Harry Roesli

Top PDF Harry Roesli:

VARIASI DIKSI DALAM KOLOM “ASAL- USUL “ KORAN KOMPAS TULISAN HARRY ROESLI

VARIASI DIKSI DALAM KOLOM “ASAL- USUL “ KORAN KOMPAS TULISAN HARRY ROESLI

Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa pilihan kata atau diksi yang digunakan dalam kolom “Asal-usul” tulisan Harry Roesli di koran Kompas didominasi oleh kosakata populer dalam bahasa percakapan sehari-hari dengan berbagai variasi sehingga menimbulkan pembaca berpikir lebih dalam untuk memaknai maksud penulis. Harry Roesli memilih kata-kata yang berasal dari kata atau istilah yang terlalu teknis dan kurang familiar bagi masyarakat umum dan hanya mampu dipahami kaum terpelajar. Ia juga memanfaatkan kata bentukan baru melalui teknik afiksasi dan penggabungan kata sehingga terbentuk kata baru yang menimbulkan asosiasi jenaka. Pemakaian kata slang dalam kolom “Asal-usul” tulisan Harry Roesli dibentuk atas dasar proses penggantian dan penghilangan fonem, penambahan suku kata, dan pembentukan akronim yang sewenang-wenang tanpa ketentuan standar. Adapun Harry Roesli memanfaatkan bentuk plesetan dalam variasi diksinya sebagai satire dan kritik sosial yang dikemas humor dan terkesan tidak serius. Selain itu, kolom “Asal- usul” tulisan hari Roesli memanfaatkan kata bermakna asosiasi, dan idiom-idiom. Hal tersebut menjadi ciri pemakaian bahasa oleh Harry Roesli yang kreatif, inovatif, satiris, penuh rasa humor, dan menghidupkan daya imajinasi pembaca.

14 Baca lebih lajut

PERAN PELATIH PROGRAM PELATIHAN KETERAMPILAN BERMUSIK DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI DAN KEMANDIRIAN MUSISI JALANAN Kasus di Rumah Musik Harry Roesli (RMHR) Kota Bandung.

PERAN PELATIH PROGRAM PELATIHAN KETERAMPILAN BERMUSIK DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI DAN KEMANDIRIAN MUSISI JALANAN Kasus di Rumah Musik Harry Roesli (RMHR) Kota Bandung.

Pemilihan subjek penelitian atau responden berdasarkan orang yang dianggap paling tahu dan atas pertimbangan tertentu memiliki informasi yang dibutuhkan oleh peneliti. maka, alasan pengambilan lima musisi jalanan sebagai subjek penelitian berdasarkan bahwa lima orang musisi jalanan merupakan anggota musisi jalanan yang telah lama belajar musik dalam program pelatihan keterampilan bermusik di Rumah Musik Harry Roesli yang telah memiliki karya dalam bermusik, yaitu dalam 57kustik dan OTW59 dan subjek diantaranya telah memiliki usaha sendiri membuat les privat dalam bermusik., serta juga menjadi pelatih membantu mengajar di Rumah Musik Harry Roesli. Subjek penelitian sebanyak lima orang ini diharapkan dapat mengungkapkan informasi-informasi dan data yang lengkap dan terperinci tentang peran pelatih program pelatihan keterampilan bermusik dalam meningkatkan motivasi belajar dan kemandirian berkreasi musisi jalanan dari aspek yang akan diteliti, yaitu tentang gambaran peran pelatih program pelatihan keterampilan bermusik, gambaran motivasi belajar dan kemandirian berkreasi musisi jalanan, serta mengungkap faktor pendorong dan penghambat pelatih dalam menjalankan peran. B. Desain Penelitian

55 Baca lebih lajut

PELATIHAN MUSIK ANAK-ANAK JALANAN DI RUMAH MUSIK HARRY ROESLI: Studi Kasus Pelatihan Musik Anak-anak Jalanan di RMHR.

