Guar Gum

Top PDF Guar Gum:

THE APPLICATION OF GUAR GUM AND XANTHAN GUM IN THE MAKING OF MAIZENA FLOUR SPONGE CAKE

THE APPLICATION OF GUAR GUM AND XANTHAN GUM IN THE MAKING OF MAIZENA FLOUR SPONGE CAKE

Sponge cake is the one of favorite foods for all ages. Generally sponge cake using flour in order to produce a good structure. But there are some people allergic to gluten found in wheat flour, so we looking for the other different material alternatives to forming the structure in sponge cake making. One alternative is to replace wheat flour with corn starch. The content of gluten in corn starch is very low. It is therefore very suitable for consumption by people with celiac disease. The low gluten content will affect the texture and volume of development of the cake, so it should be added with hydrocolloid to improve the quality of cake. Guar gum and xanthan gum is a hydrocolloid that have emulsifying properties as it can form complexes with gliadin. This study aimed to determine the use of cornstarch and the effect of hydrocolloid addition on the sponge cake on the physical characteristics, chemical, sensory, and shelf life. In this research, which made the control cake, cake with the addition of guar gum, xanthan gum, and combination of guar gum and xanthan gum. The physical analysis was conducted on the volume of development, baking loss, and hardness. Chemical analysis include moisture content, ash content, protein, fat, crude fiber, and carbohydrates. Microbiological analysis showed shelf life on the cake for 3 days where the cake is still consumable. Sensory analysis includes the color, aroma, taste, texture, and overalls. In physical characteristics, with the addition of guar gum gave the highest volume of development that is 150.50% and the lowest hardness value of 178.85 gf. That did not significant differences between treatment control cake, guar gum, xanthan gum, and combination of guar gum and xanthan gum. Cake with the addition of guar gum has the highest crude fiber content is 2.71%. Based on sensory analysis, the most popular cake was the cake with addition of guar gum and xanthan gum of 3.27 ± 0.69. With the addition of hydrocolloid, cornstarch-based sponge cake can be enjoyed by celiac disease people and still have good texture.
Show more

11 Read more

PROFIL PELEPASAN IN VITRO IBUPROFEN DALAM BENTUK TABLET LEPAS LAMBAT DENGAN MENGGUNAKAN MATRIKS GUAR GUM PADA BERBAGAI KONSENTRASI

PROFIL PELEPASAN IN VITRO IBUPROFEN DALAM BENTUK TABLET LEPAS LAMBAT DENGAN MENGGUNAKAN MATRIKS GUAR GUM PADA BERBAGAI KONSENTRASI

ibuprofen yang terlarut dalam 3 jam dan 6 jam dipengaruhi oleh matriks yang digunakan. Faktor konsentrasi matriks guar gum dapat menghambat jumlah ibuprofen yang larut. Berdasarkan analisa statistik ANAVA satu arah didapatkan formula yang terbaik dengan konsentrasi guar gum sebesar 10% dengan % obat terlepas 87,28% dan k disolusi 0,7177 mg/menit.

16 Read more

Optimasi perbandingan polimer HPMC K4M – guar gum dan konsentrasi asam tartrat dalam tablet lepas lambat kaptopril menggunakan metode faktorial design - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository

Optimasi perbandingan polimer HPMC K4M – guar gum dan konsentrasi asam tartrat dalam tablet lepas lambat kaptopril menggunakan metode faktorial design - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository

Captopril is one of the most frequently used drug in the treatment of hypertension with repeatedly used frequency in a day. Therefore captopril should be formulated in the form of sustained release and find the optimum formula using factorial design. Factor used is the ratio of polymer HPMC K4M - Guar gum factor at the level of 1:1 and 4:1 and the concentration of tartaric acid at levels of 0% and 5%. Responses are chosen based on hardness, friability, floating lag time, and dissolution rate constants in accordance with the criteria requirements for each response. The purpose of this study was to determine the influence of both factors and their interactions on mass physical properties of tablets, captopril release from the sustained release tablet, floating lag time, and obtained the optimum formulation that meets the requirements and produce tablets with drug release pattern according to zero order kinetics. Combination of factors polymer HPMC K4M - Guar gum ratio can increase the hardness, lower friability, accelerate the floating lag time, and increase the dissolution rate constant. Tartaric acid can reduce the factors of hardness, increase the friability, accelerate the floating lag time, and increase the dissolution rate constant. Interaction of factors combined ratio of HPMC K4M polymer - Guar gum concentration of tartaric acid can reduce the hardness, increase the friability, slow floating lag time, and increase the rate of dissolution. Based on Design Expert optimation program was obtained the optimum formula using a combination of polymer HPMC K4M – Guar gum ratio 3,04:1 and concentration of of tartaric acid 1,33% would be result hardness respons 12.48 Kp the friability 0.29%, the floating lag time 0.92 minutes, and the rate of dissolution 0.04 mg/menit.
Show more

