Hubungan Besar Keluarga dengan Praktek Kadarzi

Top PDF Hubungan Besar Keluarga dengan Praktek Kadarzi:

HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU TENTANG KADARZI DENGAN PENCAPAIAN KADARZI PADA KELUARGA YANG MEMPUNYAI BALITA

HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU TENTANG KADARZI DENGAN PENCAPAIAN KADARZI PADA KELUARGA YANG MEMPUNYAI BALITA

Abstract: Achieving KADARZI on families who have infants affected by the level of knowledge, maternal age, education, and social economic. Not achieving KADARZI and other nutritional problems that infants occur will result in Marasmus, Kwashiorkhor, or Marasmic-Kwashiorkhor and further disruptions in children’s growth problems. The purpose of this study to know the relation of maternal’s knowledge about KADARZI with achieving KADARZI in family has infant at the work area of Depok I Sleman PHC 2010. This study uses survey research design and using cross sectional analytic. Research subject are 50 respondents. Data collection with a closed questionnaire. Test analysis using Chi-Square formula and to made the interpretation using the contingency coefficient. The result of the analysis, the results of Chi-Square test p value = 0,00049 or smaller than 0,05 so there is a relationship Maternal’s knowledge and achieving of KADARZI in family has infant. Contingency coefficient is 0,442 or within the interval 0,4 to 0,559 means the relation of knowledge to the achieving KADARZI is medium category. For further researchers are expected to develop research to include other factors influence the achievement of KADARZI.
Show more

7 Read more

Hubungan Karakteristik Keluarga dan Pemberdayaan Masyarakat dengan Praktek  Kadarzi di Kecamatan Trienggadeng Kabupaten Pidie Jaya

Hubungan Karakteristik Keluarga dan Pemberdayaan Masyarakat dengan Praktek Kadarzi di Kecamatan Trienggadeng Kabupaten Pidie Jaya

Bilamana sasaran sudah akan berpindah dari mau ke mampu melaksanakan, boleh jadi akan terkendala oleh dimensi ekonomi. Dalam hal ini kepada yang bersangkutan dapat diberikan bantuan langsung, tetapi yang seringkali dipraktekkan adalah dengan mengajaknya ke dalam proses pengorganisasian masyarakat atau pembangunan masyarakat. Pemberdayaan akan lebih berhasil jika dilaksanakan kemitraan. Pada saat ini banyak dijumpai Lembaga-lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang bergerak di bidang kesehatan atau peduli terhadap kesehatan. LSM ini harus digalang kerjasamanya, baik diantara mereka maupun anatara mereka dengan pemerintah, agar upaya pemberdayaan masyarakat dapat berdayaguna dan berhasilguna. Selain dengan pihak LMS, tokoh masyarakat dalam hal ini kepala desa juga dapat memberikan dukungan dalam pelaksanaan promosi Kadarzi. Peran kepala desa adalah sebagai motivator atau penyuluh kesehatan yang membantu para petugas untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang perlunya hidup sehat dan memotivasi mereka untuk melakukan perilaku Kadarzi.
Show more

120 Read more

KUESIONER HUBUNGAN KARAKTERISTIK KELUARGA DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DENGAN PRAKTEK KADARZI DI KECAMATAN TRIENGGADENG KABUPATEN PIDIE JAYA KARAKTERISTIK KELUARGA

KUESIONER HUBUNGAN KARAKTERISTIK KELUARGA DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DENGAN PRAKTEK KADARZI DI KECAMATAN TRIENGGADENG KABUPATEN PIDIE JAYA KARAKTERISTIK KELUARGA

Tenaga kesehatan memberikan informasi tentang rujukan anak balita yang menderita gizi buruk, dengan tujuan agar keluarga mampu mencari rujukan manakala terjadi kelai[r]

9 Read more

HUBUNGAN KARAKTERISTIK KELUARGA DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DENGAN PRAKTEK KADARZI DI KECAMATAN TRIENGGADENG KABUPATEN PIDIE JAYA TESIS

HUBUNGAN KARAKTERISTIK KELUARGA DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DENGAN PRAKTEK KADARZI DI KECAMATAN TRIENGGADENG KABUPATEN PIDIE JAYA TESIS

