Asimilasi budaya

Top PDF Asimilasi budaya:

ASIMILASI BUDAYA PADA KELUARGA KAWIN CAMPUR ANTARA ETNIS DAYAK DENGAN TIONGHOA DI SEKADAU HILIR

ASIMILASI BUDAYA PADA KELUARGA KAWIN CAMPUR ANTARA ETNIS DAYAK DENGAN TIONGHOA DI SEKADAU HILIR

Dokumentasi adalah teknik pengumpulan data dengan mencari dan mengumpulkan data yang ada hubungan dengan masalah yang akan diteliti melalui catatan yang berhubungan dengan masalah penelitian seperti data tentang anggota keluarga Tarsisius Sutedi dan ibu Nina, keluarga bapak Franky dan Cristiana, keluarga bapak Jumpa Lorentius dan ibu Cecilia Melly yang diperoleh melalui kartu keluarga. Sumber data dalam penelitian ini adalah sumber data primer dan sumber data sekunder. Sumber data primer adalah sumber data yang diperoleh secara langsung melalui wawancara dengan informan Adapun yang menjadi informan pada penelitian ini adalah 3 pasangan kawin campur yaitu keluarga Tarsisius Sutedi dan ibu Nina, keluarga bapak Franky dan Cristiana, dan terakhir keluarga bapak Jumpa Lorentius dan ibu Cecilia Melly. Sumber data sekunder merupakan data yang diperoleh secara tidak langsung dari sumbernya seperti catatan arsip yang dimiliki oleh kantor kelurahan seperti catatan-catatan dan diolah lebih lanjut sehingga peneliti dapat mengetahui asimilasi budaya pada keluarga kawin campur antara etnis Dayak dengan Tionghoa di Kecamatan Sekadau Hilir
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

asimilasi budaya pasca pernikahan etnik

asimilasi budaya pasca pernikahan etnik

Berdasarkan penelitian ini, peneliti menyimpulkan bahwa Pengaruh budaya cina terhadap budaya Betawi, khususnya terasa dalam pakaian adat pengantin wanita betawi. Pakaian adat pengantin wanita betawi adalah hasil dari akulturasi budaya, yaitu budaya Cina dan budaya Betawi. Akulturasi budaya ini terjadi sejak ratusan tahun lalu, sejak orang Cina datang merantau nasib di berbagai daerah di Indonesia, salah satunya Jakarta dan terus berkembang sampai saat ini. Pakaian Pengantin wanita Betawi disebut juga sebagai pakaian Putri Cina, karena begitu kentalnya nuansa budaya Cina di pakaian adat pengantin wanita Betawi. Dahulu, Di Cina, hanya wanita yang berasal dari keluarga kekaisaran dan keluarga bangsawan yang dapat memakai pakaian ini. Oleh karena itulah, pakaian adat pengantin wanita Betawi sering disebut dengan pakaian putri Cina. I. METODE PENELITIAN
Baca lebih lanjut

41 Baca lebih lajut

MENGUAK KONSEP KEBERSANDINGAN FETHULLAH GULEN DAN ASIMILASI BUDAYA TARIQ RAMADHAN

MENGUAK KONSEP KEBERSANDINGAN FETHULLAH GULEN DAN ASIMILASI BUDAYA TARIQ RAMADHAN

Oleh karena itu, untuk mencapai tujuan Eropanisasi Islam itu, apa yang ingin dilakukan oleh Ramadhan selanjutnya adalah menilik kembali beberapa konsep Islam dan mengkritisinya dalam kontek kehidupan sosial-budaya di Eropa. Pertama-tama ia bahas adalah konsep da > r al- h } arb dan da > r al-Isla > m. Seperti Gulen, Ramadhan keberatan dengan pemahaman klasik tentang konsep ini yang cenderung menafsirkannya dari sudut pandang teologis dan menghasilkan konklusi diskriminatif. Negara-negara non-Muslim dianggap sebagai da > r al-h } arb dan dengan demikian boleh diperangi. Pandangan yang ditawarkan oleh Ramadhan adalah pendekatan geografis; bahwa sebuah negara dapat disebut sebagai da > r al-h } arb jika memerangi negara kita. Negara itu harus diperangi tidak peduli apakah itu negara Muslim atau tidak. Sementara itu, Eropa tidak dapat dikatakan da > r al-h } arb karena Eropa “ sekarang ini sangat menghormati Islam sebagai agama” . 27
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

