Hubungan Pengendalian Emosi Dengan Manajemen Konflik

Top PDF Hubungan Pengendalian Emosi Dengan Manajemen Konflik:

HUBUNGAN PENGENDALIAN EMOSI DENGAN MANAJEMEN KONFLIK PADA MAHASISWA FIKES UMM YANG MEMPROGRAM SKRIPSI

HUBUNGAN PENGENDALIAN EMOSI DENGAN MANAJEMEN KONFLIK PADA MAHASISWA FIKES UMM YANG MEMPROGRAM SKRIPSI

v KATA PENGANTAR Puji dan syukur kehadirat Allah SWT, berkat rahmat dan bimbingan-Nya saya dapat menyelesaikan proposal skripsi dengan judul “Hubungan Pengendalian Emosi Dengan Manajemen Konflik Pada Mahasiswa Fikes UMM Yang Memprogram Skripsi”. Skripsi ini disusun sebagai salah satu syarat guna memperoleh gelar sarjana keperawatan (S.Kep) pada Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang.

24 Read more

Hubungan Antara Kecerdasan Emosi dengan Kemampuan Manajemen Konflik Pada Istri

Hubungan Antara Kecerdasan Emosi dengan Kemampuan Manajemen Konflik Pada Istri

Maraknya kasus perceraian di masya- rakat kota maupun daerah diindikasikan seba - gai salah satu bentuk gagalnya pengelolaan konflik yang terjadi pada pasangan suami istri. Perceraian terjadi dipicu beberapa hal seperti suami tidak lagi bertanggung jawab soal ekonomi, krisis akhlak, cemburu, gang - guan pihak ketiga, dan ketidakharmonisan pasangan suami istri. Pihak pengadilan aga - ma tetap berupaya agar suami dan istri di me - diasi oleh mediator. Bahkan hal itu dilakukan pada saat persidangan maupun di luar persi - dangan. Hal serupa juga dilakukan sebelum pemeriksaan materi perkara, bahkan kedua belah pihak yaitu suami dan istri diberi kes - empatan untuk melakukan perdamaian. Be - berapa dari pasangan itu ada yang berhasil berdamai, namun tidak sedikit pula dari pa - sangan suami istri yang mengajukan perkara cerai tidak menemukan jalan damai, sebab menurut pasangan suami istri masalah yang dihadapi keduanya membuat rumah tangg - anya retak dan pelik. Sehingga akhirnya pa - sangan suami dan istri tersebut memutuskan untuk bercerai.
Show more

6 Read more

HUBUNGAN ANTARA KEKHUSYU’AN SHALAT  DENGAN  PENGENDALIAN EMOSI Hubungan Antara Kekhusyu’an Shalat Dengan Pengendalian Emosi.

HUBUNGAN ANTARA KEKHUSYU’AN SHALAT DENGAN PENGENDALIAN EMOSI Hubungan Antara Kekhusyu’an Shalat Dengan Pengendalian Emosi.

Pengendalian emosi merupakan kemampuan untuk memonitor apa yang dirasakan dalam semua peristiwa hidup untuk memperoleh pengetahuan psikologis dan pemahaman akan diri sendiri. Namun terkadang masih banyak individu yang kurang mampu mengendalikan emosinya. Salah satu faktor yang mempengaruhi pengendalian emosi seseorang adalah religiusitas. Dalam agama Islam, dimensi religiusitas (praktek ibadah) salah satunya menyangkut mendirikan shalat. Kekhusyu’an shalat merupakan kemampuan mengingat, menyadari Allah saat mendirikan shalat dengan keadaan tenang dan tidak tergesa gesa dalam melakukan gerakan shalat. Individu yang mampu mendirikan shalat dengan khusyu’ akan mampu mengendalikan emosinya. Sedangkan individu yang kurang bisa mendirikan shalat dengan khusyu’ akan kurang mampu mengendalikan emosinya. Tujuan utama penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan antara kekhusyu’an shalat dengan pengendalian emosi. Hipotesis yang diajukan adalah ada hubungan positif antara k ekhusyu’an shalat dengan pengen dalian emosi.
Show more

