacity (TIBC) dikalikan 100%. Pada penelitian ini kadar FS dan ST dinyatakan meningkat bila kadarnya lebih tinggi daripada harga normal sesuai usia (nilai normal FS 2–5 bulan=50–200 ng/mL, 6 bulan–15 tahun=7–140 ng/mL; ST 2 bulan=21–63%, 4 bulan= 7–53%, 6 bulan–2 tahun= 6–38%). Pemeriksaan polimorfisme c.- 582 A>G promotor gen HAMP pada penelitian ini melalui suatu proses isolasi deoxyribonucleic acid (DNA), polymerase chain reaction (PCR), dilanjutkan dengan digesti oleh enzim restriksi PCR- rapid fragment length polymorphism (PCR- RFLP), dan sekuensing. Produk PCR diperiksa urutan basanya dengan menggunakan alat sekuenser, metode direct sequencing. Semua pengolahan analisis data menggunakan program komputer statistical product and service solutions (SPSS) versi 15.0 dengan menggunakan taraf kemaknaan sebesar 5% (kemaknaan hasil uji: nilai p<0,05). Penelitian ini merupakan bagian dari penelitian utama yang berjudul “Peran tipe thalassemia β, kadar hepsidin serum, polimorfisme c.-582 A>G promotor gen HAMP, dan kadar growth diffrentiation factor 15 pada status besi thalassemia β berat baru”.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Pola Kuman Dan Resistensinyaterhadap Antibiotik Pada Pasien Infeksi Pasca Bedah Orthopedi Di Rsud Dr. Moewardi Tahun 2014.

PENDAHULUAN Pola Kuman Dan Resistensinyaterhadap Antibiotik Pada Pasien Infeksi Pasca Bedah Orthopedi Di Rsud Dr. Moewardi Tahun 2014.

Resistensi terhadap suatu obat tertentu ataupun terhadap obat lain terjadi karena mekanisme yang sama. Kesamaan tersebut dapat terjadi karena kedekatan struktur antar antibiotik satu dengan yang lain menjadikan antibiotik tersebut memiliki kesamaan ikatan atau mekanisme kerja. Kesamaan yang terletak pada inti aktif kimiawi (misalnya tetrasiklin) diduga mengakibatkan resistensi silang (Jawetz et al., 2001).

7 Baca lebih lajut

Analisis Data Spasial Menggunakan Metode Geographically Weighted Regression (Studi Kasus Data PDRB Per Kapita Di Provinsi Jawa Timur).

Analisis Data Spasial Menggunakan Metode Geographically Weighted Regression (Studi Kasus Data PDRB Per Kapita Di Provinsi Jawa Timur).

0: , , 1, 2,..., * β =β = tidak ada perbedaan yang signifikan antara model regresi global dengan GWR, untuk setiap , =1, 2,3,..., 1: * paling sedikit ada satu β , yang berhubungan de[r]

11 Baca lebih lajut

NADIA LUTHFIA' ADANI 22010111120034 Lap.KTI Bab4

NADIA LUTHFIA' ADANI 22010111120034 Lap.KTI Bab4

4 Frekuensi penggunaan antibiotik 5 Lama pemberian antibiotik 6 Cara pemberian antibiotik 7 Jenis penggunaan antibiotik empirik /profilaksis /definitif 8 Data demografi usia, berat b[r]

8 Baca lebih lajut

Kajian Peresepan Antibiotik Pada Pasien Pediatrik Rawat Jalan Di Rsud Deli Serdang Lubuk Pakam Periode September 2014 – Desember 2014

Kajian Peresepan Antibiotik Pada Pasien Pediatrik Rawat Jalan Di Rsud Deli Serdang Lubuk Pakam Periode September 2014 – Desember 2014