ASIMILASI BUDAYA TIONGHOA DAN BUDAYA JAWA DI SURAKARTA PADA TAHUN 1966-1998 DAN RELEVANSI BAGI PENDIDIKAN MULTIKULTURAL

ASIMILASI BUDAYA TIONGHOA DAN BUDAYA JAWA DI SURAKARTA PADA TAHUN 1966-1998 DAN RELEVANSI BAGI PENDIDIKAN MULTIKULTURAL

Salah satu cara untuk membaurkan etnis Tionghoa dengan masyarakat Jawa melalui perdagangan, dengan adanya Pasar Gede, secara tidak langsung juga memberikan dampak positif terhadap asimilasi yang terjadi. Kegiatan jual-beli yang terjadi di Pasar Gede sangat membantu dalam menjalin hubungan sosial antara orang Tionghoa dengan orang Jawa (Bapak Soegiono, 15 November 2014). Pedagang Tionghoa akan secara langsung berinteraksi dengan pembeli dari masyarakat Jawa ataupun sebaliknya, bahkan sesama pedagang yang berbeda etnis. Relasi sosial yang terjalin antara orang Tionghoa dengan Orang Jawa terjadi sangat sering dan terus berulang sehingga antara satu dengan lainnya tumbuh rasa saling menghormati, memiliki, dan mengasihi antar sesama.
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

Asimilasi Budaya Tionghoa dan Budaya Jawa di Surakarta Pada Tahun 1966-1998 Dan Relevansi Bagi Pendidikan Multikultural | Fitrianto | Candi 5569 11920 1 SM

Asimilasi Budaya Tionghoa dan Budaya Jawa di Surakarta Pada Tahun 1966-1998 Dan Relevansi Bagi Pendidikan Multikultural | Fitrianto | Candi 5569 11920 1 SM

Konsep penggunaan Asimilasi budaya Tionghoa dengan Jawa sebagai materi tambahan dalam pembelajaran sejarah, lebih tepat digunakan dalam lingkungan pembelajaran tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA). Dikutip dalam Djumhur dan Danu, Ki Hajar Dewantara menjelaskan dalam bukunya Bagian Satu: Pendidikan, bahwa usia dewasa, antara 15-17 tahun merupakan usia yang matang. Siswa yang telah memasuki usia tersebut belajar di Taman Menengah. Mereka dianggap telah memasuki periode ma’rifat. Materi yang diberikan haruslah berkaitan dengan etika dan kesusilaan, termasuk dasar-dasar kebangsaan, kemanusiaan, kebudayaan dan lain sebagainya (Djumhur dan Danu, 1976:23).
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

Aplikasi Bian Lian Pada Interior Pusat Informasi Sejarah Tionghoa Peranakan di Surabaya | Purnama Esa Dora | Intra 2125 4003 1 SM

Aplikasi Bian Lian Pada Interior Pusat Informasi Sejarah Tionghoa Peranakan di Surabaya | Purnama Esa Dora | Intra 2125 4003 1 SM

Arsitektur Tionghoa peranakan merupakan asimilasi budaya Tiongkok, Jawa, dan Belanda. Budaya Tiongkok banyak ditemukan pada ornamen-ornamen pengisi ruang, bentuk atap, dan keseimbangan yang simetri. Budaya Jawa banyak diterapkan pada pola layout, banyaknya bukaan-bukaan untuk menyesuaikan dengan iklim tropis basah di Indonesia, dan penggunaan material papan kayu untuk plafon serta papan kayu sebagai penghalang cahaya matahari. Penggunaan tegel kunci juga merupakan asimilasi dengan budaya Jawa. Sedangkan budaya barat banyak ditemukan pada pola lantai bergaya art nuveou dan art deco, penggunaan material dari marmer dan parket, penggunaan lis profil pada dinding dan plafon akibat pengaruh empire style, plafon tinggi bergaya kolonial yang menyesuaikan iklim tropis di Indonesia dan penggunaan border untuk elemen interiornya[1], [6], [7]. D. Sejarah Tionghoa Peranakan Surabaya di Bidang Sa stra pada Masa Penjajahan Belanda
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