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan karakteristik keluarga dan pemberdayaan masyarakat dengan praktek keluarga sadar gizi di Kecamatan Trienggadeng Kabupaten Pidie Jaya. Jenis penelitian analitik observasional dengan rancangan penelitian cross sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh keluarga yang tinggal di Kecamatan Trienggadeng Kabupaten Pidie Jaya, yaitu sebanyak 6.703 keluarga, dan dijadikan sampel sebanyak 172 keluarga. Data karakteristik keluarga (umur, pendidikan, pekerjaan, pendapatan keluarga, dan besar keluarga), pengetahuan tentang kadarzi, sikap, dan pemberdayaan masyarakat serta praktek kadarzi dikumpulkan melalui wawancara langsung dengan menggunakan kuesioner. Data yang sudah dikumpulkan dianalisis dengan uji chi-square.
Show more

16 Read more

2021 HUBUNGAN PERILAKU KELUARGA SADAR GIZI (KADARZI) DENGAN PENCEGAHAN STUNTING

2021 HUBUNGAN PERILAKU KELUARGA SADAR GIZI (KADARZI) DENGAN PENCEGAHAN STUNTING

diakibatkan kurangnya yodium serta suplemen gizi pada balita yaitu vitamin A untuk mencegah penyakit xeropthalmia. Keluarga sadar gizi (KADARZI) dapat terwujud dengan peningkatan pengetahuan dan perilaku gizi keluarga untuk menunjang kemandirian keluarga dalam menanggulangi masalah gizi. Perilaku keluarga KADARZI memiliki hubungan dengan status gizi balitanya (Simon &

5 Read more

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Keluarga Sadar Gizi - Hubungan Karakteristik Keluarga dan Pemberdayaan Masyarakat dengan Praktek Kadarzi di Kecamatan Trienggadeng Kabupaten Pidie Jaya

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Keluarga Sadar Gizi - Hubungan Karakteristik Keluarga dan Pemberdayaan Masyarakat dengan Praktek Kadarzi di Kecamatan Trienggadeng Kabupaten Pidie Jaya

Bilamana sasaran sudah akan berpindah dari mau ke mampu melaksanakan, boleh jadi akan terkendala oleh dimensi ekonomi. Dalam hal ini kepada yang bersangkutan dapat diberikan bantuan langsung, tetapi yang seringkali dipraktekkan adalah dengan mengajaknya ke dalam proses pengorganisasian masyarakat atau pembangunan masyarakat. Pemberdayaan akan lebih berhasil jika dilaksanakan kemitraan. Pada saat ini banyak dijumpai Lembaga-lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang bergerak di bidang kesehatan atau peduli terhadap kesehatan. LSM ini harus digalang kerjasamanya, baik diantara mereka maupun anatara mereka dengan pemerintah, agar upaya pemberdayaan masyarakat dapat berdayaguna dan berhasilguna. Selain dengan pihak LMS, tokoh masyarakat dalam hal ini kepala desa juga dapat memberikan dukungan dalam pelaksanaan promosi Kadarzi. Peran kepala desa adalah sebagai motivator atau penyuluh kesehatan yang membantu para petugas untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang perlunya hidup sehat dan memotivasi mereka untuk melakukan perilaku Kadarzi.
Show more

34 Read more

BAB II TINJAUAN PUSTAKA Pengertian Keluarga Sadar Gizi (Kadarzi) Keluarga sadar gizi (Kadarzi) adalalah suatu keluarga yang mampu

BAB II TINJAUAN PUSTAKA Pengertian Keluarga Sadar Gizi (Kadarzi) Keluarga sadar gizi (Kadarzi) adalalah suatu keluarga yang mampu

- Produksi ASI yang kurang atau tidak keluar sama sekali, - Umur; dimana ibu yang berusia muda kurang mengetahui manfaat pemberian ASI Eksklusif, - Penghasilan keluarga; keluarga dengan penghasilan besar menginginkan anak yang sehat sehingga mereka membeli dan memberikan susu atau makanan lain kepada bayinya tanpa mereka sadari bahwa ASI dapat mencukupi sampai berumur 6 bulan,

15 Read more

HUBUNGAN PERILAKU KELUARGA SADAR GIZI (KADARZI) DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI KECAMATAN  Hubungan Perilaku Keluarga Sadar Gizi (Kadarzi) Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Di Kecamatan Wonosari Kabupaten Klaten.

HUBUNGAN PERILAKU KELUARGA SADAR GIZI (KADARZI) DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI KECAMATAN Hubungan Perilaku Keluarga Sadar Gizi (Kadarzi) Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Di Kecamatan Wonosari Kabupaten Klaten.