16 Read more

Analisis Kecerdasan Emosi dan Manajemen Konflik

Analisis Kecerdasan Emosi dan Manajemen Konflik

Hasil penelitian diatas menunjukkan bahwa tingkat kecerdasan emosi siswa rata-rata berada pada kategori tinggi, selanjutnya pada kategori sedang, kemudian berada pada kategori sangat tinggi. Hal ini terjadi karena siswa yang di teliti ini siswa yang tinggal di asrama, dimana di asrama mereka di didik untuk saling memahami sesama teman dan lingkungan sekitar. Mereka di ajarkan ilmu agama oleh pendidik. Dimana aplikasinya dalam sehari-hari mereka agar bisa mengelola emosi mereka. Hal ini sejalan dengan penelitian Farid Nasution (2003) bahwa agama memiliki hubungan dan kontribusi yang signifikan terhadap kecerdasan emosi siswa.
Show more

10 Read more

HUBUNGAN ANTARA KECERDASAN EMOSI DENGAN MANAJEMEN KONFLIK PADA SISWA KELAS XII MAN YOGYAKARTA II.

HUBUNGAN ANTARA KECERDASAN EMOSI DENGAN MANAJEMEN KONFLIK PADA SISWA KELAS XII MAN YOGYAKARTA II.

Hubungan interpersonal merupakan hal yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan setiap manusia, begitu pula pada masa remaja. Hubungan interpersonal adalah hubungan yang terjalin antara individu dengan individu yang lain. Hubungan interpersonal dalam arti luas didefinisikan sebagai interaksi yang dilakukan oleh seseorang kepada orang lain dalam segala situasi dan dalam semua bidang kehidupan, sehingga menimbulkan kebahagiaan dan kepuasan hati pada kedua belah pihak (Suranto AW, 2011:27). Lebih lanjut Suranto mengungkapkan bahwa kualitas hubungan interpersonal tidak selalu berjalan baik, melainkan mengalami pasang surut. Hal tersebut terjadi ketika terdapat perasaan tidak puas dan ketidakcocokan dalam hubungan yang dijalin. Ketika perasaan tersebut tidak mampu diungkapkan dengan tepat, hal tersebut dapat memicu konflik.
Show more

152 Read more

PENDAHULUAN  Hubungan Antara Kekhusyu’an Shalat Dengan Pengendalian Emosi.

PENDAHULUAN Hubungan Antara Kekhusyu’an Shalat Dengan Pengendalian Emosi.

Perubahan jaman yang disertai dengan krisis ekonomi saat ini, semakin banyaknya pengangguran, kenaikan harga barang yang meresahkan dan tuntutan pemenuhan kebutuhan hidup yang semakin mencekik. Purwanto dan Mulyono (2006) menyatakan tekanan-tekanan yang seperti ini menyebabkan banyak orang mudah menimbulkan emosi yang tidak terkendali, hanya karena masalah sepele saja orang tidak dapat menahan emosinya dan meluapkan kemarahannya dalam berbagai bentuk perilaku negatif bahkan sadis. Dyer (Safaria dan Saputra, 2009) menambahkan bahwa reaksi emosi marah ini merupakan suatu reaksi terhadap frustrasi yang tertatih dimana seseorang berbuat dengan cara-cara yang tidak ia inginkan. Seseorang yang sangat marah tidak dapat mengendalikan perbuatannya, orang yang tidak dapat mengontrol perbuatannya adalah orang yang mengalami kegilaan.
Show more