DARI WAYANG POTEHI KE WAYANG THITHI (Suatu kajian Historis Seni Pertunjukan Wayang Potehi di Semarang dan Perkembangannya) - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR) 1 artikel B' Ngesti

DARI WAYANG POTEHI KE WAYANG THITHI (Suatu kajian Historis Seni Pertunjukan Wayang Potehi di Semarang dan Perkembangannya) - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR) 1 artikel B' Ngesti

Masyarakat Cina yang bermigrasi ke pulau Jawa tersebut telah melahirkan suatu tradisi dan “budaya baru” yaitu budaya Cina-Jawa sebagai hasil perkawinan antara budaya Cina dan budaya Jawa. Akulturasi dan asimilasi budaya itu tercermin dalam berbagai produk budaya yang dikenal oleh masyarakat seperti : barongsay, motif batik Semarang, pakaian kebaya encim , karya sastra, bahasa dialek Cina-Jawa , dan wayang potehi di Semarang dan berkembang dalam bentuk wayang thithi di Yogyakarta. Wayang potehi berbentuk seperti boneka yang menggambarkan karakter dari seorang tokoh dalam legenda Cina . Dalam bahasa mandarin , potehi berasal dari kata , Poo yang berarti kain, Tay berarti kantung, dan Hie berarti boneka. Kesenian ini telah ada sejak abad 10-13 dan masuk ke Indonesia melalui orang-orang Cina yang datang ke Indonesia pada abad 16-19. Sedangkan keberadaan wayang potehi di Semarang pada awalnya melalui Batavia pada tahun 1772 dalam rangka upacara pemisahan patung Dewi Welas Asih (Dewi Kwan Im) di Gang Lombok Semarang . Pertunjukan wayang potehi di Semarang ini berlangsung selama dua bulan . 3
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Ketoprak Dor di Sumatera Utara: Analisis Pertunjukan, Tekstual dan Musik Chapter III  V

Ketoprak Dor di Sumatera Utara: Analisis Pertunjukan, Tekstual dan Musik Chapter III V

Sebagai salah satu bentuk produk asimilasi budaya yang ada di tanah Deli, Ketoprak Dor yang lahir dari perbudakan Belanda di ordenim (perkebunan) adalah penggambaran dari masyarakat Jawa pada masa tersebut. Sebenarnya masyarakat Jawa diperkebunan ingin sekali menampilkan dan mempertunjukan kesenian Ketoprak seperti di daerah Jawa. Namun, sulitnya mendapatkan gamelan dengan harga yang sangat mahal serta transportai yang dsusah menjadi kendala utama. Diperparah lagi dengan upah yang mereka terima tidak sebanding dengan kerja yang mereka lakukan diperkebunan. Para pekerja perkebunan dipaksa untuk membeli semua bahan kebutuhan dari Belanda. Dengan kata lain gaji yang mereka terima harus kembali ke tangan Belanda dengan cara membuat pusat hiburan, menjual perhiasan dengan harga mahal, mengadakan bandar perjudian serta hiburan lainnya. Dampak dari ekonomi pekerja perkebunan tersebut terasa hingga aspek kesenian yang mereka bawa. Ketoprak Dor dibawakan dengan alat musik yang sederhana dan mudah dibuat yaitu gendang Jidor, kendang merupakan alat musik khas Jawa, serta harmonium adalah alat musik dari India yang diduga adalah pemberian dari pedagang India pada waktu itu, serta accordion adalah alat musik dari Melayu.
Baca lebih lanjut