Analisis mengenai hubungan dari perilaku kadarzi dengan kejadian stunting di desa Sidowarno Kecamatan Klaten Kabupaten Klaten menggunakan Pearson Product Moment jika data normal atau Rank Spearman jika data tidak normal melalui software SPSS 17.0 dan akan disimpulkan berdasarkan nilai p value Ho diterima jika nilai p value

9 Read more

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang - Hubungan Karakteristik Keluarga dan Pemberdayaan Masyarakat dengan Praktek Kadarzi di Kecamatan Trienggadeng Kabupaten Pidie Jaya

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang - Hubungan Karakteristik Keluarga dan Pemberdayaan Masyarakat dengan Praktek Kadarzi di Kecamatan Trienggadeng Kabupaten Pidie Jaya

Masalah gizi pada anak balita masih cukup tinggi di Kabupaten Pidie Jaya. Dari laporan bulanan Dinas Kesehatan Kabupaten Pidie Jaya tahun 2012 juga diketahui sebanyak 161 balita (8,02%) gizi kurang, dan sebanyak 11 balita (0,55%) menderita gizi buruk dari 2003 balita yang ditimbang. Masalah gizi tersebut dikarenakan masih banyak keluarga yang masih belum menerapkan perilaku gizi yang baik. Gambaran perilaku gizi yang belum baik di Kabupaten Pidie Jaya ditunjukkan dengan masih rendahnya pemanfaatan fasilitas pelayanan oleh masyarakat. Saat ini baru sekitar 50% anak balita yang dibawa ke Posyandu untuk ditimbang sebagai upaya deteksi dini gangguan pertumbuhan. Bayi dan balita yang telah mendapat Kapsul Vitamin A baru mencapai 84% dan ibu hamil yang mengkonsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) baru mencapai 60%. Sementara itu perilaku gizi lain yang belum baik adalah masih rendahnya ibu yang menyusui bayi 0-6 bulan secara eksklusif yang baru mencapai 24,4%, dan sebesar 57,10% rumah tangga yang menggunakan garam beryodium.
Show more

9 Read more

PEDOMAN PENDAMPINGAN KELUARGA MENUJU KADARZI

PEDOMAN PENDAMPINGAN KELUARGA MENUJU KADARZI

Kader pendamping melakukan kunjungan ke keluarga sasaran yang berjumlah 10-20 keluarga. Masing-masing keluarga sasaran akan didampingi secara berkelanjutan sebanyak rata-rata 10 kali kunjungan disesuaikan dengan berat ringannya masalah sampai keluarga tersebut mampu mengatasi masalah gizi yang dihadapi. Oleh karena itu kunjungan hendaknya sesuai dengan rencana yang telah dibuat sehingga pendampingan dapat dilaksanakan secara optimal. Dalam melakukan pendampingan, kader pendamping dibekali buku saku dan formulir pencatatan pendampingan. Kader pendamping hendaknya bersikap ramah, sopan dan menjaga agar terjalin hubungan baik sehingga keluarga sasaran mau menerima dan menceritakan masalah yang dihadapi. Setelah selesai melakukan kunjungan ke setiap keluarga hendaknya membuat kesepakatan dengan keluarga sasaran untuk kunjungan berikutnya. Hal ini dimaksudkan agar setiap kolom jadwal kunjungan selanjutnya pada formulir 3 dapat diisi.
Show more

26 Read more

Hubungan perilaku keluarga sadar gizi (KADARZI) dengan status gizi balita di Kota Jambi

Hubungan perilaku keluarga sadar gizi (KADARZI) dengan status gizi balita di Kota Jambi

Depkes (2007a) menyatakan bahwa suatu keluarga dikatakan KADARZI apabila telah berperilaku gizi yang baik secara terus menerus. Perilaku sadar gizi yang diharapkan terwujud terutama 1) menimbang berat badan secara teratur ; 2) memberikan air susu ibu (ASI) saja kepada bayi sejak lahir sampai umur enam bulan (ASI eksklusif) ; 3) makan beraneka ragam ; 4) menggunakan garam beryodium ; dan 5) minum suplemen gizi sesuai anjuran. Kadarzi diharapkan mampu mengatasi masalah gizi. Masalah gizi dipengaruhi oleh banyak faktor yang saling terkait dan secara tidak langsung dipengaruhi oleh kualitas dan jangkauan pelayanan kesehatan. Masalah gizi yang sering dijumpai di masyarakat antara lain : kurang energi protein (KEP), gangguan akibat kekurangan yodium (GAKY), anemia gizi besi (AGB) dan kekurangan vitamin A (KVA). Menurut Gabriel (2008) faktor yang mempengaruhi KADARZI diantaranya adalah faktor sosio demografi yang meliputi tingkat pendidikan orang tua, umur orang tua, jumlah anggota keluarga, pendapatan keluarga, ketersediaan pangan, pengetahuan dan sikap ibu terhadap gizi.
Show more