9 Read more

PERAN MODERASI MANAJEMEN KONFLIK KOLABORASI PADA HUBUNGAN KONFLIK TUGAS DAN KONFLIK HUBUNGAN

PERAN MODERASI MANAJEMEN KONFLIK KOLABORASI PADA HUBUNGAN KONFLIK TUGAS DAN KONFLIK HUBUNGAN

Simons dan Peterson (2000) menjelaskan peran negatif konflik hubungan pada kepuasan dan komitmen kelompok. Konflik hubungan juga mempengaruhi kualitas keputusan kelompok dalam tiga cara yang saling terkait. Pertama, konflik hubungan membatasi kemampuan pengolahan informasi kelompok karena anggota kelompok hanya menghabiskan waktu dan tenaga dengan fokus pada satu sama lain daripada masalah kelompok (Evan, Jehn dan Mannix dalam Simons dan Peterson, 2000). Kedua, konflik hubungan membatasi fungsi kognitif anggota kelompok dengan meningkatkan tingkat stres dan kecemasan mereka (Jehn dan Mannix, Staw et al. dalam Simons dan Peterson, 2000). Ketiga, konflik hubungan mendorong sifat antagonis atau kejahatan untuk perilaku anggota kelompok lainnya yang dapat membuat saling bermusuhan dan eskalasi konflik (Baron, Janssen et al., Torrance, Walton dalam Simons dan Peterson, 2000).
Show more

11 Read more

MANAJEMEN KONFLIK PADA HUBUNGAN PERTEMAN

MANAJEMEN KONFLIK PADA HUBUNGAN PERTEMAN

Sesuai dengan hasil penemuan di lapangan menunjukkan waria pekerja seks komersial terlibat konflik dengan teman dekatnya pada beberapa aspek. Yang pertama pada kecemburuan dan merasa terabaikan, kedua pada hal kepercayaan, dan terakhir pada hal keterbukaan. Kecenderungan konflik ini mengarah kepada sisi konflik yang sering di alami perempuan dengan teman sesama jenisnya, seperti yang diungkapkan Allan & Barbara, P (2004) bahwa wanita memiliki sifat terbuka, penuh rasa saling percaya, bekerjasama, siap menerima kritik, mengungkapkan perasaan dan menyadari akan tidak perlunya berada dalam pengawasan setiap waktu.
Show more

13 Read more

Hubungan Manajemen Konflik Dengan Kepuas

Hubungan Manajemen Konflik Dengan Kepuas

Konflik merupakan salah satu masalah yang penting di lingkungan kerja perawat. Manajemen konflik yang baik bagi perawat sangat diperlukan agar konflik yang terjadi menimbulkan dampak fungsional sehingga dapat meningkatkan kepuasan kerja perawat. Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi hubungan manajemen konflik dengan kepuasan kerja perawat pelaksana di ruang rawat inap kelas III RSUDZA Banda Aceh. Jenis penelitian kuantitatif; korelatif dengan desain cross sectional study. Populasi penelitian adalah seluruh perawat pelaksana di ruang rawat inap kelas III RSUDZA Banda Aceh. Tehnik pengambilan sampel menggunakan proportional sampling dan purposive sampling dengan jumlah responden sebanyak 73 orang yang di hitung menggunakan rumus Slovin . Penelitian dilakukan pada tanggal 8 sampai dengan 10 agustus 2016. Alat pengumpulan data berupa kuesioner. Analisa data menggunakan uji statistik Chi Square . Hasil penelitian secara umum didapatkan ada hubungan manajemen konflik dengan kepuasan kerja ( p-value = 0,032). Sedangkan secara khusus didapatkan hasil kompromi ( p-value = 0,000), kompetisi ( p-value = 1,000), akomodasi ( p-value = 0,937), melembutkan ( p-value =0,006), menghindar ( p-value = 0,397) dan kolaborasi ( p-value = 0,000). Hasil pengolahan data didapatkan dari 40 perawat yang manajemen konfliknya baik, 22 perawat (55,0%) merasa puas dengan pekerjaannya. Sedangkan dari 33 perawat yang manajemen konfliknya kurang baik, 24 perawat (72,3%) merasa kurang puas dengan pekerjaannya. Sehingga dapat disimpulkan bahwa manajemen konflik memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kepuasan kerja perawat. Pihak manajemen rumah sakit diharapkan dapat memfasilitasi perawat agar mendapatkan edukasi dan training tentang konflik dan manajemen konflik sehingga dapat meningkatkan kemampuan perawat pelaksana dalam memilih strategi manajemen konflik yang tepat.
Show more

141 Read more

HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI BERPRESTASI DAN MANAJEMEN KONFLIK DENGAN  Hubungan Antara Motivasi Berprestasi dan Manajemen Konflik dengan Komitmen Organisasi.

HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI BERPRESTASI DAN MANAJEMEN KONFLIK DENGAN Hubungan Antara Motivasi Berprestasi dan Manajemen Konflik dengan Komitmen Organisasi.

Komitmen terhadap organisasi merupakan salah satu sikap kerja, karena merefleksikan perasaan seseorang (suka atau tidak suka) terhadap organisasi di tempat individu bekerja. Bila individu menyukai organisasi tersebut, individu akan berusaha untuk tetap bekerja di sana Kemauan karyawan untuk tetap bekerja pada organisasi merupakan wujud dari aspek psikologis karyawan yaitu perasaan setia atau loyal pada perusahaan, berarti telah memahami tujuan organisasi sekaligus adanya perasaan manunggal terhadap organisasi. Banyak faktor yang mempengaruhi komitmen organisasi karyawan, diantaranya adalah motivasi berprestasi dan manajemen konflik. Individu yang mempunyai motivasi untuk berprestasi dan kemampuan untuk mengelola konflik dengan baik cenderung akan lebih bergairah dalam bekerja dan lebih komit terhadap organisasi atau perusahaan.
Show more

14 Read more

HUBUNGAN KECERDASAN EMOSI DAN MANAJEMEN KONFLIK KOMPROMI PADA MAHASISWA YANG AKTIF DI BADAN EKSEKUTIF MAHASISWA UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG

HUBUNGAN KECERDASAN EMOSI DAN MANAJEMEN KONFLIK KOMPROMI PADA MAHASISWA YANG AKTIF DI BADAN EKSEKUTIF MAHASISWA UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG

Hubungan kecerdasan emosi dengan gaya manajemen konflik kompromi. Banyak artikel danpenelitian yang yang berkesimpulan bahwa dalam memanajemeni konflik diperlukan kecerdasan emosional. Sebagai contoh, Lee Fen Ming (2003) dalam disertasinya mengemukakan telaah literatur yang menjelaskan bahwa kesuksesan manajemen konflik memerlukan keterampilan yang berkaitan dengan kecerdasan emosional. Dari telaah ini, ia mengemukakan beberapa dimensi kecerdasan emosional,yaitu kesadaran diri mengenai kecerdasan emosional, memanajemeni emosi, empati dan membangun hubungan berdasarkan kecerdasan emosional. Berdasarkan dimensi tersebut, ia mengukur 290 dosen dengan menggunakan dua instrumen: “Organizational Conflicy Inventory” yang dikembangkan oleh Rahim dan “Emotional Intelligence Questionnaire” yang dikembangkan oleh Wu. Hasil penelitiannya menunjukkan gaya manajemen konflik integrating dan compromising mempunyai hubungan positif dengan kecerdasan emosional dan memanajemeni emosi dan kesadaran diri atas kecerdasann emosional merupakan predictor signifikan dari gaya manajemen konflik integratingdan compromising (compromising). Gaya manajemen konflik tengah atau menengah, dimana tingkat keasertifan dan kerja sama sedang. Dengan menggunakan strategi memberi dan mengambil (give and take), kedua belah pihak yang terlibat konflik mencari alternatif titik tengah yang memuaskan sebagian keinginan mereka. Gaya manajemen konflik kompromi berada di tengah antara gaya kompetisi dan gaya kolaborasi. Dalam keadaan tertentu, kompromi dapat berarti membagi perbedaan di antara dua posisi dan memberikan konsensi untuk mencari titik tengah. Berikut adalah alasan pihak yang telibat konflik menggunakan gaya manajemen konflik kompromi :
Show more

64 Read more

DAFTAR PUSTAKA  Hubungan Antara Kekhusyu’an Shalat Dengan Pengendalian Emosi.

DAFTAR PUSTAKA Hubungan Antara Kekhusyu’an Shalat Dengan Pengendalian Emosi.