164 Baca lebih lajut

PERANCANGAN TIPOGRAFI ASIMILASI AKSARA LATIN KARAKTERISTIK ONDEL-ONDEL SEBAGAI SOLUSI KREATIF MELESTARIKAN BUDAYA BETAWI

PERANCANGAN TIPOGRAFI ASIMILASI AKSARA LATIN KARAKTERISTIK ONDEL-ONDEL SEBAGAI SOLUSI KREATIF MELESTARIKAN BUDAYA BETAWI

Kebudayaan Betawi membentuk kebudayaan yang disebut melting pot, yaitu berasal dari pencampuran suku dan bangsa. Jakarta dihuni oleh orang-orang Sunda, Jawa, Bali, Maluku, Melayu, dan dari beberapa daerah lainnya, di samping orang- orang Cina, Belanda, Arab, dan Portugis. Merekalah yang membawa serta adat istiadat dan tradisi budaya mereka yang kelak akan meleburkan mereka dengan identitas budaya dan kesenian lainnya. Seiring dengan perkembangannya, di saat ajaran Islam masuk ke pulau Jawa, Sunda Kelapa menjadi tempat singgah untuk mensyiarkan dan mengajarkan agama Islam. Kepercayaan animisme masyarakat Betawi mulai surut dan ritual pemujaan pada para dewa-dewi serta benda-benda keramat mulai memudar. Kemudian kepercayaan masyarakat Betawi sebagian besar menganut agama Islam.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

PERBANDINGAN HASIL ASIMILASI DENGAN DATA

PERBANDINGAN HASIL ASIMILASI DENGAN DATA

Dari perbandingan antara hasil keluaran model WRF-ARW sebelum diasimilasi dan setelah diasimilasi terlihat adanya perbedaan di antara kedua keluaran tersebut walaaaupun perbedaan nya sangat kecil/tidak signifikan, hal menandakan bahwa asimilasi data memberikan pengaruh.

7 Baca lebih lajut

ASIMILASI DAN KONTRAS DALAM BRAND DAN EV

ASIMILASI DAN KONTRAS DALAM BRAND DAN EV

Saat mencari variabel yang menentukan apakah asimilasi atau kontras terjadi, seseorang sering dihadapkan dengan bukti menunjuk ke sifat stimulus seperti tipikalitas atau ekstremitas (e.g. Bless & Wänke, in press; Herr, 1986; Kunda & Oleson, 1995; Loken & Roedder John, 1993; Weber & Crocker, 1983). Namun perlu dicatat bahwa dalam masing- masing konseptualisasi teoritis, variabel mediasi pada hakekatnya bukan sifat stimulus. Sebaliknya, sifat stimulus dapat mempengaruhi bagaimana stimulus ini akan dikategorikan. Misalnya, Herr dan rekan-rekannya (1986; Herr, Sherman & Fazio, 1983) berargumen bahwa stimulus konteks moderat memfasilitasi bahwa target stimulus ambigu ditempatkan dalam kategori yang sama sementara kurang mungkin bahwa target dikategorikan denganstimulus konteks ekstrim. Mengintegrasikan banyak temuan mengenai munculnya asimilasi dan kontras. Schwarz dan Bless (1992a, b) mengusulkan kerangka umum. Singkatnya, diasumsikan bahwa ketika individu membentuk penilaian tentang stimulus sasaran, mereka pertama-tama perlu untuk menentukan representasi kognitif itu. Selain itu, mereka harus menentukan standar perbandingan untuk mengevaluasi target (Kahneman & Miller, 1986). Keduanya, representasi dari target, dan merupakan standar perbandingan, sebagian, tergantung pada konteks karena individu tidak mengambil semua pengetahuan yang ada pada target atau standar. Sebaliknya, individu bergantung pada subset dari informasi relevan potensial yang paling dapat diakses pada saat penilaian, dan yang dapat diakses karena konteks situasional (lihat Bodenhausen & Wyer, 1987; Higgins, 1989; untuk review). Dampak dari informasi yang dapat diakses tergantung pada bagaimana iadikategorikan. Informasi konteks akan menghasilkan efek asimilasi jika dimasukkan ke dalam representasi sementara bahwa target dibentuk oleh individu-individu.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Wayang Potehi ke Wayang Thithi Ngesti