PELATIHAN MUSIK ANAK-ANAK JALANAN DI RUMAH MUSIK HARRY ROESLI: Studi Kasus Pelatihan Musik Anak-anak Jalanan di RMHR.

tesis kepada narasumber. Selanjutnya narasumber dipersilahkan menjawab semua pertanyaan yang telah disiapkan oleh peneliti atau pewawancara sebagai bagian dari pengumpulan bahan dan data penelitian. Kuisioner dapat berupa petanyaan/pernyataan tertutup atau terbuka, dapat diberikan kepada responden secara langsung atau dikirim melalui pos, atau internet (Sugiyono, 2001:142). Instrumen awal yang digunakan dalam mengumpulkan data penelitian berupa draf pertanyaan yang disusun oleh peneliti. Kurangnya sumber-sumber autentik yang tersisa baik dari beberapa literatur dan pihak keluarga Harry Roesli sendiri, membuat penelitian ini sangat mengandalkan metode wawancara yang tersusun dalam instrumen penelitian. Selain pertanyaan-pertanyaan yang diharapkan dapat memberikan testimoni terhadap objek yang sedang diteliti mengenai anak-anak jalanan yang berlatih musik di RMHR, data audio/visual berupa dokumentasi karya-karya Harry Roesli, foto-foto mengenai proses wawancara dan pelatihan digunakan untuk melengkapi penelitian.

44 Baca lebih lajut

Hubungan Antara Gratitude dan Subjective Well-Being pada Anak Jalanan di Rumah Musik Harry Roesli di Bandung.

Hubungan Antara Gratitude dan Subjective Well-Being pada Anak Jalanan di Rumah Musik Harry Roesli di Bandung.

Berdasarkan survei awal yang dilakukan pada 5 anak jalanan di RMHR, diketahui bahwa 100% anak jalanan ini mengidolakan seorang kakak asuh yang bernama Kang Y. Kang Y sendiri adalah anak laki-laki dari Almarhum Harry Roesli yang kini menjadi pengurus RMHR. Anak jalanan di RMHR mengaku memiliki hubungan yang sangat dekat dengan Kang Y, bahkan mereka menganggap Kang Y sebagai ayah kedua. Anak-anak jalanan mengaku bahwa mereka bisa leluasa menceritakan masalah-masalah yang dihadapi kepada Kang Y. Menurut mereka, selain mendengarkan curahan hati anak jalanan, Kang Y pun selalu memberikan saran serta bimbingan dan dorongan semangat kepada mereka.

33 Baca lebih lajut

S PLS 1005526 Chapter1

S PLS 1005526 Chapter1

Lembaga kemasyarakatan Rumah Musik Harry Roesli tampaknya lebih peka melihat permasalahan tersebut sehingga Rumah Musik Harry Roesli memberikan perhatian yang lebih terhadap musisi jalanan. Dikatakan memberikan perhatian yang lebih sebab RMHR telah menyelenggarakan program pengembangan diri dengan memberikan pembelajaran mengenai keterampilan bermusik yang diperuntukan bagi musisi jalanan.

7 Baca lebih lajut

S PKN 1006849 Chapter 1

S PKN 1006849 Chapter 1

Justru dengan perilaku imitasi, kita tidak mampu mengeksplorasi apa jenis kemampuan yang kita miliki. Kita hanya sekedar meniru saja apa yang ada dan tidak mau berusaha sendiri untuk menciptakan kreatifitas. Lewat musik, tentunya hal tersebut dapat memacu kreatifitas seseorang untuk mengembangkan dirinya tanpa harus selamanya meniru idolanya itu. Bisa juga dengan memasukkan tema kebangsaan yang bersifat patriotisme, seperti contohnya pada lagu-lagu perjuangan yang sudah kita ketahui selama ini yang dapat diaransemen sedemikian rupa agar generasi sekarang tidak gampang bosan dengan lagu-lagu perjuangan yang sudah terlalu umum didengar. Salah satunya adalah dengan mengikuti kursus musik yang memiliki genre yang berbeda dari biasanya seperti yang ditunjukkan dalam Rumah Musik Harry Roesli (RMHR) yang berada di Jl. Supratman no.57 Bandung.

6 Baca lebih lajut

S PLS 1005526 Abstract

S PLS 1005526 Abstract

This research is based on the self-development activities that is given by Rumah Musik Harry Roesli in order to improve street musicians' musical skill so that it can be useful for their life. The aims of this research are: (1) To know the role of the tutors in developing street musicians' skills, (2) to know the result of the self-development activities, (3) to know the effect of street musicians' self-development through the music skills learning towards street musicians' social and economic improvements. This research uses descriptive research method and qualitative approach, with the subjects of five RMHR's managers, two tutors, and two street musicians. Data collection method used are observation, interviews, and triangulation. The result shows that: (1) tutors play important role in the succession of the self-development activities, learning information provider, advisor in learning activities, and evaluator of the street musicians' learning, (2) the students get knowledge and musical skills (cognitive, affective, and psychomotor skills), students are leaded to have a directed music career, (3) self-development activities through musical skills learning affect street musicians' economic wellbeing such as the improvement of income for fulfilling their primary needs and the changes in appearance and lifestyle along with the improvements of health awareness, (4) the positive attitude received by the students from the society and the students' optimistic attitude to re-play a role in community activities.