15 Read more

Pengaruh matriks guar gum terhadap profil pelepasan in vitro nifedipin dalam bentuk tablet lepas lambat - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository

Pengaruh matriks guar gum terhadap profil pelepasan in vitro nifedipin dalam bentuk tablet lepas lambat - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository

Nifedipin is an antihypertension drug that blocking calsium channel. Nifedipin is recommended to administer as sustained release tablet in order to avoid fluctuation in blood levels. That’s why “The Affect of Guar Gum Matrics on In-Vitro Release Profile of Nifedipine Sustained Release Tablet.” has been studied. In this research, used guar gum matrix which result viscous gel and barrier release tablet from nifedipine sustained release tablet. Based on this, this study is done to find out the in vitro release kinetic of nifedipine from guar gum matriks in many different concentrations. In this research, used 4 formula. Formula A which had only guar gum, formula B with 10% guar gum( w w ), formula C with 20% guar gum( w w ) and formula D with 30% guar gum ( w w ). Tablets were prepared by wet granulation method and the drug released was examined. Drug release parameter that’s used are Banakar’s criteriation, %ED 360 value, K dissolusion , release mechanism according to value of
Show more

16 Read more

EFEKTIVITAS PENGGUNAAN GUAR GUM PADA PEMBUATAN KERTAS ARSIP DARI PULP COTTON LINTER

EFEKTIVITAS PENGGUNAAN GUAR GUM PADA PEMBUATAN KERTAS ARSIP DARI PULP COTTON LINTER

Penggunaan gum untuk meningkatkan ketahanan lipat telah lama digunakan. Menurut Iqbal dan Hussain (2013), guar gum telah digunakan untuk menggantikan locust bean gum pada industri kertas sejak tahun 1940. Konsumsi guar gum dunia mencapai 150.000 ton pertahun. Guar gum adalah polimer dari mannosa dan galaktosa, rantai utamanya tersusun monomer mannosa yang terikat satu sama lain dengan ikatan β-1 ,4-glikosidik dengan percabangan α-1,6-galaktosa. Rasio unit mannosa-galaktosa berkisar antara 1,8:1 dan 2:1. Xanthan gum dan anionik guar gum telah lama digunakan dalam modifikasi bahan pengisi untuk meningkatkan kekuatan kertas yang mengandung bahan pengisi (Shen dkk., 2009).
Show more

10 Read more

BAB 1 PENDAHULUAN - Optimasi formula tablet likuisolid klorfeniramin maleat menggunakan guar gum sebagai polimer dan peg 400 sebagai pelarut - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository

BAB 1 PENDAHULUAN - Optimasi formula tablet likuisolid klorfeniramin maleat menggunakan guar gum sebagai polimer dan peg 400 sebagai pelarut - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository

merupakan bahan alam yang bebas dari mikroba jenis Coliform, Eschericia coli, dan Salmonella (Chaplin, 2006). Sedangkan untuk pelarut non volatile yang terpilih adalah PEG 400 karena kelarutan klorfeniramin maleat kecil di dalam PEG 400, sehingga dapat membantu memperlambat pelepasan obat, selain itu, PEG 400 memiliki karakteristik yang bagus seperti kelarutan yang baik di dalam air dan pelarut organik, tidak beracun, tidak menimbulkan alergi, dan tidak menimbulkan penolakan oleh sel-sel tubuh, sehingga cocok sekali digunakan dalam formulasi obat (Parra et al., 2006). Pelarut non volatile juga berperan penting dalam menghambat laju pelepasan obat, karena memiliki efek sebagai plasticizer yang dapat menurunkan suhu transisi gelas polimer (Javadzadech et al., 2008). Penelitian ini akan dilakukan optimasi formula tablet likuisolid klorfeniramin maleat untuk mendapatkan konsentrasi optimum guar gum dan PEG 400 yang tepat sebagai sistem lepas lambat dengan menggunakan metode desain faktorial dengan dua faktor yaitu konsentrasi guar gum dan jumlah dari PEG 400. Berdasarkan desain faktorial 2², didapatkan 4 formula, dengan kombinasi tingkat rendah dan tingkat tinggi dari kedua faktor tersebut. Untuk faktor konsentrasi guar gum, tingkat rendah yang digunakan 20% b/b dan tingkat tingginya adalah 40% b/b. Untuk faktor jumlah PEG 400, tingkat rendahnya 12 mg dan tingkat tingginya adalah 28 mg.
Show more