Wayang Potehi ke Wayang Thithi Ngesti

Salah satu faktor yang memperlancar proses akulturasi dan asimilasi budaya Cina-Jawa adalah persamaan nilai-nilai sosial budaya di antara dua atau lebih suku bangsa yang berbeda latar belakang budayanya. Dalam asimilasi ini, yang terpenting adalah peggabungan golongan-golongan yang berbeda latar belakang kebudayaaannya menjadi kebulatan sosiologis dan budaya. 7 Hubungan etnis Cina-Jawa ini melahirkan seni berupa Wayang Potehi dan berkembang menjadi wayang thithi . Kedua wayang ini termasuk jenis “wayang langka” seperti wayang Betawi, wayang Kancil. Jenis wayang tersebut, penggemarnya hanya terbatas tidak seperti wayang Purwo atau wayang golek. Pertunjukan wayang tersebut hanya digelar pada kegiatan-kegiatan khusus atau berdasarkan pesanan seperti pada tahun baru Imlek, untuk Syukuran, dan pesanan-pesanan khusus.
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

AKULTURASI DAN ASIMILASI DALAM KONTEKS I

AKULTURASI DAN ASIMILASI DALAM KONTEKS I

Royle menyebut tiga faktor yang menentukan corak hubungan antara suku dalam masyarakat majemuk seperti di Indonesia. Ketiga faktor itu adalah (1) kekuasaan (power): (2) persepsi (perception) : dan (3) tujuan (purpose). 14 Kekuasaan sebagai salah satu faktor yang menentukan corak hubungan antarsuku berkaitan dengan dominasi kelompok (group). Dominasi ditentukan oleh demografi, politik, dan budaya Iokal, seperti masyarakat pendatang yangberada di Bandung dengan berbagai kepentingan selalu berusaha untuk melakukan gaya, logat, tradisi, dan nilai-nilai Sunda. Upaya ini adalah sebagai langkah untuk mempermudah dan melanggengkan interaksi sosial para pendatang lama berada di wilayah demografi, politik dan budaya orang Sunda.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

ASIMILASI ETNIS TIONGHOA KETURUNAN

ASIMILASI ETNIS TIONGHOA KETURUNAN

Alhamdulilahi Rabbil Al’amin selalu terucap akan kebesaran Allah SWT serta tak lupa shalawat serta salam pada junjungan kita Nabi Muhammad SAW dengan suri tauladannya, karena berkat rahmat, hidayah -Nya penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “ Asimilasi Etnis Tionghoa Keturunan Dengan Masyarakat Madura di Kecamatan Kota Bondowoso Tahun 1998-2003 “ dengan lancar. Skripsi ini disusun untuk memenuhi salah satu syarat untuk menyelesaikan pendidikan strata satu (S1) pada Jurusan Ilmu Sejarah Fakultas Sastra Universitas Jember.

16 Baca lebih lajut

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Skim Penambahan Bilangan Pecahan T1 202008090 BAB II

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Skim Penambahan Bilangan Pecahan T1 202008090 BAB II

Piaget, Inhelder, Sinclair serta Aziz dalam Sutriyono (2002: 157) menghubungkan pembentukan suatu skim dengan proses asimilasi dan akomodasi. Asimilasi terjadi ketika seorang anak memasukkan atau mentafsir pengetahuan baru ke dalam pengetahuan dan skim yang sudah ada yaitu dalam asimilasi anak mengasimilasikan lingkungan ke dalam suatu kerangka kongnitif dengan kata lain proses asimilasi ini tidak mengubah struktur suatu skim. Bagaimanapun proses tersebut mempengaruhi perkembangan suatu skim dan skim tersebut menjadi lebih canggih (Aziz dalam Sutriyono, 1998 :45). Pengalaman baru tidak dapat diasimilasikan ke dalam struktur kongnitif yang ada jika pengalaman baru tersebut tidaak dapat ditafsir dan difahami oleh individu. Akomodasi terjadi ketika anak menyesuaikan diri pada informasi baru, dengan kata lain akomodasi merupakan satu bentuk trasnformasi yang mengakibatkan pembinaan skim baru, perubahan atau penyesuaian skim yang ada atau pembagian suatu skim kepada beberapa subskim tertentu untuk memberi makna terhadap pengalaman baru.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

RPP IPS Kelas 7 Kurikulum 2013 Bab 1 Semester Ganjil

RPP IPS Kelas 7 Kurikulum 2013 Bab 1 Semester Ganjil

a) Berdasarkan pengamatan dan hasil diskusi bersama kelompok dalam mengerjakan LK, peserta didik diminta menemukan Setelah itu, peserta didik diminta menulis kesamaan nilai nilai budaya masyarakat praaksara dengan nilai-nilai budaya masyarakat di sekitar tempat tinggalnya. Misalnya,budaya gotong-royong, budaya musyawarah, dan lainnya.

