Hadits dan Ilmu yang berkaitan

Top PDF Hadits dan Ilmu yang berkaitan:

Sambutan dari Pusat Riset dan Studi Ilmiah Ilmu Hadits

Sambutan dari Pusat Riset dan Studi Ilmiah Ilmu Hadits

12. Ulama pada jaman kita telah mencurahkan usahanya dalam menulis hadits dan mengumpulkannya tanpa memakai system yang dijalankan oleh salaf, dan mereka melihat dengan sudut pandang ulama salaf pada keadaan perawi dan hadits, membedakan cara yang jelek dari yang baik, menyimpulkan apa yang ada di sunnah berupa hukum-hukum dan menambahkan di dalamnya ilmu fiqih yang berkaitan dengan halal dan haram. Bahkan mereka rela untuk tidak meneyebut nama mereka dalam menulisan hadits dan buku. Mereka inilah golongan yang telah melakukan banyak perjalanan, menanggung kesulitan yang berat, bepergian ke negeri-negeri yang jauh, di lain sisi mereka tidak terlalu mendapat kesulitan bekal dan merasa letih. Perjalanan itu menepuh jalur laut dan darat, mengorbankan jiwa dan harta, penuh dengan hal-hal yang menakutkan dan mencemaskan, sampai tidak pernah melakukan perawatan pada rambut, wajah yang pucat, kelaparan, sakit pada tubuh, menghabiskan waktu dalam perjalanan di berbagai negeri guna mencari sumber perawi hadits yang pertama. Mereka tidak menginginkan hal lain dan juga tidak mencarinya, Mereka menolak perawi yang tidak adil dan tidak dapat dipercaya, juga tidak menerima hadits yang tidak jelas kebenarannya, tidak yakin bila tidak mendengarnya dengan jelas, tidak berpedoman kepada perawi yang mempunyai bacaan al qur’an yang tidak bagus. Juga kepada para prawi yang tidak qualified, orang-orang yang tidak bisa membedakan antara perawi yang mendengar langsung atau yang hanya mendapat izin ( Izajah ) untuk periwayatan, yang tidak bisa
Baca lebih lanjut

146 Baca lebih lajut

PENGERTIAN ILMU HADITS DAN CABANG CABANG

PENGERTIAN ILMU HADITS DAN CABANG CABANG

Dengan melihat uraian ilmu hadits riwayah dan ilmu hadits dirayah diatas, tergambar adanya kaitan yang sangat erat, antara yang satu dengan yanh lainnya. Hal ini karena, setiap ada periwayatan hadits tentu ada kaidah-kaidah yang dipakai dan diperlukan, baik dalam penerimaannya maupun penyampaiannya kepada pihak lain. Sejalan dengan perjalanan ilmu hadits riwayah, ilmu hadits dirayah juga terus berkembang menuju kesempurnaannya, sesuai dengan kebutuhan yang berkaitan langsung dengan perjalanan hadits riwayah. Oleh karena itu, tidak mungkin ilmu hadits riwayah berdiri tanpa ilmu hadits dirayah begitu juga sebaliknya. 7
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Dalam ilmu hadits ada banyak persoalan y

Dalam ilmu hadits ada banyak persoalan y

Dalam ilmu hadits ada banyak persoalan yang akan ditemukan. Salah satunya adanya permasalahan mengenai hadits yang musykil, mukhtalif, gharib dll (istilah ini tergantung pemaknaan masing-masing ulama). Masalah ini, berorientasi pada pokok atau isi/bunyi hadits bukan pada jalur atau sanad nya atau lebih dikenal dengan kritik matan atau kritik internal hadits. Untuk menghindari miskonsepsi perlu dijelaskan bahwa untuk memahami hadits yang pertama dilakukan bukan langsung masuk pada tubuh hadits itu tapi pada kajian transmisi hadits atau sanad dan segala ketantuan yang berkaitan dengannya. Bilamana kemudian pada sanad sudah tidak meyakinkan maka tidak perlu masuk kedalam matan. Kegunaan kritik matan ialah : Hadits ada yang secara sanad dapat diterima namun ketika masuk kepada matan kita menemukan banyak kesulitan untuk dimengerti secara akal dan kenyataan atau fakta. Dengan kritik matan inilah dapat disingkirkan apa yang merupakan bagian tersembunyi dari hadits yang tidak terlihat dari analisis sanad.
Baca lebih lanjut