2 Baca lebih lajut

Analysis of Elements of Plot in J.K.Rowling's 'Harry Potter and The Deathly Hallows'.

Analysis of Elements of Plot in J.K.Rowling's 'Harry Potter and The Deathly Hallows'.

I also find that Rowling is using a tight plot in telling her story because the action sometimes is non-stop. For example, this can be found when there is a final battle between Harry and his friends and Lord Voldemort and the Death Eaters. During the battle, there are many continuous events like when Harry, Ron and Hermione find and destroy the lost diadem of Ravenclaw. This event is immediately followed by the event where Lord Voldemort kills Snape, and at his last moments, he gives Harry his memory whic h makes Harry understand that he is the seventh horcrux, which means that in order to kill Lord Voldemort, he must sacrifice himself to die first. The author uses this tight plot to make the suspense of the story become greater and that will make the readers continue to read the rest of the novel with a great curiosity.

12 Baca lebih lajut

J. K. Rowling   [HARRY POTTER 03]   Harry Potter and the Prisoner  ban (v4.0)

J. K. Rowling [HARRY POTTER 03] Harry Potter and the Prisoner ban (v4.0)

Ron and Hermione watched Harry nervously all through dinner, not daring to talk about what they’d overheard, because Percy was sitting close by them. When they went upstairs to the crowded common room, it was to find Fred and George had set off half a dozen Dungbombs in a fit of end-of- term high spirits. Harry, who didn’t want Fred and George asking him whether he’d reached Hogsmeade or not, sneaked quietly up to the empty dormitory and headed straight for his bedside cabinet. He pushed his books aside and quickly found what he was looking for — the leather-bound photo album Hagrid had given him two years ago, which was full of wizard pictures of his mother and father. He sat down on his bed, drew the hangings around him, and started turning the pages, searching, until …

215 Baca lebih lajut

t bing 009621 table of content

t bing 009621 table of content

4.1 Classification of the Data 44 4.2 Analysis of the Data, Findings, and Discussion 45 4.2.1 The Students’ Responses to the Novels of Harry Potter 45 4.2.2 Similar Response to the Novels of Harry Potter 48 4.2.3 Different Response to the Novels of Harry Potter 50 4.2.4 Factors Influencing the Students’ Reading Habit 52

3 Baca lebih lajut

Harry Potter dan Kamar Rahasia.pdf

Harry Potter dan Kamar Rahasia.pdf

Semua buku pelajaran Harry tongkat, jubah, kuali, dan sapu top Nimbus Dua Ribu-nya dikunci di dalam lemari di bawah tangga oleh Paman Vernon begitu Harry tiba di rumah. Apa pedulinya keluarga Dursley kalau Harry kehilangan tempat di tim Quidditch asramanya karena dia tidak berlatih selama musim panas? Apa urusannya bagi keluarga Dursley jika Harry kembali ke sekolah tanpa mengerjakan PR-PR- nya? Keluarga Dursley termasuk yang oleh para penyihir disebut Muggle (tak memiliki setetes pun darah penyihir di nadi mereka) dan bagi mereka memiliki penyihir dalam keluarga adalah aib yang sangat memalukan. Paman Vernon bahkan telah meng- gembok burung hantu Harry, Hedwig, di dalam sangkarnya, untuk mencegahnya membawa surat-surat kepada siapa pun di dunia sihir.

307 Baca lebih lajut

S PLS 1005526 Chapter3

S PLS 1005526 Chapter3

Sumber wawancara dalam penelitian ini terdiri dari pengelola Rumah Musik Harry Roesli, tutor di Rumah Musik Harry Roesli, dan musisi jalanan yang mengikuti pembelajaran keterampilan bermusik, dalam teknis pelaksanaannya wawancara akan dilakukan satu kali dari setiap narasumber dengan waktu berkisar dari 40 sampai 60 menit, jika data yang didapat dirasa masih kurang dan belum terpenuhi, peneliti akan melakukan wawancara ulang kepada narasumber, untuk menentukan bahwa data yang didapat itu benar dan tidak menyimpang maka peneliti akan mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang sama tetapi kepada narasumber yang berbeda.