Gambaran Emosi dan Regulasi Emosi pada Remaja yang. memiliki Saudara Kandung Penyandang Autis[r]

4 Read more

PENGENDALIAN EMOSI PENARI TRADISIONAL  PENGENDALIAN EMOSI PENARI TRADISIONAL.

PENGENDALIAN EMOSI PENARI TRADISIONAL PENGENDALIAN EMOSI PENARI TRADISIONAL.

Ketidakmampuan mengelola emosi dan stress dalam kehidupan membuat individu tidak berdaya menghadapi situasi penuh tekanan dan konflik, Teknik pengelolaan emosi sangat diperlukan dalam kehidupan, terutama ketika mengalami tekanan emosi negatif yang dapat menimbulkan kecemasan, ketegangan dan keadan distress. Hal yang di lakukan adalah menyeimbangkan emosi negatif dan menurunkan tegangan yang dirasakan . T eknik relaksasi tari merupakan teknik pelepasan ketegangan diri yang dilakukan dengan gerakan ritmis, teratur dan selaras.
Show more

16 Read more

Hubungan Antara Persepsi Terhadap Agresivitas Pemain Antagonis dalam Sinetron dengan Pengendalian Emosi.

Hubungan Antara Persepsi Terhadap Agresivitas Pemain Antagonis dalam Sinetron dengan Pengendalian Emosi.

1 A. Latar Belakang Masalah Emosi merupakan pengalaman batin manusia yang berfungsi sebagai pemberi arti bagi seluruh perjalanan hidup. Dan secara garis besar emosi dapat dibagi menjadi dua bagian, yaitu emosi yang menyenangkan seperti senang, gembira, cinta dan lain-lain, dan emosi yang tidak menyenangkan seperti sedih, takut, marah dan lain-lain. Emosi akan memberikan perlindungan dan kesejahteraan dalam bentuk rasa aman, kepuasan, dan memberikan warna sehingga hidup menjadi lebih berarti.

8 Read more

Hubungan antara Kecerdasan Emosi dengan Gaya Pengurusan Konflik di Kalangan Kakitangan di JKR Malaysia

Hubungan antara Kecerdasan Emosi dengan Gaya Pengurusan Konflik di Kalangan Kakitangan di JKR Malaysia

Kajian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan kecerdasan emosi dan gaya pengurusan konflik di kalangan kakitangan Jabatan Kerja Raya (JKR) Malaysia. Kajian ini juga dilaksanakan bagi menentukan sama ada dimensi-dimensi kecerdasan emosi iaitu kemahiran intrapersonal, kemahiran interpersonal, pengurusan tekanan, kebolehsuaian dan juga perasaan umum mempengaruhi gaya pengurusan konflik di kalangan kakitangan Pengurusan dan Profesional (P&P) JKR. Sebanyak 534 borang soal selidik telah diedarkan dan 203 responden telah memberikan maklumbalas.
Show more

22 Read more

HUBUNGAN ANTARA REGULASI EMOSI DENGAN KONFLIK INTERPERSONAL KONSTRUKTIF PADA MAHASISWA YANG BERPACARAN JARAK JAUH

HUBUNGAN ANTARA REGULASI EMOSI DENGAN KONFLIK INTERPERSONAL KONSTRUKTIF PADA MAHASISWA YANG BERPACARAN JARAK JAUH

Hubungan pacaran tidak hanya berkaitan dengan romantisme namun lebih dari itu merupakan proses belajar untuk bekerjasama dalam menjalin hubungan dengan pasangan. Individu yang menjalani hubungan pacaran seringkali menghadapi berbagai macam tantangan, seperti kondisi tertentu yang terkadang mengharuskan hubungan terpisah oleh jarak. Jarak yang menjadi kendala utama dalam hubungan pacaran jarak jauh memicu berbagai konsekuensi yang sangat kompleks dan menjadikan pacaran jarak jauh lebih sulit untuk menangani konflik. Situasi konflik selalu melibatkan aspek emosional. Emosi yang tidak terkendali membuat individu sulit untuk memecahkan persoalan. Oleh karena itu diperlukan pengendalian terhadap emosi dalam situasi konflik, yaitu dengan regulasi emosi. Sehingga konflik diarahkan pada konflik konstruktif yang justru semakin memperat hubungan.
Show more