4 Baca lebih lajut

perkembangan ilmu hadis ilmu hadis

perkembangan ilmu hadis ilmu hadis

Sebagai diketahui, banyak istilah untuk menyebut nama-nama hadits sesuai dengan fungsinya dalam menetapkan syariat Islam. Ada hadits shahih, hadits hasan, dan hadits dhoif. Masing-masing memiliki persyaratannya sendiri-sendiri. Persyaratan itu ada yang berkaitan dengan persambungan sanad, kualitas para periwayat yang dilalui hadits, dan ada pula yang berkaitan dengan kandungan hadits itu sendiri. Maka persoalan yang ada dalam ilmu hadits ada dua, Pertama berkaitan dengan sanad, kedua berkaitan dengan matan. Ilmu yang berkaitan dengan sanad akan mengantar kita menelusuri apakah sebuah hadits itu bersambung sanadnya atau tidak, dan apakah para periwayat hadits yang dicantumkan di dalam sanad hadits itu orang-orang terpercaya atau tidak. Adapun ilmu yang berkaitan denga matan akan membantu kita mempersoalkan dan akhirnya mengetahui apakah informasi yang terkandung di dalamnya berasal dari Nabi atau tidak. Misalnya, apakah kandungan hadits bertentangan dengan dalil lain atau tidak.
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

BG Hadits Ilmu Hadits XII K13 (2016)

BG Hadits Ilmu Hadits XII K13 (2016)

Adapun sabar adalah menahan diri dalam kebaikan/ketaatan dan menahan diri dari keburukan/maksiat, serta menahan diri dalam menghadapi musibah. Sabar dijelaskan oleh Nabi SAW. sebagai ketahanan saat pertama kali ujian datang (al­shabru ‘inda al­ shadmati al­ula). (HR. Bukhari, Muslim, Abu Dawud, Tirmizi, Nasa’i dari ‘Aisyah RA.). Sabar, secara umum, dibagi dua, yaitu sabar yang terkait dengan usaha manusia dan sabar yang tidak terkait usaha manusia. Sabar yang berkaitan dengan usaha manusia adalah bersabar atas apa yang Allah SWT. perintahkan dan sabar pula atas apa yang dilarang-Nya. Sedangkan sabar yang tidak terkait usaha manusia adalah bersabar atas kesulitan terkait dalam menjalani hukum Allah/sunnatullah. Zunnun al-Misri menjelaskan bahwa sabar adalah menjauhi hal-hal yang bertentangan, bersikap tenang ketika tertimpa cobaan, dan menampakkan sikap mampu saat datangnya kefakiran di medan kehidupan. Ibnu ‘Ata’ menjelaskan bahwa sabar adalah bertahan dengan (menjalani) cobaan dengan adab yang baik. (al-Qusyairi: 1998, 220).
Baca lebih lanjut

138 Baca lebih lajut

Imam Syafi`I.doc 45KB Jun 13 2011 06:28:10 AM

Imam Syafi`I.doc 45KB Jun 13 2011 06:28:10 AM

DI usia 20 tahun, Muhammad bin Idris as-Syafi’i telah meraih kedudukan yang tinggi di kalangan ulama dalam berfatwa dan keahlian dalam berbagai ilmu yang berkisar pada al-Qur’an dan as-Sunnah. Kedudukan dan ilmu yang telah diraihnya ini belum juga membuatnya puas. Ia tinggalkan Madinah menuju negeri Yaman untuk belajar kepada Mutharrif bin Mazin, Hisyam bin Yusuf al-Qadli, dsb. Dari Yaman, beliau melanjutkan perjalanan jihadnya menuju Baghdad di Irak. Di kota ini ia banyak belajar dari Muhammad bin al-Hasan, Isma’il bin Ulaiyyah, Abdul Wahhab ats-Tsaqafi, dsb.