6 Read more

1 BAB I PENDAHULUAN - Profil pelepasan in vitro ketoprofen dalam tablet lepas lambat dengan menggunakan matriks guar gum pada berbagai konsentrasi - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository

1 BAB I PENDAHULUAN - Profil pelepasan in vitro ketoprofen dalam tablet lepas lambat dengan menggunakan matriks guar gum pada berbagai konsentrasi - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository

Teofilin dengan matriks guar gum 10% yang memberikan pelepasan obat yang bagus tetapi teofilin mempunyai log p 0,4 apabila dibandingkan dengan ketoprofen yang mempunyai log p 1 maka permeabilitasnya lebih bagus ketoprofen, sedangkan diltiazem hidroklorida menggunakan matriks guar gum dengan konsentrasi 50% yang memberikan pelepasan obat yang bagus. Diltiazem hidroklorida mempunyai kelarutan lebih mudah larut dibandingkan ketoprofen yang tidak larut. Maka pada percobaan ini digunakan guar gum dengan konsentrasi antara 10% sampai 50% yaitu 20%, 30% dan 40%. Dimana diharapkan pada konsentrasi ini, matriks yang digunakan memenuhi persyaratan sediaan lepas lambat menurut Bakar (1992). Jumlah dan laju pelepasan obat yang diharapkan adalah pada waktu yang sesuai dengan 0,25 D (6 jam) terdapat 25-50% obat terdisolusi (Q 0,25), pada waktu yang sesuai dengan 0,5 D (12 jam) terdapat
Show more

6 Read more

Karakteristik Egg Replacer Dari Isolat Protein Kedelai, Isolat Protein Susu, Pati Jagung, Pati Kentang, Guar Gum, Dan Xanthan Gum

Karakteristik Egg Replacer Dari Isolat Protein Kedelai, Isolat Protein Susu, Pati Jagung, Pati Kentang, Guar Gum, Dan Xanthan Gum

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi karakteristik fisikokimia dan fungsional egg replacer berbahan dasar isolat protein kedelai, isolat protein susu, pati jagung, pati kentang, guar gum, dan xanthan gum. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan satu faktor yaitu perbandingan isolat protein kedelai, isolat protein susu, pati jagung, pati kentang, guar gum, dan xanthan gum (E): 62,5%:0%:18,75%:18,125%:0,625%:0% (E 1 ); (62,5%:0%:18,75%:17,5%:1,25%:0%