10 Baca lebih lajut

J. K. Rowling   [HARRY POTTER 01]   Harry Potter and the Sorcerer' one (v4.0)

J. K. Rowling [HARRY POTTER 01] Harry Potter and the Sorcerer' one (v4.0)

The Dursleys’ house had four bedrooms: one for Uncle Vernon and Aunt Petunia, one for visitors (usually Uncle Vernon’s sister, Marge), one where Dudley slept, and one where Dudley kept all the toys and things that wouldn’t fit into his first bedroom. It only took Harry one trip upstairs to move everything he owned from the cupboard to this room. He sat down on the bed and stared around him. Nearly everything in here was broken. The month-old video camera was lying on top of a small, working tank Dudley had once driven over the next door neighbor’s dog; in the corner was Dudley’s first-ever television set, which he’d put his foot through when his favorite program had been canceled; there was a large birdcage, which had once held a parrot that Dudley had swapped at school for a real air rifle, which was up on a shelf with the end all bent because Dudley had sat on it. Other shelves were full of books. They were the only things in the room that looked as though they’d never been touched.

162 Baca lebih lajut

A study of Harry`s personality development in Harry Potter and the half-blood prince and Harry Potter and the deathly hallows.

A study of Harry`s personality development in Harry Potter and the half-blood prince and Harry Potter and the deathly hallows.

The next reason is the popularity of the series that is hard to ignore. Furia states that the success of Harry Potter has reached about 200 countries worldwide. Moreover, the novels have been translated into 64 languages (as cited in Saryoto, 2013, p. 2). Beside children, Vollmer (2007) points out that the series is popular among adult (p. 1). Harry Potter has attracted more scholars to pursue serious literary analysis. Some scholars suggest Harry Potter as a mean to teach students. Wallace and Pugh (2007) suggest teachers to use Harry Potter to walk the line between play and work with their students, encouraging them to engage with cultural constructions of social class, gender, sexuality, and race (p. 97). Furthermore, a journal written by Tisha Beaton shows how the Potter books can be used in a curriculum that integrates math, science, and language arts (as cited in Wallace & Pugh, 2007, p. 97). Another researcher, Fields (2007) observes to utilize Harry Potter as a teaching tool for introductory sociology courses (p. 167). From those researchers, it can be concluded that its popularity is not only in the field of book selling, but also in the field of education.

102 Baca lebih lajut

Eksistensi Harry Potter Alliance Sebagai

Eksistensi Harry Potter Alliance Sebagai

Pembahasan mengenai virtual culture atau digital life dan/atau istilah lainnya yang telah penulis sebutkan di atas dapat dicontohkan dalam kasus perkembangan online culture, yaitu Harry Potter Alliance (HPA). Pembahasan mengenai HPA di awali dengan latar belakang terbentuknya komunitas on-line berbasis fanbase tersebut, lalu dilanjutkan dengan eksistensi HPA yang menjadi bentuk nyata dari istilah virtual culture dan relasinya dengan aktivitas-aktivitas masyarakat dunia di era teknologi informasi saat ini. Perlu diketahui sebelumnya, bahwa HPA merupakan organisasi non-profit yang dibentuk oleh para penggemar seri buku dan film Harry Potter. Terbentuk pada tahun 2005 di Amerika Serikat oleh Andrew Slack, tujuan awal HPA adalah untuk menarik perhatian atas isu kekerasan terhadap hak asasi manusia di Sudan (Snyder 2007). Melalui situs yang berdomain www.thehpalliance.org, HPA memiliki visi yaitu, “A creative and collaborative culture that solves the world’s problem.” Era teknologi informasi telah menjadikan suatu hal yang kecil, bahkan tidak terpikir sebelumnya, menjadi suatu hal yang berdampak besar bagi masyarakat. HPA hanya berawal dari kumpulan penggemar Harry Potter, yang mana mereka terintegrasi berdasarkan kepentingan dan kemauan masing-masing. HPA terus berkembang menjadi suatu organisasi non-profit yang berbasis online, dan memiliki beberapa cabang atau chapters yang tersebar ke seluruh dunia, yaitu: (1) Oceania yang terdiri dari Australia, dan Selandia Baru, (2) Asia yang terdiri dari India, Iran, Israel, Pakistan, Filipina, Singapura, Vietnam, Korea Selatan, dan Thailand, (3) Eropa yang terdiri dari Belgia, Belanda, Prancis, Jerman, Irlandia, Rusia, dan Britania Raya, (4) Afrika yang terdiri dari Burundi, Liberia, Afrika Selatan, Uganda, dan (5) Amerika Selatan yang terdiri dari Argentina, Brasil, Cili, Guyana, dan Uruguay (The Harry Potter Alliance 2015). Seperti halnya argumen yang dikatakan oleh Manuel Castells bahwa sistem komunikasi baru yang muncul di era teknologi informasi membuat ruang dan waktu bukan menjadi permasalahan. Tersebarnya beberapa cabang HPA telah membuktikan bahwa lokasi geografis yang berbeda tidak membuat para penggemar dan pihak yang ingin bergabung menjadi terhalang oleh aspek tersebut.