13 Baca lebih lajut

KAJIAN AKULTURASI BUDAYA PADA BUSANA WANITA CINA PERANAKAN | Gumulya | JADECS 1011 2280 1 SM

KAJIAN AKULTURASI BUDAYA PADA BUSANA WANITA CINA PERANAKAN | Gumulya | JADECS 1011 2280 1 SM

waktu, maka akan ditemukan bagaimana pengaruh budaya barat terserap masuk ke dalam masyarakat Cina peranakan di Indonesia. Pada zaman yang terdahulu, sebelum kebaya menjadi identitas pakaian nyonya Cina peranakan, pakaian yang digunakan oleh kaum nyonya adalah baju kurung. Baju kurung merupakan pakaian tradisional khas orang Melayu yang tersebar melalui jalur perdagangan, dengan karakteristik tanpa bukaan dibagian depan, belahan di bagian lehernya, disematkan semacam bros yang disebut peniti tak, panjangnya sampai hampir ujung kaki, dan dikenakan dengan cara diselongsongkan dari arah kepala. Seiring perkembangan waktu, baju kurung tidak lagi digunakan karena dirasa tidak leluasa untuk bergerak, dan juga penyesuaian dengan iklim tropis di Indonesia.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Asimilasi sosial-budaya komunitas keturunan Arab di kelurahan condet Balekambang Jakarta Timur

Asimilasi sosial-budaya komunitas keturunan Arab di kelurahan condet Balekambang Jakarta Timur

Hal ini menjadi sesuatu bagian yang dialami oleh masyarakat keturunan Arab yang berada di daerah Condet Balekambang, Jakarta Timur. Kita akan melihat sekilas bagaimana sistem sosial budaya mereka yang berada di lokasi penelitian yaitu di lihat dari adanya suguhan yang di hidangkan ketika bertamu sebaiknya dihabiskan agar tidak dianggap menghina tuan rumah. Kemudian seorang tamu sebaiknya baru meninggalkan rumah yang di kunjunginya setelah mendapat izin (di-iya-kan) oleh tuan rumah. Inisisatif pulang memang ada pada sang tamu, namun inisiatif sesungguhnya ada pada pada tuan rumah. Inilah salah satu fakta kehidupan
Baca lebih lanjut

115 Baca lebih lajut

KONSEP MASYARAKAT DAN BUDAYA MENURUT ISL

KONSEP MASYARAKAT DAN BUDAYA MENURUT ISL

Jelaslah kaitan rapat antara masyarakat dan budaya, di mana masyarakat sememangnya yang mencipta sesebuah budaya sebagai cara hidup bagi menjamin kesepaduan dan kerjasama antara sesama anggota. Kesepaduan yang wujud melalui jaringan erat dalam kalangan anggota secara bersemuka melahirkan pola hubungan sosial yang berulang sifatnya bagi sesebuah masyarakat, seperti aktiviti gotong-royong, meraikan rumah terbuka secara bersama, menyambut kedatangan pemimpin yang berkunjung, menghadiri majlis perkahwinan, membantu antara satu sama lain sekiranya ditimpa musibah, menziarahi jiran yang sakit atau meninggal dunia, dan sebagainya.
Baca lebih lanjut

26 Baca lebih lajut

Bentuk perubahan sosial dan kebud

Bentuk perubahan sosial dan kebud

Difusi adalah proses penyebaran atau perembesan suatu unsur budaya dari seseorang kepada orang lain, atau dari suatu kelompok masyarakat ke kelompok masyarakat lainnya. Prinsip yang pertama dari difusi adalah unsur-unsur kebudayaan itu pertama-tama akan diambil alih masyarakat yang paling dekat hubungannya atau letaknya paling dekat dari sumbernya. Baru kemudian, kebudayaan baru tersebut diambil oleh masyarakat yang jauh hubungan atau letaknya jauh dari sumber unsur budaya baru.

4 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...