21 Read more

HUBUNGAN PROFESIONALISME DENGAN MANAJEMEN KONFLIK PADA KARYAWAN SKRIPSI

HUBUNGAN PROFESIONALISME DENGAN MANAJEMEN KONFLIK PADA KARYAWAN SKRIPSI

Yang kedua gaya manajemen kerelaan untuk membantu yang berarti mencari solusi bersama dan mengesampingkan perbedaan yang ada dan mengutamakan persamaan. Yang ketiga gaya mendominasi dimana setiap pihak berusaha untuk mengontrol pihak lawan. Yang keempat gaya manajemen menghindar, dimana dalam gaya ini keandalan dalam menghindari serta membiarkan konflik yang sedang dihadapi. Yang terakhir yaitu gaya kompromi, merupakan salah satu cara dalam menyelesaikan konflik dengan cara mencari solusi bersama yang diterima oleh kedua pihak yang sedang memiliki konflik. Lima gaya tersebut dapat membantu untuk menyelesaikan konflik yang sedang berlangsung (Rahim, 2002). Salah satu yang dapat mempengaruhi seseorang dalam melakukan manajemen konflik ialah profesionalisme. Konflik tidak diselesaikan dengan tindakan dan langkah yang tepat akan berdampak negatif pada karyawan maupun pada perusahaan, sebaliknya jika konflik dapat diselesaikan dengan tindakan yang tepat maka akan memberikan dampak yang positif. Dalam sebuah pekerjaan dikatakan efektif apabila individu dan kelompok kerja lainnya ada saling ketergantungan yang dapat menciptakan hubungan kerja yang saling mendukung satu sama lain dan berupaya untuk tidak menciptakan perbedaan yang akhirnya akan menjadi sebuah konflik. Untuk menciptakan suasana kerja menjadi lebih kondusif diperlukan adanya manajemen konflik. Manajemen konflik diperlukan bagi individu maupun kelompok sebagai upaya proses perbaikan hubungan personal yang berkaitan dengan penyelesaian konflik dalam pekerjaan. Manajemen konflik dalam perusahaan setidaknya memiliki beberapa tujuan yaitu dapat meminimalisir dampak yang bisa semakin meluas, jika konflik berkelanjutan, menjaga suasana tetap kondusif dan tidak memanas, meningkatkan kreativitas karyawan jika kedepan ada konflik serupa terjadi. Dalam melakukan manajemen konflik diperlukan sikap dan tindakan yang tepat, hal ini berhubungan dan dipengaruhi oleh profesionalisme kerja seseorang, dikarenakan pengertian profesionalisme itu sendiri adalah kemampuan dalam mengontrol perilaku yang didasari pengetahuan dan sikap.
Show more

41 Read more

HUBUNGAN ANTARA PENGENDALIAN EMOSI DENGAN KECEMASAN PADA IBU HAMIL DI RSUD KABUPATEN KARANGANYAR.

HUBUNGAN ANTARA PENGENDALIAN EMOSI DENGAN KECEMASAN PADA IBU HAMIL DI RSUD KABUPATEN KARANGANYAR.

Seperti dijelaskan oleh Wuryanano (2007: 64), bahwa emosi dalam pengendalian diri memiliki peran yang besar bagi setiap perilaku individu. Mengendalikan emosi tidak berarti berhenti merasa, atau berhenti mengekspresikan diri. Artinya seseorang harus bisa mengenali dan memahami mana yang berupa emosi positif dan mana yang emosi negatif. Emosi negatif tersebut mempunyai ciri khas, yaitu membuat perasaan frustasi, putus asa, dendam, iri, dengki, dan hal negatif lainnya. Sedangkan ciri emosi positif adalah selalu membuat perasaan gembira, damai, sejahtera, rasa persahabatan, dan hal positif lainnya. Begitu pula pada ibu hamil, dengan adanya pengendalian emosi yang baik melalui penyesuaian diri yang positif, maka akan mengurangi kecemasan ibu hamil. Hal ini diperkuaat oleh hasil penelitian Wishman & Goodman (2011), yang menunjukkan bahwa penyesuaian diri berhubungan dengan gejala depresi dan gejala kecemasan ibu hamil. Penyesuaian diri merupakan prediktor dari gejala kecemasan ibu selama kehamilannya.
Show more