13 Read more

PENGARUH SUBSTITUSI TEPUNG PISANG, PENAMBAHAN GUAR GUM, DAN PENYIMPANAN BEKU PADA PRODUK ROTI KUKUS - Unika Repository

PENGARUH SUBSTITUSI TEPUNG PISANG, PENAMBAHAN GUAR GUM, DAN PENYIMPANAN BEKU PADA PRODUK ROTI KUKUS - Unika Repository

Tepung pisang merupakan salah satu hasil alternatif bahan baku pembuatan roti kukus. Dalam penelitian ini pembuatan roti kukus difokuskan pada aplikasi pembuatan roti kukus dengan penyimpanan beku. Roti kukus dengan penyimpanan beku merupakan alternatif terbaik untuk membuat roti kukus menjadi lebih mudah didistribusikan. Hal ini karena penjual atau konsumen tinggal mengukusnya jika akan dikonsumsi. Namun roti kukus dengan penyimpanan beku memiliki kelemahan pada hasil produk akhirnya, sehingga perlu dilakukan studi metode pembuatan roti kukus dengan waktu pengukusan dan konsentrasi penambahan guar gum sebelum penyimpanan beku. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh konsentrasi substitusi tepung pisang, penambahan guar gum, dan perlakuan penyimpanan beku terhadap karakter fisik, dan sensoris pada produk roti kukus, sehingga diperoleh roti kukus dengan formulasi terbaik. Pada uji pendahuluan dilakukan uji tekstur, volume pengembangan, warna untuk mengetahui konsentrasi guar gum terbaik dan porosity images untuk mengetahui waktu pengukusan sebelum penyimpanan beku. Konsentrasi guar gum yang digunakan adalah 0,5% dan 1% dan waktu pengukusan yang digunakan adalah 5 menit, 10 menit dan 15 menit pada roti kukus dengan substitusi 30%. Sedangkan pada uji utama roti kukus pisang yang dihasilkan diuji secara fisik, dan sensori. Pengujian fisik dilakukan pengukuran tekstur dengan alat texture analyzer, pengukuran warna roti kukus dengan chromameter, metode seed displacement untuk volume roti kukus, dan kualitas porositas menggunakan scanner. Pengujian sensoris dilakukan dengan uji ranking hedonik untuk mendapatkan formulasi roti kukus terbaik yang dapat diterima konsumen. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa peningkatan substitusi tepung pisang akan meningkatkan hardness, namun akan menurunkan springiness dan volume roti kukus. Substitusi tepung pisang juga akan meningkatkan warna merah dan menurunkan warna kuning serta kecerahan pada produk roti kukus. Penambahan guar gum sebesar 0,5% akan menurunkan hardness namun cenderung meningkatkan springiness sebelum proses penyimpanan beku dan mengalami degradasi setelah proses penyimpanan beku. Roti kukus yang paling disukai panelis adalah roti kukus dengan substitusi tepung pisang sebesar 15% dengan penambahan guar gum yang telah diberikan perlakuan beku.
Show more

11 Read more

Profil pelepasan in vitro ketoprofen dalam tablet lepas lambat dengan menggunakan matriks guar gum pada berbagai konsentrasi - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository

Profil pelepasan in vitro ketoprofen dalam tablet lepas lambat dengan menggunakan matriks guar gum pada berbagai konsentrasi - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository

26,86%. Formula C is the strongly sustained release effect than other formulas. Was concluted that drug release in dissolution was influenced by guar gum matrix. Viscosity gel will be more thicknest if the concentration of guar gum was increased so the release profile of drug will be more slowly.

17 Read more

Karakteristik Egg Replacer Dari Isolat Protein Kedelai, Isolat Protein Susu, Pati Jagung, Pati Kentang, Guar Gum, Dan Xanthan Gum

Karakteristik Egg Replacer Dari Isolat Protein Kedelai, Isolat Protein Susu, Pati Jagung, Pati Kentang, Guar Gum, Dan Xanthan Gum

1,875%. Xanthan gum merupakan hidrokoloid yang memiliki sifat fungsional sebagai pemantap, pengental, pengemulsi dan pendorong buih (Vacklavik dan Christian, 2008). Mekanisme pembentukan buih oleh protein adalah protein berdifusi ke dalam permukaan udara-air dan menurunkan tegangan permukaan yang mengakibatkan terbukanya lipatan protein pada permukaan. Selanjutnya ada interaksi polipeptida untuk membentuk film dengan denaturasi dan koagulasi parsial sehingga protein teradsorpsi pada permukaan dan membentuk film yang stabil mengelilingi buih dan membentuk buih (Charley dan Weaver, 1998). Daya buih berperan penting dalam mekanisme adsorpsi interfasial dan pembentukan film untuk produk pangan seperti es krim, cake, dan dessert (Kinsella, 1981). Berdasarkan Tabel 15, maka E 12 yang terdiri dari 62,5% isolat protein susu,
Show more

119 Read more

Karakteristik Egg Replacer Dari Isolat Protein Kedelai, Isolat Protein Susu, Pati Jagung, Pati Kentang, Guar Gum, Dan Xanthan Gum

Karakteristik Egg Replacer Dari Isolat Protein Kedelai, Isolat Protein Susu, Pati Jagung, Pati Kentang, Guar Gum, Dan Xanthan Gum