124 Read more

HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP  IBU TENTANG KELUARGA MANDIRI SADAR GIZI (KADARZI) DENGAN PERILAKU SADAR GIZI   Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Ibu Tentang Keluarga Mandiri Sadar Gizi (Kadarzi) Dengan Perilaku Sadar Gizi Pada Keluarga Balita Usia 6-59 Bulan

HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU TENTANG KELUARGA MANDIRI SADAR GIZI (KADARZI) DENGAN PERILAKU SADAR GIZI Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Ibu Tentang Keluarga Mandiri Sadar Gizi (Kadarzi) Dengan Perilaku Sadar Gizi Pada Keluarga Balita Usia 6-59 Bulan

Pendahuluan : Berdarsarkan hasil survey Kadarzi yang dilakukan oleh Puskesmas Tasikmadu tahun 2010, terdapat 84,3% keluarga belum Kadarzi Adapun pencapaian Kadarzi terendah adalah Desa Buran yaitu sebesar 2,5%. Pengetahuan merupakan faktor yang sangat penting untuk terbentuknya tindakan seseorang. Rendahnya pengetahuan, sikap dan perilaku masyarakat salah satu faktor yang sangat berpengaruh pada pencapaian program kadarzi. Tujuan : Mengetahui hubungan antara pengetahuan dan sikap ibu tentang Kadarzi dengan perilaku sadar gizi pada keluarga balita usia 6-59 bulan di Desa Buran Kecamatan Tasikmadu Kabupaten Karanganyar.
Show more

15 Read more

HUBUNGAN PELAKSANAAN KELUARGA SADAR GIZI (KADARZI) DENGAN STATUS GIZI ANAK 1-4 TAHUN

HUBUNGAN PELAKSANAAN KELUARGA SADAR GIZI (KADARZI) DENGAN STATUS GIZI ANAK 1-4 TAHUN

Relationship of Implementation of Family Conscious Nutrition (KADARZI) With Child Nutrition Status 1-4 Years. Nutritional status of children is influenced by several factors one of which is the nutritious family conscious behavior, KADARZI family will do regular weighing of the child. The Survey result data in bangunsari Region on february 2017 from 136 children (1-4 years old) found 11 child (19 %) with under nutrition state. Alot of them caused not doing good nutrition of family behaviour their not measured the weight of their children regularly in the integrated service post. Based in the reality above, the objective purpose of this study was to known the corellation between good nutrition of family behaviour with nutrition State at children (1-4 years old) in bangunsari region of Madiun Regency. This research analize used analitic method cross sectional with sample amount 58 mother and their child which taken with simple random sampling method. Variable of doing good nutrition of family behaviour measured with Questionaire, and variable of child nutrition state measured with observation weight of child. The data analize was using the statistical of kendall tau. Based of the study result on April-Mei 2017 in bangunsari region, variable of doing good nutrition of family behaviour found alot of them 36 (62,1 %) good nutrition behaviour. And variable nutrition state found alot of them 49 child (84,5%) with good nutrition state. Based to analized the r value of kendall tau statistic are 0,0441 and probability (P) value= 0,001 < α=0,05, there are any significant corellation between Variable of good nutrition of family behaviour, and variable of child nutrition state. proposed that mother have children to more care the good nutrition behaviour for the chidreen to prevent incident of under and bad nutrition state in children.
Show more

11 Read more

HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU TENTANG KELUARGA SADAR GIZI (KADARZI) DENGAN PERILAKU SADAR GIZI PADA IBU BALITA DI POSYANDU ANGGREK KALIGAYAM KULUR TEMON KULON PROGO NASKAH PUBLIKASI - Hubungan Pengetahuan Ibu tentang Keluarga Sadar Gizi (Kadarzi) dengan Perila

HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU TENTANG KELUARGA SADAR GIZI (KADARZI) DENGAN PERILAKU SADAR GIZI PADA IBU BALITA DI POSYANDU ANGGREK KALIGAYAM KULUR TEMON KULON PROGO NASKAH PUBLIKASI - Hubungan Pengetahuan Ibu tentang Keluarga Sadar Gizi (Kadarzi) dengan Perila