2 Baca lebih lajut

Hadits-Hadits Tentang Aqiqah (Telaah Ma‟anil Hadis) - Institutional Repository of IAIN Tulungagung Bab I. PDF

Hadits-Hadits Tentang Aqiqah (Telaah Ma‟anil Hadis) - Institutional Repository of IAIN Tulungagung Bab I. PDF

dalam artian mengungkap pemahaman, interpretasi, serta tafsiran yang benar mengenai kandungan matan hadis. 13 Itulah sebabnya mengapa kemudian para ulama berusaha untuk menjawab masalah-masalah tersebut. Sebagai bentuk sumbangan mereka, muncullah sebuah ilmu yang sekarang lebih dikenal dengan Ilmu Ma’anil Hadits, yakni ilmu yang mengkaji tentang bagaimana memaknai dan memahami hadis Nabi dengan mempertimbangkan struktur linguistik teks hadis, konteks munculnya hadis (asbabul wurud), kedudukan Nabi ketika menyampaikan hadis, dan bagaimana menghubungkan teks hadis masa lalu dengan konteks kekinian, sehingga diperoleh pemahaman yang relatif tepat, tanpa kehilangan relevansinya dengan konteks kekinian. 14
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

BAB II HADITS TENTANG ILMU PENGETAHUAN DAN KEUTAMAANNYA - ILMU PENGETAHUAN DAN KEUTAMAANYA

BAB II HADITS TENTANG ILMU PENGETAHUAN DAN KEUTAMAANNYA - ILMU PENGETAHUAN DAN KEUTAMAANYA

Hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Abdil bar tersebut di atas, menjelaskan kepada kita betapa pentingnya menuntut ilmu pengetahuan, sekalipun ke tempat yang jauh dari tempat tinggal kita. Pentingnya menuntut ilmu pengetahuan berdasarkan hadits ini adalah dinyatakan tegas oleh Rasulullah saw dengan menggunakan kata perintah, yaitu: Tuntutlah atau carilah.

8 Baca lebih lajut

RPP, Silabus Kurikulum 2013 PAI SMP Kelas 7, 8, 9 Edisi Revisi 2017 | Ilmupendidikan88 KLS 9

RPP, Silabus Kurikulum 2013 PAI SMP Kelas 7, 8, 9 Edisi Revisi 2017 | Ilmupendidikan88 KLS 9

Membaca hadits tentang menuntut ilmu Alokasi Waktu : 2 X 40 menit 1 pertemuan Tujuan Pembelajaran  Siswa dapat membaca hadits tentang menuntut ilmu dengan fasih dengan fasih, menyal[r]

83 Baca lebih lajut

RPP PAI SMP Berkarakter 2015 Kelas IX Sem 1

RPP PAI SMP Berkarakter 2015 Kelas IX Sem 1

Membaca hadits tentang menuntut ilmu Alokasi Waktu : 2 X 40 menit 1 pertemuan Tujuan Pembelajaran  Siswa dapat membaca hadits tentang menuntut ilmu dengan fasih dengan fasih, menyal[r]

41 Baca lebih lajut

Cara Sistematis Menghafal Hadits pdf

Cara Sistematis Menghafal Hadits pdf

Dimana pesertanya akan dibimbing untuk semakin akrab dengan hadits- hadits Nabi melalui buku pegangan yang akan digunakan nanti, kemudian peserta merekam hafalannya yang selanjutnya dikirimkan melalui media Whatsapp dalam bentuk suara (voice note) pada pembimbing, setelah itu setiap harinya pembimbing akan memberikan koreksi hafalannya jika memang ada kesalahan.