17 Baca lebih lajut

BAYANG DI BALIK TIANG: REINTERPRETASI ATAS NOVEL SITI NURBAYA KARYA MARAH ROESLI

BAYANG DI BALIK TIANG: REINTERPRETASI ATAS NOVEL SITI NURBAYA KARYA MARAH ROESLI

Hal yang menarik dari novel Siti Nurbaya adalah penokohannya yang kuat. Marah Roesli, seorang sastrawan yang dilahirkan di Padang, 7 Agustus 1889 mengalirkan gagasan lewat be- ragam karakter yang mampu menembus sekat ruang dan waktu. Kekuasaan yang ditopang oleh kepemilikan harta seba- gaimana yang dipunyai Datuk Ma- ringgih, seringkali dipergunakan untuk menghalalkan setiap ambisi sangatlah relevan hingga hari ini. Keterbatasan materi, sebagaimana yang dialami ke- luarga Siti Nurbaya, seringkali menjadi ‘bulan-bulanan’ para pemilik modal, menjadi realitas kekinian yang masih marak terjadi. Novel Siti Nurbaya seolah menjadi karya sastra yang melampaui zamannya. Lewat dialog tokoh-tokoh- nya, Marah Roesli seperti menegaskan gagasannya tentang kekolotan di ka- langan panghulu yang merugikan, ke- arifan hidup yang harus dipupuk pada zaman perubahan, corak perkawinan ideal, keburukan poligami, serta masa-

9 Baca lebih lajut

Resensi Buku 006

Resensi Buku 006

Novel ini merupakan novel seri populer yang keenam dari tujuh novel karya penulis tersukses di dunia asal Britania Raya J.K rowling. Dalam waktu 24 jam buku ini terjual hingga 6,9 juta buku hanya di Amerika Serikat saja dan menjadikannya novel Harry Potter seri keenam ini sebagai novel cepat terjual sepanjang sejarah. Dan novel ini diterbitkan ke dalam berbagai terjemahan bahasa di dunia termasuk novel versi terjemahan bahasa Indonesia yang pada peluncurannya berhasil terjual sekitar 53 ribu buku.

3 Baca lebih lajut

AN ANALYSIS OF THE USE OF SPEECH ACT OF REQUEST IN HARRY POTTER MOVIE MANUSCRIPTS (SOCIO-PRAGMATICS APPROACH).

AN ANALYSIS OF THE USE OF SPEECH ACT OF REQUEST IN HARRY POTTER MOVIE MANUSCRIPTS (SOCIO-PRAGMATICS APPROACH).

spend their holiday in Ron’s house. When Ron and Harry sleeping in Ron’s bedroom. Suddenly, their friend, Hermione, come to wake up their, because Weasley’s family waiting them to have breakfast together. Harry and Ron surprise with Hermione who came without they known. Harry and Ron still do what Hermione command and they cannot refuse Hermione ask. From the analysis above we can classify that the utterance is belong as request for action.

8 Baca lebih lajut

Harry Potter dan Batu Bertuah

Harry Potter dan Batu Bertuah

Dia mengeluh keras-keras tentang anak-anak kelas satu yang tidak diizinkan masuk tim Quidditch dan menceritakan kisah-kisah panjang penuh kesombongan yang semuanya berakhir dengan dirinya nyaris bertabrakan dengan helikopter. Tapi Malfoy bukan satusatunya yang bercerita tentang terbang. Kalau mendengar cerita Seamus Finnigan, kita membayangkan dia telah melewatkan masa kanak-kanaknya dengan meluncur berkeliling daerah pedesaan di atas sapu terbangnya. Bahkan Ron akan memberitahu semua orang yang mau mendengarkan, kisah waktu dia nyaris menabrak hang-glider dengan sapu tua Charlie. Semua anak yang berasal dari keluarga penyihir tak henti-hentinya bicara tentang Quidditch. Ron malah sudah bertengkar hebat dengan Dean Thomas, yang tinggal seasrama dengan mereka, tentang sepak bola. Ron sama sekali tidak bisa memahami apa serunya permainan dengan hanya satu bola sementara pemainnya tak diizinkan terbang. Harry pernah memergoki Ron menyodok-nyodok poster tim sepak bola West Ham milik Dean dengan jarinya, mencoba membuat pemainnya bergerak.

180 Baca lebih lajut

Show all 440 documents...