Menurut Muctadi, (2006) pengetahuan Kadarzi dan kesehatan merupakan salah satu faktor penting dan harus dimiliki oleh ibu sebagai orang yang mempunyai peranan besar dalam menentukan konsumsi makanan anak balita. Pengetahuan Kadarzi ibu dan kesehatan memang merupakan salah satu faktor penentu konsumsi makanan, disamping pendapatan, keterkaitan bahan pangan, adat istiadat dan sebagainya. Pengetahuan Kadarzi yang baik akan menyebabkan seseorang mampu menyusun menu yang baik untuk dikonsumsi. Semakin banyak pengetahuan Kadarzi seseorang ia akan semakin memperhitungkan jenis dan jumlah makanan untuk dikonsumsi.
Show more

13 Read more

HUBUNGAN PERILAKU KELUARGA SADAR GIZI (KADARZI) DENGAN STATUS GIZI BALITA DI KOTA JAMBI HILMA SYAFLY

HUBUNGAN PERILAKU KELUARGA SADAR GIZI (KADARZI) DENGAN STATUS GIZI BALITA DI KOTA JAMBI HILMA SYAFLY

keluarga terutama ibu memiliki peran yang sangat penting terhadap keadaan gizi anaknya, terutama balita karena balita belum mampu untuk mengurus dirinya sendiri dengan baik. Strategi yang dilakukan untuk mencapai sasaran KADARZI yaitu 1) meningkatkan fungsi dan peran posyandu sebagai wahana masyarakat dalam memantau dan mencegah secara dini gangguan pertumbuhan balita ; 2) menyelenggarakan pendidikan atau promosi gizi secara sistematis melalui advokasi, sosialisasi, komunikasi informasi edukasi (KIE) dan pendampingan keluarga ; 3) menyelenggarakan kerjasama dengan lintas sektor dan kemitraan dengan swasta dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) serta pihak lainnya dalam mobilisasi sumberdaya untuk penyediaan pangan rumah tangga, peningkatan daya beli keluarga dan perbaikan asuhan gizi ; 4) mengupayakan terpenuhinya kebutuhan suplementasi gizi terutama zat gizi mikro dan MP-ASI bagi balita GAKIN ; 5) meningkatnya pengetahuan dan keterampilan petugas puskesmas dan jaringannya dalam pengelolaan dan tata laksana pelayanan gizi ; 6) mengupayakan dukungan sarana dan prasarana pelayanan untuk meningkatkan cakupan dan kualitas pelayanan gizi di puskesmas dan jaringannya ; serta 7) mengoptimalkan survailans berbasis masyarakat melalui pemantauan wilayah setempat gizi, sistem kewaspadaan dini kejadian luar biasa gizi buruk dan system kewaspadaan pangan dan gizi (Depkes 2004).
Show more

66 Read more

Implementasi Program Keluarga Sadar Gizi (Kadarzi) Di Kabupaten Semarang

Implementasi Program Keluarga Sadar Gizi (Kadarzi) Di Kabupaten Semarang

Penelitian ini menggunakan faktor- faktor yang terdapat pada model implementasi kebijakan George Edward III. Model implementasi kebijakan yang berperspektif top-down dikembangan oleh George C. Edward III. Menurut George Edward III (dalam Nugroho, 2011:636) terdapat empat variabel yang sangat menentukan keberhasilan implementasi suatu kebijakan, yaitu komunikasi (communication), sumber daya (resource), diposisi (dispositions or attitudes), dan struktur birokrasi (bureaucratics structure). Ke empat faktor di atas harus dilaksanakan secara simultan karena antara satu dengan yang lainnya memiliki hubungan yang erat.
Show more

10 Read more

View of HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU BALITA TENTANG GIZI DENGAN KELUARGA SADAR GIZI (KADARZI) PADA BALITA DESA CIKONENG

View of HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU BALITA TENTANG GIZI DENGAN KELUARGA SADAR GIZI (KADARZI) PADA BALITA DESA CIKONENG