116 Baca lebih lajut

USAHA GURU AL-QUR’AN HADITS DALAM MENINGKATKAN PEMAHAMAN ILMU TAJWID PADA SISWA MTSN BANDUNG TULUNGAGUNG - Institutional Repository of IAIN Tulungagung

USAHA GURU AL-QUR’AN HADITS DALAM MENINGKATKAN PEMAHAMAN ILMU TAJWID PADA SISWA MTSN BANDUNG TULUNGAGUNG - Institutional Repository of IAIN Tulungagung

Usaha Guru Al-Qur’an Hadits dalam meningkatkan Pemahaman Ilmu Tajwid melalui Metode Pembelajaran .... Usaha Guru Al-Qur’an Hadits dalam meningkatkan Pemahaman Ilmu Tajwid melalui Sum[r]

3 Baca lebih lajut

KKM SMP PAI KELAS IX SMT 1 DAN 2

KKM SMP PAI KELAS IX SMT 1 DAN 2

Mengartikan setiap kata yang ada dalam al-Hadits tentang menuntut ilmu dengan benar... P KKM KOMPETENSI DASAR 2.2 2.3 Menjelaskan makna menuntut ilmu seperti dalam al-Hadits.[r]

22 Baca lebih lajut

BAB II Hadits Menuntut Ilmu

BAB II Hadits Menuntut Ilmu

Dalam hadits yang kedua Rasulullah menegaskan bahwa menuntut ilmu itu dinilai sebagai berjuang di jalan Allah, sehingga barang siapa yang mencari ilmu dengan sungguh-sungguh dia akan mendapatkan pahala yang berlipat ganda bahkan bila sesorang meninggal dunia saat mencari ilmu dia akan mendapatkan surganya Allah karena dinilai sama dengan mati syahid. Sementara dalam Hadits ketiga Rasulullah menganjurkan agar umat Islam (kaum muslimin) mau menjadi orang yang :

9 Baca lebih lajut

BAB I PENDAHULUAN  A. Latar belakang  - Pengertian Hadits, Sunnah, Khabar, dan Atsar

BAB I PENDAHULUAN  A. Latar belakang  - Pengertian Hadits, Sunnah, Khabar, dan Atsar

Para ahli ushul memberi pengertian yang demikian disebabkan                 mereka bergelut dalam ilmu ushul yang banyak mempelajari tentang                   hukum syari’at saja. Dalam pengertian tersebut hanya yang berhubungan                   dengan syara’ saja yang merupakan hadis, selain itu bukan hadis,                     misalnya urusan berpakaian. Sedangkan para fuqaha mengartikan yang                 demikian di karenakan segala sesuatu hukum yang berlabel wajib pasti                     datangnya dari Allah swt melalui kitab Al Qur’an. Oleh sebab itu yang                         terdapat dalam hadis adalah sesuatu yang bukan wajib karena tidak                     terdapat dalam Al Qur’an atau mungkin hanya penjelasannya                 saja.Sedangkan menurut ulama’ Hadis mendefinisikannya sebagai             berikut : 
Baca lebih lanjut

26 Baca lebih lajut

BAB III DAMPAK PERTUNJUKAN ORGEN TUNGGAL BERALIRAN REMIX DITINJAU DARI FIQH JINAYAH - DAMPAK PERTUNJUKAN ORGEN TUNGGAL BERALIRAN REMIX DITINJAU DARI FIQH JINAYAH - eprint UIN Raden Fatah Palembang

BAB III DAMPAK PERTUNJUKAN ORGEN TUNGGAL BERALIRAN REMIX DITINJAU DARI FIQH JINAYAH - DAMPAK PERTUNJUKAN ORGEN TUNGGAL BERALIRAN REMIX DITINJAU DARI FIQH JINAYAH - eprint UIN Raden Fatah Palembang