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola peresepan antibiotik terbanyak adalah golongan sefalosporin sebanyak 120 resep (79,9%) yaitu cefixime sebanyak 77 resep (51,3%) dan cefadroxil sebanyak 43 resep (28,6%). Berdasarkan kriteria 4T sebanyak 119 resep (79,4%) termasuk dalam kategori rasional dan yang termasuk kedalam kategori tidak rasional sebesar 31 resep (20,6%). Berdasarkan analisis resep terdapat 7,0% dosis tidak rasional, 3,9% frekuensi penggunaan tidak rasional, dan 12,3% durasi penggunaan tidak rasional. Berdasarkan hasil penelitian profil penggunaan antibiotik menunjukkan pola peresepan antibiotik terbanyak adalah golongan sefalosporin dan masih terdapat penggunaan antibiotik yang tidak rasionalitas pada pasien pediatrik.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Penerapan Model Penyesuaian Parsial Nerl

Penerapan Model Penyesuaian Parsial Nerl

∈t = faktor penggagu stokastik, dan β = 1- d4; d0 = c0/β; d1 = c1/β; d2 = c2/β; d3 = c3/β Dengan demikian, elastisitas jangka pendek produktivitas masing-masing terhadap harga output [r]

29 Baca lebih lajut

GAMBARAN PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN DEMAM TIFOID DI INSTALASI RAWAT INAP RUMAH SAKIT R.A KARTINI JEPARA TAHUN 2009.

GAMBARAN PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN DEMAM TIFOID DI INSTALASI RAWAT INAP RUMAH SAKIT R.A KARTINI JEPARA TAHUN 2009.

Pemberian antibiotik kombinasi diperlukan pada keadaan khusus seperti pada keadaan infeksi campuran, pengobatan awal pada infeksi berat yang etiologinya belum jelas, mendapatkan efek sinergis, dan memperlambat timbulnya resistensi (Anonim c , 2008). Pengobatan tifoid dengan kombinasi obat-obat antimikroba tidak memberikan keuntungan dibandingkan dengan pengobatan antimikroba tunggal, baik dalam hal kemampuannya menurunkan demam, maupun dalam hal menurunkan angka kejadian kekambuhan (Juwono, 2004).

19 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN UJI SENSITIVITAS Staphylococcus aureus DARI PUS PASIEN DI RUMAH SAKIT UMUM PUSAT DR. SOERADJI TIRTONEGORO KLATEN TERHADAP BEBERAPA ANTIBIOTIK.

PENDAHULUAN UJI SENSITIVITAS Staphylococcus aureus DARI PUS PASIEN DI RUMAH SAKIT UMUM PUSAT DR. SOERADJI TIRTONEGORO KLATEN TERHADAP BEBERAPA ANTIBIOTIK.

Antibiotik merupakan suatu obat yang dapat membunuh ataupun menghambat pertumbuhan bakteri, akan tetapi antibiotik juga merupakan kelompok obat yang termasuk sering memberikan efek samping misalnya reaksi alergi baik ringan maupun berat, mual dan muntah. Masalah yang penting juga adalah masalah resistensi atau kekebalan bakteri terhadap antibiotik. Saat ini seluruh dunia telah mengalami berbagai masalah akibat resistensi antibiotik. Penyalahgunaan antibiotik berupa pemberian antibiotik yang tidak tepat, tidak sesuai dosis dan tanpa pengawasan dokter ternyata telah membuat banyak jenis bakteri menjadi kebal terhadap antibiotik tersebut. Hal ini dapat terjadi karena bakteri lama kelamaan dapat mengubah dirinya sehingga dapat bertahan terhadap pengaruh antibiotik yang menyerangnya.
Baca lebih lanjut

37 Baca lebih lajut

Resistensi Bakteri Di Rumah Sakit Dan Dampaknya Terhadap Terapi Empirik.

Resistensi Bakteri Di Rumah Sakit Dan Dampaknya Terhadap Terapi Empirik.

Plasmid R ditemukan sekitar tahun 1960-an dan telah menyebar luas pada populasi bakteri komensal maupun patogen. Plasmid adalah elemen genetik ekstrakromosom yang mampu mengadakan replikasi secara otonom. Pada umumnya plasmid membawa gen pengkode resisten antibiotik. Resistensi yang diperantarai oleh plasmid adalah resistensi yang umum ditemukan pada isolat klinik. Gen yang berlokasi pada plasmid lebih mobil bila dibandingkan dengan yang berlokasi pada kromosom. Oleh karena itu gen resistensi yang berlokasi pada plasmid dapat ditransfer dari satu sel ke sel lain.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

Show all 2145 documents...