Xanthan gum telah banyak digunakan sebagai bahan tambahan pada pati dalam makanan karena dapat meningkatkan karakteristik fisik dari beberapa pasta pati seperti pati kentang, ketela, jagung dan terigu (Ferrero, dkk., 1994). Keuntungan penggunaan xanthan gum dalam pembuatan roti adalah mampu berinteraksi dengan komponen lain, seperti pati dan protein. Xanthan gum bersifat mengikat air selama pembentukan adonan sehingga saat pemanggangan, air yang dibutuhkan untuk gelatinisasi pati tersedia dan gelatinisasi lebih cepat terjadi. Xanthan gum dapat membentuk lapisan tipis dengan pati sehingga dapat berfungsi seperti gluten dalam roti (Whistler dan Miller, 1993).
Show more

21 Read more

PENGARUH SUBSTITUSI TEPUNG KULIT BUAH MANGGIS (Garcinia mangostana L.) DAN PENAMBAHAN GUAR GUM TERHADAP KUALITAS PRODUK BOLU KUKUS EFFECT OF MANGOSTEEN FRUIT RIND FLOUR (Garcinia mangostana L.) SUBSTITUTION AND ADDITION OF GUAR GUM ON STEAM CAKE QUALITY

PENGARUH SUBSTITUSI TEPUNG KULIT BUAH MANGGIS (Garcinia mangostana L.) DAN PENAMBAHAN GUAR GUM TERHADAP KUALITAS PRODUK BOLU KUKUS EFFECT OF MANGOSTEEN FRUIT RIND FLOUR (Garcinia mangostana L.) SUBSTITUTION AND ADDITION OF GUAR GUM ON STEAM CAKE QUALITY

Puji syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmat dan bimbingan yang diberikanNya, sehingga penulis dapat menyelesaikan Laporan Skripsi yang berjudul “ PENGARUH SUBSTITUSI TEPUNG KULIT BUAH MANGGIS (Garcinia mangostana L.) DAN PENAMBAHAN GUAR GUM TERHADAP

12 Read more

Substitusi Tepung Gari dalam Pembuatan Roti (Gari Flour Substitution in The Bread

Substitusi Tepung Gari dalam Pembuatan Roti (Gari Flour Substitution in The Bread

Penambahan guar gum dan iles-iles pada semua konsentrasi meningkatkan viskositas setback (VS) tepung sukun. Hasil uji lanjut menggunakan metode Duncan menunjukkan bahwa penambahan guar gum 1,0 % dan iles-iles 1,0 % tidak memberikan pengaruh nyata terhadap nilai VS, tetapi kedua perlakuan tersebut menghasilkan nilai VS yang berbeda nyata dengan perlakuan penambahan iles-iles 0,5 %. Sementara pengaruh penambahan guar gum 0,5 % tidak berbeda nyata dengan ketiga perlakuan tersebut di atas terhadap nilai VS. Hal ini menunjukkan bahwa hidrokoloid memicu retrogradasi pati sukun melalui eksklusi mutual antara pati dan hidrokoloid berdasarkan thermodynamic incompatibility (Alloncle et al., 1989). Efek ini menye- babkan terjadinya peningkatan konsentrasi efektif dari pati, khususnya amilosa pada fasa kontinu, dan pada akhirnya mempercepat pembentukan gel amilosa (Alloncle dan Doublier, 1991).
Show more

Read more

Dissolution behavior of ketoprofen double coted by chitosan-gum guar with alginat-CaCl2

Dissolution behavior of ketoprofen double coted by chitosan-gum guar with alginat-CaCl2

The differences between the SEM images taken before and after the intestinal dissolution reinforced Ivanova et al. (2000) [19], who stated that intestinal buffer solution is able to destroy cross-linking bonds between alginate and Ca 2+ , thus alginate will be dissolved. This means that the SEM image after intestinal dissolution is showing the surface of chitosan-guar gum matrix. Because alginate layer has been destroyed, ketoprofen will be released more easily from the matrix when it made contact with the intestinal medium. This release is also accommodated by large amount of channels which enlarged the microcapsule’s surface area that in contact with the medium.
Show more