Para ulama membagi dalil hukum syara’ menjadi dua, pertama dalil yang disepakati (Muttafaq) dan dalil yang tidak disepakati (mukhtalaf). Dalil yang disepakati terdiri dari empat macam, yaitu al-Qur’an, hadits, ijma’ dan qiyas. Mereka juga bersepakat pada urutan prioritas penggunaannya yang harus digunakan secara tertib, tidak boleh melompat. Konsekuensinya apabila terjadi suatu peristiwa, maka harus dilihat, hukumnya terlebih dahulu di dalam al-Qur’an, jika tidak ditemukan, maka dilihat hukumnya dalam hadits, jika tidak ditemukan maka dilihat hukumnya dalam ijma’, jika tidak ditemukan juga, maka berijtihad untuk mendapatkan hukumnya dengan mengggunakan qiyas. 48 Adapun dalil yang
Baca lebih lanjut

29 Baca lebih lajut

STRATEGI GURU AL-QUR’AN HADITS DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA AL-QUR’AN SISWA DI MTs ASWAJA TUNGGANGRI KALIDAWIR - Institutional Repository of IAIN Tulungagung

STRATEGI GURU AL-QUR’AN HADITS DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA AL-QUR’AN SISWA DI MTs ASWAJA TUNGGANGRI KALIDAWIR - Institutional Repository of IAIN Tulungagung

Khususnya guru bidang Al- Qur’an Hadits hendaknya lebih meningkatkan pengetahuan, kemampuan dan keterampilannya terutama yang berkaitan dengan masalah proses perencanaan strategi pembelajaran serta pengelolaan proses belajar mengajar bidang studi Al- Qur’an Hadits, sehingga menjadi guru yang profesional dalam menjalankan tugasnya sebagai seorang pendidik.

4 Baca lebih lajut

Mukjizat Alquran dan Hadits dalam Aspek Ilmu Gizi dan Obat-Obatan

Mukjizat Alquran dan Hadits dalam Aspek Ilmu Gizi dan Obat-Obatan

Selanjutnya puasa dapat menjadi alternatif diet paling baik. Selain diet buah, puasa adalah diet paling baik, karena secara teori ilmu pengetahuan karbohidrat menghasilkan 4 kkal dalam satu gramnya, protein menghasilkan 4 kkal dalam satu gramnya dan lemak menghasilkan 9 kkal dalam satu gramnya. Lemak menjadi cadangan energi yang disimpan dan sisa karbohidrat yang tidak menjadi energi ada yang disimpan di jaringan lemak yang menyebabkan seseorang menjadi obesitas dan menjadi gemuk dalam pengaruh kecilnya. Dengan berpuasa pasokan makanan yang masuk berkurang, sehingga tubuh harus memecah dan mengunakan cadangan makanan yang tersimpan dijaringan lemak. Dengan begitu lemak yang tersimpan akan berkurang dan tubuh pun akan menjadi lebih kecil atau berat badan akan turun.
Baca lebih lanjut

36 Baca lebih lajut

SILABUS PRODI ILMU AL QURAN DAN HADITS TERBARU 1

SILABUS PRODI ILMU AL QURAN DAN HADITS TERBARU 1

Yogyakarta: Lembaga Studi Filsafat Islam, 2002 Ismail, A. Ilyas. 2008. Paradigma Dakwah Sayyid Quthub, Jakarta: Penamadani Al-Ghazali. 2000. Ihya ulumuddin, Bimbingan untuk Mencapai Tingkat Mukmin, Bandung: Diponegoro Muzair Suparta, Harjani Hefni, 2002. (Editor), Metode Dakwah, Jakarta: Prenada Siti Muriah, 2000. Metodologi Dakwah Kontemporer, Yogyakarta; Mitra Pustaka Syabibi, M. Ridho. 2008. Metodologi Ilmu Da’wah. Yogyakarta: Penerbit Pustaka Pelajar

215 Baca lebih lajut

Nama, Kunyah dan Nasab

Nama, Kunyah dan Nasab

Imam Al Barbahariy banyak bergaul dengan para ulama murid-murid imam Ahli sunnah Ahmad bin Hambal dan beliau banyak mengambil ilmu dari mereka dan kebanyakan mereka berasal dari Baghdad. Yang demikian ini menjadi bukti bahwa beliau besar dan tumbuh di tengah lingkungan ilmu yang kental dengan sunnah yang memberi pengaruh besar pada dirinya.

17 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...