Hal tersebut dapat dilihat dari jawaban ibu balita dari lima tindakan pencegahan primer pada balita terdapat penanganan yang tidak dilakukan. Hasil pengumpulan data sebagian besar ibu balita tidak melakukan pada masalah pemberian makanan kepada balita yang beraneka ragam meliputi sayuran, buah- buahan, sayuran dan daging setiap hari, serta pemberian ASI secara eksklusif. Tidak dilakukannya pemberian makanan kepada balita yang beraneka ragam meliputi sayuran, buah-buahan, sayuran dan daging setiap hari dapat dikarenakan sebagian besar penduduk di Desa Cikoneng mata pencahariannya adalah petani. Di samping kesibukannya bertani juga kondisi pendapatan yang rendah dapat menyulitkan ibu memenuhi kebutuhan gizi balitannya. Kondisi lainnya yaitu tingkat pendidikan yang bervariasi dari mulai SD sampai dengan perguruan tinggi dan yang paling banyak adalah pendidikan SD-SMP. Dengan tingkat pendidikan yang bervariasi maka tingkat pengetahuan yang dimiliki juga bervariasi hal ini menyebabkan kesadaran ibu sangat rendah termasuk dalam pemberian ASI secara eksklusif.
Show more

15 Read more

HUBUNGAN ANTARA KELUARGA SADAR GIZI (KADARZI) DAN STATUS GIZI BALITA DI DESA REPAKING KECAMATAN WONOSEGORO KABUPATEN BOYOLALI

HUBUNGAN ANTARA KELUARGA SADAR GIZI (KADARZI) DAN STATUS GIZI BALITA DI DESA REPAKING KECAMATAN WONOSEGORO KABUPATEN BOYOLALI

Status gizi balita dipengaruhi langsung oleh asupan nutrisi dan penyakit infeksi. Salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan status gizi balita yaitu program Kadarzi terdiri atas menimbang berat badan balita secara teratur, pemberian ASI eksklusif, makan beraneka ragam makanan, konsumsi garam beryodium, dan suplementasi vitamin A. Cakupan Kadarzi di Boyolali 51,74%, di Desa Repaking terdapat 26 dari 356 balita di Bawah Garis Merah. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan indikator Kadarzi dengan status gizi balita serta mengetahui hubungan status Kadarzi dengan status gizi balita. Penelitian observasional analitik dengan pendekatan potong lintang dilakukan Februari– Maret 2013. Subjek penelitian 110 ibu dan balita, diambil dengan teknik random sederhana 11 subjek setiap posyandu. Hasil penelitian menunjukkan indikator makan beraneka ragam makanan terdapat perbedaan pada kelompok gizi baik (87%) dibandingkan dengan kelompok gizi kurang (60%) (p=0,005). 18 dari 82 balita (22%) dari ibu dengan Kadarzi belum baik memiliki status gizi kurang, sedangkan ibu dengan Kadarzi baik hanya terdapat 2 dari 28 balita dengan status gizi kurang. terdapat perbedaan antara Kadarzi dengan status gizi balita (p=0,040; RP=3,07). Simpulan terdapat hubungan indikator makan beraneka ragam makanan dengan status gizi balita, sedangkan empat indikator yang lain tidak terdapat hubungan bermakna. Terdapat hubungan bermakna status Kadarzi dengan status gizi balita.
Show more

8 Read more

Skripsi  Hubungan Perilaku Keluarga Sadar Gizi (Kadarzi) Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Di Kecamatan Wonosari Kabupaten Klaten.

Skripsi Hubungan Perilaku Keluarga Sadar Gizi (Kadarzi) Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Di Kecamatan Wonosari Kabupaten Klaten.

Objective: This study aimed to determine correlation between behavior of conscious nutritional families (kadarzi) with the incidence of stunting of under five children. Methods: This study uses an observational cross-sectional design. The sample in this study was a stunting toddler aged 13-59 months with respondents are the mother of the toddlers. The sampling method using simple random sampling. The samples used were 50 stunting toddler. Age-height index (TB/U) is used to determine the nutritional status of toddler. Data analysis using the Spearman rank test, so it can be determined whether there is a relationship and the strength of the correlation between the two variables.
Show more

18 Read more

PENDAHULUAN  Hubungan Perilaku Keluarga Sadar Gizi (Kadarzi) Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Di Kecamatan Wonosari Kabupaten Klaten.

PENDAHULUAN Hubungan Perilaku Keluarga Sadar Gizi (Kadarzi) Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Di Kecamatan Wonosari Kabupaten Klaten.

Menteri Kesehatan Republik Indonesia No 747/Menkes/SK/VI/2007 menetapkan bahwa target nasional untuk keluarga sadar gizi adalah 80% keluarga di Indonesia bisa melaksanakan perilaku sadar gizi atau mencapai status kadarzi. Hal ini didasari karena keluarga mempunyai nilai yang amat strategis dan menjadi inti dalam pembangunan seluruh masyarakat, serta menjadi tumpuan dalam pembangunan manusia seutuhnya (Depkes RI, 2007a).

7 Read more

Show all 10000 documents...