149 Read more

HUBUNGAN KECERDASAN EMOSI DAN EFIKASI DIRI DENGAN KEMAMPUAN MANAJEMEN KONFLIK INTERPERSONAL PADA SISWA KELAS XI DI SMA NEGERI 1 SINGAPARNA KABUPATEN TASIKMALAYA.

HUBUNGAN KECERDASAN EMOSI DAN EFIKASI DIRI DENGAN KEMAMPUAN MANAJEMEN KONFLIK INTERPERSONAL PADA SISWA KELAS XI DI SMA NEGERI 1 SINGAPARNA KABUPATEN TASIKMALAYA.

Secara fisik bagian yang paling menentukan atau paling berpengaruh terhadap kecerdasan emosi seseorang adalah anatomi saraf emosinya. Bagian otak yang digunakan untuk berfikir yaitu konteks (kadang kadang disebut juga neo konteks). Sebagai bagian yang berada dibagian otak yang mengurusi emosi yaitu system limbic, tetapi sesungguhnya antara kedua bagian inilah yang menentukan kecerdasan emosi seseorang. (1) Konteks. Bagian ini berupa bagian berlipat-lipat kira kira 3 milimeter yang membungkus hemisfer serebral dalam otak. Konteks berperan penting dalam memahami sesuatu secara mendalam, menganalisis mengapa mengalami perasaan tertentu dan selanjutnya berbuat sesuatu untuk mengatasinya. Konteks khusus lobus prefrontal, dapat bertindak sebagai saklar peredam yang memberi arti terhadap situasi emosi sebelum berbuat sesuatu. (2) System limbic. Bagian ini sering disebut sebagai emosi otak yang letaknya jauh didalam hemisfer otak besar dan terutama bertanggung jawab atas pengaturan emosi dan implus. Sistem limbic meliputi hippocampus, tempat berlangsungnya proses pembelajaran emosi dan tempat disimpannya emosi.
Show more

187 Read more

HUBUNGAN ANTARA KECERDASAN EMOSI DAN KEMATANGAN DIRI DENGAN PENGELOLAAN KONFLIK PADA REMAJA AKHIR - Raden Intan Repository

HUBUNGAN ANTARA KECERDASAN EMOSI DAN KEMATANGAN DIRI DENGAN PENGELOLAAN KONFLIK PADA REMAJA AKHIR - Raden Intan Repository

Sebagai mahluk sosial manusia tidak dapat dilepaskan dari interaksi sosial, yaitu sebuah hubungan yang melibatkan individu yang satu dengan individu yang lainnya. Dalam berinteraksi secara sosial tentu saja tidak selalu berjalan dengan lancar, bahkan di dalam suatu relasi yang memiliki keterikatan psikologis yang erat, seperti persahabatan sekalipun konflik tidak dapat dihindarkan (Taylor, Peplau, & Sears, 2009). Konflik yang dihadapi secara umum dapat disebabkan oleh beberapa faktor, seperti adanya perasaan direndahkan, dihina, tidak dihargai, pelecehan dan sebagainya (Hadriami, 2008). Pada dasarnya konflik yang terjadi seringkali menimbulkan goresan luka batin dalam diri individu yang tersakiti. Oleh karena itu, individu yang tidak mampu menyelesaikan masalah yang tengah dihadapinya, akan memunculkan berbagai emosi negatif yang tidak menyenangkan dalam dirinya (dalam Puspasari, Rostiana, & Nisfianoor, 2005).
Show more

86 Read more

Show all 10000 documents...