Read more

Artikel JPTK Oktober 2008

Artikel JPTK Oktober 2008

α -Galaktosidase memiliki aktivitas pada beberapa jenis substrat, meliputi substrat alami seperti melibiosa, raffinosa, stakhiosa, dan verbakosa; substrat sintetik seperti p-nitrophenyl- α -D-galactopyranoside dan methyl- α -D- galactopyranoside; dan juga polimer seperti galaktomannan (Dey, P.M., 1984).. Berdasarkan substratnya, α-galaktosidase diklasifikasi menjadi 2 kelompok. Kelompok pertama adalah α -galaktosidase yang mempunyai aktivitas pada substrat dengan berat molekul rendah, seperti p-nitrophenyl- α -D- galactopyranoside, melibiosa, raffinosa dan stakhiosa. Kelompok kedua adalah α -galaktosidase yang mempunyai aktivitas pada subtrat dengan berat molekul rendah maupun pada polisakarida seperti guar gum (Kim, W.D., 2003).
Show more

Read more

Pengaruh CaCl2 terhadap Karakteristik Gelatinisasi Campuran Tepung Sukun dan

Pengaruh CaCl2 terhadap Karakteristik Gelatinisasi Campuran Tepung Sukun dan

Flour/starch-hydrocolloids interactions offer a wide scope in food product development by virtue their ability to modify and control the texture of foodstuffs. In many food formulations, flour/starch and hydrocolloids are used with other ingredients, e.g. salts. The present work is an attempt to study the effect of calcium chloride salt on breadfruit flour and hydrocolloids (guar gum and konjac glucomannan) combinations. The results are interpreted with respect to changes in viscosity and gelatinization behavior as measured in Rapid Visco Analyzer. Addition of calcium chloride up to 2 % increased the viscosity and solubility of breadfruit flour in the presence of guar gum and konjac glucomannan.
Show more

Read more

Pengaruh Jenis Dan Persentase Penstabil Terhadap Mutu Cassava Leaf Leather

Pengaruh Jenis Dan Persentase Penstabil Terhadap Mutu Cassava Leaf Leather

The objective of this research was to get the best type and percentage of stabilizer in producing cassava leaf leather with good quality. This research was condected using Completely Randomized Design (CRD) with two factors, i.e. types of stabilizer (P) (Guar Gum, Locust Bean Gum, Xanthan Gum, Arabic Gum) and percentage of stabilizer (S) (0,25%; 0,50%; 0,75%; 1,00%). Parameters analyzed were water content, ash content, total acid, total sugar, total soluble solid, pH , crude fiber content, color index, organoleptic test by hedonic for color, aroma, flavor, and texture.
Show more

Read more

Kualitas Emulsi Salad Dressing Berbahan Dasar Virgin Coconut Oil | Fatimah | Agritech 9729 17816 1 PB

Kualitas Emulsi Salad Dressing Berbahan Dasar Virgin Coconut Oil | Fatimah | Agritech 9729 17816 1 PB

Virgin Coconut Oil (VCO) commonly used as functional food. It contain active components of its high lauric acid content. One way to increase consumer acceptance of VCO is by processing VCO to become other food products such as salad dressing. This research was conducted to know the quality of salad dressing made by basic material of VCO. The tested qualities of salad dressing were emulsion stability, size of emulsion droplet, oxidative stability and content of lauric acid. The emulsion stability was tested based on emulsion separation time, droplet size was by microscope, oxidative stability was measured by Rancimat technique, and lauric acid content was by gas chromatography. Based on the research results, salad dressing was made using emulsiier Tween 20 (1 %) and stabilizer guar gum 1 % possess suficient emulsion stability, size of emulsion droplet of 1-5 µ m, a suficient oxidative stability (8,174 hours), and lauric acid retention of 97 %. Thus, salad dressing with basic material of VCO has a good quality.
Show more

Read more

SNI 0222-1967 mgkg kolonig APMg Kolonig Normal tak berjamur Normal normal maximal 40 maximal 1 maximal 3,0 Maximal 2,5 - tidak boleh ada

SNI 0222-1967 mgkg kolonig APMg Kolonig Normal tak berjamur Normal normal maximal 40 maximal 1 maximal 3,0 Maximal 2,5 - tidak boleh ada

Sponge cake berbasis tepung maizena konrol A Sponge cake berbasis tepung maizena dengan penambahan guar gum 0,5% B Sponge cake berbasis tepung maizena dengan penambahan xanthan gum 0,5% C Sponge cake berbasis tepung maizena dengan penambahan guar gum 0,5%

Read more

Show all 423 documents...